Disusun oleh : Wika Eka S. (3609100016)
Dosen Pembimbing : Dr. Ing. Haryo Sulistyarso
Perencanaan Wilayah dan Kota
Pertumbuhan pembangunan yang terjadi pada kawasan tersebut
termasuk pesat, akan tetapi pembangunan yang terjadi terkesan
kurang terencana dengan baik. Hal ini terbukti dengan keberadaan
bangunan-bangunan yang mangkrak, dimana keberadaan lahan
yang belum dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya seperti itu
dapat menurunkan image suatu kawasan (Hallet, 1979). Artinya
lahan tersebut memiliki dampak negatif terhadap estetika
kawasan. Lahan kosong pada wilayah penelitian memiliki dampak
ekonomi yaitu menurunnya penerimaan PAD dari sektor pajak
bagi pemerintah. Di samping itu juga mengakibatkan dampak
sosial, yaitu hilangnya kesempatan peluang kerja dan dampak
terhadap produksi pangan (Herbet dan Ferry, 1998). Dengan kata
lain lahan yang tak termanfaatkan pada wilayah penelitian
memiliki dampak negatif terhadap perekonomian pemerintah dan
masyarakat.
Secara teoritis, lahan harus dimanfaatkan secara optimal karena jumlah
dan luasannya terbatas, tetapi permintaanya terus bertambah. Kemudian
secara normative lahan memiliki fungsi sosial, dimana pemanfaatannya
harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat (Ariastita,
2005). Pada kenyataannya lahan tak termanfaatkan saat ini menunjukkan
terjadinya inefisiensi pemanfaatan lahan dan tidak mendukung fungsi
sosial
lahan.
Pada
akhirnya
lahan
kosong
dapat
menghambat
pembangunan kota.
Keberadaan lahan kosong pada wilayah penelitian
memberikan dampak negatif terhadap pembangunan di
Koridor Lingkar Timur Sidoarjo. Untuk itu dibutuhkan
pemanfaatan lahan yang optimal untuk lahan kosong
pada wilayah penelitian, guna sebagai langkah antisipasi
dari pemanfaatan lahan yang tidak sesuai.
Dalam penelitian ini akan diketahui jawaban dari
pertanyaan penelitian yaitu kegiatan atau pemanfaatan
lahan apakah yang berpotensi untuk dikembangkan
pada koridor Lingkar Timur Sidoarjo ?
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah
menyusun
optimalisasi pemanfaatan lahan
kosong
pada koridor Lingkar Timur Sidoarjo.
Dalam pencapaian tujuan di atas, maka dirumuskan
beberapa sasaran dalam penelitian sebagai berikut :
1.
Mengidentifikasi kebutuhan akan kegiatan apa
sajakah yang berpotensi untuk berkembang pada
koridor Lingkar Timur Sidoarjo.
Lahan merupakan suatu lingkungan fisik yang meliputi
seluruh komponen biosfer, dimana didalamnya terdapat
berbagai kegiatan manusia, baik pada masa lalu maupun
sekarang dan akan datang.
Tata guna lahan adalah pengaturan penggunaan tanah
yang meliputi penggunaan permukaan bumi di daratan
dan penggunaan permukaan bumi di lautan.
Sumber
Variabel
Fanning, The Appraisal Institute
(1999;2001)
1. Kelayakan Hukum
2. Kelayakan Fisik
3. Kelayakan Keuangan
4. Produktifitas Maksimum
Hidayati dan Harjanto, 2003
1. Kelayakan Hukum
2. Kelayakan Fisik
3. Kelayakan Keuangan
4. Produktifitas Maksimum
Wijaya, 2006
1. Kelayakan Hukum
2. Kelayakan Fisik
3. Kelayakan Keuangan
4. Produktifitas Maksimum
Survey Primer
Survey
Sekunder
No
Kelompok
Jumlah Responden
1
Pemerintah
4
2
Pengusaha
13
3
Masyarakat
59
No
Sasaran
Variabel
Sub Variabel
Definisi
Operasional
Parameter
1
Prinsip
Penggunaa
n Tertinggi
Terbaik
Kelayakan
Hukum
Penetapan
wilayah
Mengacu pada
kebijakan RTBL
dan RTRW
Kabupaten
Sidoarjo
Ketetapan aturan
zoning untukkawasan
komersial
Peraturan
bangunan
Mengacu pada
kebijakan RTBL
koridor Lingkar
Timur Sidoarjo
KDB 61-70%
KDH 20-25%
KTB 51-60%
GSB 11-15 m
KLB 3 lantai
Peraturan
lingkungan
Berdasarkan
Peraturan Menteri
Negara
Lingkungan Hidup
No 11 Tahun 2006
Luas lahan > 5 ha dan
bangunan > 10.000 m
2wajib dilengkapi
dokumen AMDAL
No
Sasaran
Variabel
Sub Variabel
Definisi Operasional
Parameter
1
Prinsip
penggunaa
n tertinggi
terbaik
Kelayakan
fisik
Ukuran
Ukuran eksisting lahan ditentukan
berdasarkan pengukuran hasil
survey lapangan
Ditentukan berdasarkan
hasil pengamatan survey
Bentuk
Bentuk eksisting lahan ditentukan
berdasarkan pengamatan hasil
survey lapangan
Ditentukan berdasarkan
hasil pengamatan survey
Kelapangan /
tingkat kedataran
Tingkat kedataran eksisting lahan
ditentukan berdasarkan
pengamatan hasil survey lapangan
Ketinggian antara 2-4 m
dpl, kemiringan lahan
antara 0-8%
Aksesibilitas
Ketersediaan aksesibilitas
menggunakan ukuran jaringan
transportasi di Kabupaten Sidoarjo
Ketersediaan akses
berupa jaringan jalan dan
kebutuhan moda
transportasi yang
mendukung
Ketersediaan dan
kapasitas fasilitas
umum
Dukungan ketersediaan dan
kapasitas fasilitas umum terhadap
kebutuhan alternatif penggunaan
lahan
Dilengkapi infrastruktur
penunjang
No Sasaran
Variabel
Sub Variabel
Definisi
Operasional
Parameter
1
Prinsip
Penggunaa
n Tertinggi
Terbaik
Kelayakan
keuangan
Net Present
Value (NPV)
Ukuran untuk
menentukan layak
tidaknya suatu
investasi akan
dilakukan. NPV > 1,
maka investasi
layak
NPV bernilai > 0
atau NPV
bernilai positif
(+)
NPV bernilai < 0
atau NPV
bernilai negatif
(-)
Internal Rate of
Return
Ukuran
mengetahui nilai
pengembalian yang
akan diterima
harus > tingkat
suku bunga bank =
investasi layak
IRR harus >
tingkat suku
No
Sasaran
Variabel
Sub Variabel
Definisi
Operasional
Parameter
1
Prinsip
Pengguna
an
Tertinggi
Terbaik
Produktifita
s
maksimum
Profitability
index
Untuk
membandingkan
keuntungandenga
n investasi awal PI
harus > 1
PI > 1 investasi
dapat diterima,
PI < 1 investasi
ditolak
Payback
period
Tingkat
pengembalian
paling cepat
memiliki nilai
ekonomi paling
tinggi
Pengembalian
paling cepat
memiliki nilai
ekonomi paling
tinggi
Letak Lahan Kosong
Lahan kosong pada wilayah penelitian memiliki ukuran
luas sebesar 23.450 m2. Berada pada Koridor Lingkar
Timur Sidoarjo km5, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten
Sidoarjo. Letak lokasi lahan kosong berada di tengah
Koridor Lingkar Timur Kabupaten Sidoarjo depan
komplek pertokoan.
Batas Lokasi Lahan Kosong
Berdasarkan survey lapangan yang dilakukan, lokasi lahan kosong berada
pada sebuah areal lahan milik seorang yang berdomisili di Jakarta. Pada
bagian depan (muka) lahan menghadap Jl. Lingkar Timur , sedangkan
pada bagian belakang berbatasan langsung dengan permukiman. Secara
lebih mendetail, batas-batas lokasi lahan kosong adalah sebagai berikut :
Batas utara
: Perumahan Belvara
Batas selatan
: Perkampungan Bluru Kidul
Batas timur
: Perkampungan Bluru Kidul
No Kode Jenis Penggunaan Lahan
Skoring
Jumlah Rata-Rata
1 Z Pergudangan 366 4.81
2 N Perumahan 310 4.07
3 L Perkantoran / bisnis lainnya 296 3.89
4 Q Travel pengiriman barang 275 3.61
5 W Penyaluran grosir 247 3.25
6 T Perbaikan kendaraan (bengkel) 241 3.17
7 AG Pertokoan 240 3.15
8 J Bisnis lapangan olahraga 234 3.07
9 H Klub malam dan bar 228 3.00
10 S SPBU 227 2.98
11 M Pemasaran properti 221 2.90
12 D Restoran 215 2.82
13 R Penyediaan ruang pertemuan 214 2.81
14 AE Jasa komunikasi 214 2.80
15 AC Jasa bangunan 213 2.72
16 AD Lembaga keuangan 201 2.64
17 U Pasar tradisional 200 2.63
18 AF Pusat riset pengembangan IPTEK 194 2.55
19 V Pasar lingkungan 193 2.53
20 P Penyediaan makanan dan minuman 192 2.52
21 I Studio ketrampilan 186 2.44 22 X Supermarket 185 2.43 23 B Penginapan losmen 179 2.35 24 G Gedung kesenian 170 2.23 25 C Penginapan hotel 164 2,15 26 K Taman perkemahan 149 1.96 27 O Apartment 142 1.86 28 AB Shopping center 135 1.77 29 Y Mall 129 1.69 30 F Bioskop 123 1.61 31 A Cottage 122 1.60 32 AA Plaza 116 1.52 33 E Kebun binatang 96 1.26
Hasil perhitungan skala likert memunculkan tiga jenis
alternatif penggunaan lahan, peringkat paling tinggi
diantaranya :
1.
Pergudangan
2.
Perumahan
Uji Kelayakan Hukum
No
Parameter Uji Kelayakan
Penjelasan
Hasil Uji
1
Penetapan Wilayah (Zoning)
Mengacu
pada
ketentuan
RTRW
Kab.
Sidoarjo
2009-2029.
Berdasarkan aturan kebijakan tersebut, maka koridor Lingkar Timur
Sidoarjo ditetapkan sebagai kawasan mix use dimana didalamnya
terdapat kawasan industry, komersil, dan permukiman. Alternatif
pergudangan tersebut termasuk dalam kegiatan industry dan komersil.
Oleh karena itu, alokasi fungsi kegiatan dianggap sesuai dengan
kebijakan pengaturan wilayah yang telah ditetapkan oleh Pemkab
Sidoarjo
Layak
2
Aturan Tentang Bangunan
(Building Codes)
i.
Koefisien Dasar Bangunan (KDB) sebesar 70%
ii.
Garis Sempadan Bangunan (GSB) sebesar 15 m
iii.
Koefisien Lantai Bangunan 1 lantai
Layak
3
Kebijakan Lingkungan
(Environmental Regulation)
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 11 Tahun 2006
tentang Jenis Rencana Usaha dan atau kegiatan yang wajib dilengkapi
dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
RKL dan RPL
Sistem pengelolaan sampah telah dilakukan secara mandiri
Sistem pembuangan air limbah telah dilakukan secara mandiri
Uji Kelayaan Fisik
No Parameter Uji Kelayakan Penjelasan Hasil Uji
1 Ukuran (Size) Lahan kosong memiliki luas 23.450m2. Dengan spesifikasi luas bangunan sebagai berikut : i. Perhitungan luas lantai bangunan
Luas 1 bangunan gudang adalah 432m2. Jika pada lokasi penelitian akan didirikan 30
bangunan, maka luas total lahan terbangun 12.960m2.
i. Perhitungan luas lahan parkir
Untuk lahan parkir berada di depan masing-masing bangunan yakni dengan luasan 5m x 12m yakni 60m2. Maka total luas lahan parkir adalah 60x30 yakni 1800m2.
(Untuk lebih jelasnya lihat pada lampiran 3)
Layak
2 Bentuk (Shape) Dari hasil peninjauan lapangan, lahan memiliki bentuk agak segitiga, dimana bagian depan yang berhubungan langsung dengan Jl. Lingkar Timur Sidoarjo lebih lebar dari pada bagian belakang. Namun perbedaan tersebut tidak terlalu mempengaruhi pemanfaatan lahan karena luasan lahan yang luas memudahkan pengaturan bangunan.
Layak
3 Kedataran (Terrain) Topografi lokasi lahan kosong dapat dikatakan datar dengan ketinggian sekitar 4m dari permukaan air laut, dan kemiringan lahan antara 0-8%. Keadaan topografi yang demikian merupakan potensi yang menguntungkan untuk pengembangan pembangunan fisik secara merata dengan biaya pembangunan yang relative murah karena tidak memerlukan pengerukan tanah.
Layak
4 Aksesibilitas (Accessibility) Lokasi penelitian berada di sisi jalan arteri sekunder dengan lebar jalan 11m, dapat diakses
dari berbagai lokasi di Sidoarjo dan merupakan jalan alternatif Surabaya-Malang. Layak 5 Ketersediaan dan Kapasitas Fasilitas Publik
(Capacity & Avaibility Of Public Utilities)
Lokasi penelitian memiliki ketersediaan prasarana yang mampu menunjang kegiatan pergudangan diantaranya :
Jaringan listrik dari PLN
Jaringan telepon dari Telkom
Jaringan air bersih dari PDAM
Saluran drainase
Pos polisi
Penerangan jalan umum
Uji Kelayakan Finansial
No
Parameter Uji
Kelayakan
Penjelasan
Hasil
Uji
1
Total Pemasukan
Terdiskon (Net
Present Value)
i.
Biaya
investasi
awal
adalah
Rp26.813.500.000
ii. Income
pertahun
adalah
Rp5.433.300.000
iii. Nilai NPV adalah 8.929.986.356.36
(Untuk lebih jelasnya lihat pada lampiran 1)
Layak
2
Tingkat
Pengembalian
(Internal Rate of
Return)
Nilai IRR harus > 8% dari bunga bank. Pada
hasil analisa menunjukkan IRR = 15%.
Menunjukkan
bahwa
investasi
tersebut
layak.
(Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
lampiran 1)
Uji Produktifitas Maksimum
Produktifitas maksimum dihitung engan dua cara yaitu
nilai Profitability Index (PI) dan Payback Period.
Berdasarkan hasil perhitungan analisis yang telah
dilakukan, maka nilai PI adalah 82,4. Sedangkan untuk
payback period adalah 5tahun dengan ketentuan income
dihitung
berdasarkan
pendapatan
konstan.
Maka
penggunaan lahan ini dapat direkomendasikan untuk
penggunaan pengembangan lahan kosong pada wilayah
penelitian.pada Koridor Lingkar Timur Sidoarjo.
Uji Kelayakan Hukum
No
Parameter Uji Kelayakan
Penjelasan
Hasil Uji
1
Penetapan Wilayah (Zoning) Mengacu pada ketentuan RTRW Kab. Sidoarjo 2009-2029.
Berdasarkan aturan kebijakan tersebut, maka koridor
Lingkar Timur Sidoarjo ditetapkan sebagai kawasan mix
use
dimana
didalamnya
terdapat
kawasan
industry,
komersil, dan permukiman. Alokasi fungsi kegiatan
perumahan dianggap sesuai dengan kebijakan pengaturan
wilayah yang telah ditetapkan oleh Pemkab Sidoarjo
Layak
2
Aturan Tentang Bangunan
(Building Codes)
i.
Koefisien Dasar Bangunan (KDB) sebesar 60%
ii.
Garis Sempadan Bangunan (GSB) sebesar 15 m
iii. Koefisien Lantai Bangunan 1 lantai
Layak
3
Kebijakan Lingkungan
(Environmental Regulation)
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 11
Tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha dan atau
kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan (AMDAL).
RKL dan RPL
Sistem pengelolaan sampah telah dilakukan secara
mandiri
Sistem pembuangan air limbah telah dilakukan secara
mandiri
Uji Kelayakan Fisik
No Parameter Uji Kelayakan Penjelasan Hasil Uji
1 Ukuran (Size) Lahan kosong memiliki luas 23.450m2. Dengan spesifikasi luas bangunan sebagai berikut :
Perhitungan luas lantai bangunan
Luas 1 bangunan rumah adalah 120m2. Jika pada lokasi penelitian akan didirikan
105 bangunan, maka luas total lahan terbangun 12.600m2.
(Untuk lebih jelasnya lihat pada lampiran 1)
Layak
2 Bentuk (Shape) Dari hasil peninjauan lapangan, lahan memiliki bentuk agak segitiga, dimana bagian depan yang berhubungan langsung dengan Jl. Lingkar Timur Sidoarjo lebih lebar dari pada bagian belakang. Namun perbedaan tersebut tidak terlalu mempengaruhi pemanfaatan lahan karena luasan lahan yang luas memudahkan pengaturan bangunan.
Layak
3 Kedataran (Terrain) Topografi lokasi lahan kosong dapat dikatakan datar dengan ketinggian sekitar 4m dari permukaan air laut, dan kemiringan lahan antara 0-8%. Keadaan topografi yang demikian merupakan potensi yang menguntungkan untuk pengembangan pembangunan fisik secara merata dengan biaya pembangunan yang relative murah karena tidak memerlukan pengerukan tanah.
Layak
4 Aksesibilitas (Accessibility) Lokasi penelitian berada di sisi jalan arteri sekunder dengan lebar jalan 11m, dapat diakses dari berbagai lokasi di Sidoarjo dan merupakan jalan alternatif Surabaya-Malang.
Layak
5 Ketersediaan dan Kapasitas Fasilitas Publik (Capacity & Avaibility Of Public
Utilities)
Lokasi penelitian memiliki ketersediaan prasarana yang mampu menunjang kegiatan pergudangan diantaranya :
Jaringan listrik dari PLN
Jaringan telepon dari Telkom
Jaringan air bersih dari PDAM
Saluran drainase
Pos polisi
Penerangan jalan umum
Uji Kelayakan Finansial
No
Parameter Uji
Kelayakan
Penjelasan
Hasil Uji
1
Total Pemasukan
Terdiskon (Net
Present Value)
i.
Biaya
investasi
awal
adalah
Rp35.507.500.000
ii. Income pertahun adalah Rp3.100.000.000
iii. Nilai NPV adalah -13.616.895.984.52
(Untuk lebih jelasnya lihat pada lampiran 1)
Tidak
Layak
2
Tingkat Pengembalian
(Internal Rate of
Return)
Nilai IRR harus > 8% dari bunga bank. Pada
hasil analisa menunjukkan IRR = -2%.
Menunjukkan bahwa investasi tersebut tidak
layak.
(Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
lampiran 1)
Tidak
Layak
Uji Kelayakan Hukum
No
Parameter Uji Kelayakan
Penjelasan
Hasil Uji
1
Penetapan Wilayah (Zoning)
Mengacu pada ketentuan RTRW Kab. Sidoarjo 2009-2029.
Berdasarkan
aturan
kebijakan
tersebut,
maka
koridor
Lingkar Timur Sidoarjo ditetapkan sebagai kawasan mix use
dimana didalamnya terdapat kawasan industry, komersil, dan
permukiman. Alokasi fungsi kegiatan perkantoran dianggap
sesuai dengan kebijakan pengaturan wilayah yang telah
ditetapkan oleh Pemkab Sidoarjo, karena perkantoran
termasuk pada kegiatan komersil
Layak
2
Aturan Tentang Bangunan
(Building Codes)
i.
Koefisien Dasar Bangunan (KDB) sebesar 60%
ii.
Garis Sempadan Bangunan (GSB) sebesar 15 m
iii. Koefisien Lantai Bangunan 3 lantai
Layak
3
Kebijakan Lingkungan
(Environmental Regulation)
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 11 Tahun
2006 tentang Jenis Rencana Usaha dan atau kegiatan yang
wajib
dilengkapi
dengan
Analisis
Mengenai
Dampak
Lingkungan (AMDAL).
RKL dan RPL
Sistem pengelolaan sampah telah dilakukan secara
mandiri
Sistem pembuangan air limbah telah dilakukan secara
mandiri
Uji Kelayakan Fisik
No Parameter Uji Kelayakan Penjelasan Hasil Uji
1 Ukuran (Size) Lahan kosong memiliki luas 23.450m2. Dengan spesifikasi luas bangunan sebagai berikut :
Perhitungan luas lantai bangunan
Luas 1 bangunan rumah adalah 120m2. Jika pada lokasi penelitian akan didirikan
105 bangunan, maka luas total lahan terbangun 12.600m2.
(Untuk lebih jelasnya lihat pada lampiran 3)
Layak
2 Bentuk (Shape) Dari hasil peninjauan lapangan, lahan memiliki bentuk agak segitiga, dimana bagian depan yang berhubungan langsung dengan Jl. Lingkar Timur Sidoarjo lebih lebar dari pada bagian belakang. Namun perbedaan tersebut tidak terlalu mempengaruhi pemanfaatan lahan karena luasan lahan yang luas memudahkan pengaturan bangunan.
Layak
3 Kedataran (Terrain) Topografi lokasi lahan kosong dapat dikatakan datar dengan ketinggian sekitar 4m dari permukaan air laut, dan kemiringan lahan antara 0-8%. Keadaan topografi yang demikian merupakan potensi yang menguntungkan untuk pengembangan pembangunan fisik secara merata dengan biaya pembangunan yang relative murah karena tidak memerlukan pengerukan tanah.
Layak
4 Aksesibilitas (Accessibility) Lokasi penelitian berada di sisi jalan arteri sekunder dengan lebar jalan 11m, dapat diakses dari berbagai lokasi di Sidoarjo dan merupakan jalan alternatif Surabaya-Malang.
Layak
5 Ketersediaan dan Kapasitas Fasilitas Publik (Capacity & Avaibility Of Public
Utilities)
Lokasi penelitian memiliki ketersediaan prasarana yang mampu menunjang kegiatan pergudangan diantaranya :
Jaringan listrik dari PLN
Jaringan telepon dari Telkom
Jaringan air bersih dari PDAM
Saluran drainase
Pos polisi
Penerangan jalan umum
Uji Kelayakan Finansial
No
Parameter Uji
Kelayakan
Penjelasan
Hasil Uji
1
Total Pemasukan
Terdiskon (Net Present
Value)
i.
Biaya
investasi
awal
adalah
Rp74.567.050.000
ii. Income pertahun adalah Rp7.950.000.000
iii. Nilai NPV adalah
-19.649.910.072.61
(Untuk lebih jelasnya lihat pada lampiran 1)
Tidak
Layak
2
Tingkat Pengembalian
(Internal Rate of
Return)
Nilai IRR harus > 8% dari bunga bank. Pada
hasil
analisa
menunjukkan
IRR
=
1%.
Menunjukkan bahwa investasi tersebut tidak
layak.
(Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
lampiran 1)
Tidak
Layak
Uji Kelayakan Pergudangan Perumahan Perkantoran Penjelasan
Kelayakan Hukum
Penetapan
Wilayah Layak Layak Layak Penggunaan lahan sudah sesuai dengan peraturan yang ditetapkan
Aturan Bangunan Layak Layak Layak Aturan bangunan sesuai dengan
pedoman dalam acuan RTRW Kebijakan
Lingkungan Layak Layak Layak
Aktifitas kegiatan wajib dilengkapi dokumen AMDAL
Kelayakan Fisik
Ukuran Layak Layak Layak Ukuran representativ mengikuti dengan
kondisi bangunan dan lahan
Bentuk Layak Layak Layak
Bentuk bangunan mengikuti kebijakan dalam aturan teknis yang telah ditetapkan dalam acuan RTRW Kedataran Layak Layak Layak Kedataran sekitar 4m dari permukaan air
laut
Aksesibilitas Layak Layak Layak Aksesibilitas lokasi mudah dijangkau dan berada pada kelas jalan arteri sekunder Ketersediaan
Infrastruktur Layak Layak Layak
Ketersediaan infrastruktur cukup memadai dan didukung dengan sarana
dan prasarana yang cukup baik
Kelayakan Keuangan
Net Present Value Layak Tidak Layak Tidak Layak Hasil NPV untuk pergudangan: >1, perumahan: <1, dan perkantoran: <1 Internal Rate of
Return Layak Tidak Layak Tidak Layak
Hasil IRR untuk pergudangan: 23%, perumahan: 4%, dan perkantoran: 1% Produktivitas
Maksimum
Profitability Index Layak - - Hasil PI untuk pergudangan: 8,24,
perumahan: 8,24, dan perkantoran: 0,09
Payback Period Layak - - Payback period untuk pergudangan