• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA STRATEGIS"

Copied!
123
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan ii RENCANA STRATEGIS 2016-2021

DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN PACITAN

(3)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan iii PENYUSUN RENCANA STRATEGIS PERANGKAT DAERAH

Rencana Strategis 2016-2021 Dinas Perhubungan ini disusun oleh:

Tim Penyusun Renstra Penanggung Jawab

Kepala Dinas Perhubungan Ketua

Sekretaris Dinas Perhubungan Sekretaris

Kepala Sub Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan Anggota

1. Staf Sekretariat

2. Staf Bidang Lalu Lintas dan Angkutan 3. Staf Bidang Prasarana Transportasi

(4)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan iv KATA PENGANTAR

Dalam rangka meningkatkan pembangunan daerah di Kabupaten Pacitan sebagai langkah penyesuaian perkembangan dan kemajuan di berbagai aktivitas di berbagai bidang saat ini, maka diperlukan penyesuaian Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perhubungan 2016 - 2021 sebagai wujud penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) tahun 2016 – 2021 Kabupaten Pacitan.

Penyusunan Rencana Strategis Perangkat Daerah telah

disesuaikan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah Hal ini dalam rangka mencapai

keterpaduan dan sinkronisasi perencanaan, pelaksanaan, dan

pengendalian kegiatan yang telah diprogramkan dapat dilakukan melalui regulasi, forum koordinasi dan musyawarah rencana pembangunan.

Rencana Strategis Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik antara lain; efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas dan partisipasi. Selanjutnya dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program tahunan akan dievaluasi sebagai perwujudan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Dan diharapkan kualitas serta kuantitas kinerja yang telah ditetapkan sesuai indikatornya dapat terukur.

(5)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan v Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan ini masih diperlukan banyak masukan – masukan terkait situasi dan kondisi yang semakin berkembang, untuk itu saran dan kritik sangat diharapkan guna perbaikan dalam penyusunannya

Pacitan 2017

KEPALA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN PACITAN

Ir. WASI PRAYITNO, M.Sc

Pembina Utama Muda NIP. 19630730 198910 1 001

(6)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan vi

DAFTAR ISI

JUDUL ... ii

PENYUSUN RENCANA STRATEGIS ORGANISASI PERANGKAT DAERAH iii KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI... vi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Landasan Hukum ... 2

1.3 Maksud dan Tujuan ... 3

1.4 Sistematika Penulisan... 3

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERHUBUNGAN... 5

2.1 Tugas Fungsi dan Struktur Organisasi ... 5

2.1.1 Uraian Tugas dan fungsi ... 6

1. Sekretariat ... 6

2. Bidang Manajemen Lalu Lintas dan Angkutan ... 8

3. Bidang Prasarana Transportasi ... 12

4. Bidang Pengembangan Keselamatan Transportasi ... 15

5. Kelompok Jabatan Fungsional ... 19

2.1.2 Struktur Organisasi ... 20

2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah ... 21

2.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah ... 23

2.3.1 Jaringan jalan ... 23

2.3.2 Sarana dan prasarana perlengkapan jalan ... 34

2.3.3 Angkutan umum... 38

1. Angkutan Pedesaan ... 39

2. Angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) ... 43

3. Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) ... 44

4. Angkutan Antar Jemput ... 45

5. Angkutan Perbatasan ... 45

6. Angkutan Paratransit ... 46

2.3.4 Sarana dan Prasarana Transportasi ... 47

1. Terminal ... 47

(7)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan vii

3. Tempat pemberhentian angkutan ... 53

4. Layanan Keselamatan transportasi... 54

5. Layanan Pemeriksaan Kendaraan bermotor… ... 56

6. Layanan Parkir... 57

2.3.5 Peningkatan Pendapatan Asli Daerah ... 58

2.3.6 Peningkatan Mutu Pelayanan ... 65

2.3.7 Peningkatan Kesadaran Masyarakat ... 65

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Perangkat Daerah ... 72

2.4.1 Tantangan Pengembangan Pelayanan ... 72

2.4.2 Peluang Pengembangan Pelayanan ... 72

BAB III ISU ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI ... 76

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi ... 76

3.2 Telaahan Visi Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ... 76

3.3 Telaahan Renstra Kementerian/Lembaga ... 78

3.3.1 Renstra Kementerian Perhubungan... 78

3.3.2 Renstra Dinas Perhubungan dan LLAJ Propinsi Jawa Timur ... 82

1. Program ... 82

2. Prioritas Pembangunan ... 87

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis ... 89

3.4.1 Kebijakan Tataran Transportasi Wilayah Jawa Timur ... 89

3.4.2 Telaahan Terhadap Strategi Penataan Ruang Wilayah Kabupaten Pacitan ... 91

3.5 Penentuan Isu Isu Strategis... 94

3.5.1 Arah pengembangan transportasi jalan ... 94

3.5.2 Arah pengembangan transportasi udara dan laut ... 99

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN PACITAN ... 101

4.1 Visi dan Misi Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan ... 101

4.2 Tujuan Sasaran Jangka Menengah Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan ... 103

(8)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan viii

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF ... 106 BAB VI INDIKATOR KINERJA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH YANG

MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD ... 111 BAB 7 PENUTUP ... 115

(9)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 dalam pasal 1 mengenai ketentuan umum, Rencana Strategis Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat Renstra Perangkat Daerah adalah dokumen perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) tahun.

Renstra Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan Tahun 2016 – 2021 disusun berdasarkan isu strategis dan rumusan permasalahan perhubungan yang terjadi di Kabupaten Pacitan. Rumusan permasalahan perhubungan diperoleh dari jaring aspirasi masyarakat yang dikumpulkan oleh anggota tim pengumpul Renstra Dinas Perhubungan dan rumusan hasil evaluasi pembangunan sektor perhubungan, serta mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pacitan.

Renstra Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan Tahun 2016 – 2021 merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam kurun waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun, dengan memperhitungkan potensi, peluang, dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul.

Renstra Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan Tahun 2016 – 2021 adalah jawaban konkrit terhadap terciptanya sistem transportasi yang efektif, efisien, dan berkualitas yang merupakan tuntutan masyarakat Kabupaten Pacitan. Dengan melakukan perbuatan nyata secara sistematis dan bertahap pada seluruh Program/Kegiatan yang telah ditetapkan, yang dirumuskan secara kolektif oleh pimpinan bersama tim kerja untuk dikomunikasikan kepada seluruh komponen organisasi dan diimplementasikan guna mencapai guna mencapai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Pacitan.

(10)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 2 1.2 Landasan Hukum

Sebagai landasan dalam menentukan rencana strategis Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan disusun berdasarkan:

1. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2003 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional;

3. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan;

4. Undang-Undang Nomor 22Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan

Jalan;

9. Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Insatansi Pemerintah;

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah;

11. Peraturan Daerah Kabupaten Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pacitan; 12. Peraturan Daerah Nomor 05 Tahun 2016 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Pacitan Tahun 2016-2021;

13. Peraturan Bupati Pacitan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi, Susunan Organisasi, Serta Tata Kerja Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan;

(11)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 3 14. Keputusan Bupati Pacitan Nomor 188.45/406/KPTS/408.12/2017

tentang Pengesahan Perubahan Rencana Strategis Perangkat Daerah Kabupaten Pacitan Tahun 2016-2021.

1.3 Maksud dan Tujuan

Rencana Strategis Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan ini merupakanbagian dari dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD) Kabupaten Pacitan 2016–2021. Penetapan Rencana Strategis dijadikan sebagai acuan dan pedoman dalam menentukan arah kebijakan dalam melaksanakan dan mengembangkan program dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang.

Adapun tujuan rencana strategis Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan adalah adalah:

1. Menerjemahkan menjabarkan rencana program dan kegiatan serta menetapkan target kinerja dan pendanaan indikatif sebagai bentuk komitmen organisasi bagi pencapaian kinerja yang optimal.

2. Mewujudkan perencanaan dan penganggaran terpadu yang berbasis hasil/kinerjayang terukur, transparan, dan akuntabel.

3. Menciptakan mekanisme pelaksanaan program dan kegiatan Perangkat Daerah yang fokus, tidak tumpang tindih, dan terintegrasi. 4. Menciptakan mekanisme pengendalian dan evaluasi pelaksanaan

pembangunan di bidang perhubunganyang efektif dan efisien, serta

5. Sebagai acuan dalam penyusunan rencana kerja dan

Anggaran,Penetapan Kinerja serta Penilaian Kinerja Tahunan;

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan rencana strategis Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan adalah sebagai berikut:

BAB I : Pendahuluan

Memuat latar belakang, landasan hokum, maksud dan tujuan, serta sitematika penulisan

(12)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 4 BAB II : Gambaran Pelayanan Dinas Perhubungan

Memuat tugas, fungsi dan struktur organisasi , sumber daya, kinerja pelayanan, serta tantangan dan peluang Perangkat Daerah

BAB III : Isu isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi

Memuat identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi, Telaahan visi misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Telaahan Renstra Kementerian dan Lembaga, telaahan rencana tata ruang wilayah dan kajian lingkungan strategis, penentuan isu isu strategis.

BAB IV : Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan

Memuat visi, misi, tujuan sasaran jangka menengah, strategi kebijakan Perangkat Daerah.

BAB V : Rencana Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif

Memuat tentang program dan kegiatan lokalitas kewenangan Perangkat Daerah, program dan kegiatan lintas Perangkat Daerah dan program kegiatan kewilayahan.

BAB VI : Indikator Kinerja Perangkat Daerah Yang Mengacu Pada Tujuan Sasaran RPJMD

Memuat indikator yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD guna mendukung visi misi Kepala Daerah.

BAB VII : Penutup

Berisi ringkasan singkat dari maksud dan tujuan penyusunan

dokumen Renstra Perangkat Daerah, disertai dengan harapan bahwa dokumen ini mampu menjadi pedoman pembangunan 5 (lima) tahun kedepan oleh Perangkat Daerah.

(13)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 5 BAB II

GAMBARAN UMUM

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah

Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pacitan yang Peraturan Pelaksanaanya atau Peraturan Bupati tentang Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas PerhubunganKabupaten Pacitan belum disahkan, akan tetapi kami telah memberikan usulan tentang Struktur Organisasi Tata Kerja. Dinas Perhubungan merupakan unsur pelaksana bidang perhubungan dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Dinas Perhubungan dalam melaksanakan tugas urusan bidang perhubunganmemiliki penyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta pelaksanaan administrasi Lalu Lintas dan Angkutan;

b. Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan evaluasi

dan pelaporan, serta pelaksanaan administrasi prasarana

transportasi;

c. Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta pelaksanaan administrasi pengembangan dan keselamatan transportasi;dan

d. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Struktur organisasi Dinas Perhubunganterdiri dari : 1. Kepala Dinas;

2. Sekretariat;

a. Sub Bagian Umum, Kepegawaian, dan Keuangan; b. Sub Bagian Program,Evaluasi, dan Pelaporan.

(14)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 6 3. Bidang Lalu Lintas dan Angkutan;

a. Seksi Manajemen dan Rekayasa; b. Seksi Angkutan;

c. Seksi Pengujian Sarana. 4. Bidang Prasarana Transportasi;

a. Seksi Pembangunan Prasarana Transportasi;

b. Seksi Pengoperasian dan Perawatan Prasarana

Transportasi;

c. Seksi Penerangan Jalan Umum.

5. Bidang Pengembangan dan Keselamatan Transportasi; a. Seksi Pemaduan Moda dan Teknologi Perhubungan; b. Seksi Badan Usaha dan Jasa Usaha Angkutan; c. Seksi Keselamatan.

6. Kelompok Jabatan Fungsional.

2.1.1 Uraian tugas dan fungsi 1. Sekretariat

Sekretariat berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Perhubungan dipimpin oleh

seorang Sekretaris.Sekretariat mempunyai tugas

menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan kegiatan,

pembinaan dan pemberian dukungan pelayanan

administratif yang meliputi umum, kepegawaian, dan keuangan, serta program, evaluasi, dan pelaporan kepada seluruh unit di lingkungan Dinas.

Sekretariat dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi:

a) Pengoordinasian dan pembinaan pelaksanaan

kegiatan;

b) Pemberian dukungan pelayanan administrasi umum, kepegawaian dan keuangan;

(15)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 7

c) Pemeberian dukungan pelayanan administrasi

program, evaluasi, dan pelaporan; dan

d) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya;

1) Sub Bagian Umum, Kepegawaian, dan Keuangan Sub Bagian Umum, Kepegawaian, dan Keuangan

berada dibawah dan bertanggung jawab

kepadaSekretaris.Sub Bagian Umum, Kepegawaian, dan Keuangan dipimpin oleh Kepala Sub Bagian. Sub Umum, Kepegawaian, dan Keuangan, mempunyai tugas :

a) Menyiapkan dan melaksanakan ketatausahaan perkantoran;

b) Menyiapkan dan melaksanakan ketatalaksanaan rumah tangga;

c) Menyiapkan dan melaksanakan ketatalaksanaan perlengkapan dan barang milik daerah;

d) Menyiapkan dan melaksanakan ketatalaksanaan persuratan dan kearsipan;

e) Menyiapkan dan melaksanakan ketataksanaan kehumasan dan protokol;

f) Menyiapkan dan melaksanakan ketatalaksanaan kepegawaian;

g) Melaksanakan pengelolaan anggaran; h) Melaksanakan perbendaharaan dan gaji; i) Melaksanakan verifikasi dan akuntasi; j) Melaksanakan pelaporan keuangan;

k) Melaksanakan tugaslain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(16)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 8 2) Sub Bagian Program,Evaluasi, dan Pelaporan

Sub Bagian Program,Evaluasi, dan Pelaporanberada dibawah dan bertanggung jawab kepada sekretaris.Sub Bagian Program,Evaluasi, dan Pelaporandipimpin oleh Kepala Sub Bagian.Sub Bagian Program,Evaluasi, Pelaporan dan Keuangan, mempunyai tugas:

a) Menyiapkan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran;

b) Menyiapkan bahan koordinasi dan penyusunan rencana strategis;

c) Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data; d) Menyiapkan bahan penyusunan laporan;

e) Menyiapkan bahan penyusunan evaluasi dan la[poran kinerja; dan

f) Melaksanakan fungsi lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsinya.

2. Bidang Lalu Lintas Dan Angkutan

Bidang Lalu Lintas dan Angkutan berada dibawah

dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas

Perhubungan.Bidang Lalu Lintas dan Angkutandipimpin

oleh Kepala Bidang.Bidang Lalu Lintas dan

Angkutanmelaksanakan tugasmelaksanakan sebagian

tugas Dinas Perhubunganyang meliputi manajemen dan rekayasa, angkutan, serta pengujian sarana.

Bidang Lalu Lintas dan Angkutandalam melaksanakan fungsi:

a) Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,

pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta

(17)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 9 b) Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,

pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta

pelaksanaan administrasi angkutan;

c) Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,

pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta

pelaksanaan administrasi pengujian sarana;

d) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Perhubungan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

1) Seksi Manajemen dan Rekayasa;

Seksi Manajemen dan Rekayasaberada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan.Seksi Manajemen dan Rekayasadipimpin oleh Kepala Seksi.

Seksi Manajemen dan Rekayasa mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Bidang Lalu Lintas dan Angkutan yang terkait dengan manajemen dan rekayasa antara lain:

a) Menetapkan prioritas angkutan massal melalui penyediaan lajur atau jalur atau jalan khusus;

b) Memberikan prioritas keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki;

c) Memberikan kemudahan prasarana transportasi bagi penyandang cacat;

d) Melaksanakan pemisahan atau pemilahan

pergerakan arus lalu lintas berdasarkan peruntukan lahan, mobilitas, dan aksesibilitas;

e) Melaksanakan pengendalian lalu lintas pada persimpangan;

f) Melaksanakan pengendalian lalu lintas pada ruas jalan;

(18)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 10 g) Memberikan perlindungan terhadap lingkungan; h) Memberikan persetujuan hasil analisis dampak lalu

lintas pada jalan kabupaten;

i) Melakukan penerapan teknologi informasi dan komunikasi lalu lintas jalan; dan

j) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

2) Seksi Pengujian Sarana

Seksi Pengujian Sarana berada dibawah dan

bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan.Seksi Pengujian Sarana dipimpin oleh Kepala Seksi.

Seksi Pengujian Saranamempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Bidang Lalu Lintas dan Angkutan yang terkait dengan pengujian sarana antara lain:

a) Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian berkala kendaraan bermotor; b) merancang bangun kendaraan yang tidak diatur

dalam peraturan perundangan-undangan;

c) Mendata perbengkelan umum dan perakitan kapal

pemeliharaan dan pengembangan fasilitas

pendukung dan simpul transportasi

d) Menerbitkan izin kelaikan terkait dengan perawatan dan perbaikan kapal;

e) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan sesuai dengan tugas dan fungsinya

(19)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 11 3) Seksi Angkutan

Seksi Angkutan berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan.Seksi Angkutan dipimpin oleh Kepala Seksi.

Seksi Angkutan mempunyai tugasmelaksanakan

sebagian tugas Bidang Lalu Lintas dan Angkutan yang terkait dengan angkutan antara lain:

a) Menyediakan angkutan umum untuk jasa angkutan orang dan/atau barang dalam daerah kabupaten; b) Menetapkan kawasan perkotaan untuk pelayanan

angkutan perkotaan dalam 1 (satu) daerah

kabupaten;

c) Menetapkan rencana umum jaringan trayek

perkotaan dalam 1 (satu) daerah kabupaten;

d) Menetapkan rencana umum jaringan trayek

pedesaan yang menghubungkan 1 (satu) kabupaten; e) Menetapkan tarif kelas ekonomi untuk angkutan

orang yang melayani trayek angkutan perkotaan dan pedesaan di wilayah kabupaten;

f) Menerbitkan izin trayek penyelenggaraan angkutan sungai dan danau untuk kapal yang melayani trayek dalam daerah kabupaten; dan

g) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(20)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 12 3. Bidang Prasarana Transportasi

Bidang Prasarana Transportasiberada dibawah dan

bertanggung jawab kepada Kepala Dinas

Perhubungan.Bidang Prasarana Transportasi dipimpin oleh Kepala Bidang.Bidang Prasarana Transportasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Perhubungan yang meliputi pembangunan prasarana transportasi, pengoperasian dan perawatan prasarana transportasi, serta penerangan jalan umum.

Bidang Prasarana Transportasidalam

melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi:

a) Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,

pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta

pelaksanaan administrasi pembangunan prasarana transportasi;

b) Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,

pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta

pelaksanaan administrasi pengoperasian dan

perawatan prasarana transportasi;

c) Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,

pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta

pelaksanaan administrasi penerangan jalan umum; dan d) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala

Dinas Perhubungan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

1) Seksi Pembangunan Prasarana Transportasi

Seksi Pembangunan Prasarana Transportasi berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang

Prasarana Transportasi. Seksi Pembangunan

(21)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 13

Seksi Pembangunan Prasarana Transportasi

mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Bidang Prasarana Transportasi yang terkait dengan pembangunan prasarana transportasi, meliputi:

a) Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyediaan perlengkapan jalan di Jalan Kabupaten;

b) Menerbitkan izin penyelengaraan dan

pembangunan simpul transportasi fasilitas parkir ; c) Membangunan dan menerbitan izin pelabuhan

pengumpan lokal;

d) Membangunan dan menerbitkan izin

pembangunan pelabuhan sungai dan danau; e) Menerbitkan izin pengerjaan pengerukan di

wilayah perairan pelabuhan pengumpan lokal f) Menerbitkan izin reklamasi di wilayah perairan

pelabuhan pengumpan lokal;.

g) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Prasarana Transportasi sesuai dengan tugas dan fungsinya

2) Seksi Pengoperasian dan Perawatan Prasarana Transportasi

Seksi Pengoperasian dan Perawatan Prasarana Transportasi berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Prasarana Transportasi.Seksi Pengoperasian dan Perawatan Prasarana Transportasi dipimpin oleh Kepala Seksi.

(22)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 14 Seksi Pengoperasian dan Perawatan Prasarana

Transportasi, mempunyai tugas melaksanakan

sebagian tugas Bidang Prasarana Transportasi yang

terkait dengan pengoperasian dan perawatan

prasarana transportasi, meliputi:

a) Menerbitkan izin pengelolaan terminal untuk kepentingan sendiri di dalam daerah lingkungan kerja atau daerah lingkungan kepentingan pelabuhan dan pengumpan lokal;

b) Mengelola dan mengoperasikan simpul

transportasi;

c) Monitoring dan mendata prasarana simpul

transportasi;

d) Memelihara dan memperbaiki prasarana simpul transportasi;

e) Menerbitkan izin usaha di area simpul transportasi

f) Mengoperasikan dan menerbitkan izin

pengoperasian pelabuhan, sungai, dan danau; g) Menerbitan izin usaha badan usaha pelabuhan di

pelabuhan pengumpan lokal;

h) Menerbitan izin pengoperasian pelabuhan selama 24 jam untuk pelabuhan pengumpan lokal;

i) Mengembangkan sistem informasi manajemen pengoperasian prasarana transportasi; dan

j) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Prasarana Transportasi sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(23)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 15 3) Seksi Penerangan Jalan Umum

Seksi Penerangan Jalan Umum berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Prasarana Transportasi.Seksi Penerangan Jalan Umum dipimpin oleh Kepala Seksi.

Seksi Penerangan Jalan Umum, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Bidang Prasarana Trnasportasi yang terkait dengan penerangan jalan umum, meliputi:

a) Memberikan pelayanan penerangan jalan umum; b) Melaksanakan inventarisasi sarana dan prasarana

penerangan jalan umum;

c) Melaksanakan pengawasan, pengendalian dan evaluasi kegiatan penerangan jalan umum; dan d) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh

Kepala Bidang Prasarana Transportasi sesuai dengan tugas dan fungsinya.

4. Bidang Pengembangan dan Keselamatan Transportasi

Bidang Pengembangan Keselamatan Transportasi berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Perhubungan. Bidang Pengembangan Keselamatan Transportasi dipimpin oleh Kepala Bidang.

Bidang Pengembangan Keselamatan Transportasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Perhubungan yang meliputi pemaduan moda dan teknologi perhubungan, badan usaha dan jasa angkutan, serta keselamatan transportasi dan menyelenggarakan fungsi:

(24)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 16

a) Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,

pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta

pelaksanaan administrasi pemaduan moda dan

teknologi perhubungan;

b) Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,

pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta

pelaksanaan administrasi badan usaha dan jasa usaha angkutan;

c) Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,

pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta

pelaksanaan administrasi keselamatan transportasi; dan

d) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Perhubungan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

1) Seksi Pemaduan Moda dan Teknologi Perhubungan Seksi Pemaduan Moda dan Teknologi Perhubungan berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan Transportasi. Seksi Pemaduan Moda dan Teknologi Perhubungan dipimpin oleh Kepala Seksi.

Seksi Pemaduan Moda dan Teknologi Perhubungan , mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Bidang Pengembangan dan Keselamatan Transportasi yang terkait dengan pemaduan moda dan teknologi perhubungan, meliputi:

a) Menyediakan angkutan pemaduan moda;

b) Menyusun rencana umum jaringan trayek

pemaduan moda;

(25)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 17 d) Memfasilitasi perizinan angkutan perkotaan dan

pedesaan yang melampaui batas 1 (satu) daerah provinsi;

e) Mengelola data dan informasi transportasi;

f) Mengelola sistem informasi manajemen dan

komunikasi transportasi serta pengembangan

transportasi; dan

g) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pengembangan danKeselamatan Transportasi sesuai dengan tugas dan fungsinya. 2) Seksi Badan Usaha dan Jasa Usaha Angkutan

Seksi Badan Usaha dan Jasa Usaha Angkutan berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan Transportasi. Seksi Badan Usaha dan Jasa Usaha Angkutan dipimpin oleh Kepala Seksi.

Seksi Badan Usaha dan Jasa Usaha Angkutan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Bidang Pengembangan dan Keselamatan Transportasi yang terkait dengan badan usaha dan jasa usaha angkutan, meliputi:

a) Memberikan izin usaha jasa terkait bongkar muat barang, jasa pengurusan transportasi, angkutan

perairan pelabuhan, penyewaan peralatan

angkutan laut atau peralatan jasa terkait dengan angkutan laut, tally mandiri dan depo peti kemas; b) Memberikan izin usaha bongkar muat barang jasa

pengurusan transportasi;

c) Menyelenggarakan fasilitas perizinan bangunan dan peralatan serta klasifikasi perbengkelan umum;

(26)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 18 d) Menerbitkan izin usaha jasa terkait dengan

perawatan dan perbaikan kapal

e) Menerbitkan izin usaha angkutan laut pelayaran rakyat bagi orang perorangan atau badan usaha yang berdomisili dan yang beroperasi pada lintas pelabuhan dalam daerah Kabupaten;

f) Menerbitkan izin usaha angkutan laut bagi badan usaha yang berdomisili dalam daerah kabupaten dan beroperasi pada lintas pelabuhan di daerah kabupaten; dan

g) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pengembangan danKeselamatan Transportasi sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3) Seksi Keselamatan Transportasi

Seksi Keselamatan berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengembangan dan

Keselamatan Transportasi. Seksi Keselamatan

Transportasi dipimpin oleh Kepala Seksi.

Seksi Keselamatan Transportasi, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Bidang Pengembangan dan Keselamatan Transportasi yang terkait dengan keselamatan transportasi, meliputi:

a) Mengaudit, menginspeksi dan mengidentifikasi lokasi potensi kecelakaan serta lokasi rawan kecelakaan, inspeksi keselamatan sarana dan

prasarana, pengamatan dan pemantauan

keselamatan transportasi serta kelaikan sarana transportasi;

b) Manajemen keselamatan transportasi;

c) Memfasilitasi sarana dan prasarana keselamatan transportasi

(27)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 19

d) Mempromosikan dan kemitraan keselamatan

tranportasi;

e) Mengembangkan teknologi dan sistem informasi keselamatan transportasi;

f) Menstandardisasi, regulasi, dan harmonisasi bidang keselamatan transportasi;

g) Menertibkan standar norma dan regulasi

keselamatan transportasi;

h) Mencegah,menindak dan menegakan hukum

bidang transportasi;

i) Menyidik kasus hukum bidang transportasi;

j) Mengoperasikan lalu lintas dan angkutan,

perparkiran, sarana dan prasarana tranportasi; k) Mengkoordinasikan penertiban lalu lintas dan

angkutan;

l) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pengembangan danKeselamatan Transportasi sesuai dengan tugas dan fungsinya.

5. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Perhubungan sesuai dengan keahlian dan ketrampilan. Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Kelompok jabatan fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk. Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(28)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 20

Kepala Sub Bagian Umum, Kepegawaian, dan Keuangan

Kepala Sub Bagian Program, Evaluasi, dan Pelaporan

Kepala Seksi Penerangan Jalan Umum

Kepala Seksi

Pengoperasian dan Perawatan Prasarana Transportasi Kepala Seksi

Pembangunan Prasarana Transportasi

Kepala Bidang Prasarana Transportasi Kepala Seksi Pengujian Sarana Kepala Seksi Angkutan Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan

Kepala Seksi Keselamatan Transportasi

Kepala Seksi

Badan Usaha & Jasa Usaha Angkutan Kepala Seksi

Pemanduan moda & teknologi perhubungan

Kepala Bidang

Pengembangan dan Keselamatan Transportasi

Kepala Dinas

.

Kelompok Jabatan Fungsional .

Sekretaris

.

(29)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 21 2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Dinas

Perhubungan didukung dengan beberapa aparatur yang terdiri dari PNS, Tenaga Kontrak, dan Tenaga PP 31. Berdasarkan jumlah, golongan/ruang dan latar belakang pendidikan formal maupun struktural, aparatur diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Klasifikasi menurut golongan/ruang

Tabel II.1 Jumlah Sumber Daya Manusia Berdasarkan Golongan/Ruang No Golongan A B C D E 1 IV 1 1 1 2 III 1 8 5 6 3 II 3 5 11 7 4 I Non PNS Jumlah

Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan (2017)

b. Kasifikasi menurut jabatan struktural dan fungsional

Tabel II.2 Jumlah Sumber Daya Manusia Berdasarkan Jabatan Struktural maupun Fungsional

Laki-laki Perempuan

A Struktural

1 Kepala Dinas Eselon IIb Eselon IIb 1

2 Eselon IIIa Eselon IIIa 1

3 Eselon IIIb Eselon IIIb 3

4 Eselon Iva Eselon Iva 8 2

B Fungsional

1 Pengujian Kendaraan Bermotor Penyelia 1

Pelaksana 3

No Jabatan Jenis kelamin

(30)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 22 c. Klasifikasi menurut tingkat pendidikan formal dan pendidikan

pelatihan struktural dam teknis

Tabel II.3 Jumlah Sumber Daya Manusia Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Laki-laki Perempuan A Pendidikan Formal 1 S3 2 S2 3 3 3 S1/D4 12 2 14 4 D3 3 2 5 5 D2 2 2 6 SMU/SMK 28 2 30 8 SMP 3 3 9 SD B Diklat Struktural 1 Diklatpim 2 1 1 2 Diklatpim 3 1 1 3 Diklatpim 4 8 8 C Diklat/Workshop/Bintek Teknis 1 Perencanaan transportasi 0 0 2 Manajamen Angkutan 0 0 3 Keselamatan transportasi 1 1 4 Manajemen terminal 2 2

5 Pengujian kendaraaan bermotor 4 4

6 PPNS 4 4

Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan (2017)

Jenjang Pendidikan

No Jenis kelamin Jumlah

Dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia perlu diupayakan pengiriman personel untuk diikutsertakan pendidikan dan pelatihan struktural dan fungsional maupun bidang teknis lainnya. Sampai awal tahun 2017 data pengiriman peserta pendidikan dan pelatihan Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan adalah sebagai berikut:

(31)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 23 Tabel II.4Data Pendidikan dan Pelatihan Kebutuhan dan Yang telah

DiiikutiOleh SDMDinas Perhubungan

NO Nama Diklat Yang Ada Kebutuhan

1. Diklatpim 2 1 - 2. Diklatpim 3 4 - 3. Diklatpim 4 10 - 4. PPNS 4 - 5. PKB 4 - 6. Perencanaan Trasnportasi 1 - 7. Orientasi 2 LLAJ 2 - 8. Manajemen Bendahara 1 - 9. Perhubungan Laut 1 2 10. Motoris 1 4

11. Manajemen angkutan Umum 1 -

Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan (2017)

2.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah 2.3.1 Jaringan Jalan

Pelayanan moda angkutan jalan mempunyai karakteristik, antara lain dapat melayani sampai ke pelosok dan sangat fleksibel. Untuk jangka pendek investasinya lebih rendah. Moda ini efisien untuk melayani lintas yang tidak terlalu jauh dan dengan muatan relatif kecil, akan tetapi untuk lintas jauh dan muatan yang besar menjadi tidak efisien, dan dari segi kelestarian alam dan lingkungan hidup tidak menguntungkan. Kinerja pelayanan untuk transportasi jalan, yaitu selamat, aksesibilitas, terpadu, kapasitas, teratur, lancar dan cepat, kemudahan, tepat waktu, nyaman, tarif terjangkau, tertib, aman, polusi rendah dan efisien.

Mobilitas di Kabupaten Pacitan saat ini tertumpu pada keandalan dan tingkat pelayanan jaringan jalan. Angkutan penumpang maupun barang hampir seluruhnya diangkut melalui angkutan jalan. Penurunan tingkat pelayanan dan kapasitas jalan sangat mempengaruhi kelancaran pergerakan dan menyebabkan

(32)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 24 biaya sosial yang tinggi terhadap pemakai jalan. Kondisi jaringan jalan yang lebih terinci dilihat pada tabel berikut:

Tabel II.5

Panjang jalan menurut keadaan jalan dan status jalan tahun 2013-2014

Keadaan

Status Jalan

Jalan Negara Jalan Provinsi Jalan Kabupaten

2013 2014 2013 2014 2013 2014 Jenis Permukaan a. Diaspal 98.136 131.134 97.270 97.270 713.665 720.227 b. Kerikil - 3.700 - - 81.132 76.573 c. Tanah - - - - 3.203 1.200 d. Tidak Dirinci - - - - Jumlah 98.136 134.834 92.270 97.270 798.000 798.000 Kondisi Jalan a. Baik 39.076 121.334 40.350 62.379 354.558 361.279 b. Sedang 38.060 13.500 31.600 27.441 61.362 74.553 c. Rusak 21.000 - 25.320 7.400 185.355 205.425 d. Rusak Berat - - - 50 196.725 156.763 Jumlah 98.136 134.834 92.270 97.270 798.000 798.000 Kelas Jalan a. Kelas I - - - - b. Kelas II - - - - c. Kelas III - - - - 798.000 798.000 d. Tidak Dirinci - - - - Jumlah - - - - 798.000 798.000

Sumber: Profil Statistik Kabupaten Pacitan (2015)

Luas prasarana jaringan jalan itu masih relatif kecil memiliki daya hubung pelayanan wilayah setiap satu kilometer jaringan jalan kabupaten melayani 0,575 kilometer persegi wilayah Kabupaten Pacitan.Aksesibilitas yang terukur dari pelayanan terhadap penduduk Kabupaten Pacitan berkisar satu kilometer jaringan jalan mewakili lebih kurang 751 orang penduduk. Satu kilometer jaringan

(33)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 25 jalan yang ada memiliki kemampuan pelayanan sebesar daya hubung transportasi terhadap pelayanan jangkauan pusat-pusat pelayanan antara pusat pelayanan

Jaringan jalan di Kabupaten Pacitan terbentuk dari jaringan jalan primer dan sekunder maupun jaringan jalan lain dibawahnya yang memungkinkan terjadinya pergerakan eksternal dan internal di seluruh wilayah kabupaten Pacitan.

Jaringan jalan primer adalah jalur jalan Pacitan-Ponorogo, Pacitan -Solo dan Trenggalek. Jalur jalan Pacitan-Ponorogo merupakan jalan yang paling penting dalam menunjang pemerintahan maupun perekonomian terutama di wilayah utara. Sedangkan jalur Pacitan-Solo merupakan jalur ke pusat perekonomian terutama Solo dan Yogyakarta. Di kawasan barat Kabupaten Pacitan cukup banyak terdapat kawasan wisata yang sudah berkembang, sehingga jalan ini sangat vital keberadaannya karena merupakan akses menuju obyek wisata tersebut.

Prasarana jalan di Kabupaten Pacitan dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi jalan, yaitu:

1) Jalan Kolektor Primer

a). Kolektor 1 (K-1): jalan kolektor primer 1 yang melintasi

Kabupaten Pacitan adalah kolektor primer yang

menghubungkan Kabupaten Pacitan dengan kota Solo dan Yogyakarta dan menghubungkan Kabupaten Pacitan dengan kota Surabaya sebagai ibukota provinsi. Ruas jalan tersebut adalah ruas jalan Glonggong – Pacitan sepanjang 35,4 kilometer (dari arah Yogya/Solo) dan ruas jalan Pacitan – Batas Trenggalek sepanjang 54,54 kilometer (ke arah Surabaya).

b). Kolektor 2 (K-2): jalan kolektor primer 2 yang melintasi Kabupaten Pacitan adalah jalan kolektor primer yang menghubungkan Kabupaten Pacitan dengan Kabupaten

(34)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 26 Ponorogo dan Kabupaten Wonogiri. Ruas jalan tersebut adalah ruas jalan Pacitan – Arjosari – Batas Ponorogo sepanjang 45,17 kilometer (ke arah Ponorogo) dan ruas jalan Arjosari – Nawangan sepanjang 46,75 kilometer (ke arah Wonogiri)

2) Jalan Lokal Primer

Jalan lokal primer berfungsi menghubungkan kota jenjang I dengan persil atau kota jenjang II dengan persil atau kota jenjang III dengan jenjang III atau jenjang III dengan persil atau berfungsi menghubungkan antar kota kecamatan. Ruas jalan yang berfungsi sebagai jalan lokal primer adalah jalan-jalan yang menghubungkan antar kota kecamatan di Kabupaten Pacitan.

Tabel II.6 Daftar ruas Jalan Nasional di Kabupaten Pacitan

Nama Ruas Panjang Nomor Ruas Kelas Jalan (km) Glonggong – Bts. Kota Pacitan 36,62 048 I Jl. WR. Supratman (Pacitan) 1,78 04811K I Jl. Gatot Subroto (Pacitan) 2,23 04812K I

Bts. Kota Pacitan – Batas Kab. Trenggalek 049 049 III Jl. Jend. Sudirman (Pacitan) 4,407 04911K I Jl. Maghribi (Pacitan) 13,45 04912K I Ploso – Pacitan - Hadiwarno 12,35 050 I

(35)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 27 Tabel II.7 Daftar ruas Jalan Provinsi di Kabupaten Pacitan

Nama Ruas Panjang Fungsi Jalan Awal Akhir (km) (km S.Baya) (km S.Baya)

Bts. Kab. Ponorogo – Bts. Kota Pacitan

44,805 Jalan

Kolektor Primer 2

227+195 272+000

Jl. Tentara Pelajar Pacitan 2,509 Jalan

Kolektor Primer 2

272+000 274+509

Jl. Basuki Rahmat Pacitan 0,598 Jalan

Kolektor Primer 2 274+509 275+107 Arjosari – Purwantoro (Bts. Jateng) 46,140 Jalan Kolektor Primer 2 264+700 310+840

Wareng - Mukus 8,233 Jalan

Kolektor Primer 2

306+977 315+200

Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan (2017)

Tabel II.8 Daftar ruas jalan kabupaten di Kabupaten Pacitan

No

Ruas Nama Ruas

Panjang Lebar Kecamatan (km) (km) 6 Tulakan-Tegalombo 16 3,5 Tulakan 7 Ketro-Siahung 5,1 3,5 Tulakan 11 Pentung-Jetak 8,5 3,5 Tulakan 12 Tulakan-Wonokerto 10,3 3,5 Tulakan 42 Ketro-Kasihan 8 3,5 Tulakan 54 Wonosidi-Tengul 5,1 3 Tulakan 48 Bonsiak-Sepang-Jetak 2 3 Tulakan 16 Jetak-Sidomulyo 8,1 3,5 Tulakan

(36)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 28 No

Ruas Nama Ruas

Panjang Lebar Kecamatan (km) (km) 17 Hadiwarno-Jetak 13 3,5 Tulakan 80 Ketrowonojoyo-Ngile 9 3,5 Tulakan 49 Genting-Padi 5 3,5 Tulakan 4 Punung-Arjosari 18,7 3,5 Arjosari 27 Mentoro-Gunungsari 7,3 4 Arjosari 44 Jatimalang-Karanggede 17,15 3,5 Arjosari 6 Tulakan-Tegalombo 16 3,5 Tegalombo 28 Gemaharjo-Watupatok 14,7 3,5 Tegalombo 26 Mangunharjo-Bandar 18 3,5 Tegalombo 42 Kerto-Kasihan 8 3,5 Tegalombo 43 Tegalombo-Bandar 11,2 3,5 Tegalombo 52 Tegalombo-Kemuning 11,2 3 Tegalombo 61 Gemaharjo-Binade 1,45 3 Tegalombo 3 Jeruk-bandar 13 3,5 Bandar 8 Gemaharjo-Watupatok 14,7 3,5 Bandar 24 Watupatok-Bts.Badegan 8,5 3,5 Bandar 26 Mangunharjo-Bandar 18 3,5 Bandar 43 Tegalombo-Bandar 11,2 3,5 Bandar 47 Bangunsari-Watupatok 7,2 3 Bandar 52 Tegalombo-Kemuning 11,2 3 Bandar 58 Nawangan-Ngunut 8,5 3 Bandar 64 Bangunsari-Bts.Ponorogo 8,1 3,5 Bandar 14 Punung-Kalak 14 4 Donorojo 15 Sukodono-Kalak 14,4 3,5 Donorojo 23 Belah-Sukodono 2,96 3,5 Donorojo 46 Widoro-Cemeng 16,4 3 Donorojo

50 Sendang-Pantai Klanyar 5 3 Donorojo

63 Donorojo-Ploso 10,23 3 Donorojo 75 Punung-Mantren 4,5 3 Donorojo 77 Donorojo-Belah 9 3 Donorojo 10 Tokawi-Bts.Jateng 9,9 3,5 Nawangan 45 Penggung-Sidorejo 7 3,5 Nawangan 58 Nawangan-Ngunut 8,5 3 Nawangan 59 Sempu-ngromo 6,5 3,5 Nawangan 70 Nawangan-Petungsinarang 3 3 Nawangan

(37)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 29 No

Ruas Nama Ruas

Panjang Lebar Kecamatan (km) (km) 13 Sukorejo-Klepu 18,1 3,5 Sudimoro 51 Pagerlpr-Pagerkidul 7 3 Sudimoro 17 Hadiwarno-Jetak 13 3,5 Ngadirojo 39 Hadiwarno-Bogoharjo 11 3,5 Ngadirojo 41 Ngadirojo-Wonokarto 14,7 3,5 Ngadirojo 65 Cangkring-Sembowo 12,84 3 Ngadirojo 66 Wonokarto-Bts.Ponorogo 9 3 Ngadirojo 67 Kluwih-Hadiwarno 11,9 3 Ngadirojo 2 Kayen-Sidomulyo 8,095 4 Ngadirojo 16 Jetak-Sidomulyo 8,1 3,5 Kebonagung 35 Plumbungan-Sidomulyo 9,15 3 Kebonagung 36 Ketrowonojoyo-Sidomulyo 11,7 3,5 Kebonagung 37 Sidomulyo-wawaran 4,7 3,5 Kebonagung 38 Ketrowonojoyo-Ngile 9 3,5 Kebonagung 53 Gunungpegat-Kb.agung 3,9 3 Kebonagung 1 bangunsari-Ngadirejan 6,7 4 Pacitan 27 Mentoro-Gunungsari 7,3 4 Pacitan 32 Sambong-Tamansari 4,95 3 Pacitan 34 Simoboyo-Plumbungan 3,5 3 Pacitan 53 Gunungpegat-Kb.agung 3,9 3 Pacitan 60 Sidoharjo-Sedeng 3,2 3 Pacitan 1 bangunsari-Ngadirejan 6,7 4 Pringkuku 4 Punung-Arjosari 18,7 3,5 Pringkuku 19 Dadapan-Watukarang 16 3,5 Pringkuku 22 Pringkuku-Darsono 10,2 3,5 Pringkuku 28 Punung-Ploso 9,5 3,5 Pringkuku 32 Sambong-Tamansari 4,95 3 Pringkuku 33 Candi-Srau 5,3 3,5 Pringkuku 56 Sugihwaras-Soko 2,5 3,5 Pringkuku 57 Pagah-Sebrok 4 3 Pringkuku 62 Jiubang-Darsono - 3 Pringkuku 79 Ngadirejan-Pringkuku 1,1 3 Pringkuku 4 Punung-Arjosari 18,7 3,5 Punung 14 Punung-Kalak 14 4 Punung 25 Wareng-Kendal 5,48 3,5 Punung

(38)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 30 No

Ruas Nama Ruas

Panjang Lebar

Kecamatan (km) (km)

28 Punung-Ploso 9,5 3,5 Punung

29 Gondosari-Ploso-Batas Jateng 7,9 3,5 Punung

30 Gondosari-bts.Jateng 12 3 Punung 55 Klader-Piton 6 3 Punung 63 Donoharjo-Ploso 10,23 3 Punung 75 Punung-Mantren 4,5 3 Punung 76 Mantren-Donorojo 2,3 3 Punung Total panjang(km) 776,885 3,35 Lebar Rata-rata (m)

Sumber: RTRW Kabupaten Pacitan (2010)

Tabel II.9 Daftar ruas jalan poros di Kabupaten Pacitan

No

Nama Ruas Panjang Lebar Kecamatan Perkerasan

Ruas (km) (m)

936 Ketro-Pagutan-Arjosari 9,7 3,5 Arjosari Batu-Tanah

951 Tamanasri-Sedayu 4,6 3 Arjosari Batu-Tanah

952 Karangrejo-Tinatar 2,3 3,5 Arjosari Batu-Tanah

953 Karanggede-Temon 6,2 3 Arjosari Batu-Tanah

954 Borang-Kalikuning 2,8 3 Arjosari Batu-Tanah

956 Kedungbendo-Temon 3,3 3 Arjosari Batu-Tanah

960 Nawangan-Petusinarang 11,5 3 Bandar Aspal-Batu

967 Kledung-Ploso 6,2 3 Bandar Aspal-Batu

968 Panjing-Jeruk 8,7 3 Bandar Batu-Tanah

969 Tumpuk-Watupatok 4 3 Bandar Batu-Tanah

970 Tumpuk-Kledung 7,7 3 Bandar Batu-Tanah

973 Kendal-Gondanglegi 3,2 3 Bandar Batu-Tanah

901 Donorojo-Bts.Jateng 4,7 3 Donorojo Aspal-Batu

902 Klepu-Sawahan 3 3 Donorojo Aspal-Batu

903 Cemeng-Belah 5,7 3,5 Donorojo Aspal-Batu

904 Klepu-Gedompol 2,8 3 Donorojo Aspal-Batu

905 Klepu-Sekar 9 3,5 Donorojo Aspal-Batu

906 Donorojo-Sekar 8,3 4 Donorojo Aspal-Batu

(39)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 31 No

Nama Ruas Panjang Lebar Kecamatan Perkerasan

Ruas (km) (m)

908 Kalak-Sawahan 4 3,5 Donorojo Aspal-Batu

911 Bomo-Sekar 4,8 3,5 Donorojo Aspal-Batu

914 Wareng-Sekar 1,7 3,5 Donorojo Aspal-Batu

924 Sirnoboyo-Kangen 3 3 Kebonagung Aspal-Batu

930 Karanganyar-Katipugal 2 3,5 Kebonagung Aspal-Batu

931 Karanganyar-Waru 3,6 3,5 Kebonagung Aspal-Batu

932 Katipugal-Pantai 4,5 3,5 Kebonagung Aspal-Batu

933 Wonogondo-Punjun-Sanggrahan 4,2 3,5 Kebonagung Aspal-Batu

934 Sanggrahan-Wonoanti 3 3,5 Kebonagung Aspal-Batu

934 Sanggrahan-Punjung-Gembuk 4,9 3,5 Kebonagung Aspal-Batu

936 ketro-Pagutan-Arjosari 9,7 3,5 Kebonagung Aspal-Batu

938 Kalipelus-Pantai 2,9 3,5 Kebonagung Aspal-Batu

940 Plumbungan-Mercusuar 4 3 Kebonagung Aspal-Tanah

941 Klesem-Pantai 4,4 3 Kebonagung Aspal-Tanah

942 Ketepung-Tambakrejo 4,2 3,5 Kebonagung Aspal-Batu

944 Gembuk-Gawang-Ps.Wati 5,9 3 Kebonagung Aspal-Batu

945 Gembuk-Worawari 1,4 3 Kebonagung Aspal-Batu

948 Karangnongko-Kalitani 4 3 Kebonagung Aspal-Batu

949 Plumbungan-Krajan 4 3,5 Kebonagung Aspal-Batu

950 Kalipelus-Krajan 2,4 3 Kebonagung Aspal-Batu

936 ketro-Pagutan-Arjosari 9,7 3,5 Nawangan Aspal-Batu

951 Tamanasri-Sedayu 4,6 3 Nawangan Batu

952 Karangrejo-Tinatar 2,3 3,5 Nawangan Batu

953 Karanggede-Temon 6,2 3 Nawangan Batu

954 Borang-Kalikuning 2,8 3 Nawangan Batu

956 Kedungbendo-Temon 3,3 3 Nawangan Batu

981 Wonokarto-Baosan kidul 3,4 3 Ngadirojo Aspal-Batu

982 Wonokarto- Wonodadikulon 9,5 3 Ngadirojo Aspal-Batu

983 Wonodadikulon-Cabe-wonokarto 7,5 3 Ngadirojo Aspal-Batu

984 Wonodadiwetan-Klepu 8 3 Ngadirojo Aspal-Batu

986 Nogosari-Wonosidi 1,6 3 Ngadirojo Batu

988 Bogoharjo-Pagerlor 2,2 3 Ngadirojo Batu

989 Pagerejo-Padi 5,9 4 Ngadirojo Batu

994 Bodak-Slora 4,5 Ngadirojo Aspal-Batu

(40)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 32 No

Nama Ruas Panjang Lebar Kecamatan Perkerasan

Ruas (km) (m)

920 Pringkuku-Poko 2,2 3,5 Pringkuku Aspal-Batu

951 Tamanasri-Sedayu 4,6 3 Pringkuku Batu-Tanah

909 Punung-Jatisari-Ploso 6 3,5 Punung Batu

911 Bomo-Sekar 4,8 3,5 Punung Aspal-Batu

914 Wareng-Sekar 1,7 3,5 Punung Batu

915 Punung-Nglebeng-Nampol 3,3 3,5 Punung Batu

916 Mendololor-Palem-Jaten 3,7 3,5 Punung Aspal-Batu

917 Bomo-Sugihwaras 5,5 3,5 Punung Batu

918 Ploso-Kebonsari 4,6 3,5 Punung Aspal-Batu

919 Piton-Bomo 4,2 4 Punung Batu

984 Wonodadiwetan-Klepu 8 3 Sudimoro Aspal-Batu

992 Sembowo-BTS.Ponorogo 4,6 4 Sudimoro Aspal-Batu

995 Pagerlor-Grabak 2,5 3 Sudimoro Batu-Tanah

996 Sudimoro-Karangsono 3,6 3,5 Sudimoro Aspal-Batu

997 Ketanggung-Gupaan 3,6 3 Sudimoro Batu-Tanah

957 Tegalombo-Ploso 2 3 Tegalombo Batu-Tanah

967 Kedung-Ploso 6,2 3 Tegalombo Aspal-Batu

936 ketro-Pagutan-Arjosari 9,7 3,5 Tulakan Aspal-Batu

937 Gembuk-Wonoanti 4,1 3,5 Tulakan Batu

954 Borang-Kalikuning 2,8 3 Tulakan Batu

958 Kebondalem-Ngile 6 3 Tulakan Batu

974 Jatigunung-Gasang 3 3 Tulakan Aspal-Batu

976 Kluwih-Padi 6,6 3 Tulakan Aspal-Batu

980 Ngumpul-Tanjunglor 4,2 3 Tulakan Batu

823 Bolosingo-Sedayu 1,2 3,5 Pacitan Aspal

925 Gupit-Kembang 2,5 3,5 Pacitan Aspal-Batu

926 Bangusari-Sidoharjo 1,7 3 Pacitan Aspal

927 Bengkel-PLN-Sambong 6,7 3 Pacitan Aspal-Batu

928 Swmanten-Ponggok- 5,3 3,5 Pacitan Aspal-Batu

Tamansari

940 Plumbungan-Mercusuar 4 3 Pacitan Aspal-Batu

951 Tamansari-Sedayu 4,6 3 Pacitan Batu-Tanah

Total Panjang Jalan Poros (km) 396,15

Rata-rata lebar jalan (m) 3,27

(41)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 33 Tabel II.10 Panjang jalan dan kerapatan jalan di Kabupaten Pacitan

Kecamatan luas wilayah (km²) Panjang Jalan Nasional (km) Panjang Jalan Provinsi (km) Panjang Jalan Kabupaten (km) Panjang Jalan Poros (km) Panjang Jalan Kota (km) Total Panjang Jalan (km) Kerapatan jalan (km/km²) Pacitan 77,1 11,4 7,6 29,6 26,0 60,0 134,6 1,8 Kebonagung 124,9 13,5 0,0 54,6 68,1 0 136,2 1,1 Arjosari 117,1 0,0 26,5 43,2 28,9 0 98,6 0,8 Punung 108,8 8,9 0,0 90,6 33,8 0 133,3 1,2 Donorojo 109,1 7,7 0,0 76,5 53,7 0 137,9 1,3 Pringkuku 132,9 7,0 0,0 79,0 10,5 0 96,5 0,7 Ngadirojo 95,9 16,8 0,0 72,4 38,1 0 127,3 1,3 Tulakan 161,6 12,4 0,0 90,1 36,4 0 138,9 0,9 Sudimoro 71,9 11,6 0,0 25,1 22,3 0 59,0 0,8 Bandar 117,3 0,0 4,0 100,4 41,3 0 145,7 1,2 Tegalombo 149,3 0,0 27,7 80,6 8,2 0 116,5 0,8 Nawangan 124,1 0,0 31,1 34,9 28,9 0 94,9 0,8 Kab.Pacitan 1389,9 89,1 96,9 776,9 396,2 60,0 1419,1 1,0

(42)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 34 Sebagian besar ruas jalan di Kabupaten Pacitan sudah memiliki perkerasan aspal dengan presentase 90,25 persen, perkerasan kerikil 9,59 persen dan tanah sebesar 0,15 persen. Jalan-jalan dengan jenis permukaan yang belum beraspal seluruhnya merupakan jalan Kabupaten. Permasalahan jaringan jalan Kabupaten Pacitan adalah adanya kerusakan jalan akibat medan yang kritis sehingga rawan longsor dan tarse jalan yang curam karena mengikuti kontur tanah disamping hal tersebut sistem drainase yang kurang bagus sangat berpengaruh terhadap kondisi jalan. Selain itu masih banyak ruas jalan yang sempit, khususnya pada ruas jalan Kabupaten yang hanya memiliki rata-rata lebar hanya 3,5 meter. Khusus untuk jalan-jalan pendukung pariwisata, minimal lebar jalan yang diperlukan adalah 5,5 meter. Kondisi jaringan jalan nasional di Kabupaten Pacitan mengalami peningkatan di tahun 2014, jika dibandingkan dengan tahun 2013. Kenaikan ini dapat dilihat dari meningkatnya persentase jalan dalam kondisi baik sebesar lebih dari tiga ratus persen jika dibandingkan dengan tahun 2013. Kecenderungan ini juga terjadi di Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten.

Data lebih rinci tentang permukaan jalan dan kondisi jalan khususnya pada jalan kabupaten dan jalan poros bersumber dari Bappeda Kabupaten Pacitan. Jalan poros yang sebagian besar merupakan jalan kerikil dan tanah memiliki persentase yang cukup panjang yaitu 9,74 persen, jalan-jalan tersebut perlu ditingkat jenis permukaannya mengingat jalan poros adalah jalan pendukung jalan kabupaten yang memiliki fungsi besar pada aksesibilitas suatu wilayah.

2.3.2 Sarana dan prasarana perlengkapan jalan

Jaringan pelayanan jalan juga tidak terlepas kaitannya dengan perlengkapan fasilitas jaringan pelayanan jalan. Fasilitas jaringan pelayanan jalan ini meliputi rambu-rambu, marka jalan, pemberi isyarat lalu lintas dan fasilitas pendukung lainnya. Fasilitas tersebut sangat berpengaruh dalam menciptakan ketertiban dan keteraturan dalam berlalu lintas. Di Kabupaten Pacitan, fasilitas jaringan pelayanan jalan saat ini

(43)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 35 sudah sangat cukup untuk melayani dan mengatur lalu lintas, tetapi tidak menutup kemingkinan masih terdapat beberapa realisasi yang masih harus diperhatikan perencanaannya. berikut fasilitas jaringan prasarana jalan yang sudah ada maupun yang belum terealisasi dengan baik.

Tabel II.11 Sarana dan prasarana perlengkapan jalan

No. Jenis Perlengkapan Jalan Kebutuhan Realisasi % Pencapaian

1. Rambu-rambu 1603 513 32%

2. Marka Jalan 22.792 16.792 73%

3. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas 21 9 43%

4. Alat Pengendali & Pengamanan Pemakai Jalan 1.288 444 34%

5. Fasilitas Pendukung Lainnya 514 69 13%

Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan (2017)

Jumlah kebutuhan rambu rambu lalu lintas mencakup seluruh jalan nasional, jalan propinsi dan jalan kabupaten. Berikut jumlah rambu dan kebutuhan pada jalan di seluruh wilayah Kabupaten Pacitan

Tabel II.12 Jumlah dan kebutuhan rambu lalu lintas

Klasifikasi Jalan Jenis Rambu Jumlah dan Kondisi Kebutuhan Baik Sedang Rusak

Jalan Nasional / Negara Dalam Kota Peringatan 59 - - 90 Perintah 18 - - 20 Larangan 62 - - 66 Petunjuk 54 - - 68 Luar Kota Peringatan 162 - - 1000 Perintah 1 - - 2 Larangan 7 - - 12 Petunjuk 55 - - 54 Jalan Propinsi Peringatan 220 - - 282 Perintah 4 - - 4 Larangan 16 - - 16 Petunjuk 52 - - 57 Jalan Kabupaten Peringatan 248 - - 604 Perintah 20 - - 22 Larangan 156 - - 193

(44)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 36 Petunjuk 178 - - 255 Jalan Kota Peringatan Perintah Larangan Petunjuk Total Peringatan 679 1976 Perintah 43 48 Larangan 241 287 Petunjuk 329 474

Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan (2017)

Tabel II.13 Jumlah dan Kebutuhan Delineator

Ruas Jalan Jumlah / Kondisi Kebutuhan

Baik Sedang Rusak

Pacitan-Solo 500

Jalan Propinsi 5500

Jalan Kabupaten 100 1750

Jalan Kota

TOTAL 100 14750

Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan (2017)

Tabel II.14 Jumlah dan kebutuhan pagar pengaman

Klasifikasi Jalan Jumlah / Kondisi Kebutuhan Baik Sedang Rusak

Jalan Nasional/Negara Dalam Kota

Luar Kota 5628 - 416 16.212

Jalan Propinsi 5384 - 754 26.283

Jalan Kabupaten 960 - 44 326.634

Jalan Kota - 0,000

TOTAL - 369.129

(45)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 37 Tabel II.15 Jumlah dan kebutuhan marka jalan

Klasifikasi Jalan Jumlah/Kondisi Kebutuhan

Baik Sedang Rusak Jalan Nasional/Negara Dalam Kota

Luar Kota 40000 20000 113000

Jalan Propinsi 43000 32000 134000

Jalan Kabupaten 15000 18000 60000

Jalan Kota

Total 98000 70000 307000

Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan (2017)

Tabel II.16 Daftar Ruas Jalan yang telah dilengkapi Marka

Klasifikasi Jalan Panjang Jalan yang telah dilengkapi marka tepi (km)

Panjang Jalan yang telah dilengkapi marka tengah (km) Jalan Nasional/Negara Dalam

kota 14650 96090 Luar Kota - Jalan Propinsi 8200 97270 Jalan Kabupaten 13852 31575 Jalan Kota TOTAL 36702 224935

Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan (2017)

Tabel II.17 Jumlah dan kebutuhan APILL/traffic light, warning light

Klasifikasi Jalan Jumlah / Kondisi Kebutuhan Keterangan Baik Sedang Rusak

Jalan Nasional/Negara Dalam Kota 13 4 15 WL=9;TL=6 Luar Kota 1 - - 12 WL=8;TL=4 Jalan Propinsi 6 - - 9 WL=7;TL=2 Jalan Kabupaten 4 - - 7 WL=4;TL=3 Jalan Kota - - - - TOTAL 24 4 - 43

(46)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 38 2.3.3 Angkutan Umum

Pelayanan angkutan penumpang transportasi jalan belum sepenuhnya terpadu dengan transportasi lain. Konsumen yang ingin alih moda (intermoda) harus beberapa kali berganti kendaraan hal ini disebabkan kurang maksimumnya fungsi terminal. Keterpaduan angkutan jalan lainya juga dinilai dari belum adanya beberapa daerah yang terjangkau trayek yang ada terutama pada wilayah pedesaan. Selama ini masih sebatas usaha mandiri angkutan berpelat hitam, berikut data kendaraan berplat di Kabupaten Pacitan:

Tabel II.18 Banyaknya kendaraan bermotor plat hitam di Kabupaten Pacitan tahun 2011-2013

Kecamatan

Jenis Kendaraan Jumlah

Sepeda Motor Jeep/Sedan Truck/ Pick-up Mini Bus/ Station Wagon Tahun 2013 97.625 460 3.062 3.170 Tahun 2012 87.853 142 2.824 2.660 Tahun 2011 74.052 298 2.597 1.945

Sumber: Kabupaten Pacitan Dalam Angka (2013)

Kelancaran arus lalu lintas jalan relatif cukup lancar. Hal ini tidak terlepas dari tidak terbatasnya daya dukung dan kondisi permukaan jalan serta kedisiplinan pemakai jalan. Tertib berlalu lintas pada Kabupaten Pacitan sudah sangat baik. Hal ini menumbuhkan jarang terlihat titik-titik kemacetan pada ruas jalan.Pelanggaran terhadap peraturan dan rambu-rambu lalu lintas jalan memiliki angka yang cukup rendah dibandingkan dengan kota-kota lainnya.

Topografi Kabupaten Pacitan sebagian besar merupakan wilayah yang datar (kecuali wilayah timur dan sebagian di selatan yang berbatasan dengan wilayah pegunungan), menyebabkan geometrik jalan dapat sedikit sulit dilewati berbagai moda transportasi termasuk kendaraan tak bermotor (becak dan sepeda).

(47)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 39 Untuk pelayanan angkutan penumpang masih menggunakan angkutan pedesaan dengan jumlah kurang lebih 900 angkutan yang terdiri dari angkutan “PLAT HITAM” dan juga angkutan Plat Kuning.

Gambar II.1 Kondisi Angkutan Pedesaan di Kab Pacitan

1. Angkutan Pedesaan

Untuk melayani jalur antar pedesaan maupun antar daerah kecamatan, di wilayah Kabupaten Pacitan telah tersedia angkutan pedesaan kelas ekonomi dengan menggunakan mobil penumpang umum. Pada tabel di bawah ini dapat dilihat jalur trayek yang melayani angkutan pedesaan di Kabupaten Pacitan.

(48)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 40 Tabel II.19 Jalur trayek angkutan umum di Kabupaten Pacitan

No .

Kode

Jalur trayek Jarak

(km)

Tarif batas

Trayek Bawah Atas

1. A Pacitan-Semanten-Arjosari-Kebondalem 20 6.075 10.800 Pacitan – Semanten 5 1.485 2.700 Pacitan – Arjosari 10 3.105 5.400 2. AB Pacitan-Sambong-Ponggok 10 3.105 5.400 Pacitan-Sambong 8 4.320 5.535 3. AC Kebondalem-Grenjeng-Petung Sinarang-Bandar 18 8.640 9.720 Kebondalem-Grenjeng 5 1.485 2.700 Kebondalem-Petung Sinarang 9 2.700 4.860 4. AD Tegalombo-Kledung-Bandar 11 3.375 5.940 Tegalombo-Kledung 6 1.890 3.240 5. AF Kebondalem-Tegalombo-Gemaharjo 25 7.695 13.500 Kebondalem-Tegalombo 13 4.050 7.020 6. B Pacitan-Semanten-Arjosari-Tremas-Mlati 14 4.320 7.560 Pacitan-Tremas 12 3.780 6.480 7. D Pacitan-Semanten-Arjosari-Nawangan 33 10.125 17.820 Pacitan-Semanten-Arjosari-Nawangan-Bandar 62 19.305 33.480 8. DA Arjosari-Gondang-Nawangan 23 10.260 12.420 Arjosari-Gondang 15 4.590 8.100 Pacitan-Semanten-Arjosari-Gayuhan-Karanggede 23 7.155 12.420 9. E Pacitan-Gayuhan 13 4.050 7.020 Pacitan-Mentoro-Purworejo-Tambakrejo-Gunungsari 13 4.050 7.020 10. C Pacitan-Purworejo 5 1.485 2.700 Pacitan-Tambakrejo 9 2.700 4.860 Pacitan-Ketro-Pentung-Wonanti-Jetak 25 7.695 13.500 11. G Pacitan-Ketro 15 4.590 8.100 Pacitan-Pentung 20 6.210 10.800 Pacitan-Wonanti 22 6.750 11.880 Pacitan Nglaran 23 10.260 12.420

(49)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 41 No

.

Kode

Jalur trayek Jarak

(km)

Tarif batas

Trayek Bawah Atas

Pacitan-Ketro-Sanggrahan-Gembuk 20 6.210 10.800 12. H Pacitan-Sanggrahan 17 5.265 9.180 Pacitan-Tulakan-Wonosidi-Wonokarto 48 14.850 25.920 13. K Pacitan-Tulakan 25 7.695 13.500 Pacitan-Wonosidi 40 12.420 21.600 Ngadirojo-Hadiwarno-Sidomulyo-Jetak 15 4.590 8.100 14. L Ngadirojo-Hadiwarno 5 1.485 2.700 Ngadiojo-Sidomulyo 10 3.105 5.400 Ngadirojo-hadiwarno-Sudimoro 13 4.050 7.020 15. M Ngadirojo-Sudimoro 5 1.485 2.700 Pacitan-Tulakan-Lorok 38 1.745 20.520 16. T Pacitan-Tulakan 25 7.695 13.500 Tulakan-Wonosidi-Wonokarto 23 10.260 12.420 17. TA Tulakan-Wonosidi 18 8.640 9.720 Tulakan-Bubakan-Ngile 10 3.105 5.400 18. TB Tulakan-Bubakan 7 2.160 3.780 Tulakan-Bubakan-Kasihan 12 3.780 6.480 19. TC Tulakan-Bubakan 7 2.160 3.780 Pacitan-Tulakan-Lorok-Sudimoro 50 15.390 7.000 20. TD Pacitan-Tulakan 25 7.695 13.500 Pacitan-Lorok 38 11.745 20.520 Pacitan-Kebonagung-Sidomulyo-Kalipelus-Karangnongko 17 5.265 9.180 21. I Pacitan-Kebonagung 7 2.160 3.780 Pacitan-Sidomulyo 13 4.050 7.020 Sidomulyo-Wora Wari-Jetak 11 3.375 5.940 22. IA Sidomulyo-Wora wari 7 2.160 3.780 Sidomulyo-Wawaran 5 1.485 2.700 23. IB Pacitan-Dadapan-Candi-Watukarang-Dersono-Kalak 35 10.800 18.900 24. O Pacitan-Dadapan 10 3.105 5.400 Pacitan-Candi 16 4.860 8.640

(50)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 42 No

.

Kode

Jalur trayek Jarak

(km)

Tarif batas

Trayek Bawah Atas

Pacitan-Watukarang 26 8.003 14.175 Pacitan-Dersono 28 8.640 15.120 Pacitan-Purwosari-Karangnongko-Plumbungan 19 5.805 10.260 25. U Pacitan-Purwosari 5 1.485 2.700 Pacitan-Karangnongko 16 4.860 8.640 Punung-Wareng-Sukodono-Klepu-Kalak 19 5.805 10.260 26. P Punung-Wareng 5 1.485 2.700 Punung-Sukodono 7 2.160 3.780 Punung-Klepu 5 4.590 8.100

Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan (2017)

Pada tabel di atas dapat diketahui untuk jalur Pacitan-Semanten-Arjosari-Nawangan-Bandar sejauh 62 kilometer merupakan trayek dengan tarif angkutan minimal dan maksimal yang tertinggi, yaitu Rp 19.305 sebagai batas bawah tarif dan Rp 33.480 sebagai batas atas tarif. Selain itu, ada beberapa jalur yang memiliki kesamaan batas bawah tarif, yaitu jalur trayek Pacitan-Semanten, Kebondalem-Grenjeng, Pacitan- Purworejo, Ngadirojo-Hadiwarno, Tulakan-Bubakan, dan Punung-Wareng, yaitu dengan tarif batas bawah sebesar Rp 1.485dan Rp 2.700untuk tarif batas atas.

Rencana jangka menengah tentang angkutan umum di Kabupaten Pacitan adalah adanya Program Angkutan Umum Anak Sekolah Gratis. Dengan adanya Program Angkutan Umum Anak Sekolah Gratis diharapkan penggunaan sepeda motor oleh pelajar yang menyumbangkan penyebab kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.

Gambar

Tabel II.1 Jumlah Sumber Daya Manusia   Berdasarkan Golongan/Ruang  No Golongan A B C D E 1 IV 1 1 1 2 III 1 8 5 6 3 II 3 5 11 7 4 I Non PNS Jumlah
Tabel II.3 Jumlah Sumber Daya Manusia   Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tabel II.5
Tabel II.6 Daftar ruas Jalan Nasional di Kabupaten Pacitan
+7

Referensi

Dokumen terkait

(3) Wajib retribusi penjualan produksi usaha daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan peraturan perundang- undangan

Aku suka dengan gayamu...kita tidak keberatan kalau kamu merokok, disekeliling kita sudah biasa kok banyak orang yang merokok.. Asal kamu tidak merokok didepan orang sakit saja...”

Create domain Kodeanggaran as char(7); Create domain Kodepengguna as char(6); Create domain Kodepejabat as char(5); Create domain Tahun as char(4); Create domain Volume_fisik

Dari tabel ANOVA diatas diperoleh nilai signifikansi uji F sebesar 0,184, karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka keputusan yang diambil dengan

pada minyak yang digunakan. Produk kontrol dengan kadungan PJO 0 % dan 

Dari keseluruhan proses program OMOR perlu dimaksimalkan kembali dengan cara penyusunan penanggulangan bencana melalui Rencana Kontinjensi dan rencana anggaran yang

Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat hidayah-Nya serta memberikan kekuatan, ketabahan, kemudahan, dan kedamaian

(1) Apabila secara lokasi dan/atau struktur dan tekstur tanah untuk pembuatan sumur resapan dan kolam resapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) dan Pasal 6 tidak