• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kesehatan sejatinya merupakan suatu hal penting dan harus di jaga bagi setiap manusia. Tanpa kesehatan manusia tak dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik. Bagi orang tua tak hanya kesehatan diri yang perlu dijaga, tetapi kesehatan keluarga juga merupakan kewajiban yang harus dijaga, terutama kesehatan anak. Mengingat anak sangatlah rentan terhadap penyakit, tentunya orang tua perlu usaha ekstra dalam menjaga kesehatannya. Agar anak tumbuh sehat dan ceria, banyak hal yang harus dijaga. Salah satunya kesehatan gigi.

Gigi merupakan organ yang pertama kali menyentuh makanan ketika kita sedang makan. Dengan adanya gigi kita dapat memotong, mengunyah, juga menghaluskan makanan yang kita makan agar mudah dicerna. Menjaga kesehatan gigi sangat penting dilakukan. Terlebih setelah makan, sebaiknya gigi segera dibersihkan karena makanan yang menempel pada gigi jika dibiarkan terlalu lama akan membentuk plak. Plak inilah yang nantinya akan mengundang banyak penyakit pada gigi. Salah satunya karies gigi.

Karies gigi adalah suatu penyakit dimana rusaknya jaringan keras gigi yang biasanya ditandai dengan munculnya bakal lubang di email gigi. Karies gigi merupakan penyakit yang rentan menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh sisa makanan yang menempel dipermukaan gigi yang tidak segera dibersihkan. Selain itu adanya bakteri, kekurangan vitamin, air liur, serta kebiasaan minum susu menggunakan dot juga menjadi faktor-faktor yang dapat menyebabkan karies gigi pada anak.

Karies gigi merupakan penyakit paling umum di dunia. Menurut data RISKESDAS tahun 2013 sebanyak 93.998.727 penduduk Indonesia menderita karies gigi aktif. Di Jawa Barat, karies gigi menduduki peringkat keenam sebagai penyakit yang paling sering dikeluhkan oleh masyarakat dengan jumlah penderita 18.396.852 jiwa. Angka tersebut merupakan angka tertinggi jika dibandingkan DKI

(2)

Jakarta yang memiliki jumlah penderita karies sebanyak 3.241.550 jiwa dan juga Yogyakarta sebanyak 1.402.492 jiwa. Sedangkan menurut RSKGM (2011), berdasarkan data sosial ekonomi masyarakat Kota Bandung tahun 2010 terlihat bahwa masalah utama kesehatan yang sering dikeluhkan oleh masyarakat adalah sikat gigi. Dalam satu bulan sebanyak 19% penduduk Kota Bandung mengeluh sakit gigi. Hasil data RSUD Kota Bandung terhitung Januari hingga November 2016 menyebutkan sebanyak 209 kasus karies gigi yang menyerang anak rentang usia 1-14 tahun. Pada tahun 2015, Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan riset selektif terhadap anak kelas1, 3, dan 5 sekolah dasar, hasilnya sebanyak 26.245 anak menderita karies gigi.

Terkait observasi yang telah dilakukan ternyata banyak orang tua yang belum mengetahui apa itu karies gigi serta dampak yang dapat ditimbulkan. Padahal mereka sudah mengajarkan anaknya untuk rutin sikat gigi pagi dan malam. Bahkan beberapa orang tua yang telah mengajarkan anaknya untuk rutin sikat gigi pagi dan malam mengaku anaknya memiliki masalah gigi. Menurut Drg. Hj. Rina K. Agustin dalam wawancara bersama penulis (bertempat di RSUD Kota Bandung pada tanggal 10 Desember 2016, pukul 10.37 WIB) menyebutkan bahwa prinsip utama penyebab karies gigi adalah sisa makanan yang tertinggal dan dibiarkan lama tidak dibersihkan. Sikat gigi pagi dan malam tentunya sangat penting, namun sikat gigi setelah makan juga sangat penting sebagai upaya pencegahan karies gigi.

Saat ini banyak orang tua yang belum mengetahui pentingnya menyikat gigi setelah makan. Hal tersebut terbukti dari hasil wawancara yang dilakukan penulis pada beberapa orang tua. Sangat penting untuk orang tua mengetaui apa itu karies gigi serta bahayanya. Banyak sekali dampak buruk yang ditimbulkan karies gigi. Antara lain gusi bengkak, munculnya kantung nanah, hingga nyeri pada gigi adalah beberapa dampak yang ditimbulkan. Akibatnya anak jadi malas makan, malas belajar, sulit tidur, hingga sulit berkonsentrasi. Jika sudah parah, maka akan menimbulkan dampak pada organ lainnya juga mengingat peran gigi sebagai pusat syaraf. Jika orang tua belum paham akan pentingnya menjaga kesehatan gigi maka anak pun akan sulit membentuk kebiasaan tersebut. Jika Melihat banyaknya kasus namun banyak masyarakat yang belum paham akan

(3)

masalah karies gigi, bahayanya, serta cara mencegahnya, penulis tertarik untuk mengangkat masalah kesehatan tersebut untuk dijadikan kampanye. Kampanye yang berjudul “Kampanye Ayo Cegah Karies Dengan Sikat Gigi Setelah Makan” ini bertujuan agar menambah wawasan orang tua bahwa sangat penting untuk mengetahui karies gigi serta bahayanya, juga untuk dapat membiasakan anak agar menjaga kesehatan gigi, salah satunya dengan menyikat gigi setelah makan.

1.2 Permasalahan

1.2.1 Identifikasi Masalah

Mengacu pada uraian latar belakang di atas, maka identifikasi dari permasalahan tersebut adalah.

1. Tingginya kasus karies gigi di Jawa barat

2. Sebanyak 26.245 anak di Kota Bandung menderita karies gigi

3. Sudah menerapkan untuk menjaga gigi sejak dini, namun kurangnya wawasan mengenai apa itu karies gigi

4. Belum banyak yang mengetahui bahaya dari karies gigi

5. Masih banyak anak yang belum membiasakan sikat gigi setelah makan

1.2.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan dari identifikasi masalah yang didapat, maka dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana perancangan strategi kreatif kampanye pencegahan karies gigi pada anak yang tepat sesuai target audiens?

2. Bagaimana strategi media dan visual yang sesuai agar pesan kampanye dapat tersampaikan?

1.3 Ruang Lingkup

Agar pembahasan pada penulisan Tugas Akhir lebih terarah dan sesuai tujuannya, maka pembahasan akan dibatasi hanya pada masalah yang ditemukan.

(4)

Berdasarkan latar belakang dan permasalahan di atas, maka ruang lingkup permasalahan adalah sebagai berikut.

Mengapa kampanye ini diadakan?

Melihat pada pokok utama permasalahan yakni tingginya angka karies gigi pada anak usia sekolah dasar di kota Bandung, maka penulis merasa perlu diadakannya kampanye pencegahan dengan objek penelitian yakni anak usia 6-12 tahun dan juga orang tua anak. Dalam kampanye ini, perancang bertujuan untuk meningkatkan wawasan orang tua akan bahaya karies gigi pada anak serta membiasakan anak untuk menyikat gigi setelah makan agar terhindar dari karies gigi. Karena saat ini banyak orang tua yang sudah menerapkan anaknya untuk sikat gigi pagi dan malam, namun belum mengetahui apa itu karies gigi serta pentingnya menyikat gigi setelah makan sebagai salah satu upaya pencegahannya.

Bagaimana mekanisme kampanye ini?

Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan, salah satu penyebab karies gigi adalah kurangnya wawasan orang tua terhadap karies sehingga tidak tahu cara yang benar untuk mencegahnya. Oleh sebab itu, penulis bermaksud menyasar khalayak sasaran yakni:

Orang tua yang memiliki balita, terutama ibu

Usia : 25-35 tahun

Siklus hidup keluarga : Dewasa awal

Gender : Perempuan

Pendapatan : 1.000.000 - 5.000.000 Pendidikan : Sarjana / Perguruan tinggi Status : Ibu (memiliki balita)

SES : Menengah

Demografis : Perkotaan

Diadakannya kampanye pencegahan ini dengan maksud sebagai salah satu upaya untuk mengurangi angka karies gigi pada anak. Pada laporan ini, penulis akan menjelaskan proses perancangan kampanye, dari mulai pra produksi hingga

(5)

paska produksi. Rencananya kampanye ini akan diadakan di Kota Bandung pada tahun 2017.

1.4 Tujuan Perancangan

Dalam pelaksanaan Tugas Akhir ini, adapun tujuan yang ingin dicapai oleh penulis adalah sebagai berikut.

1. Merancang kampanye pencegahan karies gigi yang tepat untuk ibu dan anak usia sekolah dasar.

2. Merancang strategi media yang sesuai untuk khalayak sasaran agar pesan kampanye dapat tersampaikan.

1.5 Manfaat Perancangan

Penulis berharap kampanye sosial ini dapat bermanfaat bagi akademis, penulis dan rekan mahasiswa, serta masyarakat umum.

1.5.1 Manfaat Bagi Akademis

Manfaat untuk Telkom University salah satunya adalah menjadikan kontribusi dalam bidang ilmu Desain Komunikasi Visual dan juga perancangan kampanye sosial ini dapat menjadi solusi permasalahan pentingnya mencegah karies gigi pada anak, melalui karya seni atau desain.

1.5.2 Manfaat Bagi Mahasiswa

1. Dapat menambah wawasan dalam keilmuan DKV tentang bagaimana cara merancang sebuah strategi kampanye.

2. Menjadi pengalaman pribadi merancang sebuah kampanye kesehatan. 3. Mengetahui permasalahan yang ada pada masyarakat mengenai pentingnya

mencegah karies gigi serta kebiasaan sikat gigi setelah makan.

1.5.3 Manfaat Bagi Masyarakat Umum

1. Memberi informasi mengenai karies serta bahaya yang dapat ditimbulkan karies gigi pada anak

2. Mengedukasi orang tua mengenai solusi yang tepat untuk mencegah karies pada anak.

(6)

1.6 Metodologi Perancangan

Dalam perancangan kampanye ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan metode-metode meneliti kondisi objek secara alamiah dan menekankan pada makna daripada generalisasi. (Sugiyono, 2014:9).

1.6.1 Cara Pengumpulan Data

Adapun cara-cara yang digunakan penulis dalam yang mengumpulkan adalah sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi akan dilaksanakan di Kota Bandung. Dalam observasi ini, penulis akan melakukan penelitian langsung terhadap objek penelitian, yaitu mengamati anak-anak yang terkena karies gigi di Kota Bandung serta bagaimana respon orangtua terhadap karies gigi tersebut.

2. Wawancara

Dalam pelaksanaan wawancara ini, penulis akan melakukan wawancara kepada narasumber, yakni kepada dokter atau ahli yang paham akan masalah yang dapat ditimbulkan dari karies gigi. Penulis juga akan mewawancarai atau membagikan kuisioner kepada orang tua yang memiliki balita dan anak usia sekolah dasar, terutama ibu.

3. Studi Pustaka dan Literatur

Mencari data yang sesuai dengan fenomena yang ada, yaitu melalui cara mempelajari data-data yang dikumpulkan mengenai kasus karies gigi serta bahaya yang dapat ditimbulkan pada anak, baik dari internet maupun buku-buku tentang pediatri secara mendasar.

(7)

1.6.2 Analisis

1. MATRIKS

Metode matriks prinsipnya adalah membandingkan dengan cara menjajarkan. Obyek visual apabila dijajarkan dan dinilai dengan menggunakan satu tolak ukur yang sama maka akan terlihat perbedaannya.

2. AOI

AOI adalah salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis target

audiens. Metode AOI terdiri dari activity-opini-interest dari khalayak sasaran.

3. AISAS

Metode AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) digunakan sebagai penentu media apa saja yang efektif sebagai solusi dalam penyelesaian masalah.

(8)

1.7 Kerangka Perancangan

FENOM ENA

Kurangnya wawasan orang tua akan bahaya karies gigi pada anak

FOKUS M ASALAH

Bahaya karies gigi pada anak usia sekolah dasar

M ETODE PENELITIAN M etode Kualitatif DATA LAPANGAN - Wawancara Narasumber dokter orthopedi anak - kuisioner STUDI LITERATUR - Cetak atau online Buku, jurnal, internet,

artikel, dll. KHALAYAK SASARAN - Observasi khalayak sasaran - Analisis target ANALISIS DATA SWOT AOI HIPOTESA

Perlu diadakannya kampanye untuk meningkatkan kesadaran orang tua akan bahaya karies gigi pada anak

SOLUSI

M embuat kampanye dengan konten yang efektif juga informatif dengan menggunakan pendekatan visual guna meningkatkan kesadaran orang tua

akan bahaya karies gigi

STRATEGI KREATIF Strategi dan perancangan

kampanye STRATEGI M EDIA TARGET AUDIENS What to say How to say Strategi kreatif Strategi komunikasi New media Event Konten Ambient HASIL PERANCANGAN

(9)

1.8 Sistematika Penulisan

1. BAB 1 PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang masalah yang berisi fenomena yang melatar belakangi ketertarikan perancang dalam perancangan kampanye ini, lalu dilanjutkan pada identifikasi masalah, rumusan masalah, ruang lingkup, tujuan perancangan, manfaat perancangan, metodologi perancangan, kerangka perancangan, lalu pembabakan.

2. BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab II, berisi seputar teori-teori yang relevan yang perancang gunakan sebagai landasan berpikir untuk membantu perancang dalam merancang kampanye. Teori-teori tersebut penulis dapatkan dengan pencarian data melalui meode studi literature. Baik dari buku, jurnal, artikel, maupun internet.

3. BAB III DATA DAN ANALISIS MASALAH

Pada bab ini berisikan data-data hasil observasi dari instansi terkait, data khalayak sasaran, data hasil wawancara dari ahli, juga data-data yang perancang dapatkan dari situs web maupun buku yang dapat membantu perancang dalam pembuatan konsep kampanye. Selain itu, bab ini juga berisi analisis dari masalah yang sedang perancang hadapi untuk ditemukan solusinya.

4. BAB IV KONSEP DAN HASIL PERANCANGAN

Bab ini berisi konsep pesan kampanye, target audiens, konsep kreatif, konsep strategi kreatif, konsep strategi media, hingga konsep visual. Hasil dari perancangan kampanye tersebut adalah proses awal dari sketsa hingga pada eksekusi visual.

(10)

5. BAB V PENUTUP

Berisi kesimpulan atau intisari dari permasalahan yang dihadapi oleh perancang juga kesimpulan dari perancangan yang telah dibuat oleh perancang. Selain itu, pada bab ini juga terdapan beberapa saran membangun dari pembimbing dan penguji mengenai hasil penelitian dan perancangan, sebagai pembelajaran di masa mendatang.

Referensi

Dokumen terkait

dapat membantu guru menambah pengalaman, wawasan dan Ilmu Pengetahuan siswa menjadi luas, lebih jelas dan tidak mudah dilupakan, serta lebih konkret dalam ingatan

Bagi guru kimia, sebagai masukkan untuk menambah wawasan guru tentang model pembelajaran Divisi kelompok pelajar berprestasi (STAD) yang diintegrasi dengan media komputer

Manfaat hasil penelitian bagi penulis yaitu untuk menambah wawasan ilmu dan bertambah luasnya pengalaman serta dapat membandingkan teori yang didapat di bangku

Bagi Guru : melalui penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan guru terutama dalam memperhatikan gaya berpikir siswa dalam pelajaran geografi untuk hasil belajar

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat luas khususnya yang berkaitan dengan peran risiko pada pengaruh persistensi laba,

1) Memberikan pembelajaran secara langsung dalam proses pembelajaran. 2) Menambah wawasan dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. 3) Dapat dijadikan

Adapun manfaat penelitian ini adalah: pertama, Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan Khazanah Keilmuan Islam serta diharapkan menjadi

Pasta gigi yang digunakan pada saat menyikat gigi berfungsi untuk mengurangi pembentukan plak, memperkuat gigi terhadap karies, membersihkan dan memoles permukaan gigi,