BAB II KERANGKA TEORI DAN FOCUS OF INTEREST. 1. Definisi Hubungan Masyarakat. The International Public Relations Association (IPRA), definisi public

24  Download (0)

Teks penuh

(1)

BAB II

KERANGKA TEORI DAN FOCUS OF INTEREST

A. Kerangka Teori

1. Definisi Hubungan Masyarakat

The International Public Relations Association (IPRA), definisi public relations

“Public Relations is a management function, of a continuing and planned character, through which public and private organizations and institutions seek to win and retain the understanding, sympathy, and support of those with whom they are or my be concerned - by evaluating public opinion about themselves, in order to correlate, as far as possible, their own policies and procedures, to achieve by planned and widespread information more productive co-operation and more efficient fulfilment of their common interest.”

(Hubungan Masyarakat adalah fungsi manajemen dari sikap budi yang berencana dan berkesinambungan, yang dengan itu organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga yang bersifat umum dan pribadi berupaya membina pengertian, simpati, dan dukungan dari mereka yang ada kaitannya atau yang mungkin ada hubungannya – dengan

jalan menilai pendapat umum di antara mereka, untuk

(2)

mereka, yang dengan informasi yang berencana dan tersebar luas, mencapai kerja sama yang lebih produktif dan pemenuhan kepentingan bersama yang lebih efisien.)

Definisi IPRA tersebut dapat dinilai sebagai definisi yang lengkap, yang menunjukkan ciri khas dan meliputi faktor-faktor yang memang harus ada pada humas.

2. Ciri dan Fungsi Hubungan Masyarakat

Dalam kaitannya dengan humas, maka humas dalam suatu instansi dikatakan berfungsi apabila humas itu menunjukkan kegiatan yang jelas, yang dapat dibedakan dari kegiatan lainnya.

1. Ciri Hubungan Masyarakat

a. Humas adalah kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi yang berlangsung dua arah secara timbal balik;

b. Humas merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh manajemen suatu organisasi;

c. Publik yang menjadi sasaran kegiatan humas adalah publik ekstern dan publik intern;

d. Operasionalisasi humas adalah membina hubungan yang harmonis antara organisasi dengan publik dan mencegah terjadinya rintangan psikologi, baik yang timbul dari pihak organisasi maupun dari pihak publik.

(3)

2. Fungsi Hubungan Masyarakat

Menurut Scott M. Cutlip dan Allen Center dalam bukunya, Effective Public Relations:

a. To facilitate and insure an inflow of representative opinions from an organization’s several publics so that its policies dan operations may be kept compatible with the diverse needs and views of these publics;

(Memudahkan dan menjamin arus opini yang bersifat mewakili dari public-publik suatu organisasi, sehingga kebijaksanaan beserta operasionalisasi organisasi dapat dipelihara keserasiannya dengan ragam kebutuhan dan pandangan-pandangan publik-publik tersebut);

b. To counsel management on ways and means on shaping an organization’s policies and operations to gain maximum public acceptance;

(Menasihati manajemen mengenai jalan dan cara menyusun kebijaksanaan dan operasionalisasi organisasi untuk dapat diterima secara maksimal oleh publik);

c. To devise and implement programs that will gain wide and favorable interpretations of an organization’s policies and operations.

(4)

(Merencanakan dan melaksanakan program-program yang dapat menimbulkan penafsiran yang menyenangkan terhadap kebijaksanaan dan operasionalisasi organisasi).

Menurut Bertrand R, Canfield, dalam bukunya, Public Relations: Principles and Problems:

a. It should serve the public’s interest; (Mengabdi kepada kepentingan umum); b. Maintain good communication;

(Memelihara komunikasi yang baik); c. Stress good morals and manners.

(Menitikberatkan moral dan perilaku yang baik). 3. Ruang Lingkup Hubungan Masyarakat

Ruang lingkup humas berdasarkan ciri dan fungsinya, pada umumnya diklasifikasikan menurut jenis organisasi, yang pada garis besarnya adalah humas pemerintahan, humas perusahaan, dan humas internasional.

1. Hubungan masyarakat pemerintahan

Lembaga-lembaga pemerintahan dari pusat sampai tingkat daerah dilengkapi dengan Bagian Humas untuk mengelola informasi dan opini publik. Informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah disebarkan seluas-luasnya, dan opini publik dikaji dan diteliti

(5)

seefektif-efektifnya untuk keperluan pengambilan keputusan dan penentuan kebijaksanaan berikutnya.

Sam Black dalam bukunya, Practical Publik Relations, mengklasifikasikan humas menjadi “humas pemerintahan pusat” (central government) dan “humas pemerintah daerah” (local government).

a. Hubungan masyarakat pemerintahan pusat

Departemen-departemen dalam humas pemerintahan pusat memiliki dua tugas: pertama, menyebarkan informasi secara teratur mengenai kebijaksanaan, perencanaan dan hasil yang telah dicapai; kedua, menerangkan dan mendidik publik mengenai perundang-undangan, peraturan-peraturan, dan hal-hal yang bersangkutan dengan kehidupan rakyat sehari-hari. Selain itu, terdapat pula tugas untuk menasihati pimpinan departemen dalam hubungannya dengan reaksi atau tanggapan publik terhadap kebijaksanaan yang dilaksanakan.

b. Hubungan masyarakat pemerintah daerah

Humas pemerintah daerah pada hakikatnya sama dengan humas pemerintahan pusat dalam hal pengorganisasian dan mekanisme kerja. Perbedaannya terdapat pada ruang lingkupnya. Menurut Sam Black, terdapat empat tujuan utama humas pemerintahan daerah, yakni:

(6)

1) To keep citizens informed of the council’s policy and its day-by-day activities;

(Memelihara penduduk agar tahu jelas mengenai kebijaksanaan lembaga beserta kegiatannya sehari-hari);

2) To give them a opportunity of expressing views on important new projects before final decisions are taken by the council;

(Memberi kesempatan kepada mereka untuk

menyatakan pandangannya mengenai proyek baru

yang penting sebelum lembaga mengambil

keputusan);

3) To enlighten citizens on the way in which the system of local government works and to inform them of their rights and responsibilities;

(Memberikan penerangan kepada penduduk mengenai cara pelaksanaan sistem pemerintahan daerah dan mengenai hak-hak dan tanggung jawab mereka); 4) To promote a sense of civic pride.

(Mengembangkan rasa bangga sebagai warga negara). 2. Hubungan masyarakat perusahaan

Istilah perusahaan sendiri mengandung makna yang luas, berarti business, company, firm, agency, dan lain-lain organisasi

(7)

yang dengan manajemen-nya berusaha memperoleh keuntungan finansial. Karena perusahaan merupakan organisasi yang memiliki kekhasan dalam sifat, fungsi, dan tujuannya, maka humas perusahaan mempunyai kekhasan pula, meskipun dalam aspek-aspek tertentu terdapat persamaan dengan jenis-jenis humas lainnya.

Ciri-ciri khas humas perusahaan meliputi fungsi humas perusahaan dan jenis-jenis pelayanan dasar. Fungsi dari humas perusahaan adalah upaya mempengaruhi opini publik dengan komunikasi dua arah timbal balik. Yang dioperasikannya adalah konsep atau filsafat bisnis dari manajemen.

Dalam rangka menggalakkan fungsi humas di perusahaan, Charles H. Prout dalam karyanya yang berjudul “Organization and Function of the Corporate Public Relations Departement” yang dimuat dalam buku Lesly’s Public Relations Handbook mengatakan adanya empat jenis pelayanan dasar yang harus dipraktekkan. Empat jenis pelayanan dasar yaitu nasihat (advise and counsel), pelayanan komunikasi (communications service), pengkajian humas (public relations research), dan promosi humas (public relations promotion).

(8)

Para ahli humas berpendapat bahwa humas internasional baru tampak sebagai kegiatan yang terkonsepsikan di sekitar tahun 1950. Perusahaan-perusahaan besar yang mengoperasikan humas internasional itu kebanyakan menitikberatkan pada publisitas produksi. John W. Hill mengatakan bahwa humas internasional akan berkembang pesat apabila suasananya didukung oleh tiga unsur yang dominan.

Ketiga unsur dominan tersebut yaitu pemerintahan yang

mapan dan demokratis, sistem politik ekonomi yang

memungkinkan dikembangkannya perusahaan pribadu dan digalakkannya persaingan di segala lapangan yang menuntut kerja keras, serta media yang besar dan merdeka, yang memperoleh pengawasan pemerintah secara minimal.

4. Hubungan Masyarakat Pemerintah

Hubungan masyarakat pemerintah atau humas pemerintah adalah lembaga humas dan/atau praktisi humas pemerintah yang melakukan fungsi manajemen dalam bidang informasi dan komunikasi yang persuasif, efektif, dan efisien untuk menciptakan hubungan yang harmonis dengan publiknya melalui berbagai sarana kehumasan dalam rangka menciptakan citra dan reputasi yang positif instansi pemerintah.

(9)

Dalam sebuah organisasi pemerintahan (daerah), humas sering diposisikan sebagai corong atau suara dari pimpinan Pemerintah Daerah dalam hubungannya dengan publik, sehingga menjadi posisi yang terhormat, tinggi, strategis, dan sekali melekat kemampuan dan tanggung jawab.Humas sebagai profesi, tentunya menjadi seni tersendiri yang dapat digunakan secara praktis. Pada akhirnya humas praktis ini melahirkan profesi humas seperti halnya profesi pengacara, kedokteran, akuntan publik, insinyur dan lain sebagainya.

Sam Black dalam bukunya, Practical Public Relations, membagi humas menjadi humas pemerintahan pusat dan humas pemerintahan daerah. Hubungan masyarakat pemerintahan pusat dapat dijelaskan bahwa humas pada departemen-departemen mempunyai dua tugas: pertama, menyebarkan informasi secara teratur mengenai kebijaksanaan, perencanaan, dan hasil yang telah dicapai dan yang kedua menerangkan dan mendidik publik mengenai perundang-undangan, peraturan-peraturan, dan hal-hal yang bersangkutan dengan kehidupan rakyat sehari-hari.

Humas pemerintahan daerah pada hakikatnya sama saja dengan humas pemerintahan pusat dalam hal pengorganisasian, namun bedanya hanya pada ruang lingkup kerja saja. Di dunia pemerintahan, humas bertugas menjalankan kegiatan kebijakan publik dan pelayanan publik. Salah satu kegiatan humas pemerintah dalam bidang kebijakan publik adalah memberikan berbagai informasi

(10)

tentang kebijakan pemerintahan yang mengikat rakyat atau masyarakat.

Humas pemerintah juga harus memberikan pelayanan terbaik, dengan birokrasi yang tidak berbelit-belit untuk memberikan kepuasan kepada rakyat atau masyarakat sehingga dunia pemerintahan memperoleh citra positif dari rakyat atau publik.

Humas dalam pemerintahan dilakukan, baik ke dalam maupun keluar. Kegiatan humas pemerintah yang bersifat ke dalam, berupa mengadakan analisis terhadap kebijakan partai politik yang sudah dan sedang berjalan dan mengadakan perbaikan sebagai kelanjutan dari analisis yang dilakukan terhadap kebijakan publik, baik yang sedang berjalan maupun terhadap perencanaan kebijakan publik yang baru. Sedangkan kegiatan humas pemerintah yang bersifat ke luar berupa memberikan atau menyebarkan pernyataan-pernyataan secara jujur dan objektif kepada publik, dengan dasar mengutamakan kepentingan publik.

5. Peranan Humas

Menurut Dozier, D.M (1992), bahwa peranan praktisi public relations dalam organisasi merupakan salah satu kunci untuk memahami fungsi public relations dan komunikasi organisasi, di samping itu juga merupakan kunci untuk pengembangan peranan praktisi public relations officer (pejabat Humas) dan pencapaian

(11)

professional dalam public relations. Menurut Dozier & Broom (1995) bahwa peranan public relations dibagi menjadi empat kategori dalam suatu organisasi, yaitu sebagai berikut:

1. Expert presciber

Sebagai praktisi ahli public relations yang berpengalaman dan memiliki kemampuan yang tinggi dapat membantu mencari solusi dalam penyelesaian masalah hubungan dengan publiknya (public relationship).

2. Communication fasilitator

Dalam hal ini, praktisi public relations bertindak sebagai komunikator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal untuk mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya dari organisasi yang bersangkutan, sekaligus harus mampu menjelaskan kembali keinginan, kebijakan dan harapan organisasi kepada pihak publiknya.

3. Problem solving process fasilitator

Peranan praktisi public relations dalam hal proses pemecahan persoalan public relations ini, merupakan bagian tim manajemen untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasihat (adviser) hingga mengambil tindakan eksekusi (keputusan) dalam

(12)

mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan professional.

4. Communication technician

Dalam peranan communication technician, praktisi public relations sebagai journalist in resident yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi atau dikenal dengan methode of communication in organization dan sistem komunikasi dalam organisasi tergantung dari masing-masing bagian atau tingkatan (level), yaitu secara teknis komunikasi, baik atas maupun media komunikasi yang dipergunakan dari tingkat pimpinan dengan bawahan akan berbeda dari bawahan ke tingkat atasan.

6. Pengertian Publik dalam Public Relations

Secara geografis publik dapat diartikan sebagai sejumlah orang yang berkumpul bersama-sama di suatu tempat tertentu. Maka terjadilah pembagian publik menjadi publik nasional, regional dan lokal. Sedangkan secara psikologis, publik adalah orang-orang yang sama-sama menaruh perhatian terhadap suatu kepentingan yang sama tanpa ada sangkut-pautnya dengan tempat di mana mereka berada.

Pengertian Publik menurut Cutlip dan Center dalam bukunya Effective Public Relations

“A public is simply a collective noun for a group – a group of individuals tied together by some coomon bound of interest – and

(13)

sharing a sense of togetherness (publik untuk mudahnya adalah sebuah kata benda kolektif bagi suatu kelompok – sekelompok orang-orang yang sama-sama terikat oleh suatu kepentingan yang sama – dan mempunyai perasaan yang sama)”

7. Hubungan dengan Pers (Press Relations)

Yang dimaksud dengan pers adalah dalam arti yang luas, yakni semua mass media, jadi selain surat kabar dan majalah, juga kantor berita, siaran radio, siaran televisi, film, balai iklan, dan sebagainya.

Mass media memberikan banyak bantuan kepada organisasi kekaryaan untuk mencapai publik yang tersebar luas. Hubungan baik yang terpelihara secara terus menerus dengan orang-orang mass media akan memperlancar kegiatan publikasi. Press release yang dikirimkan kepada mereka untuk disiarkan, akan diprioritaskan apabila sudah sejak sebelumnya dibina hubungan baik.

Pada intinya, seorang public relations officer harus berusaha agar orang-orang pers menjadi teman yang akrab. Dengan demikian,

akan berdampak besar terhadap kegiatannya dalam

mass-communication.

(14)

Media relations menurut Sam Black dan Melvin L. Sharpe lebih kepada hubungan antara organisasi dengan media. Definisinya adalah hubungan antara suatu organisasi dengan pers, radio, televisi, secara dua arah atau dua pihak.

Media relations menurut Frank Jefkins yaitu usaha untuk mencapai publikasi atau penyiaran yang maksimum atas suatu pesan atau informasi humas dalam rangka menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak dari organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.

Media relations menurut Diah Wardhani adalah aktivitas komunikasi publik/humas untuk menjalin pengertian dan hubungan baik dengan media massa dalam rangka pencapaian publisitas organisasi yang maksimal serta berimbang (balance).

Kegiatan humas tidak akan berhasil tanpa dukungan media

massa karena peranan media massa begitu besar dalam

penyebarluasan informasi. Hubungan dengan media massa atau mass media relations mengandung makna terbinanya hubungan kahumas dengan orang-orang media massa, seperti redaktur surat kabar dan majalah, wartawan radio, atau reporter televisi. Kahumas perlu membina hubungan yang harmonis dengan orang-orang tersebut agar segala sesuatu yang menyangkut penyebaran informasi kepada publik ekstern berjalan dengan lancar.

(15)

Dalam rangka membina hubungan dengan media massa, khususnya hubungan dengan pers (press relations) perlu mendapatkan perhatian yang istimewa. Media pers, yakni surat kabar dan majalah, merupakan media massa cetak yang memungkinkan berita-berita yang disiarkannya dapat dibaca setiap saat, bisa dibaca berulang-ulang, dan terdokumentasikan, sehingga dapat dijadikan bukti otentik untuk suatu keperluan.

Arthur Roalman dalam bukunya, Profitable Public Relations, dalam bab khusus berjudul “Profitable Public Relations and Press Relations” mengatakan:

“Good press relations is built on the recognition of certain fundamentals:

1. The press person involved must be convinced that the corporate personalities with whom he is working are not trying to “use” him.

2. Dealings with a working press man should be handled as if you ully intended to continue dealing with him for many years. 3. Press people are fundamentally concerned with accuracy. 4. The schedule of the story must be respected. Time is always a

factor in editorial material.

5. Good writing is essential. There is much to be said for uncomplicated thought simply said.

(16)

6. Try for imagination and freshness. There is much to be said for providing a new approach to a subject.”

(Hubungan dengan pers yang baik dibina dengan pengenalan mengenai asas-asas berikut:

1. Orang pers yang dilibatkan harus yakin bahwa orang-orang organisasi yang bekerja dengannya tidak mencoba untuk “menggunakannya”.

2. Hubungan dengan wartawan hendaknya dilakukan seolah-olah dengan tujuan yang sungguh-sungguh untuk terus berhubungan selama bertahun-tahun.

3. Orang-orang pers secara fundamental berkaitan dengan ketelitian.

4. Rencana pemberitaan harus dihormati. Untuk editorial, waktu selamanya merupakan suatu faktor.

5. Tulisan yang baik bersifat esensial. Terdapat banyak hal untuk diceritakan bagi pemikiran yang gambling guna dinyatakan secara sederhana.

6. Berupayalah untuk menimbulkan imajinasi dan kesegaran. Terdapat banyak hal untuk diceritakan untuk pendekatan baru terhadap suatu persoalan.)

(17)

1. Untuk memperoleh publisitas seluas mungkin mengenai kegiatan serta langkah lembaga/organisasi yang baik untuk diketahui umum;

2. Untuk memperoleh tempat dalam pemberitaan media (liputan, laporan, ulasan, tajuk yang wajar, obyektif dan seimbang

mengenai hal-hal yang menguntungkan bagi

lembaga/organisasi);

3. Untuk memperoleh umpan balik positif dari masyarakat mengenai upaya dan kegiatan lembaga/organisasi;

4. Mewujudkan hubungan stabil dan berkelanjutan yang dilandasi oleh rasa saling percaya dan menghormati;

5. Untuk melengkapi data/informasi bagi pimpinan

lembaga/organisasi bagi keperluan pembuatan

penilaian/assessment secara tepat mengenai situasi atau permasalahan yang mempengaruhi keberhasilan kegiatan lembaga/perusahaan.

Diah Wardhani menyebutkan manfaat media relations antara lain:

1. Membangun pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab organisasi dan media massa;

2. Membangun kepercayaan dan timbal balik dengan prinsip saling menghormati dan menghargai;

3. Penyampaian/perolehan informasi yang akurat, jujur dan mampu memberikan pencerahan bagi publik;

(18)

Pers khususnya dan media massa umumnya dapat dimanfaatkan oleh kahumas dengan berbagai cara, antara lain:

1. Jumpa pers (press conference). 2. Wisata pers (press tour). 3. Siaran pers (press release). 4. Periklanan (advertising).

Kegiatan-kegiatan tersebut akan lancar apabila didasari dengan pembinaan hubungan dengan media massa. Jumpa pers akan menarik perhatian banyak wartawan bila sebelumnya terdapat hubungan baik antara kahumas dengan para wartawan. Pada intinya, program media relationsadalah untuk menjaga hubungan baik dengan media massa. Apabila organisasi telah dikenal baik oleh media, maka diharapkan ada undangan liputan, media akan datang dan mempublikasikan informasi organisasi secara positif dan sukarela. Apabila terjadi krisis pada perusahaan, maka mereka juga mampu menghasikan publikasi yang berimbang, tidak semata menyudutkan organisasi dan berakibat pada pembentukan image negatif. Bila terjadi misscommunication dengan kalangan media, maka humas akan lebih mudah berkomunikasi dengan kalangan media sehingga hubungan baik bisa dicapai/dijaga serta informasi yang beredar tetap positif.

(19)

Membina hubungan media dan pers (Media & Press Relations) merupakan bagian dari fungsi Humas (Hubungan Masyarakat), khususnya sebagai alat, pendukung atau media kerja sama untuk kepentingan proses publikasi tentang berbagai kegiatan program kerja atau demi kelancaran aktivitas komunikasi humas dengan pihak publik sebagai sasarannya. Peranan hubungan media dan pers dalam kehumasan dapat digunakan sebagai media saluran (channel) dalam penyampaian pesan, upaya peningkatan pengenalan (awareness) dan informasi pihak publikasi humas merupakan prioritas yang utama, dikarenakan salah satu fungsi pers adalah memiliki kekuatan sebagai pembentuk opini (power of opinion) yang sangat efektif.

Di samping itu, kemampuannya dalam penciptaan publikasi yang cukup tinggi melalui kerja sama dengan pihak pers maka dampak pemberitaannya, baik yang bersifat stimultaneity effect (efek keserempakan), maupun efek mendramatisisr, atau efek publi-sitas yang luar biasa besar pengaruhnya (influencing spheres) terhadap pembentukan opini publik (public opinion) dalam jangka waktu relative singkat, dan bersamaan dengan jangkauan jumlah pembaca atau audiensinya lebih luas tersebar di berbagai tempat atau kawasan.

Definisi hubungan pers (press relations) menurut Frank Jepkins, yaitu: “Peranan hubungan pers adalah untuk mencapai publikasi atau penyiaran semaksimal mungkin, sedangkan informasi

(20)

Hubungan Masyarakat untuk menciptakan pengenalan dan pengertian”. (Frank Jepkins, 1992:99).

Kesimpulannya, batasan pengertian press relations tersebut menurut penulis, bahwa: “Press relations merupakan suatu kegiatan khusus dari pihak public relations untuk melakukan komunikasi penyampaian pesan, atau informasi tertentu mengenai aktivitas bersifat kelembagaan, perusahaan/institusi, produk dan hingga kegiatan bersifat individual lainnya yang perlu dipublikasikan melalui kerja sama dengan pihak pers atau media massa”.

Dari hasil kerja sama yang baik inilah diharapkan akan tercipta suatu opini publik yang positif, dan sekaligus memperoleh “citra yang baik” pula dari pihak publik sebagai khalayak sasarannya (target audience) dan masyarakat luas lainnya.

10. Dokumentasi dan Kliping

Dokumentasi dan kliping merupakan salah satu kegiatan Public relations yang berkaitan dengan menelaah atau pengamatan, menganalisa, dan kemudian mengevaluasi terhadap perkembangan dari kemajuan bisnis perusahaan atau lembaga, aktivitas-aktivitas dan program acara tertentu baik bersifat komersial maupun non komersial yang telah dimuat atau dipublikasikan di berbagai media massa dan non massa, kemudian disimpan sekaligus sebagai sumber

(21)

segala keterangan atau informasi yang diperlukan sebagai dasar untuk membuat rencana program kerja Humas/ PR berikutnya.

Kegiatan dokumentasi dan kliping berita (Doklip) dalam Public Relations tersebut merupakan dua kegiatan saling berkaitan erat atau saling menunjang satu sama lainnya untuk keperluan sebagai sumber informasi yang cukup penting mengenai peristiwa (event) dan kegiatan perusahaan lain sebagainya yang kemudian dianalisa, evaluasi dan hingga menyimpannya sebagai bahan pendokumentasian.

Pengertian kegiatan dokumentasi (documentation) dalam arti luas adalah yang berkaitan dengan kegiatan menghimpun, mengolah, menyeleksi dan menganalisa yang kemudian mengevaluasi seluruh data, informasi dan dokumen tentang suatu kegiatan, peristiwa atau pekerjaan tertentu yang dipublikasikan baik melalui media elektronik maupun cetak dan kemudian disimpan secara teratur dan sistematis.

Sedangkan bentuk kliping berita (news clipping), merupakan kegiatan Humas/PR dalam arti sempit, yaitu suatu kegiatan memilih, menggunting, menyimpan dan kemudian memperbanyak mengenai suatu berita (news) atau karangan (artikel), serta foto berita (press photo) pada event atau peristiwa tertentu yang telah terjadi dan

(22)

dimuat di berbagai media cetak, seperti surat kabar, majalah berita, tabloid dan lain sebagainya yang kemudian dikliping.

B. Focus of Interest

Dalam tugas akhir ini, Penulis memberikan focus of interest pada peran humas pemerintahan/public relations officer government sebagai fasilitator komunikasi antara Pemerintah Kota Surakarta dengan pers/wartawan. Dalam sebuah organisasi pemerintahan daerah, humas sering diposisikan sebagai corong atau suara dari pimpinan pemerintah daerah dalam hubungannya dengan publik. Salah satu kegiatan humas pemerintah dalam hal tersebut adalah memberikan berbagai informasi tentang kebijakan pemerintahan yang mengikat masyarakat. Dalam hal ini, Humas Pemerintah Kota Surakarta memberikan berbagai informasi tentang kebijakan pemerintahan yang mengikat masyarakat Kota Surakarta.

Humas pemerintah juga harus memberikan pelayanan terbaik, dengan birokrasi yang tidak berbelit-belit untuk memberikan kepuasan kepada rakyat atau masyarakat sehingga pemerintahan yang diwakilinya

memperoleh citra positif dari masyarakat. Peran humas

pemerintahan/public relations officer government sebagai communication fasilitator pemerintah dengan pers/wartawan berarti humas pemerintah mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh pers atau wartawan

(23)

dari pemerintah, sekaligus menjelaskan kembali keinginan, kebijakan dan harapan pemerintah kepada pihak pers atau wartawan.

Humas perlu membina hubungan yang harmonis dengan orang-orang media massa, seperti redaktur surat kabar dan majalah, wartawan radio, atau reporter televisi agar segala sesuatu yang menyangkut penyebaran informasi kepada publik ekstern berjalan dengan lancar. Dalam rangka membina hubungan dengan media massa, khususnya hubungan dengan pers (press relations), pers perlu mendapatkan perhatian yang istimewa. Media pers, yakni surat kabar dan majalah, merupakan media massa cetak yang memungkinkan berita-berita yang disiarkannya

dapat dibaca setiap saat, bisa dibaca berulang-ulang, dan

terdokumentasikan.

Pers khususnya dan media massa umumnya dapat dimanfaatkan oleh kahumas dengan berbagai cara, antara lain: jumpa pers (press conference), wisata pers (press tour), siaran pers (press release), periklanan (advertising). Membina hubungan media dan pers (Media & Press Relations) merupakan bagian dari fungsi Humas (Hubungan Masyarakat), khususnya sebagai alat, pendukung atau media kerja sama untuk kepentingan proses publikasi tentang berbagai kegiatan program kerja atau demi kelancaran aktivitas komunikasi humas dengan pihak publik sebagai sasarannya.

(24)

Menyesuaikan dengan perkembangan jaman, tuntutan keterbukaan informasi public semakin besar dan kecepatan arus informasi melalui kemajuan teknologi informasi akhir-akhir ini menuntut humas pemerintah untuk harus proaktif dengan memanfaatkan teknologi dan media massa untuk menciptakan agenda setting sendiri.

Terdapat dua fungsi utama dari humas pemerintahan yaitu manajemen informasi dan manajemen reputasi yang dilakukan dengan mengelola informasi dan berkomunikasi secara berkelanjutan untuk memperoleh pemahaman dan dukungan publik terhadap pemerintahan. Oleh sebab itu, humas harus mampu menjalin hubungan yang akrab dengan wartawan agar dapat mengontrol informasi yang disampaikan kepada publik.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di