• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karya Tulis Ilmiah CITRA KEBAHASAAN DALA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Karya Tulis Ilmiah CITRA KEBAHASAAN DALA"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

CITRA KEBAHASAAN DALAM SURAT KABAR KOMPAS

TANGGAL 27 OKTOBER 2017

Disusun oleh:

Yunita Wahyu Medyawati

205170241

FAKULTAS HUKUM

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan judul “Citra Kebahasaan dalam Surat Kabar KOMPAS 27 November 2017” tepat pada waktu yang ditentukan dengan hasil yang insyaallah baik. Karya tulis ini dibuat untuk melengkapi tugas-tugas yang diwajibkan dalam mata kuliah Bahasa Indonesia

Saya menulis karya tulis ini pada hari minggu setelah beraktivitas kuliah dari hari Senin sampai Sabtu. Penulisan karya tulis ini membutuhkan energi yang banyak karena saya cukup kelelahan setelah kuliah. Akan tetapi, saya tetap semangat menyelesaikan karya tulis ini sampai selesai. Saya menulis karya tulis ini di rumah tempat saya beristirahat dan mengerjakan segala tugas, karena tersedia fasilitas yang cukup seperti laptop,internet dan tempat yang cukup nyaman untuk mengerjakan tugas sehingga mempermudah saya dalam mencari informasi untuk penulisan karya tulis ini.

Dalam menulis karya tulis ini, saya mendapat bantuan dari dosen Bahasa Indonesia, Bapak S. Amran Tasai. Berkat bimbingan beliau saya dapat menye-lesaikan karya tulis ini. Kemudian, saya juga mendapat bantuan dari Agen surat kabar di Perumnas dalam menyediakan surat kabar yang saya butuhkan.

Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada

1) Bapak S. Amran Tasai yang telah memberikan bimbingan kepada saya;

2) Ibu dan Saudara-saudari saya yang selalu mendorong agar saya terus semangat menyelesaikan karya tulis saya;

3) Bapak Jayadi, pemilik agen koran, di Daerah Perumnas;

4) Semua pihak yang telah membantu saya dalam penyelesaian karya tulis ini yang tidak sempat saya sebutkan pada kesempatan ini.

Bekasi, 12 November 2017

Yunita Wahyu Medyawati

(3)

DAFTAR ISI

PENGANTAR………. i

DAFTAR ISI……….. ii

BAB I PENDAHULUAN………1

1.1 Latar Belakang……… 1

1.2 Rumusan Masalah………... 3

1.3 Tujuan Penelitian……… 3

1.4 Kerangka Teori………3

1.5 Sumber Data……….………3

1.6 Metode dan Teknik……….3

BAB II CITRA KEBAHASAAN DALAM SURAT KABAR KOMPAS 27 Oktober 2017..………4

2.1 Gambaran Muatan Surat Kabar KOMPAS 27 Oktober 2017………..4

2.2 Tanggapan terhadap Artikel Penting dalam Surat Kabar KOMPAS 27 Oktober 2017……….……….…5

2.3 Kesalahan Kebahasaan dalam Surat Kabar KOMPAS 27 Oktober 2017………..……….5

BAB III PENUTUP………..8

3.1 Simpulan………..………..…………..8

3.2 Saran………...…………8

DAFTAR PUSTAKA………..9

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Surat kabar sebagai media informasi dan publikasi. Surat kabar sebagai media cetak selalu identik dengan tulisan dan gambar-gambar yang dicetak pada lembaran kertas berukuran besar dan dapat dilipat-lipat. Sebagai media cetak surat kabar memiliki nilai lebih dalam penyajian berita. Sebagai contoh, surat kabar memiliki nilai ekonomia karena harga relatif terjangkau. Surat kabar juga lebih fleksibel dalam pemakaiannya dibanding dengan media informasi yang lain. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini akan dilakukan terhadap surat kabar KOMPAS edisi 27 Oktober 2017.

Karya tulis ini memberikan informasi tentang persoalan-persoalan kehi-dupan di Indonesia. Dalam kajian ini terdapat berbagai kesalahan kebahasaan yang sangat baik untuk dihindari pada saat kegiatan menulis dilakukan.

Penelitian seperti yang dilakukan ini, terhadap objek, Surat Kabar KOMPAS 27 Oktober 2017, belum pernah dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitain pertama untuk surat kabar tersebut.

1.2Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam poenelkitian ini adalah sebagai berikut

1. Bagaimana gambaran artikel dalam surat kabar KOMPAS edisi Jumat 27 Oktober 2017.

2. Bagaimana wacana tanggapan terhadap artikel yang dimuat dalam surat kabar KOMPAS edisi Jumat 27 Oktober 2017.

3. Seberapa banyak kesalahan kebahasaan dalam artikel yang dimuat dalam surat kabar KOMPAS edisi Jumat 27 Oktober 2017.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Ingin mengetahui gambaran artikel dalam surat kabar KOMPAS edisi Jumat 27 Oktober 2017.

2. Ingin memberikan tanggapan terhadap artikel yang dimuat dalam surat kabar KOMPAS edisi Jumat 27 Oktober 2017.

(5)

1.4 Kerangka Teori

Sugono (1999:10) berpendapat bahwa berdasarkan pokok persoalan yang dibicarakan, ragam bahasa dapat dibedakan atas bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti ragam bahasa hokum, ragam bahasa niaga, ragam bahasa sastra dan ragam bahasa jurnalistik. Yamilah dan Samsoerizal (1994:10) mengklasifikasikan ragam bahasa dengan nama istilah ragam fungsiolek. Ragam fungsiolek adalah ragam berdasarkan sikap penutur mencangkup daya ucap secara khas. Ragam ini digunakan antara lain dalam kegiatan: kesehatan, susastra, olahraga, jurnalistik, lingkungan dan karya ilmiah.

1.5 Sumber Data

Sumber data yang saya pakai adalah surat kabar KOMPAS edisi Jumat 27 Oktober 2017.

1.6 Metode dan Teknik

(6)

BAB II

CITRA KEBAHASAAN DALAM SURAT KABAR KOMPAS

27 OKTOBER 2017

2.1 Gambaran Muatan Surat Kabar KOMPAS Tanggal 27 November 2017

Surat kabar telah menjadi media dalam bentuk cetak yang memberikan informasi-informasi terkini kepada pembacanya. Meskipun banyak informasi-informasi terkini tersedia di internet, akan tetapi surat kabar tetap menjadi media informasi kepercayaan pembacanya. Me-dia cetak memiliki legalitas yang jelas sedangkan media online banyak yang tidak memiliki legalitas sehingga kadang menyajikan informasi-informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Surat kabar KOMPAS adalah salah satu media cetak yang memberikan informasi-informasi terkini yang dapat dipertanggungjawabkan. Berita yang dimuat di dalamnya berisi fakta dan opini dari pihak yang bersangkutan dengan berita yang akan dimuat. Surat kabar KOMPAS menyediakan berbagai informasi seperti politik, otomotif, hiburan, olahraga, bisnis dan iklan mobil. Dalam surat kabar KOMPAS Edisi 27 Oktober 2017 terdapat beberapa kesalahan kalimat yang dapat membingungkan pembacanya. Selain dari penulisan, banyak cuplikan dialog yang membingungkan pembaca. Pembaca dapat mengartikan berbeda dengan yang dimaksud narasumber.

2.2 Tanggapan Terhadap Artikel Penting dalam Surat Kabar

KOMPAS 27 November 2017

Artikel 1.

Jamur Kotoran Sapi “Ngetren” Lagi

(7)

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Eko Daniyanto (kanan) bersama jajaran merilis tersangka dan barang bukti narkoba jenis baru magic mushroom di Direktorat Tindak Pidana Narkoba, Cawang, Jakarta, Kamis (26/10). Polisi menangkap satu tersangka dengan barang bukti 51 kilogram magic mushroom dari jamur kotoran sapi.

Ruang rapat di gedung Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, Cawang, Jakarta, Kamis (26/10), beraroma makanan. Aroma sedap itu berasal dari camilan yang menjadi barang bukti penggerebekan anggota Direktorat Tindak Pidana Narkoba, Rabu lalu di Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Bahan baku camilan berasal dari jamur yang tumbuh di tanah bekas kotoran sapi dan kerbau. Jamur dipetik, dicuci, kemudian digoreng. Jamur jenis Panaeolus cinetulus itu mengandung zat psilosina yang termasuk narkotika golongan 1.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Brigadir Jenderal (Pol) Eko

Daniyanto menjelaskan, pengungkapan kasus itu berawal dari laporan masyarakat tentang peredaran jamur memabukkan yang dijual secara daring. Polisi

menemukan produsen sekaligus kurir di daerah Lembang. Pemilik usaha camilan jamur itu telah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu EH alias C (52).

Di rumah tersangka, polisi menemukan 47,5 kilogram camilan jamur siap edar dan empat kilogram jamur segar sebagai bahan baku. Selain itu, ikut disita plastik pembungkus, timbangan, resi pengiriman barang, dan stiker merek bertuliskan “snack good”. Tersangka meminta bantuan dua orang untuk mengumpulkan jamur. Di Lembang banyak tanah untuk menggembalakan ternak sehingga tidak sulit mencari jamur tersebut.

Tanggapan/opini:

Tanggapan saya terhadap artikel ini, jamur jenis Paneolous Cinctulus sangat berbahaya. Karena, jamur ini hanya terdapat pada kotoran hewan seperti sapi atau kerbau. Saya menyarankan untuk menjauhinya, bukan karena Jamur ini berbahaya tapi agar tidak menambah buruk citra Jamur ajaib ini karena

dikonsumsi sembarangan, ditambah lagi Jamur ini ilegal di Indonesia dan dapat membuat anda dihukum secara pidana. Efek yang ditimbulkan oleh Jamur ajaib ini bisa dibagi dalam beberapa tingkatan tergantung dosis yang dikonsumsi, mulai dari merasakan peningkatan mood, hilangnya persepsi waktu, suara-suara

terdengar lebih luas, warna menjadi lebih hidup, benda-benda seperti bergerak hidup dan bernafas, halusinasi, memikirkan segala sesuatu tentang hidup sampai raibnya ego diri sendiri, hal ini lah yang membuat sebagian besar penggunanya seperti merasakan pengalaman yang religius.

(8)

yang terkandung didalamnya saja. Namun masyarakat yang hidup dalam

peradaban modern saat inilah yang justru menyalahgunakan hanya untuk sekedar rekreasi dan bersenang-senang yang akhirnya merusak nama Jamur ajaib ini.Tapi bagi mereka yang benar-benar paham betul konsekuensinya dan siap bertanggung jawab atas dirinya sendiri, Saya hanya bisa menyarankan perhatikan dosis

konsumsi, jangan mengkonsumsi ketika anda sedang terpuruk dalam hidup, tetap low-profile, tidak heboh dan selalu ditemani oleh keluarga atau seorang teman yang sehat dan bisa dipercaya untuk melindungi anda dari diri anda sendiri saat anda tidak sadar sedang melakukan hal bodoh.

Dalam surat kabar ini, tersangka mengedarkan Jamur tersebut berbentuk snack atau camilan jamur. Bagaimana jika ada konsumen yang membeli camilan tersebut, kemudian merasakan efek halusinasi setelah mengkonsumsi cemilan tersebut? Tentu sangat kasihan sekali para konsumen yang tidak tahu apa-apa tentang kandungan zat berbahaya yang terdapat pada snack itu. Sebenarnya yang diperlukan untuk meredam semua ini hanyalah regulasi dan edukasi, agar zat-zat yang sebenarnya bisa bermanfaat tidak disalahgunakan dan dikendalikan oleh masyarakat, lebih mudah diawasi secara ketat peredarannya daripada beredar secara liar dipasar gelap. Saya berharap sekali untuk warga Indonesia agar tidak memiliki ,menyebar luaskan, dan mengkonsumsi jamur tersebut. Semoga kasus ini menjadi kasus terakhir yang dialami di Indonesia.

Artikel 2.

Banjir Landa Dua Kabupaten di Lampung

Kompas, 27 Oktober 2017

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Hujan deras menyebabkan Sungai Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung, meluap, Kamis (26/10). Sedikitnya 11 desa yang tersebar di dua kabupaten di Lampung terendam banjir setinggi 2 meter.

Kedua kabupaten yang dilanda banjir itu adalah Kabupaten Pesawaran dan Tanggamus. Banjir terparah melanda enam desa di Kecamatan Punduh Pidada, Pesawaran. Di Kecamatan Marga Punduh, banjir melanda dua desa. Hingga Kamis malam, petugas masih mendata jumlah rumah yang terendam.

Camat Punduh Pidada Thamrin mengatakan, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur daerah itu selama 4 jam. Hujan deras itu menyebabkan Sungai

(9)

Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus. Selain merusak permukiman dan fasilitas umum, banjir juga menyebabkan jembatan penghubung antar- desa terputus.

Kepala Pos SAR Kabupaten Tanggamus Adi Ayang Syah mengatakan, akses jalan yang terputus membuat petugas kesulitan mengevakuasi warga dan menyalurkan bantuan logistik ke lokasi banjir. Untuk sampai ke Kecamatan Kelumbayan, tim SAR dan BPBD Tanggamus harus memutar melewati Kabupaten Pesawaran.

Tanggapan/opini:

Bila kita perhatinkan selama beberapa hari ini,sejumlah wilayah di Indonesia sedang mendapatkan suatu teguran berupa bencana alam banjr.

Intensitas hujan yang semakin tinggi diperkirakan sebagai salah satu faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya banjr di sejumlah wilayah di Indonesia. Tidak sedikit dari anggota masyarakat mengeluhkan hal ini. Aktivitas mereka terganggu, harta benda dan nyawa mereka pun terancam. Ada pula beberapa orang yang semakin menyalahkan Pemerintah karena tidak mampu menanggulangi

permasalahan banjir. Sadarkah bahwa mengeluh dan menyalahkan Pemerintah tidak akan membawa solusi?Sadarkah bahwa hal tersebut justru hanya akan memperbesar masalah?

Berdasarkan fakta tersebut dapat kita pelajari bahwa pada dasarnya banjir yang terjadi beberapa hari terakhir ini tidak luput dari aktivitas manusia. Perlu digarisbawahi bahwa pola hidup atau aktivitas manusia lah yang sebeanarnya sangat mempengaruhi kondisi lingkungan sekitar termasuk kondisi banjir yang dialami oleh sejumlah masyarakat di Indonesia saat ini. Tanpa disadari, banyak hal-hal kecil yang telah kita lakukan justru berdampak besar sehingga akhirnya merusak lingkungan sekitar. Perilaku buang sampah misalnya, bila hal ini dilakukan secara tidak benar seperti dengan membuang sampah ke sungai tentu pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas sungai itu sendiri.

Selain itu, bencana banjir ini tidak hanya mengganggu manusia, binatang pun tak luput dari ancaman. Berbagai binatang seperti tikus, kucing dan anjing dapat mati karena bencana ini. Bangkai binatang ini lebih lanjut dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya. Beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan di saat bencana banjir seperti infeksi saluran pencernaan, infeksi mata, infeksi pernapasan, infeksi kulit, bahkan infeksi otak dapat ditularkan lewat air. Penyakit infeksi saluran cerna dengan gejala demam, diare dan muntah sering ditularkan melalui air.

(10)

Raih Simpati Publik Jadi Strategi

JAKARTA, KOMPAS — Penegakan hukum yang menjunjung tinggi asas keadilan merupakan langkah paling ideal untuk meredam propaganda jaringan teroris. Pasalnya, strategi kontraterorisme sebenarnya merupakan perang untuk mendapatkan simpati public. Dalam orasi ilmiah pengukuhan Guru Besar Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kajian Kontraterorisme di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengatakan, ancaman terorisme atau yang lebih luas disebut insurgensi perlu ditangani secara tepat.

“Kunci utama untuk mengalahkan insurgent atau teroris adalah negara harus mampu merebut simpati publik, baik lokal maupun internasional. Untuk itu, negara harus memegang prinsip penggunaan kekuatan minimum untuk

menghindari korban masyarakat yang tidak perlu, sebab itu dapat mengakibatkan masyarakat antipati terhadap negara,” ujar Tito dalam orasi ilmiah berjudul “Peran Polri dalam Penanganan Teror di Indonesia”, Kamis (26/10), di Auditorium STIK, Jakarta.

Keputusan pengukuhan Tito sebagai guru besar ditandatangani Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir dengan Surat Keputusan Nomor 98876/A2.3/KP/2017 tertanggal 19 Oktober 2017. Acara pengukuhan dilakukan dalam sidang senat terbuka dipimpin Gubernur STIK Inspektur Jenderal Remigius Sigid Tri Harjanto. Pernyataan pengukuhan dilakukan Inspektur Jenderal Iza Fadri selaku perwakilan guru besar kepada senat akademik. Acara itu dihadiri Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Jaksa Agung HM Prasetyo, Ketua DPR Setya Novanto, Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin, sejumlah anggota Komisi III DPR, semua pejabat utama Polri, dan semua kepala kepolisian daerah.

Tito menjelaskan, kehadiran kelompok teroris pasca-Orde Baru tak semata untuk melakukan teror, tetapi juga melakukan insurgensi dengan taktik menyerang masyarakat. Taktik itu dilakukan karena mereka tidak memiliki kekuatan dan sumber daya sebanding dengan pemerintah. Dengan menyerang warga sipil, diharapkan wibawa dan legitimasi pemerintah runtuh. Untuk meraih simpati publik, Tito mengungkapkan, Polri sebagai aparat penegak hukum menggunakan kekuatan hukum yang taat aturan dan menghormati perlindungan hak asasi para tersangka teror. Langkah itu membuat publik menganggap pelaku teror adalah pelanggar hukum, bukan pejuang agama.

Tanggapan/opini:

Tanggapan saya untuk artikel ini yang mempermasalahkan tentang

(11)

selanjutnya yang timbul setelah tindakan terror baik yang berakibat fisik atau non fisik itu terjadi adalah rasa tidak aman dan nyaman serta bercampur dengan perasaan takut (traumatis) dalam diri seseorang atau masyarakat yang nantinya akan berlanjut pada dampak yang lebih luas lagi, seperti pada kehidupan ekonomi, sektor politik dan kedaulatan suatu Negara. Oleh karenanya tidak cukup hanya tindakan pencegahan dan penanggulangan yang dilakukan oleh pemerintah saja, akan tetapi juga dari pihak masyarakatnya pun turut serta dalam mencegah serta menanggulangi terorisme secara serius dan maksimal. Seharusnya antara

pemerintah dan masyarakat ada rasa satu kesatuan dalam mencegah maupun menangani terorisme agar terbentuk kekutan yang semakin besar dan maksimal sehingga hasilnya pun pasti akan maksimal pula.

Hal yang dapat dilkukan dalam rangka melawan teroris baik itu dari pihak pemerintah ataupun masyarakat bahkan seluruh aspek kehidupan yang ada diantaranya dengan memberikan pendidikan moral yang istimewa, dalam artian pendidikan yang dapat membentuk jiwa yang luhur, adil, bermoral, baik dan penuh cinta sehingga dapat menjamin bahwa mereka tidak akan pernah

mengacaukan kedamaian orang lain karena teroris adalah musuh dari kedamaian. Oleh karenanya dengan membentuk karakter dan jiwa para penerus perjuangan bangsa kita menjadi penerus yang bermoral, berbudi luhur, berkepribadian baik, cinta damai dan memiliki jiwa yang bertanggung jawab serta mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi terlebih-lebih mengamalkan nilai-nilai-nilai-nilai ketuhanan.

Dimanapun kedamaian dikacaukan, lakukan tukar pikiran dan pendapat dengan pelaku kejahatan yang terjadi dalam artian bukan kita ikut campur atau ingin ikut serta dalam kelompok mereka, akan tetapi tujuanya yaitu untuk merubah jalan hidup yang telah atau sedang mereka tempuh, dan dengan do’a yang tulus untuk mereka agar dapat diberi petunjuk menuju jalan yang benar. Apabila dengan jalan tukar pikiran dan argument tersebut gagal, maka dengan menggabungkan seluruh kekuatan dengan semua orang baik untuk bertempur dengan para pembuat kekacauan tersebut hingga tidak ada lagi istilah “kekacauan” terjadi, yang ada yaitu unkapan “damai” dimana-mana, tetapi hal tersebut tetap harus dilakukan dengan ketentuan-ketentuan keadilan.

2.3 Kesalahan Kebahasaan dalam Surat Kabar KOMPAS 27 Oktober 2017

1. Anonym (2017:1) dalam artikel yang berjudul “Tragedi di Kosambi” terdapat kalimat sebagai berikut:

(12)

Penulisan yang benar adalah |sepuluh| ,karena lambang bilangan dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis huruf.

Jadi kalimat yang benar adalah Dari jumlah korbanyang sudah dievakuasi dari lokasi, masih tersisa sepuluh pegawai yang belum ditemukan.

2. Anonym (2017:2) dalam artikel yang berjudul “Suap Jual-Beli Jabatan Terus Terjadi” terdapat kalimat sebagai berikut:

KPK mengimbau praktik korupsi terkait perekrutan , promosi, mutasi dan pengelolaan managemen pegawai negeri sipil di lingkungan daerah harus

diberhentikan. Dalam kalimat tersebut, kata |managemen| salah penulisan. Penulisan yang benar adalah |manajemen|, karena kata managemen tersebut berasal dari bahasa asing penyerapan yang salah.

Jadi kalimat yang benar adalah KPK mengimbau praktik korupsi terkait perekrutan , promosi, mutasi dan pengelolaan manajemen pegawai negeri sipil di lingkungan daerah harus diberhentikan.

3. Anonym (2017:18) dalam artikel yang berjudul “Surplus 6,3 Juta Ekor Bibit Ayam ” terdapat kalimat sebagai berikut:

Selama oktober 2017, realisasi pengurangan setidaknya mencapai 6,5 juta butir telur siap tetas atau setara 5,2 juta ekor indukan. Dalam kalimat tersebut, kata |oktober| salah penulisan. Penulisan yang benar adalah |Oktober|, karena nama bulan selalu diawali dengan huruf besar.

Jadi kalimat yang benar adalah Selama Oktober 2017, realisasi

pengurangan setidaknya mencapai 6,5 juta butir telur siap tetas atau setara 5,2 juta ekor indukan.

4. Arif Budiman (2017:18) dalam artikel yang berjudul “Angkutan Logistik Melalui Laut Menghadapi Kendala ” terdapat kalimat sebagai berikut:

Untuk mendatangkan kapal roro yang sesuai dengan angkutan truk, pelayaran harus membeli kapal, tidak bisa menyewa karena terkena asas cabotage. Dalam kalimat tersebut, kata |cabotage| salah penulisan. Penulisan yang benar adalah |cabotage |, karena cabotage adalah bahasa asing yang harus ditulis dengan garis miring.

(13)

5. Ahmad Maulana (2017:19) dalam artikel yang berjudul “Kebutuhan Rumah Bisa Ditopang ” terdapat kalimat sebagai berikut:

Dengan harga yang terjangkau, di harapkan lebih banyak orang yang dapat membeli rumah. Dalam kalimat tersebut, kata |di harapkan| salah penulisan. Penulisan yang benar adalah | diharapkan|, karena kata setelah “di” harus di gabung kecuali kata “di” untuk tempat.

Jadi kalimat yang benar adalah Dengan harga yang terjangkau, diharapkan lebih banyak orang yang dapat membeli rumah.

6.Budi Mulya (2017:20) dalam artikel yang berjudul “Pertamina Diharapkan Lebih Efisien ” terdapat kalimat sebagai berikut:

Ongkos distribusinya (diwilayah terpencil) lebih tinggi daripada di Jawa. Dalam kalimat tersebut, kata |diwilayah| salah penulisan. Penulisan yang benar adalah | di wilayah|, karena kata depan “di” ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Jadi kalimat yang benar adalah Ongkos distribusinya (di wilayah terpencil) lebih tinggi daripada di Jawa.

7. Budiharto Widodo (2017:20) dalam artikel yang berjudul “Pengusaha Swasta Ingin Peran Lebih Besar” terdapat kalimat sebagai berikut:

Presiden didampingi setidaknya 10 menteri. Dalam kalimat tersebut, kata | 10| salah penulisan. Penulisan yang benar adalah | sepuluh|, karena lambang bilangan dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis huruf.

Jadi kalimat yang benar adalah Presiden didampingi setidaknya sepuluh menteri.

8. Herman Wibowo (2017:22) dalam artikel yang berjudul “Tarif Tol Cipali Naik Mulai 30 Oktober” terdapat kalimat sebagai berikut:

Jumlah ini dapat meningkat lebih dari 2x lipat pada puncak arus mudik. Dalam kalimat tersebut, kata |2x| salah penulisan. Penulisan yang benar adalah | dua kali|,karena dalam ejaan Bahasa Indonesia yang benar, setiap kata tidak boleh disingkat-singkat.

Jadi kalimat yang benar adalah Jumlah ini dapat meningkat lebih dari dua kali lipat pada puncak arus mudik.

(14)

5 terpidana itu divonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palu pada Oktober 2012. Dalam kalimat tersebut, kata |5| salah penulisan. Penulisan yang benar adalah |lima|, karena lambang bilangan dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis huruf.

Jadi penulisan yang benar adalah Lima terpidana itu divonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palu pada Oktober 2012.

10. Lukman Arif (2017:34) dalam artikel yang berjudul “Abai Standar Profesional” terdapat kalimat sebagai berikut:

Posisi banding hanya dimaksudnkan untuk menguji kembali dokumen dokumen yang telah dikirim. Dalam kalimat tersebut, kata |dokumen dokumen| salah penulisan. Penulisan yang benar adalah |dokumen-dokumen|,karena kata yang banyak atau kata yang diulang harus menggunakan tanda strip (-)

Jadi kalimat yang benar adalah Posisi banding hanya dimaksudnkan untuk menguji kembali dokumen-dokumen yang telah dikirim.

BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan

Simpulan yang dapat dipapatrkan pada bab ini adalah berupa simpulan dari bab analisis, yaitu bab kedua. Simpulan yang dimaksud adalah sebagai berikut.

1) Dalam surat kabar KOMPAS edisi 27 Oktober 2017 ini terdapat 11 rubbrik dengan 81 artikel.

2) Dalam surat kabar edisi 27 Oktober 2017 terdapat tiga artikel penting.

3) Dalam surat kabar ini banyak sekali terdapat kesalahan bahada yang berupa kesalahan kalimat, kesalahan diksi, dan kesalahan ejaan.

(15)

Saran yang ingin saya kemukakan dalam kesempatan ini adalah sebagai berikut.

Untuk membina dan menyebarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar, diharapkan agar pihak media massa menempatkan penyunting yang andal pada penanganan ejaan, diksi, dan kalimat.

DAFTAR PUSTAKA

Anonym . 2017. “Jamur Kotoran Sapi “Ngetren” Lagi”. Dalam Surat Kabar KOMPAS. 27 Oktober. Jakarta

Defrianto, Ahmad . 2017. “Banjir Landa Dua Kabupaten di Lampung”. Dalam Surat Kabar KOMPAS. 26 Oktober. Lampung

Reza, Muhammad. 2017. “Raih Simpati Publik Jadi Strategi”. Dalam Surat Kabar KOMPAS. 27 Oktober. Jakarta

Anonym. 2017. “Tragedi di Kosambi”. Dalam Surat Kabar KOMPAS. 27 Oktober. Jakarta

Anonym. 2017. “Suap Jual-Beli Jabatan Terus Terjadi”. Dalam Surat Kabar KOMPAS. 27 Oktober. Jakarta

Anonym. 2017. “Surplus 6,3 Juta Ekor Bibit Ayam”. Dalam Surat Kabar KOMPAS. 27 Oktober. Jakarta

(16)

Maulana, Ahmad. 2017. “Kebutuhan Rumah Bisa Ditopang”. 26 Oktober. Jakarta: Kompas.

Budi, Mulya. 2017. “Pertamina Diharapkan Lebih Efisien”. Dalam Surat Kabar KOMPAS. 27 Oktober. Jakarta

Widodo, Budiharto. 2017. “Pengusaha Swasta Ingin Peran Lebih Besar” Dalam Surat Kabar KOMPAS. 27 Oktober. Jakarta

Wibowo, Herman. 2017. “Tarif Tol Cipali Naik Mulai 30 Oktober”. Dalam Surat Kabar KOMPAS. 27 Oktober. Jakarta

Mushalin, Arifin. 2017. “5 Terpidana Dieksekusi”. Dalam Surat Kabar KOMPAS. 27 Oktober. Jakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Radiografi ekstra oral adalah gambaran yang dihasilkan dari gigi geligi tetapi fokusnya terletak pada rahang dan tengkorak yang digunakan untuk melihat gigi yang impaksi, memantau

sekam padi dan frekuensi penyiraman tidak berpengaruh meningkatkan tinggi tanaman 2- 12 MST, diameter batang 3-12 MST, jumlah daun, total luas daun, bobot basah

sebuah harga memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap citra merek. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa, semakin baik harganya

Bidan melakukan pemeriksaan subjektif yaitu menanyakan keluhan ibu, melakukan pemeriksaan objektif berupa vital sign dan berat badan, kemudian bidan melakukan

Lalu pilih tipe word art yang akan kita gunakan, dan kemudian akan muncul tempat untuk kita dapat menuliskan teks word art yang ingin kita sisipkan

Kehadiran lereng di Tambang Muara Tiga Besar Utara akan berbahaya terhadap pekerja dan kendaraan mekanis, karena tanah/batuan kemungkinan akan mengalami longsor

Teaching factory yang dimaksud dalam modul ini ialah pembelajaran yang menghasilkan suatu produk, sedangkan integrasi konteks kejuruan yang dimaksud pada modul ini

Teknik analisis data yang digunakan menghitung Tingkat Pengembalian Saham Individu (Ri), menghitung Tingkat Pengembalian Bebas Risiko (Rf), menghitung Tingkat