Hubungan Tujuan Pembelajaran dan Taksonomi Bloom NUR ANISA (1506584)
PGSD/FIP
Dalam proses kegiatan belajar dan pembelajaran kurikulum diperlukan untuk merencanakan kegiatan pemblajaran yang akan dilaksanakan agar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran ini berupa kompetensi inti dan kompetensi dasar. Kompetensi ini masih berupa konsep yaitu gambaran secara umum. Dalam mencapai kompetensi ini dibutuhkan indikator. Indikator yang berbentuk operasional. Operasional merupakan cara kerja atau petunjuk dengan menggunakan kata kerja. Jadi, indikator diperlukan untuk mencapai kompetensi.
Kompetensi dan indikator ini mencakup 3 ranah. Menurut Bloom (dalam Raihani, 2007, hlm. 173) Pendidikan harus mampu mengembangkan aspek kognitif, afektif, psikomotor. Pertama, aspek kognitif adalah aspek pengetahuan. Dalam aspek kognitif terdapat lima ranah yaitu memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi. Lima ranah tersebut adalah untuk mencapai metakognisi atau berfikir tingkat tinggi. Sehingga diharapkan peserta didik mampu dalam mencapai lima ranah dalam aspek kognitif tersebut. Kedua, aspek afektif berupa pendapat, sikap atau nilai. Dalam aspek ini terdapat lima karakter yakni menerima, menanggapi, menilai, mengorganisasi, dan menjadi karakter. Ketiga, aspek psikomotor yang berhubungan denga kemampuan dan keterampilan.
Daftar Pustaka
Permendikbud No. 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
Raihani. (2007). Education reforms in Indonesia in the twenty-first century. International Education Journal, 8 (1), hlm. 172-183.
Rukmini, E, (2008). Revisi Taksonomi Bloom. [Online] diakses dari http://journal.uny.ac.id/index.php/mip/article/viewFile/7132/6155
Samsudin, A. () Aspek-Aspek Penilaian (Ranah Kognitif, Afektif, & Psikomotor). [Online] diakses dari