Pelaksanaan Kegiatan Bank Dalam Penghimpunan Dana Masyarakat Pada Pt Bank Tabungan Negara (Persero) TBK Kantor Cabang Medan

Teks penuh

(1)

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

A.Sejarah Perusahaan

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau yang lebih dikenal dengan nama

Bank BTN (selanjutnya disebut Perseroan) memiliki sejarah yang sangat panjang

di industry perbankan di Indonesia. Perseroan telah berdiri sejak tahun 1897

dengan nama Postspaarbank. Di era kemerdekaan, tepatnya tahun 1950

Pemerintah Republik Indonesia mengubah nama Postspaarbank menjadi Bank Tabungan Pos, dan kemudian berganti nama lagi menjadi Tabungan Negara pada

tahun 1963.

Pada tahun 1974, Perseroan ditunjuk Pemerintah sebagai satu-satunya

institusi yang menyalurkan Kredit Pemilik Rumah (KPR) bagi golongan

masyarakat menengah ke bawah, sejalan dengan program Pemerintah yang tengah

menggalakkan program perumahan untuk rakyat. Tahun 1976 Perseroan

melakukan realisasi KPR pertama kali di Perumahan Tanah Mas Kota Semarang.

Di tahun 1994 Perseroan mendapatkan izin operasi sebagai Bank Devisa. Tahun

2002 Perseroan ditunjuk sebagai bank komersial yang fokus pada pembiayaan

rumah.

Tahun 2009 merupakan awal Perseroan beroperasi sebagai bank komersial

dan menerbitkan obligasi untuk pertama kalinya. Perseroan mencatatkan saham

perdana pada 17 Desember 2009 di Bursa Efek Indonesia dan menjadi bank

pertama di Indonesia yang melakukan sekuritisasi aset melalui pencatatan

(2)

Bank yang fokus pada pembiayaan perumahan, Perseroan berkeinginan untuk

membantu masyarakat Indonesia dalam mewujudkan impian mereka untuk

memiliki rumah idaman.

Keinginan ini ditunjukkan dengan konsistensi selama lebih dari enam

dekade, dalam menyediakan beragam produk dan layanan di bidang perumahan,

terutama melalui KPR, baik KPR Subsidi untuk segmen menengah kebawah

maupun KPR Non Subsidi untuk segmen menengah keatas. Sebagai Bank yang

fokus pada pembiayaan perumahan, Perseroan juga sukses meningkatkan

posisinya menjadi peringkat ke-10 bank terbesar di Indonesia dari segi aset serta

penyaluran kredit. Dengan tujuan memberikan hasil terbaik kepada para

pemangku kepentingan, Perseroan senantiasa konsisten dalam menekankan

fokusnya sebagai pemimpin pembiayaan perumahan, Perseroan bercita-cita

menjadi The Leading Housing Bank in Indonesia with World Class Service. Saat ini, Perseroan fokus pada pembiayaan sektor perumahan melalui tiga produk

utama, yakni perbankan konsumer, perbankan komersial, dan perbankan syariah.

Pada tahun 2015 Perseroan berperan penting dalam membantu program

Pemerintah: Sejuta Rumah Untuk Rakyat, Perseroan telah ditunjuk sebagai salah

satu Bank yang mendukung program pemerintah melalui pembiayaan KPR.

Sebagai upaya mendorong percepatan Program Sejuta Rumah, di tahun

2016 Perseroan terus menggenjot supply dan demand untuk KPR, diantaranya

dengan mempermudah pembiayaan bagi pengembang untuk kredit konstruksi

maupun pencairan KPR, memberikan kemudahan pembiayaan kepada para

(3)

Tahun 2016 merupakan tahun pertama Perseroan memasuki transformasi

Tahap II, yaitu periode digital banking. Perseroan telah mengembangkan berbagai

produk dan menambah layanan digital berbasis digital seperti mobile BTN,

internet banking, dan cash management dengan melaunching pembukaan kantor layanan masa depan “Bank BTN Digital Lounge” yang dimaksudkan untuk

meningkatkan kecepatan layanan serta volume bisnis Perseroan. Digital lounge

merupakan konsep layanan berbasis teknologi yang mengintegrasikan dan

mengedepankan teknologi guna menciptakan customer experience yang cepat,

simple serta memberikan kemudahan sekaligus menjadi solusi bagi nasabah.

B.Visi dan Misi

Setiap perusahaan memiliki visi dan misi yang akan dicapai. Adapun visi

dan misi Bank Tabungan Negara adalah sebagai berikut:

1. Visi

Menjadi Bank yang Terdepan dalam Pembiayaan Perumahan.

2. Misi

2.1.Memberikan pelayanan unggul dalam pembiayaan perumahan dan

industri terkait, pembiayaan konsumsi, dan usaha kecil menengah.

2.2.Meningkatkan keunggulan kompetitif melalui inovasi pengembangan

produk, jasa, dan jaringan strategis berbasis teknologi terkini.

(4)

2.4.Melaksanakan manajemen perbankan sesuai dengan prinsip kehati-hatian

dan Good Corporate Governance untuk meningkatkan Shareholder Value.

2.5.Mempedulikan kepentingan masyarakat dan lingkungannya.

C.Stuktur Organisasi

Struktur organisasi perusahaan merupakan pencerminan kebijaksanaan yang

dilakukan guna mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Struktur organisasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor

Cabang Medan terbagi atas bagian. Hal ini dapat dilihat pada bagan struktur

organisasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Medan pada

(5)

Gambar 2.1

Struktur Organisasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Medan

(6)

D.Uraian Pekerjaan

Adapun tugas dan wewenang masing-masing jabatan pada PT Bank

Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Medan adalah sebagai berikut:

1. Branch Manager

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

1.1.Mencapai tingkat efisiensi operasional disemua bidang.

1.2.Mencapai tingkat pengembangan sumber daya manusia yang merata yang

mempunyai integritas, profesionalisme, dan motivasi yang tinggi.

1.3.Bertanggung jawab atas penerapan prinsip mengenal nasabah (PBI

No.3/10/PBI/2001).

1.4.Bertanggung jawab atas penetapan target dana, kredit dan feebased, dan penetapan anggaran cabang secara keseluruhan.

1.5.Memutuskan peningkatan share market dana, kredit dan feebased income

berdasarkan potensi yang ada.

1.6.Membina hubungan baik dengan pihak internal dan eksternal yang terkait dengan operasional dan bisnis bank.

2. Secretary

Adapun tugas utama dari secretary adalah melaksanakan kesekretariatan Kepala Cabang meliputi:

(7)

2.2.Memproses administrasi notula rapat (registrasi dan pengarsipan) baik

dengan pihak intern maupun ekstern.

2.3.Memproses administrasi surat masuk kepada Kantor Cabang.

2.4.Memproses administrasi penyampaian semua surat keluar yang

ditandatangani oleh Kepala Cabang.

2.5.Membantu manajemen dalam berkomunikasi dengan semua pihak

termasuk semua pihak eksternal di Kantor Cabang.

3. Deputi Branch Manager Supporting

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

3.1.Memastikan terselenggaranya fungsi Operasional di Kantor Cabang.

3.2.Memastikan terselenggaranya fungsi Accounting dan Control di Kantor Cabang.

3.3.Memastikan terselenggaranya fungsi Collection dan Workout di Kantor Cabang.

3.4.Membina hubungan baik dengan pihak internal dan eksternal yang terkait

dengan operasional dan bisnis bank.

4. Deputi Branch Manager Consumer (DBM Business)

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

4.1.Melakukan koordinasi pencapaian target dana dan kredit konsumer

termasuk evaluasi secara periodik.

(8)

4.3.Menciptakan iklim kerja yang kondusif.

4.4.Mencari dan memberikan masukan serta informasi yang mendukung

aktivitas pekerjaannya.

5. Deputi Branch Manager Commercial (DBM Business)

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

5.1.Membuat usulan rencana kerja serta anggaran bidang kerjanya.

5.2.Melakukan koordinasi pencapaian target dana dan kredit komersial

termasuk evaluasi secara periodik.

5.3.Membuat usulan kebutuhan sarana dan prasarana dalam rangka

mendukung aktivitas di bidang kerjanya sesuai dengan ketentuan yang

berlaku.

5.4.Membina hubungan baik dengan pihak internal dan eksternal yang terkait

dengan operasional dan bisnis bank

6. Mortgage & Consumer Lending Unit

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

6.1.Pencapaian target marketing dan realisasi kredit konsumer (mortgage and consumer lending).

6.2.Pembuatan laporan hasil pencapaian target kredit konsumer.

6.3.Melakukan koordinasi pelaksanaan proses bisnis kredit konsumer di

(9)

6.4.Membuat usulan kebutuhan sarana dan prasarana dalam rangka

mendukung aktivitas di bidang kerjanya sesuai dengan ketentuan yang

berlaku.

7. Mortgage & Consumer Loan Marketing

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

7.1.Bertanggung jawab atas usulan rencana pencapaian target kredit

konsumer.

7.2.Bertanggung jawab atas pelaksanaan program pemasaran dan penjualan

untuk pencapaian target kredit konsumer.

7.3.Bertanggung jawab atas tercapainya target kredit konsumer.

7.4.Membina hubungan baik dengan pihak internal dan eksternal yang terkait dengan operasional dan bisnis bank.

8. Consumer Loan Service

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

8.1.Bertanggung jawab atas pelayanan kredit konsumer.

8.2.Bertanggung jawab atas kelengkapan dan kebenaran data permohonan

kredit consumer.

8.3.Bertanggung jawab atas pelaksanaan Quality Service Level.

(10)

9. Consumer Loan Analyst

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

9.1.Bertanggung jawab menghasilkan kredit konsumer yang berkualitas.

9.2.Bertanggung jawab atas Quality Service Level (QSL).

9.3.Membina hubungan baik dengan pihak internal dan eksternal yang terkait

dengan operasional dan bisnis bank.

9.4.Mencari dan memberikan masukan serta informasi yang mendukung

aktivitas pekerjaannya.

10. Commercial Small & Medium Lending Unit

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

10.1.Pencapaian target marketing dan realisasi commercial lending.

10.2.Menggunakan dan mengelola anggaran promosi dalam rangka

pencapaian target commercial lending.

10.3.Pembuatan laporan hasil pencapaian target commercial lending.

10.4.Menciptakan iklim kerja yang kondusif.

11.Relationship Management

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

11.1.Bertanggung jawab mencari nasabah baru yang berpotensi meningkatkan

(11)

11.2.Bertanggung jawab atas tercapainya target kredit komersial.

11.3.Bertanggung jawab meningkatkan hubungan bisnis yang saling

menguntungkan dengan nasabah.

11.4.Bertanggung jawab atas pelayanan kredit program kemitraan.

12.Commercial Loan Analyst

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

12.1.Menghasilkan kredit komersial yang berkualitas.

12.2.Merekam data aplikasi kredit komersial pada sistem.

12.3.Melakukan analisa kredit komersial.

12.4.Memastikan proses administrasi dan dokumentasi kredit sesuai dengan

ketentuan.

13.Consumer & Commercial Funding Unit

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

13.1.Mengoptimalkan pengelolaan fungsi petugas marketing dan selling atas

produk dana komersial.

13.2.Bertanggung jawab atas strategi penjualan untuk pencapaian target dana

komersial.

13.3.Bertanggung jawab atas usulan rencana pencapaian target dana

komersial.

13.4.Bertanggung jawab atas report hasil pencapaian target customer service

(12)

14.Government & Corporate Commercial Fund Marketing

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

14.1.Melakukan dan mengelola fungsi petugas marketing dan selling atas produk dana komersial segmen government dan private corporate.

14.2.Pencapaian atas pembuatan target dana komersial segmen government

dan private corporate.

14.3.Pembuatan laporan hasil pencapaian target dana komersial segmen

government dan private corporate.

14.4.Pemberian quality service level terhadap nasabah prima dana komersial

segmen government dan private corporate.

15.Educational & Others Commercial Fund Marketing

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

15.1. Melakukan dan mengelola fungsi petugas marketing dan selling atas produk dana komersial segmen educational institution and others.

15.2. Pencapaian atas pembuatan target dana komersial segmen educational

institution and others.

15.3. Penggunaan anggaran promosi dalam rangka pencapaian target dana

komersial segmen educational institution and others.

(13)

16.RM Bisnis Pos

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

16.1. Membuat usulan rencana kerja serta anggaran bidang kerjanya sesuai

ketentuan yang berlaku.

16.2. Bertanggung jawab atas strategi penjualan untuk pencapaian target dana

konsumer.

16.3. Bertanggung jawab atas usulan rencana pencapaian target dana

konsumer.

16.4. Bertanggung jawab atas monitoring dan evaluasi hasil selling service

untuk dana konsumer.

17.Post Office Alliance

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

17.1. Membuat usulan rencana kerja serta anggaran bidang kerjanya sesuai

ketentuan yang berlaku.

17.2. Pencapaian atas pembuatan target dana dan layanan yang menggunakan

jaringan Kantor Pos.

17.3. Pencapaian target dana dan layanan yang menggunakan jaringan Kantor

Pos.

17.4. Penggunaan anggaran promosi dalam rangka pencapian target dana dan

(14)

17.5. Pembuatan laporan hasil pencapaian target dana dan layanan yang

menggunakan jaringan Kantor Pos.

18.Consumer Funding Mark

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

18.1. Membuat usulan rencana kerja serta anggaran bidang kerjanya sesuai

ketentuan yang berlaku.

18.2. Pencapaian atas pembuatan target dana konsumer (non Kantor Pos).

18.3. Pembuatan laporan hasil pencapaian target dana konsumer (non Kantor

Pos).

18.4. Bertanggung jawab atas pemberian quality service level terhadap nasabah prima dana konsumer (non Kantor Pos).

19.Customer Care Unit

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

19.1. Memastikan pelaksanaan penerapan prinsip mengenal nasabah di

Kantor Cabang.

19.2. Melakukan supervisi atas pemberian informasi kepada nasabah.

19.3. Melakukan supervisi terhadap layanan administrasi produk dana dan

jasa.

(15)

20.Service Assurance Staff

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

20.1. Melakukan pengukuran dan peningkatan Quality Service Level terhadap nasabah untuk outlet di bawah Kantor Cabang serta melakukan

pelaporan Quality Service Level kepada unit terkait di Kantor Pusat.

20.2. Melakukan pengukuran Quality Service Level terhadap nasabah untuk

outlet dibawah Kantor Cabang.

20.3. Menindaklanjuti peningkatan Quality Service Level terhadap nasabah untuk outlet dibawah Kantor Cabang.

20.4. Membuat pelaporan Quality Service Level kepada unit terkait di Kantor

Pusat.

21.Customer Service

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

21.1. Memberikan informasi kepada nasabah.

21.2. Melakukan pemantauan rekening dan transaksi nasabah yang

mencurigakan.

21.3. Melaksanakan penerapan prinsip mengenal nasabah di Kantor Cabang.

21.4. Melakukan pelayanan Pemantauan Saldo rekening.

22.Operation Unit

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

22.1. Melakukan supervisi atas fungsi Teller Service.

(16)

22.3. Mencari dan memberikan masukan serta informasi yang mendukung

aktivitas pekerjaannya.

22.4. Membuat usulan kebutuhan sarana dan prasarana dalam rangka

mendukung aktivitas di bidang kerjanya sesuai dengan ketentuan yang

berlaku.

23.Teller Service Sub Unit

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

23.1. Bertanggung jawab terhadap fungsi supervisi dan fungsi otorisasi sesuai

batas kewenangan atas seluruh proses pekerjaan yang dilakukan oleh

Teller dan Vault Officer.

23.2. Melakukan supervisi atas proses transaksi di loket.

23.3. Melakukan perhitungan batas minimum dan batas maksimal kas.

23.4. Melakukan supervisi dan berkoordinasi dengan unit lain atas transaksi

non loket.

24.Teller

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

24.1. Melakukan fungsi pelayanan transaksi loket (tunai dan non tunai),

penerapan Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan

Terorisme (PPT).

(17)

24.3. Melayani transaksi angsuran KPR dan Non KPR.

25.Vault

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

25.1. Melakukan fungsi pengelolaan kas kantor cabang.

25.2. Membuat usulan rencana kerja serta anggaran bidang kerjanya sesuai

ketentuan yang berlaku.

25.3. Melakukan pengelolaan administrasi kas besar.

25.4. Melakukan pengelolaan permintaan uang dan penyetoran uang.

26.General Administration Sub Unit

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

26.1. Melakukan supervisi atas proses pengelolaan absensi, penilaian,

perencanaan pengembangan, administrasi data, gaji, tunjangan,

pensiunan yang berhubungan dengan pegawai, alat tulis kantor, sewa

kenderaan, sewa rumah dinas pejabat, sewa gedung kantor, materai

tempat, materai teraan, dan sebagainya.

26.2. Melakukan supervisi atas proses administrasi cuti, penyesuaian gaji

pegawai, administrasi PKL, pajak karyawan, administrasi pembinaan

disiplin pegawai, pengadaan aktiva tetap, dan pengadaan barang

inventaris kantor.

26.3. Melakukan supervisi atas proses pengelolaan administrasi tenaga

(18)

27.Human Capital Support

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

27.1. Bertanggung jawab terhadap penatausahaan kepegawaian di Kantor

Cabang.

27.2. Memproses invantarisasi kebutuhan pelatihan bagi pegawai.

27.3. Bertanggung jawab terhadap akurasi dan kelengkapan hasil entry data kepegawaian serta proses administrasi MESA atau MESOP.

28.Logistic Support

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

28.1. Bertanggung jawab terhadap penatausahaan logistik di Kantor Cabang.

28.2. Bertanggung jawab terhadap administrasi inventaris seperti

perlengkapan kantor, kenderaan, gedung, dan kelengkapannya.

28.3. Memproses pendistribusian buku tabungan, bilyet cek, bilyet giro,

bilyet deposito dan kartu ATM.

29.Transaction Processing Sub Unit

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

29.1. Melakukan supervisi atas kebenaran proses maintenance KPR, Non

KPR, dan Kredit Umum.

29.2. Melakukan supervisi atas kebenaran proses biaya Pra Realisasi dan

(19)

29.3. Melakukan supervisi atas kebenaran proses Inkaso Rupiah,

Administrasi Transfer Valas (telegraphic transfer), kiriman uang (KU)

transaksi ATM, RTGS, Inventory surat berharga dan transaksi lainnya.

30.Clearing

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

30.1. Memproses penyerahan warkat ke BI dan penerimaan warkat dari BI

atau bank yang ditunjuk sebagai tempat kliring.

30.2. Memproses Encode warkat CN, Warkat Bilyet Giro serta Cek, transmit

data CN, dan warkat bank lain pada system kliring BI.

30.3. Memproses permintaan buku cek dan bilyet giro baik dari KC, KCP,

Kankas, dan memproses surat rehabilitasi giran Black List. 31.Transaction Processing & IT Support

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

31.1. Memproses pembayaran biaya-biaya pemindahbukuan, pembayaran

untuk pegawai, dan pembayaran Annual Fee untuk Real Cash.

31.2. Memproses pencetakan Report Cash in Cash Out.

31.3. Melakukan transaksi dan pengelolaan administrasi pajak, proses entry

laporan pajak ke sistem, dan mengelola rekonsiliasi dan konfirmasi

pajak.

32.Loan Administration & Document Sub Unit

(20)

32.1. Melakukan supervisi dan memeriksa proses rekonsiliasi SL-GL yang

terkait dengan Loan Administration.

32.2. Melakukan supervisi dan memeriksa proses pemeliharaan master ID

Kolektor untuk pembayaran kolektif KPR kemudian menginformasikan

ke unit kerja terkait untuk ditindaklanjuti.

32.3. Melakukan supervisi dan memeriksa proses maintenance dalam rangka restrukturisasi kredit di sistem (Loan Function Maintenance).

33.Loan Administration

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

33.1. Bertanggung jawab terhadap pelaksaaan OTS (kelayakan usaha dan

penghasilan) calon debitur.

33.2. Bertanggung jawab terhadap pelaksaan taksasi nilai dan kehandalan

agunan (LPA atau melalui jasa appraisal).

33.3. Bertanggung jawab terhadap proses pengelolaan pencairan dana

jaminan dan maintenance data.

34.Loan Document

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

34.1. Bertanggung jawab terhadap penatausahaan, penyusunan, dan

(21)

34.2. Bertanggung jawab terhadap penatausahaan dokumen kredit di sistem

(document tracking).

34.3. Bertanggung jawab terhadap pelayanan pengambilan, peminjaman dan

pengembalian dokumen kredit.

35.Accounting Control Unit

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

35.1. Memastikan keakurasian dan ketepatan laporan keuangan Kantor

Cabang dan Kantor Cabang Pembantu.

35.2. Bertanggung jawab atas pencetakan laporan keuangan Kantor Cabang.

35.3. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kontrol dan laporan penyelesaian

pengaduan nasabah.

35.4. Membina hubungan baik dengan pihak internal dan eksternal yang

terkait dengan operasional dan bisnis bank.

36.Accounting & Reporting

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

36.1. Bertanggung jawab atas rekonsiliasi.

36.2. Bertanggung jawab terhadap penyelesaikan suspense dan selisih akibat

system.

36.3. Melaksanakan pembuatan dan penyampaian laporan keuangan dan

laporan manajemen Kantor Cabang.

(22)

37.Verifying

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

37.1. Bertanggung jawab dalam mengkoordinir tindak lanjut hasil

pemeriksaan ekstern maupun intern.

37.2. Melakukan control atas penyelesaian pengaduan nasabah.

37.3. Menyampaian laporan penanganan dan penyelesaian pengaduan

nasabah ke Unit Penyelesaian Pengaduan Nasabah di Kantor Pusat.

37.4. Melakukan pengawasan terhadap operasional pengelolaan kas dan

inventaris Kantor Cabang dan jaringan Kantor dibawahnya.

38. Consumer Collection & Remedial Unit

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

38.1. Menetapkan usulan rencana kerja dan anggaran bidang kerjanya sesuai

ketentuan yang berlaku.

38.2. Mengkoordinasi pelaksanaan kegiatan penagihan debitur menunggak

terutama di Early Bucket dan Middle Bucket yang berperan membantu

Branch Manager dalam proses monitoring kegiatan penagihan Early Bucket dan Middle Bucket.

38.3. Memberikan masukan rekomendasi terkait perbaikan kualitas portofolio

kepada Branch Manager dan Area Collection Head sesuai dengan

(23)

38.4. Melakukan komunikasi secara periodic ke semua stakeholdernya yang

setidaknya adalah Branch Manager, DBM Support, Area Collection Manager, Team Leader, dan MIS Admin.

38.5. Menyelenggarakan acara evaluasi/review portofolio dan

penanganannya baik secara mingguan ataupun bulanan.

38.6. Memimpin dan memotivasi seluruh Skip Tracer, Skip Tracer Coordinator, Field Collecttor, dan Team Leader Field Collector yang

ada di Cabang agar menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara

optimal.

38.7. Mengelola dan mengendalikan risiko yang berada dalam lingkup

kerjanya.

38.8. Mengusulkan dan melaporkan kebutuhan serta penggunaan sarana dan

prasarana dalam rangka mendukung aktivitas di bidang kerjanya sesuai

dengan ketentuan yang berlaku.

39. Team Leader

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

39.1. Menetapkan usulan rencana kerja dan anggaran bidang kerjanya sesuai

ketentuan yang berlaku.

39.2. Mengusulkan strategi dan perencanaan kerja aktifitas penanganan Field Collector dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Perusahaan

(24)

39.3. Mengkoordinasi dan mengevaluasi pelaksanaan aktivitas Field Collector.

40.Skip Tracer Coordinator

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

40.1. Menetapkan usulan rencana kerja dan anggaran bidang kerjanya sesuai

ketentuan yang berlaku.

40.2. Mengusulkan strategi dan perencanaan kerja aktivitas penanganan Skip

Tracer dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Perusahaan Tahunan di Wilayah.

40.3. Melakukan pertemuan dengan pihak internal dan eksternal yang terkait

dengan operasional dan bisnis bank.

40.4. Memonitor dan mengevaluasi hubungan bisnis dengan pihak internal

dan eksternal.

41.Skip Tracer

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

41.1. Menetapkan usulan rencana kerja dan anggaran bidang kerjanya sesuaI

ketentuan yang berlaku.

41.2. Melakukan penagihan untuk akun yang telah dieskalasi dari Desk Call

dengan Coll 2.1 hingga 2.3 sesuai dengan job assignment yang

diberikan oleh coordinator dengan cara kunjungan (visit) dan melakukan identifikasi permasalahan debitur yang menunggak.

41.3. Melaporkan hasil penagihan baik melalui sistem I-Collection atau

(25)

41.4. Melaporkan ke atasan jika menemukan hambatan dalam penanganan

collection.

41.5. Melakukan data cleansing.

41.6. Melakukan eskalasi ke bucket selanjutnya jika terjadi masalah. 42.Field Collection

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

42.1. Menetapkan usulan rencana kerja dan anggaran bidang kerjanya sesuai

ketentuan yang berlaku.

42.2. Melaksanakan aktifitas penagihan dan tahapan proses restrukturisasi

kredit guna menurunkan NPL dengan cara memindahkan ke bucket

yang lancar, pindah ke bucket early.

42.3. Membina hubungan baik dengan pihak internal dan eksternal yang

terkait dengan operasional dan bisnis bank.

43. Collective Staff

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

43.1. Mengusulkan rencana kerja dan anggaran bidang sesuai ketentuan yang

berlaku.

43.2. Melakukan kerjasama dengan perusahaan dan atau bendahara kolektif

dimana debitur bekerja.

43.3. Melakukan pengelolaan/pembinaan bendahara kolektif untuk

(26)

43.4. Melakukan pembinaan dan penagihan terhadap debitur kolektif yang

menunggak.

43.5. Menyerahkan pembinaan debitur yang keluar dari kriteria pengelolaan

kolektif kepada pembinaan regular.

43.6. Membuat laporan kinerja kualitas kredit kolektif Kantor Cabang.

43.7. Membuat laporan perkembangan dan monitoring debitur kolektif.

44. Asset Management Division

Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:

44.1. Menangani kredit konsumer dengan tunggakan lebih dari 360 hari serta

seluruh kredit komersial yang sudah tidak lagi dapat ditangani dengan

penagihan dan restrukturisasi. AMD akan melakukan penjualan agunan

terhadap kredit-kredit.

44.2. Melakukan pemberitahuan kepada Debitur dan/atau Penjamin/Pemilik

Jaminan perihal adanya rencana penjualan Jaminan melalui lelang.

44.3. Melakukan kunjungan, komunikasi secara lisan maupun tertulis dan

atau perundingan (negoisasi) dengan Debitur, Pemilik Jaminan, dan

atau Penjamin Utang, agar tercapai penyelesaian kewajiban Debitur

yang maksimal.

44.4. Memeriksa legalitas dokumen khususnya dokumen kepemilikan dan

pengikatan jaminan atas Objek Lelang.

(27)

44.6. Melakukan peninjauan awal berdasarkan data-data dan copy dokumen atas Objek Lelang dilelang yakni pencocokan dokumen dengan fisik.

44.7. Menyediakan tempat lelang yang baik dan memadai untuk menampung

para peserta lelang

44.8. Melaksanakan acara Open House yang memberi kesempatan kepada

peminat lelang untuk secara langsung melihat atau meneliti Objek

Lelang.

44.9. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait termasuk tetapi tidak

terbatas dengan Pejabat Lelang dari Kantor Pelayanan Kekayaan

Negara dan Lelang (KPKNL) yang berwenang

44.10. Mengurus izin-izin yang diperlukan dalam pelaksanaan lelang dengan

KPKNL.

44.11. Membuat persyaratan lelang yang harus dipenuhi oleh peserta lelang.

44.12. Bekerja sama dan berkoordinasi dengan KPKNL untuk penyelenggara

lelang eksekusi, termasuk tetapi tidak terbatas dalam hal kelengkapan

(28)

E.Kinerja Terkini

Gambar 2.2

Tema pada Laporan Tahunan 2016 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Sumber: btn.co.id, 2017.

Sepanjang 2016, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN,

mampu mencatatkan keberhasilan dalam kinerja, menerapkan praktik tata kelola

perusahaan secara baik, dan meraih citra positif di mata publik. Keberhasilan yang

dicapai berkat konsistensi BTN dalam menjalankan bisnis berdasarkan kaidah

industri dan niaga yang sehat, memiliki sumber daya yang mampu menghasilkan

value creation, comply dengan peraturan dan memiliki arah serta strategi yang jelas.

Sejalan dengan implementasi Nawa Cita yang dicanangkan oleh

Pemerintah, bahwa transformasi BUMN, yaitu perbankan dan jasa keuangan serta

ekonomi kerakyatan. Peran BTN sangat strategis dalam mendukung pelaksanaan

program tersebut terutama dari sisi perbankan dalam pembiayaan perumahan

(29)

Berkaitan dengan akselerasi Program Sejuta Rumah, BTN berkomitmen

untuk melanjutkan agenda transformasi yang telah BTN jalankan dalam rangka

mengokohkan landasan pertumbuhan secara berkelajutan. BTN tetap fokus pada

penguatan bisnis perumahan dengan kecepatan layanan, perbaikan teknologi,

kecepatan approval kredit dan optimalisasi human capital serta tentu saja terus

melakukan pengembangan bisnis melalui penambahan ragam produk layanan

wealth management maupun pengembangan layanan berbasis digital banking

seperti tersedianya Digital Lounge dalam rangka memuaskan layanan kepada masyarakat.

Gambar 2.2

Kinerja Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Tahun 2016

(30)

Posisi kuat sebagai bank di bidang pembiayaan perumahan terus di

perlihatkan oleh BTN sepanjang tahun 2016 lalu. Dimana pada tahun lalu, BTN

berhasil mencatat aset sebesar Rp214,17 triliun atau naik 24,66% dibanding tahun

sebelumnya sebesar Rp171,81 triliun. Kredit dan Pembiayaan sebesar Rp138,96

triliun. Laba Bersih Tahun Berjalan mencapai Rp2,62 triliun atau naik 41,49%

dibanding tahun sebelumnya.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp159,99 triliun naik 25,27%

dari tahun sebelumnya. Dari sisi permodalan Capital Adequacy Ratio (CAR) meningkat 20,34% dan Non Performing Loan (NPL) turun menjadi 2,84%. Sementara itu BTN telah mengalokasikan kredit menurut pembiayaan, yaitu: KPR

Subsidi Rp15,6 triliun, KPR Non Subsidi Rp12,7 triliun, dan Kredit Perumahan

Lainnya Rp1,8 triliun.

Implementasi tata kelola perusahaan dimaknai BTN sebagai alat sekaligus

mekanisme untuk menjaga kelangsungan bisnis dan kepercayaan stakeholder, menumbuhkan integritas perusahaan, dan meningkatkan shareholder value.

Pencapaian sebagai Juara 1 Annual Report Award (ARA) dalam kategori Perusahaan BUMN Keuangan Listed untuk laporan tahunan 2015, semakin

mengukuhkan posisi BTN dalam keterbukaan informasi dan tata kelola

perusahaan. Selain itu, BTN juga terus meningkatkan implementasi tata kelola

dengan praktik terbaik yang dibuktikan dengan pencapaian prestasi predikat The

Best Overall ASEAN Corporate Governance Scorecard tahun 2016 oleh IICD. Semua catatan ini, semakin meyakinkan bahwa BTN telah siap menjadi pemain

(31)

Untuk mendukung Program Sejuta Rumah, sambut tahun 2017 BTN akan

meningkatkan sinergi, daya saing, dan nilai tambah melalui transformasi bisnis

Digital Banking.

BTN akan memprioritaskan transformasi bisnis perseroan berbasis Digital Banking guna mendukung core businessnya dalam mendorong pemenuhan

Program Sejuta Rumah. Langkah ini dilakukan BTN sekaligus untuk

memperbaiki proses bisnis agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat

lebih baik dan cepat.

Transformasi BTN berbasis digital menjadi prioritas BTN di tahun 2017

disebabkan semakin nyatanya dominasi dari kekuatan digital pada aspek bisnis

disegala sektor dan lini masyarakat. Penduduk Indonesia saat ini rata-rata usianya

berada di antara 20-30 tahun, serta dominasi generasi Millenial menjadi

pertimbangan BTN untuk menyelaraskan perkembangan arah bisnis kearah

pemakaian teknologi digital di tahun 2017.

Pemahaman BTN terhadap generasi Millenial serta pengembangan SDM

generasi Millenial di BTN menjadi perhatian manajemen untuk mengantisipasi

persaingan dan memiliki kehandalan bersaing di market saat ini. BTN akan terus

mengembangkan penggunaan teknologi digital terkini yang khusus maupun

bersifat umum untuk mendukung layanan dan jaringannya.

BTN akan tetap fokus dalam bisnis pembiayaan perumahan. Oleh karena

itu, BTN akan memperkuat bisnis Mortage dan Kontruksi yang mendukungnya. Disamping itu, BTN tetap akan meningkatkan Low Cost dan Sustainable Funding

(32)

Sementara untuk mendukung pelayanan kredit, BTN akan memperkuat

manajemen perkreditan berbasis Manajemen Risiko serta implementasi

Governance Risk Management dan Compliance (GRC). Ujung dari semua itu

adalah hasil kerja tinggi dengan perolehan laba BTN sesuai dengan target yang

Figur

Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor

Gambar 2.1

Struktur Organisasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor p.5
Gambar 2.2 Tema pada Laporan Tahunan 2016 PT Bank Tabungan Negara

Gambar 2.2

Tema pada Laporan Tahunan 2016 PT Bank Tabungan Negara p.28
Gambar 2.2 Kinerja Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Tahun 2016

Gambar 2.2

Kinerja Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Tahun 2016 p.29

Referensi

Memperbarui...