Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Teks penuh

(1)

POTENSI TUMBUHAN OBAT DI CAGAR ALAM DOLOK

SAUT, DESA PANSUR NATOLU, KECAMATAN

PANGARIBUAN, KABUPATEN TAPANULI UTARA,

SUMATERA UTARA

SKRIPSI

Oleh:

Marjuki Sihombing

111201159/Teknologi Hasil Hutan

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Hasil : Potensi Tumbuhan Obat Di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan,

Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Nama : Marjuki Sihombing

NIM : 111201159

Program studi : Kehutanan

Minat Studi : Teknologi Hasil Hutan

Disetujui Oleh Komisi Pembimbing

Irawati Azhar, S.Hut,.M.Si

Ketua Anggota

Yunus Afifuddin, S.Hut.,M.Si

Mengetahui

(3)

ABSTRAK

MARJUKI SIHOMBING. Potensi Tumbuhan Obat di Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatam Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara. Dibimbing oleh IRAWATI AZHAR dan YUNUS AFIFUDDIN.

Kawasan Cagar Alam Dolok Saut sebagai bagian dari kawasan hutan lindung memiliki potensi hasil hutan, khususnya berupa tumbuhan obat. Namun demikian, data mengenai tumbuhan obat yang tumbuh di kawasan tersebut belum seluruhnya terdokumentasi, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis keanekaragaman jenis dan potensi tumbuhan obat yang terdapat di Cagar Alam Dolok Saut.

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keanekaragaman dan potensi tumbuhan obat di kawasan Cagar Alam Dolok Saut. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2015 sampai Desember 2015. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan petak ukur 20x20 m. Jenis tumbuhan obat yang didapatkan di lapangan diidentifikasi dan dicatat. Hasil identifikasi tumbuhan obat diperoleh 12 jenis tumbuhan obat. Keanekaragaman tumbuhan obat di Cagar Alam Dolok Saut pada tingkat semai yaitu sebesar 2,17, tingkat pancang sebesar 0,17, tingkat tiang sebesar 0,43, dan tingkat pohon sebesar 0,58.

(4)

ABSTRACT

Marjuki Sihombing. Potential of Medical Plants in Dolok Saut Preserve, Pansur Natolu Village, Pangaribuan, Tapanuli Utara. Under supervied of IRAWATI AZHAR and YUNUS AFIFUDDIN.

Dolok Saut Preserve as a part of protected forest has many forest products potency, especially medical plants. However, data of medical plants that grow in the preserve had not been documented, so that need to be done of research to analyze the biodiversity and potential of medical plants in Dolok Saut Preserve. The purpose of the research was to know the potential and biodiversity of medical plants in Dolok Saut Preserve. The research had been done in November 2015 to December 2015. The method that used is purposive sampling plots with 20x20 meter square width. The result of medical plants biodiversity showed 12 species of medical plants. The biodiversity of medical plants in Dolok Saut Preserve at seedling state was 2,17, saplings state was 0,43, poles state was 0,38, and trees state was 0,58.

(5)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Pargaulan, Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 18 Januari 1992 sebagai anak keempat dari lima bersaudara, dari ayah bernama P. Sihombing dan ibu N. Sianipar.

Penulis memulai pendidikan formal dari sekolah dasar di SD Santa Maria Doloksanggul, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara pada tahun 1998 dan lulus tahun 2004. Pada tahun 2004, penulis melanjukan pendidikan sekolah menengah pertama di SMP Santa Lusia Doloksanggul, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara dan lulus tahun 2007. Pada tahun 2007, penulis melanjutkan pendidikan sekolah menengah atas di SMA Negeri 1 Doloksanggul, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara dan lulus pada tahun 2010. Pada tahun 2011, penulis diterima dan terdaftar di Program Studi Kehutanan, Program studi Pertanian, Universitas Sumatera Utara (USU) melalui jalur Ujian Masuk Bersama (UMB). Pada semester VII tahun 2014, penulis terdaftar sebagai mahasiswa minat Teknologi Hasil Hutan.

Penulis telah melaksanakan kegiatan Paktek Pengenalan Ekosistem Hutan (P2EH) di Hutan Pendidikan TAHURA Bukit Barisan Kabupaten Karo pada tahun 2013 yang dilaksanakan selama 10 hari. Penulis juga telah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Toba Pulp Lestari Sektor Aek Raja pada tahun 2015 yang berlangsung selama 30 hari.

(6)

DAFTAR ISI

Penggunaan Tumbuhan Obat ... 19

Bagian Tumbuhan yang Digunakan ... 19

Deskripsi Tumbuhan Obat Yang Ditemukan di CA Dolok Saut ... 18

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan ... 33

Saran ... 33

(7)

DAFTAR GAMBAR

No Halaman

1. Peta Lokasi Penelitian ... 8

2. Lokasi CA Dolok Saut ... 13

3. Proporsi Bagian Tumbuhan yang Digunakan ... 20

4. Hapas-Hapas (Exbucklandia populnea RW.) ... 22

5. Kemenyan (Styrax benzoin Dry.) ... 23

6. Simarboso-bosi (Hymenodictyon orixense Mabb.) ... 24

7. Alang-alang (Imperata cylindrica Raucsh.) ... 25

8. Bunga-bunga paet (Eupatorium perfoliatum L.) ... 26

9. Cakar Ayam (Selaginella doederleinii Hieron.) ... 27

10. Langge (Homalomena cordata Schott.) ... 28

11. Rias (Eltingera elatior) ... 29

12. Apus Tutung (Clidemia hirta) ... 30

13. Harimonting (Rhodomyrtus tomentosa W.Ait) ... 31

14. Sanduduk (Melastoma malabathricum Linn.) ... 32

(8)

DAFTAR TABEL

No Halaman

1. Jenis Tumbuhan Obat yang Digunakan oleh Masyarakat ... 12

2. Komposisi Tumbuhan Obat di CA Dolok Saut ... 13

3. Nilai INP Tumbuhan Obat Tingkat Semai ... 14

4. Nilai INP Tumbuhan Obat Tingkat Pancang ... 15

5. Nilai INP Tumbuhan Obat Tingkat Tiang ... 16

6. Nilai INP Tumbuhan Obat Tingkat Pohon ... 17

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...