• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI SUMATERA BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI SUMATERA BARAT"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada bulan Agustus 2015 Kota Padang mengalami inflasi sebesar 0,38 persen dan Kota Bukittinggi

mengalami inflasi sebesar 0,55 persen.

 Inflasi di Kota Padang terjadi karena adanya peningkatan indeks pada 4 (empat) kelompok pengeluaran

antara lain; kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 0,96 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,30 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,07 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 6,19 persen. sedangkan 3 (tiga) kelompok lainnya mengalami deflasi antara lain; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,09 persen, kelompok sandang sebesar 0,55 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,72 persen.

 Laju inflasi tahun kalender sampai bulan Agustus 2015 Kota Padang adalah sebesar -0,47 persen, dan Kota

Bukittinggi sebasar 1,29 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Agustus 2015 terhadap Agustus 2014) Kota Padang sebesar 7,30 persen, dan Kota Bukittinggi sebesar 6,78 persen.

 Dari 23 kota IHK di pulau Sumatera 15 (lima belas) kota mengalami inflasi dan 8 (delapan) kota mengalami

deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 2,29 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Bungo sebesar 0,23 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,73 persen dan terendah di Kota Lhokseumawe sebesar 0,15 persen. Kota Padang menduduki posisi ke 11 di Sumatera dan posisi ke 33 dari seluruh kota yang mengalami inflasi secara nasional. Sedangkan Kota Bukittinggi menduduki posisi ke 6 dari seluruh kota yang mengalami inflasi di Sumatera dan ke 19 secara nasional.

No. 51/09/13/Th. XVIII, 1 September 2015

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

S

UMATERA

B

ARAT

AGUSTUS 2015 INFLASI KOTA PADANG SEBESAR 0,38 PERSEN

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Agustus 2015 secara umum menunjukan adanya peningkatan. Di Kota Padang pada bulan Agustus 2015 terjadi inflasi sebesar 0,38 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 124,97 pada bulan Juli 2015 menjadi 125,44 pada bulan Agustus 2015. Laju inflasi tahun kalender Kota Padang sampai Agustus 2015 adalah sebesar -0,47 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Agustus 2015 terhadap Agustus 2014) adalah sebesar 7,30 persen.

Inflasi di Kota Padang terjadi karena adanya peningkatan harga pada 4 (empat) kelompok pengeluaran sedangkan 3 (tiga) kelompok lainnya mengalami deflasi. Kelompok yang mengalami inflasi antara lain; kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 0,96 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,30 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,07 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 6,19 persen. Sementara kelompok yang mengalami

(2)

2 Berita Resmi Statistik No. 51/09/13/Th. XVIII, 1 September 2015

deflasi antara lain; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,09 persen; kelompok sandang sebesar 0,55 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,72 persen.

Tabel 1

Inflasi Kota Padang Agustus 2015, Tahun Kalender 2015, dan Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

KelompokPengeluaran IHK Des 2014 IHK Juli 2015 IHK Agustus 2015 Inflasi Agustus 2015 *) Laju Inflasi Tahun Kalender 2015 **) Inflasi Tahun keTahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 126.03 124.,97 125.44 0.38 -0.47 7.30 1. Bahan Makanan 144.79 134.74 136.04 0.96 -6.04 11.66

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok danTembakau 117.22 121.,94 122.30 0.30 4.33 5.49 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan bakar 117.21 119.70 119.59 -0.09 2.03 8.39

4. Sandang 106.98 110.61 110.00 -0.55 2.82 -0.22

5. Kesehatan 114.84 122.39 122.47 0.07 6.64 12.20

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah raga 116.38 118.36 125.69 6.19 8.00 10.40 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 133.23 129.59 127.36 -1.72 -4.41 2.43

Sedangkan di Kota Bukittinggi pada bulan Agustus 2015 terjadi inflasi sebesar 0,55 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 119,09 pada bulan Juli 2015 menjadi 119,74 pada bulan Agustus 2015. Laju inflasi tahun kalender sampai bulan Agustus 2015 sebesar 1,29 persen, dan inflasi year on year (Agustus 2015 terhadap Agustus 2014) sebesar 6,78 persen.

Di Kota Bukittinggi inflasi terjadi pada 5 (lima) kelompok pengeluaran dan 2 (dua) kelompok mengalami deflasi. Kelompok yang mengalami inflasi antara lain; kelompok bahan makanan sebesar 0,69 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,89 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,12 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,43 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 2,44 persen, sedangkan kelompok sandang mengalami deflasi sebesar 0,01 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen.

Tabel 2

Inflasi Kota Bukittinggi Agustus 2015, Tahun Kalender 2015, dan Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

KelompokPengeluaran IHK Des 2014 IHK Juli 2015 IHK Agustus 2015 Inflasi Agustus 2015 *) Laju Inflasi Tahun Kalender 2014 **) Inflasi Tahun keTahun ***) (1) (2) (4) (4) (5) (6) (7) Umum 118.22 119.09 119.74 0.55 1.29 6.78 1. Bahan Makanan 133.53 126.83 127.70 0.69 -4.37 5.26

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok danTembakau 108.84 112.57 113.57 0.89 4.35 5.76 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan bakar 113.54 121.82 121.97 0.12 7.42 10.80

4. Sandang 102.98 106.31 106.30 -0.01 3.22 2.74

5. Kesehatan 112.42 115.41 115.91 0.43 3.10 5.78

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah raga 110.64 112.79 115.54 2.44 4.43 4.72 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 128.14 123.45 123.44 -0.01 -3.67 8.26

Inflasi Sumatera Baratterjadi karena adanya peningkatan harga pada semua kelompok pengeluaran yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 4,99 persen; kelompok makanan jadi,

Inflasi Sumate ra Baratte rjadi

*) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014 ***) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan Agustus 2014

(3)

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Agustus 2015 di kota Padang antara lain: tarif sekolah menengah atas, cabai merah, tarif sekolah dasar, daging ayam ras, kontrak rumah, kacang panjang, pisang, bahan bakar rumah tangga, tarif sekolah menengah pertama, rokok kretek filter, telur ayam ras dan beberapa komoditi lainnya, sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: angkutan udara, ikan tongkol/ambu-ambu, bawang merah, angkutan antar kota, besi beton, batu bata, emas perhiasan, seng, udang basah, kusen dan beberapa komoditi lainnya.

Di kota Padang pada bulan Agustus 2015, 4 (empat) kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi antara lain; kelompok bahan makanan sebesar 0,26 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,05 persen, kelompok kesehatan memberikan sumbangan inflasi dengan angka mendekati 0,00 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,44 persen. Sedangkan 3 (tiga) kelompok pengeluaran lainnya memberikan sumbangan deflasi antara lain; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen, kelompok sandang sebesar 0,03 persen, dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,32 persen.

Sementara beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di kota Bukittinggi antara lain: cabai merah, tarif sekolah dasar, daging ayam ras, tarif akademi/perguruan tinggi, kentang, rokok kretek, rokok kretek filter, buncis, bimbingan belajar, rokok putih dan beberapa komoditi lainnya, sedangkan komoditi yang mengalami penurunan harga adalah; bawang merah, belut, jeruk, ikan tongkol/ambu-ambu, petai, tomat sayur, cumi-cumi, gula pasir, kelapa, lele, dan beberapa komoditi lainnya.

Di kota Bukittinggi pada bulan Agustus 2015, 5 (lima) kelompok pengeluaran memberikan sumbangan inflasi antara lain; kelompok bahan makanan sebesar 0,17 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,17 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,03 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,02 pesen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,16 persen, sementara 2 (dua) kelompok memberikan sumbangan deflasi antara lain; kelompok sandang serta kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan dengan angka mendekati 0,00 persen.

Tabel 3

Andil/Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Padang dan Kota Bukittinggi Agustus 2015 (persen)

KelompokPengeluaran

Andil Inflasi (%) Kota Padang Kota Bukittinggi

(1) (2) (3)

Umum 0.38 0.55

1. Bahan Makanan 0.26 0.17

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok danTembakau 0.05 0.17 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan bakar -0.02 0.03

4. Sandang -0.03 - 0.00

5. Kesehatan 0.00 0.02

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah raga 0.44 0.16 7. Transpor, Komunikasi danJasa Keuangan -0.32 - 0.00

(4)

Gambar 1

Inflasi Kota Padang dan Kota Bukittinggi Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan Agustus 2015

(2012=100)

Gambar 2

Perkembangan Inflasi Umum Kota Padang 2013 -2015 dan Kota Bukittinggi 2014-2015

(2012=100)

URAIAN MENURUT

KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Agustus 2015 di Kota Padang mengalami inflasi sebesar 0,96 persen atau mengalami peningkatan indeks dari 134,74 pada bulan Juli 2015 menjadi 136,04 pada bulan Agustus 2015. Dari 11 (sebelas) subkelompok yang ada dalam kelompok ini, 8 (delapan) subkelompok mengalami inflasi dan 3 (tiga) subkelompok mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada subkelompok ikan diawetkan sebesar 3,92 persen, diikuti oeh subkelompok

-3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 Padang Bukittinggi

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sept Okt Nop Des 2013 1,34 0,63 0,34 0,56 0,64 1,40 2,75 0,91 0,05 0,68 0,39 0,7 2014 1,89 -0,6 -0,3 -0,0 0,05 0,31 0,81 1,83 0,33 1,18 3,44 2,66 2015 -1,9 -2,0 0,01 0,56 0,65 0,83 1,21 0,38 -3,00 -2,00 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00

Padang

2013 2014 2015

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sept Okt Nop Des 2014 1,95 -0,2 -0,2 -0,2 0,47 0,09 0,87 0,91 0,95 0,49 2,03 1,84 2015 -0,3 -2,3 -0,1 0,77 0,82 0,45 1,66 0,55 -3,00 -2,50 -2,00 -1,50 -1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50

Bukittinggi

2014 2015

(5)

sayur-sayuran sebesar 3,38 persen, daging dan hasilnya dan hasilnya sebesar 3,28 persen dan inflasi terendah terjadi pada subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya sebesar 0,02 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi pada subkelompok ikan segar sebesar 2,69 persen, diikuti subkelompok lemak dan minyak sebesar 0,26 persen dan subkelompok kacang-kacangan sebesar 0,09 persen.

Kelompok bahan makanan ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,38 persen, dengan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain; cabai merah 0,14 persen, daging ayam ras sebesar 0,09 persen, kacang panjang 0,05 persen, pisang 0,04 persen, telur ayam ras, buncis dan anak sala sebesar 0,03 persen, ikan asin belah dan teri sebesar 0,02 persen, petai dan beberapa komoditi lainnya di bawah 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah ikan tongkol/ambu-ambu sebesar 0,09 persen, bawang merah 0,07 persen, udang basah dan kentang 0,02 persen, ayam hidup 0,01 persen, daging sapi dan beberapa komoditi lainnya dibawah 0,01 persen.

2.

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau di Kota Padang pada bulan Agustus 2015 mengalami inflasi sebesar 0,30 persen, atau mengalami kenaikan indeks dari 121,94 bulan Juli 2015 menjadi 122,30 pada bulan Agustus 2015. Dari 3 (tiga) subkelompok yang ada pada kelompok ini seluruh subkelompok mengalami inflasi antara lain; subkelompok makanan jadi sebesar 0,09 persen, subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,02 persen dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 0,89 persen.

Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,05 persen dengan komoditas yang dominan memberikan sumbangan antara lain rokok kretek filter sebesar 0,03 persen, siomay 0,01 persen, dan rokok putih dan beberapa komoditi lainnya dengan angka di bawah 0,01 persen.

3.

Perumahan

,

Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada bulan Agustus 2015 di Kota Padang mengalami deflasi sebesar 0,09 persen, atau mengalami penurunan indeks dari 119,70 pada bulan Juli 2015 menjadi 119,59 pada bulan Agustus 2015. Dari 4 (empat) subkelompok yang ada pada kelompok ini hanya 1 (satu) subkelompok mengalami deflasi yaitu subkelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,61 persen, sementara 3 (tiga) subkelompok lainnya mengalami inflasi antara lain; subkelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar 0,77 persen, subkelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,36 persen dan subkelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,16 persen.

Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,02 persen dengan komoditas penyumbang antara lain; besi beton dan batu bata sebesar 0,04 persen, seng 0,03 persen, kusen 0,02 persen, kayu lapis dan beberapa komoditi lainnya dibawah 0,01 persen. Sedangkan komoditas penyumbang inflasi antara lain; kontrak rumah sebesar 0,05 persen, bahan bakar rumah tangga 0,04 persen, paku dan beberapa komoditi lainnya memberikan sumbangan inflasi dengan angka di bawah 0,01 persen.

4.

S a n d a ng

Kelompok sandang pada bulan Agustus 2015 di Kota Padang mengalami deflasi sebesar 0,55 persen, atau terjadi penurunan indeks dari 110,61 pada bulan Juli 2015 menjadi 110,00 pada bulan

(6)

Agustus 2015. Dari 4 (empat) subkelompok yang ada 2 (dua) subkelompok mengalami inflasi yaitu subkelompok sandang laki-laki sebesar 0,06 persen, subkelompok sandang wanita 0,03 persen sementara subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya mengalami deflasi sebesar 2,04 persen sedangkan subkelompok sandang anak-anak tidak mengalami perubahan.

Kelompok sandang ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,03 persen dengan komoditas penyumbang adalah emas perhiasan sebesar 0,04 persen, sementara seragam sekolah dan beberapa komoditi lainnya memberikan sumbangan inflasi dengan angka dibawah 0,01 persen.

5.

K e s e h a t a n

Pada bulan Agustus 2015 kelompok kesehatan di Kota Padang mengalami inflasi sebesar 0,07 persen, atau terjadi peningkatan indeks dari 122,39 persen pada bulan Juli 2015 menjadi 122,47 pada bulan Agustus 2015. Dari 4 (empat) subkelompok yang ada dalam kelompok ini hanya 1 (satu) subkelompok mengalami inflasi antara lain subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,16 persen, sementara subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan.

Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi dengan angka mendekati 0,00 persen dengan komoditas penyumbang adalah shampoo, lipstik yang memberikan sumbangan inflasi dengan angka di bawah 0,01 persen.

6.

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada bulan Agustus 2015 di Padang mengalami inflasi dengan angka mendekati 6,19 persen dengan indeks 118,36 pada bulan Juli 2015 menjadi 125,69 pada bulan Agustus 2015. Dari 5 (lima) subkelompok yang ada pada kelompok ini terdapat 3 (tiga) subkelompok yang mengalami inflasi yaitu subkelompok pendidikan sebesar 10,38 persen, perlengkapan/peralatan pendidikan 0,02 persen, dan rekreasi sebesar 0,10 persen, sementara 2 (dua) subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan.

Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,44 persen dengan komoditas penyumbang antara lain; sekolah menengah atas 0,30 persen, sekolah dasar 0,11 persen, sekolah menengah pertama 0,03 persen, televisi berwarna dan beberapa komoditi lainnya dengan angka di bawah 0,01 persen.

7.

Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan Agustus 2015 di Kota Padang mengalami deflasi sebesar 1,72 persen atau mengalami perubahan indeks harga dari 129,59 pada bulan Juli 2015 menjadi 127,36 pada bulan Agustus 2015. Dari 4 (empat) subkelompok yang ada pada kelompok ini 2 (dua) subkelompok mengalami deflasi antara lain; subkelompok traspor sebesar 2,25 persen, dan subkelompok sarana dan penunjang transport sebesar 0,28 persen, sementara 2 (dua) subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan.

Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi dengan angka mendekati 0,32 persen dengan komoditas penyumbang antara lain angkutan udara sebesar 0,26 persen, angkutan antar kota sebesar 0,05 persen, kendaraan carter/rental, tarif kendaraan travel dan beberapa komoditi lainnya dengan angka di bawah 0,01 persen.

(7)

INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi tahun kalender sampai bulan Agustus 2015 Kota Padang sebesar -0,47 persen, dan kota Bukittinggi sebesar 1,29 persen, sedangkan laju inflasi year on year yaitu perubahan indeks harga bulan Agustus 2015 terhadap bulan Agustus 2014 di Kota Padang tercatat sebesar 7,30 persen dan Kota Bukittinggi sebesar 6,78 persen. Perbandingan laju inflasi dan inflasi year on year bulan Agustus 2015 dapat dilihat pada tabel 4 berikut.

Tabel 4

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Year on Year, Kota Padang, dan Kota Bukittinggi Bulan Agustus 2015

Inflasi Kota

Padang

Kota Bukittinggi

1. Agustus 0,38 0,55

2. Agustus (Tahun Kalender) -0,47 1,29

3. Agustus (tahun n) terhadap Agustus (tahun n-1)

(year on year) 7,30 6,78

Gambar 3

Perbandingan Inflasi Tahun Kalender Agustus 2015 Kota Padang dan Kota Bukittinggi (2012=100)

Gambar 4

Perbandingan Inflasi Tahun ke Tahun (Agustus 2015 terhadap Agustus 2014) Kota Padang dan Kota Bukittinggi (2012=100)

-5 0 5 10 15 Jan-Des 2014

Jan-15 Jan-Feb Jan-Mar Jan-Apr Jan-Mei Jan-Juni Jan-Jul Jan-Ags

Padang Bukittinggi 0 2 4 6 8 10 12 14 Padang Bukittinggi

(8)

PERBANDINGAN ANTAR KOTA

Pada bulan Agustus 2015, dari 82 kota IHK, 59 (lima puluh sembilan) kota mengalami inflasi dan 23 (dua puluh tiga) kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 2,29 persen sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Sumenep, Kota Kediri, Kota Probolinggo sebesar 0,02 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 1,77 persen dan terendah terjadi di Kota Singkawang sebesar 0,01 persen. Kota Padang menduduki urutan ke 33 dan kota Bukittinggi menduduki urutan ke 19 dari seluruh kota yang mengalami inflasi.

1. Perbandingan IHK/Inflasi antar Kota di Pulau Sumatera

Dari 23 kota IHK di pulau Sumatera pada bulan Agustus 2015, 15 (lima belas) kota mengalami inflasi dan 8 (delapan) kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung pandan sebesar 2,29 persen dan terendah di Kota Bungo 0,23 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,73 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Lhokseumawe sebesar 0,15 persen. Sementara Kota Padang menduduki posisi ke 11 dan Kota Bukittinggi menduduki posisi 6 dari seluruh kota yang mengalami inflasi di Sumatera.

2. Perbandingan IHK/Inflasi di Luar Sumatera

Bila dilihat dari 26 kota IHK di pulau Jawa pada bulan Agustus 2015, 25 (dua puluh lima) kota mengalami inflasi dan 1 (satu) kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota serang sebesar 0,92 persen dan terendah terjadi di Kota Sumenep, Kota Kediri dan Kota probolinggo sebesar 0,02 persen. Satu-satunya kota yang mengalami deflasi di pulau jawa adalah Kota Cirebon sebesar 0,06 persen.

Dan dari 33 kota IHK diluar Sumatera dan Jawa, 19 (sembilan belas) kota mengalami inflasi dan 14 (empat belas) kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Ternate sebesar 1,56 persen dan terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 0,03 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 1,77 persen dan terendah di Kota Singkawang sebesar 0,01 persen.

(9)

Tabel 6

Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Kota-kota Di Pulau Sumatera Agustus 2015 (2012=100)

Kota IHK Inflasi/Deflasi (%)

Laju Inflasi Tahun Kalender 2015 **) Inflasi Tahun keTahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) 1 Meulaboh 120,30 -0,63 -0,22 3,47 2 Banda Aceh 115,71 -0,22 0,76 5,17 3 Lhokseumawe 115,70 -0,15 0,18 4,84 4 Sibolga 122,41 -0,73 2,52 7,97 5 Pematang Siantar 123,34 -0,20 1,12 6,77 6 Medan 123,63 0,59 2,44 7,86 7 Padangsidempuan 119,03 -0,33 0,65 5,53 8 Padang 125,44 0,38 -0,47 7,30 9 Bukittinggi 119,74 0,55 1,29 6,78 10 Tembilahan 126,25 0,25 1,77 5,07 11 Pekanbaru 121,53 0,45 1,65 6,59 12 Dumai 122,44 0,55 2,37 7,13 13 Bungo 119,45 0,23 0,33 6,22 14 Jambi 121,47 0,25 1,19 6,78 15 Palembang 118,61 0,27 1,41 7,75 16 Lubuklinggau 119,42 0,49 2,53 8,98 17 Bengkulu 128,41 1,99 3,10 9,68 18 Bandar Lampung 122,19 0,41 3,20 8,25 19 Metro 129,26 -0,33 1,87 5,44 20 Tanjung Pandan 128,17 2,29 1,06 5,72 21 Pangkal Pinang 122,35 0,58 3,46 7,93 22 Batam 121,67 0,70 3,98 9,20 23 Tanjung Pinang 121,42 -0,34 1,75 6,15

*) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014 ***) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan Agustus 2014

(10)

Tabel 7

Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi di Pulau Jawa Agustus 2015 (2012=100)

*) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014 ***) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan Agustus 2014

Kota IHK Deflasi Inflasi/ (%) LajuInflasiTa hunKalender 2015 **) InflasiTahu nkeTahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) 1 DKI Jakarta 122,37 0,51 2,48 7,40 2 Bogor 121,25 0,58 2,33 6,59 3 Sukabumi 121,20 0,64 1,56 6,30 4 Bandung 120,62 0,49 3,00 7,51 5 Cirebon 118,62 -0,06 1,29 4,72 6 Bekasi 119,82 0,82 1,98 6,60 7 Depok 120,47 0,49 1,26 5,85 8 Tasikmalaya 119,23 0,37 1,93 5,74 9 Cilacap 123,35 0,24 1,79 5,44 10 Purwokerto 119,02 0,13 1,41 5,05 11 Kudus 126,58 0,60 1,95 6,26 12 Surakarta 118,50 0,19 1,42 5,86 13 Semarang 120,68 0,28 1,64 6,50 14 Tegal 117,69 0,38 2,58 6,56 15 Yogyakarta 119,09 0,33 1,93 5,70 16 Jember 119,17 0,31 1,40 6,65 17 Banyuwangi 119,20 0,35 1,30 5,75 18 Sumenep 118,76 0,02 1,24 6,15 19 Kediri 119,65 0,02 0,58 5,51 20 Malang 121,54 0,28 2,00 7,05 21 Probolinggo 120,36 0,02 1,38 5,45 22 Madiun 118,79 0,08 1,68 6,04 23 Surabaya 120,83 0,48 2,56 7,13 24 Tangerang 128,70 0,67 3,11 8,84 25 Cilegon 124,23 0,74 2,74 8,11 26 Serang 126,78 0,92 3,01 8,82

(11)

Tabel 8

Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi di Luar Pulau Jawa dan Sumatera Agustus 2015 (2014=100)

Kota IHK Inflasi/Deflasi (%)

Laju Inflasi Tahun Kalender 2015**) Inflasi Tahun keTahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) 1 Singaraja 127,84 0,20 1,89 8,62 2 Denpasar 118,91 0,34 2,12 6,72 3 Mataram 119,29 0,45 1,55 5,62 4 Bima 122,18 0,16 1,58 3,92 5 Maumere 115,54 0,53 2,07 3,66 6 Kupang 121,21 -0,92 0,96 6,46 7 Pontianak 128,59 -1,00 5,21 9,37 8 Singkawang 120,88 -0,01 2,73 6,39 9 Sampit 121,22 0,42 3,40 7,72 10 Palangka Raya 118,72 -0,67 2,20 5,76 11 Tanjung 120,80 0,80 3,31 7,76 12 Banjarmasin 118,96 0,06 2,58 6,57 13 Balikpapan 125,16 -0,23 5,25 8,82 14 Samarinda 123,21 0,11 2,51 6,98 15 Tarakan 129,58 -0,15 2,33 7,82 16 Manado 120,51 -0,53 1,60 8,64 17 Palu 121,14 -0,75 0,77 4,85 18 Bulukumba 127,23 0,42 1,29 5,73 19 Watampone 117,05 0,11 -0,26 3,57 20 Makassar 120,73 0,44 3,63 8,75 21 Pare-Pare 118,47 0,08 0,65 6,87 22 Palopo 118,79 0,03 1,93 6,05 23 Kendari 117,29 0,64 0,97 6,08 24 Bau-Bau 124,77 -0,49 2,36 7,37 25 Gorontalo 117,52 0,58 1,96 7,24 26 Mamuju 119,58 -0,20 2,34 7,01 27 Ambon 119,95 -1,77 4,27 6,95 28 Tual 135,55 1,16 8,15 14,26 29 Ternate 126,73 1,56 3,62 9,25 30 Manokwari 113,22 -1,68 0,57 2,61 31 Sorong 123,04 0,78 6,03 7,71 32 Merauke 121,58 -0,70 -1,87 5,23 33 Jayapura 121,29 -0,61 0,91 7,76

*) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014 ***) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan Agustus 2014

(12)

Tabel 9

IHK danPerubahan IHK Kota Padang MenurutKelompok/ Sub Kelompok Padang Agustus 2015 (2012=100)

Uraian IHK Inflasi/Deflasi (%)

Laju Inflasi Tahun Kalender 2015 Inflasi Tahun keTahun (1) (2) (3) (4) (5) U M U M / T O T A L 125,44 0,38 -0,47 7,30 I BAHAN MAKANAN 136,04 0,96 -6,04 11,66

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 127,18 0,02 -6,15 7,14

Daging dan Hasil-hasilnya 120,13 3,28 11,27 6,50

Ikan Segar 110,74 -2,69 1,05 0,54

Ikan Diawetkan 126,49 3,92 8,20 0,33

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 130,59 1,27 4,98 5,90

Sayur-sayuran 159,84 3,38 11,72 8,19

Kacang - kacangan 140,98 -0,09 1,94 1,92

Buah - buahan 139,08 1,56 6,10 7,81

Bumbu - bumbuan 205,46 1,91 -32,14 58,56

Lemak dan Minyak 106,67 -0,26 1,09 -2,04

Bahan Makanan Lainnya 115,83 0,90 3,60 3,82

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 122,30 0,30 4,33 5,49

Makanan Jadi 120,09 0,09 4,42 6,02

Minuman yang Tidak Beralkohol 110,65 0,02 2,25 2,87

Tembakau dan Minuman Beralkohol 135,98 0,89 5,38 5,88 III PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 119,59 -0,09 2,03 8,39

BiayaTempatTinggal 115,07 -0,61 1,05 5,58

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 134,72 0,77 3,59 17,51

Perlengkapan Rumahtangga 113,80 0,36 4,58 7,20 Penyelenggaraan Rumahtangga 112,72 0,16 1,00 1,31 IV SANDANG 110,00 -0,55 2,82 -0,22 Sandang Laki-laki 117,13 0,06 2,97 3,67 Sandang Wanita 108,70 0,03 1,90 2,82 Sandang Anak-anak 107,46 0,00 2,12 2,28

Barang Pribadi dan Sandang Lain 106,37 -2,04 4,07 -7,80

V KESEHATAN 122,47 0,07 6,64 12,20

Jasa Kesehatan 126,60 0,00 8,81 19,81

Obat-obatan 115,62 0,00 4,71 4,71

Jasa Perawatan Jasmani 119,32 0,00 4,66 6,27

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 121,70 0,16 5,77 9,58 VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 125,69 6,19 8,00 10,40

Pendidikan 126,80 10,38 10,38 10,38

Kursus-kursus / Pelatihan 134,67 0,00 0,00 23,66

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 119,81 0,02 11,50 15,34

Rekreasi 123,31 0,10 0,80 1,63

Olahraga 118,27 0,00 0,00 0,00

VII TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 127,36 -1,72 -4,41 2,43

Transpor 139,00 -2,25 -5,85 2,92

Komunikasi Dan Pengiriman 99,30 0,00 0,00 0,00

Saranadan PenunjangTranspor 107,77 -0,28 1,40 2,56

Jasa Keuangan 108,07 0,00 0,00 7,04

*) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014 ***) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan Agustus 2014

(13)

Tabel 10

IHK dan Perubahan IHK Kota Bukittinggi MenurutKelompok/ Sub Kelompok Agustus 2015 (2012=100)

Uraian IHK Inflasi/Deflasi (%) Laju Inflasi Tahun Kalender 2014 Inflasi Tahun keTahun (1) (2) (3) (4) (5) U M U M / T O T A L 119,74 0,55 1,29 6,78 I BAHAN MAKANAN 127,70 0,69 -4,37 5,26

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 120,59 0,01 -13,05 -4,75

Daging dan Hasil-hasilnya 122,81 2,57 18,21 12,39

Ikan Segar 115,52 -4,12 9,74 -5,72

Ikan Diawetkan 125,47 -0,13 0,59 2,65

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 130,67 0,21 3,15 5,91

Sayur-sayuran 141,99 4,29 2,22 -8,39

Kacang - kacangan 107,68 0,09 2,02 2,44

Buah - buahan 122,88 -2,03 0,36 -0,17

Bumbu - bumbuan 179,15 5,42 -23,93 60,98

Lemak dan Minyak 104,29 -0,77 -2,29 -1,96

Bahan Makanan Lainnya 98,40 0,25 0,84 1,10

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 113,57 0,89 4,35 5,76

MakananJadi 109,07 0,75 2,64 4,28

Minuman yang Tidak Beralkohol 105,70 -0,23 5,98 6,20

Tembakau dan Minuman Beralkohol 129,41 1,74 7,15 8,70 III PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 121,97 0,12 7,42 10,80

BiayaTempatTinggal 113,19 0,04 2,89 4,75

BahanBakar, Penerangan dan Air 156,92 0,34 22,05 30,19

Perlengkapan Rumahtangga 109,05 0,08 2,45 7,71 Penyelenggaraan Rumahtangga 111,49 0,00 2,53 3,43 IV SANDANG 106,30 -0,01 3,22 2,74 Sandang Laki-laki 119,70 1,02 6,31 6,31 Sandang Wanita 104,49 -0,28 1,82 2,33 Sandang Anak-anak 105,29 -0,16 2,10 2,34

Barang Pribadi dan Sandang Lain 96,29 -0,74 2,36 -0,42

V KESEHATAN 115,91 0,43 3,10 5,78

Jasa Kesehatan 121,60 0,00 0,39 2,89

Obat-obatan 104,09 0,00 2,32 2,36

Jasa Perawatan Jasmani 122,77 0,00 0,10 8,25

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 115,54 0,96 5,97 8,77 VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 115,54 2,44 4,43 4,72

Pendidikan 120,45 3,70 7,10 7,10

Kursus-kursus / Pelatihan 119,60 4,55 4,55 4,55

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 102,14 -0,02 1,16 2,01

Rekreasi 115,21 0,24 0,41 1,10

Olahraga 100,29 0,26 0,39 0,39

VII TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 123,44 -0,01 -3,67 8,26

Transpor 133,06 -0,02 -5,50 11,31

Komunikasi Dan Pengiriman 97,88 0,00 0,00 -2,33

Sarana dan Penunjang Transpor 116,11 0,00 5,33 5,42

Jasa Keuangan 120,70 0,00 0,00 18,23

*) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014 ***) Persentase perubahan IHK Agustus 2015 terhadap IHK bulan Agustus 2014

(14)

Badan Pusat Statistik

Provinsi Sumatera Barat

Informasi lebih lanjut hubungi:

Azwir, S.Si

Kepala Bidang Statistik Distribusi

JlKhatibSulaiman No.48 Padang 25135 Telp. (0751)442158,442159, Fax.(0751)442161

Homepage : http://sumbar.bps.go.id Email : [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

7 (tujuh) kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan Inflasi Kota Serang adalah kelompok bahan makanan mengalami kenaikan terbesar yaitu sebesar 0,3130

5 (Lima) kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan Inflasi Kota Serang adalah kelompok bahan makanan mengalami kenaikan terbesar yaitu sebesar 0,8008

Pada bulan Agustus 2004 kelompok-kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi adalah : kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,06 persen; kelompok

Kelompok komoditi pada bulan Agustus 2011 seluruhnya memberikan sumbangan/andil inflasi, yaitu: kelompok bahan makanan 0,24 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan

Besarnya sumbangan inflasi menurut kelompok pengeluaran yaitu kelompok Bahan Makanan menyumbang inflasi sebesar 0,7743 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok

Besarnya sumbangan inflasi menurut kelompok pengeluaran yaitu kelompok Bahan Makanan menyumbang inflasi sebesar 0,1221 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman,

Di kota Bukittinggi pada bulan April 2017, 2 (dua) kelompok pengeluaran memberikan kontribusi terhadap deflasi antara lain; kelompok bahan makanan sebesar 0,32 persen,

Di kota Padang pada bulan Juli 2016, seluruh kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi antara lain; kelompok bahan makanan memberikan andil inflasi