• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN LITERATUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II KAJIAN LITERATUR"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

KAJIAN LITERATUR

A. Pengertian Judul

Pengertian Judul perencanaan dan perancangan Pusat Pengembangan Taekwondo Jawa Tengah di Surakarta dengan Konsep Korea Modern adalah sebagai berikut :

Desain : Desain adalah garis besar, sketsa; rencana, seperti dalam kegiatan seni, bangunan, gagasan tentang mesin yang akan diwujudkan (The American Collage Dictionary)

Interior : 1. bagian dalam gedung (ruang dan sebagainya); 2. tatanan perabot (hiasan dan sebagainya) di dalam ruang dalam gedung dan sebagainya (Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI))

Pusat : Pokok pangkal atau yg menjadi pumpunan (berbagai-bagai urusan, hal, dsb (Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI))

Pengembangan : Nomina (kata benda) proses, cara, perbuatan mengembangkan: pemerintah selalu berusaha dalam pengembangan pembangunan secara bertahap dan teratur yang menjurus ke sasaran yang dikehendaki (Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI))

(2)

Taekwondo : Suatu seni taekwon. Seni Taekwon mengacu pada beladiri yang banyak memanfaatkan pemahaman filosofis dan penerapannya melalui gerakan tubuh dari telakan tangan dan kaki. (The Book of WTF Poomsae Competition)

Jawa Tengah : Jawa Tengah adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Ibu kotanya adalah Semarang. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara. (Wikipedia Bahasa Indonesia)

Surakarta : Juga disebut Solo atau Sala, adalah wilayah otonom dengan status kota di bawah Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, dengan penduduk 503.421 jiwa (2010) dan kepadatan 13.636/km2. Kota dengan luas 44 km2, ini berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah timur dan barat, dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah selatan. Sisi timur kota ini dilewati sungai yang terabadikan dalam salah satu lagu keroncong, Bengawan Solo. Bersama dengan Yogyakarta, Surakarta merupakan

(3)

pewaris Kesultanan Mataram yang dipecah melalui Perjanjian Giyanti, pada tahun 1755. (Wikipedia Bahasa Indonesia)

Korea Modern : a. Hanok adalah sebutan untuk rumah tradisional Korea yang dipakai untuk membedakannya dengan rumah gaya Barat. Arsitektur Korea memperhitungkan lokasi rumah dari lingkungan sekelilingnya, khususnya mempertimbangkan keadaan geografi dan kontur. (http://id.wikipedia.org/wiki/Hanok)

b. Gaya modern adalah gaya yang simple, fungsional, bersih, dan up to date. Kemajuan teknologi berpengaruh besar dalam menopang gaya hidup ini. Konsep-konsep baru terus dilahirkan.Gejala ini tentunya berimbas pula pada kondisi arsitektur. Arsitektur modern cukup mendapat perhatian di hati masyarakat. (30 Inspirasi Desain Rumah Tropis Modern).

Jadi pengertian Desain Interior Pusat Pengembangan Taekwondo di Jawa Tengah di Surakarta dengan Konsep Korea Modern adalah suatu badan resmi yang ditetapkan sebagai penyedia fasilitas bagi masyarakat umum, dengan tujuan untuk menyediakan sarana pelatihan, pertandingan dan edukasi yang dikemas secara simple, fungsional dan menarik bagi para penggunanya.

(4)

B. Tinjauan Umum 1. Taekwondo

a. Pengertian Taekwondo

Taekwondo adalah olahraga bela diri modern yang berakar pada bela diri tradisional Korea. Taekwondo mempunyai banyak kelebihan, tidak hanya mengajarkan aspek fisik semata, seperti keahlian dalam bertarung, melainkan juga sangat menekankan pengajaran aspek disiplin mental. Dengan demikian, Taekwondo akan membentuk sikap mental yang kuat dan etika yang baik bagi orang yang secara sungguh-sungguh mempelajarinya dengan benar. Taekwondo mengandung aspek filosofi yang mendalam sehingga mempelajari Taekwondo, pikiran, jiwa, dan raga kita secara menyeluruh akan tumbuh dan dikembangkan.

Taekwondo yang terdiri dari 3 kata: tae berarti kaki/menghancurkan dengan teknik tendangan, kwon berarti tangan/menghantam dan mempertahankan diri dengan teknik tangan, serta do yang berarti seni/cara mendisiplinkan diri.

Maka jika diartikan secara sederhana, Taekwondo berarti seni atau cara mendisiplinkan diri/ seni bela diri yang menggunakan teknik kaki dan tangan kosong.

Tiga materi terpenting dalam berlatih Taekwondo adalah

(5)

i. Poomsae atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomsae didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.

ii. Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/objek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan kecepatan tekniknya. Objek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.

iii. Kyoruki atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomsae, di mana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan diri.

Mempelajjari Taekwondo tidak dapat hanya menyentuh aspek keterampilan teknik bela dirinya saja, namun harus meliputi aspek fisik, mental, dan spiritualnya. Untuk itu, seseorang yang berlatih atau mempelajari Taekwondo sudah seharusnya menunjukkan kondisi fisik yang baik, mental yang kuat dan semangat yang tinggi.Namun, hal itu harus mampu ditunjukkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari yang baik dan didasari jiwa yang luhur. Dengan begitu barulah seseorang dapat dikatakan berhasil dalam berlatih Taekwondo.

(6)

Taekwondo dapat dipelajari siapa saja tanpa tergantung jenis kelamin, umur, dan status sosial. Sekarang ini, Taekwondo telah tersebar dan dipraktekkan oleh lebih dari 40 juta orang di seluruh penjuru dunia. Kepopuleran Taekwondo mencapai puncaknya saat Taekwondo dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di Olimpiade Sidney 2000.

Di Indonesia diperkirakan lebih dari 200.000 anggota aktif mempraktekkan olahraga bela diri ini, di berbagai dojang (sebutan untuk tempat berlatih) yang tersebar luas di seluruh propinsi di Indonesia, dan terutama diminati oleh kaum muda.Taekwondo telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi dalam PON (Pekan Olahraga Nasional). Taekwondo Indonesia sendiri telah mencatat prestasi yang cukup membanggakan, di arena multi-sport event seperti

SEA GAMES, ASIAN GAMES, bahkan OLYMPIC GAMES 1992 di Barcelona, selain pada kejuaraan tingkat internasional di lingkungan Taekwondo sendiri.

Taekwondo seharusnya tidak hanya dikembangkan sebagai olahraga prestasi saja, melainkan sebagai seni bela diri yang dapat dibentuk dan mendidik manusia-manusia yang sehat dan berkarakter kuat, guna membangun nusa bangsa Indonesia tercinta.

Beladiri Taekwondo merupakan suatu beladiri asal Korea yang pada perkembangannya sudah mendunia hingga saat ini. Format pertandingan taekwondo dalam perkembangannya meliputi 8 kelas

(7)

berdasarkan berat badan untuk masing-masing kategori baik putra dan putri. Format yang digunakan adalah sistem gugur untuk menentukan pemenang medali emas dan perak. Di SEA Games biasanya mempertandingan kelas sparing, patterns dan self defense.

Peraturan penilaian yang ditentukan oleh World Taekwondo Federation (WTF) dan Federasi Taekwondo Internasional (ITF kurang lebih adalah sama. contoh, serangan dari tangan hingga kepala diperbolehkan. Dalam Pertandingan taekwondo dihitung dengan sistem pemberian poin untuk setiap serangan yang sah dan menguranginya untuk setiap penalti. Penilaian yang umum adalah 5 hingga 7 poin dan 1 poin pengurangan per penalti. Terakhir adalah penggunaan area kompetisi yang beragam, namun lazim dipakai untuk ukuran matras taekwondo 9x9 meter atau 8x8 meter.

b. Sejarah Taekwondo

Taekwondo yang kita kenal sekarang mempunyai sejarah yang sangat panjang, seiring dengan perjalanan sejarah bangsa Korea, di mana bela diri ini berasal.Sebutan Taekwondo sendiri baru dikenal sejak 1954, yang merupakan modifikasi dan penyempurnaan berbagai bela diri tradisional Korea.

Latar belakang sejarah perkembangan Taekwondo dapat dibagi dalam 4 kurun waktu, yaitu : zaman kuno, masa pertengahan, masa modern, zaman sekarang.

(8)

i. Zaman Kuno

a) Asal Mula Taekwondo

Pada dasarnya manusia mempunyai insting untuk selalu melindungi diri dan hidupnya. Hal ini sengaja atau tidak akan memacu aktivitas fisiknya sepanjang waktu. Dalam tumbuh dan berkembang, manusia tidak dapat lepas dari kegiatan atau gerak fisiknya, kapanpun dan di mana pun. Pada zaman kuno, manusia tidak memikirkan cara lain untuk mempertahankan dirinya kecuali dengan tangan kosong. Hal itu secara alamiah mengembangkan teknik-teknik bertarung dengan tangan kosong. Pada saat itu, kemampuan bertarung dengan tangan kosong dikembangkan sebagai cara untuk menyerang dan bertahan, kemudian digunakan untuk membangun kekuatan fisik seseorang, bahkan kemudian dijadikan pertunjukan publik dalam acara-acara ritual. Manusia mempelajari teknik-teknik bertarung dari pengalaman melawan musuh-musuhnya. Inilah yang diyakini menjadi dasar seni bela diri Taekwondo yang kita kenal sekarang. Pada masa lampau seni bela diri ini dikenal sebagai “subak”, “taekkyon”, “takkyon”, maupun

beberapa nama lainnya. Pada awal sejarah Semenanjung Korea, ada tiga suku bangsa atau kerajaan yang mempertunjukan kontes seni bela diri pada acara ritual mereka. Ketiga kerajaan ini saling bersaing satu sama lain, ketiganya adalah Koguryo, Paekje, dan

(9)

kekuatan negara, bahkan para ksatria, yang tergabung dalam kekuatan militer, saat itu menjadi warga negara dengan kedudukan yang sangat terpandang. Menurut catatan, kelompok ksatria muda terorganisir seperti Hwarangdo di Silla dan Chouisonin di

Koguryo, menjadikan latihan seni bela diri sebagai salah satu subyek penting yang harus dipelajari. Sebuah buku tentang seni bela diri yang disebut Muye Dobo Tongji menyebutkan : “Seni pertarungan tangan kosog (Taekwondo) adalah dasar seni bela diri, yang membangun kekuatan dengan melatih tangan dan kaki hingga menyatu dengan tubuh agar dapat bergerak bebas leluasa, sehingga dapat digunakan saat menghadapi situasi yang kritis, berarti Taekwondo dapat digunakan setiap saat.”

b) ‘Seonbae’ Koguryo dan Taekkyon

Koguryo yang berdiri 57 tahun sebelum Masehi di Semenanjung Korea bagian utara, membentuk kesatuan para ksatria tangguh yang disebut Sonbae, yang artinya laki-laki yang bersifat baik dan tidak pernah takut dalam bertarung dan berperang. Dalam buku sejarah, disebutkan bahwa saat Dinasti

Chosun Kuno memerintah, tanggal 10 Maret setiap tahunnya, pada hari raya Koguryo, masyarakat merayakannya dengan acara kontes tarian pedang, memanah, subak (taekkyon) dan sebagainya. Kontes

subak (taekyon), sebutan untuk seni bela diri Taekwondo pada saat itu merupakan salah satu kegiatan yang sangat populer. Penemuan

(10)

beberapa lukisan dinding makam pada masa Koguryo, yang menggambarkan dua orang yang saling bertarung dalam sikap

taekkyon (Taekwondo), hal ini membuktikan bahwa seni bela diri yang sekarang kita kenal sebagai Taekwondo telah dipraktekkan sejak 2000 tahun yang lalu di Semenanjung Korea.

c) ‘Hwarang’ Shilla dan Taekkyon

Kerajaan Shilla berdiri sejak pada tahun 57 sebelum Masehi di tenggara Semenanjung Korea. Secara geografis kerajaan ini tidak terancam dari luar, tetapi dengan berdirinya Kerajaan Pakje

di sisi barat dan serbuan awal Koguryo dari utara, Kerajaan Shilla

mempersenjatai diri dengan meningkatkan kemampuan seni bela diri yang berkembang saat itu. Hwarangdo adalah tipe bela diri dari Shilla yang merupakan asimilasi system bela diri sonbae dari

Koguryo. Anggota-anggota hwarang berlatih keras dengan semboyannya yang terkenal, yaitu bakti kepada orang tua, setia pada kerajaan/negara, serta berkorban bagi bangsa dan masyarakat. Pada zaman itu hidup dua orang yang bernama Kim Yu Sin dan

Kim Chun Cu. Mereka adalah orang-orang yang memberikan sumbangan besar bagi penyatuan tiga kerajaan di Semenanjung Korea. Dalam sebuah catatan peristiwa, Chosun melukiskan kehidupan para hwarang, sebutan bagi para ksatria yang mempelajari hwarangdo. Para hwarang diseleksi oleh kerajaan dan setelah itu mereka hidup dan berkumpul dalam kelompok menurut

(11)

apa yang mereka pelajari, seperti berlatih subak (bentuk bela diri Taekwondo kuno), bermain pedang, berkuda dan bermain sirum

(gulat gaya Korea). Di waktu damai, hwarang bekerja melayani masyarakat, membantu dalam keadaan darurat, dan membangun jalan serta benteng, sementara saat berperang mereka selalu siap mengorbankan hidup mereka. Hwarang sangat dipengaruhi oleh disiplin agama Buddha. Di Kyonju Museum sangat jelas ditunjukkan bahwa seni bela diri ini dipraktekkan di kuil-kuil. Hal itu digambarkan dengan adegan laki-laki yang tampak kuat dalam sikap-sikap menyerang dan bertahan dengan tangan kosong. Sikap yang ditampilkan sangat menarik adalah sikap kumgag yoksa yang sama dengan sikap dalam bela diri Taekwondo sekarang.

Ini membuktikan bahwa pada masa Kerajaan Shilla, subak

dan taekkyon muncul bersamaan, dan kedua teknik bertarung dengan tangan dan kaki tersebut dipakai dalam Taekwondo sekarang ini.

d) Taekkyon dari Koguryo ke Shilla

Seni bela diri taekkyon yang populer di Koguryo, ternyata terdapat juga di Shilla. Hal itu dibuktikan dengan :

1) Hwarang (sonrang) di Shilla mempunyai arti kata yang sama dengan sonbae di Koguryo jika ditinjau dari sudut etimologi.

(12)

2) Keduanya memiliki sistem organisasi dan hierarki yang sama.

3) Menurut catatan sejarah, sonbae di Koguryo digunakan dalam kompetisi taekkyon pada perayaan nasional. Sementara itu, hwarang di Shilla juga memainkan taekkyon

(subak, dokkyoni, atau taekkoni) dalam perayaan seperti

palkwanhoe dan hankawi. Ini menunjukkan perkembangan sistematis teknik bela diri dari yang kuno ke

taekkyon/seonbae yang menjadi dasar seni bela diri di Korea sekitar 200 tahun sesudah masehi.

Mulai abad keempat sesudah masehi, seni bela diri ini makin memasyarakat dan berkembang melalui sekolah/ perguruan seni bela diri dengan berbagai kelompok teknik tangan kosong dan kaki.

i. Masa Pertengahan

Pada zaman Dinasti Koryo (918 sampai 1392 Masehi), ketika penyatuan Semenanjung Korea dan Shilla, taekkyon

berkembang sangat sistematis dan merupakan mata ujian penting untuk seleksi ketentaraan.Teknik taekkyon tumbuh menjadi senjata yang efektif untuk membunuh. Pada permulaan Dinasti Koguryo

tersebut, kemampuan bela diri menjadi kualifikasi untuk merekrut personel ketentaraan sebab kerajaan membutuhkan pertahanan kuat

(13)

setelah penaklukan seluruh Semenanjung Korea. Kemampuan dalam bela diri taekkyon juga sangat menentukan pangkat seseorang dalam ketentaraan. Raja-raja pada Dinasti Koryo sangat tertarik pada kontes taekkyon yang disebut subakhui, yang populer juga di masyarakat dan dijadikan ajang perekrutan tentara. Namun pada akhir pemerintahan Dinasti Koryo, ketika penggunaan senjata api mulai dikenal, dukungan terhadap kemajuan bela diri berkurang jauh.

ii. Masa Modern

Pada masa Korea modern, saat Dinasti Chosun (Yi) berkuasa pada tahun 1392 sampai 1910 dan zaman penjajahan Jepang sampai tahun 1945, subakhui dan taekkyon (sebutan untuk Taekwondo pada saat itu) mengalami kemunduran dan tidak mendapat dukungan dari pemerintah yang memodernisasi tentaranya dengan senjata api. Dinasti Yi yang didirikan berdasarkan ideologi Konfusius, lebih mementingkan kegiatan kebudayaan daripada seni bela diri. Kemudian, saat Raja Jungjo

memerintah setelah invasi Jepang pada tahun 1952, pemerintah kerajaan membangun kembali pertahanan yang kuat dengan memperkuat latihan ketentaraan dan praktek seni bela diri.

Seputar periode ini, terbit sebuah buku tentang ilustrasi seni bela diri yang diberi judul Muyedobo-Tonji, yang memuat

(14)

gambar-gambar dan ilustrasi yang menyerupai bentuk atau sikap (poomsae) dan gerakan dasar (basic movement) Taekwondo sekarang, namun tentunya hal ini tak dapat diperbandingkan begitu saja dengan Taekwondo saat ini yang telah dimodernisasi dengan penelitian yang berdasarkan ilmu pengetahuan modern (scientific studies). Akan tetapi, saat penjajahan Jepang semua kesenian rakyat dilarang, termasuk taekkyon, untuk menekan rakyat Korea. Seni bela diri taekkyon hanya diajarkan secara sembunyi oleh para master bela diri sampai masa kemerdekaan pada tahun 1945.

iii. Waktu Sekarang

Seiring dengan kemerdekaan Korea dari penjajahan Jepang, konsep baru tentang kebudayaan dan tradisi mulai bangkit. Banyak para ahli seni bela diri mendirikan sekolah atau perguruan bela diri. Dengan meningkatnya populasi dan hubungan kerja samaa yang baik antarperguruan bela diri, akhirnya diputuskan menyatukan berbagai nama seni bela diri mereka dengan sebutan Taekwondo pada tahun 1954.

Pada 16 September 1961, Taekwondo sempat berubah menjadi taesoodo, namun kembali menjadi Taekwondo dengan organisasi nasionalnya yang bernama Korea Taekwondo Association (KTA) pada tanggal 5 Agustus 1965. Organisasi ini menjadi anggota Korean Sport Council. Pada era 1965 sampai

(15)

1970 an, KTA banyak menyelenggarakan berbagai acara pertandingan dan demonstrasi untuk berbagai kalangan pada skala nasional. Taekwondo berkembang dan menyebar ke pelbagai kalangan, hingga diakui sebagai disiplin dan program resmi oleh Pemerintah Nasional Korea dan menjadi olahraga wajib bagi tentara dan polisi. Tentara Korea yang berpartisipasi dalam perang Vietnam dibekali keahlian Taekwondo. Pada saat itulah Taekwondo mendapatkan perhatian besar dari dunia. Nilai lebih inilah yang membuat Taekwondo dinyatakan sebagai olahraga nasional Korea.

Pada tahun 1972, Kuk Ki Won didirikan sebagai markas besar Taekwondo, hal ini menjadi penting bagi pengembangan Taekwondo ke seluruh dunia. Kejuaraan dunia Taekwondo yang pertama diadakan pada tahun 1973 di Kuk Ki Won, Seoul, Korea Selatan.Sampai saat ini kejuaraan dunia rutin dilaksanakan setiap 2 tahun sekali.

Pada 28 Mei 1973, The World Taekwondo Federation

(WTF) didirikan dan sekarang telah mempunyai lebih dari 160 negara anggota. Saat ini Taekwondo telah dipraktekkan oleh lebih dari 40 juta orang di seluruh penjuru dunia, angka ini masih terus bertambah seiring perkembangan Taekwondo yang makin maju dan populer.

(16)

Di samping itu, untuk meningkatkan kualitas instruktur Taekwondo di seluruh dunia, Kuk Ki Won membuka Taekwondo

Academy yang mulai tahun 1998, telah membuka program pelatihannya bagi instruktur Taekwondo dari seluruh dunia.

Taekwondo telah dipertandingkan di berbagai pertandingan

multi event di seluruh dunia. Pada Olympic Games 1988 di Seoul, Taekwondo telah dipertandingkan sebagai pertandingan sebagai pertandingan eksibisi, dan pada Olympic Games 2000 di Sidney telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi.

iv. Sejarah Singkat Taekwondo Indonesia

Taekwondo mulai berkembang di Indonesia pada 1970-an, dimulai oleh aliran Taekwondo yang berafiliasi ke ITF (International Taekwondo Federation) yang pada waktu itu bermarkas besar di Toronto Kanada. Aliran ini dipimpin dan dipelopori oleh Gen.Choi Hong Hi. Kemudian berkembang juga aliran Taekwondo yang berafiliasi ke WTF (The World Taekwondo Federation) yang berpusat di Kuk Ki Won, Seoul, Korea Selatan dengan Presiden Dr. Un Yong Kim.

Pada waktu itu, kedua aliran ini masing-masing mempunyai organisasi di tingkat nasional, yaitu Persatuan Taekwondo Indonesia (PTI) yang berafiliasi ke ITF dipimpin oleh Letjen.Leo

(17)

Lopolisa dan Federasi Taekwondo Indonesia (FTI) yang berafiliasi ke WTF dipimpin oleh Marsekal Muda Sugiri.

Atas kesepakatan bersama dan melihat prospek perkembangan dunia olahraga di tingkat internasioanal dan nasional, Musyawarah Nasional Taekwondo pada tanggal 28 maret 1981 berhasil menyatukan kedua organisasi Taekwondo tersebut menjadi organisasi baru yang disebut Taekwondo Indonesia yang berkiblat ke WTF. Organisasi ini dipimpin oleh Leo Lopolisa sebagai ketua umumnya, sedangkan struktur organisasi di tingkat nasionalnya disebut PBTI ( Pengurus Besar Taekwondo Indonesia) dan berpusat di Jakarta. Munas Taekwondo Indonesia I pada tanggal 17-18 September 1984 menetapkan Letjen Sarwo Edhie Wibowo (Alm.) sebagai Ketua Umum Taekwondo Indonesia periode 1984-1988, maka era baru Taekwondo Indonesia yang bersatu dan kuat dimulai.

Selanjutnya, Taekwondo Indonesia sempat dipimpin oleh Soeweno, Harsudiyono Hartas, dan sekarang oleh Letjen (Mar) Suharto.

Kini Taekwondo Indonesia telah berkembang di seluruh propinsi Indonesia dan diikuti aktif oleh lebih dari 200.000 anggota, angka ini belum termasuk yang tidak secara aktif berlatih.

Taekwondo juga telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di arena PON. Beberapa atlet yang pernah berjaya

(18)

membela negara di event internasional antara lain adalah Budi Setiawan, Rahmi Kurnia, Siauw Lung, Yefi Triaji, Lamting, Yeni Latif, Dirk Richard, di masa 1986 sampai 1993. Pada generasi berikutnya antara lain adalah Yuana Wangsa Putri yang mewakili Indonesia di Olympic Games 200 di Sidney dan Ika Dian Fitria yang berhasil meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Yunior pada November 2000, dan munculnya calon bintang-bintang baru seperti Satrio Rahadani, Neta dan lain-lain.

c. Dasar-dasar Taekwondo

Dalam penguasaan materi Taekwondo, orang perlu mengetahui dan menguasai dulu dasar teknik bela diri Taekwondo, yaitu gerakan dasar Taekwondo (Ki Bon Do Jak), dan berbagai hal yang berkaitan dengan teknik gerakan itu sendiri.

Dasar-dasar Taekwondo terbentuk dari kombinasi berbagai teknik gerakan menyerang dan bertahan yang menggunakan bagian tubuh kita untuk menghadapi lawan. Dasar-dasar Taekwondo terdiri dari 5 komponen dasar yaitu :

1. Bagian tubuh yang menjadi sasaran (Keup So).

2. Bagian tubuh yang digunakan untuk menyerang atau bertahan. 3. Sikap kuda-kuda (Seogi).

(19)

5. Teknik serangan (Kongkyok Kisul) yang terdiri dari : a. Pukulan/Jireugi (Punching)

b. Sabetan/Chigi (Striking) c. Tusukan/Chireugi (Thrusting) d. Tendangan/Chagi (Kicking)

i. BAGIAN TUBUH YANG MENJADI SASARAN (KEUP SO)

Bagian tubuh yang menjadi sasaran dapat dibagi menjadi tiga bagian pokok:

1. Eolgol (Bagian atas/kepala/muka)

Termasuk bagian ini adalah tulang belikat ke atas dan seluruh bagian wajah, titik kelemahan yang pokok terletak pada alur garis tegak lurus tepat simetris pada wajah seperti antara lain dagu, jakun, tulang di antara mata, bagian atas dan bawah bibir.

2. Momtong (Bagian tengah/badan)

Yang termasuk bagian ini adalah daerah batas pusar ke atas hingga tulang belikat, dan titik pokok kelemahan pada bagian ini adaah pada ulu hati, rusuk/tulang iga, serta bawah tulang rusuk di mana ginjal terletak di dalamnya.

3. Arae (Bagian bawah tubuh)

Yang termasuk bagian ini adalah daripusar ke bawah meliputi selangkangan, titik-titik pokok kelemahannya terletak antara lain pada rongga bawah perut dan kemaluan.

(20)

ii. BAGIAN TUBUH YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYERANG DAN BERTAHAN

Di dalam Taekwondo, tubuh manusia dianggap terpisah dan terbagi sesuai fungsinya masing-masing, namun saat melakukan gerakan/gaya, semuangya harus bergerak secara terkoordinasi dengan baik.

Pada dasarnya, teknik serangan dan pertahanan dalam seni bela diri Taekwondo hampir seluruhnya memakai bagian-bagian dari tangan dan kaki, namun perlu diingat bahwa arus tenaga yang dihasilkan berasal dari badan, terutama perputaran pinggang ditambah dengan sentakan dari lipatan siku atau lutut.

Adapun bagian tubuh yang dipergunakan adalah : a. Kepalan (Jumeok)

b. Tangan (Son) c. Lengan (Pal)

d. Siku tangan (Palkup)

e. Kaki bagian atas (Dari) termasuk lutut (Murup) f. Kaki bagian bawah (Bal)

a) KEPALAN (JUMEOK)

Kepalan tangan merupakan alat penyerang yang penting dalam seni bela diri Taekwondo. Definisi dan nama kepalan tangan (Jumeok) adalah sesuai dengan cara kita mengepalkan jari-jari

(21)

tangan dan bagian mana yang dipergunakan pada waktu menyerang.

A. Metode mengepalkan tangan

1. Tangan terenggang dan semua jari terbuka 2. Melipat keempat jari tangan kecuali ibu jari

mulai dari ruas terluar, dilanjutkan melipat secara kuat keempat jari tangan tersebut sampai ruas terdalam, hingga ruas terluar rapat erat terlipat pada telapak tangan.

3. Lipat ibu jari menekan pada ruas tengah jari telunjuk dan jari tengah.

B. Titik alat serang

1. Bagian muka dari dua bonggol jari telunjuk dari jari tengah.

2. Bagian atas dari dua bonggol jari telunjuk dan jari tengah disebut Deung-Jumok.

3. Tepi luar telapak tangan yang dikepal pada sisi jari kelingking disebut Me-Jumeok.

Berbagai bagian lain dari kepalan tangan, dengan berbagai cara mengepalnya, dipergunakan pula untuk menyerang dengan gaya dan teknik yang bervariasi, antara lain Pyon-Jumeok (alat serang dengan memakai ujung sendi tengah jari-jari), Bam- Jumeok

(22)

Jipke-Jumeok (mengepal dengan menonjolkan sendi tengah jari telunjuk).

b) TANGAN (SON)

Son atau tangan yang dimaksud dalam Taekwondo adalah tangan terbuka, hanya ketiga jari di tengah sedikit membengkok pada ruas ujungnya serta mungkin dan ibu jari rapat pada sisi telapak tangan yang terbuka tersebut.

Sonnal/ Pisau Tangan

A. Metode pembentukannya:

1. Buka telapak tangan dan rapatkan semua jari tangan, bengkokkan ruas jari-jari sehingga ujung jari tengah, jari manis, dan telunjuk hampir rata. 2. Rapat dan tekan ibu jari dengan kuat ke sisi ruas

jari telunjuk dan ujung ibu jari lipat kea rah telapak tangan.

B. Titik alat serang

1. Bantalan tepi luar telapak tangan/sisi ruas kelingking, inilah yang disebut pisau tangan (Sonnal)

2. Dengan ibu jari lebih ditekan masuk ke dalam dan menggunakan ruas pangkal jari telunjuk dan

(23)

ruas pertama ibu jari sebagai alat disebut

Sonnal-Deung.

3. Dengan menggunakan bantalan telapak tangan sebagai alat disebut Batang-Son, dalam hal ini ada 2 variasi yaitu dengan membengkokkan ruas-ruas jari tetapi telapak masih terbuka, dan menekuk ujung-ujung ruas jari seperti Pyon-Jumeok.

4. Dengan menggunakan ujung-ujung jari tangan untuk menusuk disebut Pyonson-Keut, dalam hal ini terdapat beberapa variasi posisi telapak tangan yaitu :

a. Pyonson-Keut Sewo Chireugi jika posisinya tegak dengan ibu jari di atas.

b. Pyonson-Keut Upeo Chireugi jika posisi telapak tangan telungkup.

c. Jechin-Pyonson-Keut jika posisi telapak tangan terlentang.

Beberapa variasi lain yang mempunyai bentuk khusus antara lain adalah Gawison Keut (menusuk dengan jari tangan baik satu atau dua jari), Ageum Son (posisi mencekik).

(24)

c) PALMOK (LENGAN)

Keempat sisi lengan dipergunakan dalam melakukan gerakan pertahanan, namun yang paling sering adalah sisi luar (Bakkat) dan sisi dalam (An):

1. An-Palmok

Adalah sisi segaris dengan ibu jari /sisi dalam lengan.

2. Bakkat-Palmok

Adalah sisi yang sefaris dengan ruas kelingking/sisi luar lengan.

3. Deung Palmok

Adalah sisi yang segaris dengan punggung telapak tangan.

4. Mit Palmok

Adalah sisi yang segaris dengan bantalan telapak tangan.

d) PALKUP (SIKU TANGAN)

Salah satu senjata yang sangat efektif untuk jarak dekat adalah Palkup/siku tangan

1. Palkup dalah titik pertemuan sendi ketika lengan dilipat ke arah dada/ke dalam.

2. Serangan dengan siku tangan dapat dilakukan dengan menggunakan sisi sebelah atas atau bawah dan diarahkan ke atas, bawah, ke luar, ke dalam, dan ke belakang.

(25)

e) DARI (KAKI BAGIAN ATAS)

Terdapat dua bagian kaki bagian atas yang dipakai sebagai alat menyerang yaitu:

1. Mureup (Lutut)

2. Jeonggang Wi (Tulang kering)

f) BAL (KAKI BAGIAN BAWAH)

Bal/Kaki di bagian bawah mata kaki, merupakan senjata yang sangat penting dank has dari seni bela diri Taekwondo. Walaupun tak setangkas tangan, kaki mempunyai kelebihan dalam hal jangkauan jarak dan kekuatan yang lebih besar. Kaki yang terlatih dengan baik akan menjadi senjata yang sangat andal bagi seorang Taekwondo-in.

Bagian bawah mata kaki (Bal) yang dipakai untuk menyerang adalah bagian:

1. Apchuk (ujung bantalan kaki)

Saat melakukan tendangan dengan Apchuk, jari-jari kaki ditekuk sedalam-dalamnya.

2. Dwichuk (tumit bagian dasar)

(26)

4. Balnal (pisau kaki)

Pisau kaki adalah tepi sisi sebelah luar telapak kaki. 5. Baldeung (punggung telapak kaki)

6. Balnal Deung (pisau kaki bagian belakang) Adalah tepi sisi sebelah dalam telapak kaki

7. Balbadak (telapak kaki sebelah dalam keseluruhan) 8. Balkkeut (ujung jari kaki)

Sering digunakan untuk melakukan tendangan ke arah kemaluan (Nangsim Chagi)

iii. TUBUH BAGIAN DEPAN YANG MENJADI SASARAN SERANGAN (KEUP SO)

Dalam tubuh manusia terdapat 750 titik yang sensitive yang disebut Hyoll atau Gyonghyoll, atau yang lebih kita kenal dengan titik akupuntur dalam pengobatan timur. Dalam Taekwondo ada sekitar 50 titik saja yang merupakan titik sasaran serangan yang penting dan dapat berakibat fatal jika terkena serangan yang telak.

Di bawah ini adalah sebagian dari titik kelemahan dalam tubuh manusia yang terdapat pada bagian depan :

1. SEOGI (SIKAP KUDA-KUDA)

Seogi atau sikap kuda-kuda dapat disebut juga sikap awal karena setiap gerakan dalam Taekwondo selalu dimulai dari sikap kuda-kuda

(27)

(seogi). Untuk melakukan dan mengembangkan teknik Taekwondo, kita harus memahami dengan baik sikap kuda-kuda. Letak kaki, jarak antara kaki depan dan belakang, jarak antara kedua sisi kaki ke kaki dan tekuknya lutut berpengaruh besar terhadap keseimbangan tubuh.

Seogi yang baikharus dilakukan dengan:

- Berdiri dengan punggung tegak dan menjaga tubuh tetap rileks.

- Menempatkan dengan tepat titik berat badan dan titik pusat keseimbangan. - Jaga pandangan mata agar tetap fokus pada lawan dengan posisi tubuh

yang tepat.

- Jaga otot perut (abdomen) agar tetep kencang saat menyerang atau bertahan.

- Selalu menjaga keseimbangan, ketangkasan, kemantapan, dan keluwesan saat melakukan gerakan.

Sikap kuda-kuda secara pokok dibagi tiga yaitu: - Neolpyo-seogi (sikap kuda-kuda terbuka) - Moa Seogi (sikap kuda-kuda tertutup)

- Teuksu Poom Seogi (sikap kuda-kuda specsal/khusus); disebut khusus karena terpadu dengan poom Taekwondo, jadi merupakan perpaduan sikap kaki dan tangan atau berdiri dengan satu kaki.

(28)

a. SIKAP KUDA-KUDA TERBUKA

1. Naranhi Seogi (Sikap Sejajar)

- Kedua kaki dibuka selebar kurang lebih panjan satu telapak kaki, dengan posisi kedua telapak kaki sejajar/parallel.

- Kedua lutut lurus dan titik pusat keseimbangan tepat berada di tengah, di antara kedua kaki.

2. Juchum Seogi (Sikap Duduk)

- Kedua kaki dibuka selebar kurang lebih panjang dua telapak kaki, dengan posisi kedua telapak kaki sejajar/parallel.

- Rendahkan badan dengan membengkokkan kedua lutut dan titik keseimbangan tepat di tengah, di antara kedua kaki.

- Juchum seogi dengan kaki terbuka lebar disebut Nachuwo Seogi.

3. Ap Seogi (Sikap Jalan Pendek)

- Terbentuk seperti saat anda berjalan dan berhenti tepat satu langkah, demikian juga titik letak berat badannya.

- Jarak kaki sesuai langkah masing-masing, demikian juga sudut telapak kakinya (± 22,5°).

4. Ap Kubi Seogi (Sikap Jalan Panjang)

- Kaki depan, lutut bengkok membentuk sudut ± 120°, dan kaki belakang lurus.

- Jarak antara kedua kaki, kurang lebih satu setengah langkah biasa dengan lebar di antara kedua kaki sebesar satu telapak kaki.

(29)

- Telapak kaki belakang membuka sedikit, antara 22,5o sampai 30o. - Titik berat badan terletak sedikit di depan.

5. Dwit Kubi Seogi (Sikap Kuda-kuda L)

- Jarak antara kaki depan dan belakang selebar satu langkah.

- Telapak kaki depan tepat lurus ke depan dan telapak kaki belakang membentuk sudut 90o/ tegak lurus dengan telapak kaki depan.

- Badan merendah dengan menekuk kedua lutut dan berat badan terletak 2/3 di belakang, posisi badan tetap tegak.

6. Beom Seogi (Sikap Kuda-Kuda Harimau)

- Dari sikap rapat (Moa Seogi), majukan kaki satu langkah ke depan dan angkat tumit kaki depan, hingga bantal kaki (Ap Chuk) yang menempel di lantai.

- Tubuh direndahkan dengan menekuk kaki belakang dan tumpuan berat badan sebagian besar pada kaki belakang punggung tetap tegak.

- Kedua lutut yang ditekuk mengarah sedikit ke dalam.

b. SIKAP KUDA-KUDA TERTUTUP

1. Moa Seogi (Sikap Kuda-Kuda Tertutup)

- Sikap berdiri dengan sisi dalam kedua telapak kaki rapat.

- Beberapa bentuk Moa Seogi adalah : Dwi Chuk Moa Seogi (rapat pada kedua sisi tumit bagian dalam) dapat disebut juga Charyeot Seogi, Ap Chuk Moa Seogi (rapat pada kedua ibu jari kaki)

(30)

2. Koa Seogi (Sikap Kuda-Kuda Kaki Menyilang)

- Tulang kering bawah dan cekung sebelah dalam betis kaki yang lain saling menyilang.

- Tumit kaki belakang diangkat dan kedua lutut ditekuk (Dw Koa Seogi) - Tumpuan pada kaki depan.

c. SIKAP KUDA-KUDA KHUSUS

1. Kibon Junbi Seogi (Sikap Kuda-Kuda Siap)

- Sering disebut juga Junbi Seogi, kuda-kuda ini dibentuk dari sikap kuda-kuda sejajar (Naranhi Seogi), dipadu dengan sikap kedua tangan mengepal terletak di depan perut bagian bawah, sedikit dibawah pusar (Tan Jon = titik kira-kira tiga jari di bawah pusar)

- Kepalan tangan tidak menempel badan, berjarak kurang lebih setebal pergelangan tangan.

- Mata menatap lurus ke depan, atur pernapasan dan konsentrasikan pikiran serta siap untuk bergerak.

- Teknik meletakkan posisi kedua tangan adalah pertama-tama buka kaki kiri, ambil napas melalui hidung, angkat kedua tangan posisi terbuka sampai di uluhati, kemudian kepalkan kedua tangan, putar balik dan turunkan kedua tangan sampai sedikit di bawah pusar, sambil keluarkan napas pelan-pelan melalui mulut.

(31)

2. Bojumeok Junbi Seogi (Sikap Kuda-Kuda Siap dengan Menutup Kepalan)

- Sikap kuda-kuda ini dibentuk dari sikap kuda-kuda rapat (Moa Seogi), dipadu dengan sikap di mana tangan kanan mengepal dan ditutup oleh telapak tangan kiri, kedua tangan tidak rapat namun terpisah setipis mungkin, telapak tangan kiri dan ibu jari membentuk huruf C.

- Kedua tangan berada di depan badan dengan tinggi kepalan pada tiga pilihan/posisi, yaitu bisa terletak di depan perut, leher atau dahi.

- Mata menatap lurus ke depan, atur pernapasan dan konsentrasikan pikiran pada kedua pertemuan tangan, serta siap untuk bergerak. - Teknik meletakkan posisi kedua tangan setinggi leher pada tae geuk 7,

adalah pertama-tama kedua tangan bertemu di depan tanjon, kemudian dari bawah pada posisi tangan kiri masih terlentangsiku diputar, diangkat ke atas sampai setinggi leher, sambil mengeluarkan napas lembut lewat mulut, dengan tetap berkonsentrasi menjaga jarak kedua tangan setipis mungkin, mata tetap menatap lurus ke depan.

2. JIREUGI (PUKULAN)

Definisi pukulan adalah serangan yang menggunakan kepalan tangan (jumeok) dengan perkenaan pada bagian depan kepalan, kedua bonggol, pangkal ruas jari telunjuk dan jari tengah, atau pyon jumeok.

Pada prinsipnya, gerak serangan dilkukan dari pinggang Taekwondo mengenal berbagai macam tipe pukulan, yang dibedakan berdasarkan arah

(32)

lintasan serangannya, target sasarannya, maupun posisi sikap kuda-kuda (seogi) saat melakukan pukulan.

Pukulan dapat dilakukan dari beberapa arah lintasan, seperti: lurus langsung ke depan, samping (Yeop Jireugi), ke belakang (Dwi Jireugi) atau memutar (Dollyo Jireugi), ke atas (Chi maupun Jecho Jireugi), dan ke bawah (Naeryo Jireugi). Pukulan yang dilakukan dengan posisi sikap kuda-kuda (Seogi) yang berlawanan disebut Baro Jireugi, sedangkan jika pukulan selaras dengan posisi sikap kuda-kuda disebut Bandae Jireugi. Ada banyak variasi pukulan dalam Taekwondo, di antaranya yang dikombinasikan dengan tangkisan, atau dilakukan dengan kedua tangan sekaligus. Dalam aplikasinya di lapagan atau dalam pertandingan, pukualan tidak harus berawal dari pinggang, namun putaran pinggang untuk mendukung tenaga harus tetap dilakukan.

Beberapa pedoman dalam melakukan pukulan :

a. Semua pkulan berawal dari kepalan di pinggang dan dilakukan dengan putaran pinggang.

b. Kepalan harus kencang, lakukan pukulan sepenuhnya dengan lengan dan bahu tetap rileks.

c. Seperti halnya dalam melakukan tendangan, setiap kali pukuluan dilepaskan, tariklah kembali tangan segera seelah mengenai sasaran.

(33)

d. Saat melakukan pukulan konsentrasikan pikiran pada sasaran dan akselerasi pukulan.

iv. BERBAGAI MACAM VARIASI PUKULAN YANG ADA DALAM POOMSAE TAE GEUK:

1. Momtong Jireugi (Pukulan lurus ke depan, sasaran tengah)

- Pukulan lurus ke depan dari pinggang dengan sasaran ke tengah.

- Pukulan ini dapat dilakukan dengan 2 posisi sikap kuda-kuda, yaitu Bandae Jireugi atau Baro Jireugi.

- Sasaran dapat ditujukan ke arah, eolgol (atas) atau arae

(bawah).

2. Yeop Jireugi (Pukulan lurus ke samping)

- Pukulan lurus ini berawal dari pinggang dengan sasaran ke samping sisi badan.

- Arah pandangan mengikuti arah pukulan.

3. Dangkyo Teok-Jireugi (Pukulan ke rahang sambil menarik)

- Pukulan khusus ini didahului dengan menarik naju lawan, kemudian melakukan pukulan kait ke atas kea rah rahang lawan.

4. Du Jumeok Jecho Jireugi (Pukulan Ganda Mengait ke Atas)

(34)

- Pukulan dengan dua kepalan tangan yang dilakukan bersamaan ini tetap berawal dari pinggang, dengan arah sasaran kedua rusuk lawan.

- Pukulan mengait ke atas dengan posisi sisi lengan bawah (mit palmok) di atas.

3. MAKKI (TANGKISAN)

Tangkisan adalah suatu teknik gerakan yang dipergunakan untuk menahan atau mematahkan serangan lawan. Dari berbagai teknik tangkisan, yang terbanyak adalah menggunakan lengan dan tangan. Tangkisan harus dilatih secara terus-menerus dengan benar, sehingga dapat dipergunakan secara efisien dan efektif, serta mampu mengimbangi serangan yang datang.

Dalam Taekwondo, teknik tangkisan sangatlah penting karena setiap gerakan Taekwondoselalu dimulai dengan tangkisan. Hal ini menunjukkan bahwa Taekwondo tidak pernah mengajarkan untuk mendahulukan teknik menyerang.

Teknik tangkisan selain dilakukan dengan tangkisan tunggal yang menggunakan satu tangan atau lengan, dapat pula menggunakan kedua tangan sekaligus, maupun menggunakan kaki. Saat melakukan tangkisan diperlukan posisi badan yang kuat dan seimbang untuk mendukung kekuatan tangkisan tersebut.

(35)

Arah tangkisan dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian atas (eolgol) tengah (momtong) dan bagian bawah (arae).

Berbagai tangkisan penting yang sering digunakan dalam tae geuk poomsae adalah:

1. Arae Makki (Tangkisan ke bawah)

- Bagian lengan sisi luar (bakkat palmok) dipergunakan untuk menangkis serangan lawan.

- Tangkisan dilakukan dari samping bahu dengan putaran pinggang.

- Ayunan bahu dan lengan keluar hingga siku tangan lurus dan samping ke sisi luar tubuh, sedangkan satu tangan yang lain ditarik ke pinggang.

- Jarak tangkisan dengan perut kurang lebih dua kepalan tangan.

2. Eolgol Makki (Tangkisan ke atas)

- Bagian lengan sisi luar (bakkat palmok) dipergunakan untuk menangkis serangan lawan.

- Tangkisan atas dilakukan di atas dahi untuk melindungi kepala dengan jarak kurang lebih satu kepalan.

- Lakukan tangkisan dari samping sisi badan, dimulai dari sebelah luar tangan satunya. Ayunkan lengan keluar dan naik hingga di atas kepala, sedangkan satu tangan yang lain ditarik ke pinggang.

(36)

- Sudut dalam siku tangan membentuk sudut ± 120°. 3. Momtong An Makki (Tangkisan ke tengah dari luar ke dalam)

- Bagian lengan sisi luar (bakkat palmok) yang dipergunakan untuk menangkis serangan lawan.

- Tangkisan dilakukan di depan dada dan masuk sedikit ke dalam sisi tubuh, dengan siku membentuk sudut dalam ± 90°, dan tinggi kepalan kira-kira setinggi dagu.

- Tangkisan ini dilakukan dari sisi luar tubuh dengan kepalan setinggi bahu dan digerakkan dari luar ke dalam, disertai putaran pinggang dan lengan serta bahu. Sementara itu, satu tangan yang lain ditarik kea rah pinggang.

4. Momtong Bakkat Makki (Tangkisan ke tengah dari dalam ke luar)

- Tangkisan ini bisa dilakukan dengan menggunakan bagian lengan sisi dalam (an palmok) atau dengan lengan sisi luar (bakkat palmok) untuk menangkis serangan lawan.

- Tangkisan dilakukan di depan dada dan masuk sedikit ke dalam sisi tubuh, dengan siku membentuk sudut dalam ± 90°, dan tinggi kepalan tangan kira-kira setinggi dagu. Tangkisan ini juga dapat dilakukan ke arah atas.

- Tangkisan ini dilakukan dari sisi luar tubuh lengan menyilang dengan tangan satunya dan digerakkan menyilang dari dalam ke luar, disertai putaran pinggang dan

(37)

lengan serta bahu, sedangkan satu tangan yang lain ditarik kea rah pinggang.

5. Sonnal Momtong Makki (Tangkisan ke tengah dengan pisau tangan)

- Bagian lengan sisi luar (bakkat palmok) dipergunakan untuk menangkis serangan lawan dengan telapak tangan terbuka membentuk pisau tangan.

- Tangan depan membentuk sudut +- 90o dengan posisi pisau tangan telungkup setinggi bahu dan pisau tangan yang lain terlentang diletakkan di depan dada/ ulu hati, namun tidak menempel.

- Tangkisan ini dilakukan serentak oleh kedua tangan, diambil dari samping belakang tubuh dan dengan memutar lengan membentuk elips.

- Jika dilakukan dengan satu tangan disebut han sonnal momtong bakkat makki.

- Tangkisan ini juga dapat dilakukan ke arah bawah, baik dengan dua tangan maupun satu tangan.

6. Batang Son Momtong An Makki (Tangkisan ke tengah dari luar dengan bantalan telapak tangan)

- Tangkisan ini menggunakan bantalan telapak tangan untuk menahan atau menghalau serangan lawan.

(38)

- Tagkisan dilakukan dari luar ke dalam. Masuk hingga ke tengah tubuh, pergelangan tangan jangan dibengkokkan. 7. Kawi Makki (Tangkisan menggunting)

- Tangkisan khusus yang merupakan kombinasi dari dua tangkisan yaitu Momtong Bakkat makki dan Arae Makki, yang dilakukan secara bersamaan untuk menangkis serangan lawan pada dua arah sekaligus.

8. Sonnal Bitureo Makki (Tangkisan melintir dengan satu pisau tangan)

- Dengan cara yang sama ketika melakukan Bakkat Palmok Momtong Bakkat Makki, hanya posisi telapak tangan terbuka digunakan untuk menangkap tangan lawan.

- Dilakukan dengan sedikit gerakan melintir/ memutar pergelangan tangan.

9. Hecho Makki (Tangkisan ganda ke luar)

- Tangkisan dengan menggunakan dua tangan untuk menghalau tangan lawan yang memegang kedua bahu kita.

- Tangkisan ini dapat menggunakan bakkat palmok atau an palmok.

10. Eotgoreo Arae Makki (Tangkisan silang ke arah bawah)

- Tangkisan ke arah bawah ini menggunakan dua tangan, dengan posisi menyilang, satu lengan mendukung lengan yang lain.

(39)

- Tangkisan ini dapat menggunakan bakkat palmok dan diambil dari samping pinggang.

11. Wesanteul Makki (Tangkisan ganda memotong arah bawah dan ke luar)

- Tangkisan ini digunakan untuk menghalau serangan dari dua arah samping, yang merupakan kombinasi dari Arae Makki dan An Palmok Eolgool Bakkat Makki.

- Arah pandangan ke arah sisi tangkisan Arae Makki.

4. CHIGI (SABETAN)

Sabetan merupakan serangan yang dilakukan dengan ayunan lengan tangan atau kaki, yaitu dengan kepalan tangan, telapak tangan, siku, lutut, maupun kaki. Kekuatan yang dihasilkan dan arah gerak ayunan lengan/kaki dan putaran pinggang berbeda dengan pukulan (jireugi). Kekuatannya dihasilkan dari putaran pinggang yang disalurkan dengan hentakan lurus.

Berbagai sabetan yang ada dalam tae geuk poomsae:

1. Han Sonnal Mok Chigi (Sabetan Tunggal dengan satu tangan)

- Sabetan ini bisa disebut juga Hanssonnal Eolgul An Chigi

karena bergerak dari luar ke dalam, dengan leher lawan sebagai arah sasaran.

(40)

2. Jebipoom Mok Chigi (Sabetan dari luar ke dalam dibarengi tangkisan pisau tangan kea rah atas)

- Sabetan ini termasuk khusus (Teuksu Chigi), karena dilakukan dengan kombinasi tangkisan ke atas dengan pisau tangan.

- Sabetan ini harus dilakukan dengan putaran pinggang dan hentakan tangkisan yang kuat dan timing yang tepat (pada saat yang tepat).

3. Me Jumeok Naeryo Chigi (Sabetan dari atas ke bawah dengan bantalan kepalan bagian ruas kelingking)

- Sabetan ini mengandalkan putaran lengan dan tekanan tubuh untuk menambah kekuatannya.

- Pandangan dan badan mengikuti arah sabetan, banyak orang melakukan kesalahan dengan melakukan sabetan ke samping.

4. Dung Jumeok Eolgul Ap Chigi (Sabetan depan menggunakan bonggol atas kepalan dengan sasaran ke atas)

- Putaran lengan bergerak dari dalam ke luar, sasaran antara bibir atas dan lubang hidung.

5. Palkup Dollyo Chigi (Sabetan memutar dengan siku tangan)

- Sabetan ini dilakukan dengan putaran pinggang, diikuti ayunan/ putaran siku tangan.

(41)

- Sabetan siku dapat dilakukan dengan berbagai cara dan arah.

6. Palkup Pyojeok Chigi (Sabetan siku tangan dengan sasaran/ target terpegang)

- Gunakan satu tangan yang lainuntuk menarik/ memegang sasaran, sabetan diarahkan ke telapak tangan yang diasumsikan memegang/ menarik sasaran.

7. Mureup Chigi (Sabetan yang menggunakan lutut)

- Didukung tenaga pemindahan berat badan untuk menumbuk sasarannya.

- Sabetan dapat ditujukkan ke tengah dan ke atas, dengan gerakan dari bawah ke atas atau dari luar ke dalam.

8. Deung Jumeok Bakkat Chigi (Sabetan dari dalam ke luar dengan menggunakan bonggol atas kepalan)

- Sabetan diarahkan ke tengah/ ke atas, yaitu atas bibir, pelipis, ulu hati, dan perut.

5. CHIREUGI (TUSUKAN)

Tusukan adalah suatu teknik seraangan menusuk yang menggunakan ujung-ujung jari tangan. Tusukan dapat dilakukan dengan satu, dua, atau tiga ujung jari tangan, metode serangannya ssama dengan teknik pukulan (jireugi), yaitu berawal dari pinggang.

(42)

Tusukan selalu diarahkan ke sasaran tubuh yang lemah, seperti ulu hati, mata, kemaluan, dan bagian lemah lainnya, berhubung kekuatan jari-jari tangan tidaklah besar.

Beberapa teknik tussukan antara lain adalah:

1. Pyeonsonkeut Sewo Chireugi (Tusukan dengan telapak tangan tegak)

- Tusukan ini diambil dari pinggang, menusuk lurus ke depan, jika telapak tangan dengan posisi mendatar maka disebut Pyeonsonkeut Upeo Chireugi.

2. Kawison Keut Chireugi (Tusukan dengan 2 ujung jari kea rah mata)

- Tusukan ini menggunakan jari telunjuk dan jari tengah, jika tusukan dilakukan dengan satu jari tengah saja maka dinamakan Hansonkeut Chireugi.

6. CHAGI (TENDANGAN)

Teknik tendangan sangat dominan dalam seni bela diri taekwondo, bahkan harus diakui bahwa taekwondo sangat dikenal karena kelebihannya dalam teknik tendangan. Banyak sekali bentuk dan tipe teknik tendangan di dalam Taekwondo, walaupun di dalam mempelajari Poomse Tae Geuk, tidak banyak teknik tendangan yang terdapat dalam jurus-jurusnya.

Teknik tendangan menjadi sangat penting karena kekuatannya yang jauh lebih besar daripada tangan, walaupun teknik tendangan secara

(43)

umum lebih sukar dilakukan ketimbang teknik tangan. Namun, dengan latihan-latihan yang benar, baik, dan terarah, teknik tendangan akan menjadi senjata yang dahsyat untuk melumpuhkan lawan.

Untuk melakukan teknik tendangan diperlukan kecepatan, kekuatan, dan terutama keseimbangan yang prima. Selain itu, diperlukan juga penguasaan jarak dan timing yang tepat agar tendangan tersebut menjadi efektif. Teknik tendangan yang dasar yang terpenting adalah Ap Chagi, Doolyo Chagi, dan Yeop Chagi, namun ada banyak variasi dari ketiga tendangan terssebut.

Beberapa pedoman penting dalam melakukan teknik tendangan adalah sebagai berikut:

a. Maksimalkan kekuatan tendangan dengan kekuatan dan kelenturan lecutan lutut.

b. Jaga kosentrasi dan pandangan pada sasaran serta aturlah jarak dan timing.

c. Setelah melakukan tendangan, kaki harus secepatnya ditarik dan kembali siap untuk melakukan tendangan atau gerakan selanjutnya.

d. Aturlah keseimbangan sebaik-baiknya, karena untuk melakukan tendangan yang cepat butuh keseimbangan yang baik dan untuk menjaga keseimbangan yang baik butuh kecepatan tendangan.

(44)

e. Koordinasikan seluruh gerak tubuh terutama dengan putaran pinggang, agar menghasilkan tenaga yang maksimal.

Berbagai Tendangan Dasar yang Terpenting dalam Taekwondo :

1. Ap Chagi (Tendangan depan)

- Tendangan ini mengandalkan sentakan lutut kea rah depan dengan menggunakan bantalan telapak kaki bagian depan (ap chuk)

- Tendangan diarahkan ke tengah, yaitu ulu hati atau perut, maupun ke sasaran atas (dagu lawan). Tendangan ini dapat pula dilakukan untuk menyerang kemaluan dengan ujung jari-jari kaki atau punggung kaki.

- Variasi tendangan ini dapat dilakukan dengan berbagai posisi (sikap kuda-kuda), dan dapat dilakukan dengan kakai depan atau kaki belakang, maupun sambil melompat. 2. Dollyo Chagi (Tendangan Serong/memutar)

- Kekuatan tendangan ini selain dari lecutan lutut juga sangat didukung oleh putaran pinggang yang sebenarnya merupakan penyaluran tenaga dari massa badan.

- Tendangan ini pada dasarnya menggunakan pula bantalan telapak kaki (ap chuk), namun sangat sering pula menggunakan baldeung (punggung kaki), terutama jika digunakan jika digunakan dalam pertandingan.

(45)

- Variasi teknik tendangan ini diantara lain, seperti: I dan

Dollyo Chagi (tendangan serong dengan meluncur) dan

Dolke Chagi (tendangan serong dengan putaran tubuh 360°)

3. Yeop Chagi (Tendangan samping)

- Tendangan samping yang memerlukan kontraksi badan saat memindahkan tenaga ke sasaran, sehingga diperoleh tenaga hentak atau dorong yang maksimal.

- Tendangan ini menggunakan pisau kaki (bal nal) ataupun tumit (dwi chuk).

- Tendangan ini dapat dilakukan ddengan meluncur (I Dan Yeop Chagi) dan melompat (Twieo Yeop Chagi).

4. Dwi Chagi (Tendangan belakang)

- Tendangan belakang dilakukan dengan langsung menendang ke belakang untuk lawan yang berada di belakang kita. Untuk lawan yang berada di hadpan kita, tendangan ini dilakukan dengan lebih dulu memutar tubuh 360°.

- Dwi Chuk (tumit) sebagai alat untuk melakukan tendangan ini, baik ke arah perut, dada, maupun kepala.

- Saat melakukan Dwi Chagi, lutut kaki jangan sampai keluar dari garis sisi tubuh, karena tenaga yang dihentakan

(46)

menjadi tidak maksimal dan keseimbangan tubuh menjadi goyah.

5. Naeryo Chagi (Tendangan menurun/ mencangkul)

- Tendangan ini dapat dilakukan dengan mengangkat kaki setinggi mungkin lewat luar, dalam, atau belakang ke atas (depan), dan dijatuhkan sekuat mungkin ke arah sasaran.

- Sasaran tendangan adalah kepala, tulang belikat, dan dada.

- Saat melakukan hentakan ke bawah, pandangan tetap ke depan dan jagalah badan tetap seimbang.

6. Twio Yeop Chagi

- Tendangan ini adalah variasi dari tendangan samping (Yeop Chagi), yang dilakukan dengan loncatan.

7. Dwi Huryeo Chagi

- Sering juga disebut secara singkat Dwi Hurigi, tendangan ini merupakan perpaduan atau kombinasi antara Dwi Chagi

dan Mom Dollyo Chagi (kebalikan tendangan serong).

- Bagian kaki yang dipakai untuk mengenai sasaran adalah

Dwi Kumchi (tumit bagian belakang) atau untuk kompetisi sering dipakai balbadak (telapak kaki).

- Tendangan ini membutuhkan keseimbangan yang baik, putaran penuh pinggang yang diikuti tubuh dan lecutan lutut yang mengait sasaran.

(47)

- Tendangan ini adalah tendangan dengan dua target sasaran yang dilakukan secara beruntun ke depan. Biasanya, tinggi sasaran pertama lebih rendah dibandingkan sasaran kedua.

- Teknik tendangan ini terdapat dalam Poomse Tae Geuk 8.

9. Twio Ap Chagi

- Tendangan ini adalah variasi dari tendangan depaan hanya didahului dengan loncatan.

10. Twio Dwi Chagi

- Tendangan ini adalah variasi dari tendangan belakang (Dwi Chagi), yang dilakukan sambil meloncat dan memutar tubuh 360°.

d. POOMSE TAE GEUK

1. Pengertian Poomsae

Poomse berasal dari dua kata, yaitu poom dan se, yang berarti rangkaian bentuk gerakan.Poomse adalah sistem metode latihan taekwondo dalam praktek menyerang dan bertahan menghadapi lawan yang imajiner. Poomse terdiri dari variasi berbagai bentuk sikap kuda-kuda, tendangan, pukulan, tangkisan, dan sebagainya yang didasari oleh prinsip-prinsip filosofi timur,yang mendalam. Poomse merupakan pelajaran pokok dalam taekwondo yang dibagi dua, yaitu poomse yang diperuntukkan bagi yang belum mencapai tingkatan sabuk hitam (Tae Geuk I s.d. VIII) dan poomse bagi tingkatan sabuk hitam (Koryo

(48)

2. Garis Diagram dan Gerakan Poomse Tae Geuk

Dalam mempelajari dan mempraktekkan poomse, kita harus mengetahui diagram dan arah gerakannya. Garis diagram dan arah gerakan Poomse Tae Geuk berasal dari simbol-simbol filosofi timur yang disebut Pal Gwe (diagram segi delapan atau Pat Kwa atau

Octagon), sehingga Poomse Tae Geuk berjumlah delapan, mewakili setiap sisi dari Pal Gwe.

3. Tujuan dan Manfaat Mempelajari Poomse

Pal Gwe yang menjadi dasar diagram dan arah gerakan mempunyai perbedaaan arti pada setiap sisinya. Demikian pula halnya dengan poomse. Setiap poomse mengandung perbedaan teknik gerakan serangan dan pertahanan serta menggambarkan filosofi kehidupan yang berbeda-beda. Saat mempraktekkan poomse, kita mempelajari bagaimana mengontrol pernapasan, keseimbangan, keluwesan dan kelenturan, ketangkasan serta pengaturan tenaga. Selain itu, kita harus mampu memusatkan pikiran dan kosentrasi pada setiap gerakan. Poomse, jika dipelajari dengan baik dan benar, akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan gerak dan otot, kondisi tubuh, juga menimbulkan semangat serta rasa percaya diri yang kuat.

4. Pedoman Untuk Mempelajari dan Mempraktekkan Poomse

a. Gerakan dimulai dan berakhir pada titik atau posisi yang sama. Untuk itu diperlukan ketepatan posisi badan,

(49)

langkah, arah, dan gerakan agar dapat kembali ke posisi awal.

b. Kontrol ditujukan pada penyaluran dan pengerahan tenaga secara benar karena ada berbagai perbedaan pengerahan tenaga.

c. Perhatikan perbedaan kecepatan pada setiap gerakan, tidak semua gerakan dilakukan dengaan cepat.

d. Setiap langkah harus dilakukan dengan konstan (tetap), baik keseimbangan, lebar dan panjang langkah.

e. Pelajari dengan benar pengaturan napas dan teriakan (kihap).

f. Lakukan setiap teknik gerakan setepat mungkin dan bayangkan seperti menghadapi lawan yang sesungguhnya. g. Pelajari dulu satu poomse dengan baik, barulah

mempelajari poomse yang lain. Lihatlah setiap poomse

setiap hari, sehingga anda semakin mahir.

5. Poomse Tae Geuk

Poomse Tae Geuk adalah poomse dasar dalam taekwondo. Tae Geuk mewakili filsafat timur yang mendalam pandangannya terhadap alam semesta dan kehidupan.

Tae berarti “keagungan” dan geuk berarti “keabadian”. Dengan

demikian, tae geuk tidak berbentuk, tanpa permulaan dan akhir. Sekalipun demikian, segala sesuatu berawal dari keagungan dan

(50)

keabadian (tae geuk). Poomse Tae Geuk terdiri dari delapan poomse, yang masing-masing mewakili watak atau karakter manusia, unsur-unsur yang ada di dunia, dan prinsip-prinsip filosofi timur yang terdapat dalam Buku Perubahan. Kedelapan unsure (Pal Gwe) tersebut adalah Keon, tae, ri, jin, seon, gam, gan, dan gon, yang mewakili berbagai unsur yang ada di alam semesta, yaitu surga atau langit, air yang tenang seperti telaga, air yang mengalir, api, matahari, cahaya, Guntur dan kilat, angin, kayu, gunung dan bukit, serta bumi. Pal Gwe

juga mewakili delapan penjuru mata angin serta pengaruh lima elemen, yaitu logam, air, kayu, api, dan tanah (bumi). Diyakini bahwa setiap unsur tersebut berkaitan dengan proses pembentukan dan penghancuran muka bumi. Tae guk mengikuti hokum alam yang disebut Teori Ying-Yang (Im-Yang), atau di Koreaa dikenal dengan nama Um-Yang.

6. Arti Pada Setiap Tae Geuk Poomse

Tae Geuk I: Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip KEON dari

Pal Gwe.

Keon melambangkan sesuatu yang besar dan maha agung, yang menjadi asal dari segala sesuatu. Keon merupakan permulaan segala sesuatu yang ada di bumi dan menjadi sumber penciptaan serta kekuatan yang berasal dari langit. Langit pula yang memberikan cahaya matahari dan hujan, yang membuat segala sesuatu tetap tumbuh

(51)

dan hidup. Tae Geuk I bersifat sederhana namun dilakukan dengan penuh kekuatan dan menampakkan keperkasaan sesuai wataknya.

Tae Geuk 2: Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip TAE dari

Pal Gwe.

Tae menggambarkan keteguhan hati dan kelemahlembutan. Dalam tae, batin seseorang tetap teguh namun gayanya tampak lemah lembut, mengatasi keadaan dengan senyuman dan kebajikan.Untuk itu, tae geuk ini harus dilaksanakan dengan lemah lembut namun penuh kekuatan.

Tae Geuk 3: Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip RI dari

Pal Gwe.

Ri menggambarkan matahari dan api, yang memberikan cahaya, kehangatan dan harapan. Dengan demikian, Tae Geuk 3 harus dilaksanakan dengan penuh semangat dan daya yang variatif.

Tae Geuk 4: Serangkaian aksi yang mengharapkan prinsip JIN dari

Pal Gwe.

Jin menggambarkan guntur dan kilat, yang menimbulkan panik dan ketakutan, namun langit yang biru dan sinar matahari yang cerah akan muncul kembali. Prinsip ini menyarankan pada kita bahwa dalam menghadapi bahaya dan ketakutan, seharusnya kita bersikap tenang dan berani, karena kita yakin bahwa setelah bahaya lewat kita akan mengalami masa yang cerah kembali. Begitu pula dalam Tae Geuk 4,

(52)

ada beberapa gerakan yang sulit dan memerlukan ketenangan serta keseimbangan yang baik saat melaksanakannya.

Tae Geuk 5: Serangkaian aksi yang menerpakan prinsip SEON dari

Pal Gwe.

Prinsip ini menggambarkan angin, yang pembawaan aslinya halus dan menghembus sepoi-sepoi, namun dapat menjadi dahsyat seperti badai. Hal ini melambangkan sifat kerendahan dan kebaikan hati, perbuatan ini, harus dilakukan terus-menerus, seperti angin yang selalu meniup pepohonan. Di dalam Tae Geuk ini terlihat gerakan-gerakan yang berulang-ulang, dan ada gerakan-gerakan yang terlihat monoton maupun yang sesekali menyentak dan kuat.

Tae Geuk 6: Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip GAM dari

Pal Gwe.

Prinsip ini menggambarkan air, yang merupakan elemen yang paling fleksibel: hal ini memberikan pengertian bahwa berbagai kesulitan dan penderitaan yang kita alami dapat diatasi jika kita tetap maju dan berbekal rasa percaya diri yang kuat.

Tae Geuk 7: Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip GAN dari

Pal Gwe.

Gan melambangkan gunung, yang menjadi simbol kestabilan karena dianggap tidak pernah bergerak, dan puncaknya mengingatkan kita untuk tau kapan kita harus bertindak dan kapan saatnya kita harus berhenti (top stop). Hal ini mengajari kita agar dalam setiap tindakan

(53)

kita tidak gegabah. Tae Geuk ini dilakukan dengan penuh ketenangan, namun tetap terlihat kokoh dan mantap.

Tae Geuk 8: Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip GON dari

Pal Gwe.

Gon melambangkan bumi, yang kokoh, kuat dan bertenaga. Bumi merupakan sumber kehidupan, dimana segala makhluk hidup dan tumbuh. Bumi dianggap sebagai ciptaan kekuatan dari langit. Hal ini diharapkan dengan penuh ketenangan, namun kita tetap dapat menjadi tempat tumbuhnya kekuatan dan pemikiran yang positif. Tae Geuk 8, merupakan Tae Geuk yang terakhir, disini kita diharapkan dapat memperbaiki dan memperkokoh dasar kita sebelum mencapai tingkatan DAN.

7. Lambang dan Bentuk Diagram Pal Gwe

Simbol keselarasan alam semesta.Keselarasan tercipta karena keseimbangan antara dua kekuatan yang berlawanan, yaitu Um-Yang.

(54)

Gambar II.1 Um-Yang

Sumber : Buku Taekwondo Poomsae Tae Geuk karya V. Yoyok Suryadi

8. Gambar Garis Diagram dan Gerakan Poomse Tae Guk

Gambar II.2 Diagram Gerakan Poomsae Tae Geuk

Sumber : Buku Taekwondo Poomsae Tae Geuk karya V. Yoyok Suryadi M : Titik mulai atau posisi awal dan pandangan ke arah depan

(D)

D : Titik depan atau titik arah pandangan

Kr : Posisi yang terletak di sebelah kiri dari posisi awal (mulai) Kn: Posisi yang terletak di sebelah kanan dari posisi awal

(mulai)

: Arah pandangan awal

e. PerlengkapanTaekwondo

Dalam berlatih taekwondo diperlukan berbagai macam alat untuk pelindung diri kita juga menunjang kemampuan dalam berlatih, macam-macam alat di taekwondo sendiri dibedakan 2 macam-macam:

(55)

1. Peralatan dalam latian.

2. Peralatan yang digunakan dalam pertandingan.

Pertama adalah Peralatan yang digunakan dalam latian antara lain yang wajib dimiliki adalah tarjet kicking/pyongyo (alat bantu sasaran tendangan) digunakan untuk melatih tendangan serta akurasi tendangan, berikutnya adalah sandsack, alat ini sama fungsinya seperti tarjet kicking

cuma disini ukurannya lebih besar, biasa tiap dojang menyediakan peralatan ini sama untuk melatih tendangan. Ketiga adalah alat bantu pukulan (Punching-pad) selain alat dalam latian ada juga peralatan/perlengkapan yang harus dimiliki dalam pertandingan, antara lain:

Gambar II.3 Perlengkapan Pertandingan Taekwondo Sumber : (http://taekwondo.mdp.ac.id/?page_id=2)

(56)

Keterangan gambar :

1. Protector merupakan alat pelindung yang diharuskan untuk digunakan pada saat pertandingan. Protector yang digunakan dalam Taekwondo ada beberapa jenis, diantaranya:

a. Head-Guard merupakan pelindung kepala dan juga terdiri atas 2 (dua) warna. Nilai yang diperoleh dengan sasaran ini adalah 3 (tiga) dan 4 (empat).

b. Forearm-Guard merupakan pelindung tangan (lengan) atau tulang Hasta (Arm-guard).

c. Body Protector (HOOGO) atau pelindung bagian badan terdiri atas 2 (dua) warna, Biru dan Merah untuk menandakan sudut tanding. Nilai yang diperoleh dengan sasaran ini adalah 1 (satu) dan 2 (dua).

d. Shin-Guard merupakan pelindung kaki (tulang kering).

e. Groin Protector merupakan pelindung kelamin (Nangsimcha). f. Gum Shield merupakan pelindung bagian mulut (gigi).

(57)

Gambar II.4 Gum Shield

Sumber : (http://taekwondo.mdp.ac.id/?page_id=2)

Perlengkapan diatas disarankan dimiliki oleh taekwondoin terutama para atlet untuk menunjang dalam berlatih, akan tetapi banyak dojang yang sekarang sudah menyediakan peralatan diatas untuk menunjang peningkatan kemampuan dalam berlatih taekwondo. Adapun fasilitas lain pendukung Taekwondo antara lain:

2. Dojang

Hal pertama yang perlu dan harus ada adalah tempat latihan, yang disebut Do-Jang. Selain sebagai tempat untuk berlatih, Dojang juga merupakan rumah bagi pelaku Taekwondo. Pelaku Taekwondo harus merawat Dojang agar nyaman saat ditempati, karena Dojang adalah yang melambangkan komunitas Taekwondo itu sendiri.

Gambar II.5 Dojang Taekwondo

Gambar

Gambar II.1 Um-Yang
Gambar II.3 Perlengkapan Pertandingan Taekwondo  Sumber : (http://taekwondo.mdp.ac.id/?page_id=2)
Gambar II.4 Gum Shield
Gambar II.6 Dojang dan Atlet Taekwondo  Sumber :
+7

Referensi

Dokumen terkait

Proses desain dari alat pemanen baru telah dilakukan oleh CSIR-Corps dengan tujuan untuk mengurangi sakit pada bagian pinggang pekerja, alat panen ini juga menggunakan prinsip

Pengembangan Laravel berbasis MVC (Model, View, Controller) sehingga berfokus pada bagian end- user untuk memudahkan dalam penulisan maupun tampilan, meningkatkan

si 12 soal sampai 15 soal di engerjaan soal di aplikasi ini mempunyai 3 sub menu di bagian bawah tampilan yaitu check,answer dan next yang dapat digunakan walaupun kita ombol

Mula-mula berdiri di petak servis dengan kaki kiri agak lebih ke depan daripada kaki kanan, pegang bola dengan tangan kiri, lambungkan bola tidak terlalu

Karate adalah seni beladiri menggunakan tangan kosong dimana tangan dan kaki dilatih dengan sedemikian rupa secara sistematis sehingga serangan secara tiba-tiba

Renang Gaya Bebas adalah gerakan yang dilakukan dengan cara. menelungkupkan badan, dimana tangan dan kaki melakukan

Jika terhadap bagian objek ukur yang sama, hasil ukur melalui butir yang satu kontradiksi atau tidak konsisten dengan hasil ukur melalui butir yang lain maka

Nama-nama bagian kaki untuk sepak bola: kaki sebelah kiri sebagai berikut: Gambar 2.9 Nama-Nama Bagian Kaki Untuk Menendang Bola Sumber: Soekatamsi, 1984 Pemain sepakbola harus mampu