BAB VI KERANGKA KELEMBAGAAN DAN REGULASI KABUPATEN

31  Download (0)

Full text

(1)

KERANGKA KELEMBAGAAN DAN

6.1. KERANGKA KELEMBAGAAN

Kondisi kerangka kelembagaan di Kabupaten

laksana, dan sumber daya manusia yang terdapat pada masing pembangunan Bidang Cipta Karya. Adapun kondisi masing diuraikan sebagai berikut:

6.1.1. Kondisi Keorganisasian

Kondisi keorganisasian Bidang Cipta Karya disini merupakan

tugas, dan fungsi masing-masing unit yang terkait dengan pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya di Kabupaten Semarang

Semarang meliputi Dinas Daerah dan Lembaga T a) Dinas Daerah :

1) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 2) Dinas Kesehatan

3) Dinas Pekerjaan Umum b) Lembaga Teknis Daerah :

1) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) 2) Badan Lingkungan Hidup

3) Badan Penanggulangan Bencana Daerah c) Perusahaan Daerah :

1) PDAM

Adapun secara rinci kondisi keorganisasian masing A. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 1 Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah

Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Semarang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai tugas pokok

KERANGKA KELEMBAGAAN DAN

REGULASI KABUPATEN

KERANGKA KELEMBAGAAN

Kondisi kerangka kelembagaan di Kabupaten Semarang digambarkan

daya manusia yang terdapat pada masing-masing SKPD terkait dengan pembangunan Bidang Cipta Karya. Adapun kondisi masing-masing kerangka kelembagaan

Kondisi Keorganisasian

Kondisi keorganisasian Bidang Cipta Karya disini merupakan gambaran kondisi struktur, masing unit yang terkait dengan pembangunan infrastruktur Bidang Semarang. Adapun kondisi keorganisasian Bidang Cipta Karya Kabupaten meliputi Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah, yang meliputi :

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Dinas Pekerjaan Umum Lembaga Teknis Daerah :

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Badan Lingkungan Hidup

Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Adapun secara rinci kondisi keorganisasian masing-masing sebagai berikut. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 10 Tahun 201

Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Semarang, Dinas Pendidikan dan mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah di bidang

BAB VI

KERANGKA KELEMBAGAAN DAN

REGULASI KABUPATEN

digambarkan dari organisasi, tata masing SKPD terkait dengan masing kerangka kelembagaan

gambaran kondisi struktur, masing unit yang terkait dengan pembangunan infrastruktur Bidang . Adapun kondisi keorganisasian Bidang Cipta Karya Kabupaten

eknis Daerah, yang meliputi :

Tahun 2013 Tentang Kabupaten Semarang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Semarang, Dinas Pendidikan dan melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah di bidang

(2)

Pendidikan Dan Kebudayaan. Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, menyelenggarakan fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Non Formal dan Informal, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan, dan bidang Kebudayaan;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang Pendidikan dan Kebudayaan;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang Pendidikan Anak Usia Dini,Pendidikan Non Formal dan Informal, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan, dan bidang Kebudayaan; dan

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati.

Adapun Susunan Organisasi Dinas Pendidikan dan KebudayaanKabupaten Semarang adalah sebagai berikut :

a. Kepala;

b. Sekretariat membawahi : 1. Subbagian Perencanaan; 2. Subbagian Keuangan; dan

3. Subbagian Umum Dan Kepegawaian.

c. Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Non Formal Dan Informal, membawahi : 1. Seksi Pendidikan Anak Usia Dini; dan

2. Seksi Pendidikan Non Formal Dan Informal. d. BidangSekolah Dasar, membawahi :

1. Seksi Kurikulum Dan Kesiswaan Sekolah Dasar;

2. Seksi Tenaga Pendidik Dan Kependidikan Sekolah Dasar; dan 3. Seksi Sarana Dan Prasarana Sekolah Dasar.

e. Bidang Sekolah Menengah Pertama, membawahi :

1. Seksi Kurikulum Dan Kesiswaan Sekolah Menengah Pertama;

2. Seksi Tenaga Pendidik Dan Kependidikan Sekolah Menengah Pertama; dan 3. Seksi Sarana Dan Prasarana Sekolah Menengah Pertama.

f. Bidang Sekolah Menengah Atas Dan Sekolah Menengah Kejuruan, membawahi :

1. Seksi Kurikulum Dan Kesiswaan Sekolah Menengah Atas Dan Sekolah Menengah Kejuruan;

2. Seksi Tenaga Pendidik Dan Kependidikan Sekolah Menengah Atas Dan Sekolah Menengah Kejuruan; dan

3. Seksi Sarana Dan Prasarana Sekolah Menengah Atas Dan Sekolah Menengah Kejuruan.

g. Bidang Kebudayaan, membawahi :

1. Seksi Kesejarahan, Permuseuman, Dan Kepurbakalaan; dan 2. Seksi Kesenian Dan Nilai-nilai Budaya.

h. UPTD terdiri dari :

1. UPTD Pendidikan Kecamatan;

2. UPTD Persekolahan Sekolah Menengah Kejuruan; 3. UPTD Persekolahan Sekolah Menengah Atas;

(3)

5. UPTD Sanggar Kegiatan Belajar. i. KelompokJabatan Fungsional

Dinas Kebudayaan dan Pendidikan yang terkait dalam penyelenggaraan urusan keciptakaryaan yaitu bidang kebudayaan dengan kegiatan mendukung sektor penataan bangunan dan lingkungan. Adapun jenis program dari bidang kebudayaan tersebut meliputi :

 Program Pengembangan Nilai Budaya

 Program Pengelolaan Kekayaan Budaya

Secara rinci struktur organisasi Ke-Cipta Karyaan yang ada pada DinasKebudayaan dan Pendidikan dapat dilihat pada gambar Struktur Organisasi Kebudayaan dan Pendidikan.

Sumber : Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 10 Tahun 2013

Gambar 6. 1 Struktur Organisasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

KEPALA SEKRETARIAT SUBBAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN PERENCANAAN BIDANG PAUD, PENDIDIKAN NON FORMAL DAN

INFORMAL SEKSI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI SEKSI PENDIDIKAN NON FORMAL DAN INFORMAL UPTD

1.UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN 2.UPTD PERSEKOLAHAN SMK 3.UPTD PERSEKOLAHAN SMA 4.UPTD PERSEKOLAHAN SMP 5.UPTD SANGGAR KEGIATAN BELAJAR BIDANG SD SEKSI KURIKULUM DAN KESISWAAN SD SEKSI TENDIK DAN KEPENDIDIKAN SD SEKSI SARANA DAN PRASARANA SD BIDANG SMP SEKSI KURIKULUM DAN KESISWAAN SMP SEKSI TENDIK DAN KEPENDIDIKAN SMP SEKSI SARANA DAN PRASARANA SMP BIDANG SMA DAN SMK SEKSI KURIKULUM DAN KESISWAAN SMA DAN

SMK SEKSI TENDIK DAN KEPENDIDIKAN SMA DAN SMK SEKSI SARANA DAN PRASARANA SMA DAN SMK BIDANG KEBUDAYAAN SEKSI KESEJARAHAN, PERMUSEUMAN, DAN KEPURBAKALAAN SEKSI KESENIAN DAN NILAI-NILAI BUDAYA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

(4)

B. Dinas Kesehatan

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Semarang, Dinas Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah dibidang kesehatan. Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, menyelenggarakan fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis dibidang pencegahan penyakit dan

penyehatanlingkungan,pelayanan kesehatan serta pemberdayaan dan promosi kesehatan; b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang kesehatan;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang pencegahan penyakit danpenyehatan lingkungan, pelayanan kesehatan serta pemberdayaan dan promosikesehatan; dan

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati.

Adapun Susunan Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang adalah sebagai berikut : a. Kepala Dinas;

b. Sekretariat membawahkan : 1. Subbagian Perrencanaan; 2. Subbagian Keuangan; dan

3. Subbagian Umum dan Kepegawaian.

c. Bidang Pencegahan Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman

1. Seksi Pencegahan Penyakit Dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa; dan 2. Seksi Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.

d. Bidang Pelayanan Kesehatan, membawahkan :

1. Seksi Pelayanan Kesehatan Masyarakat dan Perbekalan Kesehatan; 2. Seksi Upaya Kesehatan Keluarga dan Gizi; dan

3. Seksi Farmasi, Pengawasan Obat, Makanan dan Minuman. e. Bidang Pemberdayaan dan Promosi Kesehatan, membawahkan :

1. Seksi Pemberdayaan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kesehatan; dan 2. Seksi Promosi Kesehatan dan Pembiayaan Kesehatan.

f. UPTD terdiri dari ; 1. Puskesmas; dan

2. Laboratorium Kesehatan Daerah. g. Kelompok Jabatan Fungsional.

Dinas Kesehatan yang terkait dalam penyelenggaraan urusan keciptakaryaan yaitu Bidang Pencegahan Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman, dan Bidang Pemberdayaan dan Promosi Kesehatan dengan kegiatan yang mendukung pengembangan sektor penyehatan lingkungan permukiman (PLP). Adapun jenis program dari bidang tersebut meliputi :

 Program Upaya Kesehatan Masyarakat

 Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

 Program Pengembangan Lingkungan Sehat

Secara rinci struktur organisasi Ke-Cipta Karyaan yang ada pada Dinas Kesehatan dapat dilihat pada gambar Struktur Organisasi Dinas Kesehatan.

(5)

Sumber : Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 10 Tahun 2013

Gambar 6. 2 Struktur Organisasi Dinas Kesehatan

C. Dinas Pemuda, Olahraga, Dan Pariwisata

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 10 Tahun 2013 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Semarang, Dinas Pemuda, Olahraga, Dan Pariwisata mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah di bidang Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata. Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, menyelenggarakan fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang Pemuda, Olahraga, Pengembangan Destinasi Pariwisata, dan Pemasaran;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata; c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata; dan d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati.

Adapun Susunan Organisasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisatasebagai berikut : a. Kepala;

b. Sekretariat membawahi:

1. Subbagian Perencanaan Dan Keuangan; dan 2. Subbagian Umum Dan Kepegawaian. c. Bidang Pemuda Dan Olahraga, membawahi :

1. Seksi Pemuda; dan 2. Seksi Olahraga.

(6)

d. BidangPengembangan Destinasi Pariwisata, membawahi : 1. Seksi Daya Tarik Wisata; dan

2. Seksi Sarana Dan Usaha Jasa Pariwisata. e. Bidang Pemasaran, membawahi :

1. Seksi Ekonomi Kreatif Dan Promosi; dan 2. Seksi Kemitraan.

f. UPTD Obyek Wisata.

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisatayang terkait dalam penyelenggaraan urusan keciptakaryaan yaitu bidang BidangPengembangan Destinasi Pariwisata dan Bidang Pemasaran dengan kegiatan yang mendukung pengembangan sektor penataan bangunan dan lingkungan. Adapun jenis program dari bidang tersebut meliputi :

a. Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata b. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata

Secara rinci struktur organisasi Ke-Cipta Karyaan yang ada pada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata dapat dilihat pada gambar Struktur Organisasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata.

Sumber : Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 10 Tahun 2013

Gambar 6. 3 Struktur Organisasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata

KEPALA SEKRETARIAT SUBBAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN BIDANG PEMUDA DAN OLAH RAGA

SEKSI PEMUDA SEKSI OLAHRAGA UPTD OBYEK WISATA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA SEKSI DAYA TARIK WISATA

SEKSI SARANA DAN USAHA

JASA PARIWISATA

BIDANG PEMASARAN

SEKSI EKONOMI KREATIF DAN

PROMOSI

SEKSI KEMITRAAN

(7)

D. Dinas Pekerjaan Umum

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 10 Tahun 2013 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Semarang, Dinas Pekerjaan Umum mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pekerjaan umum. Adapun Susunan Organisasi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang adalah sebagai berikut :

a. Kepala;

b. Sekretariat membawahi : 1. Subbagian Perencanaan; 2. Subbagian Keuangan; dan

3. Subbagian Umum Dan Kepegawaian.

c. Bidang Pembangunan, Pemeliharaan Jalan,Dan Jembatan, membawahi : 1. Seksi Pembangunan Jalan Dan Jembatan ;

2. Seksi Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan; dan 3. Seksi Peralatan Dan Laboratorium.

d. Bidang Bangunan Dan Tata Ruang, membawahi : 1. Seksi Bangunan; dan

2. Seksi Pengendalian Tata Ruang.

e. Bidang Perumahan Dan Penyehatan Lingkungan Permukiman, membawahi : 1. Seksi Perumahan Dan Permukiman; dan

2. Seksi Penyehatan Lingkungan Permukiman.

f. Bidang Sumber Daya Air Dan Energi Sumber Daya Mineral, membawahi : 1. Seksi Pembangunan Dan Pemeliharaan Sumber Daya Air;

2. Seksi Eksploitasi Dan Bina Manfaat Sumber Daya Air; dan 3. Seksi Energi Sumber Daya Mineral.

g. Bidang Kebersihan, Pertamanan,Dan Penerangan Jalan, membawahi : 1. Seksi Kebersihan Dan Pertamanan;

2. Seksi Pengelolaan Sampah ; dan 3. Seksi Penerangan Jalan.

h. Kelompok Jabatan Fungsional.

Dinas Pekerjaan Umum yang terkait dalam penyelenggaraan urusan keciptakaryaan yaitu bidang BidangBangunan Dan Tata Ruang, Bidang Perumahan Dan Penyehatan Lingkungan Permukiman, dan Bidang Kebersihan, Pertamanan,Dan Penerangan Jalan dengan kegiatan yang mendukung pengembangan sektor pengembangan permukiman, sektor penataan bangunan dan lingkungan, sektor pengembangan air minum, dan sektor penyehatan lingkungan permukiman. Adapun jenis program dari bidang tersebut meliputi :

a. Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong b. Program Pembangunan Turap/ Tallud/ Bronjong

c. Program Rehabilitasi/ pemeliharaan talud/ bronjong d. Program Pengendalian Banjir

e. Rehabilitasi/ Pemeliharaan Bantaran dan Tanggul Sungai (bantuan Provinsi) f. Program Rehabilitasi/ Pemeliharaan Saluran Drainase/Gorong-gorong

(8)

g. Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh h. Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan

i. Program Pengembangan Perumahan j. Program Lingkungan Sehat Perumahan

k. Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan l. Program Perencanaan Tata Ruang

m. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang

n. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan o. Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)

Secara rinci struktur organisasi Ke-Cipta Karyaan yang ada pada Dinas Pekerjaan Umum dapat dilihat pada gambar Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum.

Sumber : Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 10 Tahun 2013

Gambar 6. 4 Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum

E. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 11 Tahun 2013 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 19 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Inspektorat, Lembaga Teknis Daerah Dan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Semarang, Badan

KEPALA SEKRETARIAT SUBBAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERENCANAAN BIDANG PERUMAHAN DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN SEKSI PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN SEKSI PENYEHATAN LINGKUNGAN BIDANG KEBERSIHAN, PERTAMANAN, DAN PENERANGAN JALAN SEKSI KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN SEKSI PENGELOLAAN SAMPAH SEKSI PENERANGAN JALAN BIDANG PEMBANGUNAN, PEMELIHARAAN JALAN, DAN SEKSI PEMBANGUNAN JALAN DAN SEKSI PEMELIHARAAN JALAN DAN SEKSI PERALATAN DAN LABORATORIUM SEKSI BANGUNAN SEKSI PENGENDALIAN TATA RUANG BIDANG BANGUNAN DAN TATA

RUANG

SUBBAGIAN KEUANGAN

BIDANG SUMBER DAYA AIR DAN ENERGI SUMBER

DAYA MINERAL SEKSI PEMBANGUNAN DAN

PEMELIHARAAN SUMBER DAYA AIR

SEKSI EKSPLOITASI DAN

BINA MANFAAT SUMBER DAYA AIR

SEKSI ENERGI SUMBER

DAYA MINERAL KELOMPOK

(9)

Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang perencanaan pembangunan daerah, statistik serta penelitian dan pengembangan. Adapun Susunan Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Semarang adalah sebagai berikut :

a) Kepala Badan ;

b) Sekretariat, membawahkan : (1) Subbagian Perencanaan. (2) Subbagian Keuangan; dan

(3) Subbagian Umum dan Kepegawaian.

c) Bidang Pengembangan Wilayah, membawahkan : (1) Subbagian Prasarana Wilayah; dan

(2) Subbagian Tata Ruang, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup. d) Bidang Ekonomi, membawahkan :

(1) Subbidang Produksi Pertanian; dan (2) Subbidang Produksi Non Pertanian.

e) Bidang Pemerintahan dan Sosial, membawahkan : (1) Subbidang Pemerintahan; dan

(2) Subbidang Sosial.

f) Bidang Statistik, Pengendalian dan Evaluasi, membawahkan : (1) Subbidang Statistik; dan

(2) Subbidang Penggendalian dan Evaluasi. g) Kelompok Jabatan Fungsional.

Bappeda yang terkait dalam penyelenggaraan urusan keciptakaryaan yaitu BidangPengembangan Wilayahdengan kegiatan yang mendukung pengembangan sektor pengembangan permukiman, sektor pengembangan air minum, dan sektor penyehatan lingkungan permukiman. Adapun jenis program dari bidang tersebut meliputi :

a. Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan b. Program Kerjama Pembangunan

c. Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi

d. Program Pengembangan Wilayah Strategis dan cepat tumbuh

e. Program Peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah f. Program Perencanaan Prasarana Wilayah

g. Program Perencanaan Tata Ruang

Secara rinci struktur organisasi Ke-Cipta Karyaan yang ada pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dapat dilihat pada gambar Struktur Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

(10)

Sumber : Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 10 Tahun 2013

Gambar 6. 5 Struktur Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

F. Badan Lingkungan Hidup

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 19 Tahun 2008 Tentang Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Inspektorat, Lembaga Teknis Daerah dan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Semarang, Badan Lingkungan Hidup tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang lingkungan hidup. Adapun Susunan Organisasi Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang adalah sebagai berikut : a) Kepala Badan Lingkungan Hidup

b) Sekretariat terdiri dari :

(1) Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan (2) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

c) Bidang Penataan dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup terdiri: (1) Sub Bidang Tata Lingkungan dan Penegakan Hukum Lingkungan (2) Sub Bidang Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup

d) Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan terdiri dari: (1) Sub Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup

(2) Sub Bidang Pengawasan Pemantauan dan Pengujian Lingkungan Hidup e) Bidang Pelestarian Lingkungan Hidup terdiri dari:

(1) Sub Bidang Konservasi Sumber Daya dan Keanekaragaman Hayati (2) Sub Bidang Pemulihan Kualitas Lingkungan Hidup

KEPALA SEKRETARIS KASUBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN KASUBAG PERENCANAAN BIDANG STATISTIK, PENGENDALIAN, DAN EVALUASI KASUBID. STATISTIK KASUBID. PENGENDALIAN DAN EVALUASI KASUBID. PERTANIAN KASUBID. NON PERTANIAN BIDANG EKONOMI KASUBAG KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KASUBID. PEMERINTAHAN KASUBID. SOSIAL BIDANG PEMERINTAHAN DAN SOSIAL KASUBID. PRASARANA WILAYAH KASUBID. TATA RUANG, SDA,

DAN LH BIDANG PENGEMBANGAN

(11)

Badan Lingkungan Hidup yang terkait dalam penyelenggaraan urusan keciptakaryaan yaitu Melakukan Pelestarian Lingkungan Hidup danPengendalian Kerusakan Lingkungan Hidupdengan kegiatan yang mendukung pengembangan sektor penataan bangunan lingkungan, dan sektor penyehatan lingkungan permukiman. Adapun jenis program dari bidang tersebut meliputi :

a. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

b. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup c. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam

Secara rinci struktur organisasi Ke-Cipta Karyaan yang ada pada Badan Lingkungan Hidup dapat dilihat pada gambar Struktur Organisasi Badan Lingkungan Hidup.

Sumber : Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 10 Tahun 2013

Gambar 6. 6 Struktur Organisasi Badan Lingkungan Hidup

G. Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 3 Tahun 2011Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 19 Tahun 2008Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,Inspektorat,lembaga teknis daerah dan kantor pelayanan perijinan terpaduKabupaten Semarang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunana dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang penanggulangan bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam menyelenggarakan tugas pokok tersebut, mempunyai fungsi :

a. Perumusan dan penetapan kebijakan penanggulangan bencana danpenanganan pengungsi dengan bertindak cepat dan tepat, efektif dan efisien;dan

b. Pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secaraterencana, terpadu dan menyeluruh.

Adapun Susunan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang adalah sebagai berikut :

(12)

a) Kepala;

b) Unsur pengarah, terdiri dari ; (1) Instansi; dan

(2) Profesional/ Ahli.

c) Unsur pelaksana, terdiri dari ; (1) Kepala Pelaksana;

(2) Sekretariat Unsur Pelaksana;

(3) Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan; (4) Seksi Kedaruratan dan Logistik;

(5) Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi; dan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang terkait dalam penyelenggaraan urusan keciptakaryaan yaitu Unsur Pelaksana, SeksiPencegahan dan Kesiapsiagaandengan kegiatan yang mendukung pengembangan sektor penataan bangunan lingkungan. Adapun jenis program dari bidang tersebut yaitu program peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran. Secara rinci struktur organisasi Ke-Cipta Karyaan yang ada pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah dapat dilihat pada gambar Struktur Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Sumber : Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 3 Tahun 2011

Gambar 6. 7 Struktur Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang

H. Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 19 Tahun 2008Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,Inspektorat,lembaga teknis daerah dan kantor pelayanan perijinan terpadu Kabupaten Semarang, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuanmempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Badan Keluarga Berencana dan

(13)

Pemberdayaan Perempuan dalam menyelenggarakan tugas pokok tersebut, mempunyai fungsi:

a. Perumusan kebijakan teknis dibidang keluarga berencana, keluarga sejahtera,pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak;

b. Pemberian dukungan attas penyelenggaraan pemerintahan daerah bidangkeluarga berencana, keluarga sejahtera,pemberdayaan perempuan danperlindungan anak;

c. pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang keluarga berencana,

keluargasejahtera,pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak; dan d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati.

Adapun Susunan Organisasi Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan PerempuanKabupaten Semarang adalah sebagai berikut :

a) Kepala;

b) Sekretariat, membawahi :

(1) Subbagian Perencanaan dan Keuangan; dan (2) Subbagian Umum dan Kepegawaian.

c) Bidang Keluarga Berencana, membawahi :

(1) Subbidang Pelayanan Keluarga Berencana; dan (2) Subbidang Kesehatan Reproduksi.

d) Bidang Keluarga Sejahtera, membawahi :

(1) Subbidang Pendataan dan pelembagaan Keluarga Sejahtera; dan (2) Subbidang Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

e) Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, membawahi : (1) Subbidang Pengarusutamaan Gender; dan

(2) Subbidang Perlindungan Perempuan dan Anak.

Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuanyang terkait dalam penyelenggaraan urusan keciptakaryaan yaitu Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anakdengan kegiatan yang mendukung pengembangan sektor penyehatan lingkungan permukiman. Adapun jenis program dari bidang tersebut yaitu program penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak. Secara rinci struktur organisasi Ke-Cipta Karyaan yang ada pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuandapat dilihat pada gambar Struktur Organisasi Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan.

(14)

Sumber : Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 3 Tahun 2011

Gambar 6. 8 Struktur Organisasi Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Semarang

I. Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes)

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 19 Tahun 2008Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,Inspektorat,lembaga teknis daerah dan kantor pelayanan perijinan terpadu Kabupaten Semarang, Bapermasdesmempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.Bapermasdes dalam menyelenggarakan tugas pokok tersebut, mempunyai fungsi:

a. Perumusan kebijakan teknis dibidang pemberdayaan masyarakat dan desa;

b. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa;

c. pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang pemberdayaan masyarakat dan desa, kelembagaan dan usaha ekonomi masyarakat, pengembangan desa dan teknologi tepat guna; dan

d. pelaksanaankegiatan lain yang diberikan oleh Bupati.

Adapun Susunan Organisasi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Semarang adalah sebagai berikut :

a) Kepala;

b) Sekretariat, terdiri atas :

(1) Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan (2) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

(15)

c) Kepala Bidang Pemberdayaan Pemerintahan Desa, terdiri atas : (1) Sub Bidang Kelembagaan Pemerintahan Desa,

(2) Sub Bidang Administrasi Kekayaan Desa

d) Kepala Bidang Kelembagaan dan Usaha Ekonomi Masyarakat, terdiri atas : (1) Sub Bidang Kelembagaan Masyarakat

(2) Sub Bidang Ekonomi Masyarakat

e) Kepala Bidang Pengembangan Desa, Sumber Daya Alam dan TTG, terdiri atas (1) Sub Bidang pengembangan Desa

(2) Sub Bidang Pengembangan Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna (TTG).

Bapermasdesyang terkait dalam penyelenggaraan urusan keciptakaryaan yaitu Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dengan kegiatan yang mendukung pengembangan sektor penyehatan lingkungan permukiman. Adapun jenis program dari bidang tersebut yaitu program penguatan kelembagaan masyarakat desa. Secara rinci struktur organisasi Ke-Cipta Karyaan yang ada pada Bapermasdesdapat dilihat pada gambar Struktur Organisasi Bapermasdes.

Sumber : Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 3 Tahun 2011

Gambar 6. 9 Struktur Organisasi Bapermasdes Kabupaten Semarang

J. PDAM

Struktur organisasi dan tata kerja PDAM Kabupaten Semarang telah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Semarang Nomor 8 Tahun 2014 tanggal 17 Januari 2014 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Semarang, terdiri dari :

 Bupati

 Dewan Pengawas

 Direksi (Direktur Utama dan Direktur Teknik)

 Satuan Pengawasan Internal

 Bagian Pelayanan Pelanggan membawahi 3 Sub Bagian

(16)

 Bagian Keuangan dan Umum membawahi 5 Sub Bagian

 Cabang membawahi 4 seksi dan 1 unit pelayanan

Susunan dewan pengawas PDAM Kabupaten Semarang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Semarang No. 690/0760/2013 tanggal 6 September 2013 tentang Pengangkatan Ketua dan Anggota Dewan Pengawas PDAM KabupatenSemarang Periode Tahun 2013 – 2016, yang terdiri dari :

 Ketua merangkap anggota (H. Nurjanto, SH, MH) dari unsur masyarakat konsumen

 Sekretaris merangkap anggota (Heru Cahyono, SE, MM) dari unsur pejabat pemerintah daerah

 Anggota (Drs. Rochani Abdullah, MM) dari unsur profesional

Susunan dewan pengawas tersebut telah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 2 Tahun 2007 tanggal 18 Januari 2007 tentang Organ dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum.

PDAM Kabupaten Semarang dipimpin oleh Direksi yang membawahi 3 (tiga) Kepala Bagian yaitu Kepala Bagian Teknik, Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan, serta Kepala Bagian Keuangan dan Umum.

Susunan Direksi PDAM Kabupaten Semarang tahun 2014 terdiri dari Direktur Utama (Moch. Agung Subagyo, SE) yang diangkat dengan Surat Keputusan Bupati Semarang No. 690/0155/2014 tanggal 4 Februari 2014 tentang Pengangkatan Direktur Utama PDAM Kabupaten Semarangdan Direkur Teknik (Eko Budi Santoso, ST) yang diangkat dengan Surat Keputusan Bupati Semarang No. 690/156/2014 tanggal 4 Februari 2014 untuk masa jabatan 2014 sampai dengan 2018.

(17)
(18)

Sumber :Surat Keputusan Bupati Nomor 8 Tahun 2014

(19)

6.1.2. Kondisi Tata Laksana

Kondisi tata laksana merupakan salah satu prioritas program untuk peningkatan kapasitas kelembagaan. Tata laksana organisasi yang perlu dikembangkan adalah menciptakan hubungan kerja antar perangkat daerah dengan menumbuhkembangkan rasa kebersamaan dan kemitraan dalam melaksanakan beban kerja dan tanggung jawab bagi peningkatan produktifitas dan kinerja. Keorganisasian urusan pemerintah bidang Cipta Karya, perlu mengembangkan hubungan fungsional sesuai dengan kompetensi dan kemandirian dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenang untuk masing-masing bidang/seksi. Keorganisasian urusan pemerintah bidang Cipta Karya, perlu mengembangkan hubungan fungsional sesuai dengan kompetensi dan kemandirian dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenang untuk masing-masing bidang/seksi. Selanjutnya juga perlu dikembangkan hubungan kerja yang koordinatif baik antar bidang/seksi di dalam keorganisasian urusan Cipta Karya, maupun untuk hubungan kerja lintas dinas/bidang dalam rangka menghindari tumpang tindih atau duplikasi program dan kegiatan secara substansial dan menjamin keselarasan program dan kegiatan antar perangkat daerah.

Dukungan regulasi sangat diperlukan dalam mewadahi prinsip-prinsip hubungan kerja khususnya menyangkut tupoksi dari masing-masing instansi pemerintah bidang Cipta Karya. Selain itu, guna memperjelas pelaksanaan tugas pada setiap satuan kerja, perlu dilengkapi dengan tatalaksana dan tata hubungan kerja antar satuan kerja, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk setiap pelaksanaan tugas, yang dapat dijadikan pedoman bagi pegawai dalam melakukan tugasnya. Garis besar penjabaran hubungan kerja dalam pembangunan bidang Cipta Karya serta inventarisasi SOP (Standar Operasional Prosedur) Bidang Cipta Karya di Kabupaten Semarang dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL VI. 1 HUBUNGAN KERJA INSTANSI BIDANG CIPTA KARYA

No Instansi Tugas Pokok Instansi Dalam Pembangunan

Bidang Cipta Karya

Unit/ Bagian Yang Menangani Pembangunan Bidang Cipta Karya 1. Dinas Pendidikan

dan Kebudayaan

 Melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah di bidang Pendidikan Dan Kebudayaan

 Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan dalam

melaksanakan tugas pokok tersebut,

menyelenggarakan fungsi :

 Perumusan kebijakan teknis di bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Non Formal dan Informal, Sekolah Dasar,

Sekolah Menengah Pertama, Sekolah

Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan, dan bidang Kebudayaan;

 Penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang Pendidikan dan Kebudayaan;

 Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Non Formal dan Informal, Sekolah Dasar,

Sekolah Menengah Pertama, Sekolah

Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan, dan bidang Kebudayaan; dan

 Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati.

 Bidang kebudayaan, membawahkan: - Seksi Kesejarahan, Permuseuman,

Dan Kepurbakalaan; dan

- Seksi Kesenian Dan Nilai-nilai Budaya.

 Jenis program dari bidang

kebudayaan meliputi :

- Program Pengembangan Nilai

Budaya

- Program Pengelolaan Kekayaan Budaya

2. Dinas Kesehatan (Dinkes)

 Dinas Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah dibidang kesehatan.

 Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, menyelenggarakan fungsi :

 Perumusan kebijakan teknis dibidang pencegahan penyakit dan penyehatan lingkungan, pelayanan kesehatan serta

 Bidang Pencegahan Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman - Seksi Pencegahan Penyakit Dan

Penanggulangan Kejadian Luar Biasa; dan

- Seksi Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.

(20)

No Instansi Tugas Pokok Instansi Dalam Pembangunan Bidang Cipta Karya

Unit/ Bagian Yang Menangani Pembangunan Bidang Cipta Karya pemberdayaan dan promosi kesehatan;

 Penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang kesehatan;

 Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang pencegahan penyakit dan penyehatan lingkungan, pelayanan kesehatan serta pemberdayaan dan promosi kesehatan; dan

 Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati.

Kesehatan, membawahkan :

- Seksi Pemberdayaan dan

Pengembangan Sumberdaya

Manusia Kesehatan; dan

- Seksi Promosi Kesehatan dan Pembiayaan Kesehatan.

 Jenis program dari bidang tersebut meliputi :

- Program Upaya Kesehatan

Masyarakat

- Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat - Program Pengembangan Lingkungan Sehat 3. Dinas Pemuda, Olahraga, Dan Pariwisata

Tugas pokok melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah di bidang Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata.

 Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, membawahi :

- Seksi Daya Tarik Wisata; dan - Seksi Sarana Dan Usaha Jasa

Pariwisata.

 Bidang Pemasaran, membawahi :

- Seksi Ekonomi Kreatif Dan

Promosi; dan - Seksi Kemitraan. 4. Dinas Pekerjaan

Umum

Tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pekerjaan umum.

 Bidang Bangunan Dan Tata Ruang, membawahi :

- Seksi Bangunan; dan

- Seksi Pengendalian Tata Ruang.  Bidang Perumahan Dan Penyehatan

Lingkungan Permukiman,

membawahi :

- Seksi Perumahan Dan

Permukiman; dan

- Seksi Penyehatan Lingkungan Permukiman.

 Bidang Kebersihan, Pertamanan, Dan Penerangan Jalan, membawahi :

- Seksi Kebersihan Dan

Pertamanan;

- Seksi Pengelolaan Sampah ; dan - Seksi Penerangan Jalan.

 Jenis program dari bidang tersebut meliputi :

- Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong

- Program Pembangunan Turap/

Tallud/ Bronjong

- Program Rehabilitasi/

pemeliharaan talud/ bronjong - Program Pengendalian Banjir

- Rehabilitasi/ Pemeliharaan

Bantaran dan Tanggul Sungai (bantuan Provinsi)

- Program Rehabilitasi/

Pemeliharaan Saluran

Drainase/Gorong-gorong

- Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh

- Program Pembangunan

Infrastruktur Perdesaan

- Program Pengembangan

Perumahan

- Program Lingkungan Sehat

Perumahan

- Program Pemberdayaan

Komunitas Perumahan

- Program Perencanaan Tata Ruang

(21)

No Instansi Tugas Pokok Instansi Dalam Pembangunan Bidang Cipta Karya

Unit/ Bagian Yang Menangani Pembangunan Bidang Cipta Karya

Pemanfaatan Ruang

- Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

- Program Pengelolaan Ruang

Terbuka Hijau (RTH) 5. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda)

Mempunyai tugas pokok melaksanakan

penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang perencanaan pembangunan daerah, statistik serta penelitian dan pengembangan.

 Bidang Pengembangan Wilayah,

membawahkan :

- Subbagian Prasarana Wilayah; dan - Subbagian Tata Ruang, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup.  Jenis program dari bidang tersebut

meliputi :

- Program Pemberdayaan

Komunitas Perumahan

- Program Kerjama Pembangunan

- Program Perencanaan

Pembangunan Ekonomi

- Program Pengembangan Wilayah Strategis dan cepat tumbuh - Program Peningkatan kapasitas

kelembagaan perencanaan

pembangunan daerah

- Program Perencanaan Prasarana Wilayah

- Program Perencanaan Tata Ruang

6. Badan

Lingkungan Hidup (BLH)

Tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang lingkungan hidup

 Bidang Penataan dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan

 Bidang Pengendalian Kerusakan

Lingkungan

 Bidang Pelestarian Lingkungan Hidup  Jenis program dari bidang tersebut

meliputi :

- Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

- Program Pengendalian

Pencemaran dan Perusakan

Lingkungan Hidup

- Program Perlindungan dan

Konservasi Sumber Daya Alam

7. Badan

Penanggulangan Bencana Daerah

Tugas pokok melaksanakan penyusunana dan

pelaksanaan kebijakan daerah dibidang

penanggulangan bencana.

 Unsur Pelaksana, Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan dengan kegiatan yang mendukung pengembangan

sektor penataan bangunan

lingkungan.

 Jenis program dari bidang tersebut

yaitu program peningkatan

kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran.

8. Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan

 Tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

 Badan Keluarga Berencana dan

Pemberdayaan Perempuan dalam

menyelenggarakan tugas pokok tersebut, mempunyai fungsi:

- Perumusan kebijakan teknis dibidang keluarga berencana, keluarga sejahtera,

pemberdayaan perempuan dan

perlindungan anak;

- Pemberian dukungan attas

penyelenggaraan pemerintahan daerah bidang keluarga berencana, keluarga sejahtera, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak;

- Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang

 Bidang Pemberdayaan Perempuan

dan Perlindungan Anak dengan

kegiatan yang mendukung

pengembangan sektor penyehatan lingkungan permukiman.

 jenis program dari bidang tersebut

yaitu program penguatan

kelembagaan pengarusutamaan

(22)

No Instansi Tugas Pokok Instansi Dalam Pembangunan Bidang Cipta Karya

Unit/ Bagian Yang Menangani Pembangunan Bidang Cipta Karya keluarga berencana, keluarga sejahtera,

pemberdayaan perempuan dan

perlindungan anak; dan

- pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati.

9. Badan

Pemberdayaan Masyarakat Desa

- Perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa;

- Pemberian dukungan atas

penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa;

- Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang pemberdayaan masyarakat dan desa,

kelembagaan dan usaha ekonomi

masyarakat, pengembangan desa dan teknologi tepat guna; dan

- Pelaksanaan kegiatan lain yang diberikan oleh Bupati.

 Bidang Kelembagaan dan Usaha

Ekonomi Masyarakat

10. PDAM Kabupaten Semarang

Melaksanakan penyediaan air minum di

Kabupaten Semarang

 Bagian Pelayanan Pelanggan

membawahi 3 Sub Bagian

 Bagian Teknik membawahi 4 Sub Bagian

 Bagian Keuangan dan Umum

membawahi 5 Sub Bagian

Sumber : Tim Penyusun, 2016

6.1.3. Kondisi Sumberdaya Manusia

Kondisi sumberdaya manusia (SDM) di keorganisasian instansi yang menangani bidang Cipta Karya di Kabupaten Semarang dapat dilihat pada tabel berikut.

TABEL VI. 2 KOMPOSISI PEGAWAI DALAM UNIT KERJA BIDANG CIPTA KARYA KABUPATEN SEMARANG

No Instansi Jumlah Pegawai

1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rincian PNS menurut jenis kelamin :

- Laki-laki : 2.688 jiwa - Perempuan : 3.592 jiwa Rincian menurut pendidikan : - S2 : 293 - S1 : 4.166 - D4 :1 - D3 :87 - D2 :876 - D1 : 16 - SMA : 660 - SMP : 151 - SD : 30

2. Dinas Kesehatan (Dinkes) Rincian PNS menurut jenis kelamin :

- Laki-laki : 216 jiwa - Perempuan : 617 jiwa Rincian menurut pendidikan : - S2 : 29 - S1 : 196 - D4 : 23 - D3 : 287 - D2 : - - D1 : 73 - SMA : 189 - SMP : 27 - SD : 9

3. Dina Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Rincian PNS menurut jenis kelamin :

- Laki-laki : 33 jiwa - Perempuan : 18 jiwa

(23)

No Instansi Jumlah Pegawai Rincian menurut pendidikan : - S2 : 8 - S1 : 15 - D4 : - - D3 : 1 - D2 : 1 - D1 : 0 - SMA : 20 - SMP : 2 - SD : 4

4. Dinas Pekerjaan Umum Rincian PNS menurut jenis kelamin :

- Laki-laki : 257 jiwa - Perempuan : 32 jiwa Rincian menurut pendidikan : - S2 : 14 - S1 : 37 - D4 : 7 - D3 : 6 - D2 : - - D1 : - - SMA : 89 - SMP : 69 - SD : 67

5. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rincian PNS menurut jenis kelamin :

- Laki-laki : 27 jiwa - Perempuan : 22 jiwa Rincian menurut pendidikan : - S2 : 18 - S1 : 19 - D4 : - - D3 : 2 - D2 : - - D1 : - - SMA : 6 - SMP : 1 - SD : 3

6. Badan Lingkungan Hidup (BLH) Rincian PNS menurut jenis kelamin :

- Laki-laki : 11 jiwa - Perempuan : 17 jiwa Rincian menurut pendidikan : - S2 : 7 - S1 : 18 - D4 : - - D3 : 2 - D2 : - - D1 : - - SMA : 1 - SMP : - - SD : -

7. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Rincian PNS menurut jenis kelamin :

- Laki-laki : 32 jiwa - Perempuan : 6 jiwa Rincian menurut pendidikan : - S2 : 2 - S1 : 6 - D4 : - - D3 : 2 - D2 : - - D1 : - - SMA : 25 - SMP : 3 - SD : -

8. Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Rincian PNS menurut jenis kelamin :

- Laki-laki : 39 jiwa - Perempuan : 62 jiwa

(24)

No Instansi Jumlah Pegawai Rincian menurut pendidikan : - S2 : 9 - S1 : 53 - D4 : - - D3 : 12 - D2 : - - D1 : 1 - SMA : 25 - SMP : 1 - SD : 1

9. Badan Pemberdayaan Masarakat Desa Rincian PNS menurut jenis kelamin :

- Laki-laki : 21 jiwa - Perempuan : 12 jiwa Rincian menurut pendidikan : - S2 : 4 - S1 : 17 - D4 : - - D3 : 1 - D2 : - - D1 : 0 - SMA : 8 - SMP : 1 - SD : 2

10. PDAM Kabupaten Semarang Rincian Jumlah Pegawai 152 jiwa

Rincian menurut pendidikan : - S1 : 31

- D3 : 9 - SMA : 80 - SMP : 16 - SD : 16

Sumber : Tim Penyusun, 2016

6.1.4. Potensi dan Persoalan Terkait Organisasi Dan Tata Laksana Pembangunan Infrastruktur Bidang Cipta Karya

Beberapa potensi dan permasalahan terkait keorganisasian Bidang Cipta Karya Kabupaten Semarang dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL VI. 3 POTENSI DAN PERMASLAHAN BIDANG CIPTA KARYA KABUPATEN SEMARANG

No Substansi

Kelembagaan Potensi Permasalahan

1. Organisasi Adanya regulasi terkait keorganisasian bidang Ciptakarya yaitu :

- Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 10 Tahun 2013 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Semarang

- Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 11 Tahun 2013 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 19 Tahun 2008 Tentang

Organisasi Dan Tata Kerja Badan

Perencanaan Pembangunan Daerah,

Inspektorat, Lembaga Teknis Daerah Dan

Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu

Kabupaten Semarang

- Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Semarang

- Kurangnya sumberdaya/personil yang sesuai dengan kebutuhan

- Minimnya pendanaan

- Kurangnya koordinasi antar

dinas/lembaga teknis daerah terkait

- Konfilk kepentingan antar

(25)

No Substansi

Kelembagaan Potensi Permasalahan

- Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 19 Tahun 2008 Tentang Organisasi

Dan Tata Kerja Badan Perencanaan

Pembangunan Daerah, Inspektorat,

Lembaga Teknis Daerah dan Kantor

Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Semarang

- Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 4 Tahun 2005 Tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan

- Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 8 Tahun 2014 tentang Susunan Organisasi Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Semarang.

- Surat Keputusan Bupati Semarang Nomor 8 Tahun 2014 tanggal 17 Januari 2014 tentang

Susunan Organisasi dan Tata Kerja

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Semarang

2. Ketatalaksanaan Adanya regulasi terkait ketatalaksanaan bidang Ciptakarya yaitu :

-

- Kurangnya koordinasi antar

dinas/lembaga terkait.

- Kurangnya sumberdaya/personil yang sesuai dengan kebutuhan baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

- Belum tersedia pedoman teknis yang

secara rinci mengatur tentang

ketatalaksanaan kelembagaan Bidang Cipta Karya bagi daerah.

Sumber : Analisis, 2016

6.1.5. Analisis Pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM)

Analisis pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dilakukan untuk mengetahui kebutuhan SDM yang menangani bidang ke-Cipta Karya-an Kabupaten Semarang. Kondisi sumberdaya manusia (SDM) sangat erat kaitannya dengan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi yang mempengaruhi kinerja kelembagaan. Arahan pengembangan kelembagaan dapat dirumuskan dengan menggunakan teknik analisis SWOT kelembagaan. Analisis SWOT kelembagaan merupakan suatu metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) di bidang kelembagaan. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam matriks SWOT.

Berdasarkan penjabaran dari kondisi eksisting maka dilakukan analisis SWOT kelembagaan bidang Cipta Karya di Kabupaten Semarang yang meliputi aspek organisasi, tata laksana dan sumber daya manusia yang dapat dirumuskan Matriks Analisis SWOT kelembagaan. Adapun matriks analisis SWOT kelembagaan Kabupaten Semarang dapat dilihat pada tabel berikut.

TABEL VI. 4 MATRIKS ANALISIS SWOT KELEMBAGAAN KABUPATEN SEMARANG

Faktor Eksternal

Peluang (O) Ancaman (T)

1. Daerah mendapatkan kebebasan

dalam mengatur tata laksana

pemerintahannya.

2. Peluang pendanaan cukup besar.

1. Masih dijumpai terjadinya tumpang tindih kepentingan.

2. Masih dijumpai adanya konflik kepentingan.

(26)

Faktor Internal

3. Kondisi stabilitas politik/keamanan yang cukup baik.

3. Belum tersedia pedoman teknis yang secara rinci mengatur tentang

ketatalaksanaan kelembagaan

Bidang Cipta Karya bagi daerah.

Kekuatan (S) Strategi SO (Kuadran 1) Strategi ST (Kuadran 2)

1. Keorganisasian

masing-masing SKPD bidang cipta karya sudah diatur dalam peraturan daerah.

2. Tata laksana bidang cipta karya telah sesuai dengan tupoksi dalam peraturan bupati.

3. Ketersediaan SDM dengan

kualitas yang cukup

memadai.

 Peningkatan kinerja organisasi kelembagaan yang sudah ada.

 Peningkatan penerapan SOP

kelembagaan

 Peningkatan kapasitas SDM.

 Peningkatan dana penunjang kinerja kelembagaan.

 Peningkatan upaya untuk menjaga stabilitas politik/ keamanan.

 Monitoring dan evaluasi kinerja SDM dan kelembagaan

 Penyusunan pedoman teknis terkait keorganisasian dan tata laksana kelembagaan.

 Pemerataan SDM pelaksana

kelembagaan.

 Peningkatan koordinasi antar lembaga teknis dan dinas terkait bidang cipta karya.

Kelemahan W) Strategi WO (Kuadran 3) Strategi WT (Kuadran 4)

1. Minimnya pembinaan. 2. Minimnya informasi.

3. Masih terbatasnya

pendanaan.

4. Keterbatasan personil yang mempunyai keahlian khusus. 5. Kurangnya koordinasi antar

dinas/lembaga terkait. 6. Kurang adanya sinkronisasi

dalam perencanaan dan

pembiayaan implementasi

kerjasama yang telah dijalin.

 Pembinaan dalam pembentukan dan peningkatan kapasitas kelembagaan  Fasilitasi dalam peningkatan kualitas

SDM

 Peningkatan pelatihan dan sertifikasi keahlian khusus

 Peningkatan fasilitasi akses Daerah

terhadap program-program yang

didanai oleh Pemerintah dan bila diperlukan dari Lembaga-lembaga Donor.

 Peningkatan kelembagaan dalam

mendukung penyelenggaraan ke Cipta Karya-an

 Peningkatan koordinasi dan

sinkronisasi dalam pembiayaan

program penyelenggaraan ke Cipta Karya-an

 Peningkatan upaya koordinasi yang berkaitan dengan program/ kegiatan

pengembangan dan

peningkatankapasitas kepada semua stakeholder.

 Peningkatan koordinasi dalam

sinkronisasi pembiayaan program penyelenggaraan ke Cipta Karya-an.  Penyediaan data base dan

informasi untuk pengembangan dan peningkatan kapasitas.

 Penyediaan sistem informasi terkait

modul dan pedoman teknis

pengembangan kelembagaan.

Sumber : Tim Penyusun, 2016

6.2. KERANGKA REGULASI

Regulasi yang ada dalam mendukung penyelenggaraan bidang Cipta Karya Kabupaten Semarang berupa peraturan daerah dan peraturan bupati. Peraturan daerah dan peraturan bupati tersebut lebih mangatur organisasi, tugas pokok dan fungsi dari masing-masing SKPD yang menyelenggarakan bidang Cipta Karya. Adapun peraturan daerah dan peraturan bupati yang ada yaitu :

a. Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 10 Tahun 2013 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Semarang

b. Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 11 Tahun 2013 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 19 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Inspektorat, Lembaga Teknis Daerah Dan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Semarang

c. Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Semarang

d. Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 19 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata

(27)

Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Inspektorat, Lembaga Teknis Daerah dan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Semarang

e. Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 4 Tahun 2005 Tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan

f. Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 8 Tahun 2014 tentang Susunan Organisasi Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Semarang.

g. Surat Keputusan Bupati Semarang Nomor 8 Tahun 2014 tanggal 17 Januari 2014 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Semarang

Sedangkan kerangka regulasi yang sudah ada terkait dengan pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya di Kabupaten Semarang antara lain :

1) Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Izin Bangunan. a. Latar Belakang Penyusunan Regulasi

 Bahwa hasil pembangunan dan makinmeningkatnya taraf hidup rakyat di KabupatenSemarang, telah mendorong makin pesatnyapertumbuhan bangunan-bangunan baru di daerahperkotaan dan di pedesaan;

 Bahwa dalam rangka menjamin keselamatanmasyarakat dan guna tercapainya kelestarianlingkungan, perlu adanya penertiban danpengaturan izin bangunan;

 Bahwa dengan diundangkannya Undang-UndangNomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung,maka Peraturan Daerah Kabupaten DaerahTingkat II Semarang Nomor 38 Tahun 1995 tentangBangunan, perlu ditinjau kembali;

 Bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas,perlu ditetapkan dengan Peraturan DaerahKabupaten Semarang tentang Izin Bangunan.

b. SKPD yang terkait :

 Dinas Pekerjaan Umum

2) Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 5 Tahun 2006 tentang Pelayanan Air Minum Perusahaan Air Minum Kabupaten Semarang.

a. Latar Belakang Penyusunan Regulasi

 Bahwa Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Semarang yang dalam melakukan usahanya menggunakan air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air minum, untuk itu perlu upaya peningkatan pelayanan dengan cara membangun sarana dan prasarana air minum;

 Bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Semarang Nomor 4 Tahun 1988 tentang Ketentuan Pelayanan Air Minum Pada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Daerah Tingkat II Semarang yang diundangkan dalam Lembaran Daerah Kabupaten Daearah Tingkat II Semarang Tahun 1988 Seri D Nomor 7, didalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini dan untuk itu perlu ditinjau kembali;

 Bahwa sehubungan dengan pertimbangan diatas, perlu ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang tentang Pelayanan Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Semarang.

b. SKPD yang terkait :

(28)

3) Peraturan Bupati Semarang Nomor 26 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Semarang Nomor 56 Tahun 2011 Tentang Tarif Pelayanan Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Semarang.

a. Latar Belakang Penyusunan Regulasi

 Bahwa dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam pembayaran rekening air minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) maka perlu memberikan kesempatan yang cukup dalam melakukan pembayaran, dari mulai tanggal 5 (lima) sampai dengan tanggal 20 (dua puluh) pada setiap bulannya diubah menjadi tanggal 1 (satu) sampai dengan tanggal 20 (dua puluh) pada setiap bulannya;

 Bahwa sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka dipandang perlu meninjau kembali Peraturan Bupati Semarang Nomor 56 Tahun 2011 tentang Tarif Pelayanan Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Semarang;

 Bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut, maka perlu ditetapkan dengan Peraturan Bupati Semarang.

b. SKPD yang terkait :

 PDAM

4) Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

a. Latar Belakang Penyusunan Regulasi

 Bahwa pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik sampah yang semakin beragam;

 Bahwa pengelolaan sampah selama ini belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan;

 Bahwa sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat;

 Bahwa dalam pengelolaan sampah diperlukan kepastian hukum, kejelasan tanggung jawab dan kewenangan pemerintahan daerah, serta peran masyarakat dan dunia usaha sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif, dan efisien;

 Bahwa dalam rangka menindaklanjuti ketentuan Pasal 47 ayat (2) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga maka perlu disusun Peraturan Daerah yang mengatur tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga;

 Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud diatas, perlu ditetapkan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

b. SKPD yang terkait :

(29)

 Badan Lingkungan Hidup

5) Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Atas Rumah Susun Sederhana Sewa.

a. Latar Belakang Penyusunan Regulasi

 Bahwa rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal, tempat berlindung dan mendukung terselenggaranya pendidikan keluarga, pertumbuhan budaya dan perilaku serta peningkatan kualitas generasi yang akan datang;

 Bahwa dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan dalam rangka penataan kawasan serta pemenuhan kebutuhan hunian, khususnya bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, maka perlu dibangun Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA);

 Bahwa agar dalam pengelolaan RUSUNAWA di Kabupaten Semarang dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara / Daerah yakni harus berdasarkan asas fungsional, kepastian hukum, transparansi dan keterbukaan, efisiensi, akuntabilitas dan kepastian nilai maka perlu diatur dengan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Atas Rumah Susun Sederhana Sewa. b. SKPD yang terkait :

 Dinas Pekerjaan Umum

 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

6) Peraturan Daerah Kabupaten SemarangNomor 8 Tahun 2010TentangPenyertaan Modal Daerah Kabupaten Semarang PadaPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Semarang. a. Latar Belakang Penyusunan Regulasi

 Bahwa dalam rangka meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perekonomian daerah, perlu adanya upaya-upaya dan usaha-usaha untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang salah satunya dapat dilakukan dengan penyertaan modal daerah pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Semarang ;

 Bahwa sesuai ketentuan Pasal 75 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dimana Penyertaan Modal Daerah dapat dilaksanakan apabila jumlah yang akan disertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal Daerah Berkenaan;

 Bahwa berdasarkan pertimbangan diatas, dipandang perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal Daerah Kabupaten Semarang Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Semarang.

b. SKPD yang terkait :

 PDAM

7) Peraturan Daerah Kabupaten SemarangNomor 12 Tahun 2008TentangRetribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran.

(30)

 Bahwa untuk keamanan dan keselamatan suatu gedung dan penghuninya perlu dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran;

 Bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 TentangPajak Daerah Dan Retribusi Daerah dan Pasal 8 Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah, Daerah diberikan kewenangan untuk menetapkan kebijakan penetapan prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif Retribusi Jasa Umum;

 Bahwa dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 245 Tahun 2004 tentang Pedoman Penetapan Tarif Retribusi Jasa Umum, maka Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Semarang Nomor 17 Tahun 1998 tentang Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran perlu ditinjau kembali;

 Bahwa berdasarkan pertimbangan diatas, perlu ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang.

b. SKPD yang terkait :

 Badan Penanggulangan Bencana Daerah

 Dinas Pekerjaan Umum

Berdasarkan uraian diatas, dapat diketahui bahwa Kabupaten Semarang masih memerlukan kerangka regulasi yang terkait pembangunan infrastruktur permukiman di Kabupaten Semarang. Adapun matrik kebutuhan regulasi pembangunan infrastruktur permukiman di Kabupaten Semarangdapat dilihat pada tabel berikut :

(31)

TABEL VI. 5 MATRIKS KEBUTUHAN REGULASI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN DI KABUPATEN SEMARANG

No Arah Regulasi dan/atau

Kebutuhan Regulasi

Urgensi Pembentukan Berdasarkan Evaluasi Regulasi Eksisting, Kajian

Dan Penelitian

Substansi Arahan Regulasi

Unit Penanggung

Jawab

Unit Terkait/ Institusi Target penyelesaian

1. Tim Kelompok Kerja

(Pokja) pembangunan

infrastruktur permukiman bidang Cipta Karya

Tingkat urgensi penting/ dibutuhkan untuk mengatur kelompok kerja yang terkait pembangunan infrastruktur

permukiman bidang Cipta

Karya

- Pihak-pihak dan stakeholders yang termasuk kedalam Tim Pokja

- Tugas pokok, fungsi dan peran masing-masing pihak Dinas Pekerjaan Umum - Dinas Kesehatan - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah - Badan Lingkungan Hidup

- Badan Penanggulangan

Bencana Daerah - PDAM

Terbentuknya tim kelompok

kerja yang menangani

pembangunan infrastruktur permukiman bidang Cipta Karya

2. Sistem penyelenggaraan

program pembangunan

infrastruktur permukiman bidang Cipta Karya

Tingkat urgensi penting/ dibutuhkan untuk mengatur

sistem penyelenggaraan

program pembangunan

infrastruktur permukiman

bidang Cipta Karya

- Tahapan dan proses

penyelenggaraan program

pembangunan infrastruktur

permukiman bidang Cipta

Karya

- Standar Operasional Prosedur

(SOP) penyelenggaraan

program pembangunan

infrastruktur permukiman

bidang Cipta Karya

Dinas Pekerjaan Umum

- Dinas Kesehatan

- Badan Perencanaan

Pembangunan Daerah - Badan Lingkungan Hidup

- Badan Penanggulangan Bencana Daerah - PDAM Tersusunnya acuan/petunjuk teknis dalam penyelenggaraan program pembangunan infrastruktur permukiman bidang Cipta Karya

3. Monitoring dan evaluasi

pelaksanaan program

pembangunan infrastruktur permukiman bidang Cipta Karya

Tingkat urgensi penting/ dibutuhkan untuk mengatur

sistem pelaksanaan

monitoring dan evaluasi

program bidang Cipta Karya

- Tahapan, proses dan tata cara

monitoring dan evaluasi

program bidang Cipta Karya - Standar Operasional Prosedur

(SOP) monitoring dan evaluasi program bidang Cipta Karya

Dinas Pekerjaan Umum

- Dinas Kesehatan

- Badan Perencanaan

Pembangunan Daerah - Badan Lingkungan Hidup

- Badan Penanggulangan

Bencana Daerah - PDAM

Tersusunnya

acuan/petunjuk teknis

dalam monitoring dan

evaluasi pelaksanaan

program pembangunan

infrastruktur permukiman bidang Cipta Karya

Figure

Gambar 6. 1 Struktur Organisasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KEPALA   SEKRETARIAT  SUBBAGIAN UMUM DAN  KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN PERENCANAAN BIDANG PAUD, PENDIDIKAN                        NON FORMAL DAN

Gambar 6.

1 Struktur Organisasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KEPALA SEKRETARIAT SUBBAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN PERENCANAAN BIDANG PAUD, PENDIDIKAN NON FORMAL DAN p.3
Gambar 6. 2 Struktur Organisasi Dinas Kesehatan

Gambar 6.

2 Struktur Organisasi Dinas Kesehatan p.5
Gambar 6. 3 Struktur Organisasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata KEPALA  SEKRETARIAT  SUBBAGIAN UMUM DAN  KEPEGAWAIAN   SUBBAGIAN  PERENCANAAN DAN KEUANGAN BIDANG PEMUDA DAN OLAH RAGA

Gambar 6.

3 Struktur Organisasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata KEPALA SEKRETARIAT SUBBAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN BIDANG PEMUDA DAN OLAH RAGA p.6
Gambar 6. 4 Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum

Gambar 6.

4 Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum p.8
Gambar 6. 5 Struktur Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Gambar 6.

5 Struktur Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah p.10
Gambar 6. 6 Struktur Organisasi Badan Lingkungan Hidup

Gambar 6.

6 Struktur Organisasi Badan Lingkungan Hidup p.11
Gambar 6. 7 Struktur Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang

Gambar 6.

7 Struktur Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang p.12
Gambar 6. 8 Struktur Organisasi Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan  Kabupaten Semarang

Gambar 6.

8 Struktur Organisasi Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Semarang p.14
Gambar 6. 9 Struktur Organisasi  Bapermasdes  Kabupaten Semarang

Gambar 6.

9 Struktur Organisasi Bapermasdes Kabupaten Semarang p.15
Gambar 6. 10 Struktur Organisasi PDAM Kabupaten Semarang

Gambar 6.

10 Struktur Organisasi PDAM Kabupaten Semarang p.18
TABEL VI. 1 HUBUNGAN KERJA INSTANSI BIDANG CIPTA KARYA  No  Instansi  Tugas Pokok Instansi Dalam Pembangunan

TABEL VI.

1 HUBUNGAN KERJA INSTANSI BIDANG CIPTA KARYA No Instansi Tugas Pokok Instansi Dalam Pembangunan p.19
TABEL VI. 2 KOMPOSISI PEGAWAI DALAM UNIT KERJA BIDANG CIPTA KARYA  KABUPATEN SEMARANG

TABEL VI.

2 KOMPOSISI PEGAWAI DALAM UNIT KERJA BIDANG CIPTA KARYA KABUPATEN SEMARANG p.22
TABEL VI. 3 POTENSI DAN PERMASLAHAN BIDANG CIPTA KARYA KABUPATEN SEMARANG  No  Substansi

TABEL VI.

3 POTENSI DAN PERMASLAHAN BIDANG CIPTA KARYA KABUPATEN SEMARANG No Substansi p.24
TABEL VI. 4 MATRIKS ANALISIS SWOT KELEMBAGAAN KABUPATEN SEMARANG

TABEL VI.

4 MATRIKS ANALISIS SWOT KELEMBAGAAN KABUPATEN SEMARANG p.25
TABEL VI. 5 MATRIKS KEBUTUHAN REGULASI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN DI KABUPATEN SEMARANG

TABEL VI.

5 MATRIKS KEBUTUHAN REGULASI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN DI KABUPATEN SEMARANG p.31

References

Related subjects :

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in