dalam batas normal bila duh tubuh vagina lebih banyak terjadi pada saat stres, dalam batas normal bila duh tubuh vagina lebih banyak terjadi pada saat stres, kehamilan
kehamilan atau atau aktivitas aktivitas seksual. seksual. Vaginal Vaginal discharge discharge bersifat bersifat patologis patologis bila bila terjaditerjadi perubahan-perubahan pada warna, konsistensi, volume, dan baunya
perubahan-perubahan pada warna, konsistensi, volume, dan baunya 2.
2. Tujuan Tujuan Sebagai Sebagai acuan acuan penerapan penerapan langkah-langkah langkah-langkah untuk untuk menegakkan menegakkan diagnosadiagnosa 3.
3. Kebijakan Kebijakan SK SK Kepala Kepala Puskesmas Puskesmas No.No. 4.
4. Referensi Referensi Keputusan Keputusan Menteri Menteri Kesehatan Kesehatan Republik Republik Indonesia Indonesia Nomor Nomor 514 514 Tahun Tahun 20152015 5.
5. Prosedur Prosedur Alat Alat dan dan bahanbahan – – bahan : bahan : 1. ATK 1. ATK 2. Tensimeter 2. Tensimeter 3. Stetoskop 3. Stetoskop 4. Termometer 4. Termometer 6.
6. Langkah-langkah Langkah-langkah 1. 1. Dokter Dokter memperkenalkan memperkenalkan diri diri dan dan memberi memberi salamsalam 2.
2. Dokter melakukan anamnesiDokter melakukan anamnesis kepada pasien. Hasis kepada pasien. Hasil anamnesis yaitu: Bil anamnesis yaitu: Biasanyaasanya terjadi pada daerah ge
terjadi pada daerah genitalia wanita ynitalia wanita yang berusia di atas 12 ang berusia di atas 12 tahun, ditandai tahun, ditandai dengandengan adanya perubahan pada duh tubuh disertai salah satu atau lebih gejala rasa gatal, adanya perubahan pada duh tubuh disertai salah satu atau lebih gejala rasa gatal, nyeri,
nyeri, disuria, nyeri pdisuria, nyeri panggul, perdarahan antar menstruasi anggul, perdarahan antar menstruasi atau perdarahanatau perdarahan paska-koitus
paska-koitus 3.
3. Dokter Dokter mencuci mencuci tangantangan 4.
4. Dokter Dokter melakukan melakukan pemeriksaan pemeriksaan fisik.fisik. Penyebab discharge
Penyebab discharge terbagi menjadi masalah terbagi menjadi masalah infeksi dan non infeksi. Mainfeksi dan non infeksi. Masalah nonsalah non infeksi dapat karena benda asing, peradangan akibat alergi atau iritasi, tumor, infeksi dapat karena benda asing, peradangan akibat alergi atau iritasi, tumor, vaginitis atropik, atau prolaps uteri, sedangkan masalah infeksi dapat disebabkan vaginitis atropik, atau prolaps uteri, sedangkan masalah infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, jamur atau virus seperti berikut ini:
oleh bakteri, jamur atau virus seperti berikut ini: a.
a. Kandidiasis vaginitis, Kandidiasis vaginitis, disebabkan oleh Candida albicans, dudisebabkan oleh Candida albicans, duh tubuh tidakh tubuh tidak berbau, pH <4,5 , terdapat eritema
berbau, pH <4,5 , terdapat eritema vagina dan eritema satelit di luar vaginavagina dan eritema satelit di luar vagina b.
b. Vaginosis Vaginosis bakterial bakterial (pertumbuhan (pertumbuhan bakteri bakteri anaerob, anaerob, biasanya biasanya GardnerellaGardnerella vaginalis),
vaginalis), memperlihatkan memperlihatkan adanya adanya duh duh putih putih atau atau abu-abu yabu-abu yang melekat ang melekat didi sepanjang dinding vagina dan vulva, berbau amis dengan pH >4,5. 629
sepanjang dinding vagina dan vulva, berbau amis dengan pH >4,5. 629 c.
c. Servisitis yServisitis yang disebabkan olang disebabkan oleh chlamydia, eh chlamydia, dengan gejala indengan gejala inflamasi serviksflamasi serviks yang mudah berdarah dan disertai duh mukopurulen
yang mudah berdarah dan disertai duh mukopurulen d.
d. Trichomoniasis, Trichomoniasis, seringkali asimtomatik, seringkali asimtomatik, kalau bergejala, kalau bergejala, tampak duh kuningtampak duh kuning kehijauan,
kehijauan, duh berbuih, bau aduh berbuih, bau amis dan pH >4,5.mis dan pH >4,5. e.
e. Pelvic Pelvic inflammatory inflammatory disease disease (PID) (PID) yang yang disebabkan disebabkan oleh oleh chlamydia, chlamydia, ditandaiditandai dengan nyeri abdomen bawah, dengan atau tanpa demam. Servisitis bisa dengan nyeri abdomen bawah, dengan atau tanpa demam. Servisitis bisa ditandai dengan kekakuan adneksa dan serviks pada nyeri angkat palpasi ditandai dengan kekakuan adneksa dan serviks pada nyeri angkat palpasi bimanual.
bimanual. f.
f. Liken Liken planusplanus g. Gonore g. Gonore h.
h. Infeksi Infeksi menular menular seksual seksual lainnyalainnya i.
i. Atau adanya benda asing Atau adanya benda asing (misalnya tampon (misalnya tampon atau kondom yatau kondom yang terlupaang terlupa diangkat)
diangkat) j.
j. Periksa klinis dengan seksama Periksa klinis dengan seksama untuk menyingkirkan adanya untuk menyingkirkan adanya kelainan patologiskelainan patologis yang lebih serius.
yang lebih serius. 5.
5. Dokter Dokter mencuci mencuci tangantangan 6.
6. Dokter Dokter menegakkan diagnosis menegakkan diagnosis berdasarkan anamnesis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan dan pemeriksaan fisikfisik 7.
7. Dokter Dokter melakukan melakukan penatalaksanaan.penatalaksanaan.
Pasien dengan riwayat risiko rendah penyakit menular seksual dapat diobati sesuai Pasien dengan riwayat risiko rendah penyakit menular seksual dapat diobati sesuai dengan gejala dan arah diagnosisnya.
dengan gejala dan arah diagnosisnya. a.
untuk 5-7 hari
untuk 5-7 hari atau pervaginam. Tiatau pervaginam. Tidak direkomendasikan untuk dak direkomendasikan untuk minum 2minum 2 gram peroral.
gram peroral. 4)
4) Tidak dibutuhkan Tidak dibutuhkan peningkatan dosis peningkatan dosis kontrasepsi hormonal kontrasepsi hormonal bilabila menggunakan antibiotik yang tidak menginduksi enzim
menggunakan antibiotik yang tidak menginduksi enzim hati.hati.
5) Pasien yang menggunakan IUD tembaga dan mengalami vaginosis 5) Pasien yang menggunakan IUD tembaga dan mengalami vaginosis
bakterial dianjurkan untuk mengganti metode kontrasepsinya. bakterial dianjurkan untuk mengganti metode kontrasepsinya. b.
b. Vaginitis Vaginitis kandidiosis kandidiosis terbagi terbagi atas:atas: 1)
1) Infeksi Infeksi tanpa tanpa komplikasikomplikasi 2)
2) Infeksi Infeksi parahparah 3)
3) Infeksi Infeksi kambuhankambuhan 4)
4) Dengan Dengan kehamilankehamilan 5)
5) Dengan Dengan diabetes diabetes atau atau immunocompromiseimmunocompromise Penatalaksanaan vulvovaginal kandidiosis: Penatalaksanaan vulvovaginal kandidiosis:
Dapat Dapat diberikan diberikan azol azol antifungal antifungal oral oral atau atau pervaginampervaginam
Tidak Tidak perlu perlu pemeriksaan pemeriksaan pasanganpasangan
Pasien Pasien dengan dengan vulvovaginal vulvovaginal kandidiosis kandidiosis yang yang berulang berulang dianjurkandianjurkan
untuk memperoleh pengobatan paling lama
untuk memperoleh pengobatan paling lama 6 bulan.6 bulan.
Pada Pada saat saat kehamilan, kehamilan, hindari hindari obat obat anti-fungi anti-fungi oral, oral, dan gudan gunakan nakan imidazolimidazol
topikal hingga 7 hari. topikal hingga 7 hari.
Hati-hati Hati-hati pada pasien pada pasien pengguna kondom pengguna kondom atau atau kontrasepsi kontrasepsi latekslateks
lainnya, bahwa penggunaan antifungi lokal dapat merusak lateks lainnya, bahwa penggunaan antifungi lokal dapat merusak lateks
Pasien pengguna kontrasepsi Pasien pengguna kontrasepsi pil kombinasi yang pil kombinasi yang mengalamimengalami
vulvovaginal kandidiosis berulang, dipertimbangkan untuk vulvovaginal kandidiosis berulang, dipertimbangkan untuk menggunakan metoda kontrasepsi lainnya
menggunakan metoda kontrasepsi lainnya c. Chlamydia:
c. Chlamydia: 1)
1) Azithromisin Azithromisin 1gramsingle dose, ata1gramsingle dose, atau Doksisiklin 10u Doksisiklin 100 mg 2xsehari 0 mg 2xsehari untuk 7untuk 7 hari
hari 2)
2) Ibu Ibu hamil hamil dapat dapat diberikan diberikan Amoksisilin Amoksisilin 500mg 500mg 3x 3x sehari sehari untuk untuk 7 7 hari hari atauatau Eritromisin 500 mg 4x sehari untuk
Eritromisin 500 mg 4x sehari untuk 7 hari7 hari d.
d. Trikomonas Trikomonas vaginalis:vaginalis: 1)
1) Obat minum nitObat minum nitromidazol (contoh metroniromidazol (contoh metronidazol) efektif untdazol) efektif untuk mengobatiuk mengobati trikomonas vaginalis
trikomonas vaginalis 2)
2) Pasangan seksual Pasangan seksual pasien trikomonas pasien trikomonas vaginalis havaginalis harus diperiksa rus diperiksa dan diobatidan diobati bersama dengan pasien
bersama dengan pasien 3)
3) Pasien HPasien HIV positif IV positif dengan trikomonas dengan trikomonas vaginalis lvaginalis lebih baik ebih baik dengan regimendengan regimen oral
oral penatalaksanaan beberapa hari penatalaksanaan beberapa hari dibanding dosis tdibanding dosis tunggalunggal 4)
4) Kejadian trikomonas vaginalis Kejadian trikomonas vaginalis seringkali berulang, nseringkali berulang, namun perluamun perlu dipertimbangkan pula adanya resistensi obat
dipertimbangkan pula adanya resistensi obat 8.
8. Dokter Dokter memberikan memberikan konseling konseling dan dan edukasi.edukasi.
a. Pasien diberikan pemahaman tentang penyakit, penularan serta a. Pasien diberikan pemahaman tentang penyakit, penularan serta
penatalaksanaan di tingkat rujukan. penatalaksanaan di tingkat rujukan. b.
b. Pasien disarankan untuk Pasien disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual tidak melakukan hubungan seksual selamaselama penyakit belum tuntas diobati .
penyakit belum tuntas diobati . 9.
9. Dokter Dokter mencatat mencatat dalam dalam rekam rekam medismedis
7.
7.
Diagram AlirDiagram Alir FLOW CHARTFLOW CHARTDokter memperkenalkan diri dan Dokter memperkenalkan diri dan
memberi salam memberi salam
Dokter melakukan anamnesis kepada pasien Dokter melakukan anamnesis kepada pasien
Dokter mencuci tangan Dokter mencuci tangan
8.
8.
Hal-hal yang perluHal-hal yang perlu diperhatikandiperhatikan
Pasien dirujuk apabila Pasien dirujuk apabila
1.
1. Tidak Tidak terdapat terdapat fasilitas fasilitas pemeriksaan pemeriksaan untuk untuk pasanganpasangan 2.
2. Dibutuhkan Dibutuhkan pemeriksaan pemeriksaan kultur kultur kuman kuman gonoregonore 3.
3. Adanya Adanya arah arah kegagalan kegagalan pengobatanpengobatan
9.
9.
Unit TerkaitUnit Terkait PIHPIHPoli umum Poli umum Apotek Apotek
10.
10.
Dokumen TerkaitDokumen Terkait 1. Rekam Medis1. Rekam Medis 2. Catatan tindakan 2. Catatan tindakan11.
11.
Rekam Rekam historishistoris perubahanperubahan No No Yang Yang diubah diubah Isi Isi perubahan perubahan Tanggal mulaiTanggal mulai dilakukan dilakukan Dokter mencuci tangan
Dokter mencuci tangan
Dokter menegakkan diagnosis berdasarkan Dokter menegakkan diagnosis berdasarkan
anamnesis dan pemeriksaan fisik anamnesis dan pemeriksaan fisik
Dokter memberikan penatalaksanaan Dokter memberikan penatalaksanaan
Dokter memberikan edukasi dan konseling Dokter memberikan edukasi dan konseling
Dokter mencatat dalam rekam medis Dokter mencatat dalam rekam medis