• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAGIAN 6 PROSES PERANCANGAN DESAIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAGIAN 6 PROSES PERANCANGAN DESAIN"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

97

desain yang meliputi; 1. konsep tagline dan brand, 2. konsep layout dan ilustrasi dalam desain, 3. nilai perancangan yang baik, 4. prosedur layout dalam pembuatan desain.

1. Tagline dan Brand

Banyak ahli dalam pemasaran berpendapat bahwa begitu pentingnya sebuah produk mempunyai sebuah tagline yang dapat menyiratkan atau mencerminkan produk tersebut. Sebuah tagline yang bagus merupakan sebuah ekspresi, inti dan segala kekuatan dari produk tersebut. Tagline akan menunjukkan nilai dari sebuah produk apabila produk tersebut dipasarkan kepada konsumen, dan akan menjadi ikatan yang singkat, tepat dan tidak memakan tempat dalam benak konsumen terhadap produk tersebut.

Oleh karena betapa begitu pentingnya sebuah produk mempunyai tagline sehingga diharapkan dapat menjadi ucapan pertama dari produk yang dimaksud, dan bukan menjadi penjelasan yang bertele-tele ataupun berupa sebuah cerita yang panjang mengenai produk dimaksud. Sebuah tagline memerlukan pemahaman akan apa yang diinginkan konsumen terhadap produk dimaksud, sehingga memerlukan perhatian khusus untuk membuat tagline yang tepat terhadap produk tersebut.

Kunci utama dalam merencanakan sebuah tagline pertama diperlukan pemahaman terhadap produk tersebut, lalu bagaimana merumuskannya dalam bentuk kalimat yang singkat dan tepat.

Yang harus dihindarkan dalam pembuatan tagline:

- Jangan sekali-sekali membuat tagline yang isinya membual atau menipu konsumen, yang dibicarakan adalah untuk kepentingan konsumen bukan kepentingan produsen - Jangan memakai “satu kata” untuk sebuah tagline

- Hindari keikut sertaan dalam pembuatan tagline yang sudah menjadi kesenangan konsumen serta hindarkan formula yang berisi permainan kata-kata atau istilah yang telah populer

(2)

Yang harus diperhatikan dalam pembuatan tagline:

- Mulai dengan hal yang singkat dan kreatif seperti; seperangkat dokumen yang berisi: - Tujuan dari produk

- Target dari produk

- Hal penting dan utama dari produk tersebut

- Terjemahkan isi serta apa yang dijanjikan dalam produk tersebut kedalam tagline setelah melalui beberapa tahapan yang pasti mengenai keberadaan produk tersebut. - Putuskan dalam bentuk suara, gambar, yang meliputi keberadaan serta bagaimana

produk tersebut.

- Carilah orang yang professional yang bergerak sesuai dengan bidangnya untuk membantu mengembangkan sebuah tagline

- Sekali dibuat tagline untuk produk tersebut, maka produsen harus menepati apa yang ada dan merupakan isi dalam tagline tersebut

Tagline adalah satu atribut dalam sistem identitas. Berupa satu kata atau lebih

yang menggambarkan esensi, personality maupun positioning brand. Usia pemakaian

tagline pada suatu brand tidak berlaku selamanya. Seringkali tagline diganti

menyesuaikan dengan perkembangan pasar dan gaya hidup target audiensnya.

Serupa dengan atribut identitas, menciptakan tagline bukanlah perkara mudah. Walaupun kelihatan simpel, tagline harus efektif karena merupakan bentuk brand image di benak publik, dan bukan hanya sebagai tambahan/pemanis atau ‘latah’, seperti: “kami memang beda”, Kami peduli”, “kepuasan pelanggan adalah yang utama”, atau “nomor satu di dunia”.

Berikut jenis tagline berdasarkan sifatnya:

- Descriptive: Menerangkan produknya/servisnya/janji brand. Contoh: HIT anti nyamuk generasi baru, DJARUM SUPER topnya kretek filter.

- Specific: Memposisikan dirinya sebagai yang terunggul dibidangnya. Contoh: SOSRO ahlinya teh, GRAMEDIA penerbit buku utama.

- Superlative: Memposisikan dirinya sebagai yang paling unggul. Contoh: YAMAHA semakin di depan, KAPAL API jelas lebih enak

(3)

Beberapa pertimbangan dalam menentukan nama:

1) Bahasa Indonesia atau bahasa asing? Apakah perlu dibedakan didaerah/negara tertentu.

2) Unik, orisinil, dan tidak generik. Jelas perbedaannya dengan brand lain 3) Singkat. Mudah ditulis dan diucapkan.

4) Tidak mirip kata lain baik bila ditulis maupun diucapkan. Sehingga tidak salah pengertian.

5) Tidak mengandung konotasi negatif, baik bila ditulis maupun diucapkan

6) Fleksibel. Berorientasi pada masa depan, tidak ketinggalan jaman, tetap sesuai trend

dan budaya 2. Lay Out

a. Layout

“Layout merupakan rancangan jadi komposisi sebuah desain, biasanya digunakan

dalam perancangan visualisasi sebuah iklan”, (Jefkins, 1994:80).

Layout diberi tanda-tanda berupa instruksi tentang jenis huruf dan ukurannya. Untuk

ukuran ruang, gambar, dan komposisi desain final nanti akan dibuat berdasarkan

layout aslinya. Seniman layout juga bertugas membuat gambar kasar pada layout serta

adaptasinya pada desain final.

Bentuk kasar pertama sebuah media visual, biasanya berupa kertas, yang hanya berupa tulisan, gambar, atau sketsa yang dibuat dengan tangan. Sketsa tersebut masih berupa gambaran kasar tentang layout secara keseluruhan. Sedangkan bentuk rancangan yang lebih sempurna dinamakan tata-letak (layout). “Pada layout, unsur ketepatan sudah mulai diperhitungkan. Misalnya pada layout iklan: teks, baik headline, subheadline, maupun body text, ruang untuk ilustrasi, maupun elemen-elemen desain

(4)

yang lain sudah dibuat rapi lengkap dengan penempatan hasil setting”, (Kasali, 1992:87).

Ada tiga macam layout yang masing-masing dikelompokkan menurut ketelitian cara pembuatannya yang dipengaruhi oleh tujuan pembuatannya (fungsi).

Ketiga macam layout itu adalah:

(1) Thumbnail Layout

Thumbnail layout merupakan layout yang hanya menggambarkan secara garis

besar mengenai komposisi dimana letak logo, headline, bodycopy, baseline,

ilustrasi, dan lain-lain. (2) Layout kasar (Rough Layout)

Layout kasar adalah pembesaran dari layout miniatur, hal ini dilakukan untuk percobaan dengan membuat beberapa rancangan untuk pengadaan revisi ataupun perubahan yang nantinya akan menjadi rancangan akhir menyerupai desain yang sesungguhnya.

(3) Layout komperhensif (Comprehensive Layout)

Layout komperhensif adalah layout yang pasti, yang memperhatikan bagaimana hasil akhir itu nantinya. Semua itu sudah tersusun, baik ilustrasi, warna, huruf dan unsur lainnya, sehingga orang yang akan melihatnya dapat membayangkan hasilnya nanti.

Reichter dalam Kasali (1992:88) menyebutkan, “bahwa sebuah layout yang baik mampu membuat pembacanya menilai produk yang ditawarkan merupakan produk yang bagus, dan bukan iklannya yang bagus”.

Yang perlu diperhatikan perancangan layout ini adalah penyusunan komposisi antar beberapa elemen visual sehingga didapatkan suatu desain yang menarik, enak dan nyaman untuk dilihat.

Media iklan cetak haruslah merupakan media iklan yang dibuat dengan perencanaan yang baik, Kombinasi dari ide-ide dan perancangan sebuah media iklan disebut dengan istilah LAYOUT.

(5)

perencanaan yang terarah sangatlah diperlukan. NILAI PERENCANAAN LAYOUT YANG BAIK

Perencanaan berupa gambar akan mengakibatkan dan memudahkan perencana untuk bisa melihat kembali dan merevisi hasil pemikirannya. Hasil cetak akan dapat selesai dengan sempurna dalam waktu yang singkat apabila setiap perencana dapat mengetahui apa yang dikerjakannya sampai dengan hal terakhir. Pertanyaan mengenai desain harus dieliminasi menjadi lebih sedikit.

Ejaan, kata-kata dan penempatan setiap elemen desain harus sesuai dengan perencanaan, hal tersebut untuk menghindarkan rendahnya nilai desain. Spesifikasi dari klien untuk kepentingan media cetak harus betul-betul sesuai dengan harapannya. Hal tersebut akan mengakibatkan hasil akhir akan betul-betul sempurna, klien akan puas, manajemen percetakan akan berjalan sesuai rencana, pekerja dan perencana akan puas dengan hasil kerjanya yang telah memenuhi semua persyaratan yang diharapkan.

A. Perencanaan pra-layout

Bentuk pra rencana awal haruslah lengkap untuk memudahkan pembentukan ide-ide perencana dalam menuangkan konsep desainnya sebelum menjadi media cetak. Ada 12 macam pertanyaan yang harus dipikirkan dalam mempersiapkan pembuatan layout yaitu:

1. Tujuan dari produk tersebut.

Apa yang merupakan tujuan dari produk tersebut? Apakah untuk dijual? Informasikan[lah? Ataukah hanya sebagai acuan saja?

(6)

2. Kelompok Sasaran, Apakah hasil media cetak tersebut untuk kepentingan pribadi, ilmuwan, remaja, atau kelompok-kelompok lainnya. Pendekatan disainnya haruslah berbeda untuk masing-masing.

3. Kepribadian atau sifat dari produk. Haruskah canggih, terlalu menyolok, memuji, lucu, atau mempunyai beberapa mempunyai sifat yang spesifik? Jenis kertas, tipografi, dan ilustrasi tergantung pada keputusan ini.

4. Gaya dari produk akhir. Apakah berisi foto? Ataukah hanya tulisan saja, atau akan ada kartunnya, ilustrasi, atau suatu kombinasi kedua-duanya?

5. Format Layout. Akankah berupa buklet, katalog, buletin, brosur, pamflet, atau suatu keseluruhan buku?

6. Pastikan Ukuran Media Cetak. Berapa ukuran pasti produk yang dicetak tersebut? Ini akan mempengaruhi ukuran kertas standard yang akan digunakan.

7. Pastikan Jumlah halaman. Apakah dalam satu halaman akan dicetak satu muka saja atau bolak balik. Apakah akan dicetak full semua halaman dan dilipat? Berapa jumlah halaman dan bagaimana proses cetaknya?

8. Pastikan Jumlah Ekslemplarnya. Banyaknya ekslemplar yang diinginkan akan menentukan proses pencetakan.

9. Pastikan Model Binding dan Finishing nya. Apakah hasil cetakan perlu untuk dipotong ulang, dilipat lagi, diberi penomoran ulang atau digabung bersama dengan hasil cetakan yang lainnya.

10. Keperluan Layout. Apakah Pelanggan memerlukan catatan proses pendesainan., seperti thumbnail sket, rough layout, dan comprehensive layout.

11. Pastikan waktu pengerjaan. Berapa waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut? Perkirakan waktu mengenai penyelesaian ini akan tergantung pada jawaban dari 10 (sepuluh) pertanyaan sebelumnya, dan akan membantu dalam pembuatan perkiraan anggaran biaya.

12. Pastikan tanggal selesainya pekerjaan. Hal ini akan berkaitan dengan pertimbangan penggunaan waktu per hari, dan banyaknya hari atau jam yang dipergunakan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

(7)

tersebut atau klien.

Proses berikutnya adalah rough layout, yang merupakan kelanjutan juga hasil pilihan dari thumbnail sket. Layout ini mempunyai ukuran yang kalau bisa harus sama dengan ukuran sebenarnya dari final produk. Pada rough layout sudah ada tipografi lengkap dan ilustrasinya. Proses perubahan hendaknya dapat dengan mudah dibuat antara thumbnail sket ke rough layout, dan juga dari rough layout ke comprehensive layout.

Comprehensive layout merupakan bentuk pengaturan terpadu yang berasal dari

thumbnail sket dan rough layout. Pada pengaturan layout yang pasti ini sudah memungkinkan bagi klien untuk mengetahui hasil pasti yang akan didapatkan dari media yang akan dibuat dan diproduksi nanti.

C. Pertimbangan desain dan Layout

Copy Analis merupakan hal pertama yang penting yang ketika perancangan mempersiapkan suatu pekerjaan. Pengetahuan yang lengkap sangatlah diperlukan; langkah selanjutnya adalah bagaimana mencampur antara pengetahuan yang ada di otak dengan ilustrasi atau foto sehingga menghasilkan sesuatu yang diinginkan.

Pahamilah secara keseluruhan semua copy yang ada sebelum memulai pekerjaan. Pelajari copy, analisa apa yang perlu, sehingga dapat menyingkat waktu yang ada.

(8)

Untuk memahami rumusan yang benar, maka pertimbangan tertentu yang harus diingat. adalah seperti poin-poin ringkas berikut :

1. Persiapan perencanaan sangatlah diperlukan,

2. Desain dan lay out merupakan hal yang sangat penting untuk memperoleh hasil akhir yang maksimal,

3. Buatlah yang mudah dimengerti, terbaca dengan jelas. Media cetak bertujuan untuk memberikan informasi.

4. Layout merupakan suatu perencanaan, blue print, sebuah maste plan,

5. Susunlah final produk dalam sebuah susunan dengan media yang sesuai; lalu susunlah dengan menggunakan huruf-huruf yang jelas, foto serta ilustrasi yang berguna,

6. Kadangkala kesederhanaan merupakan hal yang sangat penting,

7. Pengetahuan tentang tipe dan jenis huruf atap tipografi sangatlah diperlukan sekali,

8. Pengetahuan tentang percetakan juga tidak bisa dilupakan,

9. Pengetahuan tentang prinsip-prinsip dan struktur desain jugan sangat diperlukan, 10. Pengetahuan tentang warna dan bagaimana pengaruhnya terhadap manusia juga

harus diketahui sebagai bahan untuk menyusun komposisi. 1. Thumbnail Sketches

Thumbnail sket merupakan pencerminan dari ide-ide sederhana yang diharapkan dapar membantu perancang untuk mendapatkan hasil akhir yang menarik atau bisa diterima untuk menjadi hasil akhir. Dalam bentuk thumbnail klien dimungkinkan juga untuk dapat melihat ide-ide bentuk serta gagasan-gasan dari layout hasil akhir yang mereka sukai.

Pembuatan thumbnail sket mempunyai tiga tujuan utama:

1. Secara grafis bentuknya dapat mencerminkan ide atau gagasan, 2. Secara visual melukiskan gagasan yang akan dibuat,

(9)

haruslah tersedia dan dapat diakses dengan mudah untuk dapat dibaca oleh siapapun yang berkepentingan.

- Persiapan yang harus dilakukan:

1. Persiapkan kertas kerja untuk pre-layout, siapkan copy dan daftar yang telah dipersiapkan sebelumnya.

2. Pilih ukuran dari final produk (ukuran media cetak) dan mulai persiapkan untuk pembuatan thumbnail sket, dengan proporsi yang benar dengan ukuran seperempat dari aslinya atau terskala.

3. Pilih elemen-elemen yang memerlukan penekanan (emphasis), Tentukan daerah dimana elemen tersebut kemungkinan akan diletakkan atau dikomposisikan. Ukuran hendasknya mengacu kepada ukuran sebenarnya seperti ukuran untuk final ad nantinya.

4. Gunakan garis lurus yang tegas untuk ukuran leter 12-pt atau yang lebih kecil. Jangan dulu mempergunakan letering yang jelas baik untuk penulisan letering dengan ukuran yang besar ataupun yang kecil.

(10)

5. Batasi tempat dimana natinya untuk foto ataupun ilustrasi. Dalam areal tersebut gambarkan secara kasar bentuk atau model foto atau ilustrasi yang diinginkan. Hal ini adalah untuk memungkinkan orang lain untuk belajar atau memperoleh gagasan serta ide yang berkaitan dengan isi dari layout tersebut. Detail sket belum begitu diperlukan untuk foto ataupun ilustrasi yang ada pada thumbnail.

Merupakan hal yang sangat penting untuk membuat beberap sket yang berisi ide-ide serta gagasan-gagasan dariman seleksi akhir dapat dibuat. Perancang ahli akan dapat membuat sedikitnya empat buah thumbnail untuk setiap permasalahan yang disodorkan kepadanya. Jangan sekali-sekali takut untuk mempersiapkan thumbnail sket sebanyak mungkin apabila perancang memiliki ide yang banyak. Tetapi seringkali hal tersebut sulit bagi perancang pemula.

2. Rough Layout

Tahap kedua daripada prosedur layout adalah persiapan pembuatan rough layout. Bentuk layout ini merupakan suatu perbaikan atau peningkatan dari thumbnail sket, atau bisa juga merupakan perpaduan/kombinasi antara dua atau lebih dari thumbnail sket

yang telah dibuat sebelumnya.

Tujuan daripada pembuatan rough layout adalah:

1. Pemaksaan untuk mengadakan satu pilihan dari beberapa ide sket yang sudah ada 2. Persiapan suatu gagasan yang spesifik.

3. Penyediaan sebuah gambar yang terukur dan pasti dan mudah untuk dimengerti, dipelajari atau diubah.

Sebetulnya, rough layout merupakan bentuk pre-final layout yang bisa jadi bahan pertimbangan. Olehkarenanya, dalam berbagai kasus, bentuk layout ini dapat dipergunakan sebagai basis untuk produk akhir tanpa membutuhkan untuk membuat

comprehensive layout. Dalam banyak hal diperlukan sedikitnya dua buah rough layout ,

(11)

- Persiapan yang harus dilakukan:

1. Pelajari beberapa thumbnail sket yang telah dipersiapkan sebelumnya.

2. Pilih salah satu yang terbaik untuk hasil jadi media cetak 2 dimensi. Pemilihan dapat dilakukan antara perancang sendiri ataupun bersama-sama dengan klien. 3. Persiapkan selembar kertas yang memungkinkan layout untuk digambar secara

ukuran sebenarnya.

4. Pergunakan acuan yang dapat dipergunakan untuk penggunaan huruf yang sesai. 5. Pastikan letak daripada posisi huruf ataupun ilustrasi sesuai dengan bentuk

thumbnail terpilih.

6. Semua huruf harus diletakkan dalam areal kotak dengan outline yang jelas, sesuai dengan copy nya. Pergunakan garis tegas untuk ukuran ketinggian dan jenis serta ukuran huruf yang dipergunakan, terutama untuk ukuran 12-pt atau yang lebih kecil lagi.

7. Gambar ilustrasi dengan outline yang tegas. Bentuk rough lsayout harus lebih jelas dan mengandung detail yang lengkap dibandingkan dengan thumbnail sket. Rough layout bentuknya harus sudah mencerminkan bentuk produk akhir.

8. Pelajari rough layout, buat perubahan apabila diperlukan. Konsultasikan dengan klien untuk menghasilkan produk akhir yang baik, dan beri kesempatan kepada klien untuk memberikan pendapat atau saran mengenai perubahan desain apabila diperlukan.

(12)

3. Comprehensive Layout

Comprehensive Layout merupakan langkah terpenting dalam pelaksanaan

pembuatan media cetak. Comprehensive Layout merupakan sebuah master plan atau blue print dari produk akhir, oleh karenanya nilainya tidak boleh “over-emphasized”.

Bentuk Comprehensive Layout memungkinkan perancang ataupun klien untuk mengetahui hasil produk akhir, dan memungkinkan juga untuk mengadakan perubahan apabila dimungkinkan.

Setelah perancang dan klien membuat semua keputusan yang perlu, maka

Comprehensive Layout akan berisi semua informasi yang diperlukan dan berfungsi sebagai

pemandu kepada siapapun yang berkepentingan untuk mempersiapkan produk akhir.

- Persiapan yang harus dilakukan

1. Pelajari rough layout secara seksama

2. Jika material yang dipergunakan multi warna, maka plih warna dan isi yang sesuai untuk masing-masing. Gunakan pensil-warna atau spidol warna sebagai penanda untuk menghadirkan warna dari tiap elemen.

3. Tulislah semua jenis huruf dalam posisi yang tepat sesuai yang diinginkan. Buatlah semuany seperti hasil akhirnya.

4. Garis yang digunakan harus sesuai dengan posisi yang benar, sekalipun layout terdiri dari 12 macam tipe huruf atau huruf yang kecil. Bagaimanapun juga copy dari jenis tipografi harus juga disertakan.

(13)

segala bentuk informasi yang berkaitan dengan proses pencetakan telah dijadikan satu dalam lembar lampiran.

Hal utama bagi seorang perancang adalah memperhatikan segala bentuk layout atau rencana dari pekerjaan yang sudah menjadi tanggungjawabnya. Desain kebanyakan terdiri dari dua macam bentuk gambar layout yang kompleks yang harus diselesaikan secara berbeda. Bentuk desain pertama akan digambar secara detail dan berwarna penuh untuk kepentingan klien atau konsumen, sedangkan desain kedua akan digambar secara lebih sederhana tetapi dengan detail secara terperinci dan teknis untuk kepentingan pencetakan. Layout bentuk kedua ini dibuat mengacu pada gambar kerja, tenaga pencetak, penyusun layout keseluruhan, dan untuk kepentingan ahli-ahli yang berkaitan dengan proses pencetakan.

JENIS LAYOUT MEDIA CETAK

Berbagai macam teori dijumpai dalam proses pembuatan layout, begitu pula macam dari layout itu sendiri. Jenis-jenis layout yang sering dijumpai terbagai menjadi beberapa macam, diantaranya yaitu:

1. MONDRIAN LAY OUT

Mengacu pada konsep seorang pelukis Belanda bernama Piet Mondrian, yaitu: penyajian iklan yang mengacu pada bentuk-bentuk square/landscape/portait, dimana masing-masing bidangnya sejajar dengan bidang penyajian dan memuat gambar/copy yang saling berpadu sehingga membentuk suatu komposisi yang konseptual.

(14)

2. MULTI PANEL LAY OUT

Bentuk iklan dimana dalam satu bidang penyajian dibagi menjadi beberapa tema visual dalam bentuk yang sama (square/double square semuanya).

3. PICTURE WINDOW LAY OUT

Tata letak iklan dimana produk yang diiklankan ditampilkan secara close up. Bisa dalam bentuk produknya itu sendiri atau juga bisa menggunakan model (public figure)

(15)

4. COPY HEAVY LAY OUT

Tata letaknya mengutamakan pada bentuk copy writing (naskah iklan) atau dengan kata lain komposisi lay out nya didominasi oleh penyajian teks (copy).

5. FRAME LAY OUT

Suatu tampilan iklan dimana border/bingkai/frame nya membentuk suatu naratif (mempunyai cerita).

(16)

6. SHILHOUTTE LAY OUT

Sajian iklan yang berupa gambar ilustrasi atau tehnik fotografi dimana hanya ditonjolkan bayangannya saja. Penyajian bisa berupa Text-Rap/warna spot color yang berbentuk gambar ilustrasi atau pantulan sinar seadanya dengan tehnik fotografi.

7. TYPE SPECIMEN LAY OUT

Tata letak iklan yang hanya melakukan pada penampilan jenis huruf dengan point size yang besar. Pada umumnya hanya berupa Head Line saja.

8. SIRCUS LAY OUT

Penyajian iklan yang tata letaknya tidak mengacu pada ketentuan baku. Komposisi gambar visualnya, bahkan kadang-kadang teks dan susunannya tidak beraturan.

(17)

9. JUMBLE LAY OUT

Penyajian iklan yang merupakan kebalikan dari sircus lay out, yaitu komposisi beberapa gambar dan teksnya disusun secara teratur.

10. GRID LAY OUT

Suatu tata letak iklan yang mengacu pada konsep grid, yaitu desain iklan tersebut seolah-olah bagian per bagian (gambar atau teks) berada di dalam skala grid.

(18)

11. BLEED LAY OUT

Sajian iklan dimana sekeliling bidang menggunakan frame (seolah-olah belum dipotong pinggirnya). Catatan: Bleed artinya belum dipotong menurut pas cruis (utuh) kalau Trim sudah dipotong.

12. VERTICAL PANEL LAY OUT

Tata letaknya menghadirkan garis pemisah secara vertical dan membagi lay out iklan tersebut.

(19)

13. ALPHABET INSPIRED LAY OUT

Tata letak iklan yang menekankan pada susunan huruf atau angka yang berurutan atau membentuk suatu kata dan diimprovisasikan sehingga menimbulkan kesan narasi (cerita).

14. ANGULAR LAY OUT

Penyajian iklan dengan susunan elemen visualnya membentuk sudut kemiringan, biasanya membentuk sudut antara 40-70 derajat.

(20)

15. INFORMAL BALANCE LAY OUT

Tata letak iklan yang tampilan elemen visualnya merupakan suatu perbandingan yang tidak seimbang.

16. BRACE LAY OUT

Unsur-unsur dalam tata letak iklan membentuk letter L (L-Shape). Posisi bentuk L nya bisa tebalik, dan dimuka bentuk L tersebut dibiarkan kosong.

17. TWO MORTISES LAY OUT

Penyajian bentuk iklan yang penggarapannya menghadirkan dua inset yang masing-masing memvisualkan secara diskriptif mengenai hasil penggunaan/detail dari produk yang ditawarkan.

(21)

18. QUADRAN LAY OUT

Bentuk tampilan iklan yang gambarnya dibagi menjadi empat bagian dengan volume/isi yang berbeda. Misalnya kotak pertama 45%, kedua 5%, ketiga 12%, dan keempat 38%. (mempunyai perbedaan yang menyolok apabila dibagi empat sama besar).

19. COMIC STRIPS LAY OUT

Penyajian iklan yang dirancang secara kreatif sehingga merupakan bentuk media komik, lengkap dengan captions nya.

(22)

20. REBUS LAY OUT

Susunan lay out iklan yang menampilkan perpaduan gambar dan teks sehingga membentuk suatu cerita

disadur dari :

http://pengantarperiklanan.blogspot.com b. Ilustrasi

Ilustration pada iklan berupa gambar atau foto. Gambar yang dihasilkan dapat

berupa gambar manual maupun menggunakan komputer.

Foto yang digunakan dalam ilustrasi dapat berupa foto berwarna (tonal

(23)

memperlihatkan sesuatu, ilustrasi dapat berupa gambar, simbol, relief, musik yang tujuannya untuk mengkomunikasikan atau menjelaskan sesuatu (Santosa, 2002 : 57). Ilustrasi adalah Gambar untuk membantu memperjelas isi buku, atau karangan (Alwi, Hasan. 2002 : 425.). Pengertian ilustrasi menurut Maya Ananda, adalah sesuatu yang dapat menyemarakkan halaman-halaman buku atau media lainnya sebagai karya seni yang memiliki nilai estetis. Bentuk gambar ilustrasi dapat berupa : foto, karikatur, kartun, potret manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan.

Fungsi dari ilustrasi adalah untuk menarik perhatian publik guna mendorong dan mengembangkan gagasan dalam bentuk cerita realistis, dapat menumbuhkan suasana emosional karena ilustrasi lebih mudah dipersepsi atau diserap daripada tulisan (Kusmiati, 1999 : 44).

Illustrasi kalau dilihat dari segi teknisnya dapat di golongkan menjadi beberapa teknik yaitu:

1) Ilustrasi Fotografi

Ilustrasi fotografi memiliki beberapa kegunaan, yaitu: menggambarkan perbandingan menunjukkan berita, mengabadikan sesuatu, mencitakan suasana hati, menggambarkan sesuatu yang membangkitkan rasa kemanusiaan (Suyanto, 2004 : 89).

Yaitu teknik membuat gambar ilustrasi berupa foto dengan bantuan kamera baik itu manual maupun digital. Biasanya obyek fotografi menjadi lebih realistis, eklusif dan persuasive (Pujiriyanto, 2005 : 42).

Adapun kelebihan dari menggunakan ilustrasi fotografi yang tidak lain adalah: gambar yang dihasilkan nyata/realistis, waktu pembuatannya relatif singkat dan dapat dibuat secara spontan, teknik fotografi dapat dibuat (diproses) berwarna ataupun hitam putih.

(24)

Ilustrasi fotografi memiliki beberapa kegunaan, yaitu: 1) Menggambarkan perbandingan menunjukkan berita; 2) Mengabadikan sesuatu;

3) Menceritakan suasana hati;

4) Menggambarkansesuatu yang membangkitkan rasa kemanusiaan (Suyanto, 2004: 89). (Sumber : http://www.pinterest.com/pin/14707136257614502/.JPG)

2) Ilustrasi Teknik Gabungan

Yaitu ilustrasi bentuk komunikasi dengan struktur visual atau rupa yang terwujud dari perpaduan antara teknik fotografi/ilustrasi manual dengan teknik drawing di komputer (Pujiriyanto, 2005 : 41) Teknik ini memiliki satu kelebihan tersendiri yaitu:

Dengan aplikasi penggunaan komputer tehnik menggambar tangan dan fotografi dapat lebih disempurnakan dalam proses desainnya.

Hasil desain jauh lebih inofatif dan menarik karena terjadi suatu kombinasi (tambahan/nilai plus) pada desain yang akan disempurnakan.

Gambar Ilustrasi fotografi yang di gabungkan dengan ilustrasi handrawing, dengan menggunakan program grafis.

(25)

(Sumber : http://www.pinterest.com/pin/14707136257547475/.JPG) Teks

Adalah sederatan kata atau kalimat yang menjalaskan suatu barang atau jasa untuk tujuan tertentu. Bahasa yang digunakan untuk penyusunan teks pada iklan hendaknya sederhana jelas, singkat, dan tepat serta memiliki daya tarik pada kalimatnya ( Ananda, 1998 : 63).

Teks dibagi menjadi beberapa sistem penamaan dan masing-masing memiliki fungsi berbeda, yaitu:

Baris Utama/Judul (Headline)

Merupakan bagian terpenting dari teks yang menarik perhatian dan merupakan hal yang pertama kali dibaca. Judul mampu mengarahkan pembaca untuk lebih jauh mengetahui tentang isi pesan atau produk yang ada didalamnya (Pujiriyanto, 2005 : 38). Judul terletak di bagian paling atas pada sebuah iklan, dengan ukuran huruf paling besar antara huruf yang lainnya dan biasanyaberfungsi untuk menyampaikan pesan yang paling penting/pokok (Santosa, 2002 : 54).

Sub Judul (Sub Headline)

Merupakan lanjutan keterangan dari judul yang menjelaskan makna atau arti dari pada judul, dan umumnya lebih panjang dari judulnya. Subjudul dapat juga disebut

(26)

sabagai kalimat peralihan yang mengarahkan pembaca dari judul ke kalimat pembuka dari naskah (body copy) (pujiriyanto, 2005 : 39).

Teks Isi (Body Copy)

Merupakan kalimat yang menerangkan lebih rinci tentang isi pesan yang ingin disampaikan, berfungsi untuk mengarahkan pembaca dalam mengambil sikap, berpikir, dan bertindak lebih lanjut (Pujiriyanto, 2005 : 39).

Merek Dagang/Usaha (Logotype)

Merupakan simbol atau nama yang dipakai oleh suatu perusahaan (Nuradi, 1996 : 102).

Semboyan (Slogan)

Slogan (semboyan) adalah kalimat pendek yang unik dan khas yang dimiliki oleh sebuah produk untuk lebih meyakinkan dan memperkuat sikap konsumen untuk memilih produk atau jasa yang ditawarkan.

Kata Penutup (Clossing Word)

Kata penutup adalah kalimat pendek yang jelas, singkat, jujur dan jernih yang biasanya bertujuan untuk mengarahkan pembaca untuk membuat keputusan (Pujiriyanto, 2005 : 39).

Tipografi / huruf

Kata tipografi berasal dari bahasa latin yaitu terdiri dari kata typos dan graphia.

Typos artinya cetakan bentuk dan sejenisnya, sedangkan graphia artinya hal tentang seni

tulisan (Schender, 1997 : 4).

Secara umum tipografi diartikan seni mencetak dengan menggunakan huruf, seni menyusun huruf dan cetakan dari huruf atau penyusunan bentuk dengan gaya-gaya huruf. Tipografi sama dengan menata huruf yang merupakan unsur penting dalam sebuah karya desain komunikasi visual untuk mendukung terciptanya kesesuaian antara konsep

(27)

Huruf Tak Berkait (Sans Serif)

Bentuk huruf yang tidak memiliki kait, bertangkai tebal, sederhana dan lebih mudah dibaca dan sifat huruf ini kurang formal. Contoh bentuk huruf ini yang paling populer yaitu tipe Arial dan Helvetica.

Aa Bb Cc

Jenis huruf Arial Monospace

Setiap huruf yang berjenis monospace mempunyai jarak atau lebar yang sama setiap hurufnya. Contoh huruf monospace yaitu huruf tipe courier dan huruf yang ada pada mesin ketik.

Aa Bb Cc

Jenis huruf Courier Warna

Warna adalah suatu hal yang penting dalam menentukan respon dari orang, warna adalah hal pertama yang dilihat oleh seseorang, setiap warna akan memberikan kesan dan identitas tertentu, walupun hal ini tergantung dari latar belakang pengamatannya.

Warna adalah hal yang pertama dilihat oleh seseorang (terutama warna

background). Warna akan membuat kesan atau mood untuk keseluruhan gambar atau

grafis. Warna merupakan unsur penting dalam grafis karena dapat memberikan dampak psikologis kepada orang yang melihatnya (Pujiriyanto, 2005 : 43).

(28)

Warna adalah kualitas dari mutu cahaya yang dipantulkan suatu obyek ke mata manusia. Setiap warna memiliki daya tarik yang berbeda dan dalam penggunaannya diharapkan dapat menciptakan keserasian dan membangkitkan emosi (Wirya, 1999 : 26). Ilmu tentang warna disebut juga “Chromatics” (Nugroho, M.Si, 2008 :1).

Teori warna sudah dikembangkan oleh Alberti (1435) dan dikuti oleh Leonardo Davinci (1490), Teori warna mendapat perhatian yang serius oleh Sir Isaac Newton seorang ahli fisika melalui tulisannya yang berjudul “Opticks” pada tahun 1704.

Warna yang dipergunakan pada proses pendesainan umumnya dikelompokkan menjadi 3 + 1 kelompok teori warna, yaitu; Warna Pigmen, Warna Cetak atau CMYK, Warna Cahaya atau RGB dan satu warna tambahan yaitu Pantone.Masing-masing warna ini dapat digunakan sesuai dengan medianya.

Agar lebih gampang mengingatnya dapat dijabarkan sebagai berikut: Teori Warna Pigmen

CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black)

Warna CMYK digunakan pada industri percetakan. CMYK adalah jenis ini biasanya ditimpakan pada media berbahan dasar warna putih karena dapat menyerap panjang struktur cahaya tertentu atau yang disebut dengan subtractive.

(29)

RGB (Red, Green, Blue)

Pada dasarnya warna ini digunakan untuk output monitor. RGB merupakan model warna yang menggunakan intensitas cahaya additive. Bermain warna RGB memang lebih mengasikkan karena warna yang dihasilakan lebih kaya, namun ada kelemahan dengan warna ini diantaranya merk dari masing-masing monitor, LCD dan sebagainya tidak menghasilkan warna yang sedikit melenceng, dan dipengaruhi oleh VGA di masing-masing komputer anda. Apabila RGB ini dikombinasikan maka akan akan menghasilkan warna putih. skema warna RGB dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

PANTONE

berikut skema warna pigmen yang dikemukakan oleh newton. Keterangan Lingkaran Warna:

Primary (warna primer) Secondary (warna sekunder) Tertiery (warna tersier)

(30)

(Sumber: Pengenalan Teori Warna, Eko Nugroho, 2008 : 10)

Secara umum dalam teori warna pigmen dapat dibagi menjadi tiga, antara lain: Warna Primer

Warna primer merupakan warna-warna paling kuat. Ia merupakan warna yang utama dalam pembentukan warna-warna lainnya, warna pokoknya terdiri dari 3 yaitu ; merah, kuning, biru. Contohnya:

Sumber:http://4.bp.blogspot.com/-4V4HxafrGWI/UBYz4FYBQcI/AAAAAAAAAag/

XlRcwpCom3o/s1600/Teori+Brewster-Primer.jpg)

Warna Sekunder

Warna sekunder merupakan hasil percampuran dari dua warna primer. Contohnya : Merah + Kuning = Orange

Biru + Merah = Magenta Biru + Kuning = Hijau Contohnya :

(31)

(Sumber:http://2.bp.blogspot.com/-zrDjtFCn2vk/UBY0ZnAfEVI/AAAAAAAAAao/

If7aNlLWZ7o/s1600/Teori+Brewster-Sekunder.jpg)

Warna Tersier

Yaitu campuran satu warna primer dengan warna sekunder disebelahnya, warna tersier dari enam warna. Jadi warna tersier merupakan warna yang merupakan hasil pencampuran antara warna primer dengan warna sekunder. Contohnya: merah + ungu = merah ungu, ungu + biru = ungu biru, biru + hijau = hijau biru, hijau + kuning = kuning hijau, kuning + oranye = oranye kuning.

Contohnya :

(Sumber: http://3.bp.blogspot.com/-aqyOAuPGkD0/UBY2-9NFjzI/AAAAAAAAAa4/

1oUnCv35dKc/s1600/Teori+Brewster-Tersier.jpg)

Jika menginginkan warna yang selaras atau bervariatif maka ada beberapa aplikasi warna yang dapat dikombinasikan, berikut ulasannya:

(32)

Monokromatik

Merupakan paduan warna-warna yang sama tetapi berbeda kemurniannya. Analogis

Panduan warna-warna yang bersebelahan letaknya dalam lingkaran warna. Misalnya hijau dengan hijau kekuningan.

Triadik

Merupakan kombinasi warna-warna yang letaknya pada titik segetiga sama sisi dalam lingkaran warna. Misalnya merah dengan kuning dan biru.

Komplementer

Kombinasi warna-warna yang saling berseberangan letaknya dalam lingkaran warna. Misalnya orange dengan biru.

Split-komplementer

Merupakan kombinasi warna-warna yang letaknya pada semua titik yang membentuk huruf Y pada lingkaran warna. Misalnya kuning dengan ungu kemerahan dan ungu kebiruan yang mengapit ungu.

Komplementer Ganda

Merupakan sepasang warna yang berdampingan dengan sepasang komplementernya. Misalnya perpaduan kuning, orange, biru dan ungu (orange kemerahan komplementer biru muda, sedangkan orange dengan biru).

Polikromatik

Yaitu menggunakan banyak jenis warna PSIKOLOGI WARNA

Pada dasarnya tidak diketahui secara pasti mengapa orang-orang menyukai warna dan kombinasi warna tertentu. Tetapi yang jelas, setiap warna mempunyai karakter atau sifat yang berbeda-beda. Bahkan sejak dahulu warna diketahui mempunyai pengaruh terhadap manusia, namun baru belakangan ini penggunaannya telah dimanfaatkan secara meluas dalam berbagai bidang, baik otomotif, busana, permainan dan sebagainya. Selain itu warna juga memiliki kejiwaan (kekuatan) atau yang kita kenal sebagai psikologi warna (Kusrianto. A, 2007 : 47).

(33)

halangan, membantu menjernihkan pikiran.

Putih mengartikan; Kemurnian/suci, bersih, kecermatan, innocent (tanpa dosa), steril, kematian.

Fakta tentang warna Putih

1. Bendera putih secara universal menandai perdamaian.

2. Menurut Pantone Inc. warna putih adalah warna kaos klasik yang paling banyak terjual 3. Warna putih lebih banyak muncul di iklan dibandingkan warna lain

4. Kaos warna putih cenderung menjadi transparan saat basah

5. Warna putih dipilih sebagai warna jas dokter, peneliti, dan para profesional di bidang kesehatan karena warna putih mencerminkan ekspektasi dan harapan serta ide yang jernih.

MERAH

Warna ini melambangkan keadaan psikologi yang mengurangkan tenaga, mendorong makin cepatnya denyut nadi, menaikkan tekanan darah dan mempercepat pernafasan. Warna ini mempunyai pengaruh produktiviti, perjuangan, persaingan dan keberanian.

Merah mengartikan; Kekuatan, bertenaga, kehangatan, nafsu, cinta, agresif, berbahaya, semangat.

1. Merah Terang:

Warna ini melambangkan kekuatan kemauan atau cita-cita. Sifatnya: Agresif, Aktif, Eksentrik.

Pengaruhnya : Berkemahuan keras, penuh gairah, dominasi, jantan. 2. Merah Jambu:

(34)

Warna ini melambangkan romantisme, feminim. Warna ini mempunyai sifat menuntut dalam kepasrahan, menggemaskan dan jenaka.

3. Merah Muda (Pink)

Pink cerah adalah warna yang muda, ceria, menyenangkan serta menyemangatkan, sedangkan pink merah muda membawa kesan dan energi yang sama seperti warna merah, sensual dan bergairah, Pink muda lebih menonjolkan kesan romantis.

Efek warna pink hampir sama seperti merah, menstimulasi energi dan meningkatkan tekanan darah, respirasi, detak jantung , denyut nadi, warna ini juga membuat kita lebih percaya diri.

Fakta tentang warna Pink

Di tahun 1947, Fashion designer Elsa Schiaparelli mengenalkan warna "hot pink" kepada dunia fashion barat.

1. Warna Pink memicu pertemanan dan menekan agresifitas.

2. Sebuah studi menemukan fakta bahwa atlet beban pria terlihat kehilangan tenaga apabila ditempatkan di ruang pink, sementara atlet beban wanita sebaliknya, mereka seperti bertambah kuat bila berada di ruangan pink.

3. Roti Pastry terasa lebih enak apabila ditempatkan di dalam kotak pink atau dihidangkan dengan piring berwarna pink (roti pastry manis), karena warna pink membuat kita ingin yang manis-manis

JINGGA/ORANGE

Jingga adalah warna dekat dari merah, warna ini dapat mengesankan asosiasi yang kuat dari sisi negatif atau positif, warna yang kontroversi, warna orange yang cerah mengesankan keceriaan dan warna orang yang lebih gelap mengesankan kehangatan serta energi.

Efek warna ini menstimulasi untuk beraktivitas, menggugah selera makan, dan memicu untuk bersosialisasi.

(35)

BIRU

Warna ini melambangkan ketenangan yang sempurna. Mempunyai kesan menenangkan pada tekanan darah, denyut nadi, dan tarikan nafas. Sementara semua menurun, mekanisme pertahanan tubuh membangun organisme.

Warna biru identik dengan terpercaya, dapat diandalkan dan berkomitmen. Warna dari Lautan dan langit ini dirasa sebagai warna yang ada terus menerus dalam kehidupan sehari-hari kita, warna ini membuat tubuh kita untuk beristirahat sejenak dan memicu tubuh untuk mengeluarkan zat yang menenangkan diri.

Efek warna biru adalah menenangkan dan relaksasi, membantu intuisi atau naluri tubuh.

Biru mengartikan; Kepercayaan, konservatif, keamanan, teknologi, kebersihan, perintah. 1. Biru Tua:

Warna ini melambangkan perasaan yang mendalam. Sifatnya: Konsentrasi, kooperatif, cerdas, perasa, integratif. Pengaruhnya: Tenang, Bijaksana, Tidak Mudah Tersinggung, Banyak kawan.

2. Biru Muda:

Warna ini melambangkan keanjalan dari cita-cita. Sifatnya : Bertahan, Protektif, Tidak Berubah fikiran. Pengaruhnya: Keras Kepala, Teguh, Sering Bangga Diri, Berpendirian tetap.

Fakta tentang warna Biru

1. Walaupun kita sering melihat warna biru indetik dengan warna pria, tapi pada faktanya warna ini adalah warna yang tidak mencerminkan gender karena memiliki daya tarik yang sama terhadap pria maupun wanita secara psikologi

2. Biru adalah warna favorit untuk sikat gigi

(36)

4. Orang lebih produktif jika berada dalam ruangan berwarna biru

5. Nyamuk 2x lebih tertarik melihat warna biru dibandingkan warna lainnya KUNING

Warna ini melambangkan kegembiraan. Warna ini mempunyai sifat : Leluasa dan santai, senang menunda-nunda masalah. Berubah-ubah tapi penuh harapan, mempunyai cita-cita setinggi langit dan semangatnya juga tinggi.

Warna kuning juga mencerminkan optimisme tinggi, pencerahan dan keceriaan. Warna Keemasan seperti menjanjikan masa depan yang positif, kuning akan menonjol dari warna sekitarnya dan mencerminkan energy optimisme serta memicu pikiran yang kreatif.

Efek yang ditimbulkan adalah stimulasi proses mental, stimulasi saraf otak, mengaktifasi ingatan dan memicu komunikasi.

Kuning mengartikan; Optimis, harapan, filosofi, ketidak jujuran/kecurangan, pengecut, pengkhianatan.

1. Kuning Terang:

Warna ini melambangkan sifat spontan yang eksentrik. Sifatnya: Toleran, Investigatif, Menonjol. Pengaruhnya: Berubah-ubah sikap, berpengharapan, dermawan, tidak percaya. Fakta tentang warna Kuning

1. Pada abad ke 10 di Perancis, pintu para pengkhianat dan kriminal diwarnai dengan warna kuning

2. Kuning mencerminkan kesedihan di budaya Yunani, dan kecemburuan di budaya Perancis

3. Kuning secara psikologi adalah warna terceria atau gembira di dalam spectrum warna 4. Karakter Komik Green Lantern takut akan warna kuning

(37)

Warna hijau terlihat lebih memiliki ruang di mata manusia dibandingkan warna lainnya pada spectrum warna, dan warna kedua terfavorit setelah biru, hijau adalah warna yang dapat dengan baik terkombinasi dan fleksibel, ini membuat warna hijau sering dijadikan backdrop dalam desain interior, ini dikarenakan kita sudah terbiasa melihat warna hijau di alam dan lingkungan kita.

Efek yang ditimbulkan oleh warna hijau adalah menenangkan, relaksasi pikiran dan badan, meredakan depresi, ketegangan atau grogi serta kegelisahan. Menawarkan kesan pembaharuan, kontrol diri dan harmonisasi.

Hijau mengartikan; Alami, kesehatan, pandangan yang enak, kecemburuan, pembaruan. Fakta tentang warna Hijau

1. Warna bendera Libya ternyata adalah satu-satunya bendera negara yang hanya menggunakan satu warna yaitu hijau.

2. Ada mitos di dunia fashion jika menjahit dengan benang hijau di malam sebelum fashion show dapat membawa sial untuk rumah desain tersebut

3. Hijau adalah warna yang digunakan untuk kacamata night-vision, karena mata manuasia lebih sensitif dan dapat melihat lebih banyak warna turunan hijau dari pada warna lainnya.

4. Para pembalap nascar tidak terlalu suka dengan warna hijau karena peristiwa kecelakaan yang menewaskan 2 rekan pembalap mereka dan salah satunya adalah Juara bertahan IndianaPolis 500 Gaston Chevrolet, diberitakan saat itu Gaston Chevrolet sedang mengendarai mobil warna hijau

ABU-ABU

Warna ini tidak menunjukkan arti yang jelas. Tidak terang dan sama sekali bebas dari kecenderungan psikologi. Warna ini cenderung netral.

(38)

Abu-abu adalah warna intelek, pengetahuan dan kebijaksanaan, diyakini warna ini memberikan kesan abadi, klasik dan kesan mengkilap atau halus pada objek, selain itu warna ini juga mewakili kesan martabat, konservatif, abu adalah warna yang netral maka dari itu desainer sering menggunakan warna ini sebagai background.

Efek dari warna abu adalah meresahkan, entah mengapa referensi saya menulis efek dari warna ini meresahkan, menciptakan rasa ekspektasi.

Warna ini tidak menunjukkan arti yang jelas. Tidak terang dan sama sekali bebas dari kecenderungan psikologi. Warna ini cenderung netral.

Abu-abu mengartikan; Intelek, futuristc, modis, kesenderuan, merusak. Fakta tentang warna Abu

1. Harian New York time kadang disebut "gray lady" 2. Warna abu di asosiasikan dengan intelektual 3. Abu-abu merepresentatifkan pesimisme HITAM

Hitam melambangkan kekuasaan dan kekuatan karena hitam bisa membangkitkan kekuatan emosional, warna hitam pada kaos dapat membuat si pemakai terlihat lebih ramping dan lebih modern.

Warna ini melambangkan kehidupan yang terhenti dan peranannya memberi kesan kehampaan, kematian, kegelapan, kebinasaan, kerosakkan dan kepunahan.

Efek warna hitam dapat membuat lebih tidak menarik perhatian & misterius.

Hitam mengartikan; Kekuatan, seksualitas, kemewahan, kematian, misteri, ketakutan, ketidak bahagiaan, keagungan.

Fakta tentang warna Hitam

1. Di Inggris, taxi biasanya berwarna hitam

2. Hitam terkesan berat, kotak berwarna hitam terlihat lebih berat dibanding kotak warna lainnya

(39)

kurang toleran, pesimis terhadap kesejahteraan dan kebahagian masa depan. Cokelat mengartikan; Bumi, dapat dipercaya, nyaman, bertahan.

UNGU

Warna ini adalah campuran warna merah dan biru yang melambangkan sifat Gempuran Keras yang dilambangkan oleh warna biru. Perpaduan antara keintiman dan erotis atau menjurus pengertian yang mendalam dan peka. Sifatnya sedikit kurang teliti tetapi selalu penuh harapan.

Warna ungu mengekspresikan keseimbangan dari warna merah dan ketenangan dari warna biru dengan sedikit kesan mistis dan royal. warna ini sering disukai oleh tipe orang yang eksentrik atau kreatif dan juga merupakan warna favorit perempuan remaja.

Efek warna ungu adalah mengangkat atau meningkatkan, menenangkan pikiran dan saraf, menawarkan kesan spiritual, memicu kreativitas.

Ungu mengartikan; spiritual, misteri, keagungan, perubahan bentuk, galak, arogan.

Fakta Tentang Warna Ungu

1. Ungu adalah warna kerajaan atau kekaisaran dari kaisar romawi Yulius Caesars. 2. Ungu adalah warna pewarna rambut pertama.

3. Pada saat kejayaan komik di AS, warna ungu pada cover komik dapat meningkatkan penjualan.

4. Fotografi a. Arti Fotografi

Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos": Cahaya dan "Grafo": Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan

(40)

menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat. Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya.

Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana

(speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure). Di

era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO(Newhall, 2005:5).

b. Sejarah fotografi

Fotografi seperti yang kita kenal sekarang adalah hasil dari penemuan. Yang pertama dalam bidang ilmu alam menghasilkan kamera, yang kedua dalam bidang kimia menghasilkan film. Asal mulanya kedua penemuan itu tidak ada hubungannya satu sama lain dan sebelum masing-masing sampai kepada kesempurnaannya seperti yang telah kita kenal sekarang serta melahirkan penemuan baru yaitu fotografi, telah panjang yang ditempuh baik oleh kamera maupun oleh film.

b.1 Kamera Obscura

Berabad – abad yang lalu orang telah mengetahui bahwa kalau cahaya lurus dari sebuah lobang kecil kedalam sebuah ruangan yang gelap maka pada dinding dihadapannya kelihatan bayangan dari apa yang ada dimuka lubang itu. Hanya dalam keadaan terbalik, yang diatas kebawah dan sebaliknya. Ruangan seperti itu disebut “ Kamera Obscura “ yang artinya tidak lain dari pada kamar gelap. Dari perkataan kamera obcura itulah lahir

(41)

Bacon, Copernicus, Kepler, Leonardo da Vinci, Newton dan Descartes.

Giovanni Battista Della Porta adalah orang pertama yang melengkapi alat kamera obscura dengan sebuah lensa sederhana.

b.2 Pinhole Kamera

Dalam bentuknya yang paling sederhana, alat untuk memotret berupa sebuah kotak yang tertutup dengan sebuah lubang pada salah satu dindingnya. Dalam bahasa aslinya kamera ini disebut “Pinhole Camera“ yang artinya lubang jarum. Pada pinhole kamera tidak terdapat lensa melainkan lubang sebesar ujung jarum. Lubang yang kecil itulah yang meluluskan cahaya untuk penyinaran.

(42)

b.3 Kamera Kodak Brownie

Kamera Brownie yang dibuat pertama kali pada Februari 1900 adalah pemegang konsep pertama soal kamera saku dan kamera instan. Di tengah kamera-kamera yang masih berukuran besar saat itu, ukuran Brownie memang relatif bisa masuk saku. Konsep instan yang dimilikinya membuat semua orang bisa memotret dengan mudah tanpa perlu belajar teori fotografi. Dengan Brownie, kita tinggal bidik, pencet, selesai sudah.

Brownie yang dijual cuma dengan harga 1 dollar AS ini mengatur bukaan diafragma dan kecepatan rana dengan perkiraan pencahayaan rata-rata yang biasanya ada saja. Foto yang dihasilkannya memang mutunya tidak tinggi.

Tetapi, di tengah elitenya dunia fotografi saat itu, kehadiran Brownie jelas sangat dinanti masyarakat.

Brownie terus diproduksi di Amerika dan Inggris sampai tahun 1957 dengan berbagai model dan varian.

Saat ini kolektor dan pemilik Brownie tersebar di seluruh dunia. Walau film untuk Brownie sudah bisa dikatakan tidak ada lagi, para pemilik Brownie seluruh dunia masih suka berbagi cerita lewat sejumlah milis.

b.4 Kamera Polaroid

Kamera Polaroid atau lebih dikenal dengan kamera langsung jadi adalah model kamera yang dapat memproses foto sendiri di dalam badan kamera setelah dilakukan pemotretan. Kamera polaroid ini menggunakan film khusus yang dinamakan film polaroid. Film polaroid yang dapat menghasilkan gambar berwarna dinamakan film polacolor. Menurut sejarahnya, kamera polaroid atau kamera gambar seketika jadi ini

(43)

Menghasilkan foto dalam waktu singkat (dalam beberapa menit saja), tetapi tidak mempunyai negatif.

Pengambilan foto pertama dengan menggunakan kamera polaroid dilakukan oleh Dr Edwind Land pada tahun 1944, sedangkan jepretan pertama di muka bumi ini (dengan kamera yang ada pada saat itu) dilakukan oleh Niceephore Niepce yang memotret gudang di halaman belakang rumahnya di Prancis pada tahun 1826.

b.5 Kamera SLR

Kamera refleks lensa tunggal (bahasa Inggris: Single-lens reflex (SLR) camera) adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya. Hal ini berbeda dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder bisa jadi berbeda dengan apa yang ditangkap di film, karena kamera jenis ini menggunakan jajaran lensa ganda, 1 untuk melewatkan berkas cahaya ke Viewfinder, dan jajaran lensa yang lain untuk melewatkan berkas cahaya ke Focal Plane.

Kamera SLR menggunakan pentaprisma yang ditempatkan di atas jalur optikal melalui lensa ke lempengan film. Cahaya yang masuk kemudian dipantulkan ke atas oleh kaca cermin pantul dan mengenai pentaprisma. Pentaprisma kemudian memantulkan

(44)

cahaya beberapa kali hingga mengenai jendela bidik. Saat tombol dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya sehingga cahaya dapat langsung mengenai film

b.6 Kamera Digital

Kamera digital merupakan jenis kamera yang mengkodekan gambar ataupun rekaman video dan mengubahnya menjadi bentuk kode-kode digital, kemudian menyimpannya untuk dapat direproduksi kemudian dalam proses selanjutnya.

Hal yang perlu diketahui dalam kamera digital adalah: [1] Kebanyakan kamera dijual pada saat ini merupakan jenis kamera digital, [2] kamera digital terdiri dari berbagai macam jenis dan macam perangkat, mulai dari PDA, telepon seluler, dan juga kamera digital yang berdiri sendiri, digital SLR, yang terakhir adalah teknologi “mirror less”.

Kamera digital dan kamera film sama-sama mempunyai sistem optik yang biasanya menggunakan lensa dengan diafragma variabel untuk memfokuskan cahaya ke perangkat perekam gambar, [3] diafragma dan shutter dapat mengukur jumlah cahaya yang tepat untuk kejelasan gambar diam maupun bergerak. Tetapi proses perekamannya dilakukan melalui proses pengkodean elektronik.

Berbeda dengan kamera film sebelumnya, kamera digital langsung dapat menampilkan gambar pada layar segera setelah proses perekaman dilakukan, begitu juga proses menyimpan dan menghapus gambar dapat dilakukan secara langsung dari memori yang ada pada kamera tersebut.

Kamera digital juga dapat merekam gambar bergerak berupa video dengan suara. Beberapa kamera digital dapat langsung mengedit dan melakukan proses editing gambar dasar lainnya.

(45)

c. Kronologi Perkembangan fotografi

Kronologi perkembangan fotografi dimulai dengan:

• Foto Heliografi dengan subyek pemandangan yang pertama dibuat oleh Joseph Nicéphore Niépce pada tahun 1826.

Foto Heliografi dengan subyek pemandangan yang pertama dibuat oleh Joseph Nicéphore Niépce pada tahun 1826

• Boulevard du Temple, foto Daguerreotype pertama yang dibuat oleh Daguerre pada sekitar tahun 1838-1839

• 1822 – Joseph Nicéphore Niépce membuat foto Heliografi yang pertama dengan subyek Paus Pius VII, menggunakan proses heliografik.

Salah satu foto yang bertahan hingga sekarang dibuat pada tahun 1825.[1] Boulevard du Temple, foto Daguerreotype pertama yang dibuat oleh Daguerre pada sekitar tahun 1838-1839

• 1826 – Joseph Nicéphore Niépce membuat foto pemandangan yang pertama, yang dibuat dengan pajanan selama 8 jam.

• 1835 – William Henry Fox Talbot menemukan proses fotografi yang baru.

• 1839 – Louis Daguerre mematenkan daguerreotype.

• 1839 – William Henry Fox Talbot menemukan proses positif/negatif yang disebut Tabotype.

1839 – John Herschel menemukan film negatif dengan larutan Sodium thiosulfate/hyposulfite of soda yang disebut hypo atau fixer.

(46)

• 1854 – André Adolphe Eugène Disdéri memperkenalkan rotating camera yang dapat merekam 8 citra berbeda dalam satu film. Setelah hasilnya dicetak di atas kertas albumen, citra tersebut dipotong menjadi 8 bagian terpisah dan direkatkan pada lembaran kartu. Kartu ini menjadi inspirasi penyebutan (fr:carte de visite, bahasa Inggris:visiting card)

• 1861 – Foto berwarna yang pertama diperkenalkan James Clerk Maxwell. Citra berwarna yang pertama, Maxwell, 1861

• 1868 – Louis Ducos du Hauron mematenkan metode subtractive color photography. Foto berwarna yang pertama dibuat oleh Louis Ducos du Hauron pada tahun 1877.

• 1871 – Richard Maddox menemukan film fotografis dari emulsi gelatin.

• 1876 – F. Hurter & V. C. Driffield memulai evaluasi sistematis pada kepekaan emulsi fotografis yang kemudian dikenal dengan istilah sensitometri.

• 1878 – Eadweard Muybridge membuat sebuah foto high-speed photographic dari seekor kuda yang berlari.

High speed photography, Muybridge, 1878

• 1887 – Film Seluloid yang pertama diperkenalkan.

• 1888 – Kodak memasarkan box camera n°1, kamera easy-to-use yang pertama.

• 1887 – Gabriel Lippmann menemukan reproduksi warna pada foto.

• 1891 – Thomas Alva Edison mematenkan kamera kinetoskopis (motion pictures).

• 1895 – Auguste and Louis Lumière menemukan cinématographe.

• 1898 – Kodak memperkenalkan produk kamera folding Pocket Kodak.

• 1900 – Kodak memperkenalkan produk kamera Brownie.

• 1901 – Kodak memperkenalkan 120 film.

• 1902 – Arthur Korn membuat teknologi phototelegraphy;; yang mengubah citra menjadi sinyal yang dapat ditransmisikan melalui kabel.

Wire-Photos digunakan luas di daratan Eropa pada tahun 1910 dan transmisi antarbenua dimulai sejak 1922.

• 1907 – Autochrome Lumière merupakan pemasaran proses fotografi berwarna yang pertama.

(47)

• 1923 – Doc Harold Edgerton menemukan xenon flash lamp dan strobe photography.

• 1925 – Leica memperkenalkan format film 35mm pada still photography.

• 1932 – Tayangan berwarna pertama dari Technicolor bertajuk Flowers and Trees dibuat oleh Disney.

• 1934 – Kartrid film 135 diperkenalkan, membuat kamera 35mm mudah digunakan.

• 1936 – IHAGEE membuat Ihagee Kine Exakta 1. Kamera SLR 35mm yang pertama.

• 1936 – Kodachrome mengembangkan multi-layered reversal color film yang pertama.

• 1937 – Agfacolor-Neu mengembangkan reversal color film.

• 1939 – Agfacolor membuat “print” film modern yang pertama dengan materi warna positif/negatif.

• 1939 – View-Master memperkenalkan kamera stereo viewer.

• 1942 – Kodacolor memasarkan “print” film Kodak yang pertama.

• 1947 – Dennis Gabor menemukan holography.

• 1947 – Harold Edgerton mengembangkan rapatronic camera untuk pemerintah Amerika Serikat.

• 1948 – Kamera Hasselblad mulai dipasarkan.

• 1948 – Edwin H. Land membuat kamera instan yang pertama dengan merk Polaroid.

• 1952 – Era 3-D film dimulai.

• 1954 – Leica M diperkenalkan.

• 1957 – Asahi Pentax memperkenalkan kamera SLRnya yang pertama.

• 1957 – Citra digital yang pertama dibuat dengan komputer oleh Russell Kirsch di U.S. National Bureau of Standards (sekarang bernama National Institute of Standards and Technology, NIST).

Citra hasil pemindaian komputer digital, 1957

• 1959 – Nikon F diperkenalkan.

(48)

• 1963 – Kodak memperkenalkan Instamatic.

• 1964 – Kamera Pentax Spotmatic SLR diperkenalkan.

• 1973 – Fairchild Semiconductor memproduksi sensor CCD skala besar yang terdiri dari 100 baris dan 100 kolom.

• 1975 – Bryce Bayer dari Kodak mengembangkan pola mosaic filter Bayer untuk CCD color image sensor.

• 1986 – Ilmuwan Kodak menemukan sensor dengan kapasitas megapiksel yang pertama.

• 2005 – AgfaPhoto menyatakan bangkrut. Produksi film konsumen bermerk Agfa terhenti.

• 2006 – Dalsa membuat sensor CCD dengan kapasitas 111 megapixel, yang terbesar saat itu.

• 2008 – Polaroid mengumumkan penghentian semua produksi produk film instan berkaitan dengan semakin berkembangnya teknologi citra digital.

• 2009 – Kodak mengumumkan penghentian film Kodachrome.

d. Hasil foto menurut jenis sudut pengambilan gambar:

Bird Eye View

Bird Eye View adalah teknik dengan ketinggian kamera di atas ketinggian objek

yang direkam, hasilnya memperlihatkan lingkungan yang demikian luas dengan benda-benda lain yang tampak dibawah demikian kecil dan berserakan tanpa mempunyai makna.

High Angle

High Angle merupakan sudut pengambilan dari atas objek sehingga kesan objek

jadi mengecil, mempunyai kesan dramatis, yakni nilai ‘kecil’.

Low Angle

Low Angle adalah sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Tidak

memberikan kesan dramatis.

Eye Level

Eye Level adalah sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Tidak

(49)

penuh misteri. Memotret adalah proses kreatifitas yang tidak hanya sekedar membidik obyek yang akan kita rekam dan kemudian menekan tombol shutter pada kamera. Dalam menciptakan sebuah karya foto kita harus mempunyai ide (konsep) yang matang agar tidak mengalami kesulitan dilapangan .

e. Jenis-jenis Foto

Materi jenis-jenis foto ini bertujuan untuk memperkenalkan beberapa jenis foto sebagai referensi lebih jauh lagi dalam memperdalam pengetahuan dunia fotografi. alah memahami tentang komposisi, ketajaman dan pencahayaan (teknis).

e.1 FOTO MANUSIA

Foto manusia adalah semua foto yang obyek utamanya manusia, baik anak-anak sampai orang tua, muda maupun tua. Unsur utama dalam foto ini adalah manusia, yang dapat menawarkan nilai dan daya tarik untuk divisualisasikan. Foto ini dibagi lagi menjadi beberapa kategori yaitu:

a. Portrait

Portrait adalah foto yang menampilkan ekspresi dan karakter manusia dalam kesehariannya. Karakter manusia yang berbeda-beda akan menawarkan image tersendiri dalam membuat foto portrait. Tantangan dalam membuat foto portrait adalah dapat menangkap ekspresi obyek (mimic, tatapan, kerut wajah) yang mampu memberikan kesan emosional dan menciptakan karakter seseorang.

b. Human Interest

Human Interest dalam karya fotografi adalah menggambarkan kehidupan manusia atau interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari serta ekspresi emosional yang memperlihatkan manusia dengan masalah kehidupannya, yang mana kesemuanya itu

(50)

membawa rasa ketertarikan dan rasa simpati bagi para orang yang menikmati foto tersebut.

c. Stage Photography

Stage Photography adalah semua foto yang menampilkan aktivitas/gaya hidup manusia yang merupakan bagian dari budaya dan dunia entertainment untuk dieksploitasi dan menjadi bahan yang menarik untuk divisualisasikan.

d. Sport

Foto olahraga adalah jenis foto yang menangkap aksi menarik dan spektakuler dalam event dan pertandingan olah raga. Jenis foto ini membutuhkan kecermatan dan kecepatan seorang fotografer dalam menangkap momen terbaik.

e.2 FOTO NATURE

Dalam jenis foto nature obyek utamanya adalah benda dan makhluk hidup alami (natural) seperti hewan, tumbuhan, gunung, hutan dan lain-lain.

a. Foto Flora

Jenis foto dengan obyek utama tanaman dan tumbuhan dikenal dengan jenis foto flora. Berbagai jenis tumbuhan dengan segala keanekaragamannya menawarkan nilai keindahan dan daya tarik untuk direkam dengan kamera.

b. Foto Fauna

Foto fauna adalah jenis foto dengan berbagai jenis binatang sebagai obyek utama. Foto ini menampilkan daya tarik dunia binatang dalam aktifitas dan interaksinya.

c. Foto Lanskap

Foto lanskap adalah jenis foto yang begitu popular seperti halnya foto manusia. Foto lanskap merupakan foto bentangan alam yang terdiri dari unsur langit, daratan dan air, sedangkan manusia, hewan, dan tumbuhan hanya sebagai unsur pendukung dalam foto ini. Ekspresi alam serta cuaca menjadi moment utama dalam menilai keberhasilan membuat foto lanskap.

e.3 FOTO ARSITEKTUR

Kemanapun anda pergi akan menjumpai bangunan-bangunan dalam berbagai ukuran, bentuk, warna dan desain. Dalam jenis foto ini menampilkan keindahan suatu

(51)

e.4 FOTO STILL LIFE

Foto still life adalah menciptakan sebuah gambar dari benda atau obyek mati. Membuat gambar dari benda mati menjadi hal yang menarik dan tampak “hidup”, komunikatif, ekspresif dan mengandung pesan yang akan disampaikan merupakan bagian yang paling penting dalam penciptaan karya foto ini. Foto still life bukan sekadar menyalin atau memindahkan objek ke dalam film dengan cara seadanya, karena bila seperti itu yang dilakukan, namanya adalah mendokumentasikan. Jenis foto ini merupakan jenis foto yang menantang dalam menguji kreatifitas, imajinasi, dan kemampuan teknis.

e.5 FOTO JURNALISTIK

Foto jurnalistik adalah foto yang digunakan untuk kepentingan pers atau kepentingan informasi. Dalam penyampaian pesannya, harus terdapat caption (tulisan yang menerangkan isi foto) sebagai bagian dari penyajian jenis foto ini. Jenis foto ini sering kita jumpai dalam media massa (Koran, majalah, bulletin, dll).

f. Tenik Dasar Pemotretan

Setelah mengenal jenis-jenis foto, sekarang saatnya untuk mengetahui bagaimana cara memotret untuk menghasilkan sebuah karya foto. Seorang fotografer pada awalnya harus menguasai kamera dan bagaimana cara kerja kamera tersebut.

f.1 Focusing

Istilah focusing dalam fotografi adalah proses penajaman imaji pada bidang tertentu suatu obyek pemotretan. Focusing adalah teknik paling dasar tetapi begitu penting, karena untuk mendapatkan gambar yang tajam dan jelas kita harus melakukan

focusing secara tepat. Pemilihan bidang atau titik tertentu dalam suatu obyek foto akan

(52)

pemotretan tidak hanya sekedar benda diam saja, tetapi kita juga akan dihadapkan pada benda bergerak (misalnya foto olahraga), hal ini akan berpengaruh pada tingkat kesulitan dalam focusing. Untuk tahap pembelajaran, lakukanlah focusing pada benda diam dahulu hingga kita memahami tehnik focusing dengan tepat.

f.2 Pengaturan Speed

Proses pembakaran negatif di dalam kamera untuk mendapatkan imaji tertentu dipengaruhi oleh cara kerja dan kecepatan rana kamera. Kita bisa menentukan kecepatan rana saat pembakaran dengan pengaturan speed. Semakin tinggi speed (high speed) yang kita pakai maka akan semakin cepat pula rana bekerja dan sebaliknya, semakin rendah speed (low speed) yang kita pakai maka akan semakin lambat pula rana bekerja. Dalam dunia fotografi terdapat istilah pencahayaan normal (normal eksposure), pencahayaan rendah (under eksposure) dan pencahayaan tinggi (over eksposure). Pencahayaan normal adalah dimana kita menentukan speed dan diafragma yang tepat untuk mendapatkan gambar seperti pada keadaan obyek foto yang sebenarnya. Over eksposure (pencahayaan tinggi) adalah kompensasi pada pengaturan speed untuk mendapatkan intensitas pencahayaan yang lebih banyak daripada pencahayaan normal dan gambar yang dihasilkan pun lebih terang daripada kondisi aslinya. Under eksposure (pencahayaan rendah) adalah kompensasi pencahayaan pada pengaturan speed untuk mengurangi intensitas cahaya dibawah pencahayaan normal.

Under eksposure sering digunakan ketika kondisi cahaya dalam pemotretan terlalu

keras sehingga pengkompensasian akan diperlukan untuk mendapatkan gambar yang lebih maksimal.

f.3Pengaturan Diafragma

Sebuah foto yang menarik adalah dimana foto tersebut terdapat dimensi ruang atau kesan kedalaman. Fasilitas diafragma pada lensa kamera berperan penting dalam mengatur pemisahan antara bidang background dan obyek utama. Diafragma juga menetukan seberapa luas ruang tajam pada foto. Semakin kecil bukaan diafragma semakin luas ruang tajam yang bisa kita dapatkan dan semakin besar bukaan diafragma maka semakin sempit ruang tajam dalam foto.

(53)

(gerak) pada hasil foto. 2. Panning

Panning adalah teknik kreatif pemotretan untuk mendapatkan efek gerak pada obyek yang bergerak (balap motor, orang berlari, dll). Hasil dari teknik panning adalah adanya efek motion (gerak) pada latar belakang (background).

3. Double/Multi Ekspose

Adalah teknik pemotretan dengan mengkombinasikan beberapa perekaman imaji/gambar dalam satu bingkai frame. Teknik ini membutuhkan penuangan kreatifitas, ide, konsep dan pemahaman komposisi serta pencahayaan.

4. Bulb

Bulb adalah proses pemotretan dengan memanfaatkan fasilitas bulb pada kamera. Fasilitas bulb pada kamera memberikan keleluasaan dalam menentukan berapa lama rana terbuka untuk proses pembakaran. Bila kita memotret pada kondisi cahaya yang minim atau sangat kurang (pada malam hari), dan prioritas speed tidak mampu lagi mendapatkan pencahayaan normal maka fasilitas bulb pada kamera akan sangat membantu. Untuk menghindari goncangan (shaking), alat bantu tripod dan kabel release sangat dibutuhkan.

5. Siluet

Siluet adalah teknik pemotretan untuk menampilkan gambar obyek dalam keadaan gelap. Teknik ini memanfaatkan arah sumber cahaya yang berasal dari balik obyek yang akan kita potret. Teknik ini membutuhkan ketepatan pencahayaan agar obyek yang kita rekam tetap tampil dengan kontur dan ketajaman yang tepat.

6. Makro

Makro adalah kreatif dalam pemotretan dengan menggunakan lensa makro untuk mendapatkan gambar obyek yang sangat dekat sekali. Foto makro juga digunakan untuk mendapatkan detail dan tekstur pada obyek yang kita potret. Dalam pemotretan makro,

(54)

ruang tajam akan menjadi sempit sekali oleh karena itu dibutuhkan ketepatan pancahayaan dan focusing. Ketika tidak ada lensa makro untuk melakukan pemotretan ini kita bisa menyiasatinya dengan membalik lensa normal untuk pemotreta makro.

7. Framming

Framming adalah kreatif pemotretan dengan memanfaatkan unsur lain pada obyek yang kita potret sehingga membentuk kesan frame/bingkai tersendiri untuk menambah nilai keunikan dan menarik serta memperkuat kesan foto secara visual.

8. Strobis

Strobist adalah teknik pemakaian flash secara external, jadi tidak digunakan diatas hotshoe kamera, melainkan dengan bantuan trigger, atau Flash yang bisa digunakan sebagai master. Alat wireless trigger ini umumnya menggunakan gelombang radio atau sinar infra merah untuk menyalakan flash slave (flash lain harus mengikuti pada flash utama).

Keuntungan dengan menggunakan teknik ini kita bisa memposisikan satu atau lebih flash di mana saja untuk mengatur arah, intensitas, cahaya untuk menghasilkan foto yg kita inginkan.

5. PENGERTIAN VIDEO

Video adalah teknologi untuk menangkap, merakam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital. Video juga dikatakan sebagai gabungan gambar-gambar mati yang dibaca berurutan dalam suatu waktu dengan kecepatan tertentu.

Gambar-gambar yang digabung tersebut dinamakan frame dan kecepatan pembacaan gambar disebut dengan frame rate, dengan satuan fps (frame per second). Kerena dimainkan dalam kecepatan yang tinggi maka tercipta ilusi gerak yang halus, semakin besar nilai frame rate maka akan semakin halus pergerakan yang ditampilkan. PENGERTIAN VIDEOGRAFI

Videografi adalah media untuk merekam suatu moment/kejadian yang dirangkum dalam sebuah sajian gambar dan suara yang dapat kita nikmati dikemudian hari, baik

Gambar

Foto yang digunakan dalam ilustrasi dapat berupa foto berwarna (tonal  photographs) maupun foto hitam putih
Gambar Ilustrasi fotografi yang di gabungkan dengan ilustrasi handrawing,  dengan menggunakan program grafis
Foto Heliografi dengan subyek pemandangan yang pertama dibuat oleh Joseph Nicéphore  Niépce pada tahun 1826

Referensi

Dokumen terkait

Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Siregar (2011) dan Suparno (2012) yang memberikan bukti empiris bahwa transparansi tidak memiliki

Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai dengan tanggal 31 Desember 2014, Pendapatan Negara dan Hibah dan Belanja Negara diakui

Neurolinguistik adalah sebuah bidang ilmu bahasa yang dipadukan dari neurologi (bidang ilmu kedokteran yang mengkaji saraf otak manusia) dan linguistik dimana

Yang kedua yaitu adanya kewajiban bagi para pihak ( inperson ) untuk menghadiri secara langsung pertemuan mediasi dengan atau tanpa didampingi oleh kuasa hukum, kecuali

Pengujian terhadap program aplikasi kriptografi menggunakan algoritma MARS dengan modus ECB yang bekerja di dalam jaringan ini dilakukan dengan tujuan supaya program ini

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kurikulum yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi adalah kurikulum reguler yang di modifikasi sesuai

Padahal QFD merupakan suatu proses pengembangan produk yang sangat kompleks yang bertujuan untuk menghasilkan konsep desain yang mampu menjawab kebutuhan konsumen

Adapun yang menjadi masalah umum dalam penelitian ini adalah³$SDNDK dengan menggunakan model curah pendapat pada pembelajaran organisasi pemerintahan pusat dapat meningkatkan