• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut (Romney & Steinbart, 2015, p. 226), Pengendalian Internal adalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut (Romney & Steinbart, 2015, p. 226), Pengendalian Internal adalah"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

10 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengendalian Internal

2.1.1. Definisi Pengendalian Internal

Menurut (Romney & Steinbart, 2015, p. 226), Pengendalian Internal adalah sebagai berikut:

“Pengendalian Internal adalah sebuah proses yang dijalankan untuk menyediakan jaminan memadai bahwa tujuan-tujuan pengendalian berikut telah dicapai

 Mengamankan aset

 Mengelola catatan dengan detail yang baik untuk melaporkan aset perusahaan secara akurat dan wajar

 Memberikan informasi yang akurat dan reliabel

 Menyiapkan laporan keuangan yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan

 Mendorong dan memperbaiki efisiensi operasional

 Mendorong ketaatan terhadap kebijakan manajerial yang telah ditentukan

 Mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku”

Menurut (Hery, 2014, p. 127), Pengendalian Internal adalah sebagai berikut:

“Pengendalian internal adalah seperangkat kebijakan dan prosedur untuk melindungi aset atau kekayaan perusahaan dari segala bentuk tindakan penyalahgunaan, menjamin tersedianya informasi akuntansi perusahaan yang akurat, serta memastikan bahwa semua ketentuan (peraturan) hukum/ undang-undang serta kebijakan manajemen telah dipatuhi atau dijalankan sebagaimana mestinya oleh seluruh karyawan perusahaan”

Menurut (COSO, 2013, p. 3) Pengendalian internal adalah, sebagai berikut:

“Internal Control is a process, effected by an entity’s board of directors, management, and other personel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives relating to operation, reporting and compliance”

(2)

Menurut COSO, Pengendalian Internal adalah suatu proses yang melibatkan

seluruh anggota organisasi, dan memiliki 3 tujuan utama yaitu: efektivitas dan

efesiensi operasi; mendorong keandalan laporan keuangan, dan dipatuhinya hukum

dan peraturan yang ada.

Berdasarkan pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa

pengendalian internal suatu proses yang dirancang oleh manajemen untuk

menjamin pengamanan aset dan memberikan keyakinan atas informasi akuntansi

perusahaan dan memastikan bahwa semua ketentuan peraturan dipatuhi dan

dilaksanakan secara efektif dan efisien.

2.1.2. Tujuan Pengendalian Internal

Tujuan Pengendalian Internal Menurut (COSO, 2013, p. 3) adalah sebagai

berikut :

1) Operations Objectives - These pertain to effectiveness and effciency of the entity’s operations, including operational and financial performance goals, and safeguarding assets against loss.

2) Reporting Objectives – These pertain to internal and external financial and

non-financial reporting and may encompass reliability, timeliness, transparency, or other terms as set forth by regulators, recognized standard setters, or the entity’s policies.

3) Complience Objectives – These pertain to adherence to laws and regulations

(3)

Dalam (Arens, Elder, & Beasley, 2014, p. 340), Tujuan Pengendalian

Internal adalah sebagai berikut:

1) Realibilitas pelaporan keuangan.

2) Efisien dan Efektivitas Operasi.

3) Ketaatan pada hukum dan peraturan.

Menurut (Mulyadi, 2016, p. 140) Tujuan pengendalian internal adalah

sebagai berikut:

1) Menjaga Keamanan Harta Milik Suatu Organisasi

Manajemen memerlukan informasi yang teliti dapat dipercaya dan tepat

pada waktunya untuk mengolah kegiatan-kegiatan perushaaan.

2) Mengecek Ketelitian dan Keandalan Data Akuntansi

Pengawasan yang memadai diperlukan untuk melindungi barang-barang

atau harta milik perusahaan yang mungkin hilang karena dicuri,

disalahgunakan, rusak karena kecelekaaan atau musibah dan sebab-sebab

lain yang dapat merugikan perusahaan.

3) Mendorong Efisiensi Kerja atau Operasioanal Perusahaan

Mekanisme pengawasan atau pengendalian intern yang diasosiaan dengan

para personil dan kegiatannya, dimaksudkan untuk mencegah atau

menghindari terjadinya berbagai peristiwa dan keadaan yang berakibat

(4)

4) Mendorong Dipatuhinya Kebijakan Manajemen

Kebijaksanaan peraturan dan prosedur-prosedur pelaksanaan itu ditetapkan

oleh manajemen sebagai alat untuk mencapai tujuan yang telah

dicanangkan. Sistem pengendalian intern beserta mekanismenya diciptakan

untuk manajemen bahwa semua kebijakan, peraturan dan prosedur-prosedur

yang ditetapkan itu selalu dipatuhi oleh perusahaan.

Me

2.1.3. Komponen-komponen Pengendalian Internal

Menurut (COSO, 2013, p. 4) menyatakan komponen-komponen

pengendalian internal sebagai berikut :

Internal control consists of five integrated components: 1. Control Environment

The control environment is the set of standards, processes, and structures that provide the basis for carrying out internal control across the organization.

2. Risk Assessment

Risk assessment involves a dynamic and iterative process for identifiying and assessing risk to the achievement of objectives.

(5)

3. Control Activities

Control activities are the actions established through policies and procedures that help ensure that management’s directives to mitigate risks to the achievement of objectives are carried out.

4. Information and Communication

Information is necessary for the entity to carry out internal control responsibilities to support achievement of its objectives. Communication is the continual, iterative process of providing, sharing, and obtaining necessary information.

5. Monitoring Activities

Ongoing evaluations, separate evaluations, or some combination of the two are used ascertain whether each of the five components of internal control, including controls to effect the principles within each component, is present and functioning. Findings are evaluated against criteria established by regulators, recognized standard-setting bodies or management and the board of directors, and deficiencies are communicated to management and the board of directors as approprieate.

Adapun hubungan di antara kelima tujuan dan komponen-komponen pengendalian

(6)

Gambar 2. 1

Relationship of Objectives and Components of Internal Control

Menurut (Agoes, 2012, p. 100), pengendalian internal terdiri atas 5

komponen yang saling terakait, sebagai berikut:

1) Lingkungan Pengendalian

Menetapakan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran

pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar

untuk semua komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan

struktur. Lingkungan Pengendalian merupakan dasar untuk semua

komponen pengendalian intern yang lain, menyediakan disiplin dan

struktur. Lingkungan pengendalian mencakup hal-hal berikut ini:

a. Integrasi dan nilai etika

b. Komitmen terhadap kompetensi

(7)

d. Struktur Organisasi

e. Pemberian wewenang dan tanggungjawab

f. Kebijakan dan praktik Sumber daya manusia

2) Penaksiran risiko

Identifikasi entitas dan anaisis terhadap risiko yang relevansi untuk

mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar menentukan bagaimana risiko

harus dikelola. Resiko yang relevan dengan pelaporan keuangan mencakup

peristiwa dari keadaan intern maupun ekstern yang dapat terjadi dan secara

negative mempengaruhi kemampuan entitas untuk mencatat, mengolah,

meringkas, dan melaporkan data keuangan konsisten dengan asersi

manajemen dalam laporan keuangan. Resiko yang dapat timbul atau

berubah karena keadaan, sebagai berikut:

a. Perubahan dalam lingkungan operasi

b. Personel baru

c. Sistem informasi yang baru atau yang diperbaiki

d. Tekonologi baru

e. Lini produk, produk, atau aktivitas baru

f. Restrukturasi koperasi

g. Operasi luar negeri

h. Standar akuntansi baru

3) Aktivitas pengendalian

Kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan

(8)

tindakan yang diperlukan untuk menanggulangi resiko dalam pencapaian

tujuan entitas, sudah dilaksanakan. Aktivitas pengendalian berkaitan dengan

hal-hal berikut ini:

a. Review terhadap kinerja

b. Pengolahan informasi

c. Pengendalian fisik

d. Pemisahan tugas

4) Informasi dan komunikasi

Pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu

bentuk dan waktu memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab

mereka. Sistem informasi yang relevan dengan tujuan pelaporan keuangan,

yang meliputi sistem akuntansi, terdiri atas metode dan catatan yang

dibangun untuk mencatat, mengolah, meringkas, dan melaporkan transaksi

entitas (baik peristiwa maupun kondisi) dan untuk memelihara akuntabilitas

bagi aset, utang dan ekuitas yang bersangkutan. Kualitasi informasi yang

dihasilkan dari sistem akan berdampak terhadap kemampuan manajemen

untuk membuat keputusan yang semestinya dalam mengendalikan aktivitas

entitas dan menyiapkan laporan keuangan yang andal

5) Pemantauan

Proses yang menentukan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang

waktu. Proses yang dilaksanakan melalui kegiatan yang berlangsung secara

terus-menerus, evaluasi secara terpisah, atau dengan berbagai kombinasi

(9)

2.1.4. Pengendalian Internal Akuntansi

Menurut (Mulyadi, 2016, p. 143) Pengendalian internal akuntansi dalam

lingkungan pengolahan data elektronik dibagi menjadi dua, yaitu :

1) Pengendalian Umum (General Control), unsur dalam pengendalian

umum, meliputi : organisasi pusat pengeloahan data, prosedur dan

standar untuk perubahan program, pengembangan sistem dan

pengoperasioan fasilitas pengolahan data.

2) Pengendalian Aplikasi (Application Control), pengendalian yang

dirancang untuk memenuhi persyarata pengendalian khusus setiap

aplikasi. Berikut tujuan pengendalian aplikasi :

a. Menjamin bahwa semua transaksi yang telah diotorisasi

telah diproses sekali saja secara lengkap.

b. Menjamin bahwa data transaksi lengkap dan teliti.

c. Menjamin bahwa pengolahan data transaksi benar dan sesuai

dengan keadaan.

d. Menjamin bahwa hasil pengolahan data dimanfaatkan untuk

tujuan yang telah ditetapkan

(10)

2.2. Laporan Keuangan

2.2.1. Pengertian Laporan Keuangan

Menurut (Yadiati & Mubarok, 2017, p. 11), Laporan Keuangan sebagai

berikut :

“Laporan keuangan adalah informasi tentang kondisi keuangan yang berkaitan dengan posisi dan kinerja keuangan entitas.”

Menurut Peraturan Pemerintah no. 71 Tahun 2010, Laporan Keuangan

sebagai berikut :

“Laporan Keuangan merupakan laporan yang terstruktur mengenai posisi keuangan dan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan.”

Menurut (Fajri, 2018, p. 21), Laporan Keuangan sebagai berikut:

“Laporan Keuangan adalah suatu ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi tahun buku bersangkutan, yang berguna dalam pengambilan keputusan pengguna laporan keuangan dan sebagai penyedia informasi yang menyangkut posisi keuangan.”

Berdasarkan pengertian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Laporan

Keuangan adalah suatu informasi yang berisi tentang transaksi-transaksi keuangan

yang dilakukan oleh suatu entitas yang terjadi dalam satu periode dan keadaan

posisi keuangan dan kinerja perusahaan yang digunakan untuk pengambilan

keputusan.

2.2.2. Komponen Laporan Keuangan

Menurut PSAK No.1 tahun 2018 laporan keuangan yang lengkap teridiri

dari komponen berikut ini:

1) Laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode

(11)

3) Laporan perubahan ekuitas selama periode

4) Laporan arus kas

5) Catatan atas laporan keuangan

6) Laporan Posisi Keuangan pada awal periode komparatif sebelum yang

disajikan

Menurut Peraturan Pemerintah no. 71 Tahun 2010 di dalam instansi

pemerintah laporan keuangan pokok teridiri dari:

1) Laporan realisasi anggaran (LRA)

Laporan realisasi anggaran menyajikan ikhtisar sumber, alokasi, dan

pemakaian sumber daya keuangan yang dikelola oleh pemerintah

pusat/death, yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan

realisasinya dalam satu periode pelaporan.

2) Laporan perubahan saldo anggaran lebih (Laporan perubahan SAL)

Laporan perubahan saldo anggaran lebih menyajikan informasi kenaikan

atau penurunan saldo anggaran lebih tahun pelaporan dibandingkan dengan

tahun sebelumnya.

3) Neraca

Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai

asset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu.

4) Laporan operasional (LO)

Laporan operasional menyajikan ikhtisar sumber daya ekonomi yang

(12)

pusat/daerah untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintah dalam satu

periode pelaporan.

5) Laporan arus kas (LAK)

Laporan arus kas menyajikan informasi kas sehubungan dengan aktivitas

operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris yang menggambarkan saldo

awal, penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir kas pemerintah

pusat/daerah selama periode tertentu.

6) Laporan perubahan ekuitas (LPE)

Laporan perubahan ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan

ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

7) Catatan atas laporan keuangan (CALK)

Catatan atas laporan keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian dari

angka yang tertera dalam laporan realisasi anggaran, laporan perubahan

SAL, laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, neraca dan laporan

arus kas.

2.2.3. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Menurut (Yadiati & Mubarok, 2017, p. 24) karakteristik kualitatif laporan

keuangan tediri dari:

1) Relevansi (relevance)

Suatu informasi dianggap memiliki relevansi jika dapat digunakan para

pengguna untuk pengambilan keputusan yang berbeda-beda. Informasi

tersebtu berguna dan mampu mempengaruhi keputusan pengguna, baik

(13)

ingin dicapai. Informasi yang relevan adalah informasi yang sesuai dengan

kebutuhan pemakai untuk pengambilan keputusan. Agar informasi

memiliki relevansi, maka informasi tersebut harus memiliki nilai prediktif

(Predictive Value) dan nilai mengonfirmasi (Confirming value). 2) Penyajian Jujur (Faithfull Representation)

Suatu informasi dianggap menyajikan secara jujur, jika mampu

menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Penyajian jujur akan mampu

menggambarkan fenomena ekonmi secara lengkap, netral, dan bebas dari

kesalahan.

a. Kelengkapan (Completeness)

Informasi dianggap lengkap jika tersedia secara cukup untuk

memnuhi kebutuhan yang layak bagi para pengguna.

b. Netralitas (Neutrality)

Informasi keuangan yang memiliki sifat netralitas adalah informasi

yang diperuntukkan kepada penggunaan secara umum, tidak bias

kepada kelompok pengguna tertentu.

c. Bebas dari kesalahan ( Freedom From Material Error)

Informasi keuangan tidak boleh mengandung kesalahan material

(14)

3) Dapat dibandingkan (Comparability)

Informasi keuangan harus disusun dengan prinsip-prinsip yang sama

sehingga dapat dibandingkan antara satu perusahaan dengan perusahaan

lainnya. Dapat dibandingkan memungkinkan pengguna mengidentifikasi

persemaan dan perbedaan antara dua kelompok fenomena ekonomi

perusahaan.

4) Ketepatan waktu (Timeliness)

Penyajian informasi keuangan dianggap tepat waktu jika mampu

disediakan pada saat dibutuhkan (saat yang tepat). Informasi tersebut

mampu disediakan sebelum kehilangan kapasitasnya, yaitu mampu

memengaruhi dalam pengambilan keputusan. Ketepatan waktu mengacu

pada jumlah waktu yang diperlukan untuk membuat informasi keuangan

diketahui orang lain.

5) Dapat dipahami (Understandability)

Informasi keuangan harus dapat dipahami oleh pengguna dengan latar

belakang dan kepentingan. Untuk itu informasi keuangan harus

(15)

Merujuk dalam Peraturan Pemerintah no. 71 Tahun 2010, karateristik

kualitatif laporan keuangan terdiri dari :

1) Relevan

Relevan apabila informasi yang termuat didalamnya dapat mempengaruhi

keputusan pengguna dengan membantu mengevaluasi peristiwa masa lalu

atau masa kini dan memprediksi masa depan. Informasi yang relevan :

a. Memiliki manfaat umpan balik (feedback value), informasi

memungkinkan pengguna untuk menegaskan atau mengoreksi

ekspektasi mereka di masa lalu.

b. Memiliki manfaat prediktif (predictive value), informasi dapat

membantu pengguna untuk memprediksi masa yang akan datang

berdasarkan hasil masa lalu dan kejadian masa kini

c. Tepat Waktu, informasi disajikan tepat waktu sehingga dapat

berpengaruh dan berguna dalam pengambilan keputusan

d. Lengkap, informasi akuntansi keuangan disajikan selengkap

mungkin, mencakup semua informasi akuntansi yang dapat

mempengaruhi pengambilan keputusan dengan memperhatikan

kendala yang ada untuk menghindari kekeliruan dalam

penggunaan informasi.

2) Andal

Informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang

menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan setiap fakta secara jujur,

(16)

a. Penyajian jujur, informasi menggambarkan dengan jujur transaksi

serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara

wajar dapat diharapkan untuk disajikan

b. Dapat diverifikasi, informasi yang disajikan dalam laporan

keuangan dapat diuji beberapakali tetapi tetap menunjukan

simpulan yang tidak berbeda jauh.

c. Netralitas, informasi diarahkan pada kebutuhan umum dan tidak

berpihak pada kebutuhan pihak tertentu.

3) Dapat dibandingkan

Informasi yang termuat dalam laporan keuangan akan lebih berguna jika

dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau

laporan keuangan entitas pelaporan lain pada umumnya.

4) Dapat dipahami

Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami oleh

pengguna dan dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan

dengan batas pemahaman para pengguna.

2.3. Penelitian Terdahulu

Tabel 2. 1 Penelitian Terdahulu

No. Peneliti Judul

Penelitian

Variabel

Penelitian Hasil penelitian

1. Sri Rokhlinasari dan Adi Pengaruh Sistem Pengendalian Internal Terhadap  Sistem Pengendalian internal ( Variabel X1) bahwa sistem pengendalian internal

(17)

Hidayat (2016) Kualitas Laporan Keuangan Pada Bank Bjb Syariah Cirebon  Kualitas Laporan Keuangan (Y) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan 2. Desiana Anugrah Budiawan dan Budi S. Purnomo (2014) Pengaruh Sistem Pengendalian Internal Dan Kekuatan Koersif Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah  Sistem Pengendalian internal (Variabel X1)  Kekuatan Koersif (Variabel X2)  Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Variabel Y) Bahwa sistem pengendalian internal tidak berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Daerah 3. Harlinda (2016) Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Informasi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah  Sumber Daya Manusia (Variabel X1)  Teknologi Informasi (Variabel X2)  Pengendalian Intern Akuntansi (Variabel X3)  Komitment Organisasi (Variabel X4)  Pemahaman Akuntansi (Variabel X5)  Faktor Eksternal (Variabel X6) Bahwa Pengendalian intern akuntansi berpengaruh terhadap kualitas informasi laporan keuangan pemerintah daerah

(18)

 Kualitas Informasi Laporan Keuangan Daerah (Variabel Y) 4. Ahmad Faishol (2016) Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Studi Kasus Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Lamongan)  Sistem Pengendalian Internal (Variabel X)  Kualitas Laporan Keuangan (Variebel Y) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal sangat mempengaruhi keakuratan kualitas laporan keuangan pada SKPD Pemerintah Kabupaten Lamongan 5. Nurul Husna, M. Rasyidin dan Ainun Zairinah (2017) Pengaruh Sistem Pengendalian Internal Pemerintah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara  Sistem Pengendalian Internal (Variabel X)  Kualitas Laporan Keuangan (Variebel Y) Sistem pengendalian internal pemerintahan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah aceh utara. Artinya bahwa, semakin baik pelaksanaan unsur SPIP maka semakin baik pula kualitas laporan keuangan pemerintah daerah yang dihasilkan.

(19)

6. Anis Magfiroh (2015) Pengaruh Pengendalian Intern Dan Sumber Daya Manusia Bidang Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah (Studi Pada Skpd Di Kabupaten Tebo)  Pengendalian Internal (Variabel X1  Sumber Daya Manusia (Variabel X2)  Kualitas Laporan Keuangan Daerah (Variabel Y) Bahwa variabel pengendalian intern berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan daerah dan variabel sumber daya manusia bidang akuntansi berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan daerah. 7. Emy Dwi Trisnani, Moh. Dimyati dan Hadi Paramu (2017) Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap Keandalan Laporan Keuangan dengan Mediasi Penatausahaan Aset Tetap  Sistem Pengendalian Intern (Variabel X1)  Keandalan Laporan Keuangan (Variabel Y)  Penatausahaan Aset Tetap (Variabel Moderat) bahwa SPI berpengaruh signifikan positif terhadap keandalan laporan keuangan dan penatausahaan aset tetap, penatausahaan aset tetap berpengaruh signifikan positif terhadap keandalan laporan keuangan. 2.4. Kerangka Pemikiran

Pengendalian internal merupakan salah satu fondasi terkuat good

governance. Sistem pengendalian internal meliputi berbagai alat manajemen yang bertujuan untuk mencapai berbagai tujuan yang luas. Tujuan tersebut yaitu

(20)

keuangan dan data keuangan, memfasilitasi efisiensi dan efektivitas operasi

perusahaan, dan menjamin pengamanan aset. (Budiawan & Purnomo, 2014).

Penerapan pengendalian intern yang memadai akan memberikan keyakinan yang

memadai atas kualitas atau keandalan laporan keuangan, serta akan meningkatkan

kepercayaan stakeholders. (Magfiroh, 2015)

Berdasarkan pernyataan BPK tahun 2017 atas pemeriksaan Laporan

Keuangan Pemerintah Pusat/ Daerah/ BUMN, dari 15.000 masalah yang di

temukan, 49% berasal kelamahan Sistem Pengendalian Internal. Menurut

(Budiawan & Purnomo, 2014), Masih ditemukannya masalah dalam Laporan

Keuangan yang diperiksa oleh BPK, menunjukan bahwa Laporan Keuangan belum

memenuhi karakteristik/ nilai informasi yang diisyaratkan.

Pengendalian Internal pada hakekatnya adalah suatu mekanisme yang

didesain untuk menjaga (preventif), mendeteksi (detektif), dan memberikan

mekanisme pembetulan (korektif) terhadap potensi/ kemungkinan terjadinya

kesalahan (kekeliruan, kelalaian, error) maupun penyalahgunaan (kecurangan.

(Yasmita, 2012).

Perkembangan suatu perusahaan atau badan usaha bergantung pada

profesionalitas manajemen untuk memajukan dan meningkatkan produktivitas

kegiatan usahanya. Peran manajemen dalam pengambilan keputusan berdasarkan

laporan-laporan perusahaan khususnya laporan keuangan. Laporan Keuangan

merupakan sumber informasi yang digunakan oleh pihak internal dan eksternal,

(21)

pihak manajemen dan pihak luar perusahaan, diperlukan pengawasan yang efektif

dari pihak intern perusahaan. (Rokhlinasari & Hidayat, 2016)

Pengendalian Internal dengan kualitas laporan sangat erat kaitannya.

Faishol (2016) dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Sistem Pengendalian

Internal terhadap Kualitas Laporan Keuangan, hasil penelitian menunjukkan bahwa

sistem pengendalian internal sangat mempengaruhi keakuratan kualitas laporan

keuangan pada SKPD Pemerintah Kabupaten Lamongan. Penelitian tentang

hubungan Sistem Pengendalian Internal terhadap Kualitas Laporan Keungan yang

diteliti oleh (Trisnani, Dimyati, & Paramu, 2017), (Rokhlinasari & Hidayat, 2016),

(Budiawan & Purnomo, 2014), (Harlinda, 2016), (Faishol, 2016), (Husna, Rasyidin,

& Zairinah, 2017) dan (Magfiroh, 2015), menyatakan Sistem Pengendalian Internal

berpengaruh signifikan positif terhadap keterandalan laporan keuangan artinya

efektifitas penerapan Sistem Pengendalian Internal dapat meningkatkan keandalan

laporan keuangan

Jadi dengan adanya Sistem Pengendalian Internal yang baik kualitas

Laporan Keuangan perusahaan akan baik. Sistem Pengendalian Internal memiliki

tujuan untuk memastikan Laporan Keuangan andal, patuh terhadap hukum dan

peraturan yang berlaku, yang akhirnya akan membuat proses akuntansi berjalan

secara Efektif dan Efisien dan menghasilkan Kualitas Laporan Keuangan yang

(22)

2.5. Hipotesis

Berdasarkan Kerangka Pemikiran di atas, maka penulis merumuskan

hipotesis sebagai berikut:

H0 : Sistem Pengendalian Internal berpengaruh negatif terhadap Kualitas Laporan Keuangan.

HA : Sistem Pengendalian Internal berpengearuh positif terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Gambar 2. 2 Paradigma Penelitian 1. Relevan 2. Andal 3. Dapat dipahami 4. Dapat dibandingkan Sistem Pengendalian Internal

1. Lingkungan Pengendalian 2. Penilaian Resiko

3. Aktivitas Pengendalian 4. Informasi dan Komunikasi 5. Pegawasan

Gambar

Tabel 2. 1   Penelitian Terdahulu

Referensi

Dokumen terkait

Ada 8 Faktor yang mempengaruhi besarnya kompensasi menurut Malayu S.P Hasibuan (2002:162) dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Ke

Dalam hal ini kompetensi sumber daya manusia menjadi suatu hal penting guna menunjang penyajian laporan keuangan serta mempertanggungjawabkan kejelasan sasaran anggaran

Beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi sumber daya teknologi informasi antara lain infrastruktur, standar(baik untuk teknologi, operasional, teknis, dan aplikasi), penelitian,

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sistem pengendalian internal dan kapabilitas sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan pada PT.. MNC Sky Vision

Independen X1: Sumber Daya Manusia X2: Pemanfaatan Teknologi Informasi X3: Kebijakan Akuntansi Dependen Y: Kualitas Laporan Keuangan 4 Pengaruh Penerapan Sistem Akuntansi

PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL, KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH Studi Pada Satuan Kerja

Uji reliabilitas yang terdapat pada kuesioner dari ketiga variabel yaitu sistem pengendalian internal X1 sebesar 0,777, kompetensi sumber daya manusia X2 sebesar 0,846, kualitas laporan

Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Bidang Akuntansi, Sistem Pengendalian Internal Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Studi Pada Koperasi Simpan