• Tidak ada hasil yang ditemukan

Agung Suhermanto, Rita Retnowati, Eka Suhardi Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Pakuan 2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Agung Suhermanto, Rita Retnowati, Eka Suhardi Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Pakuan 2012"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN PERSEPSI IBU RUMAH TANGGA

MENGENAI PENCEMARAN LINGKUNGAN

DENGAN PERILAKU HIDUP SEHAT MASYARAKAT

DESA KARANG TENGAH, KECAMATAN BABAKAN

MADANG, KABUPATEN BOGOR

Agung Suhermanto, Rita Retnowati, Eka Suhardi Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Pakuan

2012

ABSTRACT

This study aims to determine the existence of a positive relationship between the perception of housewives about environmental pollution with healthy behavior. Methods this study uses survey research and correlational approach that includes regression testing and research data obtained using a questionnaire instrument. This study was conducted on 16 to 30 January 2012. The results of this study indicate that healthy behavior may be determined by perception of housewives about environmental pollution by 44,48%. Based on these result it can be concluded that there is a positive relationship between the perception housewives about environmental pollution with public health behavior RW 13, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Keywords : Relationships, Perception, Environmental Poluution, Healthy Lifestyle

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan yang positif antara persepsi ibu rumah tangga mengenai pencemaran lingkungan dengan perilaku hidup sehat. Metode penelitian ini menggunakan penelitian survei dan pendekatan korelasional yang meliputi uji regresi dan data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen kuisioner. Penelitian ini dilaksanakan pada 16 hingga 30 januari 2012. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perilaku hidup sehat dapat ditentukan oleh persepsi ibu rumah tangga mengenai pencemaran lingkungan sebesar 44,48%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif anatara persepsi ibu rumah tangga mengenai pencemaran lingkungan dengan perilaku hidup sehat masyarakat RW 13, desa Karang Tengah, kecamatan Babakan madang, kabupaten Bogor. Kata Kunci : Hubungan, Persepsi, Pencemaran Lingkungan, Perilaku Hidup Sehat.

(2)

A. Pendahuluan

Pencemaran pada lingkungan

merupakan salah satu faktor terjadinya global warming, dengan keadaan tanah yang mengandung zat kimia berbahaya akan mengganggu pertumbuhan dan

perkembangan tanaman yang dapat

berfungsi sebagai metabolik CO2 menjadi

O2 melalui proses fotosintesis, 83%

peningkatan radiasi gas rumah kaca

disebabkan oleh CO2, 15 % CH4 dan

sisanya N2O dan CO (Ministry of

Environment, 2001). Jumlah emisi CO2

terbesar di Indonesia disebabkan oleh deforestasi dan konversi lahan (74%), diikuti konsumsi energi (23%) dan proses industri (3%). Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengelola pembuangan limbah rumah tangga baik yang padat maupun yang cair, pembangunan ruang terbuka hijau, penyediaan tempat sampah yang

memadai, dan sistem pengangkutan

limbah oleh pemerintah daerah.

Lingkungan merupakan tempat

dimana mahluk hidup bisa

mempertahankan diri, maka jika

lingkungan tempat habitat mahluk hidup terganggu akibatnya dapat menurunkan

populasi mahluk yang hidup di

lingkungan tersebut. Berbagai mahluk yang hidup baik tumbuhan, hewan maupun manusia akan hidup dengan baik

apabila lingkungan hidupnya tidak

terkena pencemaran yang dapat merusak kelangsungan hidup mahluk yang ada di dalamnya.

Fungsi diperbaikinya sistem

pengelolaan sampah atau limbah rumah tangga agar lingkungan sekitar tidak terkena pencemaran. Biasanya yang sering diabaikan oleh para ibu rumah tangga adalah tentang limbah cair yang dibuang sembarangan, akibatnya tanah yang ada di lingkungan sekitar tercemar

oleh zat kimia pada limbah cair tersebut. Limbah rumah tangga dibuang begitu saja tanpa melihat dampak yang akan terjadi pada suatu saat nanti.selain limbah cair, adapun limbah padat yang hanya dibakar

agar tidak terlihat menumpuk.

Sebagaimana contohnya

masyarakat yang berada di RW 13 Desa Karang Tengah Kecamatan Babakan

Madang Kabupaten Bogor. Hasil

wawancara dengan ketua RW 13 yang menyatakan bahwa warga RW 13 masih dapat dikatakan kurang dalam menjaga

kesehatan lingkungan yang dapat

mempengaruhi perilaku hidupnya. Warga sekitar menggunakan kamar mandi yang terdapat di luar rumah bahkan terlihat dari jalan utama. Keadaan kamar mandi tersebut sangat kumuh, tidak terdapat atap sebagai penutup. kamar mandi tersebut berada tepat di atas aliran selokan. Keadaan tersebut dapat menjadikan aliran air dan keadaan tanah sekitarnya menjadi

kurang baik dan merugikan bagi

organisme lain serta masyarakat. Data tersebut diambil pelaksanaan KKN yang dilakukan di daerah karang tengah tersebut. Selama dua bulan pelaksanaan KKN berjalan ternyata setelah menelusuri wilayah karang tengah lebih dalam masih banyak terdapat lingkungan yang kurang sehat sehingga dikatakan bahwa keadaan

lingkungan tidak sehat tersebut

diakibatkan oleh tingkah laku warga wilayah tersebut.

Penduduk setempat mempunyai

kebiasaan membakar limbah rumah

tangga agar limbah tersebut tidak terlihat menumpuk. Kebiasaan tersebut dilakukan karena tidak tersedianya tempat atau penampungan sampah yang memadai dan apabila terjadi hujan maka limbah tersebut dibuang melalui aliran air baik itu selokan maupun sungai yang berada di dekat pemukiman penduduk tersebut oleh

(3)

masyarakat setempat. Limbah yang dibuang tersebut terbawa oleh derasnya air yang mengalir akibat hujan. Kebiasaan tersebut dapat menimbulkan udara yang kurang segar bahkan dapat merugukan bagi kesehatan dan dapat mencemari air yang ada pada sungai.

Masyarakat setempat pun

mempunyai kebiasaan membuang kakus pada aliran selokan, karena terdapat beberapa kamar mandi yang digunakan untuk mandi dan cuci kakus berada di atas selokan yang mempunyai aliran cukup deras.

Salah satu penyebab terjadinya pengelolaan limbah yang kurang baik adalah karena faktor status pendidikan. Rata-rata masyarakat setempat adalah lulusan SD itu pun masih terdapat warga yang tidak tamat dalam mengenyam bangku pendidikan dasar. Oleh karena itu masyarakat hanya mengelola sampah

dengan pengetahuan yang mereka

ketahui, tanpa melihat akibat dari

tindakan yang telah mereka lakukan.

Kepala rumah tangga pada

pemukiman tersebut mempunyai mata pencaharian sebagai buruh pengangkut batu. Batu yang diangkut berasal dari

wilayah setempat yang kaya akan

bebatuan. Kebiasaan tersebut akan

merusak keadaan tanah wilayah tersebut, dalam jangka waktu yang lama batuan

pada wilayah tersebut akan habis

sehingga kemungkinan terjadinya longsor sangat besar.

Berdasarkan pernyataan di atas dihasilkan suatu rumusan masalah yaitu “ apakah terdapat hubungan yang positif anatara persepsi ibu rumah tangga mengenai pencemaran lingkungan dengan perilaku hidup sehat?”.

Hakikat persepsi ibu mengenai pencemaran lingkungan dan perilaku hidup sehat dapat kita ketahui berdasarkan

beberapa teori para ahli. Menurut

Widayatun (1999) menyatakan bahwa persepsi atau tanggapan merupakan proses mental yang terjadi pada diri manusia yang akan menunjukkan bagaimana melihat,

mendengar, merasakan, member serta meraba (kerja indera) di sekitarnya. Sejalan dengan itu, Slameto (1995) mengatakan bahwa persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi ke dalam otak manusia. Melalui

persepsi, manusia terus-menerus

mengadakan hubungan dengan

lingkungan. Hubungan yang dilakukan dengan indera, yaitu indera penglihat, indera pendengar, peraba, perasa dan pencium.

Pencemaran (polusi) adalah proses

masuknya polutan ke dalam suatu

lingkungan sehingga menurunkan mutu lingkungan Mahfud dalam Soemarwoto (2009). masuknya suatu bahan pada

lingkungan dapat berpengaruh pada

menurunkan mutu lingkungan.

Lingkungan menurut Soerjani

(1987) adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan mahlukhidup termasuk

manusia dan perilakunya yang

menentukan perikehidupan serta

kesejahteraan manusia dan mahluk hidup lainnya,

Berdasarkan teori tersebut definisi

persepsi mengenai pencemaran

lingkungan adalah penafsiran terhadap masuknya zat polutan kedalam kesatuan ruang, daya keadaan dan mahluk hidup

yang merupakan perilaku manusia

sehingga merubah kelangsungan hidup

organisme didalamnya, sedangkan

hakikat perilaku hidup sehat dapat kita ketahui berdasarkan teori para ahli yaitu,

Perilaku merupakan tingkah laku,

perbuatan atau tindakan seseorang

terhadap suatu lingkungan Suryanto

(2006). Hal ini sejalan dengan

Notoatmodjo (2003) yang mengatakan bahwa, perilaku dari pandangan biologis adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan.

Menurut Pangastuti (2006), hidup sehat adalah keadaan hidup yang sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang

memungkinkan setiap orang hidup

(4)

Berdasarkan teori para ahli sebelumnya maka dapat diambil suatu definisi mengenai perilaku hidup sehat yaitu kegiatan individu untuk bebas dari rasa sakit baik jasmani dan rohani serta sosial agar dapat hidup sejahtera di lingkungannya.

B. Metode Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk

mengetahui hubungan antara Persepsi

Masyarakat Mengenai Pencemaran

Lingkungan dengan Perilaku Hidup Sehat, Masarakat RW 13, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Penelitian ini dilaksanakan pada 16-30 Januari 2012, dengan menggunakan

metode penelitian survei dan

menggunakan pendekatan korelasional. Data penelitian ini diperoleh dengan

menggunakan instrumen kuisioner

berskala lima untuk Persepsi Ibu Rumah

Tangga Mengenai Pencemaran

Lingkungan dengan Perilaku Hidup Sehat Masyarakat RW 13. Desa Karang Tengah. Kecamatan Babakan Madang. Kabupaten Bogor.

Uji validitas setiap butir instrument

menggunakan rumus Product Moment

Pearson dan untuk pengujian reliabilitas

dapat dihitung dengan menggunakan

rumus Alpha Cronboach. Hasil uji

reliabilitas bagi persepsi mengenai

pencemaran lingkungan sebesar 0,772 sedangkan untuk perilaku hidup sehat

sebesar 0,795. Instrument yang sudah

valid dan reliabel digunakan untuk menguji hipotesis hubungan Persepsi Ibu Rumah Tangga Mengenai Pencemaran Lingkungan dengan Perilaku Hidup Sehat Masyarakat RW 13. Desa Karang Tengah. Kecamatan Babakan Madang. Kabupaten Bogor.

Populasi yang diambil dalam

penelitian ini adalah seluruh ibu rumah tangga warga RW 13 Desa Karang Tengah

Kecamatan Babakan Madang yang

mempunyai pendidikan terakhir SD yang berjumlah 95 orang. Penarikan sampel

penelitian dilakukan dengan teknik

proporsional random, yaitu secara acak

berdasarkan banyaknya ibu rumah tangga yang bersatatus lulusan SD dari setiap RT. Pengambilan sampel dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Perhitungan Pengambilan Sempel

 Rukun Perhitungan Random Jumlah

Tetangga(RT) RT 01 = 35 Warga 35/95 x 40 = 14,7 15 RT 02 = 29 Warga 29/95 x 40 = 12,2 12 RT 03 = 31 Warga 31/95 x 40 = 13,05 13 95 Warga 40 C. Temuan Penelitian Berdasarkan jawaban responden untuk persepsi ibu rumah tangga mengenai pencemaran diperoleh respon jumlah minimal 104 dan skor maksimal 159. Setelah dilakukan perhitungan, menghasilkan skor rata-rata (Mean) empirik sebesar 130,725 dengan nilai tengah (Median) sebesar 130,77 sedangkan skor yang sering muncul (Modus) sebesar 134,75 dan rata-rata (Mean) teoritik sebesar 105. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai varians sebesar 53,984 dan simpangan baku (Standar Deviasi) sebesar 7,347. Distribusi frekuensi pada tabel 2 berikut. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Perilaku Hidup Sehat Masyarakat Kelas Interval F F relatif (%) 104-113 4 10 114-123 9 22,5 124-133 10 25 134-143 11 27,5 144-153 4 10 154-163 2 5 Jumlah 40 100

Berdasarkan jawaban responden

diperoleh respon jumlah minimal 97 dan skor maksimal 157. Setelah dilakukan perhitungan, menghasilkan skor rata-rata (Mean) empirik sebesar 122,7 dengan nilai

tengah (Median) sebesar 158, 955

sedangkan skor yang sering muncul (Modus) sebesar 122,07 dan rata-rata (Mean) teoritik sebesar 102. Berdasarkan

(5)

hasil perhitungan diperoleh nilai varians sebesar 131,29 dan simpangan baku

(Standar Deviasi) sebesar 11,458.

Distribusi frekuensi pada tabel 3 berikut.

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Persepsi Ibu Rumah

Tangga Mengenai Pencemaran

Lingkungan

Data yang diperoleh maka dilakukan uji prasyarat dengan uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas galat baku taksiran dilakukan untuk mengetahui apakah populasi yang diteliti berdistribusi normal atau tidak berdasarkan data yang diperoleh. Uji normalitas yang digunakan yaitu uji Liliefors.

Tabel 4. Ringkasan Hasil Pengujian Normalitas Galat Taksiran Harga L Keterangan

Regres Lo-maks Lt

L

Y – Ŷ 0,0982 0,1386 Normal

Hasil uji normalitas pada tabel 4 menunjukkan bahwa Lt hitung (0,0982) >

Lttabel (0,1386), sehingga data dapat

dikatakan berdistribusi normal.

Pada uji homogenitas yang berfungsi untuk membuktikan apakah sampel yang diambil berasal dari populasi yang homogen atau tidak, menggunakan uji Bartlett.

Tabel 5. Ringkasan Pengujian Homogenitas

Varians Harga χ2 Keterangan kelompok χ2hitung χ 2 tabel skor Yditinjau dari X Y atas X 8,723 38,88 Homogen

Berdasarkan hasil perhitungan

diperoleh χ2

hitung < χ2tabel = 8,723 < 38,88,

maka dapat disimpulkan bahwa varian skor Y yang dikelompokan atas dasar X berasal dari populasi yang homogen.

Hipotesis dalam penelitian ini akan diuji menggunakan metode statistik berupa uji korelasi sederhana dari regresi linier. Adapun data yang akan diuji terdiri dari data persepsi ibu rumah tangga mengenai pencemaran lingkungan (X) dan perilaku hidup sehat masyarakat (Y).

1. Uji Regresi

Berdasarkan perhitungan statistik diperoleh persamaan regresi Ŷ = 35,33 + 0,777X. hasil regresi linier sederhana terhadap data penelitian diperoleharah regresi sebesar 0,777X pada arah yang sama dan konstanta sebesar 35,33

Tabel 6. ANAVA untuk Uji Signifikan dan Uji Linieritas dengan Persamaan Regresi Ŷ = 35,33 + 0,777X

Sumber dk Jk S2 Fhitung Ftabel Ket

Varians 5% 1% Total 40 690525 690525

Regresi (a) 1 683561,02 683561,02

Regresi(b/a) 1 3093,003 3093,003 30,364** 4,10 7,35 Sangat Sisa 38 3870,977 10,867 Signifikan Tuna Cocok 25 2734,137 109,365 1,2506 2,42 3,59 Linier Galat 13 1136,84 87,449

Syarat signifikansi untuk keberartian regresi adalah Fhitung > Ftabel, sedangkan

untuk linieritas regresi adalah Fhitung <

Ftabel. Dengan demikian keberartian regresi

adalah sangat signifikan, karena Fhitung >

Ftabel = 30,364 > 4,10, dan linieritas

regresinya adalah linier, karena Fhitung <

Ftabel = 1,25 < 2,42.

Persamaan regresi Ŷ = 35,33 + 0,777X berikut penyebaran data yang menunjukan sifat linieritas hubungan

antara persepsi ibu rumah tangga

mengenai pencemaran lingkungan dengan perilaku hidup sehat.

KelasInterval F F relative (%) 97-107 2 5 108-118 12 30 119-129 17 42,5 130-140 8 20 141-151 0 0 152-162 1 2,5 Jumlah 40 100

(6)

Gambar 1. Garis regresi hubungan antara persepsi

ibu rumah tangga mengenai

pencemaran lingkungan dengan

perilaku hidup sehat

2. Uji Koefisien Korelasi dan Koefisien

Determinasi

Berdasarkan hasil perhitungan

diperoleh koefisien korelasi antara

persepsi ibu rumah tangga mengenai pencemaran lingkungan dengan perilaku hidup sehat menggunakan uji-t adalah 0,667.

Tabel 7. Ringkasan Hasil Perhitungan Korelasi Uji-t Koefisien Koefisien Signifikansi

Korelasi (r) Determinasi (r2) t

hitung ttabel

α = 0,05 0,667 0,445 5,51* 1,68

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel di atas menunjukan bahwa koefisien korelasi positif dengan r = 0,667. Keberartian nilai korelasi ini diuji dengan uji-t, hasil perhitungan diperoleh harga thitung = 5,51 sedangkan ttabel = α = 0,05 =

1,68, sehingga diperoleh thitung > ttabel.

Berdasarkan tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara persepsi ibu rumah tangga mengenai pencemaran lingkungan dengan perilaku hidup sehat.

Selanjutnya dari koefisien korelasi dapat dihitung pula keberartian koefisien

determinasi yaitu 0,6672 x 100% =

44,48%. Harga ini memberikan gambaran bahwa perilaku hidup sehat masyarakat

dipengaruhi oleh persepsi mengenai

pencemaran lingkungan sebesar 44,48%.

D. Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis, diperoleh bahwa terdapat hubungan yang positif antara persepsi ibu rumah tangga mengenai pencemaran lingkungan dengan perilaku hidup sehat masyarakat. Hubungan positif

yang didapat sesuai dengan teori

Widayatun (1999) menyatakan bahwa persepsi atau tanggapan merupakan proses mental yang terjadi pada diri manusia yang akan menunjukkan bagaimana melihat, mendengar, merasakan, memberi serta meraba (kerja indera) di sekitarnya. Melalui persepsi, manusia terus-menerus

mengadakan hubungan dengan

lingkungan. . Perilaku hidup sehat ibu rumah

tangga dapat dihasilkan dari penginterpretasian stimulus yang diterima alat indera yang berupa keadaan sekitar berdasarkan pengalaman dan menjadikan aktivitas ibu rumah tangga dalam menjaga dan memelihara lingkungan agar tidak tercemar,

Hubungan positif ditunjukan dari data analisis statistik yang menghasilkan harga koefisien korelasi (r) = 0,667. Hal tersebut menunjukan hubungan yang tinggi antara persepsi ibu rumah tangga mengenai pencemaran lingkungan dengan

perilaku hidup sehat masyarakat,

sedangkan koefisien determinasi (r2) =

0,445. Hal tersebut mempunyai arti, kenaikan maupun penurunan perilaku hidup sehat masyarakat dapat ditentukan oleh variabel persepsi ibu rumah tangga mengenai pencemaran lingkungan sebesar 44,48%. Harga thitung diperoleh sebesar 5,51 > ttabel sebesar 1,68, dapat

disimpulkan bahwa data termasuk

signifikan. Data tersebut menunjukan bahwa semakin baik atau semakin besar persepsi ibu rumah tangga mengenai

pencemaran lingkungan (X), maka

semakin tinggi pula perilaku hidup sehat masyarakat. 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 0 50 100 150 200

Persepsi Ibu Rumah Tangga Mengenai Pencemaran Lingkungan P er il ak u H id u p S eh at

(7)

E. Kesimpulan

Hasil penelitian menunjukkan

terdapat hubungan positif antara persepsi ibu rumah tangga mengenai pencemaran lingkungan dengan perilaku hidup sehat masyarakat RW 13 Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor dengan kekuatan hasil perhitungan diperoleh harga (koefisien korelasi r) sebesar 0,667. Nilai koefisien determinasi (r2) sebesar 0,445 memberikan gambaran bahwa proses pembentukan perilaku hidup sehat masyarakat dapat ditentukan oleh persepsi ibu rumah tangga mengenai pencemaran lingkungan sebesar 44,48%.

A. Daftar Pustaka

Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Ilmu

Kesehatan Masyarakat. Jakarta :

PT. Rineka Cipta.

Pangastuti, M. 2006. Sosiologi Pendidikan

Kesehatan; Suatu Analisis

Sosiologi tentang berbagai

Problema Pendidikan Kesehatan.

Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-Faktor

yang Mempengaruhinya. Jakarta :

PT. Bina Aksara.

Soerjani, Moh. 1987. Sumber Daya Alam

dan Kependudukan Dalam

Pembangunan. Jakarta : UI Press.

Soemarwoto, otto. 2009. Psikologi

Lingkungan dan Pembangunan.

Jakarta : Djambatan.

Suryanto. 2006. Kamus lengkap Bahasa

Indonesia. Bandung : Tarsito.

Widayatun, Tri Rusmi. 1999. Ilmu

Perilaku (Buku Pegngan

Mahasiswa AKPER).Jakarta : CV.

Agung Seto.

B. Biodata Penulis

Penulis bernama Agung

Suhermanto, lahir di Bogor 14 Agustus 1989, lulusan Pendidikan Biologi, Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan,

Gambar

Tabel  6.  ANAVA  untuk  Uji  Signifikan  dan  Uji  Linieritas  dengan  Persamaan  Regresi  Ŷ  =  35,33 + 0,777X
Gambar  1.  Garis  regresi  hubungan  antara  persepsi

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk melihat determinan cash inflow yang merupakan indikasi investor dalam memilih reksa dana yang dapat dipengaruhi dalam 6 faktor

Kegiatan penyulaman bibit yang ada di persemaian bermaksud agar jumlah bibit yang diperlukan untuk penanaman jumlah bibit cukup selain itu agar bibit untuk penanaman

DPRD selaku mitra sejajar Pemerintah daerah, diwujudkan dalam pelaksanaan tugas dan wewenang DPRD pada pelaksanaan Fungsi Legislasi melalui penetapan peraturan Daerah yang

Aplikasi Berbasis Web untuk Menampilkan Absensi dan Nilai Akhir Peserta Didik ini dikembangkan dengan menggunakan basis data MySQL sebagai media

Secara teoretis penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan tentang implementasi ekstrakurikuler seni tari tradisional dalam menanamkan

Meninjau dari pertimbangan hakim secara umum maka hal ini dapat dilihat ketika hakim memberikan putusan tindakan terhadap terdakwa yang didasarkan dengan pertimbangan hakim

Usia reproduksi, tidak hamil, setelah melahirkan, dan tidak menyusui, gemuk atau kurus, pasca keguguran, nyeri haid hebat, memiliki atau yang belum memiliki anak.. Ibu di bawah

Tidak Menutup Diri dari Potensi Jaringan Dapat dilihat dari sikap terbuka masyarakat dalam menerima masuknya orang luar baik itu sesama orang yang ingin tinggal kampung