iv
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Learning Approach dan Expectancy Task-Value terhadap Prestasi Belajar dari mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha yang menempuh mata kuliah Rangkaian Listrik I pada semester genap 2012/2013. Populasi adalah mahasiswa aktif laki-laki dan perempuan yang menempuh mata kuliah Rangkaian Listrik I pada semester genap 2012/2013 sejumlah 110 mahasiswa, dan sampel yang digunakan sejumlah 98 mahasiswa.
Rancangan penelitian adalah penelitian korelasional. Alat ukur yang di gunakan adalah untuk alat ukur Learning Approach yang merupakan terjemahan dari The Revised Two-Factor Study Process Questinnaire (R-SPQ-2F), terdiri dari 20 item. Untuk Expectancy Task-Value adalah alat ukur Achievement Motivation, Eccles & Wigfield (dalam Pintrich & Schunk, 2002) yang diterjemahkan dan dikembangkan terdiri dari 35 item. Validitas alat ukur dalam batasan 0.304 - 0.557 dengan reliabilitas adalah 0.816. Alat ukur Prestasi Belajar adalah nilai mutu mata kuliah Rangkaian Listrik I. Data yang diperoleh diolah dan diuji dengan metode koefisien korelasi product moment Pearson dengan menggunakan program SPSS 17.0.
v
vi
ABSTRACT
This research was conducted to determine the effect of Learning Approach, Expectancy Task-Value of the Learning Achievement of students at Electrical Engineering Department Maranatha Christian University who took the course in Rangkaian Listrik I on February – June 2013. The population of students who took courses in Rangkaian Listrik I on February – June 2013 are 110 students, and the sample used are 98 students.
The design used in this study is a correlation research design. Measuring instruments used in this study based on Learning Approach measuring instrument which is a translation of the Revised Two-Factor Study Process Questinnaire (RSPQ2F), which consists of 20 items. Measuring instrument for Expectancy Task -Value is a measure Achievement Motivation, (Pintrich & Schunk, 2002), translated and developed by researchers, consists of 35 items. Validity of measuring instrument have ranges 0.304–0.557, reliability is 0.816. Measuring instruments used to measure learning achievement is the quality of the course grades Rangkaian Listrik I. The data obtained were processed and tested by the method of Pearson product moment correlation coefficient using SPSS 17.0.
vii
xi
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN
PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN PENELITIAN ii PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN iii
ABSTRAK iv ABSTRACT vi
KATA PENGANTAR viii
DAFTAR ISI xi
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang Masalah 1
1.2 Identifikasi Masalah 10
1.3 Maksud Penelitian 10
1.4 Tujuan Penelitian 10
1.5 Kegunaan Penelitian 11
BAB II LANDASAN TEORI 13
2.1 Prestasi belajar 13
2.1.1 Faktor Internal 14
2.1.2 Faktor Eksternal 17
2.2 Learning Approach 18
2.2.1 Pendahuluan 18
2.2.2 Surface Approach 19
2.2.3 Deep Approach 20
2.2.4 Faktor yang berkaitan dengan Learning Approach 20
2.3 Expectancy Task-Value 24
xii
2.3.2 Komponen Expectancy 29
2.3.3 Komponen Acchievement Task-Value 31
2.4 Kerangka Pemikiran 38
2.5 Asumsi 45
2.6 Hipotesis penelitian 46
BAB III METODA PENELITIAN 47
3.1 Rancangan Penelitian 47
3.2 Variabel dan Definisi Operasional 48
3.2.1 Variabel Independent 49
3.2.1.1 Definisi Operasional Variabel Independent 49
3.2.2 Variabel Dependent 51
3.3 Alat Ukur 52
3.3.1 Alat Ukur Learning Approach 52
3.3.2 Alat Ukur Expectancy Task-Value 53
3.4 Data penunjang 54
3.5 Pengujian Validitas dan Reliabilitas 54
3.5.1 Validitas 54
3.5.2 Reliabilitas 55
3.6 Subjek Penelitian 57
3.6.1 Karakteristik Subjek 57
3.6.2 Populasi Penelitian 58
3.6.3 Sampel Penelitian 58
3.6.4 Tempat Penelitian 58
3.7 Teknis Analisis Data 58
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 60
xiii
4.1.1 Data Demografi 62
4.1.2 Korelasi 62
4.1.3 Regresi 63
4.2 Pembahasan 64
4.2.1 Pengaruh Learning Approach terhadap Prestasi belajar
66
4.2.2 Pengaruh Expectancy Task-Value terhadap Prestasi Belajar
69
4.2.3 Pengaruh Learning Approach dan Expectancy Task-Value terhadap Prestasi Belajar
73
4.2.4 Diskusi 77
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 79
5.1 Simpulan 79
5.2 Saran 79
DAFTAR PUSTAKA 81
DAFTAR RUJUKAN 84
DAFTAR TABEL
3.1 Pengkodean Nilai Mutu mata kuliah 52
xiv DAFTAR GAMBAR
2.1 Rancangan Kerangka Pemikiran 45
3.1 Bagan Prosedur Penelitian 48
3.2 Model Hubungan Antar Variabel 48
LAMPIRAN
A Kuesioner Alat Ukur
B Uji Validitas dan Reliabilitas
C Korelasi dan Regresi Surface Approach dan Deep Approach Terhadap Prestasi Belajar
D Korelasi dan Regresi Expectancy dan Task-Value Terhadap Prestasi Belajar
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah :
Salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia dewasa ini adalah
pendidikan. Pendidikan adalah usaha yang di lakukan secara sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan dan
keterampilan yang di perlukan bagi dirinya dan masyarakat. Dalam pendidikan,
manusia akan belajar dari hal-hal yang ada di sekelilingnya serta
mengembangkannya menjadi sesuatu yang lebih berguna bagi dirinya sendiri
maupun kehidupan manusia secara luas.
Fungsi pendidikan menurut Horton dan Hunt (1984) adalah
mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah, mengembangkan
bakat individu untuk kepuasan dirinya dan bagi kepentingan masyarakat,
melestarikan budaya dan menanamkan keterampilan. Pendidikan dapat di peroleh
dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui jalur pendidikan formal yang
berjenjang. Jenjang tertinggi dalam pendidikan formal adalah di Perguruan
Tinggi, yang bertugas untuk mendidik dan membina serta didiknya yaitu
mahasiswa agar dapat menjadi individu yang mampu mengembangkan ilmu
pengetahuan dan dapat memberi sumbangsihnya pada pembangunan.
Belajar adalah kegiatan yang tidak terpisahkan dan selalu di jalani di
2 kemampuan, keterampilan ataupun masalah akademik saja, tetapi melibatkan
pula perkembangan emosi, cara interaksi sosial, perkembangan kepribadian,
motivasi belajar dan cara belajar. Pentingnya proses belajar seperti yang di
ungkapkan oleh Ivan Illich (1971 dalam kompas 20 Juni 2001) yaitu dengan
semakin banyak belajar maka pengetahuan akan semakin bertambah.
Belajar merupakan hak setiap orang, dan setiap orang yang telah
mengalami proses belajar secara formal akan mempunyai wawasan, pengetahuan
dan keterampilan sesuai dengan tujuan lembaga pendidikan. Tujuan lembaga
pendidikan tinggi pada umumnya dikaitkan dengan tujuan nasional, dan belajar
adalah merupakan kegiatan individual.
Pada era globalisasi ini, para lulusan Perguruan Tinggi akan menghadapi
tantangan dan persaingan dalam hal mendapatkan pekerjaan, sehingga
kemampuan dan keterampilan yang memadai merupakan hal mutlak yang harus
di miliki para lulusan Perguruan Tinggi. Cerminan keberhasilan dan prestasi
mahasiswa dalam satu semester dapat diukur dengan menggunakan Indeks
Prestasi (IP), untuk mengukur keberhasilan dan prestasi mahasiswa mulai dari
semester pertama sampai semester terakhir yang telah di tempuh secara kumulatif
di pakai Indeks Prestasi Kumulatif ( IPK).
Prestasi Belajar yang tinggi dapat memudahkan mahasiswa untuk
mendapatkan pekerjaan yang baik, seperti yang diungkapkan oleh Dirjen
Depdiknas, Satryo Soemantri Brodjonegoro, bahwa dewasa ini prestasi belajar
3 seseorang melamar pekerjaan atau akan melanjutkan program pendidikan
(www.kompas.com).
Gage & Berliner menyatakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil dari
proses belajar aktif yang dapat di capai melalui serangkaian instruksi dan
aktivitas pendidikan. Menurut Winkell (1983), prestasi belajar merupakan bukti
kegiatan belajar secara akademik berupa hasil belajar yang menunjukkan kualitas
pemahaman terhadap apa yang terjadi yang dapat di ketahui melalui serangkaian
tugas dan tes seperti kuis, praktikum (pada beberapa mata kuliah tertentu), ujian
tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS) yang di capai oleh peserta
didik.
Universitas Kristen Maranatha sebagai salah satu perguruan tinggi di
Indonesia khususnya di Jawa Barat turut bertanggung jawab dalam melaksanakan
pendidikan formal bagi peserta didik. Dalam menjalankan proses belajar
mengajar, Universitas Kristen Maranatha mempunyai dua tujuan yang saling
terlibat dan saling menunjang. Pertama, tujuan lembaga pendidikan dalam
menyediakan sumber pengetahuan dan pengalaman belajar sehingga lulusan
Universitas Kristen Maranatha pada saat terjun kemasyarakat memiliki nilai-nilai
integritas, kepedulian dan keprimaan. Kedua, tujuan individual mahasiswa.
Dalam pelaksanaannya, proses belajar mengajar harus selaras antara tujuan
individual dan tujuan lembaga pendidikan, bahkan tujuan pendidikan nasional.
Kegiatan belajar mengajar sebagai bentuk interaksi antara dosen/pendidik,
mahasiswa dan pengetahuan, pemahaman dan persepsi merupakan kegiatan
4 Di Universitas Kristen Maranatha, setiap Fakultas/ Jurusan/ Program
Studi memiliki materi-materi kuliah yang tertuang dalam kurikulum yang berisi
mata kuliah. Di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro mahasiswa akan
mendapatkan beberapa kelompok matakuliah yaitu MPK (Matakuliah
Pengembangan Kepribadian), MKK (Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan),
MKB (Matakuliah Keahlian Berkarya), MPB ( Matakuliah Perilaku Berkarya),
MBB (Matakuliah Berkehidupan Berkarya). Sebagian dari kelompok matakuliah
ini di tunjang dengan praktikum dan merupakan mata kuliah prasyarat (Buku
panduan Jurusan Teknik Elektro perioda 2011/2012). Praktikum yang di lakukan
merupakan pembelajaran mengenai bagaimana mencobakan teori yang di dapat
di kelas, agar teori yang di dapat lebih di pahami, contoh : di kelas di jelaskan
mengenai teori viskositas, maka saat di laboratorium mahasiswa akan
mempraktekkan teori viskositas tersebut, sehingga mahasiswa mampu membuat
simpulan tentang viskositas itu. Mata kuliah prasyarat adalah mata kuliah yang
harus sudah di tempuh lebih dulu, yang menyatakan pula bahwa materi-materi
mata kuliah tersebut merupakan materi-materi dasar yang berguna untuk
menunjang beberapa materi mata kuliah di semester selanjutnya.
Selain itu mahasiswa pun di bekali dengan beberapa mata kuliah
penunjang yang mengacu pada nilai-nilai integritas, kepedulian dan keprimaan
yang biasa dikenal dengan Mata Kuliah Umum.
Gejala yang sering di rasakan di Indonesia, belajar di perguruan tinggi
lebih merupakan kebutuhan sosial orang lain (misalnya orangtua) sehingga
5 Mahasiswa Indonesia juga sering mengganggap bahwa kuliah merupakan sumber
pengetahuan utama, sehingga catatan kuliah yang sebenarnya mereka dapatkan
secara sedikit demi sedikit, di jadikan sebagai jimat yang ampuh, disamping itu
kebanyakan mahasiswa hanya melakukan datang, duduk, dengar dan catat [D3C].
Kadang mahasiswa merasa mereka tidak usah datang kuliah tetapi cukup dengan
mengkopi saja catatan teman. (Achsin El-Qudsy tahun 2008 )
Setiap mata kuliah memiliki tujuan pembelajaran, dan di harapkan
mahasiswa dapat memenuhi kompetensi sesuai tujuan pembelajaran di
Fakultas/Jurusan. Hal yang mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar
mahasiswa, yaitu pendekatan belajar yang disebut learning approach yang akan
menentukan bagaimana mengolah materi yang diterima, dan bagaimana pula
individu memotivasi dirinya akan keyakinan dan harapan untuk keberhasilan
dalam raihan nilai yang dapat di peroleh juga dengan melakukan penyelesaian
tugas-tugas yang di berikan dalam kuliah yang selanjutnya akan menentukan
kualitas dari proses belajar tersebut.
Menurut Biggs (1999), keberhasilan mahasiswa dapat di pengaruhi
oleh pendekatan belajar (learning approach) yang di pilihnya, yaitu apakah
mahasiswa menggunakan pendekatan belajar yang hanya di permukaan saja
(Surface Approach) sehingga apa yang sudah di pelajarinya tidak akan tinggal
lama karena motif dari pembelajaran itu hanya untuk sekedar lulus ataupun untuk
sekedar mendapat reward sehingga strategi pembelajaran yang di gunakan adalah
dengan sekadar menghafal materi, ataukah mahasiswa menggunakan pendekatan
6 mendapatkan informasi yang mendalam dengan strategi pengolahan materi secara
mendalam pula sehingga materi yang di pelajari oleh mahasiswa dapat bertahan
untuk jangka waktu yang cukup lama.
Learning approach yang di pilih akan menentukan bagaimana mahasiswa
menerima, mengolah dan memahami materi yang di ajarkan, yang pada akhirnya
dapat memenuhi kompetensi yang menjadi tujuan pembelajaran.
Teori Expectancy Task-Value di ciptakan untuk menjelaskan dan
memprediksi sikap individu terhadap objek dan tindakan, yang menyatakan
bahwa sikap yang di kembangkan dan di modifikasi berdasarkan penilaian
tentang keyakinan dan nilai-nilai. Expectancy Task-Value merupakan upaya
untuk memahami motivasi berprestasi dari individu yang berkaitan dengan faktor
harapan untuk sukses dan nilai-nilai tugas subyektif. Harapan adalah keyakinan
seseorang mengenai keberhasilannya pada tugas-tugas yang mereka lakukan
dalam jangka waktu pendek atau untuk masa depannya. Harapan juga mengacu
pada seberapa percaya diri seseorang dalam kemampuannya untuk berhasil dalam
tugas, sedangkan nilai tugas mengacu pada seberapa penting, berguna atau
menyenangkan tugas tersebut yang dirasakan oleh individu.
Expectancy Task-Value berkaitan dengan motivasi yang merupakan daya
penggerak menurut Eccles & Wigfield dan koleganya (dalam Pintrich & Schunk,
2002), memiliki dua konstruk, yaitu expectancy construct yang merujuk pada
harapan individu untuk berhasil, penilaian pribadi mengenai kemampuannya
dalam menyelesaikan tugas yang di berikan, dan persepsi individu tentang tingkat
7 mengerjakan dan keberhasilan dalam mengerjakan tugas-tugas, maka individu
dapat di katakan memiliki expectancy yang tinggi, demikian pula sebaliknya.
Konstruk kedua adalah value components yang merujuk pada seberapa
penting individu menganggap bahwa ia harus mengerjakan tugas dengan baik,
seberapa menariknya pengalaman individu saat mengerjakan tugas, seberapa
bergunanya melakukan penyelesaian tugas tersebut, dan seberapa besar
pengorbanan yang harus individu lakukan karena mengerjakan tugas-tugas
tersebut. Bila individu menganggap mata kuliah tersebut penting, berguna,
ataupun menarik, maka Task-Value individu dapat di katakan tinggi, namun bila
individu menganggap mata kuliah tersebut tidak penting, tidak berguna bagi
dirinya, ataupun tidak menarik dan individu merasa terbeban, maka Task-Value
individu terhadap mata kuliah tersebut rendah.
Berdasarkan wawancara pada beberapa dosen pengampu mata kuliah
yang di tunjang dengan praktikum dan mata kuliah tersebut merupakan mata
kuliah prasyarat, menyatakan bahwa ada mahasiswa yang dapat dan ada yang
bingung saat mencobakan teori yang di dapat di kelas pada saat praktikum.
Demikian juga ada mahasiswa yang masih mengingat dan dapat menjelaskan
materi yang ada di mata kuliah prasyarat di mata kuliah lanjutannya, tapi ada juga
yang tidak dapat menjelaskan ataupun lupa.
Jeanette Lyn Fung Choy, Glen O’Grady, Jerome I. Rotgans, menyatakan
bahwa pengukuran dari Learning Approach siswa sebagai suatu prediksi prestasi
8 Berdasarkan pengolahan data secara statistik oleh Devina Trisianto
(0030036), di dapat koefisien korelasi untuk keseluruhan Learning Approach dan
prestasi belajar sebesar 0,851. Untuk surface approach dan prestasi belajar
diperoleh koefisien korelasi sebesar -0,963, sedangkan untuk deep approach dan
prestasi belajar diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,976. Kesimpulan yang di
peroleh adalah terdapat hubungan yang erat dan signifikan antara Learning
Approach dan prestasi belajar. Diketahui pula bahwa terdapat hubungan yang
sangat erat dan signifikan yang berbanding terbalik antara surface approach dan
prestasi belajar, sedangkan untuk deep approach dalam hubungannya dengan
prestasi belajar di ketahui bahwa terdapat hubungan yang sangat erat dan
signifikan.
Xihe Zhu menyatakan bahwa dalam teori expectancy-value (Eccles dkk.,
1983), di jelaskan bahwa motivasi terutama di tentukan oleh expectancy-beliefs
seseorang, task values, perception of the task, dan faktor-faktor ini secara
langsung mempengaruhi prestasi siswa dan perilakunya.
Hallgeir Nilsen, menyatakan bahwa lebih menyukai memiliki mahasiswa
yang ber experience success, confident, well-being, dan siapa yang menghargai
apa yang mereka kerjakan, karena itu akan mempengaruhi perilaku akademik dan
keberhasilan akademis.
Penelitian Wasty Soemanto (2003) menyebutkan, pengenalan seseorang
terhadap prestasi belajarnya adalah penting, karena dengan mengetahui
hasil-hasil yang sudah di capai maka siswa akan lebih berusaha meningkatkan prestasi
9 karena siswa tersebut merasa termotivasi untuk meningkatkan prestasi belajar
yang telah di raih sebelumnya.
Motivasi belajar yang di miliki siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran
sangat berperan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran
tertentu (Nashar, 2004:11). Siswa yang bermotivasi tinggi dalam belajar
memungkinkan akan memperoleh hasil belajar yang tinggi pula, artinya semakin
tinggi motivasinya, semakin intensitas usaha dan upaya yang di lakukan, maka
semakin tinggi prestasi belajar yang di perolehnya.
Motif dan strategi learning approach yang di lakukan mahasiswa Jurusan
Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha saat menempuh Mata kuliah
“Rangkaian Listrik I” (yang merupakan mata kuliah prasyarat untuk mata kuliah
lanjutan dan mata kuliah ini di lengkapi juga dengan praktikum sebagai
penunjang pemahaman materi kuliah ini) pada semester genap 2012/2013, akan
menentukan bagaimana seorang mahasiswa mengolah materi yang di terima.
Motivasi belajar yang di artikan sebagai daya penggerak dalam diri individu saat
melakukan kegiatan belajar akan tercerminkan pada keyakinan kemampuan diri
serta harapan akan keberhasilan individu dalam pencapaian prestasi belajarnya,
membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai
“Pengaruh Learning Approach dan Expectancy Task-value terhadap Prestasi
Belajar” pada mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha
yang menempuh mata kuliah Rangkaian Listrik I pada semester genap
10 1.2 Identifikasi Masalah
Apakah terdapat pengaruh Learning Approach dan Expectancy Task Value
terhadap Prestasi Belajar dan seberapa besar pengaruh tersebut pada
mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha yang
menempuh mata kuliah Rangkaian Listrik I pada semester genap
2012/2013.
1.3 Maksud Penelitian
Untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh Learning Approach dan
Expectancy Task-Value terhadap Prestasi Belajar pada mahasiswa Jurusan
Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha yang menempuh mata kuliah
Rangkaian Listrik I pada semester genap 2012/2013.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Learning
Approach dan Expectancy Task-Value terhadap Prestasi Belajar pada
mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha yang
menempuh mata kuliah Rangkaian Listrik I pada semester genap
11 1.5 Kegunaan Penelitian
Kegunaan Teoretis
Untuk memperdalam teori Psikologi Pendidikan mengenai pengaruh
Learning Approach dan Expectancy Task Value mahasiswa terhadap
Prestasi Belajar.
Memberi masukan kepada peneliti lain yang berminat melakukan
penelitian lanjutan mengenai Learning Approach, Expectancy Task-
Value dan Prestasi Belajar.
Kegunaan Praktis
- Memberi informasi pada mahasiswa tentang pengaruh Learning Approach
dan Expectancy Task-Value terhadap Prestasi Belajar sehingga mahasiswa
dapat menentukan pendekatan belajar yang sebaiknya digunakan dalam
menempuh mata kuliah tersebut dan apa yang perlu dilakukan dalam
mencapai harapan keberhasilannya,
- Memberi informasi pada Dosen wali tentang pengaruh Learning
Approach dan Expectancy Task-Value terhadap Prestasi Belajar
mahasiswa, sehingga informasi ini dapat di gunakan dalam membimbing
mahasiswa, khususnya mahasiswa yang memiliki masalah atau kesulitan
belajar,
- Memberikan informasi pada dosen pengampu Mata Kuliah tersebut
12 terhadap Prestasi Belajar, sehingga informasi ini dapat di gunakan untuk
membantu mahasiswa dalam belajar mata kuliah tersebut,
- Memberi informasi pada Jurusan Teknik Elektro tentang pengaruh
Learning Approach dan Expectancy Task-Value terhadap Prestasi Belajar,
sehingga Jurusan dapat menentukan apa yang sebaiknya di siapkan agar
79
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
o Terdapat pengaruh yang antara Learning Approach terhadap Prestasi Belajar pada mahasiswa Jurusan Teknik Elektro yang menempuh MK Rangkaian Listrik I pada semester genap 2012/2013
o Terdapat pengaruh yang lemah antara Expectancy Task-Value terhadap Prestasi Belajar pada mahasiswa Jurusan Teknik Elektro yang menempuh MK Rangkaian Listrik I pada semester genap 2012/2013
o Secara simultan Learning Approach dan Expectancy Task-Value berpengaruh lemah terhadap Prestasi Belajar pada mahasiswa Jurusan Teknik Elektro yang menempuh MK Rangkaian Listrik I pada semester genap 2012/2013
5.2 Saran
Teoretis
80
Penelitian serupa juga dapat dilanjutkan dengan melihat pengaruh Expectancy Task-Value terhadap Prestasi Belajar dengan mediator Learning Approach.
Penelitian juga dapat dilakukan dengan memperhatikan pengaruh lain diluar Learning Approach dan Expectancy Task-Value.
Praktis
Bagi mahasiswa yang menempuh mata kuliah Rangkaian Listrik I, dapat mempunyai keyakinan tentang kemampuannya dan harapan untuk berhasil dalam menempuh perkuliahan karena mahasiswa mempunyai konsep diri yang menyangkut kemampuannya dalam memaknai tingkat kesulitan tugas dengan keinginan dan menganggap penting untuk mencapai prestasi optimal dari mata kuliah ini serta kebergunaannya pada masa mendatang.
Dan bagi dosen pengampu, dapat menginformasikan dan membimbing mahasiswa agar mahasiswa mempunyai keyakinan tentang kemampuannya dan harapan untuk berhasil dalam menempuh perkuliahan karena mahasiswa mempunyai konsep diri yang menyangkut kemampuannya dalam memaknai tingkat kesulitan tugas dengan keinginan dan menganggap penting untuk mencapai prestasi optimal dari mata kuliah ini serta kebergunaannya pada masa mendatang
81
DAFTAR PUSTAKA
Bandura, A. (1977); “Self-efficacy: Toward a Unifying Theory of Behavioral Change”, Psychological review, Vol.84, no.2, 191 – 215
Biggs,J. (1987); “Student Approaches to Learning and Studying”, Research Monograph, Australian Council for Educational Research, Melbourne
Biggs,J. (1993); “The Process of Learning”, 3th ed. New York : Prentice Hall
Biggs,J. (2002); “Teaching for Quality Learning at University”, second edition, The society for research into higher education & Open University Press
Choy, J.L.F., O’Grady, G., Rotgans, J.I. (2011); “Is The Study Process Questionnaire (SPQ) a good predictor of Academic Achievement? Examining the Mediating role of Achievement-related Classroom Behaviours”, Springer Science + Business Media B.V.
Eccles, J.S., Wigfield, A.(1995); ”In the Mind of the Actor : The Structure of Adolescents’ Achievement Task Values and Expectancy-Related Beliefs”, Personality and social Psychology Bulletin Vol. 21 no.3 (215-225)
Gage, N.L., & Berliner, D. C. (1998); “Educational Psychology” (6th ed.). Boston, MA: Houghton Mifflin
Hamdu, G., Agustina, L.(2011); “Pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar IPA di sekolah dasar” (Studi Kasus terhadap Siswa Kelas IV SDN Tarumanagara Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya) Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 12 No. 1 April 2011, ISSN 1412-565X
Harinaldi (2008); “Prinsip-prinsip Statistik Untuk Teknik dan Sains”, Erlangga, Jakarta
Harter, S. (1986); ”The Self-Perception profile for College Students”. Un-published manual, University of Denver, Denver, CO.
Kaplan R.M & Saccuzzo D.P., “Psychological Testing principles, application and issues”; Brooks/ Cole Publishing Company, Pacific Grove, California.
82
Lerner, M. Richard (1983); “Human Development A Life-Span Perspective”. United States of American : McGraw-Hill, Inc
Martia, A.J., Dowson, M. (2009); “Interpersonal Relationship, Motivation, Engagement, and Achievement” : Yield for Theory, Current Issues, and Educational Practice, Review of Educational Research, Spring, Vol. 79,No I, pp. 327 -365
Moh. Nazir (2005); “Metode Penelitian”. Bogor : Ghalia Indonesia
Nilsen, H. (2009); “Influence on Student Academic Behaviour through motivation, Self-Efficacy and Value-Expectation ; An Action Research Project to Improve Learning”, Issues in Informing Science and Information Technology, Vol. 6.
Rathus, S. A., & Nevid, J. S. (1995); “Adjustment and growth: Psychology and The challenges of life” (6th ed.). Ft. Worth: Harcourt Brace college publishers.
Richardson, J.T.E. (2005); “Students’ Approaches to Learning and Teachers’ Approaches to Teaching in Higher Education”, Educational Psychology Vol. 25, No. 6, December 2005, pp. 673–680
Rowe, J.W.K; “Approaches to study by first year engineering students”, School of engineering and the learning and teaching Institute, Sheffield Hallam University, Sheffield, UK , unduh 10 Oktober 2011.
Sprinthall, Norman A & Sprinthall, Richard C.(1990); “Educational Psychology A Developmental Approach”, 5th ed. Singapore : McGraw-Hill Book.Co
Stephanou, G. (2004); ”Effects of Ability Self-Perception, Perceived Task-Difficulty, Performance Expectations and Importance of Performance on Performance and Attributions in Specific Academic Domains”. Technological Educational Institute of Thessaloniki, Greece.
Vernoy, M. , Kyle, D.J. (2002); “Behavioral Statistics in Action”, 3rd edition,
Vansteenkiste, M., Simons, J., Lens, W., Matos, L., Lacante, M. (2004);”Less Is Sometimes More : Goal Content Matters”, Journal of Education Psychology, Vol.96, No.4, 755-764, University of Leuven.
83
Winkel, W.S.Sj.(1987); “Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Pengajaran”, PT. Gramedia – Jakarta.
Widiyatmo, A. (S 540209002)(2010); ”Hubungan minat dan motivasi dengan Prestasi Belajar mahasiswa Program Diploma III HIPERKES dan keselamatan kerja Fakultas Kedokteran Universias Sebelas Maret Surakarta”. Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Wigfield, A., Eccles, J.S. (1992); ”The Development of Achievement Task Values: A Theoretical Analysis”, Developmental Review 12, 000-000
Wigfield, A. (1994); ”Expectancy-Value Theory of achievement aotivation : A developmental perpective”, Educational Psychology Review, Vol 6,No.1.
Wigfield, A., Eccles, J.S. (2000);”Expectancy-Value Theory of Achievement Motivation”, Contemporary Educational Psychology 25, 68 – 81
Winkel, W.S.(1983); “Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar”. Gramedia, Jakarta
Yong, F. L. (2010); ”A Study on the Self-Efficacy and Expectancy for Success of Pre-University Students”, European Journal of Social Sciences – Volume 13, Number 4.
Zhu, X. (2009); “Examining the Relation Between Student Expectancy-Value Motivation, Achievement in Middle-School Physical Education, and After-School Physical Activity Paricipation”, Department of Kinesiology, After-School of Public Health
84
DAFTAR RUJUKAN
Adelina,I. (2009); “Studi Deskriptif mengenai Learning Approach pada mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah PPLK di Universitas Kristen Bandung”, Fakultas Psikologi Universitas Kristen Bandung.
Biggs,J., Kember, D. and Leung, D.Y.P. (2001); “The Revised Two-factor Study Process Questionnaire : R-SPQ-2F”, British Journal of Educational Psychology (2001), 71, 133-149. The British Psychological Society
Pintrich, P.R .& Schunk, D.H. (2002); “Motivation in Education”, 2nd edition, Theory, Research, and Applications.
Sugiyono (2002); ”Statistika Untuk Penelitian”, CV. AlfaBeta, Bandung.
Teknik Elektro UKM (2011); ”Buku panduan Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha perioda 2011/2012”, Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha, Bandung.
Trisianto, D. (2006); “ Hubungan antara Learning Approach dan Prestasi Belajar pada mahasiswa fakultas Psikologi angkatan 2003 di Universitas X Bandung”. Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung.
www.azuarjuliandi.com ; ”Method of Successive Interval”.
http://episentrum.com/artikel-psikologi/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-prestasi/
http://ainamulyana.blogspot.com/2012/02/motivasibelajar.html#sthash.6gu827C O.dpuf