• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL MEDIA DAN REAGENSIA PROGRAM STUDI DIV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MODUL MEDIA DAN REAGENSIA PROGRAM STUDI DIV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL

MEDIA DAN REAGENSIA

PROGRAM STUDI DIV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA

LUBUK PAKAM

(2)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

Visi

Menjadi Institut yang unggul dan profesional dalam bidang kesehatan di tingkat nasional dan asia tahun 2028.

Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang unggul, berkarakter, dan kompeten yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan globalisasi;

2. Menyelenggarakan penelitian yang inovatif, produktif dan responsif terhadap ilmu pengetahuan, teknologi dan kebutuhan masyarakat;

3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlandaskan nilai dan tanggung jawab sosial; dan

4. Menjalin kerjasama yang baik dengan stakeholder mulai dari pemerintah, dunia usaha dan masyarakat sebagai pengguna lulusan.

(3)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

FAKULTAS FARMASI

Visi

Menghasilkan lulusan yang unggul dan professional dalam mutu pendidikan di bidang Farmasi Klinis dan Komunitas serta Mikrobiologi Molekuler Klinis yang Mampu Bersaing di tingkat Nasional dan Asia Tahun 2022.

Misi

1) Menyelenggarakan proses belajar mengajar yang kondusif dengan sistem yang mendukung pada FF sehingga pembelajaran tersebut menghasilkan prodi yang dapat menghasilkan alumni berkarakter unggul, kompeten, dan excellent service.

2) Menyelenggarakan proses praktik laboratorium yang kondusif dan handal di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.

3) Mengoptimalkan dan mengimplementasikan penelitian bidang Farmasi Klinis dan Komunitas dan Mikrobiologi Molekuler Klinis dengan menggunakan pendekatan riset dalam bidang Farmasi dan Teknologi Laboratorium Medik.

4) Mengimplementasikan program pengabdian kepada masyarakat berbasis riset untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di bidang Farmasi dan Teknologi Laboratorium Medik

5) Mengembangkan kerjasama dengan institusi pendidikan, pelayanan, organisasi, dan stakeholders baik dalam maupun luar negeri

(4)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK

Visi

Menjadi program studi yang unggul dan professional dalam bidang Mikrobiologi Molekuler Klinis Tahun 2022

Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan Teknologi Laboratorium Medik yang unggul dan excelent service dalam bidang Mikrobiologi Molekuler Klinis.

2. Menyelenggarakan proses praktik laboratorium yang kondusif diberbagai fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.

3. Mengoptimalkan dan mengimplementasikan penelitian di bidang Mikrobiologi Molekuler Klinis dengan menggunakan pendekatan riset dalam bidang Teknologi Laboratorium Medik.

4. Mengimplementasikan program pengabdian kepada masyarakat berbasis riset untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di bidang Mikrobiologi Molekuler Klinis 5. Mengembangkan kerjasama dengan institusi pendidikan, pelayanan, organisasi, dan

stakeholders baik dalam maupun luar negeri

(5)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas karunia dan izin- Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Modul yang berjudul “Media dan Reagensia”

Pada kesempatan ini pula, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung dan mengarahkan kami sehingga Modul ini dapat di selesaikan dengan baik dan bermanfaat dalam pembelajaran, kami menyadari bahwa dalam penyusunan modul ini, masih banyak kekurangan yang di temui. Untuk itu, kami mengharapkan adanya saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kesempatan Modul ini.

Akhir kata, semoga Modul ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua terutama bagi para pembaca dan pelajar di bidang Media dan Reagensia.

Lubuk Pakam, 2021

(6)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

OVERVIEW/RUANG LINGKUP ... 1

1. DESKRIPSI MATA KULIAH ... 1

2. RELEFANSI MATA KULIAH ... 2

3. METODE PEMBELAJARAN DAN ALOKASI WAKTU ... 2

4. PENGALAMAN BELAJAR MAHASISWA ... 4

BAB I. PENDAHULUAN ... 5

A. LATAR BELAKANG ... 5

B. DEFINISI MEDIA DAN REAGENSIA ... 5

BAB II.MEDIA DAN REAGENSIA ... 17

A. PENGERTIAN MEDIA DAN REAGENSIA ... 17

BAB III MEDIA REAGENSIA DAN BAHANNYA ... 23

A. PENGERTIAN REAGENSIA ... 23

B. KELAS REAGENSIA ... 23

C. JENIS REAGENSIA ... 23

D. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN REAGENSIA BUATAN SENDIRI ... 23

E. ETIKET ... 23

BAB IV.MEDIA DAN REAGENSIA ... 27

A. PENGERTIAN MEDIA ... 27

(7)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

ii

B. SYARAT – SYARAT MEDIA ... 27

C. SECARA UMUM FUNGSI DARI SUATU MEDIA PERBENIHAN ... 27

D. BAHAN – BAHAN MEDIA PERTUMBUHAN ... 24

E. JENIS – JENIS PERBENIHAN ... 27

BAB V. MEDIA DAN REAGENSIA PADA MEDIA SELEKTIF ... 40

A. PENGERTIAN MEDIA SELEKTIF ... 40

B. SYARAT – SYARAT MEDIA ... 40

BAB VI. MACAM – MACAM REAGEN DILABORATORIUM ... 43

A. PENGERTIAN REAGEN LABORATORIUM ... 43

BAB VII. UJI KUALITAS REAGEN ... 46

A. PENGERTIAN REAGEN ... 46

B. PENGERTIAN UJI KUALITAS REAGEN ... 46

C. UJI KULALITAS REAGEN ... 46

D. CARA PENGUJIAN REAGEN ... 46

E. MENJAGA KUALITAS REAGEN ... 46

F. WAKTU UJI KUALITAS REAGEN ... 46

BAB VIII CARA PERHITUNGAN DAN PEMBUATAN REAGEN ... 49

A. PENGERTIAN REAGEN ... 49

B. MACAM – MACAM REAGEN ... 49

C. KEGUNAAN REAGEN ... 49

D. CARA PERHITUNGAN PEREAKSI ... 49

E. PEMBUATAN REAGEN ... 49

(8)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

ii

BAB IX. REAGEN DILABORATORIUM KLINIK ... 85

A. MENURUT TINGKAT KEMURNIAN REAGEN/ZAT KIMIA ... 85

B. MENURUT CARA PEMBUATAN ... 85

C. JENIS REAGEN ... 85

D. KONDISI REAGEN ... 85

BAB X. MEDIA DAN REAGENSIA PADA LABORATORIUM HEMATOLOGI ... 85

A. PENEGERTIAN MEDIA DAN REAGENSIAN ... 85

B. LABORATORIUM HEMATOLOGI ... 85

BAB XI. REAGENSIA IODOMETRI ... 85

A. PENGERTIAN ... 85

BAB XII. PERSYARATAN REAGENSIA DAN BAHAN ACUAN PADA LABORATORIUM KIMIA ... 85

A. PERSYARATAN REAGEN DAN BAHAN ACUAN ... 85

BAB XIII. REAGEN BENEDICT ... 89

A. PENGERTIAN REAGEN BENEDICT ... 89

B. BENTUK DAFTAR PUSTAKA ... 89

C. PENYUSUNAN DAFTAR PUSTAKA ... 89

BAB XIV. PEMBUATAN REAGENSIA KUALITATIF KIMIA FARMASI ... 89

A. PEMBUATAN DIAZO A DAN DIAZO B ... 89

B. PEMBUATAN PEREAKSI KIMIA KLINIK ... 89

C. PEMBUATAN INDIKATOR ... 89

D. PEMBUATAN LARUTAN DASAR ... 89

(9)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

ii

DAFTAR PUSTAKA ... 90

(10)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

1

OVERVIEW/RUANG LINGKUP

1. DESKRIPSI MATA KULIAH

Mata kuliah Media dan Reagensia merupakan mata kuliah yang bersifat wajib ditempuh mahasiswa, tujuannya adalah untuk membekali mahasiswa pengetahuan dan pemahaman tentang sistem prinsip dasar dan utama adalah agar mahasiswa dapat memahami cara menguji suatu bahan dengan baik. Kegiatan yang ada di laboratorium, dan sudah seharusnya Anda melakukan dalam menginokulasi mikroba atau biakan mikroba yang sudah ditentukan dengan baik . Secara garis besar kita mempelajari pengujian suatu bahan itu dengan baik dan teliti. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi.

Kompetensi:

Pada Akhir perkuliahan mahasiswa mampu:

a. Menjelaskan Media dan konsepnya b. Menjelaskan Reagensia dan konsepnya

c. Menjelaskan macam – macam reagen dilaboratorium d. Menjelaskan uji kualitas reagen

e. Menerapkan media dan reagensia pada media selektif f. Memahami perhitungan dan pembuatan Reagen g. Memahami reagen dilaboratorium klinik

h. Menjelaskan persyaratan Reagensia dan acuan pada laboratorium kimia

(11)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

2

2. RELEFANSI MATA KULIAH

1. Mampu memahami tentang definisi dan mengenal bahan dari Media dan Reagensia

2. Mampu memahami tentang Reagensia dan konsepnya

3. Mampu memahami tentang Media dan Reagensia dan bahannya 4. Mampu memahami tentang Media dan Reagensia pada Media selektif 5. Mampu memahami tentang Macam – macam Reagen dilaboratorium 6. Mampu memahami tentang Uji kualitas Reagen

7. Mampu memahami tentang Cara perhitungan dan pembuatan Reagen 8. Mampu memahami Reagen dilaboratorium klinik

9. Mampu memahami tentang Media dan Reagensia pada laboratorium hematologi

10. Mampu memahami tentang Reagensia Iodometri

11. Mampu memahami tentang Persyaratan Reagensia dan Bahan acuan pada laboratorium kimia

12. Mampu memahami tentang Reagen benedict

13. Mampu memahami tentang Pembuatan Reagensia kualitatif kimia farmasi

3. METODE PEMBELAJARAN DAN ALOKASI WAKTU

Pertemuan dilaksanakan oleh Tim dosen dengan perincian :

 Pertemuan 1-8 diberikan oleh dosen Pengasuh I

 Sedangkan pertemuan 10-17 diberikan oleh dosen Pengasu II

(12)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

2

 Pada pertemuan 1 sampai 6, perkuliahan diberikan dalam bentuk penjelasan oleh dosen di depan kelas dengan berbagai alat bantu seperti LCD viewer,

Laptop, dan white board.Bahan kuliah berupa

(13)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

3

print out Power Point maupun buku ajar diberikan sejak awal kuliah. Selain itu, untuk memacu mahasiswa belajar, diberikan quiz yang akan diselenggarakan setiiap dua kali pertemuan (sesuai jadwal).

 Pada pertemuan 7-8, pembelajaran berupa presentasi mahasiswa yang dibagi dalam 4 kelompok. Pada waktu-waktu tertentu dosen memberikan tugas (untuk didiskusikan di kelas), mini quiz, dan tugas membuat resume hasil diskusi yang diberikan selama perkuliahan. Bahan kuliah. Anatomi Fisiologi II juga dapat diakses melalui internet (eLisa). Materi tugas yang diberikan (untuk didiskusikan di kelas) berupa pembuatan makalah ataupun powerpoint mengenai beberapa system yang tidak dibicarakan dalam waktu yang terjadwal, ataupun mencari materi/bahan terbaru tentang berbagai system organ tubuh termasuk fungsinya, baik melalui jurnal maupun melalui internet.

Tugas berupa makalah atau powerpoint dikumpulkan pada jadwal yang ditentukan. Diskusi dilaksanakan melalui mekanisme horse shoe group.

Pembelajar dibagi dalam beberapa kelompok, kemudian tutor memberi penjelasan secukupnya tentang pokok bahasan yang akan dibuat artikel dan didiskusikan oleh seluruh kelompok. Saat diskusi, seluruh anggota kelas berhak untuk mengajukan pertanyaan. Yang menjawab pertanyaan adalah masing-masing anggota kelompok presentator.

(14)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

4

4. PENGALAMAN BELAJAR MAHASISWA

Pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester, adalah bentuk kegiatan belajar mahasiswa yang dipilih agar mahasiswa mampu mencapai kemampuan yang diharapkan di setiap tahapan pembelajaran. Proses ini termasuk di dalamnya kegiatan asesmen proses dan hasil belajar mahasiswa.

(15)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

5

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Hampir semua proses kimia berlangsung dalam larutan sehingga penting untuk memahami sifat - sifatnya. Larutan adalah sesuatu yang penting bagi manusia dan mahluk hidup pada umumnya.

Reaksi – reaksi kimia berlangsung antara dua campuran zat, bukannya antara zat murni.larutan pada dasarnya adalah fase yang homogen yang mengandung lebih dari satu komponen.komponen yang terdapat dalam jumlah besar disebut pelarut atau solvent sedangkan komponen dalam jumlah kecil disebut zat terlarut atau solute.

Konsentrasi dalam suatu larutan didefinisikan sebagai jumlah solute yang ada dalam jumlah larutan atau pelarut. Konsentrasi dapat dinyatakan dalam beberapa cara antara lain molaritas, molalitas, normalitas dan sebagainnya.larutan berperan penting dalam kehidupan sehari hari. Tubuh manusia menyerap mineral , vitamin, dan makanan dalam bentuk larutan. Obat obatan biasanya merupakan larutan air atau alcohol dari senyawa fisiologis aktif. Larutan biasanya terdiri dari dua zat atau lebih yang merupakan campuran homogen.

Konsentrasi adalah kuantitas relative suatu zat tertentu didalam larutan.

Konsentrasi merupakan factor penting yang menentukan cepat atau lambatnya reaksi berlangsung.larutan yang mengandung sebagai besar solute relatif terhadap pelarut, berarti larutan tersebut konsentrasi ringgi atau pekat. Sebaliknya bila mengandung sejumlah kecil solute maka konsentrasinya rendah atau encer.

BAB I

(16)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

5

Media merupakan material nutrien yang dipersiapkan untuk pertumbuhan mikroorganisme di laboratorium. Media pertumbuhan yang baik adalah media yang mengandung semua nutrien yang diperlukan oleh organisme yang akan ditumbuhkan.

Nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan mikroba diklasifikasikan menjadi dua kategori yaitu fisikal dan kimiawi. Aspek fisik yaitu temperatur, pH, tekanan osmotik, kondisi udara. Aspek kimia meliputi sumber karbon, nitrogen, sulfur, fosfor, trace element, oksigen, dan faktor pertumbuhan organik (Murwani, 2015).

Salah satu media pembiakan yang paling baik dan biasa digunakan adalah media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) karena memilki pH yang rendah (pH 4,5 sampai 5,6) sehingga menghambat pertumbuhan bakteri yang membutuhkan lingkungan yang netral dengan pH 7,0 dan suhu optimum untuk pertumbuhan antara 25-300C (Cappucino, 2014).

Media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) merupakan media yang tersusun dari komponen glukosa 40 g, pepton 10 g dan agar 15 g yang digunakan untuk menumbuhkan jamur. Media Sabouraud Dextrose Agar(SDA) dibuat oleh pabrik atau perusahaan tertentu dalam sediaan siap pakai (ready for use), harganya mahal, higroskopis dan hanya dapat diperoleh pada tempat-tempat tertentu (Aini dan Rahayu, 2015).

Media tumbuh merupakan media yang dipersiapkan untuk digunakan sebagai media penumbuh mikroba. Berdasarka bentuknya, media tumbuh dapat dibagi menjadi cair (broth) dan media padat ( agar). Perbedaan dari keduanya yaitu penambahan tepung adalah untuk memadatkan media. Sedangkan media padat

(17)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

5

dibagi menjadi 3 macam yaitu : media agar tegak (deep agar), agar miring (slants agar), dan lempeng agar (plate agar).

Pada media cair prinsip utama dalam menginokulasi mikroba atau biakan adalah menumbuhkan mikroba tersebut dan mengamati pola pertumbuhannya.

Media cair merupakan media yang tidak mengandung agar, contohnya LB dan NB.

1. DEFINISI MEDIA DAN REAGENSIA

Media adalah suatu campuran bahan yang mengandung nutrisi untuk pembiakan atau pertumbuhan, mempertahankan dan menyeleksi bakteri yang dibiakan secara invitro (diluar tubuh) sehingga dapat dijelaskan bakterinya Sedangkan Reagensia itu sendiri adalah suatu zat atau senyawa atau larutan dalam

konsentrasi tertentu yang digunakan untuk mengetahui penjelasan dari suatu analisa.

Media adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat hara (nutrient) yang digunakan untuk membiakkan mikroba. Media terdapat bermacam-macam yang

Dapat digunakan untuk isolasi, perbanyakan, pengujian sifat-sifat fisiologis dan perhitungan jumlah mikroba maupun untuk transport specimen dari suatu tempat

ke tempat pemeriksaan mikrobiologi. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media berupa molekul-molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. Dalam pemeriksaan mikrobiologi, media menjadi suatu hal yang penting agar mikroba yang dapat hidup dan menentukan bahwa mikroba yang diperiksa adalah benar-benar mikroba yang dicari atau yang diharapkan.Upaya pembiakan mikroorganisme memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai agar bakteri dapat berkembang dengan baik. Dalam pertumbuhannya,

(18)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

5

mikroorganisme memerlukan bahan-bahan organik dan ion-ion pendukung sebagai sumber energi dan katalis (Morse & Meitzner, 2010).

Faktor-faktor yang penting bagi proses pembiakan mikroorganisme yaitu nutrisi, oksigen dan gas lain, kelembaban, pH media, suhu, serta kontaminan. Media yang baik untuk pembiakan mikroorganisme harus mengandung unsur-unsur seperti karbon, nitrogen, fosfat inorganic, sulfur, logam, air, dan mineral (Zimbro et al. 2009 )

(19)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

6

(20)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

10

(21)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

17

MEDIA DAN REAGENSIA

A. Pengertian Media dan Reagensia

Media dan Reagensia adalah suatu bidang studi yang dalam pembelajarannya membahas tentang persyaratan – persyaratan dan bagaimana cara menguji suatu bahan.

1. Pengertian Media

Media merupakan suatu campuran bahan-bahan tertentu dengan aquadest yang dapat menimbulkan mikro organisme pada derajat keasaman dan inkubasi tertentu, atau bahan yang di gunakan untuk memperkembangakan mikro organisme di laboratorium secara invitro. Sebelum di gunakan media harus dalam keadaan steril, artinya tidak di tumbuhi oleh mikroba lain yang tidak di harapkan.

Persyaratan-persyaratan agar media dapat di tumbuhi dan mikroba dapat berkembang dengan baik yaitu :

a. Dalam media harus terkandung semua unsur hara yang di perlukan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri.

b. Media harus mempunyai tekanan osmosa dan PH yang sesuai dengan kebutuhan mikroba.

c. Media harus keadaan steril.

2. Pengertian Reagensia

BAB II

(22)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

17

Reagensia adalah larutan zat dalam komposisi dan konsentrasi tertentu yang digunakan untuk mengenali zat lain yang belum diketahui sehingga diketahui isi zat lain tersebut. Reagensia yang baik harus memiliki sifat : mudah didapat, bahan murni, mudah dimurnikan, mudah pembuatannya, stabil, tahan lama, dapat membantu reaksi kimia, bereaksi sensitif dan spesifik dengan zat uji.

Reagensia merupakan pereaksi yang paling banyak digunakan dalam

Laboratorium Klinik untuk melaksanakan kegiatan analisa hingga didapatkan hasil kegiatan uji. Untuk itu sebuah laboratorium selayaknya harus mempersiapkan

reagensia berupa larutan atau bubuk yang akan digunakan untuk mereaksikan dengan bahan uji.

Beberapa Reagensia memiliki komposisi yang unik sehingga perlu teknik atau proses pelarutan tertentu, ada juga dengan membagi larutan terlebih dahulu kemudian dicampur larutannya, ada juga yang teknik pelarutan menggunakan katalisator seperti pemanasan, pembentukan ikatan kompleks dan penggunaan pelarut khusus.

Reagensia yang telah dibuat harus diberi label dalam botolnya supaya tidak tertukar, disertai dengan pemberian konsentrasi pada label tersebut. Botol yang umumnya digunakan terbuat dari borosilikat berwarna gelap atau coklat agar terhindar dari kerusakan akibat cahaya matahari langsung. Konsentrasi yang umum digunakan misal pada Indikator menggunakan persen (%), atau larutan asam basa menggunakan normalitas (N) atau molaritas (M).

Apabila reagensia yang telah rusak atau telah lama dibuat, maka perlu dibuang dan digantikan dengan yang baru. Ada beberapa reagensia yang stabil hingga

(23)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

17

bertahun-tahun dan ada juga yang stabil hanya 1 bulan saja. Oleh sebab itu perlu pengetahuan lebih dalam kestabilan tiap reagensia yang dibuat.

(24)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

23

REAGENSIA DAN KONSEPNYA

A. Pengertian

Reagensia adalah larutan zat dalam komposisi dan konsentrasi tertentu yang digunakan untuk mengenali zat lain yang belum diketahui sehingga diketahui isi zat lain tersebut. Reagensia yang baik harus memiliki sifat : mudah didapat, bahan murni, mudah dimurnikan, mudah pembuatannya, stabil, tahan lama, dapat membantu reaksi kimia, bereaksi sensitif dan spesifik dengan zat uji.

Reagensia merupakan pereaksi yang paling banyak digunakan dalam Laboratorium Klinik untuk melaksanakan kegiatan analisa hingga didapatkan hasil kegiatan uji. Untuk itu sebuah laboratorium selayaknya harus mempersiapkan reagensia berupa larutan atau bubuk yang akan digunakan untuk mereaksikan dengan bahan uji.

Beberapa Reagensia memiliki komposisi yang unik sehingga perlu teknik atau proses pelarutan tertentu, ada juga dengan membagi larutan terlebih dahulu kemudian dicampur larutannya, ada juga yang teknik pelarutan menggunakan katalisator seperti pemanasan, pembentukan ikatan kompleks dan penggunaan pelarut khusus.

Reagensia yang telah dibuat harus diberi label dalam botolnya supaya tidak tertukar, disertai dengan pemberian konsentrasi pada label tersebut. Botol yang umumnya digunakan terbuat dari borosilikat berwarna gelap atau coklat agar terhindar dari kerusakan akibat cahaya matahari langsung. Konsentrasi yang umum digunakan misal pada Indikator menggunakan persen (%), atau larutan asam basa menggunakan normalitas (N) atau molaritas (M).

BAB III

(25)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

23

Apabila reagensia yang telah rusak atau telah lama dibuat, maka perlu dibuang dan digantikan dengan yang baru. Ada beberapa reagensia yang stabil hingga bertahun- tahun dan ada juga yang stabil hanya 1 bulan saja. Oleh sebab itu perlu pengetahuan lebih dalam kestabilan tiap reagensia yang dibuat.

B. KELAS REAGENSIA

Berdasarkan kemurniannya, reagensia dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu : a. Kelas Teknis (t)

Kelas ini, kemurnian reagensia sangat rendah, tidak dapat digunakan untuk analisa laboratorium, hanya digunakan dalam keperluan teknis saja, namun masih bisa digunakan sebagai pelarut, pemeriksaan kualitatif.

b. Kelas Farmakope (f)

Kelas ini memiliki kemurnian yang disyaratkan oleh farmakope. Reagensia ini kurang cocok untuk keperluan analisa di laboratorium karena masih kurang murni.

Kelas Chemical Pure (cp)

c. Kelas ini memiliki kemurnian yang sangat tinggi, cocok untuk digunakan dalam analisa laboratorium. Memiliki kemurnian yang cukup tinggi hingga 99,90%

d. Kelas Pro Analis (pa)

Kelas ini hampir sama dengan kelas chemical pure, merupakan kelas yang sangat murni, sangat cocok untuk keperluan analisis, memiliki kemurnian diatas 99,99%

hingga mencapai 100%.

(26)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

23

C. JENIS REAGENSIA

Berdasarkan jenis reagensia, dikelompok dalam 2 jenis yaitu : 1. Reagensia Komersial

Direkomendasikan sebagai reagen yang digunakan dalam analisa di laboratorium karena sudah diatur komposisi, ketelitian hingga keakuratan untuk pemeriksaan.

2. Reagensia Buatan Sendiri

Reagensia yang dibuat sendiri karena tidak tersedianya reagensia komersial.

D. KENTUNGAN DAN KERUGIAN REAGENSIA BUATAN SENDIRI 1. Keuntungan

 Dapat dibuat segar sehingga penundaan dan kerusakan, baik dalam transportasi dan penyimpanan dapat dihindari.

 Penggunaan zat pengawet dapat dihindari.

 Bila timbul masalah mengenai reagen dan standar, dapat diketahui penyebabnya sebab proses pembuatan diketahui.

 Bila reagensia terkontaminasi atau rusak, dapat segera diganti dengan yang baru dengan membuat sendiri, tanpa harus menunggu pengiriman reagensia.

 Memberikan penghematan kepada laboratorium.

2. Kerugian

 Sulit di standarisasi

 Biasanya tidak menjamin uji quality control (QC)

 Tidak dapat ditentukan stabilitasnya.

(27)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

23

E. ETIKET

Setiap reagensia yang dibuat selalu tercantum tulisan beserta petunjuk yang biasa disebut sebagai etiket. Etiket yang harus dicantum pada reagensia yang baru saja dibuat meliputi :

1. Nama Reagensia

2. Konsentrasi (satuan yang digunakan) 3. Tanggal Pembuatan

4. Tanggal Pemakaian 5. Batas kadaluarsa 6. Pembuat Reagensia 7. Petunjuk Lainnya

Sebaiknya etiket terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak terutama akibat terkena reagensia tersebut, merekat kuat, mudah dilepas atau dibersihkan dan mudah dibaca. Botol yang digunakan sebaiknya terbuat dari kaca, lebih baik berwarna coklat atau gelap agar tidak dirusak oleh pengaruh sinar matahari.

(28)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

27

MEDIA REAGENSIA DAN BAHAN PEMBUATAN

A. PENGERTIAN MEDIA

Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media berupa molekul- molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan isolasi mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komposisi media pertumbuhannya sesuai kebutuhan bakteri. Oleh karena bakteri yang berbeda memerlukan kebutuhan akan nutrisi yang berbeda pula, sehingga dikembangkan berbagai macam media pertumbuhan untuk digunakan dalam diagnosa mikrobiologi. Media biakan yang mampu mendukung optimalisasi pertumbuhan milroorganisine harus dapat memenuhi persyaratan nutrisi bagi mikroorganisme. Unsur tersebut berupa garam organik, sumber energi (karbon), vitamin dan zat pengatur tumbuh (ZPT). Selain itu dapat pula ditambahkan komponen lain seperti senyawa organik dan senyawa kompleks lainnya.

B. SYARAT-SYARAT MEDIA

 Media harus mengandung semua nutrisi yang mudah digunakan oleh mikroba

 Media harus mempunyai tekanan osmosa, tegangan permukaan dan pH yang sesuai

 Media tidak mengandung zat penghambat kecuali yang sengaja ditambahkan dengan pertumbuhannya media selektif atau one-purpose media

BAB IV

(29)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

27

 Media harus steril

C. SECARA UMUM, FUNGSI DARI SUATU MEDIA PERBENIHAN DIANTARANYA:

 Isolasi

 Memperbanyak

 Pengujian sifat-sifat fisiologis atau biokimia

 Perhitungan jumlah mikroba

 Menyimpan mikroba

D. BAHAN-BAHAN MEDIA PERTUMBUHAN a. Bahan dasar

1. Air (H20) sebagai pelarut

2. Agar (dari rumput laut) yang berfungsi untuk pemadat media. Agar sulit didegradasi oleh mikroorganisme pada umumnya dan mencair pada suhu 45°C.

3. Gelatin adalah polimer asam amino yang diproduksi dari kolagen.Kekurangannnya adalah lebih banyak jenis mikroba yang mampu menguraikannya dibanding agar.

4. Silica gel, yaitu bahan yang mengandung natrium silikat. Fungsinya juga sebagai pemadat media. Silica gel khusus digunakan untuk memadatkan media bagi mikroorganisme autotrof obligat.

5. Nutrisi atau zat makanan

6. Nikroba dapat menggunakan sumber N anorganik seperti urea. Media harus mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk metabolisme sel yaitu berupa unsur makro seperti C, H, O, N, P, unsur mikro seperti Fe, Mg 7.

(30)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

27

7. Sumber karbon dan energi yang dapat diperoleh berupa senyawa organik atau anorganik sesuai dengan sifat mikrobanya.Jasad heterotroph memerlukan sumber karbon organik antara lain dari karbohidrat, lemak, protein dan asam organik.

8. Sumber nitrogen mencakup asam amino, protein atau senyawa bernitrogen lain dan sejumlah vitamin.

b. Bahan tambahan

Bahan-bahan tambahan yaitu bahan yang ditambahkan ke medium dengan tujuan.tertentu, misalnya phenol red (indikator asam basa) ditambahkan untuk indicator perubahan pH akibat produksi asam organik hasil metabolisme. Antibiotik ditambahkan untuk menghambat pertumbuhan mikroba nontarget/kontaminan.

c. Bahan lain yang sering digunakan dalam pembuatan media

1. Peptone, peptone adalah produk hidrolisis protein hewani atau nabati seperti otot, liver, darah, susu, casein, lactalbumin, gelatin dan kedelai Komposisinya tergantung pada bahan asalnya dan bagaimana cara memperolehnya.

2. Meat extract. Meat extract mengandung basa organik terbuat dari otak.limpa, plasenta dan daging sapi.

3. Yeast extract. Yeast extract terbuat dari ragi pengembang roti

atau pembuat alcohol. Yeast extract mengandung asam amino yang lengkap &

vitamin (Bcomplex).

4. Karbohidrat. Karbohidrat ditambahkan untuk memperkaya pembentukan asam amino dan gas dari karbohidrat. Jenis karbohidrat yang umumnya digunakan dalam amilum, glukosa, fruktosa, galaktosa, sukrosa, manitol, dll. Konsentrasi yang ditambahkan untuk analisis fermentasi adalah 0,5-1%

(31)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

27

E. JENIS MEDIA PERBENIHAN

Oleh karena bakteri yang berbeda memerlukan kebutuhan akan nutrisi yang berbeda pula, sehingga dikembangkan berbagai macam media pertumbuhan untuk digunakan dalam diagnosa mikrobiologi.

Media perbenihan terdiri dari dua bentuk yaitu bentuk cair dan padat (agar).

a. Media Perbenihan Padat

Media padat dibuat dengan penambahan bahan pengeras pada campuran bahan gizi dan air. Biasanya digunakan agarosa yang memiliki sifat cair pada suhu ≥ 95°C tetapi berbentuk padat pada suhu dibawah 50°C. Dengan kondisi inkubasi yang sesuai bakteri dapat tumbuh dan berkembang dalam jumlah yang banyak sehingga dapat dilihat tanpa menggunakan mikroskop. Pertumbuhan bakteri membentuk kelompok yang terdiri dari satu jenis bakteri yang disebut koloni, dengan kata lain dalam satu koloni adalah bakteri yang sama genus dan spesiesnya memiliki karakteristik gen dan fenotip yang sama. Pembiakan bakteri yang terdiri dari satu macam koloni yang seragam disebut dengan pembiakan murni. Pembiakan yang murni diperlukan untuk identifikasi bakteri, untuk memudahkan pengambilan koloni yang sama ketika ditanam pada media identifikasi. Salah satu contoh media padat, yaitu;

Plate Count Agar (PCA)

PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate, yeast extract, dextrose, agar) hingga membentuk suspensi 22.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). Media PCA ini baik

(32)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

27

untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.Medium padat memiliki struktur fisik (kaldu tidak memiliki struktur) dan ini memungkinkan bakteri tumbuh di informatif atau berguna cara fisik (misalnya, sebagai koloni atau dalam garis). Solid media biasanya digunakan sebagai miring, menusuk, piring petri. Ilustrasi, medium padat

b. Media Perbenihan Cair

Pada media cair, bahan-bahan gizi dilarutkan dalam air sehingga pertumbuhan bakteri ditandai dengan perubahan warna madia menjadi keruh, semakin banyak bakteri tumbuh akan semakin keruh larutan. Salah satu contoh media cair yaitu;

Trypticase Soy Broth (TSB)

TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum, untuk isolasi, dan

penumbuhan bermacam mikroorganisme. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen.

Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH biokimia bakteri medium cair pada aplikasi uji.

d. Solid vs media pertumbuhan cair

Escherichia coli atau sel-sel E.coli dapat tumbuh pada padat atau dalam medium

(33)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

27

pertumbuhan cair di bawah kondisi laboratorium. Padat dan media cair mungkin memiliki komposisi yang sama persis kecuali bahwa media padat berisi agar-agar 1.5% ekstra. Klon E.coli yang berbeda mungkin memiliki sifat yang berbeda. Koloni yang tumbuh pada media padat merupakan klon yang berbeda. Koloni ini digunakan untuk seleksi klon di kloning DNA dan ekspresi protein dalam studi biologi molekuler.

Sebuah klon E.coli yang dipilih dapat ditanam dalam jumlah besar dalam media cair.

Sebuah media cair sering digunakan untuk DNA plasmid dan produksi protein rekombinan. E.coli sel memiliki sifat pertumbuhan yang berbeda di dalam media padat atau cair meskipun mereka memiliki komposisi yang sama kecuali agar. Sebagai contoh, sel-sel E.coli dapat tumbuh di piring medium padat pada pH 11, tetapi mereka tidak dapat tumbuh dalam media cair dengan pH 9 atau lebih tinggi. Semua kondisi pertumbuhan dibahas dibawah ini hanya berkaitan dengan media cair kecuali jika dinyatakan lain.

(34)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

40

MEDIA DAN REAGENSIA PADA MEDIA SELEKTIF

A. PENGERTIAN MEDIA SELEKTIF

Media selektif (selective medium) /media penghambat aalah media yang ditambah zat kimia tertentu yang bersifat selektif untuk mencegah pertumbuhan mikroba lain sehingga dapat mengisolasi mikroba tertentu, misalnya media yang mengandung kristal violet pada kadar tertentu, dapat mencegah pertumbuhan bakteri gram positif tanpa mempengaruhi bakteri gram negatif.

Media ini selain mengandung nutrisi juga ditambah suatu zat tertentu sehingga media tersebut dapat menekan pertumbuhan mikroba lain dan merangsang pertumbuhan mikroba yang diinginkan.Contohnya adalah Luria Bertani medium yang ditambah Amphisilin untuk merangsang E.coli resisten antibotik dan menghambat kontaminan yang peka, Ampiciline Salt broth yang ditambah NaCl 4% untuk membunuh Streptococcus agalactiae yang toleran terhadap garam.Media ini dipakai untuk menyeleksi mikrorganisme sesuai dengan yang diinginkan, jadi hanya satu jenis mikrorganisme saja yang dapat tumbuh dalam media ini atau hanya satu kelompok tertentu saja.

Contohnya :

 EMB(Eosin Metilena Biru) Agar

 MacConkeyAgar(MCA)

Media selektif untuk isolasi dan identifikasi bakteri Gram negatif terutama bakteri yang berasal dari tinja dan urin.

 Salmonella Shigella Agar ( SSA )

Merupakan media yang mempunyai selektif tinggi untuk isolasi salmonella sp BAB

V

(35)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

40

 Thiosulfate Citrate Bilesalt Sucrose ( TCBS )Agar

1. Media selektif untuk isolasi Vibrio sp.\

A. Mac CONKEY agar

 Disimpan pada suhu +15°C hingga +25°C

 pH 6.9 - 7.4

 Termasuk media padat

Media MacConkey Agar membedakan bakteri yang memfermentasi laktosa, (berkoloni merah muda) dengan yang nonfermentasi (tidak berwarna). NaCl yang terkandung dpt menghambat koloni bakteri proteus. Koloni salmonella halus dan tak berwarna. Mempunyai keistimewaan memilah bakteri enteric gram negatif yang memfermentasi lak-tosa, karena media ini mengandung laktosa, crystal violet dan neutral red bile salt.

Kemampuan coli memfermentasi laktosa menyebabkan penurunan pH, sehingga mempermudah absorpsi neutral red untuk mengubah koloni menjadi merah bata. Koloni lain (S. aureus; P. aeruginosa dan Salmonella), bila tumbuh tidak akan berwarna karena tidak mampu memfermentasi laktosa. Mikroba lain yang dapat tumbuh pada media ini antara lain Enterobacter;Proteus; Salmonella; Shigella, Aerobacter; Enterococcus.

B. Coli growth on McConkey agar.

(36)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

40

Mac Conkey agar adalah medium kultur yang dirancang untuk tumbuh bakteri gram negatif dan noda mereka untuk fermentasi laktosa. Dalam media ini Enterobacteriaceae dan bakteri gram negatif dan membedakan mereka ke dalam fermentor laktosa dan non- laktosa fermentor. Kehadiran garam empedu dan kristal ungu akan menghambat pertumbuhan mikroorganisme gram positif. Penggabungan laktosa berfungsi sebagai satu- satunya sumber karbohidrat. Basil. Gram-negatif yang menghasilkan laktosa ferments merah tua menjadi merah muda koloni.

C. Media Eosin Methylene Blue

 Simpan pada +15°C hingga +25°C.

 Ph 7.0 - 7.2

Media tidak boleh digunakan jika ada tanda-tanda kontaminasi, kemerosotan (menyusut, retak, atau perubahan warna) atau jika tanggal kadaluarsa telah berlalu). Termasuk agar padat

D. Eosin-Metilena Blue Agar

Metilena Eosin-agar biru adalah selektif, diferensial media yang digunakan untuk isolasi dan identifikasi bakteri gram negatif. Eosin Y dan pewarna biru metilena menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan memungkinkan pertumbuhan bakteri gram negatif. Laktosa dan sukrosa dimasukkan untuk memungkinkan diferensiasi isolat didasarkan pada fermentasi laktosa.

Fermentasi terdeteksi oleh perubahan warna dan pengendapan pH pewarna seperti tetes. Sukrosa didirikan sebagai berfungsi sebagai alternatif lain sumber karbohidrat untuk laktosa lambat fermentor. mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi

(37)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

40

untuk memilah mikroba yang memfermentasi laktosa seperti E. coli dengan mikroba yang tidak memfermentasikan laktosa seperti S. aureus; P. aeruginosa dan Salmonella.

Mikroba yang memfermentasi lak-tosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam, sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Adanya eosin dan methylene blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. Bagaimanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E Colli. Pada EMB jika E.coli tumbuh ini akan memberikan kemilau hijau metalik khas (karena sifat metachromatic pewarna, E.coli gerakan menggunakan flagela, dan asam kuat produk akhir fermentasi).

Beberapa spesies Citrobacter, dan Enterobacter juga akan bereaksi dengan cara ini untuk EMB. Coli-jenis koloni sangat gelap, hampir hitam, kalau diamati secara langsung terhadap cahaya. Oleh pantulan cahaya kemilau hijau dapat dilihat yang disebabkan oleh pengendapan methylene biru.

E. Coli dalam EMB agar

Contoh pertumbuhan bakteri serta morfologinya pada agar EMB

 Escherichia coli Biru-hitam, gelap yang berpusat koloni dengan hijau, kilau metalik

 Spesies Salmonella tak berwarna atau transparan, terang-ungu koloni

 Coklat berlendir spesies Klebsiella koloni biru-hitam dengan pusat

 Proteus Halus, transparan, tak berwarna koloni

 Klebsiella pneumoniae: pertumbuhan, ungu koloni, tidak ada kemilau F. Media Thiosulfat Citrate Bile Salt Sucrose Agar (TCBSA)

(38)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

40

Dilarutkan kedalam 1000 ml air. Panaskan sampai mendidih. Dinginkan pada 450C – 500 C. Tuangkan tiap 15 – 20 ml kedalam cawan petri. Digunakan untuk menumbuhkan bakteri Vibrio sp Vibrio sp dalam TCBS agar.

Contoh bakteri yang dpt tumbuh pada agar TCBS beserta karakteristiknya

 cholerae Kuning koloni.

 parahaemolyticus Blue berpusat hijau koloni.

 mimicus, V. damsela hijau koloni.

 vulnificus Hijau (85%) atau kuning (15%).

 hollisae Hijau (pertumbuhan yang sangat miskin).

G. SAMONELLA SHIGELLA AGAR

 Simpan pada +15°C hingga +25°C.

 7.0 - 7.2

Bakteri Salmonella mempunyai karakteristik gram negatif; berbentuk batang, tidak membentuk spora, aerob/fakultatif an-aerob. Ia dapat memfermentasi glukosa dengan membentuk asam/gas dan dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit.

Mempunyai sifat katalase positif dan oksidase negatif serta mudah tumbuh pada kebanyakan media. Media Salmonella Shigella Agar Media SSA dilarutkan ke dalam 1000 ml air. Dipanaskan sampai homogen kemudian di tuang ke dalam erlemeyer petridis.

Pengujian Salmonella juga memerlukan tahapan yang cukup panjang dan hanya dengan pengujian lengkap maka seseorang bisa menyimpulkan keberadaan Salmonella . Uji Salmonella umumnya didahului dengan tahap pre-enrichment pada medium kaya untuk meyembuhkan sel Salmonella yang luka ( injured ) , selective-enrichment (pengkayaan selektif) pada media selektif untuk menghalau bakteri-bakteri non Salmonella.

(39)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

40

Morfologi khas kolonial pada Salmonella Shigella Agar adalah :

 E.coli pertumbuhan, merah muda atau merah

 Enterobacter / Klebsiella Sedikit pertumbuhan, pink

 Proteus tak berwarna, biasanya dengan pusat hitam

 Salmonella tak berwarna, biasanya dengan pusat hitam

 Shigella berwarna

 Pseudomonas beraturan, sedikit pertumbuhan.

 Salmonella typhi: tak berwarna koloni, pusat hitam.

H. SAMONELLA SHIGELLA AGAR Ket :A: Klebsiella pneumoniae

B: Escherichia coli C: Salmonella sp.

D: Proteus mirabilis

E : Pseudomona aeruginosa.

B. SYARAT MEDIA

 Mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan dalam pertumbuhan mikroba.

 Mempunyai pH sesuai, tegangan permukaan dan tekanan osmose.

 Tidak mengandung zat penghambat.

Untuk mencegah terkontaminasinya media oleh mikroorganisme, maka sebaiknya hal-hal yang perlu diperhatikan:

1. Mencuci tangan dan rambut sebelum praktikum.

(40)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

40

2. Menggunakan jas lab dan sarung tangan yang steril.

3. Sebelum dan sesudah praktikum meja kerja dan tangan disemprotkan alkohol 70%.

4. Menggunakan alat dan bahan yang sudah disterilkan.

5. Tidak banyak bercanda dan berbicara saat praktikum berlangsung.

6. Menggunakan masker.

7. Bekerja didekat zona steril (pembakar spirtus).

(41)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

43

MACAM – MACAM REAGEN DILABORATORIUM

1. PENGERTIAN REAGEN LABORATORIUM

Reagen laboratorium adalah alat laboratorium yang berupa cairan yang digunakan untuk mengetahui suatu reaksi kimia atau sebagai reaktan.

Reagen laboratorium adalah zat atau senyawa kimia yang ditambahkan dengan tujuan untuk membawa tentang reaksi kimia atau ditambahkan untuk melihat jika reaksi terjadi.

Selain istilah reagen, ada juga istilah reaktan namun istilah reaktan diartikan sebagai zat khusus yang dikomsumsi dalam proses reaksi kimia.

Zat atau dua zat yang dicampurkan tersebut akan membuat, mengukur dan membangun keberadaan reaksi kimia dengan menggunakan bantuan reagen laboratorium. Ada beberapa laboratorium alami yaitu : contoh reagen

1. Collins Reagen Laboratorium adalah reagen yang digunakan untuk membantu berbagai zat yang kompleks dan alkohol yang digunakan untuk mengoksidasi.

BAB VI

(42)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

43

2. Fenton Reagen Laboratoriumadalah reagen yang memiliki gaya analitis yang dimanfaatkan untuk membasmi sesuatu tertentu yang alami dan organic bahan kimia seperti tetrakloroetilena (PCE) dan trichloroethylene (TCE).

3. Fehling Reagen Laboratorium adalah larutan natrium hidroksida, tembaga sulfat dan kalium natrium tartrat yang secara khusus digunakan untuk menguji kandungan aldehida dan gula dalam zat tertentu seperti urin

4. Grignard Reagen Laboratorium adalah reagan untuk dibuat ketika menggunakan respon yang dihasilkan dari campuran alkil dan magnesium. Hampir semua senyawa organik memerlukan ini untuk reaksi kimia tertentu untuk membuat ikatan karbon-karbon.

5. Millon Reagen Laboratorium adalah cairan reagen investigasi dalam jenis yang unik yang dibuat dengan mencairkan logam Merkurius dengan asam nitrat dan kemudian menyiram turun untuk mendapatkan suatu kepadatan yang diinginkan. Jenis ini adalah zat yang digunakan untuk mendeteksi larutan protein.

Reaksi kimia itu prosesnya memerlukan pelarut dan katalis. Katalis tetap tidak akan berubah setelah setiap reaksi namun harus benar-benar mengubah waktu reaksi akan terjadi. Sedangkan pelarut di sini adalah zat yang mengurangi padat dan

(43)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

43

menghasilkan jenis solusi. Fungsi lain dari reagen ini adalah dapat digunakan dalam pengujian dan menganalisis bahan kimia.

Beberapa contoh berikut ini adalah reagen atau larutan khusus yang ada di laboratorium:

1. Air barit yang digunakan untuk Reagensia CO2

Cara pembuatannya adalah dengan memasukkan 70 gr dalam 1 liter air yang telah dididihkan, lalu kocok sampai larutan menjadi jenuh. Setelah jenuh, ambil larutan yang jernih.

2. Air Brom sebagai oksidator

Masukkan 25 ml Brom dalam 500 ml air, kemudian kocok secara hati-hati hingga larutan Brom larut. Berhati-hatilah karena air Brom yang terkena tangan dapat membakar kulit. Gunakan sarung tangan dan kerjakan di tempat terbuka.

(44)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

43

3. Air Kanji yaitu reagensia untuk yodium

Cara mendapatkan larutan ini adalah campurkan 2 gr Amilum dengan 0,01 gr dan tambahkan sedikit air dingin. Kemudian aduk hingga menjadi pasta. Setelah itu encerkan dengan air mendidih sampai sebanyak 1 liter. Lalu didihkan larutan itu selama beberapa menit. Setelah itu dinginkan dan simpan larutan dalam botol reagen.

4. Aseto Orsin sebagai pewarna kromosom (untuk bidang biologi)

Cara pembuatan larutan melarutkan 2,2 gram Orsin ke dalam 100 ml Asam Asetat glasial. Pada pemakaiannya, encerkan 10 ml larutan ini dnegan 12 ml air.

5. Biuret yaitu reagensia untuk urea dan protein

Cukup larutkan 0,75 gram biuret dalam 1 liter larutan NaOH2 M.

6. Aqua Regia untuk melarutkan logam-logam mulia

Cara pembuatan adalah dengan mencampurkan satu bagian pekat dengan tiga bagian HCI pekat.

7. Hematoksilin yaitu untuk membedakan bagian bagian dari sel dan jaringan (bidang biologi)adalah dengan melarutkan

8. Lugol yaitu reagensia untuk uji amilum

Caranya 2 gram Hematoksilin dalam 100 ml Alkohol. Lalu tambahkan 100 ml air, 100 ml gliserol, 10 ml Asam asetat glacial, dan kalium aluminium sulfat berlebih. Setelah itu biarkan dalam botol terbuka di bawah sinar matahari hingga warnanya berubah merah tua. Biasanya reagen lugol ini dibuat dalam larutan kalium iodide (KI), hal ini disebabkan karena lod sendiri susah larut di dalam air. Kemudian larutkan 12,7 gram dan 10 gram KI ke dalam 100 ml air. Lalu larutan yang terjadi dibuat 1 liter dengan menambahkan air.

(45)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

43

9. Molish digunakan untuk tes wol dan karbohidrat

Cara membuatnya pun mudah yaitu larutkan 5 gram Alfanaftol dalam 100 ml Alkohol atau Kloroform.

10. Schwietzer sebagai pelarut selulosa

Caranya yaitu melarutkan 5 gram ke dalam 100 ml air. Kemudian didihkan larutan tersebut. dengan menambahkan larutan NaOH, sehingga tida terjadi lagi endapan.

Saring dan cuci endapan sampai bersih. Terakhir, larutkan endapan ini dalam sedikit larutan amonia 4 M.

(46)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

46

UJI KUALITAS REAGEN

A. PENGERTIAN REAGEN

Kata- kata “ reagen” dan “reaktan” dapat digunakan secara bergantian. Reaksi kimia dapat terjadi ketika dua atau lebih reaktan digabungkan bersama. Reaktan harus hadir untuk menciptakan reaksi kimia, tanpa mereka tidak akan ada reaksi. Pelarut dan katalis tetap tidak berubah setelah setiap reaksi tapi benar-benar mengubah waktu reaksi yang akan terjadi. Pelarut adalah zat yang mengurangi padat dan menghasilkan jenis solusi.

Reagen dapat digunakan dalam pengujian bahan kimia.

Beberapa reagen digunakan sebagai komponen dasar dalam biologi molekuler yang spesifik. Beberapa reagen lain juga digunakan dalam kit dan tes yang digunakan untuk mendeteksi organisme yang lain. Reagen biasanya dimaksudkan untuk tujuan penelitian, bahan baku dalam biologi molekuler, penggunaan forensic, tesd arah, imunologi dan farmasi proses.

Reagen adalah bahan yang menyebabkan atau bahan yang dikonsumsi dalam suatu reaksi kimia dan juga berperan dalam reaksi kimia yang digunakan untuk menunjukkan kemurnian pada zat kimia yang cukup untuk sebuah percobaan. Tetapi sebuah reagen air tidak boleh mengandung banyak ketidak murniaan seperti ion natrium, klorida atau bakteri.

Reagen memiliki banyak kegunaan dan sebagian besar melibatkan nyawa aplikasi. Zat atau dua zat membuat, mengukur, membangun keberadaan reaksi kimia dengan bantuan reagen.

BAB VII

(47)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

46

B. PENGERTIAN UJI KUALITAS REAGEN

Uji Kualitas Reagen adalah kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh setiap laboratorium terhadap reagen secara terus-menerus agar diperoleh hasil pemeriksaan yang tepat. Pengendalian kualitas reagen seperti semua produk lain yang digunakan dalam pengujian reagen baik dibeli atau dikupas di laboratorium, harus secara jelas tanggal dimana mereka pertama kali membuka. Setiap reagen harus diuji untuk memastikan reaksi yang diharapkan diperoleh. Jika reagen adalah produk langka, mahal, atau sulit untuk mendapatkan seperti antiserum diagnostik, tidak perlu harus dibuang pada tanggal kedaluwarsa. Jika memuaskan sensitivitas dan spesifisitas masih dapat diverifikasi dengan prosedur pengendalian kualitas normal, laboratorium dapat menunjukkan pada label botol tanggal verifikasi kualitas reagent. Semua reagen harus diuji untuk kualitas pada interval ditetapkan oleh masing-masing laboratorium untuk memastikan bahwa tidak ada kerusakan telah terjadi.

C. UJI KUALITAS REAGEN

Reagen yang digunakan di laboratorium ada yang dapat dibuat sendiri dan ada yang sudah jadi/komersial.Baik reagen yang dibuat sendiri maupun yang komersial mempunyai persyaratan-persyaratan tertentu.

a. Reagen buatan sendiri Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

1) Bahan kimia anhidrat (tidak mengandung molekul air)

Bahan kimia anhidrat (tidak mengandung molekul air)yang digunakan untuk pembuatan larutan standar kalibrasi dan titrasi harus dikeringkan terlebih dahulu dalam oven dengan suhu 105°C–110°C minimal 1-2 jam, sebaiknya satu malam.

(48)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

46

Kemudian dinginkan sampai suhu kamar dalam desikator, timbang dalam jumlah yang tepat lalu dilarutkan.

2) Untuk garam hidrat (mengandung molekul air) cukup dikeringkan dalam desikator akuadest yang dipakai.Air yang mengandung kaporit akan mempengaruhi reagen untuk pemeriksaan kalsium dan klorida, sedangkan air yang mengandung banyak logam akan mempengaruhi pemeriksaan logam dan pewarna.

3) Larutan kerja sifatnya tidak tahan lama sehingga harus dibuat secukupnya sesuai kebutuhan.Untuk penyimpanan sebaiknya dalam bentuk larutan stok

(larutan induk).

4) Wadah reagen perlu diberi label.

Label yang berisikannama reagen (rumus kimia), tanggal pembuatan dan paraf pembuat.

5) Harus diketahui sifat bahan kimia yang dibuat.

Reagen tertentu tidak boleh disimpan berdekatan atau dicampur karena dapat bereaksi.

6) Penyimpanan untuk reagen tertentu mempunyai persyaratan khusus

Misalnya tidak boleh terkena paparan cahaya, harus pada suhu ruangan, suhu dingin atau beku dan sebagainya.

b. Reagen yang sudah jadi/komersial Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

1) Etiket/label wadah

Umumnya pada reagen komersial sudah tercantum nama atau kode bahan, tanggal produksi dan batas kadaluwarsa serta nomor batch reagen tersebut.

2) Batas kadaluwarsa

(49)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

46

Perhatikan batas kadaluwarsanya berlaku untuk reagen yang disimpan pada kondisi baik dan belum pernah dibuka, karena reagen yang wadahnya sudah pernah dibuka mempunyai masa daluwarsa lebih pendek dari reagen yang belum dibuka.

3) Keadaan fisik

Kemasan harus dalam keadaan utuh, isi tidak mengeras dan tidak ada perubahan warna.

D. CARA PENGUJIAN KUALITAS REAGEN.

1. Berdasarkan penampakan fisik.

2. Dengan bahan kontrol assayed yang diketahui nilainya.

3. Menggunakan strain bakteri (khususnya larutan cat)

Bahan kontrol merupakan bahan yang digunakan untuk memantau ketetapan suatu pemeriksaan di laboratorium atau untuk mengawasi kualitas hasil pemeriksaan sehari-hari.

Macam bahan kontrol:

1. Bahan kontrol unassayed: tidak mempunyai nilai rujukan

2. Bahan kontrol assayed: mempunyai nilai rujukan serta diketahui batas toleransinya menurut metode pemeriksaan.

Selain upaya untuk menjaga dan menjamin kualitas reagent di laboratorium, kita juga perlu melakukan upaya pengujian terhadap kualitas reagent yang kita gunakan Khusus untuk reagent di laboratorium Mikrobiologi berikut adalah daftar jenis larutan pewarna dan reagen mikrobiologi dengan cara pengujiannya:

1. Pewarna gram

spesimen/media yang digunakan: Sediaan apus Organisme kontrol dan hasil yang diharapkan:

(50)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

46

 Streptococcus = Coccus gram positif

 Coli = Basil gram negatif 2. Pewarna Ziehl neelsen

Spesimen/media yang digunakan: Sediaan apus dahak Organisme kontrol dan hasil yang diharapkan:

 M. tubercolosis = tampak adanya BTA berbentuk batang merah

 Campuran flora tidak tahan asam = tidak ditemukan BTA 3. Pewarna acridine orange

Organisme kontrol dan hasil yang diharapkan:

 E.Coli = Basil/cocci

 S. aureus = Berfluoresensi 4. Pewarna Giemsa

Spesimen/media yang digunakan: Hapusan darah tepi Organisme kontrol dan hasil yang diharapkan:

 Parasit malaria = ditemukan parasit malaria 5. Larutan Jodium

Spesimen/media yang di gunakan: tinja yang diawetkan dengan formalin Organisme kontrol dan hasil yang diharapkan:

 Kista entamoeba sp/giardia 1 = terlihat inti kista 6. Pewarna Spora

Organisme kontrol dan hasil yang diharapkan:

 Baciles species = spora terwarnai satu warna, Bacillus terwarnai warna lain/counter stain

(51)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

46

7. Basitracin disc

Spesimen/media yang digunakan: Agar darah Organisme kontrol dan hasil yang diharapkan:

 S. pyogenes = ada zona pembatas

 S. faecalis = tidak ada zona pembatas 8. Catalase

Spesimen/media yang di gunakan: Tryptic soy agar Organisme kontrol dan hasil yang diharapkan:

 S. aureus = terlihat adanya bubbles (gelembung)

 S. faecalis = tidak terdapat bubbles 9. ONPG

Spesimen/media yang di gunakan: TSI atau Kliger agar Organisme kontrol dan hasil yang diharapkan:

 Serratia marcescens = berwarna kuning

 E.Coli, S typhymurium, proteus SP = tidak berwarna 10. Optochin disc

Spesimen/media yang digunakan : Blood Agar Organisme kontrol dan hasil yang diharapkan:

 S.pneumoniae = tidak ada pertumbuhan di sekitar disc

 S. Mitis 11. Oxidase

Spesimen/media yang digunakan: Tryptic soy agar Organisme kontrol dan hasil yang diharapkan:

(52)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

46

 P. aeruginosa = Warna koloni menjadi merah

 E.Coli = hitam/ungu dalam 20 detik koloni tidak berubah warna 12. Coagulase

Organisme kontrol dan hasil yang diharapkan:

 S.aureus = terbentuk gumpalan dalam 4 jam

 S.epidermis = tidak berbentuk gumpalan 13. Indole

Organisme kontrol dan hasil yang diharapkan:

 E.coli = Cincin merah pada permukaan

 aerogenes = tidak berbentuk gumpalan 14. Methyl red

Organisme kontrol dan hasil yang diharapkan:

 E.Coli = warna merah

 aerogenes = tidak berwarna 15. Voges proskauer

Organisme kontrol dan hasil yang diharapkan:

 E.aerogenes = warna merah

 E.Coli = tidak berwarna 16. Oxidase disc

Organisme kontrol dan hasil yang diharapkan:

 P.aeruginosa = warna ungu dalam 30 detik

 E.coli = Tidak berwarna dalam 30 detik

(53)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

46

E. MENJAGA KUALITAS REAGEN

Untuk menjaga kualitas reagen, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

1. Bahan kimia anhidrat, tidak mengandung molekul air yang digunakan untuk larutan standar kalibrasi dan titrasi harus dikeringkan terlebih dahulu dalam oven suhu 105-1100C selama 1 malam, kemudian didinginkan dalam desikator, timbang dalam jumlah tepat lalu larutkan.

2. Untuk garam hidrat cukup dikeringkan dalam desikator.

Pada waktu pengenceran harus diperhatikan kualitas aquadest yang dipakai. Air yang mengandung kaporit akan mempengaruhi reagen untuk pemeriksaan kalsium, dan klorida sedangkan air yang mengandung banyak logam akan mempengaruhi pemeriksaan logam dan pewarna.

3. Larutan kerja sifatnya tidak tahan lama, sehingga harus dibuat secukupnya sesuai kebutuhan untuk penyimpanan sebaiknya dalam bentuk larutan stop.

4. Harus diketahui sifat bahan kimia yang dibuat.

5. Wadah reagen harus diberi etiket sehingga dapat mengetahui rumus kimia reagen, tanggal pembuatan dan siapa yang membuat reagen tersebut.

F. WAKTU UJI KUALITAS REAGEAN Uji Kualitas Dilakukan pada saat :

1. Setiap kali BATCH larutan kerja dibuatt 2. Setiap minggu (khususnya untuk Zn).

3. Bila sudah mendekati tanggal kadaluarsa.

4. Bila ditemukan tanda-tanda kerusakan (timbul endapan, kekeruhan, perubahan warna).

5. Bila terdapat kecurigaan terhadap hasil pemeriksaan.

(54)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

49

CARA PERHITUNGAN DAN PEMBUATAN REAGEN

A. PENGERTIAN REAGEN

Kata- kata “ reagen” dan “reaktan” dapat digunakan secara bergantian. Reaksi kimia dapat terjadi ketika dua atau lebih reaktan digabungkan bersama. Reaktan harus hadir untuk menciptakan reaksi kimia, tanpa mereka tidak akan ada reaksi. Pelarut dan katalis tetap tidak berubah setelah setiap reaksi tapi benar-benar mengubah waktu reaksi yang akan terjadi. Pelarut adalah zat yang mengurangi padat dan menghasilkan jenis solusi. Reagen dapat digunakan dalam pengujian bahan kimia.

Beberapa reagen digunakan sebagai komponen dasar dalam biologi molekuler yang spesifik. Beberapa reagen lain juga digunakan dalam kit dan tes yang digunakan untuk mendeteksi organisme yang lain. Reagen biasanya dimaksudkan untuk tujuan penelitian, bahan baku dalam biologi molekuler, penggunaan forensic, tesd arah, imunologi dan farmasi proses.

Reagen adalah bahan yang menyebabkan atau bahan yang dikonsumsi dalam suatu reaksi kimia dan juga berperan dalam reaksi kimia yang digunakan untuk menunjukkan kemurnian pada zat kimia yang cukup untuk sebuah percobaan. Tetapi sebuah reagen air tidak boleh mengandung banyak ketidak murniaan seperti ion natrium, klorida atau bakteri.

Reagen memiliki banyak kegunaan dan sebagian besar melibatkan nyawa aplikasi. Zat atau dua zat membuat, mengukur, membangun keberadaan reaksi kimia dengan bantuan reagen.

BAB VIII

(55)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

49

B. MACAM-MACAM REAGEN

Reagen di bagi menjadi dua : a. Reagen Alami

Reagen yang sudah ada pada zat tersebut, Contohnya : 1. Fenton Reagen

reagen gaya analitis reagen dimanfaatkan untuk membasmi tertentu alami dan organik bahan kimia seperti tetrakloroetilena (PCE) dan trichloroethylene (TCE).

2. Grignard Reagen

Reagen ini biasa dibuat ketika menggunakan respon yang di hasilkan campuran alkil dan magnesium.

3. Fehling Reagen

Larutan ini berupa natrium hidroksida, tembaga sulfat dan kalium natrium tartrat yang kusus digunakan untuk menguji kehadiran aldehida dan gula dalam zat tertentu seperti urin.

4. Collins reagen

reagen ini digunakan untuk membantu beberapa zat-zat yang kompleks dan alkohol untuk mengoksidasi.

b. Reagen Kimia

Reagen yang dibuat oleh tangan manusia untuk kepentingan orang banyak Konsentrasi larutan.Konsentrasi larutan merupakan ukuran yang digunakan untuk menyatakan kuantitas zat terlarut dalam suatu pelarut atau larutan. Terdapat berbagai cara yang

(56)

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

49

digunkan untuk menyatakan konsentrasi larutan, danmasing-masing cara memiliki berbagai kegunaan masing-masing.

1. Persen massa, Persen Volum, dan Persen massa/Volum

Persen masa dan volum adalah cara paling sederhana untuk menyatakan konsentras suatu larutan dengan membandingkan massa atau volum masing-masing bagian. Cara lain untuk menyatakan konsentrasi adalah persen massa/volum.

Contohnya, jika melarutkan 0,9 gram NaCl dalam 100 ml air, maka kita menuliskan larutan 0,9% NaCl. Persen massa/volum dalam bidan medis dan farmasi

2. Bagian per juta, bagian Per Miliar, dan Bagian per triliun

Cara lain untuk menuliskan konsentrasi suatu larutan yang konsentrasinya sangat kecil adalah dengan per juta, per miliar, per triliun. Prinsip yang digunakan pada dasarnya

adalah persen massa dengan konsentrasi kecil. Cara pernyataan seperti ini banyak digunakan pada ilmu lingkungan.

3. Fraksi mol dan persen mol

xA = nA atau xB = nB nA + nB nA + nB

keterangan : xA : fraksi mol zat A nA : mol zat A xB : fraksi mol zat B

Referensi

Dokumen terkait

2) Peritoneum viseral: melapisi semua organ yang berada dalam rongga abdomen. 3) Ruang yang berada diantara kedua lapisan disebut ruang peritoneal. 4) Didalam

Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu caram mekanik, cara fisik, dan cara kimiawi. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang

Pada uji Iod, hanya amilum yang menunjukkan hasil positif termasuk polisakarida dengan menunjukkan perubahan warna menjadi biru kehitaman.Dalam tubuh manusia,

Hemoglobin adalah suatu protein tetrametrik dalam eritrosit yang mengangkut oksigen ke jaringan dan mengembalikan karbon dioksida dan proton ke paru-paru. Hemoglobin terdiri

140 bekerja sama, dan mengalami saat-saat biasa dan istimewa dengan orang-orang lawan jenis tanpa hubungan asmara. Kedua, persahabatan yang lebih istimewa. Adalah

Suatu tipe difusi yang melibatkan molekul karier (pembawa). Molekul yang larut air, seperti glukosa dan gula lainnya, beberapa asam amino, vitamin yang larut air,

air steril untuk memperoleh faktor pengenceran sebesar 1000 kali (10 -3 ).. 9) Untuk menghitung total mikroba dalam sampel tanah, prosedur yang dipakai persis sama

Sabouraud (diucapkan sah-bu-Ro ') medium agar dikembangkan oleh dokter kulit Perancis, Raymond JA Sabouraud pada akhir 1800 untuk mendukung pertumbuhan jamur yang