Taye Shim +62-21-515-1140 [email protected] For subscription of our Daily Focus, please contact us at [email protected]
Price performance by sector since the recent market plunge (since April 24)
Source: KDB Daewoo Securities Research
Embun Pagi
Government-led economic growth
Pasar sangat rawan penurunan. Mengingat latar belakang ekonomi yang mengecewakan di 1Q15 dikombinasikan dengan pelemahan yang lanjut ke 2Q15 membuat kami berharap investor untuk menjual pada setiap rebound tren.
Menariknya, salah satu sektor terburuk selama periode penurunan adalah sektor keuangan.
Melihat kembali pergerakan pasar yang cenderung naik (sebelum penurunan di tanggal 27 April), kami terkejut melihat sektor keuangan merupakan salah satu sektor yang terburuk performanya dengan penurunan sebesar 13,4% (vs IHSG - 9,2%). Kami berasumsi bahwa: 1) aksi jual investor asing, 2) kekhawatiran atas pelemahan ekonomi berkelanjutan dan 3) intervensi peraturan baru pada kredit mikro. Menurut Usaha Kementerian Badan Usaha Milik Negara, bank BUMN diwajibkan untuk memotong suku bunga kredit pada Kredit Usaha Rakyat (pinjaman mikro untuk bisnis kecil).
Seperti yang kita ketahui dalam beberapa bulan sebelumnya, pemerintahan Jokowi menjanjikan pemulihan ekonomi. Peraturan baru di bank BUMN didahului oleh serangkaian intervensi awal: a) potongan harga semen, b) penurunan harga gas negara, c) pajak cukai yang lebih tinggi dan d) penyesuaian pajak pada industri pelayaran, dan lain-lain. Kami berharap investor untuk menilai kembali keselarasan kepentingan antara pemegang saham dan pemerintah yang dapat menambahkan tekanan jual lebih pada lingkungan pasar yang rapuh saat ini. Kami tetap mempertahankan sikap taktis beralih dan merekomendasikan investor untuk mengambil pendekatan wait and see sampai kita menemukan kejelasan lebih lanjut tentang kebijakan ekonomi pemerintah.
Market Index
Last Trade Chg (%) MoM YoY
JCI 4,935.8 0.1 -5.7 0.0
MSCI EM 979.5 0.3 -6.4 -6.9
HANG SENG 27,280.5 1.4 -3.3 15.4
KOSPI 2,052.2 -0.3 -2.6 3.1
FTSE 6,784.9 -0.9 -1.6 1.0
DJIA 17,898.8 -0.8 -1.3 7.5
NASDAQ 5,051.1 -0.6 0.7 17.9
Valuation
2015F P/E (x) P/B (x) ROE (%)
JCI 15.5 2.5 18.3
Key Rates
Last Trade Chg (bps) MoM YoY
Policy Rate 7.50 0 -25 -25
3yr 8.35 8 44 94
10yr 8.70 -6 71 67
FX
Last Trade Chg (%) MoM YoY
USD/IDR 13,331.00 0.0 1.9 12.8
USD/KRW 1,114.63 0.5 2.7 9.3
USD/JPY 123.39 0.0 3.5 21.2
USD/CNY 6.21 0.0 0.0 -0.2
Commodities
Last Trade Chg (%) MoM YoY
WTI 60.0 -1.3 -1.0 -36.9
Gold 1,181.6 0.0 -3.5 -7.1
Coal 61.8 -1.0 -0.6 -25.4
Palm Oil 670.0 0.8 0.0 -20.7
Rubber 139.8 0.0 1.7 -3.5
Nickel 13,125.0 -1.3 -6.1 -27.4
Copper 5,912.0 0.5 -7.8 -11.2
Tin 14,750.0 -1.0 -6.3 -34.0
JCI Index VS MSCI Emerging Markets
1,000 1,200 5,500
(pt) JCI MSCI EM (pt)
2
KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Local flashes
LPKR: Lippo Karawaci Bagi Dividen Rp 380 Miliar. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) akan membagikan dividen untuk tahun buku 2014 sebesar Rp380 miliar atau Rp16,69 per saham, meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini setara dengan imbal hasil sebesar 1,64 persen terhadap harga per lembar saham Rp 1,020 pada 30 Desember 2014. (Berita Satu)
PALM: Provident Anggarkan Rp 200 Miliar Bangun 2 Pabrik Kelapa Sawit. Emiten di sektor perkebunan PT Provident Agro Tbk (PALM) mengalokasikan dana Rp 200 miliar untuk membangun dua pabrik kelapa sawit (PKS) di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kalimantan Barat (Kalbar). "Untuk pabrik di Kalbar diharapkan mulai beroperasi pada semester dua tahun ini. Sedangkan pabrik di Sumsel akan mulai beroperasi pada awal 2016," ujar Direktur Keuangan Provident Agro, Davin Antonio. (Berita Satu)
PTBA: Bukit Asam Rampungkan Akuisisi Ignite Resources Australia. Meski berlarut, PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. akhirnya bakal merampungkan rencana akuisisi saham perusahaan asal Australia, Ignite Resources Energy Limited dalam waktu dekat. Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Joko Pramono mengatakan perseroan memutuskan untuk mengakuisisi 20%-30% saham Ignite Resources. Proses akuisisi perusahaan asal Negeri Kanguru itu kurang selangkah lagi. (Bisnis Indonesia) MYOR: Ramadan, penjualan Mayora diprediksi naik 15%. Bulan ramadan bisa menjadi bulan yang penuh berkah bagi pelaku industri makanan dan minuman (mamin) dalam negeri. Salah satunya yakni PT Mayora PT mayora Indah Tbk (MYOR). Perusahaan mamin dengan brand Mayora ini, yakin penjualannya bakal meningkat pesat saat bulan puasa dan Lebaran. Corporate Communication Division Head Mayora, Sribugo Suratmo bilang, menjelang puasa dan Idul Fitri, penjualannya bakal naik 10% hingga 15%
dibanding bulan biasanya. (Kontan)
GZCO: Produksi sawit Gozco triwulan I meningkat 37%. PT Gozco Plantations Tbk mencatatkan kenaikan hasil panen yang cukup tinggi pada triwulan I 2015. Produksi inti perseroan pada tahun ini menjadi 32.690 ton atau lebih tinggi 37% dari tahun lalu 23.846 ton. Direktur Gozco Andrew Michael Vincent mengatakan kenaikan produksi tahun ini terjadi karena perseroan fokus pada peningkatan kualitas tanaman yang sudah tertanam. Dengan fokus pada sawit yang sudah tertanam, maka perusahaan dengan kode saham GZCO di Bursa Efek ini dapat terus meningkatkan produksinya bisa semakin lebih baik dan meningkat. (Kontan)
WSKT: Waskita Karya terima suntikan modal Rp 3,5 triliun. Pemerintah memberikan suntikan modal sebesar Rp 3,5 triliun untuk PT Waskita Karya Tbk. Pemberian suntikan modal tersebut diatur secara khusus dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2015 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Waskita Karya Terbuka (Tbk) yang ditandatangani Presiden Jokowi 3 Juni lalu. (Kontan)
BALI: Bali Towerindo fokus garap menara mini. PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) mulai melebarkan jangkauan bisnis. Selain ke luar wilayah Bali, perusahaan ini juga mulai fokus pada pengerjaan menara telekomunikasi ukuran kecil atau biasa disebut microcell pole (MCP). Direktur Utama Bali Towerindo, Robby Hermanto menjelaskan, MCP adalah pemancar sinyal berukuran 20 meter. Sedangkan menara konvensional seperti self support tower (SST) punya ketinggian hingga 300 meter. Alhasil, MCP tak butuh ruang banyak. (Kontan)
Technical analysis
View from the Charts
Aksi jual saham - saham unggulan pada sector perbankan dan sector perkebunan telah menahan perjalan IHSG untuk kembali pada area 5,000. Sekalipun pada awal perdagangan akhir pekan kemarin IHSG di buka lebih tinggi dibandingkan hari perdagangan sebelumnya (4,934), aksi melepas aset asing dengan total nilai IDR426.67bn dari total seluruh saham yang di perdagangkan di lantai bursa IDR4,247bn mengakibatkan IHSG hanya mampu mencatatkan kenaikan 0.14% dan ditutup pada level 4,936.
Sentimen negatif dari ditutup negatifnya bursa-bursa utama dunia pada penutupan akhir pecan kemarin, diperkirakan masih akan menjadi katalis yang menentukan pergerakan IHSG di awal pecan ini. Rata-rata pelemahan indeks pada bursa Amerika adalah sebesar 0.7%, sementara di Eropa indeks pada bursa utama mencatatkan pelemahan 1.1% yang masih dipengaruhi oleh ketidak pastian penyelesaian masalah hutang Yunani. Pergerakan harga pada hari Senin ini masih akan dibayangi oleh tekanan pelemahan menguji kekuatan support 4,905.
Dengan memperketat stop loss 4,890 untuk mengantisipasi adanya tekanan pelemahan lanjutan menguji target pelemahan terdekat 4,850. Sementara beberapa signal (seperti; indikasi Bullish Harami, momentum swing positif Stochastsic, berkurangnya tekanan pada arus distribusi, serta peluang berlanjutnya penguatan BBRI dan BMRI yang akan menahan laju pelemahan IHSG) yang diharapkan dapat memberikan peluang untuk memberikan perlawanan, akan mendorong IHSG menuju resistensi harga 4,995.
Kami perkirakan IHSG pada perdagangan hari ini, akan bergerak flat positif di antara 4,899-4,965.
Chart 1. IHSG Daily Chart Chart 2. IHSG Intraday Chart
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Recommendation Trading
Close 4,936
Resistance 4,995
Support 4,905
Stop loss 4,890
4
KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Stocks on our focus list
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
Dipenghujung pekan perdagangan lalu, BBRI mencatatkan kenaikan 2.5% ditutup pada retracement support harga IDR10,375. Mulai terlihat adanya perburuan saham BBRI yang telah berbalik arah setelah menyentuh titik terendah IDR10,050 sejak 2014, memberikan peluang bagi saham tersebut untuk kembali pada area positifnya IDR11,000-11,375.
Dengan tetap menjaga stop-loss harga IDR10,050, momentum signal positif yang tercermin pada oversold 24.5% fast stochastic serta melebarnya ruang pada kanal harga, kami perkirakan akan mendorong BBRI untuk bertahan dalam ruang harga IDR10,275-10,900.
Recommendation Trading
Target Price 10,900
Close 10,375
Resistance 10,880
Support 10,375
Stop loss 10,050
Chart 3. BBRI
HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Sebagaimana BBRI, saham inipun menjadi salah satu saham unggulan yang diharapkan dapat melanjutkan kenaikan serta menahan potensi pelemahan lanjutan di awal pecan ini.
Pada perdangan pekan lalu, BMRI membukukan penguatan sebesar 2.3% dan ditutup pada level IDR9,900 dimana investor asing mencatatkan akumulasi sebesar IDR13,925mn. Terjadi peningkatan tipis sebesar 2% pada jumlah saham yang diperdagangkan, dibandingkan total saham yang diperdagangkan hari sebelumnya.
Dengan demikian kami perkirakan BMRI akan mencoba bergerak pada kisaran harga IDR9,775-10,200.
Recommendation Trading
Target Price 10,250
Close 9,900
Resistance 10,100
Support 9,775
Stop loss 9,625
Chart 4. BMRI
HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
6
KDB Daewoo Securities Indonesia Research
PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
GGRM pada akhir pekan perdagangan kemarin mencatatkan kenaikan 1.9% dari hasil akumulasi perburuan pembelian asing, dan ditutup di IDR44,000. Total saham yang diperdagangkan pun mengalami peningkatan sebesar 4.6%, dibandingkan hari sebelumnya.
Signal positif MA, kecenderungan arah positif stochastic maupun MACD, melebarnya Bollingerband, membuka peluang bagi saham tersebut untuk melanjutkan penguatannya menguji arah resistensi target retracement di harga IDR45,420.
Recommendation Trading
Target Price 45,420
Close 44,000
Resistance 44,520
Support 43,720
Stop loss 42,850
Chart 5. GGRM
HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 6. JCI Vs. IDR/USD Chart 7. JCI performance (absolute vs. relative)
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Note: Relative to MSCI EM Index
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 8. Foreigner’s net purchase (EM) Chart 9. Energy price
Note: The latest figure for India is Jun, 11th ;
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 10. Non-ferrous metal price Chart 11. Precious metal price
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research 11,300
11,800 12,300 12,800 13,300 13,800
4,600 4,700 4,800 4,900 5,000 5,100 5,200 5,300 5,400 5,500 5,600
3/16 3/30 4/13 4/27 5/11 5/25 6/8
(IDR)
(pt) JCI Composite Index (L)
USD/IDR (R)
0.1
-3.2
-5.6
0.2
-0.1
-3.5
0.6
6.8
-8 -4 0 4 8
1D 1W 1M 1Y
Absolute Relative (%, %p)
21
-155
-32 -5 -4
-92
-553
-918 -218
-123 -77
-464
-1,000 -800 -600 -400 -200 0 200
Korea Taiwan Indonesia ThailandPhilippines India
1 Day 5 Days
(USDmn)
1,900 2,000 2,100 2,200 2,300 2,400
40 50 60 70
3/15 3/15 4/15 4/15 5/15 5/15 6/15
(USD/b) Brent (L) CPO(R) (USD)
70 75 80 85 90 95 100 105 110 115
3/15 4/15 5/15 6/15
(D-3M=100) Copper Nickel Tin
85 90 95 100 105 110 115 120 125
3/15 4/15 5/15 6/15
Silver Gold Platinum
8
KDB Daewoo Securities Indonesia Research Table. Key valuation metrics
Company Name Ticker Price Market Cap Price Performance (%) P/E(X)* P/B(X)* ROE(%)*
(IDR) (IDRbn) 1D 1W 1M 1Y FY14 FY15 FY14 FY15 FY14 FY15
BANKING
Bank Central Asia Tbk PT BBCA 13,250 326,679 -0.7 -2.9 -3.5 18.3 19.6 17.6 4.2 3.5 23.3 21.8
Bank Mandiri Persero Tbk PT BMRI 9,900 231,000 2.3 -7.3 -12.2 -0.3 12.7 10.4 2.4 1.9 20.9 19.9
Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk PT BBRI 10,375 255,943 2.5 -8.2 -13.7 2.2 11.9 9.6 2.9 2.2 27.4 24.7 Bank Negara Indonesia Persero Tbk PT BBNI 5,625 104,899 0.9 -9.6 -16.7 16.9 10.6 8.9 1.9 1.6 20.2 18.4
Bank Danamon Indonesia Tbk PT BDMN 4,050 38,818 -3.5 -3.6 -1.2 -5.8 16.7 11.3 1.3 1.1 8.1 9.7
Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT BTPN 3,945 23,040 0.0 3.8 -0.1 -6.7 12.5 10.4 2.0 1.6 17.2 17.2 PROPERTY
Surya Semesta Internusa Tbk PT SSIA 1,100 5,176 0.0 -2.2 -5.2 54.9 12.0 10.8 1.9 1.7 16.7 16.5
Ciputra Property Tbk PT CTRP 580 3,567 1.8 -9.4 -14.7 -19.4 12.8 6.8 1.2 N/A 9.4 14.1
Pakuwon Jati Tbk PT PWON 410 19,745 0.0 1.2 -1.9 8.2 9.9 9.7 4.0 2.7 50.1 29.5
Alam Sutera Realty Tbk PT ASRI 530 10,414 -1.9 -8.6 -13.8 11.8 10.0 7.4 1.8 1.4 19.5 20.3
Bumi Serpong Damai PT BSDE 1,715 33,008 -2.6 -10.7 -6.8 8.5 8.5 12.1 2.2 1.8 29.9 16.2
CONSTRUCTION
Total Bangun Persada Tbk PT TOTL 865 2,950 0.0 -7.0 -2.8 7.5 23.3 15.6 4.8 3.3 21.1 20.7
Adhi Karya Persero Tbk PT ADHI 2,040 3,675 -2.4 -15.0 -27.9 -32.6 19.3 10.5 3.6 1.8 19.7 18.3
Wijaya Karya Persero Tbk PT WIKA 2,660 16,357 -3.4 -12.6 -14.3 15.7 36.7 22.2 5.7 3.5 17.7 16.1
Pembangunan Perumahan Persero Tbk PT PTPP 3,490 16,900 -4.4 -11.6 -13.4 92.3 32.5 23.9 7.2 5.4 24.3 25.2
Waskita Karya Persero Tbk PT WSKT 1,635 16,209 -1.5 -3.0 -6.8 135.3 28.3 25.7 5.0 4.7 19.2 17.6
RETAIL & CONSUMER
Indofood Sukses Makmur Tbk PT INDF 6,600 57,951 -0.8 -6.4 -4.7 -4.0 18.9 13.3 2.4 2.1 16.0 14.8
Kalbe Farma Tbk PT KLBF 1,690 79,219 0.3 -2.9 -5.8 3.7 41.6 33.2 9.1 7.4 23.6 22.7
Mitra Adiperkasa Tbk PT MAPI 5,700 9,462 2.2 0.0 7.5 5.6 112.8 32.2 3.3 3.3 3.0 10.8
Unilever Indonesia Tbk PT UNVR 41,225 314,547 1.4 -2.2 -3.0 37.4 43.0 50.3 53.6 63.2 129.6 129.3
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT ICBP 13,350 77,843 -0.4 -0.7 -2.4 30.9 29.3 25.1 5.4 4.9 19.5 20.0
Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT RALS 680 4,825 -1.4 -7.5 -9.9 -45.4 15.8 14.4 1.7 1.4 10.8 9.7
Mayora Indah Tbk PT MYOR 26,000 23,253 2.0 0.0 -0.8 -11.1 46.3 28.7 4.7 4.6 10.3 18.5
Ace Hardware Indonesia Tbk PT ACES 645 11,062 0.0 -3.0 -5.8 -24.6 24.2 19.0 5.7 4.0 26.0 21.9
Gudang Garam Tbk PT GGRM 44,000 84,660 1.9 -2.7 -6.7 -18.6 21.8 14.7 3.5 2.3 17.2 16.3
Nippon Indosari Corpindo Tbk PT ROTI 1,200 6,074 0.4 -4.0 -0.8 -6.3 37.2 24.8 7.3 5.2 21.6 22.2
AUTOMOTIVE
Astra International Tbk PT ASII 7,075 286,421 1.8 1.1 -4.1 -5.0 15.7 14.7 3.1 2.7 21.4 18.7
Indomobil Sukses Internasional Tbk PT IMAS 3,745 10,356 -0.1 -3.4 -5.2 -20.8 N/A 23.0 1.9 1.7 -2.2 6.1
Astra Otoparts Tbk PT AUTO 2,430 11,712 1.3 -3.8 -19.0 -33.6 23.2 16.3 2.2 1.2 9.8 7.4
TELECOMMUNICATION
Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk PT TLKM 2,850 287,280 -0.7 -0.2 1.8 19.1 19.1 16.9 4.1 3.8 22.8 22.2
XL Axiata Tbk PT EXCL 4,055 34,635 1.4 -7.7 5.9 -22.8 N/A 96.2 3.0 2.4 -6.1 2.3
Indosat Tbk PT ISAT 3,890 21,138 2.4 9.4 0.1 -1.5 20.2 38.0 1.6 1.5 -13.3 3.2
INFRASTRUCTURE
Jasa Marga Persero Tbk PT JSMR 6,250 42,500 -1.2 -1.6 -2.0 4.6 34.2 24.4 4.9 3.9 14.9 15.6
Tower Bersama Infrastructure Tbk PT TBIG 8,950 42,929 -0.8 -3.8 -1.1 19.3 35.3 25.7 11.5 6.1 32.7 30.6 MINING
Aneka Tambang Persero Tbk PT ANTM 745 7,106 -1.3 -2.0 -8.0 -34.4 N/A 37.0 0.9 0.8 -6.3 5.3
Timah Persero Tbk PT TINS 765 5,698 -1.3 -7.3 -7.3 -44.8 13.5 11.8 1.6 1.1 12.2 8.3
Tambang Batubara Bukit Asam Persero Tbk PTBA 9,150 21,083 0.5 -2.9 -8.5 -16.8 13.5 13.2 3.2 2.2 25.2 17.6 CEMENT
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk PT INTP 20,900 76,938 0.6 -3.5 -6.8 -14.4 17.5 14.7 3.7 2.9 22.1 20.0
Holcim Indonesia Tbk PT SMCB 1,450 11,111 -4.3 -7.1 -9.7 -43.0 25.1 15.9 1.9 1.2 7.6 7.5
Semen Indonesia Persero Tbk PT SMGR 12,525 74,292 -1.0 -5.3 -5.3 -18.7 17.3 13.5 4.0 2.8 24.8 21.2 Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
*Note: Valuation metrics based on Bloomberg consensus estimates
Sector performance Top 10 market cap performance
Name Index Chg (%) Ticker Price Market Cap (IDRbn) Chg (%)
Agricultural 2,142.0 -1.1 MYRX IJ 710 10,090 13.60
Mining 1,156.6 -0.3 SRTG IJ 4800 13,022 11.50
Basic-Industry 434.7 -0.7 JRPT IJ 975 13,406 4.56
Miscellaneous Industry 1,221.8 1.5 BJBR IJ 900 8,727 2.86
Consumer Goods 2,208.1 0.7 AMRT IJ 580 24,084 2.65
Property & Construction 496.9 -0.7 SMMA IJ 4100 25,575 2.5
Infrastructure 1,037.3 -0.4 BBRI IJ 10375 255,943 2.47
Finance 699.2 0.7 ISAT IJ 3890 21,138 2.37
Trade 916.1 -0.4 BMRI IJ 9900 231,000 2.33
Composite 4,935.8 0.1 BWPT IJ 450 14,186 2.3
Source: Bloomberg
Top 5 leading movers Top 5 lagging movers
Name Chg (%) Close Name Chg (%) Close
BBRI IJ 2.5 10,375 BBCA IJ -0.8 13,250
BMRI IJ 2.3 9,900 TLKM IJ -0.7 2,850
ASII IJ 1.8 7,075 LPPF IJ -3.8 17,000
UNVR IJ 1.4 41,225 MNCN IJ -5.5 1,910
MMLP IJ 49.6 875 BDMN IJ -3.5 4,050
Source: Bloomberg
Economic Calendar
Time Currency Detail Forecast Previous
3:00am EUR German Buba President Weidmann Speaks
3:15am CHF PPI m/m 0.1% -2.1%
3:15am CHF Retail Sales y/y -2.2% -2.8%
3:30am AUD RBA Assist Gov Kent Speaks
5:00am EUR Trade Balance 20.3B 19.7B
8:30am CAD Manufacturing Sales m/m -1.3% 2.9%
8:30am USD Empire State Manufacturing Index 5.8 3.1
9:00am EUR ECB President Draghi Speaks
9:15am USD Capacity Utilization Rate 78.3% 78.2%
9:15am USD Industrial Production m/m 0.2% -0.3%
10:00am USD NAHB Housing Market Index 56 54
4:00pm USD TIC Long-Term Purchases 17.6B
5:55pm AUD RBA Assist Gov Debelle Speaks
9:30pm AUD Monetary Policy Meeting Minutes
9:30pm AUD New Motor Vehicle Sales m/m -1.5%
Note: Time is based on Indonesian local time Source: Forex Factory
Disclaimers
This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Daewoo Securities Indonesia (DWS). It is purpo sed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sour ces which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of DWS and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or l iability (express or implied) of DWS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither DWS, its affiliated companies or their respective employees or a gents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their office rs and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided