Laporan Kinerja TA 2020 ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
IKHTISAR EKSEKUTIF iii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Gambaran Umum 1
B. Dasar Hukum 6
C. Tugas Dan Fungsi 7
D. Isu-Isu Strategis Atau Permasalahan Utama 10
BAB II PERENCANAAN KINERJA 11
A. Visi, Misi, Tujuan Strategis dan Indikator Kinerja Tujuan Strategis PPPPTK
Penjas Dan BK 11
B. Uraian Perjanjian Kinerja 12
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 14
A. Capaian Kinerja PPPPTK Penjas dan BK 14
B. Realisasi Anggaran 31
C. Efisiensi Anggaran 37
BAB IV PENUTUP 38
LAMPIRAN – LAMPIRAN
Laporan Kinerja TA 2020 iii
IKHTISAR EKSEKUTIF
Laporan Kinerja PPPPTK Penjas dan BK tahun 2020 menyajikan informasi tentang pencapaian 1 (satu) Sasaran Kegiatan dan 1 (satu) Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan sesuai dengan Perjanjian Kinerja tahun 2020. Uraian ketercapaian dan ketidaktercapaian tersebut akan dijelaskan pada bab III.
Target Sasaran Kegiatan “Meningkatnya Kompetensi Guru Dan Tenaga Kependidikan” dapat dilihat pada tabel berikut ini:
2.605
13.009
14.694 15.256
17.628
0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000 18.000 20.000
2020 2021 2022 2023 2024
TARGET SASARAN KEGIATAN TAHUN 2020-2024
Jumlah Guru yang mengikuti pelatihan Guru Penggerak
Laporan Kinerja TA 2020 iv Capaian Sasaran Kegiatan “Meningkatnya Kompetensi Guru Dan Tenaga Kependidikan”
dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Capaian Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan “Jumlah guru yang mengikuti pelatihan guru penggerak” dapat dilihat pada tabel berikut ini:
3.935
-
- - -
- 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 3.500 4.000 4.500
2020 2021 2022 2023 2024
CAPAIAN SASARAN KEGIATAN TAHUN 2020-2024
Jumlah Guru yang mengikuti pelatihan Guru Penggerak
0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000 18.000
2020 2021 2022 2023 2024
2.605
13.009
14.694 15.256
17.628
3.095
Target dan Realisasi IKSK
Target Jumlah guru yang mengikuti pelatihan guru penggerak Realisasi Jumlah guru yang mengikuti pelatihan guru penggerak
Laporan Kinerja TA 2020 v
Daya Serap 93.57%
Realisasi 44.217.287.395 Anggaran
47.256.154.000
Kendala atau permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian target kinerja antara lain meliputi:
NO. KENDALA ATAU PERMASALAHAN
KENDALA INTERNAL KENDALA EKSTERNAL
1.
Jadwal yang selalu berubah-ubah dan mundurnya beberapa agenda kegiatan
sehingga mengakibatkan kegiatan menumpuk (tidak dapat dilaksanakan tepat waktu);
- Adanya pandemi Covid 19 sehingga kegiatan yang telah dijadwalkan tidak dapat dilaksanakan;
2. Keterbatasan Sumber Daya Manusia, terutama yang dapat menguasai IT;
- Adanya restrukturisasi organisasi di Kemendikbud;
3.
Prinsip kehati-hatian Pimpinan (tetapi lebih banyak berkaitan dengan sikap menunggu) sehingga banyak kegiatan internal yang tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan;
- Adanya restrukturisasi organisasi di Ditjen GTK;
4.
Lemahnya koordinasi, komunikasi dan komitmen internal (antar ASN dalam Pokja, Koordinator Pokja dan Sub Koordinator Pokja);
- Banyaknya revisi anggaran yang disebabkan karena pandemi Covid 19 sehingga mengakibatkan kegiatan yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan;
5. Pola pikir beberapa pemangku kepentingan dalam menentukan strategi pelaksanaan program dan kegiatan tidak komprehensif;
- Program dan kegiatan sebagian besar bersifat given (Program prioritas kebijakan GTK);
6. Munculnya kegiatan yang tidak
diprogramkan/direncanakan sejak awal;
- Perangkat dan bahan-bahan diklat terlambat penyelesaiannya;
CAPAIAN KINERJA ANGGARAN/KEUANGAN PPPPTK PENJAS DAN BK
TAHUN 2020
Laporan Kinerja TA 2020 vi 7.
Adanya ASN yang tidak dapat
mengimbaskan materi dan berbagai informasi yang diperoleh pada saat kegiatan dengan Ditjen GTK sehingga berbagai materi dan informasi tersebut tidak dapat diterima oleh ASN yang lain;
8. Seringnya melakukan revisi anggaran internal (revisi POK);
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala atau permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian target kinerja antara lain meliputi:
NO. KENDALA ATAU
PERMASALAHAN
UPAYA ATAU SOLUSI YANG DILAKUKAN
A. Kendala Internal
1.
Jadwal yang selalu berubah-ubah dan mundurnya beberapa agenda kegiatan sehingga mengakibatkan kegiatan menumpuk (tidak dapat dilaksanakan tepat waktu);
Melakukan rapat rutin dan diskusi. Rapat pimpinan dilakukan untuk mencapai kesepakatan dan kesepahaman antar Pokja terkait dengan berbagai jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan;
2. Keterbatasan Sumber Daya Manusia ASN, terutama yang dapat menguasai IT;
Melaksanakan pelatihan IT bagi ASN yang membutuhkan sehingga dapat menunjang kelancaran pelaksanaan berbagai program dan kegiatan yang ada di PPPPTK Penjas dan BK;
3.
Prinsip kehati-hatian Pimpinan (tetapi lebih banyak berkaitan dengan sikap menunggu) sehingga banyak kegiatan internal yang tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan;
Melaksanakan Rapat Pimpinan dan diskusi dalam melaksanakan berbagai kegiatan internal lembaga sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan;
4.
Lemahnya koordinasi, komunikasi dan komitmen internal (antar ASN dalam Pokja, Koordinator Pokja dan Sub Koordinator Pokja);
Melakukan rapat rutin dan diskusi antar Pokja dan Sub Pokja. Rapat rutin dilakukan untuk mencapai kesepakatan dan kesepahaman antar Pokja;
5.
Pola pikir beberapa pemangku kepentingan dalam menentukan strategi pelaksanaan program dan kegiatan tidak komprehensif;
Melakukan rapat rutin dan diskusi. Rapat pimpinan dilakukan untuk mencapai kesepakatan dan kesepahaman antar Pokja dan Sub Pokja;
6. Munculnya kegiatan yang tidak diprogramkan/direncanakan sejak awal;
Melakukan rapat rutin dan diskusi. Rapat pimpinan dilakukan untuk mencapai kesepakatan dan kesepahaman antar Pokja dan Sub Pokja terkait dengan berbagai jadwal kegiatan yang akan
Laporan Kinerja TA 2020 vii dilaksanakan dan perbaikan Perencanaan Anggaran. Kegiatan internal yang baru muncul menjadi catatan tahun berikutnya;
7.
Adanya ASN yang tidak dapat mengimbaskan materi dan berbagai informasi yang diperoleh pada saat kegiatan dengan Ditjen GTK sehingga berbagai materi dan informasi tersebut tidak dapat diterima oleh ASN yang lain;
Mengganti ASN yang lebih kompeten untuk mengikuti semua kegiatan Ditjen GTK sehingga berbagai materi dan informasi tersebut dapat dimbaskan/disampaikan, serta diterima oleh ASN yang lain.
;
8. Seringnya melakukan revisi anggaran internal (revisi POK);
Melakukan rapat rutin dan diskusi. Rapat pimpinan dilakukan untuk mencapai kesepakatan dan kesepahaman antar Pokja dan Sub Pokja terkait dengan berbagai jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan dan perbaikan Perencanaan Anggaran.
B. Kendala Eksternal
1. Adanya pandemi Covid 19 sehingga kegiatan yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan;
Merevisi anggaran dan menunggu sampai revisi tersebut selesai;
2. Adanya restrukturisasi organisasi di Kemendikbud;
Menunggu berbagai aturan dan kebijakan Kemendikbud;
3. Adanya restrukturisasi organisasi di Ditjen GTK;
Menunggu berbagai aturan dan kebijakan Ditjen GTK;
4. Banyaknya revisi anggaran yang disebabkan karena pandemi Covid 19 sehingga mengakibatkan kegiatan yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan;
Merevisi anggaran sesuai dengan arahan Ditjen GTK dan Kemendikbud
5.
Program dan kegiatan sebagian besar bersifat given (Program prioritas kebijakan GTK);
Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Ditjen GTK terkait dengan kesiapan perangkat, pedoman, juklak, juknis, bahan, dan lain-lain. Komunikasi dan koordinasi yang dilakukan melalui telepon atau berkorespondensi baik secara formal maupun informal;
6. Perangkat dan bahan-bahan diklat terlambat penyelesaiannya;
Menunggu kebijakan dan arahan Ditjen GTK;
Laporan Kinerja TA 2020 viii Laporan Kinerja disusun sebagai media pertanggungjawaban yang berisi informasi tentang kinerja lembaga dan manfaatnya, antara lain:
a) Mendorong instansi pemerintah untuk menyelenggarakan tugas umum Pemerintah (good governance) yang berdasarkan pada undang-undang yang berlaku, kebijakan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat;
b) Menjadikan lembaga yang akuntabel sehingga dapat menjalankan tugas-tugas umum secara efisien, efektif, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya;
c) Menjadi masukan dan umpan balik bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja;
d) Terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah;
e) Sebagai bahan masukan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam menentukan kebijakan selanjutnya.
Laporan Kinerja TA 2020 1
BAB I
PENDAHULUAN
A. GAMBARAN UMUM
1. Sejarah PPPPTK Penjas dan BK
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling atau disingkat PPPPTK Penjas dan BK terbentuk pada tahun 2007 berdasarkan pada Permendiknas Nomor 08 tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja PPPPTK. PPPPTK Penjas dan BK sebelumnya bernama Pusat Pengembangan Penataran Guru Keguruan (PPPG Keguruan) dengan tugas dan fungsi sebagai penyelenggara penataran guru bimbingan dan penyuluhan, kemudian pada tahun 1995 diberi kepercayaan untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang metodologi pembelajaran guru TK dan SD serta pelatihan-pelatihan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan lembaga.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 31 tahun 2005, PPPG Keguruan tidak lagi menjadi Unit Pelaksana Teknis Ditjen Dikdasmem, namun menjadi Unit Pelaksana Teknis Ditjen PMPTK. Dan pada tahun 2012 Ditjen PMPTK berubah menjadi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK dan PMP).
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 tahun 2007 (sekarang Permendikbud No 41 Tahun 2012) tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, pada tanggal 13 Februari 2007 PPPG Keguruan resmi berubah nama menjadi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling (PPPPTK Penjas dan BK) dengan tugas utama melaksanakan pengembangan pemberdayaan Pendidik dan Tenaga kependidikan bidang Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling.
2. Kedudukan PPPPTK Penjas dan BK
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling (Penjas dan BK) yang beralamat di Jln. Raya Parung No. 420 Lebakwangi Pemagarsari Parung Bogor merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan
Laporan Kinerja TA 2020 2 Kebudayaan yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.
3. Kondisi SDM PPPPTK Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi lembaga, PPPPTK Penjas dan BK didukung oleh 181 orang dengan rincian sebagai berikut:
1. Jumlah SDM PPPPTK Penjas dan BK
No. Golongan Jumlah
1 Pegawai Koperasi 3
2 Pegawai Outsourcing 35
3 PNS 114
4 PPNPN 13
5 Tenaga Harian Lepas 16
Jumlah Total 181
Sumber: Pokja TTL dan Kepegawaian
Sumber: Pokja TTL dan Kepegawaian
PNS 63%
Pegawai Koperasi
2%
Pegawai Outsourcing
19%
PPNPN 7%
Tenaga Harian Lepas
9%
JUMLAH SDM PPPPTK PENJAS DAN BK
Laporan Kinerja TA 2020 3 2. Jumlah SDM PPPPTK Penjas dan BK Berdasarkan Golongan
No. Gol. PNS PPNPN Pegawai Outsourcing
Tenaga Harian Lepas
Pegawai Koperasi
Total
1. IV/b 1 1
2. IV/a 10 10
3. III/d 44 44
4. III/c 31 31
5. III/b 12 12
6. III/a 10 10
7. II/d 2 2
8. II/b 2 2
9. II/a 2 2
10. 13 35 16 3 67
Total 181
Sumber: Pokja TTL dan Kepegawaian
Sumber: Pokja TTL dan Kepegawaian
IV/a 9%
III/d 38%
III/c 27%
III/b 10%
III/a 9%
II/d 2%
II/b 2%
II/a
2% IV/b
1%
PERSENTASE JUMLAH SDM SESUAI GOLONGAN
IV/a III/d III/c III/b III/a II/d II/b II/a -
IV/b
Laporan Kinerja TA 2020 4 3. Jumlah SDM PPPPTK Penjas dan BK berdasarkan Pendidikan
No. Pendidikan PNS PPNPN Peg.
Outso urcing
Tenaga Harian Lepas
Pegawai Koperasi
Total
1. D3 4 1 5
2. S1 64 1 65
3. S2 30 30
4 S3 1 1
5. SD 1 6 3 1 11
6. SMA 15 11 21 11 2 60
7. SMP 1 8 9
Grand Total 114 13 35 16 3 181
Sumber: Pokja TTL dan Kepegawaian
Sumber: Pokja TTL dan Kepegawaian
4%
26% 56%
1% 13%
PERSENTASE PENDIDIKAN PNS PPPPTK PENJAS DAN BK
D3 S1 S2 S3 SD SMA SMP
Laporan Kinerja TA 2020 5 4. Bidang garapan dan wilayah mitra atau sasaran meliputi:
Bidang garapan dan wilayah mitra/sasaran program dan kegiatan PPPPTK Penjas dan BK :
Peningkatan kompetensi Guru Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling melalui program Guru Penggerak (6 Propinsi, 15 Kabupaten dan 1 Kota)
Peningkatan kompetensi Guru Kelas bidang Tematik (Propinsi Banten, Jawa Barat, DKI dan DIY)
Peningkatan kompetensi Guru Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling melalui pengembangan Model-Model Inovasi
Pembelajaran
Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah
(Propinsi Sumatera Utara, DKI Jakarta, Banten, Papua dan Papua Barat)
Laporan Kinerja TA 2020 6 B. DASAR HUKUM
Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan Kinerja Instansi Negara
Keputusan Presiden No. 29 Tahun 2014 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Permen PAN dan RB No. 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Laporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Permen PAN dan RB No. 12 Tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi Atas Implementasi SAKIP
Permendikbud No. 9 Tahun 2016 tentang Sistem Akuntansi Kinerja Di lingkungan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 26 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Permendikbud No. 16 Tahun 2015, tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK)
Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3928/B/HK/2020 tentang Rencana
Strategis Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan Tahun 2020-2024 Rencana Strategis PPPPTK Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling Tahun 2020 – 2024
DIPA PPPPTK Penjas dan BK Tahun Anggaran 2020, Nomor: SP DIPA- 023.16.2.361159/2020 Tanggal 12 November 2020 Revisi ke 03
Laporan Kinerja TA 2020 7 C. TUGAS DAN FUNGSI
Tugas:
➢ Melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan sesuai dengan bidangnya
Fungsi:
➢ Penyusunan program pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan
➢ Pengelolaan data dan informasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan
➢ Fasilitasi dan pelaksanaan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan
➢ Pelaksanaan kerja sama di bidang pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan
➢ Evaluasi program dan fasilitasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan
➢ Pelaksanaan urusan administrasi PPPPTK (PPPPTK) PPPPTK PENJAS
DANBK
Rincian Tugas (Permendikbud RI No. 16 tahun 2015) :
➢ Melaksanakan urusan perencanaan, program, anggaran, kepegawaian, ketatalaksanaan, ketatausahaan, kehumasan dan kerumahtanggaan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK)
➢ Melaksanakan penyusunan dan pengembangan program, kerja sama antar lembaga serta pengelolaan data dan informasi kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan
➢ Melaksanakan fasilitasi dan pelaksanaan, dan evaluasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan
Laporan Kinerja TA 2020 8 Untuk mendukung pelaksanakan tugas utama, PPPPTK Penjas dan BK menyelenggarakan fungsi:
➢ Penyusunan program pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan;
➢ Pengelolaan data dan informasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan;
➢ Fasilitasi dan pelaksanaan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan;
➢ Pelaksanaan kerja sama di bidang pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan;
➢ Evaluasi program dan fasilitasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan; dan
➢ Pelaksanaan urusan administrasi PPPPTK.
Susunan organisasi PPPPTK terdiri dari:
1. Kepala;
2. Bagian Tata Usaha;
3. Kelompok Jabatan Fungsional.
Bagan 1.1
Struktur Organisasi PPPPTK Penjas dan BK
KEPALA PPPPTK
BAGIAN TATA USAHA
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
Laporan Kinerja TA 2020 9 Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, PPPPTK Penjas dan BK dipimpin oleh Kepala Pusat (eselon 2B) dan dibantu oleh Kepala Bagian Tata Usaha (eselon 3B).
Berdasarkan Permendikbud Nomor 26 Tahun 2020, Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan, kepegawaian, ketatalaksanaan, hubungan masyarakat, persuratan dan kearsipan, barang milik negara, dan kerumahtanggaan.
Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:
➢ Pelaksanaan urusan penyusunan rencana program dan anggaran;
➢ Pelaksanaan urusan keuangan;
➢ Pelaksanaan urusan persuratan dan kearsipan;
➢ Pelaksanaan urusan kerumahtanggaan dan hubungan masyarakat;
➢ Pelaksanaan urusan ketatalaksanaan dan kepegawaian; dan
➢ Pelaksanaan urusan barang milik negara.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, PPPPTK berkoordinasi dengan
➢ Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan;
➢ Pemerintahan Propinsi, Kabupaten, dan Kota;
➢ Unit Organisasi terkait lainnya di dalam dan di luar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dalam rangka memimpin pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga, Kepala PPPPTK Penjas dan BK didukung oleh:
➢ Pokja Fasilitasi Kompetensi;
➢ Pokja Data dan Teknologi Informasi;
➢ Pokja Humas dan Kerja sama.
Kepala PPPPTK wajib menyampaikan laporan kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dengan tembusan kepada pimpinan unit organisasi yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja dengan PPPPTK. Kepala PPPPTK juga menyampaikan hasil pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
Laporan Kinerja TA 2020 10 D. ISU-ISU STRATEGIS DAN PERMASALAHAN UTAMA
Adanya pandemi Covid 19 sehingga kegiatan yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan
Adanya restrukturisasi organisasi di Kemendikbud
Adanya restrukturisasi organisasi di Ditjen GTK
Banyaknya revisi anggaran yang disebabkan karena pandemi Covid 19 sehingga mengakibatkan kegiatan yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan
Program dan kegiatan bersifat given (Program prioritas kebijakan GTK) sehingga pelaksanaan kegiatan harus menunggu instruksi, arahan dan kesiapan
bahan/materi/perangkat
Peserta pelatihan mengundurkan diri
Data Peserta tidak up to date (Peserta yang telah mutasi dan Peserta yang telah meninggal dunia masih terdaftar dalam sistem)
Surat pemanggilan Peserta/informasi kegiatan terlambat/tidak diterima oleh Peserta.
Hal ini disebabkan karena minimnya jaringan internet
Minimnya informasi Dinas Pendidikan Kabupaten kepada Peserta pelatihan
Laporan Kinerja TA 2020 11
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
A. VISI, MISI, TUJUAN STRATEGIS DAN INDIKATOR KINERJA TUJUAN STRATEGIS
Visi:
➢ Untuk mewujudkan visi, misi serta tujuan Kemendikbud dan Ditjen GTK, PPPPTK Penjas dan BK menjabarkan ke dalam sasaran kegiatan dan indikator kinerja sasaran kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Misi:
➢ Meningkatkan mutu pengelolaan data dan informasi kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling;
➢ Meningkatkan mutu Program Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling;
➢ Meningkatkan mutu Pendidikan, Pembelajaran dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling;
➢ Meningkatkan mutu evaluasi Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling;
➢ Meningkatkan sistem tata kelola yang handal dalam menjamin terselenggaranya layanan Prima Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling
Tujuan Strategis:
➢ Meningkatnya kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan
Indikator Kinerja Tujuan Strategis:
➢ Jumlah Guru dan Tenaga
Kependidikan yang lulus pelatihan Guru Penggerak dengan predikat minimal Cukup
Target Renstra 2020-2024:
➢ Guru bidang Penjas dan BK: 49.665 orang
➢ Guru bidang Tematik: 2.728 orang
➢ Kepala Sekolah: 10.800 orang Total:
63.193 orang
Laporan Kinerja TA 2020 12 B. URAIAN PERJANJIAN KINERJA
Uraian Perjanjian Kinerja PPPPTK Penjas dan BK tahun 2020 dapat dilihat di bawah ini:
NO. FUNGSI SASARAN
KEGIATAN
INDIKATOR KINERJA SASARAN KEGIATAN
TARGET KINERJA
ANGGARAN (Rp)
1 2 3 4 5 6
1.
Penyusunan program pengembangan dan
pemberdayaan pendidik dan tenaga
kependidikan
Meningkatnya kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan
Jumlah Guru yang mengikuti
pelatihan Guru Penggerak
2.605 Orang 26.127.488.000,00
2.
Pengelolaan data dan informasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan
Output:
3.
Fasilitasi dan pelaksanaan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan
1. Guru yang mendapatkan peningkatan kompetensi bidang
Penjaskes dan BK
652 Orang 8.887.208.000,00
4.
Pelaksanaan kerjasama di bidang
pengembangan dan
pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan
2. Kepala Sekolah yang
memperoleh peningkatan kompetensi
1.800 Orang 10.997.888.000,00
5.
Evaluasi program dan fasilitasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan
3. Guru Kelas yang
mendapatkan peningkatan kompetensi bidang Tematik
153 Orang 2.508.809.000,00
Laporan Kinerja TA 2020 13 6.
Pelaksanaan urusan administrasi PPPPTK
4. Model-Model (Inovasi) peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
1 Model 3.733.583.000,00
Jumlah alokasi anggaran kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan sebesar Rp. 47.256.154.000,00 (Empat Puluh Tujuh Milyar Dua Ratus Lima Puluh Enam Juta Seratus Lima Puluh Empat Ribu Rupiah) yang terdiri dari anggaran kinerja sebesar Rp. 26.127.488.000,00 dan kegiatan pendukung atau rutin sebesar Rp.
21.128.666.000,00.
Laporan Kinerja TA 2020 14
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. CAPAIAN KINERJA PPPPTK PENJAS DAN BK
1) Target dan realisasi Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan“ Jumlah Guru yang mengikuti pelatihan guru penggerak” tahun 2020
Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan
Output
Tahun 2020 Target
DIPA Awal
Target DIPA Revisi (Akhir)
Realisasi %
Jumlah Guru yang mengikuti pelatihan guru penggerak
1. Guru yang mendapatkan peningkatan kompetensi bidang Penjaskes dan BK
652 Orang
652 Orang
685 Orang
105.06
2. Kepala Sekolah yang Memperoleh
Peningkatan Kompetensi
1.800 Orang
1.800 Orang
3.064
Orang 170.22 3. Guru Kelas yang
mendapatkan peningkatan kompetensi bidang Tematik
153 Orang
153 Orang
186 Orang
121.57
4. Model-Model (Inovasi) peningkatan
kompetensi Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
1 Model 1 Model 1 Model 100.00
2.605 Orang
2.605 Orang
3.935 Orang
151.06 Orang
2) IKK “Jumlah Guru yang mengikuti pelatihan guru penggerak” dibandingkan dengan target akhir Renstra 2020-2024
Tahun 2020
Realisasi Tahun 2020 sampai dengan 2024
Target Akhir Renstra 2020-2024
% Realisasi terhadap target
akhir Renstra 2020-2024 Target Realisasi %
Realisasi 2.605
Orang
3.935 Orang
151.06 3.935 Orang 63.192 Orang 6.23
Laporan Kinerja TA 2020 15 3) Tingkat ketercapaian indikator kinerja sasaran kegiatan 2020 dengan target
Renstra 2020-2024
Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan
Realisasi Tahun
2020
Tahun 2020
Realisasi Tahun 2020
sampai dengan 2024
Target Akhir Renstra 2020-2024
% Realisasi terhadap target akhir Renstra 2020-
2024 Target Realisasi %
Realisasi Jumlah Guru
yang mengikuti pelatihan guru penggerak
3.935 Orang
2.605 Orang
3.935 Orang
151.06 3.935 Orang
63.192 Orang
6.23
Jumlah 3.935
Orang
2.605 Orang
3.935 Orang
151.06 3.935 Orang
63.192 Orang
6.23
4) Tingkat ketercapaian sasaran kegiatan dan indikator kinerja sasaran kegiatan PPPPTK Penjas dan BK tahun anggaran 2020
Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan
Tahun 2020 Target Realisasi % Meningkatnya
Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidika
Jumlah Guru yang mengikuti pelatihan guru penggerak
2.605 Orang
3.935 Orang
151.06 Orang Output:
3.935
-
- - -
- 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 3.500 4.000 4.500
2020 2021 2022 2023 2024
CAPAIAN IKK
Jumlah Guru yang mengikuti pelatihan Guru Penggerak
Laporan Kinerja TA 2020 16 1. Guru yang
mendapatkan peningkatan kompetensi bidang Penjaskes dan BK
652 Orang
685
Orang 105.06
2. Kepala Sekolah yang Memperoleh
Peningkatan Kompetensi
1.800 Orang
3.064
Orang 170.22 3. Guru Kelas yang
mendapatkan peningkatan kompetensi bidang Tematik
153 Orang
186
Orang 121.57
4. Model-Model (Inovasi) peningkatan
kompetensi Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
1 Model
1
Model 100.00
5) Berikut ini adalah perbandingan target Renstra dengan realisasi indikator kinerja kegiatan tahun 2020-2024:
Sasaran Kegiatan/IKK
TARGET RENSTRA
(PER TAHUN) REALISASI IKK
2020 2021 2022 2023 2024 Jumlah 2020 2021 2022 2023 2024 Jumlah Meningkatnya
Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidika
63.192 3.935
Jumlah Guru yang mengikuti pelatihan guru penggerak
2.605 13.009 14.694 15.256 17.628 63.192 3.935 - - - - 3.935
Jumlah 2.605 13.009 14.694 15.256 17.628 63.192 3.935 - - - - 3.935
Laporan Kinerja TA 2020 17 Pada tahun 2020 jumlah Guru yang mengikuti pelatihan guru penggerak sebesar 3.935 orang meliputi:
a) Guru yang mendapatkan peningkatan kompetensi bidang Penjaskes dan BK (Program Guru Penggerak) sebesar 685 orang;
b) Guru Kelas yang mendapatkan peningkatan kompetensi bidang Tematik sebesar 186 orang;
c) Kepala Sekolah yang Memperoleh Peningkatan Kompetensi sebesar 3.064 orang;
d) Model-Model (Inovasi) peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan sebesar 1 model.
Yang dimaksud dengan “Guru dan Tenaga Kependidikan yang meningkat kompetensinya” adalah Guru dan Tenaga Kependidikan yang telah lulus mengikuti pendidikan dan pelatihan dengan nilai akhir minimal cukup.
Kategori nilai akhir dan predikat Peserta pendidikan dan pelatihan yaitu
No. Skala Nilai Predikat 1. >85.00 - 100.00 Amat Baik 2. >80.00 - 85.00 Baik 3. >75.00 - 80.00 Cukup
0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000 18.000
2020 2021 2022 2023 2024
2.605
13.009
14.694 15.256
17.628
3.935
Target dan Realisasi IKK
Target Jumlah guru yang mengikuti pelatihan guru penggerak Realisasi Jumlah guru yang mengikuti pelatihan guru penggerak
Laporan Kinerja TA 2020 18 4. >60.00 - 75.00 Sedang
5. <=60.00 Kurang
Ketercapaian Indikator Kinerja Kegiatan “Guru yang mengikuti pelatihan guru penggerak” di dukung oleh output:
• Guru yang mendapatkan peningkatan kompetensi bidang Penjaskes dan BK;
PPPPTK Penjas dan BK mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan sesuai dengan bidangnya, oleh karena itu secara terus menerus dan berkesinambungan melaksanakan peningkatan kompetensi bidang Penjaskes dan BK melalui program Guru Penggerak dan dilaksanakan secara bertahap yaitu melalui pendampingan individu, praktek dilapangan dan lokakarya sebanyak 9 kali. Pelaksanaan program Guru Penggerak bertujuan agar peningkatan kompetensi Guru mampu menciptakan ekosistem Pendidikan yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar murid.
Wilayah sasarannya yaitu:
➢ Propinsi Bali
Meliputi: Kabupaten Badung, Karangasem dan Kota Denpasar;
➢ Nusa Tenggara Timur
Meliputi: Kabupaten Ende, Manggarai Barat, Sikka dan TTU;
➢ Sulawesi Barat
Meliputi: Kabupaten Mamasa dan Polewali Mandar;
➢ Sulawesi Selatan
Meliputi: Kabupaten Bone, Pinrang dan Wajo;
➢ Sulawesi Tengah
Meliputi: Kabupaten Banggai Kepulauan dan Parigi Mountong;
➢ Sulawesi Utara
Meliputi: Kabupaten Kepulauan Talaud dan Minahasa.
Laporan Kinerja TA 2020 19 Berikut rincian capaian output “Guru yang mendapatkan peningkatan kompetensi bidang Penjaskes dan BK” :
Indikator Kinerja
Kegiatan Output
Tahun 2020
Target Realisasi % Capaian
Kelulusan Peserta Amat
Baik Baik Cukup
Tidak dapat Sertifikat Jumlah Guru yang
mengikuti pelatihan Guru Penggerak
Guru yang mendapatkan peningkatan kompetensi bidang Penjaskes dan BK
652 Orang
685 Orang
105.06 - - - -
Kegiatan:
1. Koordinasi dan Sosialisasi Peningkatan Kompetensi Guru Mapel
48 Orang
48 Orang
100.00 - - - -
2. Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi Guru Mapel
604 Orang
637 Orang
105.46 - - - -
Sumber: Pokja Fasilitasi Kompetensi, Pokja Data dan Teknologi, Bagian Tata Usaha
Penilaian Peserta dilakukan oleh Pendamping Individu dan Pendamping Lokakarya. Bagi Peserta yang tidak memenuhi syarat/kategori nilai akhir maka tidak mendapatkan sertifikat. Sampai saat ini rangkaian kegiatan pembelajaran/bedah modul, pendampingan individu Calon Guru Penggerak, praktek individu Calon Guru Penggerak di lapangan dan lokakarya program Guru Penggerak masih berjalan sehingga penilaian akhir Peserta belum dapat dilakukan.
Dokumentasi pelaksanaan kegiatan lokakarya Calon Guru Penggerak:
Dok: PIP
Laporan Kinerja TA 2020 20 Dok: PIP
• Kepala Sekolah yang memperoleh peningkatan kompetensi;
PPPPTK Penjas dan BK mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan sesuai dengan bidangnya, oleh karena itu tahun 2020 melaksanakan peningkatan kompetensi Kepala Sekolah melalui program Kepala Sekolah Penggerak dan dilaksanakan secara bertahap meliputi kegiatan On Job Training 1/OJT 1, In Service Training/IST dan On Job Training2/OJT 2. Seluruh Peserta harus mengikuti rangkaian kegiatan ini.
Pelaksanaan program Kepala Sekolah Penggerak bertujuan agar peningkatan kompetensi Kepala Sekolah mampu menciptakan ekosistem Pendidikan yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar murid. Wilayah sasaran program Kepala Sekolah Penggerak meliputi propinsi Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Papua Barat dan Papua. Moda pelaksanaan kegiatan ini ada 3 macam yaitu daring (dalam jaringan), tatap muka/dana swakelola dan dana Banpem LPD (dana bantuan pemerintah yang diberikan kepala Lembaga Penyelenggara Diklat/LPD).
Yang dimaksud dengan “Kepala Sekolah yang memperoleh peningkatan kompetensi” adalah Kepala Sekolah yang telah lulus mengikuti pendidikan dan pelatihan dengan nilai akhir minimal cukup.
Laporan Kinerja TA 2020 21 Kategori nilai akhir dan predikat Peserta pendidikan dan pelatihan yaitu
No. Skala Nilai Predikat 1. >85.00 - 100.00 Sangat Memuaskan 2. >80.00 - 85.00 Memuaskan
3. >75.00 - 80.00 Cukup Memuaskan 4. >60.00 - 75.00 Kurang Memuaskan 5. <=60.00 Tidak Dapat Sertifikat
Pada tahun 2020 target volume Kepala Sekolah yang memperoleh peningkatan kompetensi sebesar 1.800 orang dengan capaian volume sebesar 3.064 orang (170.22%). Jumlah capaian volume lebih besar jika dibandingkan dengan target volume. Hal ini disebabkan karena adanya efisiensi Sumber Daya Manusia yaitu perubahan moda pelaksanaan kegiatan; yang rencana awal menggunakan moda tatap muka beralih menjadi moda daring/dalam jaringan.
Berikut ini rincian capaian jumlah Kepala Sekolah yang memperoleh peningkatan kompetensi tahun 2020:
Capaian Output
Tahun 2020
Target Realisasi % Capaian
Kelulusan Peserta Sangat
Memuaskan Memuaskan Cukup Memuaskan
Kurang Memuaskan
Tidak dapat Sertifikat Jumlah Kepala
Sekolah yang memperoleh peningkatan kompetensi
1.800 Orang
3.064 Orang
170.22 2.172 810 72 10 283
Kegiatan:
A. Moda Daring:
1. Diklat Penguatan Kepala Sekolah Gelombang 1
320 300 93.75 208 38 54 - 20
2. Diklat Penguatan Kepala Sekolah Gelombang 2
319 299 93.73 228 69 2 - 20
3. Diklat Penguatan Kepala Sekolah Gelombang 3
318 294 92.45 214 73 7 - 24
957 893 93.31 650 180 63 - 64
Laporan Kinerja TA 2020 22 B. Moda Luring:
1. Kegiatan Diklat Penguatan Kepala Sekolah Moda Luring Provinsi
Sumatera Utara Gelombang 1
98 75 76.53 55 20 - - 23
2. Kegiatan Diklat Penguatan Kepala Sekolah Moda Luring Provinsi Papua Wilayah Nabire 1
34 31 91.18 11 20 - - 3
3. Kegiatan Diklat Penguatan Kepala Sekolah Moda Luring Provinsi Papua Wilayah Nabire 2
34 33 97.06 21 12 - - 1
4. Kegiatan Diklat Penguatan Kepala Sekolah Moda Luring Provinsi Papua Wilayah Nabire 3
53 49 92.45 22 27 - - 4
5. Kegiatan Diklat Penguatan Kepala Sekolah Moda Luring Provinsi Papua Wilayah
Merauke 1
36 33 91.66 12 21 - - 3
6. Kegiatan Diklat Penguatan Kepala Sekolah Moda Luring Provinsi Papua Wilayah
Merauke 2
38 35 92.11 16 19 - - 3
7. Kegiatan Diklat Penguatan Kepala Sekolah Moda Luring Provinsi
Sumatera Utara Gelombang 2
110 92 83.64 33 57 2 - 18
8. Kegiatan Diklat Penguatan Kepala Sekolah Moda Luring Provinsi Papua Wilayah
Jayapura
40 38 95.00 18 20 - - 2
9. Kegiatan Diklat
Penguatan 54 41 75.93 41 - - - 13
Laporan Kinerja TA 2020 23 Kepala Sekolah
Moda Luring Provinsi Papua Wilayah
Mimika 1 10. Kegiatan Diklat
Penguatan Kepala Sekolah Moda Luring Provinsi Papua Wilayah
Mimika 2
36 23 63.88 4 19 - - 13
11. Kegiatan Diklat Penguatan Kepala Sekolah Moda Luring Provinsi Papua Wilayah Sorong 1
33 31 93.94 11 19 - 1 2
12. Kegiatan Diklat Penguatan Kepala Sekolah Moda Luring Provinsi Papua Wilayah Sorong 2
51 48 94.12 28 20 - - 3
617 529 85.74 272 254 2 1 88
C. Moda Banpem LPD
1. Universitas Katolik Santo Thomas Medan
281 276 98.22 276 - - - 5
2. Universitas Prof. Dr.
HAMKA Jakarta
240 221 92.08 121 100 - - 19
3. Universitas Muhammadiyah Jakarta
240 226 94.16 226 - - - 14
4. Universitas
Pamulang 260 243 93.46 158 81 4 - 17
5. Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
253 230 90.91 165 54 2 9 23
1.274 1.196 93.88 946 235 6 9 78
D. Moda Banpem LPD Type II 1. Universitas
Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA)
260 245 94.23
188 57 - - 15
2. Universitas Cenderawasih (UNCEN)
239 201 84.10
116 84 1 - 38
499 446 89.38 304 141 1 - 53
Sumber: Pokja Fasilitasi Kompetensi, Pokja Data dan Teknologi, Bagian Tata Usaha
Laporan Kinerja TA 2020 24 Kendala dan permasalahan yang mengakibatkan Peserta tidak memenuhi syarat/kategori kelulusan meliputi
• Nilai akhir Peserta kurang dari kategori “Cukup”;
• Peserta tidak mengikuti post test;
• Peserta tidak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dan tidak mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan oleh Pengajar Diklat sehingga mengakibatkan nilainya 0;
• Peserta pensiun;
• Peserta sakit;
• Peserta mengundurkan diri.
Penilaian Peserta dan tes awal/akhir dilaksanakan dengan aplikasi/online (bagi moda Daring) dan manual (bagi moda tatap muka). Peserta dapat mengunduh sertifikat pelatihan pada aplikasi. Bagi Peserta yang tidak memenuhi syarat/kategori nilai kelulusan maka tidak mendapatkan sertifikat.
Dokumentasi pelaksanaan kegiatan:
1. Moda Daring (Dalam Jaringan)
Dok: PIP
Laporan Kinerja TA 2020 25 2. Moda Tatap Muka
Dok: PIP
• Guru Kelas yang mendapatkan peningkatan kompetensi bidang Tematik;
PPPPTK Penjas dan BK melaksanakan peningkatan kompetensi Guru Kelas bidang Tematik dengan tujuan agar Guru Kelas meningkatkan kompetensinya secara terus menerus dan berkesinambungan sebagai seorang Pendidik sehingga mampu menciptakan ekosistem Pendidikan yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar murid.
Berikut rincian capaian jumlah output “Guru Kelas yang mendapatkan peningkatan kompetensi bidang Tematik :
Indikator Kinerja
Kegiatan Output
Tahun 2020
Target Realisasi % Capaian
Kelulusan Peserta Amat
Baik Baik Cukup Kurang
Tidak dapat Sertifikat Jumlah Guru yang
mengikuti pelatihan Guru Penggerak
153 Orang
186 Orang
121.57 89 95 1 1 6
Guru Kelas yang mendapatkan peningkatan kompetensi bidang Tematik
Laporan Kinerja TA 2020 26 Kegiatan:
1. Diklat Implementasi Layanan BK Bagi Guru Kelas Gelombang 1
152 146 96.05 59 85 1 1 6
2. Diklat Implementasi Layanan BK Bagi Guru Kelas Gelombang 2
40 40 100.00 30 10 - - -
Sumber: Pokja Fasilitasi Kompetensi, Pokja Data dan Teknologi, Bagian Tata Usaha
Penilaian Peserta berdasarkan hasil tes awal, test akhir, sikap dan ketrampilan. Bagi Peserta yang tidak memenuhi syarat/kategori nilai akhir maka tidak mendapatkan sertifikat.
Kendala dan permasalahan yang mengakibatkan Peserta tidak memenuhi syarat/kategori nilai akhir meliputi
• Nilai akhir Peserta kurang dari kategori “Cukup”;
• Peserta tidak mengikuti post test;
• Peserta tidak mengikuti rangkaian pelatihan dan tidak mengumpulkan tugas- tugas yang diberikan oleh Narasumber sehingga mengakibatkan nilainya 0.
Dokumentasi pelaksanaan kegiatan:
1. Praktek Guru Kelas Tematik
Dok: PIP
Laporan Kinerja TA 2020 27 2. Praktek Guru Kelas Tematik
Dok: PIP
• Model-Model (Inovasi) peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
PPPPTK Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling melaksanakan peningkatan kompetensi Guru Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling melalui pengembangan berbagai model (inovasi) pembelajaran dengan tujuan agar Guru Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling mampu meningkatkan kompetensinya secara terus menerus dan berkesinambungan sebagai seorang Pendidik
Berikut rincian capaian model-model (inovasi pembelajaran) pembelajaran bagi Guru Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling tahun 2020:
Indikator Kinerja Output
Tahun 2020
Target Realisasi % Capaian
Kelulusan Peserta Amat
Baik Baik Cukup
Tidak dapat Sertifikat Jumlah Guru yang
mengikuti pelatihan Guru Penggerak
Model-model (inovasi pembelajaran) bagi Guru Pendidikan Jasmani dan
Bimbingan Konseling
1 1 100
Kegiatan:
1. FGD Pengembangan Instrument TKSI
Laporan Kinerja TA 2020 28 2. Cyber Counseling
3. Diklat Pengembangan Model Latihan dan Pengukuran Kebugaran Jasmani bagi Guru PJOK SD
80 62 77.50 21 38 3 18
4. Diklat Pengembangan Model Latihan dan Pengukuran Kebugaran Jasmani bagi Guru PJOK SMP
60 49 81.67 9 40 11
5. Diklat Pengembangan Model Latihan dan Pengukuran Kebugaran Jasmani bagi Guru PJOK SMA/SMK
40 33 82.50 - 33 7
Sumber: Pokja Fasilitasi Kompetensi, Pokja Data dan Teknologi, Bagian Tata Usaha
Penilaian Peserta dan tes awal/akhir dilaksanakan oleh Widyaiswara PPPPTK Penjas dan BK. Bagi Peserta yang tidak memenuhi syarat/kategori nilai akhir maka tidak mendapatkan sertifikat.
Kendala dan permasalahan yang mengakibatkan Peserta tidak memenuhi syarat/kategori nilai akhir meliputi
• Nilai akhir Peserta kurang dari kategori “Cukup”;
• Peserta tidak mengikuti rangkaian pelatihan dan tidak mengumpulkan tugas- tugas yang diberikan oleh Narasumber sehingga mengakibatkan nilainya 0;
• Peserta hanya mengikuti setengah rangkaian pelatihan sehingga mengakibatkan nilainya kurang;
• Peserta yang diundang tidak hadir (sakit, mengundurkan diri).
Dokumentasi kegiatan:
1. FGD Pengembangan Instrument TKSI
Dok: PIP
Laporan Kinerja TA 2020 29 2. Cyber Counseling
Dok: PIP
3. Diklat Pengembangan Model Latihan dan Pengukuran Kebugaran Jasmani bagi Guru PJOK SD, SMP dan SMA/SMK
Dok: PIP
Laporan Kinerja TA 2020 30 Ketercapaian indikator kinerja sasaran kegiatan “Jumlah Guru yang mengikuti pelatihan Guru Penggerak” antara lain disebabkan oleh
1) Adanya regulasi Pemerintah yang jelas sebagai dasar pelaksanaan Program/Kegiatan;
2) Adanya kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Dinas Pendidikan Propinsi, Kabupaten maupun Kota) sehingga memudahkan koordinasi dan memperlancar pelaksanaan kegiatan;
3) Adanya team kerja yang kompak sehingga memudahkan koordinasi;
4) Adanya Narasumber atau Fasilitator yang dapat diandalkan sehingga memperlancar pelaksanaan kegiatan;
5) Adanya Sarana dan Prasarana yang menunjang pelaksanaan kegiatan;
Hambatan atau kendala-kendala dan permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian target indikator kinerja sasaran kegiatan “Jumlah Guru yang mengikuti pelatihan Guru Penggerak” antara lain disebabkan oleh
1) Adanya pandemi Covid 19 sehingga metode dan jadwal pelaksanaan kegiatan berubah dan mundurnya beberapa agenda kegiatan sehingga mengakibatkan kegiatan menumpuk (tidak dapat dilaksanakan tepat waktu);
2) Banyaknya revisi anggaran yang disebabkan karena pandemi Covid 19;
3) Keterbatasan Sumber Daya Manusia, terutama yang dapat menguasai IT;
4) Prinsip kehati-hatian Pimpinan (tetapi lebih banyak berkaitan dengan sikap menunggu) sehingga banyak kegiatan internal yang tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah direncanakan;
5) Lemahnya koordinasi, komunikasi dan komitmen internal (antar ASN dalam Pokja, Koordinator Pokja dan Sub Koordinator Pokja);
6) Pola pikir beberapa pemangku kepentingan dalam menentukan strategi pelaksanaan program dan kegiatan tidak komprehensif;
7) Munculnya kegiatan yang tidak di programkan/direncanakan sejak awal;
8) Adanya ASN yang tidak dapat mengimbaskan materi dan berbagai informasi yang diperoleh pada saat kegiatan dengan Ditjen GTK sehingga berbagai materi dan informasi tersebut tidak dapat diterima oleh ASN yang lain;
9) Kebijakan eselon 1 terkait dengan pelaksanaan program prioritas sangat lambat sehingga mengakibatkan kegiatan yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan;
Laporan Kinerja TA 2020 31 10) Perangkat Diklat program prioritas yang disusun oleh Pusat tidak segera diberikan sehingga mengakibatkan kegiatan yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan;
11) Daftar Peserta tidak update sehingga peserta yang diundang sudah mutasi atau pensiun tetapi namanya masih terdapat dalam sistem.
Langkah-langkah yang dilakukan agar target indikator kinerja sasaran kegiatan
“Jumlah Guru yang mengikuti pelatihan Guru Penggerak” dapat tercapai antara lain:
1) Menyusun ulang strategi, metode dan jadwal kegiatan agar kegiatan tetap berjalan ditengah pandemi Covid 19;
2) Koordinasi dengan Ditjen GTK terkait dengan berbagai macam kebijakan agar kegiatan dapat segera dilaksanakan;
3) Koordinasi dengan Ditjen GTK dan Direktorat terkait dengan perangkat diklat agar kegiatan dapat segera dilaksanakan;
4) Memperbaiki koordinasi, komunikasi dan komitmen internal (antar ASN dalam Pokja, Koordinator Pokja dan Sub Koordinator Pokja);
5) Melakukan revisi anggaran sesuai dengan arahan Ditjen GTK;
6) Mengganti ASN yang lebih kompeten untuk mengikuti semua kegiatan Ditjen GTK sehingga berbagai materi dan informasi tersebut dapat dimbaskan/disampaikan, serta diterima oleh ASN yang lain.
B. REALISASI ANGGARAN
DIPA PPPPTK Penjas dan BK tahun 2020 sebesar Rp. 47.256.154.000,00 (Empat Puluh Tujuh Milyar Dua Ratus Lima Puluh Enam Juta Seratus Lima Puluh Empat Ribu Rupiah) yang terdiri dari anggaran kinerja sebesar Rp. 26.127.488.000,00 (Dua Puluh Enam Milyar Seratus Dua Puluh Tujuh Juta Empat Ratus Delapan Puluh Delapan Ribu Ruliah) dan untuk kegiatan yang bersifat pendukung atau rutin sebesar Rp.
21.128.666.000,00 (Dua Puluh Satu Milyar Seratus Dua Puluh Delapan Juta Enam Ratus Enam Puluh Enam Ribu Rupiah). Daya serap anggaran sebesar 93.57%.
Anggaran PPPPTK Penjas dan BK tahun 2020 digunakan untuk membiayai pencapaian 1 (satu) sasaran kegiatan dan 1 (satu) indikator kinerja sasaran kegiatan sesuai dengan yang di perjanjikan dalam Perjanjian Kinerja.