KONTRIBUSI KEGIATAN KARANG TARUNA DALAM MENUMBUHKAN MINAT BERWIRAUSAHA REMAJA DI DESA ALURGADUNG KECAMATAN SAWIT SEBERANG KABUPATEN LANGKAT.

19  32 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

KONTRIBUSI KEGIATAN KARANG TARUNA DALAM

MENUMBUHKAN MINAT BERWIRAUSAHA REMAJA

DI DESA ALUR GADUNG KECAMATAN SAWIT

SEBERANG KABUPATEN LANGKAT

SKRIPSI

Diajukan Untuk Mengikuti Ujian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :

N U R W A T A N I

NIM: 109371021

JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

(2)
(3)
(4)

i ABSTRAK

Nurwatani. 109371021. Kontribusi Kegiatan Karang Taruna Dalam Menumbuhkan Minat Berwirausaha Remaja Di Desa Alur Gadung Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat. Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Medan. 2015.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya karang taruna dalam menumbuhkan minat berwirausaha, serta seberapa besar kontribusi kegiatan karang taruna dalam menumbuhkan minat berwirausaha remaja karang taruna. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui upaya yang dilakukan karang taruna, serta gambaran kegiatan yang dilakukan karang taruna dalam menumbuhkan minat berwirausaha remaja Di Desa Alur Gadung Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat.

Teori dalam penelitian ini menggunakan teori tentang penumbuhan minat berwirausaha yang dikemukakan menurut Frinces (2011)” proses penumbuhan minat dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain: karena keturunan, bekerja kepada orang, diajak teman atau keluarga, dan dapat pula dibentuk dari proses pendidikan yaitu: pelatihan workshop, pelatihan khusus, pendidikan bidang khusus dan lainnya”

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 500 remaja karang taruna.. sampelnya berjumlah 50 orang. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah observasi, angket dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian diolah dengan menggunakan teknik persentase dengan rumus frekuensi.

P

= × 100%

(5)

i

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Kerangka berfikir ... 29

Tabel 3.1 Kisi-kisi angket ... 34

Tabel 3.2 Waktu penelitian ... 36

Tabel 4.1 Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin ... 38

Tabel 4.2 Jumlah penduduk berdasarkan mata pencarian ... 39

Tabel 4.3 Sarana dan prasarana pendidikan ... 40

Tabel 4.4 Sarana dan prasarana desa ... 40

Tabel 4.5 Jenjang pendidikan pengurus karang taruna ... 42

Tabel. 4.6 Sosialisasi karang taruna ... 44

Tabel 4.7 Fasilitas karang taruna ... 45

(6)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara berkembang dan dikenal dengan negara yang kaya akan Sumber Daya Alamnya (SDA). Karena, kecendrungan negara-negara berkembang adalah ditandai dengan masyarakat yang memiliki pendapatan perkapita lebih rendah dibandingkan negara maju dan biasanya memiliki populasi penduduk yang padat. Negara berkembang belum mempunyai kondisi ekonomi dan sosial yang makmur, kebanyakan penduduknya miskin, pemikiran-pemikiran modern belum menyusup sampai ke desa-desa, dan kemajuan teknologi masih sangat jarang mampir sampai ke desa-desa, serta banyaknya pengangguran. Melihat kondisi itu maka Indonesia merupakan salah satu negara yang termasuk di dalamnya. Pendapatan masyarakat yang rendah dan tingkat populasi penduduk yang tinggi menjadi suatu permasalahan yang harus diatasi oleh pemerintah negara berkembang dalam upaya mensejahterakan rakyatnya.

Semakin maju suatu negara, maka semakin banyak pula orang yang terdidik. Semakin banyak jumlah penduduk, maka akan semakin tinggi pula tingkat kebutuhan hidup. Untuk itu dalam mengatasi masalah yang ada salah satunya dapat dilakukan dengan berwirausaha. Pembangunan akan lebih baik apabila disertai dengan wirausaha karena pemerintah tidak mampu menggarap

(7)

2

semua aspek pembangunan. Oleh sebab itu, wirausaha dapat memberikan potensi yang baik dalam pembangunan perekonomian.

Di Indonesia, Kementrian koperasi dan UKM memperkirakan pertumbuhan jumlah wirausaha nasional berdasarkan rasio perkembangan dalam tiga tahun terakhir mencapai sekitar 2,5% dari jumlah penduduk atau sebanyak 6.128.655 orang. Jumlah yang diperhitungkan itu meningkat dari angka sebelumnya 1,56% atau sekitar 3.707.205 orang pada tahun 2012. Sedangkan pada tahun 2011 jumlah wirausaha Indonesia baru mencapai sekitar 570.339 orang. (Solopos.com, 2013). Saat ini, di Sumatera utara jumlah wirausaha masih rendah, yaitu sekitar 25% dari jumlah penduduk 13 juta orang. (Pemprovsu, 2012). Walaupun demikian perkembnagan wirausaha terjadi semakin meningkat terutama dibidang industri makanan dan minuman.

Wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri. Selain sebagai keterampilan, wirausaha juga merupakan pengetahuan yang sangat penting karena melalui wirausaha seseorang dapat memperoleh, menyalurkan dan mengembangkan kreatifitasnya untuk dimanfaatkan menjadi penghasilan untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah kepada upaya cara kerja teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar.

(8)

3

menyampaikan ide-ide dan kreasinya, mereka bisa menciptakan barang yang dirasa perlu dan penting untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Kegiatan kewirausahaan ini dapat dilakukan dengan cara mendirikan UKM, koperasi, kelompok usaha bersama dan lainnya.

Adapun manfaat adanya wirausaha yaitu menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran, Sebagai generator pembangunan lingkungan bidang produksi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, kesejahteraan dan sebagainya. Berusaha memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial sesuai dengan kemampuannya. Akan tetapi yang menjadi permasalahan yaitu adanya faktor psikologis yang melatar belakangi terbentuknya sikap negatif masyarakat sehingga mereka kurang minat terhadap profesi wirausaha antara lain sikap agresif, ekspansif, bersaing, egois, tidak jujur, kikir, sumber penghasilan tidak stabil, kurang terhormat, pekerjaan rendah, dan sebagainya. Hal ini merupakan faktor pemicu yang membuat masyarakat tidak tertarik, sehingga umumnya para orang tua tidak menginginkan anak-anaknya menerjuni bidang ini, dan berusaha mengalihkan perhatian anak untuk menjadi profesi lain. Khususnya pada kalangan remaja. Remaja lebih tertarik atau lebih memilih untuk menjadi karyawan dibanding dengan berwirausaha. Ini dikarenakan masih kurangnya pengetahuan dan keterampilan remaja tentang berwirausaha.

(9)

4

sosial. Karang taruna terdapat hampir diseluruh Indonesia. Karang taruna sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Sosial RI No. 83/HUK/2005 adalah organisasi sosial wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial, dari, oleh dan untuk masyarakat terutama bagi generasi muda diwilayah desa/kelurahan atau komunitas sederajat dan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial. Sedangkan keanggotaanya bersifat stelsel pasif artinya seluruh generasi muda dalam lingkungan Desa/Kelurahan atau komunitas adat sederajat yang berusia 11 sampai 45 tahun yang selanjutnya disebut Warga Karang Taruna.

(10)

5

dapat hidup secara mandiri. Berbagai keterampilan dipelajari dalam organisasi ini. Kegiatannya direncanakan menurut keadaan dan kemampuan daerah masing-masing. Kegiatan-kegitan dalam Karang Taruna ini seperti bakti sosial, posyandu, gotong royong, pengajian remaja, Tagana (Taruna siaga bencana), dan terdapat kegiatan kewirausahaan berupa industri rumahan dan lain sebagainya. Pada umumnya kegiatan karang taruna ini bersifat positif yaitu kegiatan yang bermanfaat bagi remaja.

Sumatera Utara terdiri dari 33 Kabupaten Kota, Kabupaten Langkat terbagi menjadi 23 kecamatan, dan kecamatan Sawit Seberang terbagi lagi menjadi 7 desa. Di kecamatan Sawit Seberang setiap desa terdapat organisasi karang taruna. Karang taruna di Desa Alur Gadung merupakan bagian dari karang taruna yang ada di kecamatan Sawit Seberang.

(11)

6

kegiatan-kegiatan aktif bagi masyarakat khususnya remaja. Karang taruna memberikan pelayanan pembinaan bagi remaja agar remaja tidak terjerumus pada hal-hal negatif, yaitu dengan melaksanakan bakti sosial, pengajian remaja, taruna siaga bencana (tagana), wirausaha dan lainnya.

Desa alur gadung memiliki potensi alam yang memungkinkan dimana hasil alamnya dapat dimanfaatkan untuk wirausaha, namun yang menjadi masalah yaitu kurangnya minat remaja dalam berwirausaha, ini disebabkan remaja lebih tertarik untuk bekerja di luar daerah karena memiliki penghasilan yang jelas, dibandingkan dengan berwirausaha dan mengolah sumber daya alam yang ada di desa, sehingga hasil alam tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin. Selain itu kurangnya keterampilan dan keterbatasan modal usaha juga menjadi faktor pemicu berkurangnya minat remaja untuk berwirausaha. Karena dalam berwirausaha memerlukan adanya kemampuan, keterampilan dan modal. Hal ini sangat memberi pengaruh yang besar dalam berwirausaha. Karena dalam kegiatan wirausaha tidak terlepas dari penggunaan modal untuk kelangsungan usaha tersebut.

(12)

7

Dengan adanya kegiatan wirausaha yang ada dikarang taruna, secara tidak langsung masyarakat, khususnya remaja akan mudah memahami pengetahuan tentang berwirausaha, yaitu dengan melihat, mengamati dan ikut terjun langsung melaksakan kegiatan wirausaha. Dengan adanya karang taruna di desa Alur gadung diharapkan remaja tersebut dapat tertarik untuk melakukan wirausaha.

Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk penelitian dengan judul “Kontribusi Kegiatan Karang Taruna Dalam Menumbuhkan Minat Berwirausaha Remaja Di Desa Alur Gadung Kecamatan Sawit Seberang”.

B. Identifikasi Masalah

1. Keberadaan karang taruna belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. 2. Kurangnya sosialisasi mengenai karang taruna kepada masyarakat. 3. Masih rendahnya minat remaja dalam berwirausaha

4. Masih kurangnya keterampilan dan pengetahuan remaja tentang berwirausaha.

5. Keterbatasan modal untuk berwirausaha.

6. Sumber Daya Alam (SDA) belum dimanfaatkan secara maksimal.

C. Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, penulis membatasi masalah dalam penelitian ini pada Kontribusi Kegiatan Karang Taruna Dalam Menumbuhkan Minat Berwirausaha Remaja Di

(13)

8

D. Rumusan Masalah

1. Bagaimana upaya karang taruna dalam menumbuhkan minat berwirausaha remaja Di Desa Alur Gadung Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat?

2. Seberapa besar kontribusi kegiatan karang taruna dalam menumbuhkan minat berwirausaha remaja Di Desa Alur Gadung Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat?

E. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan karang taruna dalam menumbuhkan minat berwirausaha remaja Di Desa Alur Gadung Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat.

2. Untuk mengetahui gambaran kegiatan yang dilakukan karang taruna dalam menumbuhkan minat berwirausaha remaja Di Desa Alur Gadung Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat.

F. Manfaat Penelitian

1. Manfaat praktis

a. Sebagai bahan masukan bagi remaja desa untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pembekalan diri remaja melalui kegiatan yang ada di karang taruna

b. Sebagai bahan masukan bagi karang taruna dalam memberikan pelayanan pengetahuan dan keterampilan bagi remaja.

(14)

9

2. Manfaat teoritis

a. Memberi gambaran mengenai pengetahuan dan keterampilan remaja dalam berwirausaha yang dilakukan melalui karang Taruna.

(15)

54

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan data hasil penelitian maka disimpilkan bahwa:

1. Upaya yang dilakukan karang taruna desa Alur gadung dalam menumbuhkan minat berwirausaha yaitu dengan melakukan kegiatan mensosialisasi sebanyak 299 dengan persentase 59,8%, , memfasilitasi sebanyak 224 dengan persentase 59,8%, serta memberikan pelatihan sebanyak 282 dengan persentase 47%. Kegiaan ini menarik perhatian remaja. Dalam hasil pembahasan diketahui bahwa upaya yang dilakukan karang taruna dalam menumbuhkan minat berwirausaha mendapatkan respon setuju dari remaja.

2. Untuk melihat seberapa besar kontribusi karang taruna dalam menumbuhkan minat berwirausaha dinyatakan dalam perhitungan seluruh hasil jawaban angket yang meliputi angket kegiatan mensosialisasi, memfasilitasi serta pemberian pelatihan. Maka Jawaban alternatif yang mendapatkan nilai paling tinggi adalah alternative jawaban B dengan keterangan setuju sebanyak 805 dengan persentase 53,66 %. Maka jawaban dari penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi kegiatan karang taruna dalam menumbuhkan minat berwirausaha remaja dinyatakan Setuju. Artinya karang taruna telah memberikan kegiatan-kegiatan untuk remaja dalam menumbuhkan minat berwirausaha dan remaja merespon baik dalam setiap kegiatan. Artinya semakin banyak

(16)

55

kegiatan karang taruna tentang berwirausaha maka minat remaja akan semakin tumbuh.

B. Saran

Saran yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu:

1. Kepada masyarakat desa Alur gadung khususnya remaja yang merupakan anggota karang taruna agar lebih aktif mengikuti setiap kegiatan yang ada di karang taruna karena dengan berperan aktif remaja dapat memperoleh ilmu serta penglaman yang menarik untuk membekali masa depan selain itu dapat mengalihkan pada kegiatan yang bermanfaat dan memiliki dampak positif.

(17)

64

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Dari Buku :

Alma, Buchari.2010. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta

Arikunto, Suharsimi.2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Daryanto.2010.Belajar Dan Mengajar. Bandung:Yrama Widya

Dianawati, Ajen.2007. Peluang Usaha Rumahan Yang Menguntungkan. Jakarta: Mediakita

Dinas Kesejahteraan Dan Sosial PROVSU Penumbuhan dan Pengembangan Karang taruna APBD. 2010. Pedoman Dasar Karang Taruna.

Direktorat Bina Karang Taruna Departemen Sosial RI.1992. Panduan Usaha Ekonomis Produktif Karang Taruna.

Faturochman, dkk. 2012. Psikologi Untuk Kesejahteraan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka belajar

Frinces, Z. Heflin. 2011. Be An Enterpreneur (Jadilah Seorang Wirausaha). Yogyakarta: Graha Ilmu

Kamisa. 1997. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Kartika

Mudjiarto dan Aliaras Wahid. 2012. Membangun Karakter dan Kepribadian Kewirausahaan. Yogyakarta: Graha Ilmu

Royhansyah. 2012. Skripsi. Konstribusi Kreativitas Belajar Siswa dan Hasil Belajar Mata Pelajaran PMO Terhadap Minat Berwirausaha Pada Siswa SMKN 1 Sibabangun Tapanuli Tengah. Medan: Universitas Negeri Medan

Sari, Putri. Nilam. 2014. Skripsi. Kontribusi Pendidikan Kecakapan Hidup Dalam Membekali Warga Masyarakat Berwirausaha Di Kelurahan Bandar Senembahan Kecamatan Binjai Barat. Medan: Universitas Negeri Medan

Sarwono,S.W. 2011.Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers

Singgih , D. Gunarsa. 2007. Psikologi Perkembangan Remaja. Jakarta: Alfabeta Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta:

Rineka Cipta

(18)

65

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Suwarto. 2010. Prilaku keorganisasian.Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Universitas Negeri Medan. 2013. Pedoman penulisan skripsi. Medan: Fakultas Ilmu pendidikan

Zarkasyi, M Ridlo. 2013. ENTERPRENEUR RADIKAL Catatan Inspirasi Dan Solusi-solusi Taktis Mengatasi Tahapan-Tahapan Kritis Dalam Binsis. Jakarta: Renebook

SUMBER DARI INTERNET:

Mahesa, Aditya, D. 2012. Analisis faktor-faktor motivasi Yang mempengaruhi minat Berwirausaha. Skripsi (online). Fakultas Ekonomika Dan Bisnis. Universitas Diponegoro Semarang. Dalam http://eprints.undip.ac.id/ 36201/1/MAHESA.pdf Diakses pada Januari 2014

Pemprovsu, 2012. Pemerintah targetkan perbanyak IKM diluar jawa dalam http://www.sumutprov.go.id/lengkap2.php?id=174 di akses pada oktober 2013

Trisna, KDK,dkk. 2013. Kontribusi minat kewirausahaan, Kreativitas, dan persepsi tentang pasar kerja non Formal terhadap hasil belajar praktek siswa program Keahlian tata busana pada smk negeri 3 dan 4 denpasar tahun 2012. Universitas Pendidikan Ganesha Dalam pasca.undiksha.ac.id/e-journal/index.php/jurnal_ap/article/.../614/400 diakses pada februari 2014 Universitas Negeri Medan. 2013. Modul PLPG kewirausahaan. Dalam

http://sergu.unimed.ac.id/konten/download/2013download/modulplpg2013/ 25_Modul%20Kewirausaan%202013.pdf diakses pada februari 2014

Utomo, Hardi. 2010. Konstribusi soft skill dalam menumbuhkan jiwa

kewirausahaan. Dalam jurnal.stieama.ac.id/index.php/ama/article/

download/20/18 diakses pada februari 2014

Wibowo. Mulyadi. 2011. Pembelajaran kewirausahaan dan minat wirausaha lulusan SMK. Dalam www.kopertis6.or.id/journal/index.php/eks/article /download/83/7 diakses pada februari 2014

Widiatnoto,E. 2013. Pengaruh Jiwa Kewirausahaan Dan Budaya Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha Pada Siswa Smkn 1 Wonosari Dan Smkn 2 Wonosari Di Kabupaten Gunungkidul. Univeritas negeri Yogyakarta dalam http://eprints.uny.ac.id/10026/1/JURNAL%28NIM.07503244026,

(19)

RIWAYAT HIDUP

I. Riwayat Pribadi

Nama : Nurwatani

Tempat Tanggal Lahir : Sawit Seberang 07 oktober 1991 Anak ke : 1 (satu) dari 4 (empat) bersaudara

Alamat : Jln. Letda Sujono Gg. Setia no. 8c Medan

II. Nama Orang Tua

Nama Ayah : Alm. Syafaruddin

Pekerjaan : -

Nama Ibu : Nuraidah

Pekerjaan : Ibu rumah tangga

III. Riwayat Pendidikan

Pendididkan SD : SDN 050688 Sawit Seberang (Tahun 1997-2003)

Pendidikan SMP : SMP Swasta YEPEKSI (Tahun 2003-2006)

Pendidikan SMA : SMA Swasta TAMAN SISWA (Tahun 2006-2009)

Figur

Tabel  3.1  Kisi-kisi angket  ....................................................................................
Tabel 3 1 Kisi kisi angket . View in document p.5

Referensi

Memperbarui...