commit to user
i
PROGRAM PENDIDIKAN TEKNIK MESIN JPTK FKIP UNS ANGKATAN 2009
Skripsi Oleh:
Intan Ratnasari NIM K2504009
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2011
commit to user
ii
PROGRAM PENDIDIKAN TEKNIK MESIN JPTK FKIP UNS ANGKATAN 2009
Oleh:
Intan Ratnasari NIM K2504009
Skripsi
Ditulis dan Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan Program Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Pendidikan
Teknik dan Kejuruan
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011
commit to user x
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...
HALAMAN PENGAJUAN ...
HALAMAN PERSETUJUAN ...
HALAMAN PENGESAHAN ...
HALAMAN ABSTRAK ...
HALAMAN MOTTO ...
HALAMAN PERSEMBAHAN ...
KATA PENGANTAR ...
DAFTAR ISI ...
DAFTAR TABEL ...
DAFTAR LAMPIRAN ...
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ...
B. Identifikasi Masalah ...
C. Pembatasan Masalah ...
D. Perumusan Masalah ...
E. Tujuan Penelitian ...
F. ManfaatPenelitian ...
BAB II LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka ...
1. Teknologi Internet ...
2. Motivasi Belajar ...
3. Prestasi Belajar ...
4. Hasil Penelitian yang Relevan ...
B. Kerangka Berpikir ...
1. Pengaruh Langsung Antara Teknologi Internet terhadap
Motivasi Belajar...
2. Pengaruh Langsung Antara Teknologi Internet terhadap Prestasi i ii iii iv v vii viii ix
x xiii xiv
1 2 4 4 5 5
6 6 15 17 24 28
28
commit to user xi
Belajar ...
3. Pengaruh Langsung Antara Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar ...
4. Pengaruh Tidak Langsung Antara Teknologi Internet terhadap Prestasi Belajar melalui Motivasi Belajar ...
5. Pengaruh Total Antara Teknologi Internet Terhadap Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar ...
C. Perumusan Hipotesis ...
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian...
1. Tempat Penelitian ...
2. Waktu Penelitian ...
3. Metode Penelitian ...
B. Populasi dan Sampel ...
1. Populasi ...
2. Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel ...
C. Teknik Pengumpulan Data ...
1. Konsepsi ...
2. Kalibrasi Instrumen ...
D. Rancangan Penelitian ...
1. Variabel Penelitian ...
2. Definisi Operasional ...
E. Teknik Analisis Data ...
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian ...
1. Profil Program Studi Pendidikan Teknik Mesin FKIP UNS ...
2. Sejarah Singkat Program Studi Pendidikan Teknik Mesin FKIP UNS ...
3. Visi, Misi, dan Tujuan ...
B. Deskripsi Data ...
C. Pengujian Persyaratan Analisis ...
28
29
29
29 30
31 31 31 31 32 32 32 32 32 33 41 41 43 44
45 45
45 46 47 51
commit to user xii
D. Pengujian Hipotesis ...
1. Identifikasi Koefisien Jalur ...
2. Identifikasi Koefisien Jalur dengan Residual ...
3. Signifikansi Koefisien Jalur ...
4. Pengujian Spesifikasi Model Analisis ...
5. Penghitungan Pengaruh ...
E. Analisis Hasil Penelitian ...
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
A. Simpulan ...
B. Implikasi ...
C. Saran ...
DAFTAR PUSTAKA ...
LAMPIRAN
51 51 52 53 54 55 57
60 60 60 xiv
commit to user
v ABSTRAK
Intan Ratnasari. PERAN TEKNOLOGI INTERNET TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN TEKNIK MESIN JPTK FKIP UNS ANGKATAN 2009. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Oktober 2011.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh langsung teknologi internet terhadap motivasi belajar, (2) pengaruh langsung teknologi internet terhadap prestasi belajar, (3) pengaruh langsung motivasi belajar terhadap prestasi belajar, (4) pengaruh tidak langsung teknologi internet terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar, dan (5) besarnya pengaruh total teknologi internet dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian statistika kuantitatif dengan metode regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Pendidikan Teknik Mesin JPTK FKIP UNS Angkatan 2009, yang terdiri dari 56 mahasiswa. Sampel diambil menggunakan teknik random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 33 mahasiswa. Teknik pengumpulan data variabel teknologi internet dan motivasi belajar menggunakan angket atau kuesioner dan prestasi belajar menggunakan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis jalur (path analysis). Sebelum analisis data dilakukan, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis, yaitu uji normalitas data menggunakan Chi Kuadrat.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) “Ada pengaruh langsung yang positif dan signifikan teknologi internet terhadap motivasi belajar Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin JPTK FKIP UNS Angkatan 2009” dengan data hubungan linear antara X dan Y yaitu sebesar 0,555 (p < 0,05 yaitu 0,000 <
0,05). Pengaruh teknologi internet terhadap motivasi belajar dengan residual diketahui sebesar 0,308, (2) “Ada pengaruh langsung yang positif dan signifikan teknologi internet terhadap prestasi belajar Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin JPTK FKIP UNS Angkatan 2009”, dengan data hubungan linear antara X dan Z yaitu sebesar 0,324 (p < 0,05 yaitu 0,000 < 0,05). Pengaruh teknologi internet terhadap prestasi belajar dengan residual diketahui sebesar 0,105, (3) “Ada pengaruh langsung yang positif dan signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin JPTK FKIP UNS Angkatan 2009”, dengan data hubungan linear antara Y dan Z sebesar 0,365 (p < 0,05 yaitu 0,000 <
0,05. Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar dengan residual diketahui sebesar 0,133, (4) “Ada pengaruh tidak langsung teknologi internet terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin JPTK FKIP UNS Angkatan 2009”, dengan data hubungan linier X, Y, dan Z sebesar 0,202575, (5) “Ada pengaruh total antara teknologi internet dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin JPTK FKIP UNS Angkatan 2009” yaitu sebesar 0,92.
Kata kunci : Teknologi Internet, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar, Path Analysis.
commit to user
vi ABSTRACT
Intan Ratnasari. THE ROLE OF THE INTERNET TECHNOLOGY TO THE INCREASE OF LEARNING MOTIVATION AND LEARNING ACHIEVEMENT AMONG THE STUDENTS OF MECHANICAL ENGINEERING EDUCATION PROGRAM OF JPTK FKIP UNS YEAR 2009. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty. Sebelas Maret University Surakarta, Oktober 2011.
The aim of the research is to find out: (1) The direct influence of the internet technology to the learning motivation, (2) The direct influence of the internet technology to the learning achievement, (3) The direct influence of the learning motivation to the learning achievement, (4) The indirect influence of the internet technology to the learning achievement, and (5) The total influence of the internet technology and the learning motivation to the learning achievement.
The research is conducted by using Quantitative Statistics Research Method. The population of the research are the students of Mechanical Engineering Education of JPTK FKIP UNS year 2009, which consist of 56 students. The sample is taken by using Random Sampling Techniq and consist of 33 students. The data of internet technology and the learning motivation variables are collected by using questionair and the data of learning achievement are collected by using documentation. The data analysis techniq used is Path Analysis techniq. Before data analysis is done, analysis requirement test has been formerly done, namely Data Normality test by using Chi Square.
Based on the research result, it can be concluded that: (1) There is positive and significant direct influence of internet technology to the learning motivation of the students of Mechanical Engineering Education of JPTK FKIP UNS year 2009 with linear correlation data beetween X and Y of 0,555 (p<0,05 viz 0,000 <
0,05). The residual in the influence of the internet technology to the learning motivation is known 0,308, (2) There is positive and significant direct influence of the internet technology to the learning achievement of the student of Mechanical Engineering Education of JPTK FKIP UNS year 2009, with liner correlation data between X and Z of 0,324 (p<0,05 viz 0,000 < 0,05). The residual in the influence of the internet technology to the learning achievement is known 0,105, (3) There is positive and significant influence of the learning motivation to the learning achievement students of Mechanical Engineering Education of JPTK FKIP UNS year 2009 with liner correlation data between Y and Z of 0,365 (p<0,05 viz 0,000
< 0,05). The residual of the influence of the learning motivation to the learning achievement is known 0,133, (4) There is indirect influence of the internet technology to the learning achievement through the learning motivation among the students of Mechanical Engineering Education of JPTK FKIP UNS year 2009, with linear correlation data between X, Y, and Z of 0,202575, (5) There is total influence of the internet technology and the learning motivation to the learning achievement of the students of Mechanical Engineering Education of JPTK FKIP UNS year 2009, viz 0,92.
Key words: Internet Technology, Learning Motivation, Learning Achievement, Path Analysis
commit to user BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Teknologi internet merupakan sebuah produk yang lahir dari perkembangan teknologi komputer dan informasi. Saat ini, di era globalisasi internet digunakan secara meluas oleh masyarakat dunia sebagai sumber informasi dan komunikasi massal, bahkan internet telah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian orang. Teknologi internet dengan segala aspeknya telah membawa perubahan mendasar di dunia global. Manusia dituntut untuk lebih kompetitif dalam persaingan global dan internet merupakan alat yang paling tepat untuk digunakan sebagai media pengembangan diri. Globalisasi menuntut manusia untuk melek teknologi karena dalam persaingan global hanya orang- orang dengan kualitas intelektual tinggi yang dapat ikut serta di dalamnya.
Sebagian orang berpendapat bahwa internet mampu membawa seseorang ke arah kemajuan disegala bidang, oleh karenanya kemudian internet dikembangkan dalam segala bidang termasuk dalam bidang pendidikan dengan tujuan agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Telah banyak instansi pendidikan yang saat ini menjadikan internet sebagai sumber dan media pembelajaran, dilihat dari banyaknya perguruan tinggi yang telah menyediakan fasilitas internet. Perguruan tinggi tersebut memiliki tujuan agar mahasiswa dan dosennya lebih mudah dalam mengakses internet. Sebagai salah satu contoh adalah mulai dikembangkannya model pembelajaran Blended E-Learning yang merupakan sebuah sistem belajar fleksibel dan mandiri.
Perkembangan teknologi internet seharusnya ditindak lanjuti secara maksimal sebagai alat pengembangan sumber daya manusia untuk menuju masyarakat yang madani, yaitu masyarakat yang adil, makmur dan beradab.
Mahasiswa sebagai akademisi tingkat tinggi seharusnya mampu memanfaatkan teknologi internet sebagai alat pengembangan diri, dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan internet dan juga keluasan informasinya. Internet seharusnya dapat menjadi pendorong mahasiswa untuk lebih bersemangat dalam belajar,
commit to user
namun yang perlu diwaspadai adalah penyalahgunaan internet. Perlu disadari bahwa internet memiliki banyak kelemahan dengan dampak dapat menurunkan nilai sosial seseorang, sehingga perlu adanya rasa tanggung jawab bagi setiap pengguna internet. Internet dalam fungsinya sebagai sumber belajar diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk berprestasi. Akan tetapi saat ini banyak ditemukan fakta bahwa internet justru lebih banyak membawa hal negatif.
Penggunaan internet secara kurang bertanggung jawab dikhawatirkan akan menurunkan kualitas belajar seorang mahasiswa, sebagai contoh adalah seorang mahasiswa lebih banyak menggunakan internet untuk mencari hiburan daripada untuk belajar.
Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengkaji peran internet terhadap pendidikan dan hampir keseluruhannya memperoleh hasil hubungan yang positif. Perbedaan sudut pandang dalam penelitian dapat menghasilkan hasil yang berbeda pula, untuk itulah dalam penelitian ini penulis ingin memasukkan instrumen kesiapan diri, pandangan moral dan etika, serta karakter kebudayaan bangsa, agar nantinya dapat dilihat peran internet dalam pendidikan lebih banyak memberikan manfaat positif atau negatif.
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis ingin mengetahui seberapa besar peran internet dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa sehingga prestasi belajarnya meningkat, untuk itu penulis melakukan penelitian dengan judul: “PERAN TEKNOLOGI INTERNET TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN TEKNIK MESIN JPTK FKIP UNS ANGKATAN 2009”. Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu tolak ukur penggunaan internet sebagai alat untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, sehingga pada nantinya dapat dilakukan pengembangan yang lebih baik untuk mengisi kekurangan yang saat ini terjadi.
B. Identifikasi Masalah
Penelitian ini dilakukan karena dalam perkembangan globalisasi informasi yang sangat pesat ini sistem pendidikan di Indonesia mulai memasukkan internet sebagai salah satu media pembelajaran. Perlu dilakukan sebuah monitoring
commit to user
terhadap pelaksanaan sistem ini, bagaimana hasil yang dicapai mahasiswa setelah memanfaatkan internet dalam proses belajarnya, apakah baik dan mengalami peningkatan ataukah mendapat gangguan dengan berbagai informasi yang bermuatan hiburan atau tidak bermanfaat, sehingga hasil belajar yang dicapai tidak maksimal bahkan mengakibatkan penurunan. Masalah-masalah yang diidentifikasikan berkaitan dengan penelitian ini adalah :
1. Perkembangan teknologi merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Banyak hal baik fisik maupun non fisik yang berubah akibat perkembangan teknologi. Perubahan itu meliputi pola kehidupan dan kebutuhan masyarakat akan internet.
2. Globalisasi informasi memberikan kemudahan kepada seorang mahasiswa untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam proses belajar melalui internet, namun perlu dikaji lebih dalam seberapa besarkah peran teknologi internet itu dalam membantu proses belajar.
3. Berbagai fasilitas diberikan oleh kampus kepada mahasiswa untuk dapat memperoleh informasi secara mudah guna membantu proses pembelajaran termasuk fasilitas hotspot dan internet gratis, namun perlu dikaji lebih lanjut seberapa besar peran internet dalam meningkatkan kualitas belajar.
4. Pemanfaatan teknologi informasi khususnya internet telah menggeser model belajar konvensional dimana mahasiswa memperoleh informasi melalui perpustakaan yang menyediakan buku-buku. Terjadi dilema antara penggunaan kedua media ini.
5. Anggapan bahwa teknologi internet meningkatkan motivasi belajar peserta didik perlu dibuktikan untuk mendapatkan bukti yang riil.
6. Internet membawa dampak negatif bagi hubungan sosial antar manusia, karena terjadi perubahan pola interaksi dari nyata menjadi maya.
7. Kecurigaan bahwa teknologi informasi global merusak mental generasi penerus bangsa karena meninggalkan nilai-nilai moral, etika bermasyarakat dan budaya dengan tanpa sadar menyerap budaya asing dari informasi yang mereka peroleh. Perlu ditanamkan kepada setiap pengguna teknologi informasi untuk benar-benar menyaring informasi yang diperoleh.
commit to user 8. Teknologi mengikis kebudayaan lokal masyarakat.
9. Internet memudahkan komunikasi antar manusia di seluruh dunia, sehingga seseorang tidak perlu menunggu berhari-hari untuk mendapat kabar berita dari orang lain di belahan bumi yang lain.
10. Globalisasi merubah dunia secara mendasar, sehingga banyak sekali nilai- nilai kearifan lokal yang ditinggalkan.
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan keterbatasan peneliti dalam hal dana, waktu dan tenaga, penelitian ini hanya akan meneliti:
1. Dua faktor yang diduga dipengaruhi oleh teknologi internet, yaitu motivasi belajar dan prestasi belajar.
2. Proses dalam penggunaan teknologi oleh mahasiswa meliputi kemampuan menggunakan internet, motivasi menggunakan internet, intensitas penggunaan internet, dan pemanfaatan internet.
3. Pengaruh langsung dan tidak langsung teknologi internet dalam memotivasi mahasiswa untuk belajar sehingga akan mempengaruhi prestasi belajarnya.
D. Perumusan Masalah
Ada lima masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, yaitu :
1. Apakah ada pengaruh langsung antara teknologi internet terhadap motivasi belajar?
2. Apakah ada pengaruh langsung antara teknologi internet terhadap prestasi belajar?
3. Apakah ada pengaruh langsung antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar?
4. Apakah ada pengaruh tidak langsung antara teknologi internet terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar?
5. Apakah ada pengaruh total teknologi internet terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar?
commit to user E. Tujuan Penelitian
Penelitian ini berusaha menjawab lima masalah penelitian diatas. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah :
1. Mengetahui besarnya pengaruh langsung antara teknologi internet terhadap motivasi belajar.
2. Mengetahui besarnya pengaruh langsung antara teknologi internet terhadap prestasi belajar.
3. Mengetahui besarnya pengaruh langsung motivasi belajar terhadap prestasi belajar.
4. Mengetahui besarnya pengaruh tidak langsung teknologi internet terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar.
5. Mengetahui besarnya pengaruh total teknologi internet terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar.
F. Manfaat Penelitian
Secara teoritis hasil penelitian ini bermanfaat untuk mengetahui hubungan langsung dan tidak langsung antara teknologi internet terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar. Secara praktis temuan ini akan membantu proses pembelajaran mahasiswa dan dosen juga instansi pendidikan yang lainnya sehingga akan meningkatkan kualitas pendidikan, atau dapat juga menjadi sebuah kritik untuk sistem pendidikan di negara Indonesia. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan pencerahan kepada setiap orang tentang makna globalisasi, khususnya teknologi informasi sehingga akan dapat meningkatkan mutu pendidikan jika diimbangi dengan sikap yang bertanggung jawab.
commit to user
6 BAB II KAJIAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka 1. Teknologi Internet a. Pengertian Teknologi
Pengertian teknologi yang tertua, sangat sederhana dan paling umum dikenal orang ialah sebagai barang buatan dari manusia, (The Liang Gie, 1996:
15).
David L. Goetch dalam Janner Simarmata (2006: 2) mendefinisikan,
”Technology is people tools, resources to solve problems or to extend their capabilities.” (Teknologi merupakan upaya untuk mendapatkan suatu produk yang dilakukan oleh manusia dengan memanfaatkan peralatan, proses, dan sumber daya).
Tom Burns dalam The Liang Gie (1984: 9) mengartikan teknologi sebagai kumpulan pengetahuan, tetapi pengetahuan itu dibedakan menjadi dua kelompok, yakni pengetahuan yang masih terdapat pada bangsa yang terbelakang atau kurun masa sebelum industrialisasi zaman modern dan pengetahuan yang telah bersangkut paut dengan masyarakat-masyarakat industri.
Ditinjau dari segi pendidikan, Zahara Idris dan Lisma Jamal (1992: 41) mendefinisikan teknologi sebagai semua tehnik yang digunakan sehingga sistem pendidikan berjalan dengan efisien dan efektif.
Pengertian ilmiah yang diungkapkan H.A.R. Tilaar (1997:99) dalam bukunya menjelaskan bahwa iptek dalam pengertian sains dan teknologi dianggap sebagai lokomotif dari masyarakat modern atau industrialisasi.
Beberapa definisini tentang teknologi yang telah diungkapkan kemudian disimpulkan, bahwa teknologi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang merupakan alat ciptaan manusia untuk memudahkan melakukan pekerjaannya sehingga menghasilkan suatu produk.
commit to user
7 b. Konsep Internet
Janner Simarmata (2006:282) mendefinisikan internet sebagai suatu jaringan komputer (interconnected network) di seluruh dunia, yang berisikan informasi dan juga merupakan sarana komunikasi data (suara, gambar, video, dan teks).
Hans Dieter Huber menyatakan: “The Internet can be described as a communication system, consisting of certain between which certain interaction are observable to an observer.” Menurutnya internet dapat digambarkan sebagai suatu sistem komunikasi, yang terdiri dari komponen-komponen tertentu yang mana diantaranya terdapat interaksi tertentu yang tampak oleh seorang pengamat.
Karmaga (2002) dalam Syaad Patmanthara (2007:60) mendefinisikan internet sebagai jaringan yang terdiri atas ribuan bahkan jutaan komputer, termasuk di dalamnya jaringan lokal, yang terhubungkan melalui saluran (satelit, telepon, kabel) dan jangkauannya mencakup seluruh dunia.
Aji Supriyanto (2005:336) juga mendefinisikan internet sebagai sebuah jaringan komputer yang bersifat global, yang terdiri dari jutaan komputer yang saling terhubung dengan menggunakan protokol yang sama untuk berbagi informasi secara bersama. Menurutnya Internet tidak sama dengan Web.
Perbedaannya adalah bahwa internet merupakan kumpulan atau gabungan jaringan komputer lokal (LAN) menjadi jaringan komputer global (WAN).
Jaringan-jaringan tersebut saling berhubungan satu sama lain dengan berbasiskan protokol IP (Internet Protokol) dan TCP (Transmission Control Protocol) atau UDP (User Datagram Protocol), sehingga setiap pengguna pada setiap jaringan dapat mengakses semua layanan yang disediakan oleh setiap jaringan. Disebutkan, bahwa dengan protokol tersebut arsitektur jaringan komputer yang berbeda akan dapat saling mengenali dan berkomunikasi, sedangkan Web atau WWW (World Wide Web) adalah sebuah koleksi keterhubungan dokumen-dokumen multimedia yang disimpan di internet dan diakses menggunakan protokol (HTTP).
commit to user
8
Kesimpulannya adalah bahwa Internet merupakan suatu jaringan yang dapat menghubungkan semua komputer di dunia dimana di dalamnya tersimpan berjuta-juta informasi dengan siapa saja dapat mengakses informasi itu.
c. Internet dan Pelajar Indonesia
Pelajar memiliki definisi penduduk berusia muda dengan karakteristik yang dinamis, dan maju, serta memiliki rasa ingin tahu (curiousity) yang besar terhadap lingkungan sekitarnya termasuk perkembangan teknologi. Don Tapscott dalam Tilaar (1997:7), menyebut kelompok generasi muda (pelajar) dengan istilah Net Generation, yakni kelompok generasi muda yang kehidupannya sangat dipengaruhi oleh teknologi informasi sehingga memiliki perilaku berbeda dengan generasi tua.
Net Generation atau generasi jejaring, merupakan istilah untuk generasi muda (pelajar) saat ini karena hidupnya sangat akrab dan dipengaruhi oleh teknologi informasi dan komunikasi dengan cara membentuk jaringan (net) yang luas keseluruh penjuru dunia. Net Generation merupakan generasi yang lahir, tumbuh, dan berkembang ditengah budaya global yang telah diwarnai oleh penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Sejak kecil generasi ini telah mengenal televisi, telepon, bahkan handphone. Hampir seluruh aspek kehidupan N-Gen (Net Generation) melibatkan unsur teknologi, seperti:
telepon, handphone, internet, dan alat hiburan elektronik seperti game (permainan), tape recorder, VCD/DVD player, dan teknologi digital lainnya.
Menurut Don Tapscott dalam Tilaar (1997), N-Gen adalah generasi internet yang lahir pada dua dasawarsa terakhir. Gaya hidup mereka berbeda dengan generasi sebelumnya dapat dilihat dari cara belajar dan berkomunikasi.
Hampir seluruh aktifitas komunikasi mereka baik dibidang sosial maupun ekonomi dan cara belajarnya melibatkan teknologi informasi. Don Tapscott juga menyebutkan beberapa sikap dai N-Gen adalah berpikir bebas, keterbukaan emosional dan intelektual, inklusif, kebebasan berekspresi, inovatif, matang, investigatif, kekinian, peka terhadap pengaruh korporasi, jujur dan penuh percaya diri. Karakter yang khas dari N-Gen adalah
commit to user
9
individualis dan rasa ingin tahu yang tinggi. Hal ini merupakan konsekuensi dari bentukan lingkungan yeng serba digital.
Menurut Dimitri Mahayana dalam Hayadin (2010:330), era informasi terjadi karena ada suatu hasrat primordial manusia untuk berkomunikasi satu sama lain, tanpa batasan kelas, ras, tanpa terlintas mahalnya biaya, tanpa dikendalikan oleh penguasa-penguasa masyarakat yang sering memotong dan mengarahkan informasi dengan kepentingan melanggengkan kekuasaanya. Hal ini merupakan pengaruh psikologis dalam manusia yang ikut memberikan andil yang besar terhadap lahirnya perilaku generasi jejaring (N-Gen).
Kesimpulannya adalah bahwa hubungan antara internet dan pelajar di Indonesia adalah suatu budaya atau kebiasaan sehari-hari, atau dengan kata lain pelajar saat ini sudah tidak asing dengan teknologi internet dan dapat menggunakan internet sesuai dengan kebutuhannya.
d. Teknologi Internet Sebagai Media Pendukung Perkuliahan
Penggunaan internet untuk keperluan pendidikan merupakan fakta yang tengah berkembang di hampir semua institusi pendidikan. Media ini menunjukkan kemungkinan penyelenggaraan proses belajar mengajar yang lebih efektif. Sifat dan karakteristik internet yang cukup khas diharapkan bisa digunakan sebagai sumber belajar sebagaimana media lain telah dipergunakan sebelumnya seperti buku, radio, televisi, majalah, dan lain-lain.
Menurut Purnomo P (1996) dalam Laila HN (2006:6), internet menawarkan beberapa kesempatan untuk diraih yang antara lain yaitu :
Bagi peserta didik, internet menawarkan kesempatan untuk:
1) Belajar sendiri secara cepat untuk:
a) Meningkatkan pengetahuan b) Belajar berinteraksi
c) Mengembangkan kemampuan di bidang penelitian 2) Memperkaya diri dalam hal:
a) Meningkatkan komunikasi dengan mahasiswa lain
b) Meningkatkan kepekaan akan permasalahan yang ada di seluruh dunia Bagi para staf pengajar internet menawarkan kesempatan untuk:
commit to user
10 1) Pengembangan profesional dalam hal:
a) Meningkatkan pengetahuan
b) Berbagi sumber diantara rekan sejawat
c) Bekerjasama dengan staf-staf pengajar dari luar negeri d) Mengatur komunikasi secara teratur
2) Sumber bahan mengajar dalam hal:
a) Mengakses rencana belajar mengajar dan metodologi baru b) Bahan baku dan bahan jadi cocok untuk segala bidang pelajaran c) Mengumumkan dan berbagi sumber
Perlu diketahui bahwa pemanfaatan internet sebagai sumber belajar oleh mahasiswa belum banyak dilakukan penelitian. Diduga banyak sekali penyalahgunaan fasilitas (hotspot atau internet gratis) yang diberikan kampus untuk mahasiswa bukan untuk mencari sumber belajar melainkan melakukan surfing di internet yang tidak bermanfaat seperti mengunduh lagu, video, dan gambar yang tidak mendukung perkuliahan, membuka akun jejaring sosial hingga lupa belajar, atau bermain game on-line di internet. Bukti tentang aktifitas pengguna internet di Indonesia dapat di lihat di Google Insight (http://www.google.com/insight/search). Salah satu contoh yang dapat ditunjukkan tentang pengguna internet di Indonesia pada kurun waktu 30 hari terakhir (di lihat pada 13 Juni 2011) ditemukan hasil sebagai berikut :
Tabel 1. Statistik Pengguna Internet di Indonesia
Top Searches Rising Searches
1. Facebook 2. fb 3. download 4. indonesia 5. yahoo 6. google 7. video 8. youtube 9. 4shared 10. game
1. agni pratistha 2. foto hot syahrini 3. foto syahrini 4. foto syur syahrini 5. nadila ernesta 6. syahrini 7. pekalongan 8. pekalongan cheater 9. snmptn
10. stan
commit to user
11
Kenyataan tentang pengguna internet di Indonesia yang dapat dilihat dari data diatas sangat ironis, ditengah gencarnya kampanye pembangunan pendidikan, para anak muda bukannya bahu membahu mewujudkan cita-cita bangsa namun mereka hanya sibuk mencari pemenuhan kebutuhan pribadi yang sifatnya hiburan dan merusak mental. Diketahui pengguna internet yang paling banyak adalah usia muda, dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa pemuda Indonesia belum sepenuhnya paham penggunaan internet sebagai alat untuk menuju masyarakat madani, yaitu suatu masyarakat yang adil, makmur, dan beradab.
Disimpulkan bahwa ternyata generasi muda belum paham sepenuhnya terhadap cita-cita pendidikan nasional. Pembangunan pendidikan mencakup peningkatan kualitas manusia yang menguasai teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan taraf hidupnya, mengelola sumber daya alam yang disediakan oleh bumi secara optimal sehingga dapat diwariskan kepada generasi penerus, juga membutuhkan manusia yang dapat dan mau bekerja keras dan yang bertanggung jawab atas kelestarian lingkungannya. Generasi muda yang notabene sedang belajar saat ini tengah terlena pada hiburan yang mewarnai perkembangan teknologi. Padahal seharusnya ketika dapat memanfaatkan teknologi internet dengan bijak generasi muda dapat meningkatkan kualitas hidupnya.
Seminar yang disampaikan oleh Masrizal di dalamnya dipaparkan sebuah makalah yang berjudul “Sistem Inovasi dan Strategi Untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa” dengan sasaran pemuda khususnya akademisi (mahasiswa) untuk menjadi technopreneur. Pemuda yang notabene merupakan tenaga kerja potensial dengan kapasitas fisik, psikis, dan mental pembaharu yang kuat cerdas, enerjik dan dinamis diharapkan dapat membawa perubahan di Indonesia dengan teknologi sebagai media. Dijelaskan dalam seminar tersebut bahwa untuk saat ini indeks pembangunan pemuda sangat rendah dan perlu ada usaha yang maksimal dari seluruh masyarakat dengan dukungan penuh dari pemerintah untuk peningkatannya. Termasuk dengan menyediakan alat sebagai jalan menuju perubahan. Salah satu alat atau teknologi yang dapat dikembangkan secara massal adalah teknologi internet. Sampai saat ini perkembangan internet belum mencapai hasil yang maksimal. Indikator kesiapan teknologi yang disampaikan Masrizal
commit to user
12
diperlihatkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia masih sangat rendah, dapat dilihat dalam Tabel 2.
Tabel 2. Indikator Kesiapan Teknologi di Indonesia
INDIKATOR SATUAN/
SKALA
SKOR Transition
Driven
Efficiency Driven Innovation Driven
Indonesia Malaysia Thailand Singapura Korsel Ketersediaan
Teknologi Terbaru
1 – 7 4.8 5.7 5.1 6.3 6.1
Tingkat Penyerapan Teknologi di Perusahaan
1 – 7 4.9 5.5 4.9 6.0 6.1
FDI dan Ahli Teknologi
1 – 7 4.9 5.3 5.0 6.0 4.5
Jumlah Pengguna Internet
Jml pengguna/100 populasi
8.7 57.6 25.8 77.2 81.6
Jumlah Pelanggan Internet Broadband
Jml/100 populasi 0.7 6.1 1.5 23.7 33.8
Internet Bandwidth (Mb/s) per 10.000 populasi
1.1 51.0 8.2 233.1 61.2
Sumber : CCR 2010-2011 (139 Negara) e. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dan Moral
Ilmu pengetahuan hanya dapat dipelajari dan diajarkan oleh manusia- manusia yang bebas. Selanjutnya ilmu pengetahuan akan membebaskan manusia dari pengungkungan pemikirannya yang terbatas dan manusia akan benar-benar dapat dikembangkan rasionya. Era globalisasi saat ini merupakan masa dimana ilmu pengetahuan dan teknologi tengah berkembang pesat.
Kemajuan teknologi yang sangat pesat mengubah cara pikir dan cara hidup manusia. Salah satu pengaruh yang sangat besar dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ialah munculnya gejala sekularisme yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia dewasa ini. Wikipedia (id.wikipedia.org yang dilihat pada 22 Juni 2011) menuliskan sekularisasi mengarah pada keyakinan bahwa ketika masyarakat berkembang, terutama melalui modernisasi dan rasionalisasi, agama kehilangan kekuasaannya disemua aspek kehidupan sosial dan pemerintah. Pengertian sekularisme memiliki konotasi yang positif dan negatif. Umunya sekularisasi mempunyai konotasi yang
commit to user
13
negatif karena di dalam proses tersebut sejalan dengan perkembangan rasionalisme, industrialisasi, sehingga terjadilah proses desakralisasi (H.A.R.
Tilaar, 1997:107-108). Proses sekularisasi menurut ahli Robert N. Bellah mempunyai arti suatu proses pembebasan. Proses pembebasan tersebut tidak lain berarti sebagai konsekuensi dari rasionalisme, yaitu suatu pemikiran yang membebaskan manusia dari kungkungan pemikiran-pemikiran determinisme.
Determinisme dalam Wikipedia (id.wikipedia.org yang dilihat pada 22 Juni 2011), merupakan sebuah pemikiran yang beranggapan bahwa perilaku etis manusia ditentukan oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi, norma, dan nilai etis masyarakat, dengan demikian rasionalisme bertentangan dengan agama.
Perkembangannya menimbulkan kecenderungan bahwa proses sekularisasi merupakan antipode dari agama. Disinilah mulai muncul pertentangan antara ilmu pengetahuan di satu pihak dan agama di lain pihak. Pemikiran sosiologis ini juga merambat pada kehidupan politik dalam hubungan antara agama dan negara. Separasi antara negara dan agama telah melahirkan negara-negara sekuler. Sejalan dengan itu muncullah kultur politik sekuler menggantikan nilai-nilai agama. Lebih lanjut kemudian muncul pertentangan antara negara dan agama dan bahkan di dalam hal-hal tertentu menghapus nilai-nilai agama dan praktek keagamaan di dalam kehidupan politik. Telah dikatakan dengan jelas bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki peran dalam proses sekularisasi, sehingga dapat dikatakan juga bahwa proses sekularisasi merupakan proses yang berkesinambungan sebagai konsekuensi dari perkembangan rasionalisme. Perlu dilihat pula bahwa modernisasi pada hakikatnya adalah proses sekularisasi juga. Ilmu pengetahuan memiliki suatu konsepsi yang optimis mengenai peranan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam meningkatkan kehidupan manusia. Auguste Comte (1798-1857) dalam H.A.R Tilaar (1997:109) melihat betapa dahsyatnya ilmu pengetahuan yang merupakan puncak seluruh perkembangan sejarah sehingga menggantikan peranan agama dan filsafat.
Seharusnya umat manusia saat ini mempunyai kesempatan yang lebih luas dalam memikirkan eksistensinya, sehingga umat manusia yang akan datang
commit to user
14
dapat merenungkan kembali bahwa kemajuan iptek bukanlah segala-galanya.
Iptek akan berkembang pesat dan pasti akan mengubah kehidupan manusia ke arah kebaikan, namun iptek tidak dapat menjelaskan segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan. Diantara optimisme ilmu pengetahuan dan teknologi, ditengah-tengah kekayaan rohaniah manusia yang diekspresikan di dalam kesusastraan dan falsafah, manusia menyadari bahwa ilmu pengetahuan akan membawa manusia ke segala arah, ke arah yang baik dan ke arah yang buruk. Disinilah letak peranan moral dan agama yang akan mengarahkan ilmu pengetahuan dan teknologi ke arah yang benar. Iptek dan moral bukanlah hal yang bertentangan tetapi saling mengisi satu dengan yang lain.
Ditengah-tengah arus modernisasi, globalisasi dan kemajuan iptek manusia memiliki kecenderungan untuk menjauhi moral dan etika. Prof. Quraish Shihab yang mengemukakan pendapatnya dalam sebuah eminar nasional yang berjudul “Iptek Berwawasan Moral” yang diadakan pada bulan Agustus 1996 mengenai beberapa model pemikiran tentang hubungan iptek dan moral.
Beberapa model pemikiran tersebut adalah : Pertama, model pemikiran yang bersifat dogmatis atau apologetik yang menutup segala pemikiran rasional terhadap moral. Model pemikiran yang kedua beranggapan bahwa yang merupakan sumber satu-satunya nilai adalah nilai agama. Model yang ketiga bertolak dari watak iptek itu sendiri yang sifatnya menerjang sukar dibendung, sedangkan kewajiban moral dan etika adalah untuk meletakkan rambu-rambu agar terjangan iptek dapat terkendali dan tidak melenceng sehingga menjadi alat penghancur kehidupan umat manusia. Model pemikiran ketiga inilah yang seharusnya hidup di dalam era globalisasi, dimana kehidupan berkembang dengan suatu tanggung jawab moral daripada intelektual, yaitu manusia yang meguasai iptek dan yang juga bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Nilai- nilai ilmu pengetahuan, teknologi, moral, dan agama seluruhnya merupakan kekayaan umat manusia dalam rangka menciptakan suatu dunia yang lebih baik, aman, dan sejahtera, sehingga di dalam upaya bangsa Indonesia untuk lebih mamacu pembangunan nasional di tengah arus globalisasi. Bur Rasuanto
commit to user
15
dalam H.A.R. Tilaar (1997:111), mengingatkan lagi perlu adanya gerakan moral dengan megatakan :
“Sasaran perjuangan moral adalah kesadaran moral manusia sendiri.
Kekuatan senjata mampu merebut wilayah, kekuatan politik mampu merebut penduduk, kekuatan ekonomi mampu menguasai tentara dan politik; tapi hanya kekuatan moral yang mampu merebut hati nurani.”
2. Motivasi Belajar a. Pengertian Motivasi
Banyak sekali ahli yang mendefinisikan motivasi sesuai dengan kajian yang diperdalamnya. Rumusannya beraneka ragam, sesuai dengan sudut pandang dan kajian perspektif bidang telaahnya dan dibawah ini ada beberapa kutipan deskripsi motivasi.
Menurut Hamzah B. Uno (2009: 1) ”Motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku.” Disini motivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha melakukan perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik dalam usaha untuk memenuhi kebutuhannya.
Menurut Ngalim Purwanto (2003: 64-65) ”Apa saja yang diperbuat manusia, yang penting maupun kurang penting, yang berbahaya maupun yang tidak mengandung resiko, selalu ada motivasinya.” Berarti segala sesuatu yang dilakukan seseorang selalu ada motif tertentu sebagai dorongan ia melakukan tindakannya. Jadi, setiap tindakan yang dilakukan manusia selalu memiliki motivasi.
Sardiman (1992:77) mengatakan bahwa “motivasi adalah menggerakkan siswa untuk melakukan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu.”
Deskripsi diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu motivasi dapat dirumuskan sebagai sesuatu kekuatan atau energi yang menggerakkan tingkah laku seseorang untuk beraktivitas.
b. Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi merupakan bagian dari belajar. Pengertian motivasi tersebut tampak tiga hal, yaitu: (1) motivasi dimulai dengan suatu perubahan tenaga dalam diri seseorang, (2) motivasi itu ditandai oleh dorongan afektif yang
commit to user
16
kadang tampak dan kadang sulit diamati, (3) motivasi ditandai oleh reaksi- reaksi untuk mencapai tujuan. Seseorang akan berusaha sekuat tenaga apabila dia memiliki motivasi yang besar untuk mencapai tujuan belajar. Seseorang akan belajar dengan sungguh-sungguh tanpa dipaksa, bila memiliki motivasi yang besar; yang dengan demikian diharapkan akan mencapai prestasi yang tinggi. Adanya motivasi berprestasi yang tinggi dalam diri seseorang merupakan syarat agar orang tersebut terdorong oleh kemauannya sendiri untuk mengatasi berbagai kesulitan belajar yang dihadapinya, dan lebih lanjut seseorang akan sanggup untuk belajar sendiri, sehingga yang dimaksud dengan motivasi berprestasi adalah keadaan internal individu yang mendorongnya untuk berprestasi.
c. Motivasi Menggunakan Internet
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Laila HN (2006:15) menyatakan bahwa rasa ingin tahu merupakan motivasi utama yang mendorong mahasiswa untuk menggunakan internet. Analisis tersebut membuktikan bahwa sebanyak 54% responden menunjukkan motivasi menggunakan internet hanya didasarkan pada upaya memenuhi rasa ingin tahu. Sebanyak 24% responden menyatakan motivasi menggunakan internet dikarenakan kemudahan akses dan komunikasi, sedangkan sebanyak 22% responden menyatakan bahwa motivasi menggunakan internet untuk mendukung perkuliahan (tuntutan studi).
Motivasi menggunakan internet antara mahasiswa satu dengan lainnya tentulah berbeda, hal ini tentunya disebabkan oleh berbagai kepentingan dan kebutuhan akan penggunaan internet itu sendiri yang juga cenderung berbeda.
Hasil penelitian yang dilakukan Laila HN menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan internet cenderung karena untuk memenuhi rasa keingintahuannya, sedangkan penggunaan internet untuk keperluan studi menduduki tempat paling akhir, untuk itulah perlu dikaji lagi mengenai motivasi penggunaan internet dikalangan mahasiswa yang tengah mendapatkan fasilitas internet secara gratis di kampus. Tentunya pihak kampus menginginkan semua mahasiswanya menjadi berkualitas secara intelektual dengan diberikan fasilitas yang semakin mudah dan murah. Fasilitas yang
commit to user
17
diberikan seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas pribadi bukan untuk kepentingan pemenuhan hiburan semata. Bahasa lainnya adalah mencari informasi yang tidak berhubungan dengan perkuliahan.
3. Prestasi Belajar a. Pengertian Belajar
Prestasi belajar tidak dapat dipisahkan dari perbuatan belajar, karena belajar adalah suatu proses sedangkan prestasi belajar merupakan hasil dari proses pembelajaran tersebut.
Belajar tidak hanya dapat dilakukan di kampus saja, namun dapat dilakukan dimana-mana, seperti di rumah ataupun di lingkungan masyarakat.
Irwanto (1997:105) berpendapat bahwa belajar merupakan proses perubahan dari belum mampu menjadi sudah mampu dan terjadi dalam jangka waktu tertentu. Menurut Mudzakir (1997:34) belajar adalah suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri seseorang, mencakup perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
Muhibbin Syah (1995:91), belajar dapat dipahami sebagai tambahan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang dilibatkan proses kognitif.
Poerwadarminta (1993:121) menyatkan bahwa “Belajar adalah berusaha (berlatih) supaya mendapat suatu kepandaian”. Kepandaian bisa di tunjukkan dengan prestasi yang memuaskan dari usaha yang diraihnya sendiri.
Slameto (1995:2) berpendapat bahwa “Belajar ialah proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.
Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha untuk memperoleh suatu perubahan dalam diri seseorang secara keseluruhan yang terjadi karena sengaja dan bersifat relatif menetap.
commit to user
18 b. Pengertian Prestasi Belajar
Usaha untuk mendapatkan suatu prestasi tidaklah semudah yang dibayangkan, karena memerlukan perjuangan dan pengorbanan dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi.
Penilaian terhadap hasil belajar mahasiswa untuk mengetahui sejauh mana ia telah mencapai sasaran belajar inilah yang disebut sebagai prestasi belajar.
Seperti yang dikatakan oleh Winkel (1997:168) bahwa proses belajar yang dialami oleh siswa menghasilkan perubahan-perubahan dalam bidang pengetahuan dan pemahaman, dalam bidang nilai, sikap dan keterampilan.
Adanya perubahan tersebut tampak dalam prestasi belajar yang dihasilkan oleh mahasiswa terhadap pertanyaan, persoalan atau tugas yang diberikan oleh dosen. Melalui prestasi belajar siswa dapat mengetahui kemajuan-kemajuan yang telah dicapainya dalam belajar.
Menurut Poerwodarminto yang dimaksud dengan prestasi adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan atau dikerjakan oleh seseorang, sedangkan prestasi belajar itu sendiri diartikan sebagai prestasi yang dicapai oleh seorang mahasiwa pada jangka waktu tertentu dan dicatat dalam kartu hasil studi.
Beberapa definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar merupakan hasil usaha belajar yang dicapai seorang mahasiswa berupa suatu kecakapan dari kegiatan belajar bidang akademik di kampus pada jangka waktu tertentu yang dicatat pada setiap akhir semester di dalam bukti laporan yang disebut kartu hasil studi.
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Usaha untuk meraih prestasi belajar yang baik tentunya banyak sekali faktor yang perlu diperhatikan, karena di dalam dunia pendidikan tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kegagalan. Kadang ada mahasiswa yang memiliki dorongan yang kuat untuk berprestasi dan kesempatan untuk meningkatkan prestasi, tapi dalam kenyataannya prestasi yang dihasilkan di bawah kemampuannya.
Menurut Sumadi Suryabrata (1998 : 233) dan Shertzer dan Stone (Winkel, 1997:591), secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dan
commit to user
19
prestasi belajar dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu faktor internal dan faktor eksternal:
1) Faktor internal
Merupakan faktor yang berasal dari dalam diri seseorang yang dapat mempengaruhi prestasi belajar. Faktor ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu :
a) Faktor Fisiologis
Faktor fisiologis yang dimaksud adalah faktor yang berhubungan dengan kesehatan dan pancaindera.
(1) Kesehatan Badan
Mahasiswa perlu memperhatikan dan memelihara kesehatan tubuhnya dalam menempuh studinya. Keadaan fisik yang lemah dapat menjadi penghalang bagi mahasiswa dalam menyelesaikan program studinya. Upaya memelihara kesehatan fisiknya, mahasiswa perlu memperhatikan pola makan dan pola tidur, untuk memperlancar metabolisme dalam tubuhnya. Selain itu, juga untuk memelihara kesehatan bahkan juga dapat meningkatkan ketangkasan fisik dibutuhkan olahraga yang teratur.
(2) Pancaindera
Berfungsinya pancaindera merupakan syarat dapatnya belajar itu berlangsung dengan baik. Sistem pendidikan dewasa ini di antara pancaindera itu yang paling memegang peranan dalam belajar adalah mata dan telinga. Hal ini penting, karena sebagian besar hal-hal yang dipelajari oleh manusia dipelajari melalui penglihatan dan pendengaran. Seseorang yang memiliki cacat fisik atau bahkan cacat mental akan menghambat dirinya didalam menangkap pelajaran, sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi prestasi belajarnya.
b) Faktor Psikologis
Ada banyak faktor psikologis yang dapat mempengaruhi prestasi belajar, antara lain adalah :
(1) Intelligensi
commit to user
20
Pada umumnya, prestasi belajar yang ditampilkan mahasiswa mempunyai kaitan yang erat dengan tingkat kecerdasan yang dimiliki mahasiswa tersebut. Menurut Binet (Winkel,1997 : 529) hakikat inteligensi adalah kemampuan untuk menetapkan dan mempertahankan suatu tujuan, untuk mengadakan suatu penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan itu dan untuk menilai keadaan diri secara kritis dan objektif. Taraf inteligensi ini sangat mempengaruhi prestasi belajar seorang mahasiswa, di mana mahasiswa yang memiliki taraf inteligensi tinggi mempunyai peluang lebih besar untuk mencapai prestasi belajar yang lebih tinggi. Sebaliknya, mahasiswa yang memiliki taraf inteligensi yang rendah diperkirakan juga akan memiliki prestasi belajar yang rendah, namun bukanlah suatu yang tidak mungkin jika mahasiswa dengan taraf inteligensi rendah memiliki prestasi belajar yang tinggi, juga sebaliknya.
(2) Sikap
Sikap yang pasif, rendah diri dan kurang percaya diri dapat merupakan faktor yang menghambat mahasiswa dalam menampilkan prestasi belajarnya. Menurut Sarlito Wirawan (1997:233) sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu. Sikap mahasiswa yang positif terhadap mata kuliah di kampus merupakan langkah awal yang baik dalam proses belajar mengajar di universitas.
(3) Motivasi
Menurut Irwanto (1997:193) motivasi adalah penggerak perilaku.
Motivasi belajar adalah pendorong seseorang untuk belajar. Motivasi timbul karena adanya keinginan atau kebutuhan-kebutuhan dalam diri seseorang. Seseorang berhasil dalam belajar karena ia ingin belajar.
Sedangkan menurut Winkel (1991 : 39) motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar itu; maka tujuan
commit to user
21
yang dikehendaki oleh siswa tercapai. Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual. Peranannya yang khas ialah dalam hal gairah atau semangat belajar, mahasiswa yang termotivasi kuat akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar.
2) Faktor Eksternal
Selain faktor-faktor yang ada dalam diri mahasiswa, ada hal-hal lain diluar diri yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang akan diraih, antara lain adalah :
a) Faktor Lingkungan Keluarga (1) Sosial Ekonomi Keluarga
Sosial ekonomi yang memadai, seseorang lebih berkesempatan mendapatkan fasilitas belajar yang lebih baik, mulai dari buku, alat tulis hingga pemilihan perguruan tinggi.
(2) Pendidikan Orang Tua
Orang tua yang telah menempuh jenjang pendidikan tinggi cenderung lebih memperhatikan dan memahami pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya, dibandingkan dengan yang mempunyai jenjang pendidikan yang lebih rendah.
(3) Perhatian Orang Tua dan Suasana Hubungan Antara Anggota Keluarga
Dukungan dari keluarga merupakan suatu pemacu semangat berpretasi bagi seseorang. Dukungan dalam hal ini bisa secara langsung berupa pujian atau nasihat, maupun secara tidak langsung seperti hubugan keluarga yang harmonis.
b) Faktor Lingkungan Perguruan Tinggi (1) Sarana dan Prasarana
Kelengkapan fasilitas kampus, seperti papan tulis, OHP akan membantu kelancaran proses belajar mengajar, selain bentuk ruangan, sirkulasi udara, dan lingkungan sekitar juga dapat mempengaruhi proses belajar mengajar.
commit to user
22 (2) Kompetensi Dosen dan Mahasiswa
Kualitas dosen dan mahasiswa sangat penting dalam meraih prestasi, kelengkapan sarana dan prasarana tanpa disertai kinerja yang baik dari para penggunanya akan sia-sia belaka. Bila seorang mahasiswa merasa kebutuhannya untuk berprestasi dengan baik di kampus terpenuhi, misalnya dengan tersedianya fasilitas dan tenaga pendidik yang berkualitas, yang dapat memenuhi rasa keingintahuannya, hubungan dengan dosen dan teman-temannya berlangsung harmonis, maka mahasiswa akan memperoleh iklim belajar yang menyenangkan, sehingga mahasiswa akan terdorong untuk terus-menerus meningkatkan prestasi belajarnya.
(3) Kurikulum dan Metode Mengajar
Hal ini meliputi materi dan bagaimana cara memberikan materi tersebut kepada mahasiswa. Metode pembelajaran yang lebih interaktif sangat diperlukan untuk menumbuhkan minat dan peran serta mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran. Sarlito Wirawan (1994:122) mengatakan bahwa faktor yang paling penting adalah faktor pendidik. Jika dosen mengajar dengan arif bijaksana, tegas, memiliki disiplin tinggi, luwes dan mampu membuat mahasiswa menjadi senang akan mata kuliah, maka prestasi belajar siswa akan cenderung tinggi, paling tidak mahasiswa tersebut tidak bosan dalam mengikuti perkuliahan.
c) Faktor Lingkungan Masyarakat (1) Sosial Budaya
Pandangan masyarakat tentang pentingnya pendidikan akan mempengaruhi kesungguhan pendidik dan peserta didik. Masyarakat yang masih memandang rendah pendidikan akan enggan mengirimkan anaknya ke perguruan tinggi dan cenderung memandang rendah pekerjaan dosen/pendidik.
(2) Partisipasi Terhadap Pendidikan
commit to user
23
Bila semua pihak telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan pendidikan, mulai dari pemerintah (berupa kebijakan dan anggaran) sampai pada masyarakat bawah, setiap orang akan lebih menghargai dan berusaha memajukan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
d. Pengukuran Prestasi Belajar
Dunia pendidikan mengidentifikasikan menilai merupakan salah satu kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan. Menilai merupakan salah satu proses belajar dan mengajar. Kegiatan menilai prestasi belajar bidang akademik di perguruan tinggi dicatat dalam sebuah laporan kartu hasil studi. Melalui kartu hasil studi dapat diketahui sejauh mana prestasi belajar seorang mahasiswa, apakah mahasiswa tersebut berhasil atau gagal dalam suatu mata kuliah.
Didukung oleh pendapat Sumadi Suryabrata (1998 : 296) bahwa kartu hasil studi merupakan perumusan terakhir yang diberikan oleh dosen mengenai kemajuan atau hasil belajar mahasiswa-mahasiswanya selama masa tertentu.
Syaifuddin Azwar (1998:11) menyebutkan bahwa ada beberapa fungsi penilaian dalam pendidikan, yaitu :
1) Penilaian Berfungsi Selektif (Fungsi Sumatif)
Fungsi penilaian ini merupakan pengukuran akhir dalam suatu program dan hasilnya dipakai untuk menentukan apakah mahasiswa dapat dinyatakan lulus atau tidak dalam program pendidikan tersebut.
2) Penilaian Berfungsi Diagnostik
Fungsi penilaian ini selain untuk mengetahui hasil yang dicapai mahasiswa juga mengetahui kelemahan mahasiswa sehingga dengan adanya penilaian, maka dosen dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan masing-masing mahasiswa.
3) Penilaian Berfungsi Sebagai Penempatan (Placement)
Setiap mahasiswa memiliki kemampuan berbeda satu sama lain. Penilaian dilakukan untuk mengetahui dimana seharusnya mahasiswa tersebut ditempatkan sesuai dengan kemampuannya yang telah diperlihatkannya pada prestasi belajar yang telah dicapainya. Sebagai contoh penggunaan
commit to user
24
nilai kartu hasil studi semester III juga menentukan program keahlian atau konsentrasi yang akan dipilih mahasiswa.
4) Penilaian Berfungsi Sebagai Pengukur Keberhasilan (Fungsi Formatif) Penilaian berfungsi untuk mengetahui sejauh mana suatu program dapat diterapkan. Sebagai contoh adalah kartu hasil studi di setiap semester dapat dipakai untuk mengetahui apakah program pendidikan yang telah diterapkan berhasil diterapkan atau tidak pada mahasiswa tersebut.
Penelitian ini menggunakan prestasi belajar sebagai pengukur keberhasilan (fungsi formatif), yaitu melalui nilai IPK kartu hasil studi mahasiswa.
4. Hasil Penelitian yang Relevan
a. Pengaruh Langsung Antara Teknologi Internet Terhadap Motivasi Belajar
Ibrahim (1982) dalam Dubatar (2008) menyatakan bahwa media belajar mampu membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam belajar. Teknologi internet dapat menjadi media belajar bagi mahasiswa. Melalui internet mahasiswa dapat memecahkan suatu permasalahan dalam belajar secara independen. Teknologi internet digunakan untuk mengumpulkan data, menyelesaikan tugas, mengumpulkan informasi, dan sebagainya yang memudahkan proses belajar.
Menurut Susanti (2007:71) hal lain yang mempengaruhi tingkat partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran melalui internet adalah faktor internal dari mahasiswa itu sendiri. Disini faktor motivasi sangat kuat pengaruhnya.
Dua pendapat tersebut memiliki muatan yang sama, yaitu terdapat hubungan langsung antara teknologi internet dengan motivasi mahasiswa.
Perbedaannya adalah bahwa Ibrahim menyatakan media belajar mampu membangkitkan motivasi, sedangkan Susanti menyatakan bahwa penggunaan media belajar dipengaruhi oleh motivasi penggunanya.
b. Pengaruh Langsung Antara Teknologi Internet Terhadap Prestasi Belajar
Menurut Rahardjo (2002) dalam Azwar Rhosyied (2010) mengungkapkan bahwa manfaat internet bagi pendidikan adalah dapat menjadi akses kepada
commit to user
25
sumber informasi, akses kepada nara sumber dan sebagai media kerjasama.
Sehingga penggunaan internet yang intensif dan tepat guna akan mempunyai korelasi yang signifikan terhadap prestasi belajar.
Nurchaili dalam penelitiannya membuktikan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dimana dalam penelitiannya dinyatakan ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dalam proses pembelajaran dengan hasil belajar siswa pada proses pembelajaran secara konvensional. Ditunjukkan dengan data hasil penelitian nilai rata-rata hasil belajar kimia berbasis Teknologi Informasi sebesar 89,06 dengan standar deviasi 4,748, sedangkan nilai rata- rata hasil belajar kimia secara konvensional 62,05 dengan standar deviasi 13,133.
Skripsi Erna Purwanti yang melakukan penelitian mengenai penggunaan media internet sebagai sumber belajar membuktikan adanya hubungan antara media internet sebagai sumber belajar dengan prestasi belajar. Hasil penelitiannya diperoleh rx2y=0,327 dan ρ = 0,016 serta Sumbangan Relatif (SR) sebesar 42,522% dan Sumbangan Efektif (SE) sebesar 9,181%.
First Nanda PW dalam hasil penelitiannya juga menyatakan bahwa ada hubungan signifikan antara penggunaan internet sebagai sumber belajar dengan prestasi belajar siswa dengan data korelasi ρ < 0,05 yaitu 0,039 <
0,05.
c. Pengaruh Langsung Antara Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Perhatian berperan penting sebagai langkah awal yang memacu aktivitas- aktivitas berikutnya. Tanpa adanya perhatian tidak akan terjadi proses belajar.
Seseorang yang menaruh minat pada suatu ilmu pengetahuan perhatiannya akan lebih intensif dan kemudian timbul motivasi dalam dirinya untuk mempelajari ilmu pengetahuan tersebut.
Motivasi dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu faktor yang diduga besar memiliki pengaruh terhadap hasil belajar. Mahasiswa yang motivasinya tinggi diduga akan memperoleh hasil belajar yang baik.
commit to user
26
Pentingnya motivasi belajar mahasiswa terbentuk antara lain agar terjadi perubahan belajar ke arah yang lebih positif. Pandangan ini sesuai dengan Pendapat Hawley (Prayitno, 1989:3):
“Siswa yang termotivasi dengan baik dalam belajar melakukan kegiatan lebih banyak dan lebih cepat, dibandingkan dengan siswa yang kurang termotivasi dalam belajar. Prestasi yang diraih akan lebih baik apabila mempunyai motivasi yang tinggi.”
Diah Kartikaningsih (2007:40) membuktikan bahwa motivasi belajar mempengaruhi prestasi belajar siswa secara signifikan dengan F sebesar 25,260 dimana nilai p = 0,000. Begitu juga dengan Supartini (2008) dalam Azwar Rhosyied (2010) membuktikan dengan hasil penelitiannya, bahwa motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar atau prestasi belajar siswa.
Penelitian First Nanda PW juga membuktikan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa dengan data korelasi ρ < 0,005 yaitu 0,011 < 0,05, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh secara langsung antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar.
d. Pengaruh Tidak Langsung Antara Teknologi Internet Terhadap Prestasi Belajar Melalui Motivasi Belajar
Hubungan tidak langsung terjadi pada variabel teknologi internet terhadap prestasi belajar mahasiswa melalui motivasi belajar, dengan kata lain adalah bahwa ketika seorang mahasiswa menggunakan teknologi internet dan motivasi belajarnya meningkat maka akan mengakibatkan prestasi belajar mahasiswa tersebut juga meningkat.
Greany (2002) dalam Jamaludin Badusah (2005:2-3) membuat kajian terhadap kelas Bahasa Spanyol menggunakan internet sebagai media pembelajaran. Hasil yang dilaporkan adalah bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran terdapat banyak manfaat, diantaranya adalah peningkatan motivasi, peningkatan konsep diri, dapat membentuk konsep belajar yang berpusat pada pelajar, kultur pembelajaran yang aktif, melahirkan pelajar dengan tingkat kemahiran tinggi dan meningkatkan daya
commit to user
27
ingat. Diuraikan juga bahwa dengan perkembangan dan kemajuan internet dalam pendidikan memberi pengaruh positif kepada pelajar dalam pencapaian belajar.
Selain itu, Warschauser (1999) dalam Jamaludin Badusah (2005:3), menjelaskan dengan menggunakan internet dalam pengajaran dan pembelajaran, pelajar didapati lebih bermotivasi dibanding menggunakan metode biasa. Dijelaskan juga bahwa motivasi belajar meningkatkan hasil pembelajaran.
Penelitian yang hampir serupa yang dilakukan oleh First Nanda PW didapatkan hasil adanya hubungan antara penggunaan internet sebagai sumber belajar dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa dengan data korelasi antara X1 dan X2 dengan Y yaitu ρ < 0,05 yaitu 0,004 < 0,05.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa teknologi internet memiliki pengaruh secara tidak langsung terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar sebagai mediatornya.
e. Pengaruh Total Antara Teknologi Internet Terhadap Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar
Hubungan sebelumnya telah menyatakan bahwa teknologi internet memiliki pengaruh langsung terhadap motivasi belajar, teknologi internet memiliki pengaruh langsung terhadap prestasi belajar, motivasi belajar memiliki pengaruh langsung terhadap presatasi belajar, dan teknologi internet memiliki pengaruh secara tidak langsung terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa dalam hubungannya terdapat pengaruh secara total antara teknologi internet terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar, atau dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa dengan teknologi internet berpengaruh terhadap motivasi belajar, motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar, dapat dikatakan bahwa teknologi internet berpengaruh secara linier terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar.
commit to user
28
B. Kerangka Berpikir
Kerangka pemikiran dalam penelitian ini menggunakan analisis hubungan kausal atau analisis jalur dimana setiap variabel memiliki hubungan linier atau sebab akibat. Hubungan tersebut dapat dijelaskan dalam diagram sebagai berikut:
Dalam diagram jalur diatas dapat dijelaskan hubungan sebagai berikut:
1. Pengaruh Langsung Antara Teknologi Internet Terhadap Motivasi Belajar (γyx)
Teknologi internet merupakan media belajar yang potensial bagi mahasiswa untuk mengembangkan dirinya. Melalui internet mahasiswa dapat memecahkan masalah secara independen, sehingga tentu saja hal ini akan menjadi sebuah motivasi belajar tersendiri bagi mahasiswa. Belajar secara mandiri dengan media belajar yang menarik, mudah dipelajari dan menyimpan begitu banyak informasi merupakan sebuah motivasi belajar bagi mahasiswa untuk terus belajar hingga memperoleh prestasi.
2. Pengaruh Langsung Antara Teknologi Internet Terhadap Prestasi Belajar (γzx)
Salah satu manfaat internet dalam pendidikan adalah dapat menjadi akses pada sumber informasi, nara sumber, dan media kerjasama antara mahasiswa, sehingga penggunaan internet secara intensif dan tepat guna akan memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar.
駈㍨x
駈 x
㍨
X
Y
Z
commit to user
29
3. Pengaruh Langsung Antara Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar (βzy)
Motivasi mempunyai peran penting dalam memacu aktivitas belajar.
Tanpa adanya motivasi belajar maka tidak akan ada proses belajar. Motivasi memiliki peran penting terhadap hasil belajar. Mahasiswa dengan motivasi belajar yang tinggi dan diikuti dengan proses belajar diduga akan memperoleh hasil belajar yang baik pula. Pentingnya motivasi belajar mahasiswa yang terbentuk adalah agar terjadi perubahan proses belajar ke arah yang lebih positif.
4. Pengaruh Tidak Langsung Antara Teknologi Internet Terhadap Prestasi Belajar Melalui Motivasi Belajar
Hubungan tidak langsung terjadi pada variabel teknologi internet terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar., atau dengan kata lain adalah bahwa ketika seorang mahasiswa menggunakan internet secara intensif dan motivasi belajarnya meningkat maka diduga akan mengakibatkan pretasi belajarnya meningkat pula.
5. Pengaruh Total Antara Teknologi Internet Terhadap Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar
Hubungan sebelumnya telah menyatakan bahwa teknologi internet memiliki pengaruh langsung terhadap motivasi belajar, teknologi internet memiliki pengaruh langsung terhadap prestasi belajar, motivasi belajar memiliki pengaruh langsung terhadap presatasi belajar, dan teknologi internet memiliki pengaruh secara tidak langsung terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar. Kesimpulannya adalah bahwa dalam hubungannya terdapat pengaruh secara total antara teknologi internet terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar, atau dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa dengan teknologi internet berpengaruh terhadap motivasi belajar, motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar, dapat dikatakan bahwa teknologi internet berpengaruh secara linier terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar.
commit to user
30
C. Perumusan Hipotesis
Berdasarkan uraian pada landasan teori dan kerangka pemikiran di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
1. Ada pengaruh langsung antara teknologi internet terhadap motivasi belajar.
2. Ada pengaruh langsung antara teknologi internet terhadap prestasi belajar.
3. Ada pengaruh langsung antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar.
4. Ada pengaruh tidak langsung antara teknologi internet terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar.
5. Ada pengaruh total antara teknologi internet terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar.