• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. PERANCANGAN TAPAK. 16 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2. PERANCANGAN TAPAK. 16 Universitas Kristen Petra"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

2. PERANCANGAN TAPAK

2.1. Kriteria Lokasi Proyek

Pemilihan lokasi untuk proyek Kelompok Bermain dan Taman Kanak- kanak di Surabaya (Dengan Kurikulum ACE) ini didasarkan pada beberapa pertimbangan, antara lain :

• Berada di dekat daerah pemukiman penduduk yang didominasi oleh keluarga- keluarga muda yang dinilai mapan dan mampu menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah yang baik. Dekat dengan pemukiman memiliki nilai positif untuk sebuah sekolah KB dan TK, mengingat usia anak yang masih kecil tentunya sangat rentan bahaya bila anak harus menempuh perjalanan yang jauh untuk ke sekolah. Selain itu, anak tidak perlu bangun terlalu pagi dan menghabiskan waktu di perjalanan sehingga lelah sebelum sampai di sekolah.

Daerah perumahan juga relatif lebih tenang dan polusi relatif lebih sedikit, sehingga kondusif untuk suasana persekolahan. Kemudian, fasilitas non- operasional sekolah dapat digunakan oleh warga perumahan sekitar, sehingga efektifitas proyek yang dimaksud akan lebih tinggi.

• Lokasi yang dipilih akan sangat menguntungkan bila berada cukup dekat dengan berbagai fasilitas umum penunjang kegiatan belajar mengajar, seperti kebun binatang, museum, pusat perbelanjaan, taman bermain, dan sebagainya.

• Di sekitar lokasi proyek masih belum ada atau masih sedikit proyek sejenis, dengan tujuan untuk mengurangi tingkat kompetisi sehingga target sasaran pengguna proyek dapat terpenuhi.

• Memiliki luasan yang memadai untuk mendirikan sebuah kompleks sekolah KB dan TK dengan berbagai fasilitas terpadu.

• Di sekitar lokasi terdapat sarana dan prasarana pendukung yang diperlukan, diantaranya sistem infrastuktur, utilitas, jalur akses dan transportasi yang memadai, sistem komunikasi yang mudah, dan sebagainya.

• Di sekitar lokasi terdapat perumahan dengan jumlah penduduk minimal 1000 KK (MPS Surabaya, 2002).

(2)

2.2. Penentuan Lokasi Proyek

Berdasarkan pertimbangan pemilihan lokasi dan penjabaran di atas, maka lokasi yang dipilih untuk proyek ini adalah lahan di dalam Area Perumahan Graha Famili yang berlokasi di JI. Raya Golf Graha Famili, pada koordinat GPS 7°17’59.78"S – 112°41'15.70"E altitude 668.4264 m, yang terletak di UD Putat Gede, Surabaya Barat.

Gambar 2.1. Posisi UD Putat Gede terhadap Kotamadya Surabaya, Sumber : dari berbagai sumber.

(3)

Gambar 2.2. Posisi UD Putat Gede terhadap Surabaya Barat, Sumber : RTRK UD Putat Gede 2002, Bab 111-2.

Unit Distrik Putat Gede merupakan gabungan dari wilayah beberapa kelurahan yang berada di Unit Pengembangan Surabaya Barat, meliputi kelurahan Dukuh Kupang dan kelurahan Pradah kali Kendal di kecamatan Dukuh Pakis dan kelurahan Putat Gede dan kelurahan Sonokwijenan di kecamatam Sukomanunggal. Pada sisi utara UD Putat Gede, pusat perkembangannya dipusatkan pada kawasan segi delapan Darmo Baru sebagai pusat komersil, sedangkan pada sisi selatan UD Putat Gede, sebagian besar lahan didominasi oleh fasilitas perumahan yang dikuasai oleh pen,gembang PT Bukit Darmo Tbk dan PT Grande Famili View selaku pengembang Graha Famili dengan konsep perumahan yang dikelilingi oleh RTH berupa dominasi lapangan golf (RTRK UD Putat Gede, 2002).

(4)

Gambar 2.3. Posisi Kecamatan dan Kelurahan yang termasuk ke dalam UD Putat Gede, Sumber : RTRK UD Putat Gede 2002, Bab III-4.

Secara umum site proyek terletak di Unit Distrik Putat Gede, yang terletak sekitar 3-5 km arah Barat Daya dari pusat kota Surabaya, Kelurahan Pradah Kali Kendal (+ 501.5 ha). Akses utama wilayah perencanaan Putat Gede ini adalah Jl.

HR. Muhammad Mangundiprojo yang merupakan jalan arteri sekunder penghubung kawasan dengan pusat kota.

2.3. Alasan Pemilihan Tapak

Lokasi ini dipilih karena sesuai dengan kriteria proyek Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak dengan Kurikulum ACE di Surabaya, yaitu :

• Berada di dalam kawasan perumahan yang prospektif, dan sangat dekat dengan perumahan menengah ke atas lain yang menjadi target sasaran proyek, seperti Dian Istana (Selatan) dan Bukit Darmo Golf (Utara).

• Dikelilingi kompleks perumahan di luar Graha famili, seperti Perumahan Villa Bukit Regency, Villa Valencia, Villa Casablanca dan Darmo Satelit (Utara), Perumahan Putat Indah, Villa Bukit Mas, Darmo Hill dan Kris Kencana (Timur), Perumahan Pakuwon dan Citraland (Barat), Perumahan Darmo Sentosa Raya dan Kota Wisata Bukit Mas (Selatan).

(5)

• Memiliki akses langsung ke JI. Bukit Darmo Boulevard sebagai kolektor sekunder yang berhubungan langsung dengan koridor Jl. Mayjend HR Muhammad Mangundiprojo yang berpangkal di arteri JI. Mayjend Sungkono, sehingga dapat disimpulkan bahwa akses cukup mudah, meskipun sedikit jauh dari pusat kota.

• Belum ada sekolah di dalam kompleks perumahan Graha Famili. Hanya ada dua sekolah di radius terdekat, yakni MDC di sebelah timur dan Kompleks Petra 1 di sebelah barat, dimana jarak kedua sekolah ini cukup jauh.

• Pencapaian ke dalam lahan mudah, karena terletak tepat di tepi JI. Raya Golf Graha Famili.

• Menurut Analisa Radius Keliling posisi site terhadap persebaran perumahan (Chiara, 2002), Perumahan Graha Famili adalah lokasi yang daerah pelayanannya paling banyak dibandingkan perumahan lain yang sejenis, seperti yang ditunjukkan oleh gambar 2.4.

Gambar 2.4. Analisa Radius Keliling Perumahan (jangkauan pelayanan).

(6)

2.4. Data Tapak

2.4.1. Lokasi Tapak

Lokasi proyek berada di Jalan Graha Famili Selatan, Perumahan Graha Famili, kecamatan Dukuh Pakis, kelurahan Pradah Kali Kendal Kota Surabaya.

Spesifikasi lokasi proyek Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak di Surabaya (Dengan Kurikulum ACE) ini adalah sebagai berikut :

• Area : Perumahan Graha Famili, Jalan Graha Famili Selatan, Surabaya.

• Unit Pengembangan : Tandes Darmo Baru.

• Unit Distrik : Putat Gede.

• Kecamatan : Dukuh Pakis.

• Kelurahan : Pradah Kali Kendal.

• Propinsi : Jawa Timur.

• Luasan Lahan : ± 2-3 ha.

• KDB : 50%.

• GSB : 3-6 meter.

• Jumlah lantai : 1-5 lantai.

Gambar 2.5. Peta Lokasi Perumahan Graha Famili, Surabaya Barat Sumber : scan Peta Surabaya 2008 dan Perkembangannya.

(7)

Gambar 2.6. Foto Udara Perumahan Graha Famili dan Site Sumber : (Google, 12 Januari 2008) http://www.earth.google.com.

Gambar 2.7. Block Plan Perumahan Graha Famili Sumber : http://www.graha-famili.com/company.

Lokasi yang dipilih untuk proyek ini berupa lahan kosong yang peruntukannya untuk pemukiman, menurut Master Plan yang ada. Lahan ini dinilai sesuai untuk proyek karena lokasinya yang berada di bagian dalam

(8)

perumahan Graha Famili dan dikelilingi oleh area/blok-blok di dalam perumahan tersebut, menjadikan lahan ini ideal untuk proyek.

Gambar 2.8. Peta Garis Site Terpilih, sumber : Pemerintah Kota Surabaya, Dinas Tata Kota, Peta Garis Koordinat F-5 (tergambar skala 1 : 5000).

Lokasi yang dipilih untuk proyek ini berupa lahan kosong yang peruntukannya untuk pemukiman, menurut master plan developer yang ada.

Lahan ini dinilai sesuai untuk proyek karena lokasinya yang berada di bagian dalam perumahan Graha Famili dan dikelilingi oleh area dan blok-blok di dalam perumahan tersebut, menjadikan lahan ini ideal untuk proyek.

(9)

Posisi site dapat dijelaskan melalui batas-batas fisik sekitarnya, yakni :

• Utara : Perumahan Graha Famili Blok G (Pulau Golf).

• Timur : Perumahan Graha Famili Blok CC dan C (Cluster Emerald Place).

• Barat : Jl. Raya Golf Graha Famili dan Blok S (Cluster Permata Golf)

• Selatan : Jl. Graha Famili Selatan, Blok F, dan Perumahan Dian Istana.

Gambar 2.9. Foto Batas-batas Fisik Sekitar Site Terpilih, Sumber : dokumentasi survei lapangan.

(10)

2.4.2. Tata Ruang Kota ( RDTRK) Tapak

Data di bawah ini diambil dari RTRK UD Putat Gede 2002 : 2.4.2.1. Tata Guna Lahan

Penggunaan lahan yang diidentifikasikan di wilayah perencanaan terdiri dari perumahan, fasilitas umum, perdagangan, RTH (driving range, padang golf, taman), dan Instalasi Pengolah Air.

Gambar 2.10. Peta Tata Guna Lahan untuk UD Putat Gede,

Sumber : RTRK UD Putat Gede 2002, Bab III- 12.(ctt : untuk Graha Famili didominasi perumahan beserta sarana prasarana pendukung).

2.4.2.2. Koefisien Dasar Bangunan

• Persil yang luasnya > 1 ha, sekolah, kantor pemerintah dikembangkan dengan KDB maksimum 50%.

• Persil yang lebarnya < 60 meter, dikembangkan dengan KDB maksimum 60%.

• Ruang terbuka hijau dikendalikan dengan KDB maksimum 10%.

• Pada persil daerah perumahan penduduk yang sudah terbangun dan mempunyai KDB kurang dari 50% (di perumahan Bukit Darmo dan Graha Famili), dipertahankan dengan KDB 50% atau dibatasi perkembangannya sampai 60%.

• Fasilitas umum dengan koefisien dasar bangunan maksimum 50% baik sistem biasa maupun sistem blok.

(11)

2.4.2.3. Koefisien Lantai Bangunan

Sesuai dengan tema proyek tugas akhir, maka diambil data sebagai berikut :

• RTRW 2005 mengarahkan untuk bangunan fasilitas umum KLB maksimum 300% (setara dengan 5 lantai untuk sistem biasa) dan 1200% untuk sistem blok (setara dengan 24 lantai).

2.4.2.4. Garis Sempadan Bangunan

• Diberlakukan jarak bebas samping dan belakang bangunan dengan mempertimbangkan perolehan sirkulasi udara dan matahari, keamanan bangunan terhadap kebakaran, privacy, dan batas ketinggian bangunan.

• GSB eksisting rata-rata bangunan adalah 3-6 meter untuk perumahan Graha Famili, berlaku pula untuk Bukit Darmo Golf, Darmo Permai, Pradah Permai, dan Darmo Satelit.

2.4.2.5. Ketinggian Bangunan

• Menurut peraturan, kondisi eksisting bangunan di dalam perumahan Graha Famili adalah 8-12 m.

• Bangunan fasilitas umum maksimum 6 lantai untuk sistem biasa dan 24 lantai untuk sistem blok (1 lantai = 4,20 m).

2.4.2.5. Jarak Antar Bangunan

• Jarak antarbangunan dalam satu persil untuk semua klasifikasi bangunan yang tingginya maksimum 8 meter ditetapkan sekurang-kurangnya 3 meter.

• Jarak antar bangunan suatu persil yang sama tingginya untuk semua klasifikasi bangunan ditetapkan sekurang-kurangnya ½ tinggi bangunan (H) dikurangi 1 meter.

• Bila bangunan yang berdampingan itu tidak sama tingginya, jarak antar bangunan tersebut ditetapkan sekurang-kurangnya ½ tinggi bangunan A ditambah ½ tinggi bangunan B dibagi 2 dikurangi 1 meter.

(12)

2.4.2.7. Perpetakan Tanah

• Persil yang lebarnya < 60 meter, dikembangkan dengan KDB maksimum 60%.

Secara umum di dalam kompleks perumahan Graha Famili adalah seluas 200- 600 m2 untuk fungsi perumahan, sedangkan khusus untuk fungsi fasilitas umum, perpetakan lahan di atas 600 m2.

• Proporsi luas lantai dasar dibandingkan luas persil adalah 50-70% di daerah perumahan Graha Famili.

2.4.3. Keadaan Tapak

Data di bawah ini diambil dari RTRK UD Putat Gede 2002 : 2.4.3.1. Topografi

Data ketinggian tanah menurut Peta Data Pokok Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya Tahun 1992, menunjukkan bahwa wilayah perencanaan UD Putat Gede secara umum terletak pada ketinggian 10 meter sampai 25 meter, yang diukur dari Titik I BPP Tanjung Perak yang mempunyai ketinggian + 3.60675 meter terhadap ARP (Air Rendah Purnama).

Secara umum, kondisi topografinya merupakan suatu lereng dengan bagian tertinggi terletak di sebelah Selatan (Perumahan Bukit Darmo Golf dan Graha Famili), dan semakin menurun ke arah Utara (Kawasan segi Delapan Darmo Baru). Adapun gambaran umum titik ketinggian tanahnya adalah sebagai berikut :

• Bagian tertinggi terletak di sebelah Selatan yang mempunyai ketinggian 25 meter, bagian ini meliputi sebagian kelurahan Pradah Kali Kendal dan Putat Gede.

• Bagian yang memiliki ketinggian 15-20 meter terdapat di bagian Tengah, meliputi sebagian kelurahan Pradah Kali Kendal, Putat Gede, dan Sonokwijenan (Jl. HR Muhammad).

• Bagian terendah adalah sebelah Utara, dengan ketinggian antara 10 hingga 15 meter, meliputi sebagian kelurahan Sonokwijenan dan Dukuh Kupang.

2.4.3.2. Hidrologi

Wilayah perencanaan dilalui oleh 2 anak Sungai Banyu Urip. Selain saluran, di wilayah ini terdapat waduk yang terletak di Perumahan Graha Famili dan Bukit

(13)

Darmo, yang berfungsi sebagai penampung hasil dari pengolahan limbah kondominium dan perumahan.

2.4.3.3. Kemampuan dan Jenis Tanah

Menurut data kemampuan Tanah dan Jenis Tanah dari Peta Data Pokok Kodya Dati II Surabaya, kondisi tanah di wilayah perencanaan adalah sebagai berikut :

• Lereng : mempunyai kemiringan 0-2%

• Kedalaman efektif tanah : lebih dari 90 cm

• Tekstur tanah : halus

• Faktor pembatas : tidak mengandung air tanah

• Jenis tanah : grumosol kelabu tua

2.4.3.4. Jaringan Jalan

• Untuk jaringan jalan, dikembangkan pola linier dengan kombinasi grid untuk jalan lokal kolektor dan pola cul de sac untuk pengembangan dalam bentuk cluster (terutama untuk daerah Bukit Darmo Golf dan Graha Famili).

• Untuk perkerasan jalan di dalam kompleks perumahan Graha Famili, untuk kolektor lokal seperti JI. Raya Golf Graha Famili dan Raya Graha Famili, digunakan bahan aspal, sedangkan di dalam area blok, digunakan campuran antara paving dan aspal.

2.4.3.5. Infrastruktur dan Utilitas

• Air Bersih : untuk UD Putat Gede dan wilayah kecamatan dan kelurahan di dalamnya, kuota air bersih dipenuhi dari Stasiun Karang Pilang II, diteruskan ke masing-masing unit kecil melalui pipa distribusi primer, sekunder, tersier dan selanjutnya.

• Listrik : berdasarkan Skema Jaringan Tegangan Menengah dan Gardu 20 KV Cabang Surabaya Selatan Rayon 2 tahun 1995, jaringan listrik yang melewati UD Putat Gede merupakan jaringan SUTM yang kemudian didistribusikan melalui jaringan SUTR. Khusus untuk perumahan baru (Graha Famili dan

(14)

Bukit Darmo Golf sambungan untuk ke perumahan dialirkan melalui jaringan bawah tanah dengan terlebih dahulu melalui gardu pembagi.

• Telepon : jaringan telepon yang melayani UD Putat Gede adalah mengambil dari Stasiun Telepon Otomat Darmo. Jaringan kabel telepon dialirkan melalui kabel bawah tanah untuk didistribusikan melalui kabinet-kabinet. UD Putat Gede dilayani sebanyak 28 kabinet dengan kapasitas masing-masing kabinet yang beragam. Sambungan kabel untuk melayani langsung ke konsumen menggunakan jaringan kabel di udara melalui tiang-tiang yang letaknya di sisi jalan. Juga disediakan pelayanan telepon umum di sepanjang jalan di wilayah UD Putat Gede.

• Gas : saluran perpipaan gas negara yang melalui wilayah perencanaan merupakan jaringan distribusi pipa gas ∅ 12" dari Gunung Sari, yang didistribusikan melalui jaringan perpipaan gas ∅ 10", menuju ke area-area yang dilayani.

• Penanganan Sampah : produksi sampah di UD Putat Gede, saat ini pelayanannya masih menggunakan metode pengumpulan pada TPS yang telah disediakan oleh pengembang maupun pemerintah kota untuk kemudian diangkut menuju ke TPA.

• Pematusan : jaringan pematusan yang mengalir di perumahan merupakan jaringan pematusan yang telah terencana. Adapun jaringan pematusan yang saat ini menjadi perhatian warga pada saat musim hujan adalah saluran drainase yang ada di sepanjang Jl. HR. Muhammad. Pada perumahan Bukit Darmo Golf dan Graha Famili. saluran pematusan yang ada di wilayah perumahan tersebut pada akhirnya ditampung di danau-danau buatan yang ada di lapangan golf untuk mengalami proses sedimentasi sehingga selanjutnya dapat digunakan lagi untuk pemeliharaan tanaman di area lapangan golf.

• Pembuangan limbah : limbah yang dihasilkan oleh UD Putat Gede merupakan limbah domestik/rumah tangga. Buangan limbah yang dihasilkan berasal dari dapur, kamar mandi dan WC. Air buangan dari dapur dan kamar mandi umumnya disalurkan melalui saluran depan rumah untuk selanjutnya dibuang bersama-sama air hujan menuju saluran pematusan. Buangan dari WC dibuang ke septik tank, kemudian diresapkan ke dalam tanah melalui sumur resapan.

(15)

Penanganan limbah rumah tangga untuk perumahan dan apartemen di Bukit Darmo Golf dan Graha Famili telah melewati instalasi pengelolaan limbah yang dimiliki oleh masing-masing pengembang perumahan tersebut.

Apabila dikaitkan dengan Standar Luas Unit Lingkungan, ternyata wilayah perencanaan Unit Distrik Putat Gede sangat luas, maka unit perencanaan tersebut dibagi lagi menjadi unit-unit lingkungan dan diusahakan dengan pusat unit lingkungan yang tidak terlalu jauh dari arahan pusat Unit Lingkungan yang diarahkan.

Berdasarkan rencana pengembangan dari RTRK Unit Distrik Putat Gede 2002, wilayah perumahan Graha Famili terbagi menjadi 2 Unit Lingkungan, yakni UL-E yang membawahi 3 unit masyarakat yang lebih kecil dan UL-F yang membawahi 2 unit masyarakat.

Untuk UL-F, diberikan catatan apabila JI. Graha Famili Selatan sudah terbentuk penuh (sekarang tinggal sedikit berupa tanah), maka aksesibilitas kawasan ini akan sangat tinggi (jaringan ,jalan poros Timur-Barat yang berhubungan dengan Lakarsantri).

Menurut RTRK Unit Distrik Putat Gede 2002, UL-E dan F tersebut direncanakan sebagai penempatan untuk fasilitas umum pada pusat-pusat pelayanan baru di lokasi yang belum terbangun pada UL E dan F (RDTRK UD Putat Gede, 2002).

(16)

2.5. Analisa Urban

2.5.1. Bentuk dan Massa Bangunan

Gambar 2.11. Bentuk dan Massa Bangunan, sumber : dokumentasi survei lapangan.

Secara umum, dapat dikatakan bahwa site memiliki ciri kawasan bangunan modern tropis, sehingga dimungkinkan:

• Bangunan selaras dengan menonjolkan karakteristik modern tropis.

• Bangunan kontras, namun memperhatikan lingkungan.

2.5.2. Sirkulasi dan Pencapaian

Lokasi site terletak di dalam Perumahan Graha Famili bagian dalam, tepat di sebelah perbatasan Perumahan Graha Famili dan Perumahan Dian Istana.

Site dapat dicapai melalui 2 jalan arteri sekunder , yakni Jl. HR. Muhammad dan JI. Bukit Darmo Boulevard. Di bawah ini adalah jalur pencapaian menuju ke site.

(17)

Universitas Kristen Petra 32

bar 2.12. Sirkulasi dan Pencapaian ke Site, sumber : dokumentasi survei lapangan.

(18)

Gambar 2.13. Foto Sirkulasi dan Pencapaian ke Site, sumber : dokumentasi survei lapangan.

(19)

Jalan lingkungan yang ada dapat dikategorikan menjadi dua, yakni jalan untuk kendaraan umum dan pribadi serta pedestrian untuk pejalan kaki, dimana kedua jalan ini ada di seluruh daerah Perumahan Graha Famili. Untuk kepadatannya, dapat dikategorikan sebagai jalan dengan kepadatan rendah.

2.5.3. Landuse dan Activity Support

Penggunaan lahan di sekitar site didominasi oleh perumahan, dilengkapi dengan fasilitas pendukungnya berupa pendidikan, fasum, dan komersil. Dalam kaitan dengan proyek sejenis, di sekitar site hanya terdapat dua sekolah yang dianggap sejenis, yakni Kompleks Sekolah Petra dan Masa Depan Cerah. Hal ini dapat menjadi potensi, karena dua sekolah ini dapat menjadi node sekaligus landmark minor untuk kawasan Perumahan Graha Famili (menjadi penanda selain gerbang perumahan).

Kedua sekolah tersebut berpotensi menjadi pesaing, namun karena kategori sasaran siswanya berbeda, sehingga keberadaannya tidak menjadi masalah bagi kelayakan proyek.

Gambar 2.14. Landuse dan Activity Support, sumber : dokumentasi survei lapangan.

(20)

Fasilitas sekitar berupa tipologi, fasum dan komersil yang berpotensi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang akan berlangsung, mengingat jaraknya yang tidak terlalu jauh, yakni :

• Utara : Kantor ANTV, Kantor SCTV, Apartemen Puri Matahari.

• Timur : Fasum dan berbagai fasilitas komersil.

• Barat : PTC-SPI, Waterplace Residence (dalam tahap pembangunan), Superblok Bukit Darmo, Ruko Bukit Darmo, Plaza Graha Famili.

• Selatan : Unesa, Kota Wisata Bukit Mas.

(21)

2.6. Analisa Site

Analisa lingkungan sekitar site, berkaitan dengan dampak dan pengaruhnya terhadap tatanan desain.

2.6.1. Tautan Lingkungan

Gambar 2.15. Analisa Tautan Lingkungan dan Kondisi Sekitar Site.

(22)

Gambar 2.16 Analisa Pola Sirkulasi Pejalan Kaki, kendaraan dan Landuse.

(23)

2.6.2. Ukuran dan Tata Wilayah

Gambar 2.17 Analisa Ukuran, Tata Wilayah dan Peraturan.

(24)

2.6.3. Keistimewaan Fisik Alamiah

Gambar 2.18 Analisa Kontur, Vegetasi dan Pola Drainase.

Menurut analisa, maka kontur dalam site (hasil cut and fill terdahulu) tidak berpengaruh banyak karena hampir datar, dengan kemiringan per meter kurang dari 0.1% dan menurut rencana ke depan akan diratakan. Maka, tapak diasumsikan datar.

(25)

2.6.4. Keistimewaan Fisik Buatan

Gambar 2.19. Analisa Sarana Prasarana dan Utilitas.

(26)

Menurut analisa, maka kanal kecil yang ada dalam site akan dibelokkan sedikit dan ditutup dengan menggunakan culver box, demi efisiensi penataan lahan dan safety bagi para siswa (mengingat usia para siswa yang masih kecil).

2.6.5. Panca Indra

Gambar 2.20. Analisa View dari dalam Tapak, ke arah Tapak, dan melalui Tapak

(27)

2.6.6. Klimatologis

Gambar 2.21 Analisa Angin, Lintasan Matahari, Curah Hujan dan Suhu Udara

(28)

Gambar 2.22. Analisa Polusi Udara dan Polusi Suara

(29)

2.6.7. Manusia dan Budaya

Gambar 2.23. Analisa Tanggapan terhadap Proyek, Potensi Market, dan Kegiatan yang Terjadi di Sekitar Tapak.

(30)

2.7. Penentuan Jalan Masuk Utama

Berdasarkan analisa di atas, maka terdapat 2 alternatif entrance utama pada site. Alternatif pertama adalah entrance dari Jl. Graha Famili Timur, sedangkan yang kedua adalah dari JI. Graha Famili Selatan. Alternatif yang dipilih adalah yang kedua, terutama berdasarkan proyeksi penggunaan jalan di masa depan, JI. Graha Famili Selatan akan menjadi jalan tembus menuju ke arah Lakarsantri dan menjadi jalan yang penting.

Gambar 2.24. Alternatif Entrance.

2.8. Sistem Sirkulasi dalam Tapak

Sirkulasi dalam tapak dibedakan menjadi dua, yakni sirkulasi untuk kendaraan dan pejalan kaki. Sirkulasi untuk kendaraan direncanakan untuk menjadi linier dengan satu pintu masuk dan satu pintu keluar, dan untuk area parkir direncanakan untuk berbentuk loop sehingga memudahkan sewaktu menjemput siswa dari parkiran.

Sirkulasi untuk pejalan kaki dibuat terintegrasi dengan tatanan massa bangunan, berkaitan dengan konsep tatanan massa, sehingga benar-benar membawa atmosfer yang menyenangkan, terutama bagi para siswa. Pola sirkulasinya dibuat linear-loop mengelilingi fasilitas yang ada.

(31)

2.9. Lansekap

Tatanan lansekap mengambil konsep sesuai dengan konsep tatanan keseluruhan, sehingga lansekap tidak hanya menjadi pendukung, namun memperkuat tema dari area secara keseluruhan, terutama untuk area-area bermain anak yang memerlukan tanaman peneduh agar suasana outdoor yang teduh dapat dicapai.

2.10. Zoning terhadap Site

Dari analisa yang telah dilakukan di atas, maka dapat diambil kesimpulan berupa rencana zoning awal yang berisi tata letak massa dan ruang yang telah dikelompokkan berdasarkan hubungan ruangnya dan telah disesuaikan terlebih dahulu dengan kondisi tapak dan lingkungan sekitar. Untuk berikutnya, zoning awal ini akan menjadi pedoman dalam menyusun layout plan, yang akan dijelaskan pada bab berikutnya.

Gambar 2.25. Sirkulasi dalam Tapak.

(32)

Gambar 2.26. Zoning Awal.

Gambar di atas merupakan gambaran zoning awal yang didapat dari analisa site, dimana site dibagi menjadi 4 zona dengan 1 pintu masuk dan 1 pintu keluar. Zona 1 merupakan area publik yang direncanakan berisi fasilitas umum, kemudian zona 2 merupakan area semi privat yang berisi fasilitas pendukung bagi kelas TK dan KB, zona 3 merupakan area privat yang berisi kelas TK dan KB, terakhir adalah zona 4 yang merupakan area servis,.

Fasilitas yang bersifat publik berarti fasilitas yang disediakan untuk melayani keperluan di dalam site sebagai penunjang, namun dapat diakses secara mudah pula bagi orang luar, dalam artian orientasinya ke luar, terdiri atas cafe, booth ATM, ruang baca, dan children shop. Fasilitas yang bersifat semi publik berarti fasilitas yang dikhususkan untuk mendukung kelancaran dan operasional sekolah, seperti kantor administrasi dan perangkatnya, ruang konsultasi, kemudian fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar seperti ruang musik, ruang seni, dan sebagainya. Untuk fasilitas yang bersifat privat, berarti tidak dapat dijangkau langsung oleh publik atau dalam artian perlu melalui tahapan untuk melaluinya, yakni kelas TK dan KB. Untuk fasilitas servis berisi sistem dan perangkat mekanikal untuk melayani keseluruhan kompleks.

Berikut ini akan ditunjukkan rencana penerapan zoning awal yang telah diplot di atas pada layout plan kasar (berupa bubble diagram), dimana entrance diletakkan dalam arah sirkulasi menuju pintu masuk. Dengan pola sirkulasi linear melooping dalam site.

(33)

Gambar 2.27. Zoning Layout Plan Kasar.

Gambar

Gambar 2.1. Posisi UD Putat Gede terhadap Kotamadya Surabaya,  Sumber : dari berbagai sumber
Gambar 2.2. Posisi UD Putat Gede terhadap Surabaya Barat,  Sumber : RTRK UD Putat Gede 2002, Bab 111-2
Gambar 2.3. Posisi Kecamatan dan Kelurahan yang termasuk ke dalam UD Putat  Gede, Sumber : RTRK UD Putat Gede 2002, Bab III-4
Gambar 2.4. Analisa Radius Keliling Perumahan (jangkauan pelayanan).
+7

Referensi

Dokumen terkait

Untuk setiap macam makanan asal daging sapi, dibuat 2 kali ulangan dari perlakuan yang sama Terhadap sampel makanan kontrol, makanan diperlakukan sama, tetapi tidak diinokulasi

Tingkat kemahalan harga saham berdasarkan PER perusahaan yang melakukan stock split tidak berbeda dengan tingkat kemahalan harga saham berdasarkan PER perusahaan

Berdasarkan Permendagri 86 Tahun 2017 tentang tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan

Pekerja bebas(pertanian dan non pertanian) adalahseseorang yang bekerja pada orang lain/majikan/ institusi yang tidak tetap (lebih dari satu majikan dalam sebulan terakhir) baik

Hasil analisa logam Fe dan Cu yang terdapat di dalam air sungai Siak sebelum dan setelah disaring dengan membran hibrid PMMA/TEOT pada setiap variasi tekanan dapat

penjajahan bangsa Eropa, serta strategi perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris) sampai dengan abad ke-20

Adalah ukuran yang menunjukkan sebaran/penyimpangan tiap observasi data terhadap suatu harga tengah. a) Rentang/Range b)

• Dalam analisa regresi suatu persamaan regresi hendak ditentukan dan digunakan untuk menggambarkan pola atau fungsi hubungan yang terdapat antar variabel.. • Variabel yang