25
BAB IV
GAMBARAN OBJEK DAN SUBJEK DALAM FILM DILAN 1990
4.1 Gambaran Objek dan Karakter dalam film Dilan 1990
Diangkat dari novel laris berjudul Dilan: dia adalah Dilanku 1990 yang ditulis oleh Pidi Baiq hingga akhirnya bisa tayang dilayar lebar ini menggambarkan dua sosok remaja yang masih duduk dibangku sekolah, kedua sosok ini bernama Dilan dan Milea.
Kisah Dilan dan Milea ini dimulai pada perkenalan unik yang tak biasa disebuah sekolah di Bandung. Keduanya bertemu pada tahun 1990, saat itu Milea baru saja pindah dari Jakarta ke Bandung, dan kisah mereka berdua pun dimulai dari dengan cara unik Dilan dalam mendapatkan cinta Milea.
Gambar 1. Tokoh Utama Dilan 1990
Sumber: CNN. Indonesia
Dilan
Dilan adalah tokoh utama pria dalam film Dilan 1990 yang diperankan oleh Iqbal Ramadhan. Dilan adalah sosok anak sekolah nakal yang tidak suka memasukkan bajunya layaknya anak sekolah yang diajarkan untuk berpenampilan rapi, ia juga memiliki popularitas yang cenderung negatif karena ia memiliki Geng Motor diluar
26
sekolahnya dan memiliki panggilan khusus ‘Panglima Tempur’.
Tetapi disisi lain ia adalah pemuda yang jujur, mudah bergaul, bersemangat dan tipe pemegang teguh akan pendiriannya, seperti halnya dalam niatnya untuk mendapatkan hati dan perhatian dari Milea.
Gambar 2. Milea incaran Peran Utama
Sumber: Infogeh.net
Milea
Vanesha Prescilla yang memerankan tokoh utama wanita Milea ini adalah aktris muda yang mulai aktif di dunia hiburan pada tahun 2014. Milea adalah tokoh utama wanita dalam film ini, seorang gadis polos yang baru saja pindah dari kota asalnya Jakarta yang pada akhirnya tertarik dengan karakter tokoh Dilan, ia memiliki sifat yang lugu dan ceria, kesehariannya ia melakukan kegiatan normal disekolahnya bersama teman-temannya hingga akhirnya Dilan mulai sering menemani kesehariannya dari berangkat sekolah, mengantarnya pulang hingga menjadi orang terakhir yang mengantarnya tidur dimalam hari.
27
4.2 Pemahaman Subjek terhadap Etika dan Moral
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, “etika dan moral adalah ilmu mengenai baik dan buruk, tentang hak dan kewajiban moral. Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak, nilai mengenai benar dan salah yang dianut masyarakat”. Dengan ini pula peneliti memutuskan untuk menakar terlebih dahulu seperti apa pendapat subjek mengenai etika dan moral, dan berikut adalah pendapat para subjek:
Menurut Angga etika dan moral itu adalah segala hal yang kita anggap baik dan benar, atau lebih jelasnya segala hal yang dianggap tidak menyimpang.
“Etika dan moral itu pokoknya segala hal mengenai hal- hal yang kita anggap baik dan benar, lebih tepatnya segala sesuatu yang dianggap tidak menyimpang dari masyarakat.” (Angga)
Jika menurut Rama, etika dan moral adalah sesuatu yang dianggap hal baik oleh publik dan diajarkan atau ditanamkan pada kita ketika berada di bangku sekolah.
“Etika dan moral itu berdasarkan etika dan moral yang ditentukan oleh publik, seperti menaati nilai- nilai yang diajarkan dari sekolah gitu,” (Rama)
28
Menurut Rasyid etika dan moral adalah hal dasar dalam bersosialisasi di lingkungan, seperti contohnya seorang warga yang mematuhi peraturan yang berlaku.
“Etika dan moral itu merupakan hal basic yang menjadi tatanan kita dalam bersosialisasi dengan individu lainnya, contohnya menaati peraturan negara”. (Rasyid)
Begitupun dengan pemahaman Nanda terhadap etika dan moral yang hampir sama dengan Rama, bahwa etika dan moral adalah hal yang mengatur masyarakat dalam berperilaku, ini juga diajarkan pada masyarakat ketika masih di bangku sekolah.
“Etika dan moral adalah hal yang mengatur prilaku kita dalam masyarakat, hal ini sudah diajarkan sejak dibangku sekolah maupun ajaran dari agama”.
(Rama)
Pendapat yang sedikit berbeda dari Fahri, dia mengatakan jika etika dan moral adalah suatu identitas yang membedakan orang satu dengan orang lainnya. Karena tiap orang memiliki etika dan moral yang berbeda- beda.
“Etika dan moral itu menurut aku adalah semacam identitas, pembeda diri kita dengan orang lain, karena bagiku tiap orang itu etika dan moral itu beda- beda prakteknya”. (Fahri)
29
Berdasarkan pendapat yang diberikan oleh subjek mengenai pengertian daripada etika dan moral, peneliti beranggapan bahwa subjek memahami konsep dasar mengenai etika dan moral yang nantinya akan menjadi dasar pemahaman subjek mengenai pertanyaan- pertanyaan yang akan diajukan oleh peneliti.
4.3 Gambaran Permasalahan Adegan yang diangkat pada film Dilan 1990
Peneliti mengambil beberapa adegan yang dianggap menjadi permasalahan utama dalam film Dilan 1990 yang dianggap berkesinambungan dengan kenakalan atau perilaku menyimpang dari seorang remaja, secara umum kita mengerti kenakalan remaja adalah hal yang kita alami diusia transisi masa kanak-kanak ke masa dewasa.
Kenakalan remaja merupakan gejala patologis sosial pada usia remaja yang menyebabkan pengabaian sosial yang pada akhirnya memicu perilaku menyimpang pada usia tersebut.
Banyak adegan film Dilan 1990 yang menjadi sorotan dimata khalayak yang menonton, seperti adegan romantis nan lucu yang diperankan oleh sosok Dilan kepada Milea, penonton disuguhkan adegan per adegan yang memperlihatkan perjuangan seorang Dilan yang berusaha untuk menarik minat Milea kepadanya, yang awalnya Milea terlihat dingin dan cuek terhadap perhatian Dilan kepadanya yang perlahan lambat laun luluh dan jatuh cinta sepenuhnya dengan Dilan, ada juga adegan-adegan anarkis seperti perkelahian antar teman sekolah maupun guru sekolah, hingga adegan penyerangan geng motor terhadap sekolah Dilan.
30
Dari sekian banyaknya adegan yang disajikan dalam film Dilan 1990, peneliti berusaha mengambil adegan-adegan yang dianggap paling menjadi sorotan dalam tingkah laku negatif remaja pada umumnya didalam film tersebut.
- Adegan Dilan mengikuti acara quis sebagai perwakilan dari sekolahnya dengan jawaban lelucon yang disengaja
Gambar 3. Dilan mengikuti quis
Sumber: Film “Dilan 1990”
Dalam adegan ini sekolah Dilan mengadakan acara cerdas cermat yang diikuti oleh beberapa siswa pilihan untuk menjadi team perwakilan sekolahnya, dalam adegan ini Dilan terpilih menjadi salah satu anggota dari team yang mewakili sekolahnya, sebagai salah satu sosok yang sangat diharapkan untuk dapat membawa kemenangan untuk teamnya Dilan malah bertindak sebaliknya, dia terlihat santai dan tidak serius dalam menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan kepadanya, semua siswa yang hadir ada yang tertawa maupun kecewa
31
dengan jawaban Dilan, tetapi Dilan tidak menghiraukan hal tersebut dan hanya memandangi Milea yang pada saat itu turut hadir untuk menyaksikan acara tersebut.
- Adegan Dilan tertidur dikelas hingga mengakibatkan dinding kelas runtuh dan menerobos kelas Milea
Adegan ini berlangsung pada saat jam pelajaran dikelas Milea, semua murid fokus dengan ilmu yang diberikan oleh guru, ditengah kejadian itu ada guncangan pada dinding papan tulis kelas Milea yang seakan-akan ingin roboh, dan benar saja pada saat itu dinding pada papan tulis kelas Milea roboh dan terdapat dua siswa laki-laki yang tersungkur kesakitan, dan kedua siswa itu adalah Dilan dan temannya yang ternyata tertidur dikelas sambil menyenderkan badannya dengan dinding kelas yang dibelakangnya adalah kelas Milea dan seketika menjadi tontonan murid lainnya dan mendapat amarah gurunya.
- Adegan pemukulan Dilan terhadap gurunya dilapangan sekolah
Gambar 4. Perkelahian peran utama dan guru
Sumber: film “Dilan 1990”
Adegan berikut terjadi pada saat upacara bendera yang menjadi kegiatan rutin perminggu para siswa sekolah pada umumnya.
32
Kejadian ini bermula pada saat Dilan berinisiatif meminta teman dibelakang Milea untuk bertukar posisi dengannya agar Dilan dapat satu barisan tepat dibelakang Milea, dan kelakuan Dilan pada saat itu diketahui oleh gurunya yang terkenal galak disekolahnya, karena sadar Dilan tidak ada dalam barisan laki-laki hal ini membuat gurunya bergegas mencari dan menemukan Dilan, saat ditemukan sontak gurunya langsung menarik kerah Dilan dan seketika menghempas Dilan kebelakang, tidak terima dengan perlakuan gurunya tersebut Dilan beradu argument dengan gurunya yang mengakibatkan gurunya semakin marah dan menampar Dilan, Dilan yang diselimuti emosi langsung memukul dan mengejar gurunya hingga dia ditahan oleh beberapa temannya dan para guru.
- Adegan aksi penyerangan geng motor terhadap sekolah Dilan Pada adegan ini menggambarkan adegan pada siang hari dimana tiba-tiba datang segerombolan geng motor yang berniat untuk menyerang sekolah Dilan dari arah gerbang sekolah mereka adalah musuh atau lawan dari geng motor Dilan, mereka berteriak dengan mengangkat senjata dan melempar segala hal yang mereka miliki pada saat itu yang mengakibatkan beberapa kerusakan pada sekolah Dilan.
4.4 Gambaran Subjek 1. Subjek 1
Angga Ramadani Putra, umur 22 tahun asal Pasuruan, kesehariannya sebagai mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang.
33
2. Subjek 2
M.Irfansyah Ramasako, umur 21 tahun asal Mojokerto kesehariannya sebagai mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang.
3. Subjek 3
Abdullah Rasyid, umur 22 tahun asal Jombang kesehariannya sebagai mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang.
4. Subjek 4
Nanda Arisetyawan, umur 21 tahun asal Jombang kesehariannya sebagai mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang.
5. Subjek 5
M. Fahrizal Rizki, umur 22 tahun asal Malang kesehariannya sebagai mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang.