RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh : Ika Sulistiowati, S.Pd.
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 2 Teluk Batang Kelas / Semester : VIII/1
Tema : Teks Puisi
Sub Tema : 3.7 Mengidentifikasi unsur-unsur pembangun teks puisi yang diperdengarkan atau dibaca.
4.7 Menyimpulkan unsur-unsur pembangun dan makna teks puisi yang diperdengarkan atau dibaca.
Pembelajaran ke : 1
Alokasi waktu : 3 JP x 40 menit A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik yang dipadukan dengan model pembelajaran discovery learning, metode diskusi, tanya jawab, dan penugasan peserta didik mampu bekerja sama:
1. mengidentifikasi unsur fisik (majas dan pengimajinasian) pembangun video dan teks puisi Hujan Di Bulan Sembilan secara tepat.
2. menyimpulkan makna video dan teks puisi Hujan Di Bulan Sembilan secara tepat.
B. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan/
Sintaks Deskripsi Kegiatan
Pendahuluan (15 Menit)
1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran, kerapian, peserta didik sebagai sikap disiplin.
2. Guru mempersilahkan peserta didik untuk memnanyikan Yel-yel untuk mengondisikan dan memotivasi peserta didik agar siap dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
3. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan berlangsung.
4. Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dengan menampilkan gambar ekspresi senang, sedih, dan marah melalui media kertas.
5. Menyampaikan Kompetensi Dasar, tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran ( langkah-langkah
pembelajaran model belajar Discovery learning), dan garis besar materi melalui power point yang ditayangkan guru.
6. Guru membagi peserta didik menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa.
Kegiatan Inti (90 Menit)
Tahap–1 : Stimulation (stimullasi/pemberian rangsangan) KEGIATAN LITERASI
7. Peserta didik secara berkelompok mengamati LKPD yang telah dibagikan guru, video dan teks pembacaan puisi Hujan Di Bulan Sembilan yang ditayangkan melalui multimedia Proyektor.
Tahap–2 : Problem statemen (pertanyaan/identifikasi masalah) CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
8. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya jawab sebanyak mungkin pertanyaan berkaitan unsur-unsur pembangun puisi dan langkah-langkah menyimpulkan makna puisi.
Tahap-3 : Data processing (pengolahan Data) COLLABORATION (KERJASAMA)
9. Peserta didik secara berkelompok mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyaan dari LKPD tentang mengidentifikasi unsur fisik (majas dan pengimajinasian) teks puisi dan menyimpulkan makna puisi melalui buku teks Bahasa Indonesia kelas VIII dan ringkasan materi yang diberikan guru.
10. Peserta didik bersama kelompok berdiskusi mengolah hasil pengamatan dan menetapkan hipotesis/praduga jawaban mengidentifikasi unsur fisik (majas dan pengimajinasian) pembangun teks puisi dan menyimpulkan makna puisi.
11. Peserta didik bersama kelompok membuktikan penemuan dengan menuliskan hasil diskusi tentang mengidentifikasi unsur fisik (majas dan pengimajinasian) teks puisi dan menyimpulkan makna teks puisi.
Tahap–4 : Verification (pembuktian) COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)
12. Peserta didik secara berkelompok bergantian mempresentasikan kesimpulan mengidentifikasi unsur-unsur teks puisi dan menyimpulkan makna puisi.
Tahap–5 : Generalization (menarik kesimpulan) CREATIVITY (KREATIVITAS)
13. Peserta didik menyimpulkan unsur-unsur pembangun teks puisi dan menyimpulkan makna puisi dengan tepat dan guru memberikan feedback.
Penutup (15 Menit)
Guru memberikan penguatan kepada peserta didik dengan membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point- point penting dalam pembelajaran unsur-unsur dan cara menyimpulkan teks puisi, kemudian menyampaikan mataeri yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
PENILAIAN
Penilaian Pengetahuan Penilaian Keterampilan
• berupa tes tertulis uraian tugas dalam LKPD
• Penilaian sikap: Religius, disiplin, teliti, kerja sama • berupa penilaian praktik (tertulis)
Mengetahui,
Kepala Sekolah Drs. Sadin
NIP. 196601162000131003
Teluk Batang, 26 Juli 2022 Guru Bahasa Indonesia, Ika Sulistiowati, S.Pd.
NIP. 198908062014022001
Lampiran 1
PENILAIAN PEMBELAJARAN
1. Penilaian Sikap
a. Teknik : pengamatan (observasi) b. Bentuk : jurnal
c. Instrumen : pedoman penilaian observasi (terlampir)
PENILAIAN OBSERVASI Petunjuk:
Lembar ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik. Berilah tanda cek (√) pada kolom skor sesuai sikap yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria penilaian sbb:
a. 4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan.
b. 3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan.
c. 2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering d. tidak melakukan.
e. 1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan.
No. Sikap Aspek Pengamatan Skor
Keterangan 1 2 3 4
1. Religius a. Mengikuti renungan di kelas Mensyukuri setiap hasil belajar yang diterima
b. Berdoa sebelum dan sesudah proses pembelajaran
c. Mengucap syukur atas karunia Tuhan
d. Toleransi terhadap pemeluk agama lain.
2. Disiplin a. Masuk kelas tepat waktu b. Mengumpulkan tugas tepat
waktu
c. Mengerjakan tugas yang diberikan
d. Tertib dalam mengikuti proses pembelajaran
3. Teliti a. Mengerjakan tugas berdasarkan sumber
/referensi.
b. Mengerjakan tugas dengan rapi/sesuai format.
c. Menulis kalimat sesuai dengan PUBEI
d. Memanfaatkan waktu untuk mengecek ulang tugas yan telah dikerjakan.
4. Kerja Sama
a. Terlibat aktif dalam bekerja kelompok
b. Kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan
c. Bersedia membantu orang lain dalam satu kelompok yang mengalami kesulitan d. Menghargai hasil kerja
anggota kelompok
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 =𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥100
Nilai Predikat Keterangan
76 – 100 A Sangat Baik
51 – 75 B Cukup baik
26 – 50 C Kurang baik
0 – 25 D Tidak baik
2. Penilaian Pengetahuan 1) Penilaian Pengetahuan
1. Teknik : tes 2. Bentuk : uraian 3. Instrumen : soal 2) Kisi-kisi soal
3) Soal
Cermatilah teks puisi berikut ini untuk menjawab soal omor 1, 2, dan 3!
No Level Kognitif
Lingkup Materi
KD Indikator Indikator Soal No
Soal
1. L3 (C4) Unsur
fisik
3.7
Mengidentifikasi unsur-unsur pembagun teks puisi yang diperdengarkan atau dibaca.
3.7.1
Mengidentifikasi unsur fisik (majas dan pengimajinasian) pembangun teks puisi.
1. Identifikasikan- lah unsur fisik (majas hiperbola dan
personifikasi) dalam teks puisi berjudul Hujan Di Bulan Sembilan!
2. Identifikasikan- lah unsur fisik (citraan penglihatan, pendengaran, pencecapan, penciuman, dan perabaan dalam teks puisi HUjan Di Bulan!
3. Simpulkanlah makna yang terkandung dalam teks puisi HUjan Di Bulan Sembilan!
1
Mawar Kecilku (Karya:Ika S.)
Mawar kecilku
Kau begitu mungil dan lucu
Senyum manismu memancarkan keceriaan Keseluruh jagad raya
Inginku menggenggam tangan lembutmu Membawamu menghirup aroma embun di taman
Mawar kecilku Tawamu yang merdu
membuat kupu-kupu tersipu malu
Mawar kecilku Kaulah buah hatiku Harapan masa depanku
Hujan Di Bulan Sembilan Ini cerita tentang hujan di bulan Sembilan Tiap tetesnya menghujani seribu harapan
Hujan dibulan Sembilan Sudah lama kunantikan
Aku menantimu mengguyur tubuh pekat, bak ikan Asin kepanasan
Hujan dibulan Sembilan
Aku menantimu menyegarkan kerongkongan Yang kering oleh ribuan gelas air garam
Hujan dibulan Sembilan
Aku menantimu tuk menghalau jerebu-jerebu Yang sesak menghujam paru-paruku
Hujan dibulan Sembilan
Aku menantimu tuk membasahi bumi borneoku Berbulan-bulan memerah penuh kobaran kemurkaan
Hujan di bulan Sembilan Ini jawaban kasih Tuhan
Tentang sebuah penantian dan harapan Atas sujud umatMu yang beriman
Diantara segelintir pecundang yang sembunyi tangan
Terima kasih Tuhan, karena hujan dibulan sembilan
(Karya: Ika Sulistiowati)
1. Identifikasikanlah majas hiperbola dan personifikasi dalam puisi tersebut!
2. Identifikasikanlah citraan penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan, dan perabaan dalam teks puisi tersebut!
3. Simpulkanlah makna yang terkandung dalam teks puisi tersebut!
4) Pedoman penskoran
No. Deskriptor Skor
1
a. Mampu mengidentifikasi unsur fisik (majas hiperbola) dalam teks puisi berjudul Hujan Di Bulan Sembilan.
b. Mampu mengidentifikasi unsur fisik (majas
personifikasi) dalam teks puisi berjudul Hujan Di Bulan Sembilan.
1
1
Jumlah skor maksimal 2
2 a. Mampu mengidentifikasi unsur fisik (citraan penglihatan) dalam teks puisi berjudul Hujan Di Bulan Sembilan.
b. Mampu mengidentifikasi unsur fisik (citraan pengdengaran) dalam teks puisi berjudul Hujan Di Bulan Sembilan.
c. Mampu mengidentifikasi unsur fisik (citraan pencecapan) dalam teks puisi berjudul Hujan Di Bulan Sembilan.
d. Mampu mengidentifikasi unsur fisik
(citraan perabaan) dalam teks puisi berjudul Hujan Di Bulan Sembilan
e. Mampu mengidentifikasi unsur fisik (citraan penciuman) dalam teks puisi berjudul Hujan Di Bulan Sembilan
1 1
1
1 1 1
Jumlah skor 5
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 =𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 𝑠𝑘𝑜𝑟
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥1
3. Penilaian Keterampilan a. Teknik : tes tertulis b. Bentuk : praktik c. Instrumen : soal
1) Kisi-kisi Penilaian Keterampilan No Level Lingkup
Materi
KD Indikator Petunjuk
Kerja
No Soal 2 L3
(C4)
Teks Puisi
4.7Menyimpulkan unsur-unsur pembangun dan makna teks puisi yang diperdengar- kan atau dibaca.
4.7.1 Menyimpul- kan makna teks puisi.
Simpulkanlah makna teks puisi Hujan Di Bulan
Sembilan!
2
2) Soal
1. Cermatilah teks puisi berikut ini!
a. Simpulkanlah makna teks puisi tersebut!
b. Presentasikanlah hasil diskusi kelompok di depan kelompok lain
3) a. Pedoman Penilaian Produk
NO Deskriptor Skor
2 1) menyimpulkan makna dengan tepat.
2) menyimpukan makna cukup tepat.
3) menyimpulkan makna kurang tepat .
4) tidak tepat menyimpulkan makna.
4 3 2 1
Jumlah skor 4
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 =𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥100
2. Pembelajaran Remedial
Berdasarkan hasil analisis penilaian, bagi siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar dengan bentuk remedial, yaitu:
1. Pembelajaran ulang, jika 50% atau lebih siswa belum mencapai ketuntasan.
2. Pemanfaatan tutor sebaya, jika 11- 49% siswa belum mencapai ketuntasan.
3. Bimbingan perorangan, jika 1-10% siswa belum mencapai ketuntasan.
No.
Nama peserta
didik
Nilai ulangan
Indikator yang belum
dikuasai
Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran
Remedial
Nilai setelah remedial
Ket.
1.
2.
3.
dst.
Hujan Di Bulan Sembilan
Ini cerita tentang hujan di bulan Sembilan Tiap tetesnya menghujani seribu harapan
Hujan dibulan Sembilan Sudah lama kunantikan
Aku menantimu mengguyur tubuh pekat, bak ikan Asin kepanasan
Hujan dibulan Sembilan
Aku menantimu menyegarkan kerongkongan Yang kering oleh ribuan gelas air garam
Hujan dibulan Sembilan
Aku menantimu tuk menghalau jerebu-jerebu Yang sesak menghujam paru-paruku
Hujan dibulan Sembilan
Aku menantimu tuk membasahi bumi borneoku Berbulan-bulan memerah penuh kobaran kemurkaan
Hujan di bulan Sembilan Ini jawaban kasih Tuhan
Tentang sebuah penantian dan harapan Atas sujud umatMu yang beriman
Diantara segelintir pecundang yang sembunyi tangan
Terima kasih Tuhan, karena hujan dibulan sembilan
(Karya: Ika Sulistiowati)
3. Pembelajaran Pengayaan
Berdasarkan hasil analisis penilaian, bagi siswa yang sudah mencapai ketuntasan belajar diberikan kegiatan pembelajaran dengan bentuk pengayaan yaitu tugas berupa mencari mengidentifikasi unsur fisik (majas) dalam teks puisi.
No.
Nama Peserta
Didik
Nilai Ulangan
Bentuk Pengayaan
Nilai setelah
pengayaan Ket.
1.
2.
dst.
Lampiran 2
1. Kompetensi Dasar
3.7 Mengidentifikasi unsur-unsur pembagun teks puisi yang diperdengarkan atau dibaca.
4.7 Menyimpulkan unsur-unsur pembangun dan makna teks puisi yang diperdengarkan atau dibaca.
2. Indikator
3.7.1 Mengidentifikasi unsur fisik (majas dan pengimajinasian) pembangun teks puisi.
3.7.2Menyimpulkan makna teks puisi.
3. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik yang dipadukan dengan model pembelajaran discovery learning, metode diskusi, tanya jawab, dan penugasan peserta didik mampu bekerja sama:
4. mengidentifikasi unsur fisik (majas dan pengimajinasian) pembangun teks puisi secara tepat, 5. menyimpulkan makna teks puisi secara tepat.
4. Uraian Materi 1) Pengertian Puisi
Puisi merupakan teks atau karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan mengutamakan keindahan kata-kata.
2) Unsur-unsur Fisik Pembangun Teks Puisi.
RINGKASAN MATERI TEKS PUISI
Unsur fisik adalah unsur yang membangun puisi dari luar. Unsur fisik puisi meliputi: diksi, pengimajinasian, kata konkret, bahasa figuratif (majas), versifikasi, dan tata wajah. Tetapi yang akan kita pelajari pada
pertemuan hari ini yaitu bahasa figuratif (majas) dan pengimajinasian.
a. Majas (bahasa figuratif)
Majas adalah bahasa kias yang digunakan untuk menciptakan kesan tertentu bagi penyimak atau pembacanya. Untuk menimbulkan kesan-kesan tersebut bahasa yang dipergunakan berupa perbandingan, pertentangan, perulangan, dan perumpamaan. Majas yang dominan dalam puisi tersebut adalah majas personifikasi dan majas hiperbola.
i. Majas personifikasi
Majas personifikasi adalah majas yang mengumpamakan benda tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia.
Contoh:
ii. Majas Hiperbola
Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang menyatakan sesuatu dengan cara melebih-lebihkan sehingga membuatnya terlihat lebih besar dari keadaan yang sebenarnya.
Contoh:
b. Pengimajinasian (Citraan)
Pengimajinasian atau citraan adalah kata atau rangkaian kata yang menimbulkan daya imajiniasi/khayalan kepada pendegar/pembaca.
Ada beberapa jenis pengimajinasian yang dapat ditimbulkan puisi, yakni sebagai berikut.
1. Imaji penglihatan (citraan visual)
Imaji/citraan penglihatan adalah citraan yang ditimbulkan oleh indra penglihatan (mata).
Contoh:
2. Imaji pendengaran(citraan audif)
Imaji/citraan pendengaran adalah citraan yang berhubungan dengan kesan dan gambaran yang diperoleh melalui indra pendengaran (telinga).
Contoh:
3. Imaji perabaan (citraan tactual)
Imaji/citraan perabaan atau citraan tactual adalah citraan yang dapat dirasakan oleh indra peraba (kulit).
Contoh:
Hujan dibulan Sembilan
Aku menantimu tuk membasahi bumi borneoku Berbulan-bulan memerah penuh kobaran kemurkaan
Hujan dibulan Sembilan
Aku menantimu menyegarkan kerongkongan Yang kering oleh ribuan gelas air garam
Hujan dibulan Sembilan
Cuitan burung begitu merdu.
4. Imaji penciuman (citraan olfactory)
Imaji/citraan penciuman atau pembauan adalah citraan dengan membaca atau mendengar kata- kata tertentu, kita seperti mencium bau sesuatu.
Contoh:
5. Imaji pencecapan (citraan gustatory)
Imaji/citraan pencecapan yakni citraan yang muncul dari puisi sehingga kita seakan-akan mencicipi suatu benda yang menimbulkan rasa asin, pahit, asam, manis, atau pedas.
Contoh:
ii. Menyimpulkan Makna dalam Teks Puisi.
Makna sebuah puisi adalah maksud atau arti yang terkandung dalam sebuah puisi tersebut. Isi atau makna pada puisi dapat diketahui melalui proses pemaknaan atau perlambangan pada kata-kata yang terdapat pada puisi tersebut. Kamu harus manafsirkan arti setiap kata dalam puisi tersebut. Kata-kata dalam puisi sering bermakna konotasi.
Berikut ini beberapa langkah untuk menyimpulkan makna teks puisi:
a. menemukan kata kunci dalam setiap baris atau larik karena kata-kata tersebut merupakan inti baris tersebut.
b. menafsirkan makna kata.
c. mengaitkan isi puisi dengan kehidupan nyata.
Contoh puisi:
Menggaruki rasa gatal di sukmanya
Aroma melati menyebar ke pekarangan senja
Manisnya senyummu membuat bunga-bunga bermekaran selalu
Hujan Di Bulan Sembilan Ini cerita tentang hujan di bulan Sembilan Tiap tetesnya menghujani seribu harapan
Hujan dibulan Sembilan Sudah lama kunantikan
Aku menantimu mengguyur tubuh pekat, bak ikan Asin kepanasan
Hujan dibulan Sembilan
Aku menantimu menyegarkan kerongkongan Yang kering oleh ribuan gelas air garam
Hujan dibulan Sembilan
Aku menantimu tuk menghalau jerebu-jerebu Yang sesak menghujam paru-paruku
Hujan dibulan Sembilan
Aku menantimu tuk membasahi bumi borneoku Berbulan-bulan memerah penuh kobaran kemurkaan
Hujan di bulan Sembilan Ini jawaban kasih Tuhan
Tentang sebuah penantian dan harapan Atas sujud umatMu yang beriman
Diantara segelintir pecundang yang sembunyi tangan
Terima kasih Tuhan, karena hujan dibulan sembilan
(Ika S.)
Langkah-langkah menyimpulkan makna puisi berjudul Hujan DiBulan Sembilan, sebagai berikut.
a. menemukan kata kunci dalam setiap baris atau larik karena kata-kata tersebut merupakan inti baris tersebut.
Bait ke-1
Tiap tetes menghujani seribu harapan = hujan bulan Sembilan memberi harapan besar
Bait ke-2
Aku menantimu mengguyur tubuh pekat, bak ikan Asin kepanasan = menanti hujan untuk mandi
Bait ke-3
Aku menantimu menyegarkan kerongkongan yang kering oleh ribuan gelas air garam = menanti air hujan untuk minum
Bait ke-4
Aku menantimu tuk menghalau jerebu-jerebu yang sesak menghujam paru-paruku =menanti hujan untuk menghilangkan asap
Bait ke-5
Aku menantimu tuk membasahi bumi borneoku Berbulan-bulan memerah penuh kobaran kemurkaan = sudah lama menanti hujan untuk memadamkan kebakaran hutan di Kalimantan.
Bait ke-6
Ini jawaban kasih Tuhan, tentang sebuah penantian dan harapan atas sujud umatMu yang beriman, di natara segelintir pecundang yang sembunyi tangan.
= Tuhan tetap menurunkan hujan karena doa orang-orang beriman, meski musibah disebabkan oknum yang tidak mau bertanggung jawab atas kebakaran hutan.
Bait ke-7
Terima kasih Tuhan, karena hujan di bulan Sembilan= ungkapan syukur kepada Tuhan, akhirnya hujan turun juga setelah kemarau panjang.
b. Menafsirkan makna kata
c. Mengaitkan isi puisi dengan kehidupan nyata.
Sumber Bahan Ajar
Kosasih. 2017. Buku Peserta Didik Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP/M.Ts. Jakarta:Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Kosasih. 2017. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP/M.Ts.Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembukuan, Balibang, Kemendikbud.
Purwantini, Titik, Teguh Dalyono, dan Ratna Dyah. 2017. Panduan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah Pertama.
Bait ke-1
Seribu harapan= banyak harapan Bait ke-2
Tubuh pekat bak ikan asin kepanasan= tubuh lengket, karena mandi air asin
Bait ke-3
Ribuan gelas air garam= banyak minum air asin Bait ke-4
Menhujam paru-paru= merusak paru-paru Bait ke-5
Kobaran kemurkaan= kebakaran hutan Bait ke-6
Pecundang yang sembunyi tangan= orang-orang yang tidak bertanggung jawab atas kebakaran hutan Bait ke-7
Hujan dibulan Sembilan= hujan di musim kemarau
Kesimpulan makna teks puisi HUjan DiBulan Sembilan:
Puisi tersebut menceritakan hujan yang datang setelah kemarau panjang. Banyak orang-orang yang menanti hujan di musim kemarau, untuk mencukupi kebutuhan hidup seperti, mandi, minum, bahkan berharap dapat memadamkan kebakaran hutan di Kalimantan sehingga tidak ada polusi udara yang menjadikan penyakit. Tuhan menurunkan hujan di musim kemarau untuk semua orang, tak terkecuali orang-orang yang membakar hutan tersebut.
Kerjakan soal-soal berikut ini dengan runtut dan benar!
Lampiran 3
Cermatilah teks puisi berikut ini untuk menjawab soal nomor 1, 2, dan 3!
E.
Tugas Kelompok
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Teks Puisi
: :
.
A. Petunjuk Belajar
1. Berdoalah sebel u m mengerjakan!
2. Bacalah soal dengan seksama!
3. Diskusikan dengan kelompokmu!
4. Waktu pengerjaan 30 menit!
B. Kompetensi Dasar
3.4 Menelaah struktur dan kebahasaan teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar
3.4.1Merinci struktur cerita fantasi 3.4.2
Rag am Alu r C eri ta
D . Tujuan Pembelajaran
1.
2.
B. Kompetensi Dasar
3.7 Mengidentifikasi unsur-unsur pembagun teks puisi yang diperdengarkan atau dibaca.
4.7 Menyimpulkan unsur-unsur pembagun dan makna teks puisi yang
diperdengarkan atau dibaca.
C. Indikator
3.7.1 Mengidentifikasi unsur fisik (majas dan pengimajinasian) pembangun teks puisi.
4.7.1 Menyimpulkan makna teks puisi.
Kelompok ………..
Hari/Tanggal:
Kelas/Semester:
Nama Anggota Kelompok:
1. ………..
2. ………..
3. ………...
4. ………..
5. ………..
6. ………..
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik yang dipadukan dengan model pembelajaran discovery learning, metode diskusi, tanya jawab, dan penugasan peserta didik mampu bertanggung jawab:
1. mengidentifikasi unsur fisik (majas dan pengimajinasian) teks puisi secara tepat,
2. menyimpulkan makna teks puisi secara tepat.
Hujan Di Bulan Sembilan
Ini cerita tentang hujan di bulan Sembilan Tiap tetesnya menghujani seribu harapan
Hujan dibulan Sembilan Sudah lama kunantikan
Aku menantimu mengguyur tubuh pekat, bak ikan Asin kepanasan
Hujan dibulan Sembilan
Aku menantimu menyegarkan kerongkongan Yang kering oleh ribuan gelas air garam
Hujan dibulan Sembilan
Aku menantimu tuk menghalau jerebu-jerebu Yang sesak menghujam paru-paruku
Hujan dibulan Sembilan
Aku menantimu tuk membasahi bumi borneoku Berbulan-bulan memerah penuh kobaran kemurkaan
Hujan di bulan Sembilan Ini jawaban kasih Tuhan
Tentang sebuah penantian dan harapan Atas sujud umatMu yang beriman
Diantara segelintir pecundang yang sembunyi tangan Terima kasih Tuhan, karena hujan dibulan sembilan
(Ika S.)
1. Identifikasikanlah unsur fisik ( majas) yang terdapat dalam puisi Mawar Kecilku dengan menempelkan jawaban yang tepat dari amplop ajaib yang telah disediakan gurumu!
a.
b.
2. Identifikasikanlah unsur fisik (Pengimajinasian/citraan) yang terdapat dalam puisi Mawar Kecilku dengan menempelkan jawaban yang tepat dari amplop ajaib yang telah disediakan gurumu!
.
b
3. Simpulkanlah makna yang terkandung dalam teks puisi Mawar Kecilku
Aku menantimu tuk membasahi bumi borneoku Berbulan-bulan memerah penuh kobaran kemurkaan
Majas?
……….
Hujan dibulan Sembilan
Aku menantimu menyegarkan kerongkongan Yang kering oleh ribuan gelas air garam
Majas?
…………
………..
Ini cerita tentang hujan di bulan Sembilan
Aku menantimu
menyegarkan kerongkongan Yang kering oleh ribuan gelas air garam
keceriaan
Tiap tetesnya menghujani seribu harapan
Aku menantimu tuk menghalau jerebu-jerebu
Yang sesak menghujam paru- paruku
Aku menantimu mengguyur tubuh pekat, bak ikan Asin kepanasan
Citraan?
………
..
Citraan?
…………
…….
Citraan?
Citraan?
Citraan?
………
……..
……….
.
………
….
a . . .
b .
c
d
e
JAWABAN LKPD 1. A. Personifikasi
B. Hiperbola
2. A. Pendengaran B. Penglihatan C. Pencecapan D. Penciuman E. Perabaan
3. Makna puisi HUhan Di BUlan Sembilan
Nilai Catatan
Bintang Prestasi Tanda Tangan Guru………
………
………
………
………
………
………
Simpulan makna teks puisi
Amplop Ajaib
Kesimpulan makna teks puisi HUjan DiBulan Sembilan:
Puisi tersebut menceritakan hujan yang datang setelah kemarau panjang. Banyak orang-orang yang menanti hujan di musim kemarau, untuk mencukupi kebutuhan hidup seperti, mandi, minum, bahkan berharap dapat memadamkan kebakaran hutan di Kalimantan sehingga tidak ada polusi udara yang menjadikan penyakit. Tuhan menurunkan hujan di musim kemarau untuk semua orang, tak terkecuali orang-orang yang membakar hutan tersebut.