3. KONSEP DESAIN
3.1. Konsep Kreatif
3.1.1. Tujuan Kreatif
Tujuan utama dari pembuatan karya ini adalah penarikan kembali minat baca anak-anak terhadap Alkitab yang terdapat masalah terutamanya pada format Alkitab yang dinilai terlalu berat sebagai bacaan anak. Sebagai solusinya, dibuat sebuah buku cerita bergambar dengan tambahan gaya pop-up.
Selain menarik minat anak, karya ini juga dapat digunakan sebagai sarana kreativitas untuk menceritakan kisah Alkitab pada anak-anak, misalnya: sebagai buku peraga untuk anak Sekolah Minggu, buku cerita dongeng pengantar tidur, dan sebagainya.
3.1.2. Strategi Kreatif 3.1.2.1. Format Produk
Karya ini akan dibuat dalam bentuk satu buku dengan jumlah 58 halaman., dengan membagi setiap sub judul melalui penyekat halaman. Adanya penyekat- penyekat pada setiap sub judul ini ditujukan untuk memudahkan anak sewaktu membaca buku tersebut.
3.1.2.2. Desain Layout
Untuk layout akan digunakan gaya semi dekoratif, dengan tampilan elemen hias yang antara gambar dengan tulisan memiliki area yang fleksibel penempatannya, sesuai dengan kesesuaian alur cerita yang hendak disampaikan.
Dengan menggunakan gaya layout semi dekoratif yang fleksibel ini diharapkan untuk lebih menarik minat anak, sehingga tidak cepat bosan saat membacanya.
3.1.2.3. Gaya Cerita bergambar 1. Gaya Gambar
Jenis gambar akan menggunakan gaya gambar semi dekoratif, sesuai dengan gaya layout yang bermuatan indah. Tujuannya agar anak-anak dapat merasa tertarik saat melihatnya.
2. Gaya Goresan
Menggunakan teknik arsiran garis untuk efek menghasilkan gelap terang gambar. Selain itu juga digunakan teknik komputer sebagai latar belakang dan efek pada gambar.
3. Teknik Perwarnaan
Pewarnaan pada tiap halaman akan menggunakan alat pensil warna jenis kering dengan komputer sebagai finishingnya. Dengan menggunakan pensil warna, warna-warna yang dihasilkan akan bersifat lembut, ceria, sesuai dengan karakter yang disukai anak-anak. Sedangkan untuk teknik komputer digunakan selain untuk memberikan tulisan, juga untuk memberi efek, serta memperjelas warna gambar.
3.1.2.4. Gaya Pop-up
Untuk hasil akhir, beberapa halaman yang paling penting pada buku ini akan dibuat timbul (pop-up), sehingga memberikan kesan tiga dimensi, diharapkan dengan gaya ini dapat memberikan kejutan visual kepada pembacanya sehingga dapat diingat. Selain itu melalui penggunaan gaya ini juga diharapkan dapat membangkitkan daya imajinasi serta kreativitas anak saat melihatnya.
Selain itu cerita yang hendak disampaikan juga dapat lebih mudah dipahami.
3.2. Konsep Rancangan Buku Cerita bergambar
3.2.1 Konsep Judul, Setting, dan Karakter
Pada setiap satu sub judul akan berisi satu kisah tokoh dalam Kitab Kejadian. Pemilihan judul utama didasarkan pada target audience, yaitu anak- anak, sehingga judul utama serta sub-sub judul yang dipilih didasarkan pada karakteristik kata untuk menarik anak yaitu singkat, mudah dipahami, serta dapat mencerminkan, dan menonjolkan hal yang paling menarik dalam isi cerita. Judul utama yang dipilih adalah: 7 Kisah Ajaib dari Alkitab. Alasan dari pemilihan judul ini adalah berdasarkan jumlah sub-sub kisah, yaitu tujuh buah cerita yang berisikan kisah perjalanan hidup tokoh-tokoh besar dalam Alkitab. Dimana dalam perjalanan hidupnya, merka menemui berbagai keajaiban dari Tuhan. Arti keajaiban disini adalah suatu hal yang seharusnya mustahil.
Sedangkan untuk sub-sub judul yang dipilih yaitu:
A. Adam dan Hawa, Tujuh Hari Penciptaan 1. Dasar pemilihan judul
Judul dipilih berdasarkan dari nama tokoh utama, sehingga mudah diingat oleh anak-anak karena singkat dan jelas. Sedangkan untuk sub judul, dipilih berdasarkan bagian dari cerita yang menarik, hal ini sekaligus sebagai penarik perhatian anak.
2. Tema cerita
Menceritakan pada anak asal mula isi alam semesta, manusia, dan dosa, serta akibat dari melakukan dosa.
3. Konflik
Saat Hawa dibujuk oleh iblis yang berwujud ular untuk melanggar perintah Allah dengan memakan buah dari pohon terlarang. Akibatnya Adam dan Hawa diusir oleh Allah dari taman Eden akibat pelanggaran mereka.
4. Setting Cerita
Di sebuah taman yang indah, dipenuhi dengan segala macam hewan- hewan dan tumbuh-tumbuhan, yang disebut Taman Eden. Hingga saat ini, letak Taman Eden yang sesungguhnya sudah tidak dapat dipastikan lagi sebab kehancuran yang disebabkan bencana air bah telah merubah bentuk tanah.
Namun, dari penelitian arkeologi telah menyimpulkan bahwa tidak ada pusat peradaban kuno di dunia yang dapat dibandingkan dengan budaya purba dan aktivitas lampau yang terdapat dilembah yang terletak disebelah timur Laut Tengah yang disebut kawasan “Bulan Sabit Subur”5. Lebih khusus lagi ketika berbicara tentang perkembangan peradaban, Breadwood berkata tentang Mesopotamia: “Segala sesuatu dimulai di sana”6. Oleh karena itu, hingga sekarang, para peneliti menyimpulkan bahwa kemungkian besar Taman Eden terletak di sekitar kawasan Mesopotamia purba, yang sekarang ini menjadi wilayah Irak. Mesopotamia merupakan sebuah pulau yang terletak diantara sungai Tigris dan Efrat. Hal ini sesuai dengan bukti yang terdapat pada Alkitab, yaitu
5 William F. Albright, From the Stone Age to Christianity, ed. Ke-2 (Baltimore: John Hopkin Press, 1946), hal.6.
6 Robert J. Braidwood, Prehistoric Men, ed ke-7 (Glenview, Illinois: Scott Foresman, 1967), hal.
136.
Kejadian pasal 2 ayat 10-14: “Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang, Yang pertama ……….…………...
………
Nama sungai yang ketiga adalah Tigris, yakni yang mengalir disebelah Timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat”.
Letak kawasan Mesopotamia
Gambar 24. Peta Asia Kecil.
Sumber : Atlas of the Bible, hlm 3.
Gambar 25. Kawasan Sabit Subur.
Sumber : The New International Bible History, hlm 131.
Gambar 26. Sungai Efrat sebagai salah satu sungai yang pernah ada di Taman Eden. Hingga saat ini sungai ini sudah menjadi jalur perdagangan di Irak.
Sumber : Atlas of the Bible, hlm. 15; Proses Pembuatan Alkitab, hlm. 217.
Gambar 28. Beberapa gambar Taman Eden dari buku cerita bergambar yang ada.
Sumber:The Picture Bible, hlm. 7; The Bible Story, hlm. 26; Alkitab Ank-anak Dalam Tata Warna I, hlm. 10-11; The Bible Story, hlm.28;, hlm. 36-37.
5. Tokoh Cerita a. Tokoh Utama
Adam : Manusia pertama yang diciptakan Allah dari debu dan tanah, laki-laki, sifatnya penurut dan mudah dipengaruhi.
Gambar 29. Tokoh Adam pada berbagai buku cerita bergambar yang ada.
Sumber: Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna I, hlm. 11; The Bible Story, hlm.
41; hlm. 42; hlm. 74.
b. Tokoh Pendukung
1. Hawa : Manusia kedua yang diciptakan Allah dari tulang rusuk Adam, wanita, sifatnya penuh rasa ingin tahu dan pandai mempengaruhi.
Gambar 30. Tokoh Hawa pada berbagai buku cerita bergambar yang ada.
Sumber: The Picture Bible, hlm. 7; The Bible Story, hlm. 74, hlm. 46.
2. Tuhan : Sang Pencipta manusia termasuk Adam dan Hawa. Sifatnya: Tegas, Penuh Kasih dan Adil. Penggambaran tokoh Allah biasanya tidak diwujudkan, karena hingga kini tak seorangpun tahu wujud sebenarnya Allah, sehingga penokohan Allah diwujudkan dalam simbolisasi seperti: suara, angin, petir, tangan yang besar, dan sebagainya.
Gambar 31. Penokohan Allah dari beberapa versi buku cerita bergambar.
Sumber: The Picture Bible, hlm. 9; Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna, hlm. 16-17.
6. Elemen-elemen dalam Kisah Adam dan Hawa 1. Hewan-hewan di Taman Eden:
Gambar 33. Hewan-hewan di Taman Eden.
Sumber : The Bible Story, hlm. 32-36.
2. Beberapa macam-macam tumbuhan:
Gambar 35. Tanaman Fig, Pomegranate, Pohon Olive, Pohon Palem, Almond, Cedar Lebanon, Gandum, Pohon Oak, Flax , dan Tanaman Anggur.
Sumber : The New International Dictionary of Biblical Archeology, hlm. 166-167.
6. Adegan penting dalam kisah Adam dan Hawa
Gambar 36. Adegan Adam dan Hawa diusir Allah dari Taman Eden.
Sumber : Everyday Life in Bible Times, hlm. 1; Illustrated Bible Stories, hlm. 6;
Clip Christian-Bible Stories, Bsocr064; How the Bible Came To Us, hlm. 7;
Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna I, hlm. 16-17.
7. Storyline
Dahulu kala dunia masih kosong dan gelap. Kemudian pada hari pertama Tuhan mulai menciptakan terang yang disebut siang, dan gelap yang disebut malam. Tuhan senang dengan hasil ciptaanNya itu.
Pada hari yang kedua Tuhan menciptakan lapisan-lapisan air diatas bumi yang disebut langit. Tuhan senang dengan hasil ciptaanNya itu.
Pada hari yang ketiga Tuhan menciptakan tanah kering yang disebut daratan dan kumpulan air yang disebut lautan. Kemudian Tuhan juga menciptakan segala macam tumbuhan. Tuhan senang dengan hasil ciptaanNya itu.
Pada hari yang keempat Tuhan menciptakan benda-benda dilangit yang disebut, matahari, bulan, dan bintang-bintang. Tuhan senang dengan hasil ciptaanNya itu.
Pada hari yang kelima Tuhan menciptakan semua binatang-binatang air seperti ikan, kura-kura, cumi-cumi, kepiting, dan yang lainnya. Kemudian Tuhan juga menciptakan binatang-binatang udara, seperti burung-burung, kupu-kupu, capung, dan yang lainnya. Tuhan senang dengan hasil ciptaanNya itu.
Pada hari yang keenam Tuhan menciptakan segala binatang yang hidup di darat seperti gajah, anjing, kucing, kelinci, dan yang lainnya. Tuhan senang dengan hasil ciptaanNya itu.
Setelah Tuhan menciptakan semua itu, Tuhan menciptakan manusia.
Tuhan sengaja menciptakan manusia terakhir kali untuk menyiapkan kebutuhan manusia terlebih dahulu.
Kemudian pada hari ketujuh Tuhan beristirahat. Dan selesailah penciptaan dunia.
Tuhan menciptakan manusia laki-laki dari sedikit tanah dan meniupkan nafasNya, maka jadilah manusia pertama yang dinamai Adam. Tuhan menempatkan Adam di sebuah taman yang indah bernama Taman Eden.
Tuhan mengijinkan Adam untuk memakan semua buah yang ada di taman Eden kecuali buah dari satu pohon, yaitu pohon pengetahuan baik dan jahat.
Kemudian pada saat Adam tidur, Tuhan mengambil satu tulang rusuk Adam dan menutup tulang itu dengan daging. Jadilah seorang manusia perempuan yang dinamai Hawa untuk menjadi teman Adam. Adam senang mendapat seorang
teman yang sama dengannya. Adam dan Hawa tinggal dengan bahagia di Taman Eden.
Di taman Eden ada seekor binatang yang bernama ular. Ular adalah binatang yang paling licik dari segala binatang yang ada. Kemudian ular mulai mendekati Hawa dan bertanya “Apakah Tuhan benar-benar melarang kalian makan buah-buahan dari segala pohon ditaman ini?” “Tidak, kami boleh makan buah-buahan dari setiap pohon di dalam taman ini, kecuali dari pohon pengetahuan baik dan jahat, jawab Hawa”. Kemudian dengan nada membujuk ular berkata kepada Hawa, “Jika kalian memakan buah dari pohon itu, maka kalian akan menjadi seperti Tuhan, kalian bisa tahu mana yang baik dan mana yang jahat”.
Hawa melihat pohon pengetahuan baik dan jahat. Pohon itu terlihat indah dan buahnya terlihat enak dimakan. Hawa berpikir alangkah enaknya jika bisa menjadi seperti Tuhan. Maka Hawa mulai memetik buah dari pohon itu dan memakannya. Setelah memakannya, Hawa memberikan buah itu kepada Adam.
Adam juga memakan buah itu.
Setelah memakan buah itu, Adam dan Hawa merasa bersalah kepada Tuhan, karena telah melanggar larangan Tuhan. Tiba-tiba terdengar suara Tuhan memanggil mereka. Adam, Hawa, dimanakah kalian? Sembunyi! Kata Adam.
Adam dan Hawa langsung bersembunyi dibalik pohon. Kenapa kalian bersembunyi? Apakah kalian melanggar laranganKu? Tanya Tuhan. Hawa yang membujukku, kata Adam. Saya ditipu ular! Kata Hawa. Dan mereka mulai saling menyalahkan.
Maka Tuhan memberikan hukuman kepada mereka. Ular dihukum Tuhan untuk berjalan dengan perutnya seumur hidup. Sedangkan Hawa dihukum Tuhan akan merasa kesakitan sewaktu hamil dan melahirkan. Hukuman untuk Adam, ia akan bekerja keras seumur hidup. Setelah itu Tuhan mengusir Adam dan Hawa dari Taman Eden. Tuhan menempatkan malaikat-malaikat penjaga dengan sebilah pedang berapi untuk menjaga Taman Eden sehingga Adam dan Hawa tidak dapat masuk kembali dalam Taman Eden.. Maka dimulailah kerja keras kehidupan Adam dan Hawa.
B. Kain dan Habel, Persembahan Yang Baik dan Buruk 1. Dasar pemilihan judul
Judul dipilih berdasarkan dari nama tokoh utama, sehingga mudah diingat oleh anak-anak karena singkat dan jelas. Sedangkan untuk sub judul, dipilih berdasarkan bagian dari inti cerita sekaligus sebagai pesan moral yang hendak disampaikan.
2 Tema cerita
Memberikan teladan kepada anak hal yang berkenan serta tidak berkenan di hadapan Allah.
3. Konflik
Saat Kain membunuh adiknya sendiri yaitu Habel karena iri sebab persembahannya tidak diterima Allah sedangkan persembahan adiknya diterima Allah.
4. Setting Cerita
Daerah Mesopotamia yang terkenal sebagai wilayah ditemukannya peradaban manusia yang tertua (Peta wilayah lihat hal 40).
5. Tokoh Cerita a. Tokoh Utama
Kain : Anak pertama dari Adam dan Hawa, laki-laki, sifatnya penuh rasa iri, dendam, emosional, serta tidak berpikiran panjang. Ia adalah seorang petani.
Gambar 37. Gambar Tokoh Kain dari buku cerita bergambar yang ada.
Sumber : The Bible Story, hlm. 84; The Picture Bible, hlm. 12; Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna I, hlm. 19.
b. Tokoh Pendukung
Habel : Adik kandung Kain, laki-laki, sifatnya penurut, rajin, dan polos.
Pekerjaannya adalah menggembalakan domba.
Gambar 38. Gambar Tokoh Habel dari buku cerita bergambar yang ada.
Sumber : The Bible Story, hlm. 82; The Picture Bible, hlm. 11; Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna, hlm. 19; The Bible Story, hlm. 85.
5. Elemen-elemen Penting Dalam Cerita a. Tempat persembahan korban bakaran
Gambar 39. Tempat persembahan korban bakaran jaman dahulu.
Sumber : The Bible Story, hlm. 82; The Picture Bible, hlm. 11.
b. Penggembala domba
Gambar 41. Penggembalaan domba di daerah Mesopotamia.
Sumber : The New International Dictionary, hlm. 162; Everyday Life in Bible Times, hlm. 74.
6. Adegan-adegan penting dalam cerita
Gambar 42. Gambar konflik yang terjadi pada kisah Kain dan Habel.
Sumber : The Bible Story, hlm. 82; Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna, hlm.
19; The Picture Bible, hlm. 12.
7. Storyline
Setelah tinggal di bumi, Hawa melahirkan dua orang anak laki-laki. Yang pertama dinamai Kain dan yang kedua Habel. Kain bekerja sebagai seorang petani, sedangkan Habel sebagai penggembala domba.
Suatu hari Kain mengambil sebagian dari hasil ladangnya untuk dipersembahkan pada Tuhan. Habel juga mengambil anak dombanya yang sulung.
Mereka sama-sama ingin memeberikan persembahan untuk Tuhan.
Tuhan senang dengan persembahan Habel sehingga ia menerima persembahan Habel. Sedangkan persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan.
Kain merasa sangat iri terhadap adiknya. Mukanya menjadi sangat marah. Maka berkatalah Tuhan, “Mengapa mukamu marah Kain? Hati-hati, jika engkau berbuat baik, engkau pasti tersenyum. Saat ini dosa ingin menguasaimu jadi engkau harus mengalahkannya”.
Kemudian Kain mengajak adiknya, “mari kita pergi ke ladang”.
Sesampainya diladang, Kain menyerang Habel dan membunuhnya! Setelah itu Kain berlari dan bersembunyi. Namun Tuhan mengetahui perbuatan Kain dan bertanya, “Dimana Habel adikmu?” “Saya tak tahu, saya bukan penjaga adik saya”, jawab Kain. Lalu Tuhan berkata “Mengapa engkau melakukan itu? “Darah adikmu berteriak kepadaku seperti minta pembalasan”. Maka Tuhan memberikan hukuman kepada Kain atas dosanya. Kain dihukum untuk menjadi pengembara seumur hidupnya. Tuhan memberi Kain tanda agar orang yang bertemu dengannya tidak akan membunuhnya.
C. Nuh, Bencana Air Bah 1. Dasar pemilihan judul
Judul dipilih berdasarkan dari nama tokoh utama, sehingga mudah diingat oleh anak-anak karena singkat dan jelas. Sedangkan untuk sub judul, dipilih berdasarkan bagian dari cerita yang menarik, hal ini sekaligus sebagai penarik perhatian anak.
2. Tema cerita
Mengajarkan pada anak bahwa orang yang hidupnya berkenan dihadapan Allah pasti dilindungi oleh Allah.
3. Konflik
Saat terjadinya bencana air bah yang menenggelamkan seluruh dunia yang jahat, kecuali Nuh sekeluarga yang hidupnya berkenan di hadapan Allah.
4. Setting Cerita
Di wilayah Babilonia sebagai tempat tinggal Nuh, serta gunung Ararat tempat bahtera kandas.
Gambar 43. Gunung Ararat dilihat dari luar dan dalam.
Sumber : In Search of Noah s Ark, hlm. 118; hlm. 134.
5. Tokoh Cerita a. Tokoh Utama
Nuh : Seorang yang hidup berkenan dihadapan Allah, laki-laki tua, sifatnya percaya penuh pada Allah, berpendirian teguh, dan bertanggung jawab.
Gambar 44. Gambar tokoh Nuh dari berbagai buku cerita bergambar.
Sumber : In Search of Noah s Ark, hlm. 112; Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna, hlm. 20; The Bible Story, hlm. 108; hlm. 106; The Picture Bible,
hlm. 16; Rencana Penyelamatan, hlm. 2.
b. Tokoh Pendukung
Anak-anak Nuh yaitu Sem, Ham, dan Yafet, serta istri-istri mereka.
Gambar 45. Gambar keluarga Nuh
Sumber : How The Bible Came To Us, hlm. 42; The Bible Story, hlm. 121;
hlm. 111.
6. Elemen-elemen Penting Dalam Cerita a. Bahtera
Sebuah perahu besar dengan panjang 140 meter. Lebar 23 meter, dan 14 meter tingginya. Terbuat dari kayu yang bagus dengan diolesi aspal di sebelah dalam dan luar agar tahan terhadap air. Kira-kira ½ meter dibuat ruangan antara sisi dan atap agar udara dapat bebas masuk.7
Gambar 46. Foto bagian dari bahtera Nuh yang ditemukan di Gunung Ararat pada tahun 1916 oleh Vladimir Roskovitsky.
Sumber : In Search of Noah s Ark, hlm. 124.
7 Mackenzie, Carine. Rencana Penyelamatan, Immanuel Publishing House: Jakarta, 1991, hlm. 8.
Gambar 47. Hasil model test para ilmuwan di California Selatan yang membuat model bahtera berdasarkan keterangan dalam Alkitab.
Sumber : in Search of Noah s Ark, hlm.137.
Gambar 48. Gambar bahtera Nuh oleh Elfred Lee Drew berdasarkan deskripsi George Hagopian seorang penggali arkeologi.
Sumber : In Search of Noah s Ark, hlm. 130;
Gambar 49. Model bagian dalam bahtera Nuh yang digambarkan oleh Navarra setelah melakukan penggalian-penggalian peninggalan bahtera Nuh. Pada bagian
dalam bahtera terdapat sekat-sekat ruang sebagai tempat hewan-hewan berada.
Sumber : in Search of Noah s Ark, hlm. 131.
7. Adegan-adegan penting dalam cerita a. Pembuatan bahtera
Gambar 50. Gambar adegan pembuatan bahtera Nuh.
Sumber: In Search, of Noah s Ark, hlm. 109; The Bible Story, hlm. 108; Rencana Penyelamatan, hlm. 5-6; Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna I, hlm. Cover;
Rencana Penyelamatan, hlm. Cover.
b. Banjir besar
Gambar 51. Gambar saat terjadinya banjir besar.
Sumber: Rencana Penyelamatan, hlm. 15-16, Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna I, hlm. 22-23; The Bible Story, hlm. 114-115; How The Bible Come To
Us, hlm. 45.
8. Storyline
Setelah beberapa lama, manusia mulai memenuhi bumi jumlahnya. Namun manusia mengecewakan hati Tuhan dengan dosa mereka. Hingga akhirnya Tuhan memutuskan untuk membinasakan semua manusia termasuk segala binatang di bumi. Namun, ada seseorang, seorang manusia yang hidupnya menyenangkan hati Tuhan, yaitu Nuh. Nuh akrab dengan Tuhan, tetapi semua manusia yang lainnya jahat.
Lalu Tuhan memerintahkan Nuh untuk membuat sebuah kapal yang sangat besar. Kapal itu terbuat dari kayu dengan dilapisi aspal, sehingga tahan jika terkena air, sebab Tuhan ingin membinasakan manusia dengan banjir besar.
Tuhan membuat perjanjian dengan Nuh, “ Segala sesuatu yang dibumi akan mati, tetapi engkau Nuh, sahabatku, masuklah kedalam kapal beserta anak istrimu, supaya kamu selamat”. “Bawalah juga tujuh pasang binatang yang boleh dimakan dan sepasang untuk binatang yang tidak boleh dimakan dari setiap jenis binatang yang ada dibumi supaya mereka tidak binasa juga”. Sesudah Tuhan berkata demikian Nuh melaksanakannya.
Nuh dan keluarganya masuk kedalam kapal beserta hewan-hewan yang diperintahkan Tuhan. Blam! Tuhan menutup pintu kapal.Tak seorangpun dapat masuk dan keluar lagi dari kapal. Tujuh hari kemudian, pecahlah segala mata air yang ada didalam bumi. Tuhan juga membuka segala pintu air dilangit.
hujan terus menerus turun dalam beberapa hari. Banjir melanda bumi. Air menjadi cukup tinggi sehingga kapal mulai mengapung.
Tik-tik-tik hujan turun, dan air terus menerus semakin tinggi, tinggi, dan tinggi. Hujan turun selama empat puluh hari empat puluh malam. Bahkan gunung- gunung yang tertinggi telah tergenang air. Ketinggian air telah mencapai tujuh meter diatas puncak-puncak gunung. Kini kapal Nuh telah terapung-apung ditengah air.
Seluruh bumi telah tertutup air! Tuhan telah membinasakan semua manusia dibumi, segala binatang darat dan udara, kecuali Nuh beserta mereka yang ada di dalam kapal. Air tak kunjung surut selama 150 hari.
Namun Tuhan tidak melupakan Nuh. Tuhan membuat angin bertiup sehingga air mulai surut. Puncak-puncak gunung mulai terlihat lagi. Kapal Nuh terdampar di puncak Gunung Ararat.
Empat puluh hari kemudian, Nuh membuka jendela kapal, ia ingin mengetahui apakah air telah surut. Dilepaskannya seekor burung gagak. Burung itu tidak kembali. Kemudian Nuh melepaskan lagi seekor burung merpati. Namun burung itu tidak menemukan tempat untuk bertengger sebab banjir masih belum surut. Nuh mengulurkan tangannya dan membawa masuk burung itu kedalam kapal. Nuh menunggu lagi selama tujuh hari lalu ia melepaskan lagi burung merpati itu.
Saat hari menjelang malam, burung itu kembali kepada Nuh dengan membawa sehelai daun zaitun yang masih segar pada paruhnya. Sekarang Nuh telah tahu air mulai surut. Kemudian Nuh menunggu selama tujuh hari lagi. Ia melepaskan burung merpati itu sekali lagi dan burung itu tidak kembali lagi.
Lalu Nuh membuka pintu kapal dan melihat sekelilingnya. Ia melihat permukaan tanah yang kering. Bumi telah kering! Lalu berkatalah Tuhan kepada Nuh, “Keluarlah dari kapal itu beserta keluargamu dan seluruh binatang yang ada di dalam kapal”. Setelah melakukan perintah Tuhan, Nuh memberikan persembahan bakaran kepada Tuhan, Hal ini membuat hati Tuhan senang sehingga Tuhan mengadakan perjanjian kepada Nuh. Tuhan berjanji tidak akan ada lagi banjir yang membinasakan seluruh manusia di bumi. Sebagai tanda perjanjian, Tuhan melukiskan pelangi di langit. Setiap kali langit dipenuhi awan, lalu pelangi tampak, maka Tuhan akan mengingat janjiNya pada Nuh. Itulah janji yang diberikan Tuhan kepada seluruh makhluk yang hidup di bumi.
D. Menara Babel, Akibat Kesombongan Manusia 1. Dasar pemilihan judul
Judul diambil dari elemen penting yang mendasari cerita, yaitu sebuah nama benda yang paling menonjol dalam cerita.
2. Tema cerita
Kisah ini mengajarkan bahwa tidak baik menyombongkan diri sendiri.
3. Konflik
Saat Allah mengacaukan bahasa manusia-manusia yang membuat menara Babel sehingga mengacaukan pembuatan menara Babel yang dibuat berdasarkan kesombongan manusia.
4. Setting Cerita
Daerah Babilionia, tepatnya dikota Shinar.
Gambar 52. Peta wilayah Babilonia.
Sumber : The Greatest Book Ever Written, hlm. 318.
5. Tokoh Cerita
Para manusia yang memiliki sifat sombong, pemberontak, dan tidak pernah puas.
6. Elemen-elemen Penting Dalam Cerita a. Menara Babel
Sebuah menara yang dibuat manusia untuk menunjukkan kesombongan mereka dengan berusaha menyaingi Tuhan. Bentuk dari menara ini dipercaya memiliki bentuk seperti menara-menara pemujaan yang ditemukan di wilayah Ur, yang disebut ziggurat.
Gambar 53. Macam-macam bentuk ziggurat yang ada di wilayah Ur.
Sumber : Unger s Bible Handbook, hlm. 60; The New International Dictionary of Biblical Archeology, hlm. 135; Atlas of the Bible, hlm. 15; The New International
Dictionary of Biblical Archeology,hlm. 73; Everyday Life in Bible Times, hlm. 60-61.
7. Adegan Penting dalam Cerita a. Pembuatan Menara Babel
Gambar 54. Gambar pembuatan menara Babel.
Sumber : Everyday Life in Bible Times, hlm. 58-59; The Bible Story, hlm. 127;
The Picture Bible, hlm. 23; Alkitab anak-anak Dalam Tata Warna I, hlm. 26-27.
b. Tuhan mengacaukan bahasa manusia
Gambar 55. Gambar adegan Tuhan mengacaukan bahasa manusia yang membuat menara Babel.
Sumber : The Bible Story, hlm. 128; Illustrated Bible Stories, hlm. 14.
8. Storyline
Dahulu kala, bangsa-bangsa di dunia hanya mempunyai satu bahasa dan mereka memakai kata-kata yang sama. Suatu hari berkumpulah semua manusia dan bersama-sama mereka membuat rencana untuk mendirikan rumah. “Mari kita membuat batu bata dan membakarnya hingga keras untuk mendirikan rumah”.
Maka mereka mulai mendirikan rumah dengan batu bata sebagai bahan dan aspal sebagai perekatnya.
Setelah berhasil mendirikan rumah, maka kembali mereka berkumpul untuk mengadakan suatu rencana. “Mari kita mendirikan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit sehingga kita menjadi terkenal dan tidak tercerai- berai di bumi”. Rencana itu tidak menyenangkan hati Tuhan, sebab Tuhan telah memerintahkan manusia untuk berkembang biak memenuhi bumi.
Maka turunlah Tuhan saat manusia-manusia itu tengah membuat menara.
Tuhan mengacaukan bahasa mereka. Dengan membuat mereka saling tidak mengerti bahasa satu dengan yang lain, akhirnya pembuatan menara terhenti.
Mereka tidak dapat lagi bekerja sama, mereka bertengkar, dan tercerai berailah mereka keseluruh bumi. Kota itu diberi nama Babel.
E. Abraham, Bapa Segala Bangsa 1. Dasar pemilihan judul
Judul dipilih berdasarkan dari nama tokoh utama, sehingga mudah diingat oleh anak-anak karena singkat dan jelas. Sedangkan untuk sub judul, dipilih berdasarkan julukan dari tokoh utama, sekaligus sebagai cuplikan dari isi cerita yang menarik yang hendak disampaikan.
2. Tema cerita
Allah sangat menghargai kesetiaan yang diberikan umatNya.
3. Konflik
Saat Allah memerintahkan Abraham untuk mempersembahkan anaknya yang diperolehnya setelah menunggu sangat lama.
4. Setting Cerita
Semula Abraham tinggal di Ur, namun Allah memerintahkan Abraham untuk mengembara keberbagai tempat yaitu ke Haran (Paddan Aram) kemudian Mesir, Sikhem, Hebron, hingga akhirnya Abraham tinggal ditanah Kanaan.
Gambar 56. Peta Perjalalanan Abraham.
Sumber : Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna II, hlm. 1; Atlas of the Bible, hlm. 4; The Greatest Book Ever Written, hlm. 7.
Gambar 57. Peta perjalanan Abraham beserta gambar keterangan.
Sumber : The Bible Story, hlm. 132.
5. Tokoh Cerita a. Tokoh Utama
Abraham : Seorang yang dipilih Allah untuk mengembara, mengikuti perintah Tuhan, laki-laki, sifatnya sangat taat terhadap perintah Tuhan, ia sangat mempercayai Tuhan, bahkan mau melakukan apapun untuk menyenangkan hati Tuhan.
Gambar 58. Gambar tokoh Abraham saat ia masih muda.
Sumber: The Picture Bible, hlm. 32; Perjalanan Yang Tak Berakhir, hlm. 1; Janji Yang Mengagumkan, hlm. 2.
Gambar 59. Gambar tokoh Abraham dimasa tua.
Sumber: The Picture Bible, hlm. 53; The Bible Story, hlm. 136; Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna II, hlm. Cover; The Bible Story, hlm. 174; Perjalanan Yang
Tak Pernah Berakhir, hlm. Cover; My Book of Bible Stories, hlm. 15.
b. Tokoh Pendukung
1. Sara atau Sarai : Istri Abraham, sifatnya seorang yang penurut, mendukung penuh suaminya.
Gambar 60. Gambar tokoh Sara di waktu muda.
Sumber: Janji Yang Mengagumkan, hlm. 1; Perjalanan Yang Tak Pernah Berakhir, hlm. 1; The Picture Bible, hlm. 35.
Gambar 61. Gambar tokoh Sara di masa tuanya.
Sumber: Perjalanan Yang Tak Pernah Berakhir, hlm. 17; Janji Yang Mengagumkan, hlm. 16.
2. Hagar : Istri kedua Abraham, dulunya adalah pelayan Abraham, namun karena Abraham dan Sara sulit memiliki anak, Sara meminta Abraham untuk memperistri Hagar supaya Abraham memiliki keturunan. Sifatnya sombong dan emosional.
Gambar 62. Gambar tokoh Hagar dari buku cerita bergambar yang ada.
Sumber : The Picture Bible, hlm. 47; Perjalanan Yang Tak Pernah Berakhir, hlm. 22.
3. Ishak : Anak Abraham dengan Sara, laki-laki, sifatnya penurut.
Gambar 63. Gambar tokoh Ishak dari buku cerita bergambar yang ada.
Sumber : The Picture Bible, hlm. 48; Perjalanan Yang Tak Pernah Berakhir, hlm. 25.
6. Elemen-elemen Penting Dalam Cerita
a. Bentuk pakaian yang dikenakan didaerah Haran
Gambar 64. Bentuk pakaian yang dikenakan oleh masyarakat Haran.
Sumber: Purbakala Alkitab dalam Kata dan Gambar, hlm. 27; Atlas of the Bible, hlm. 5; Everyday Life in Bible Times, hlm. 67.
Gambar 65. Bentuk pakaian wanita di Kanaan.
Sumber: The New International Dictionary of Biblical Archeology,hlm. 90.
b. Tempat perkemahan
Abraham diperintahkan Tuhan untuk mengembara meninggalkan rumahnya menuju tanah Kanaan. Abraham mengembara bersama sanak saudaranya serta harta kekayaannya yaitu ternak. Dalam pengembaraannya Abraham hidup secara berkemah untuk memudahkannya berpindah-pindah tempat.
Gambar 66. Bentuk kemah yang digunakan pada masa Abraham.
Sumber : Purbakala Alkitab dalam Kata dan Gambar, hlm. 19.
Gambar 67. Suasana perkemahan di wilayah padang pasir Aram (Haran).
Sumber: Everyday in Bible Times, hlm 101; The New International Dictionary of Biblical Archeology,hlm. 138; hlm. 99; hlm. 134-135.
7. Adegan penting dalam kisah Abraham.
Gambar 68. Adegan saat Abraham hendak mempersembahkan anak satu-satunya.
Sumber: Everyday in Bible Times, hlm 90; How the Bible Came To Us, hlm. 11;
The Bible Story, hlm. 173; My Book of bible Stories, hlm. 15; Illustrated Bible Stories, hlm. 32.
8. Storyline
Abram adalah seorang yang kaya, ia memiliki banyak domba, lembu, unta, serta banyak pelayan yang bekerja untuknya. Selain itu ia juga mempunyai seorang istri yang sangat cantik bernama Sarai. Mereka tinggal di kota Ur. Meskipun Abram meiliki istri yang sangat cantik, mereka belum memiliki anak.
Suatu hari Tuhan memerintahkan Abram untuk meninggalkan rumahnya menuju negri yang dijanjikan oleh Tuhan. Tuhan berjanji kepada Abram bahwa Ia akan membuat keturunan Abram menjadi bangsa yang besar, memberkatinya, serta membuat namanya menjadi terkenal. Maka pergilah Abram seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Abram pergi dengan membawa Sarai istrinya, Lot keponakannya, serta harta benda miliknya.
Ketika Abram tiba di Kanaan, Tuhan kembali berbicara kepada Abram, Tuhan berjanji bahwa negri Kanaan akan menjadi milik keturunannya. Sungguh suatu janji yang luar biasa! Padahal Abram dan Sarai belum meiliki anak. Sebagai rasa syukur, Abram mendirikan mezbah bagi Tuhan yang telah menampakkan diri kepadanya. Setelah itu Abram kembali meneruskan perjalanannya.
Suatu hari disaat Abram memutuskan berkemah, terjadi perkelahian antar pelayannya dengan pelayan keponakannya Lot. Abram memang sangat kaya, ia memiliki banyak sekali ternak, begitu juga dengan Lot keponakannya. Hingga begitu banyaknya ternak Abram dan Lot, mereka tidak dapat menemukan cukup rumput untuk memberi makan ternak-ternak mereka itu. Hal inilah yang menyebabkan pelayan-pelayan Abram dan Lot bertengkar. Keadaan menjadi tidak menyenangkan!
Dengan bijaksana, Abram memutuskan untuk berpisah dengan Lot keponakannya. Abram membiarkan Lot untuk memilih terlebih dahulu arah yang hendak dilaluinya, kemudian Abraham mengambil arah sebaliknya.
Setelah berpisah dengan Lot, Abram meneruskan perjalanannya, saat itu Abram mulai menjadi tua. Abram mulai merasa cemas, sebab ia dan Sarai belum juga memiliki anak. Saat berkemah, Tuhan membawa Abram keluar. “Coba lihat dilangit, hitunglah bintang-bintang, sebanyak itulah nanti keturunanmu”.
Hilanglah rasa cemas Abram mendengar janji Tuhan itu.
Abraham dan Sarai sudah tua kini, Abraham sudah berusia 85 tahun dan Sarai 75 tahun. Sarai memiliki seorang pelayan perempuan, bernama Hagar. Pikir Sarai, ia sudah tua, tidak mungkin lagi memiliki anak. Maka Sarai menyuruh Abram untuk mengambil Hagar sebagai istri, supaya Hagar dapat memberikan anak. Tak lama kemudian mengandunglah Hagar, dan melahirkan anak laki-laki yang dinamai Ismail. Namun Hagar menjadi sombong, ia menghina Sarai sebab tidak dapat memiliki anak.
Ismail mulai tumbuh dewasa, Abram mengira bahwa Ismail adalah keturunan yang dijanjikan Tuhan. Namun, saat usia Abram mencapai 99 tahun, kembali Tuhan berbicara kepada Abram. Tuhan kembali mengingatkan janjiNya kepada Abram, bahwa Ia akan memberkati keturunan Abram menjadi bangsa yang besar, sebab itu, Tuhan mengganti nama Abram menjadi Abraham yang berarti “Bapa Segala Bangsa”. Nama Sarai juga diganti menjadi Sara yang berarti
“Putri Raja”, sebab ia akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan melalui dia akan lahir raja bangsa-bangsa. Mendengar hal itu, Abraham tertawa, ia berpikir dirinya serta istrinya sudah tua, mustahil mereka dapat memiliki anak.
Tidak lama kemudian, datanglah tiga orang tamu saat Abraham berkemah.
Abraham segera menyuruh Sara dan para pelayannya untuk memasakkan makanan bagi mereka. Saat berbicara, salah seorang tamu Abraham mengatakan bahwa sembilan bulan lagi Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki. “Ha-ha- ha”! Mendengar hal tersebut, Sara tertawa. ternyata ia mendengarkan pembicaraan mereka secara diam-diam dari balik tenda. “Mengapa kamu tertawa Sara?” “Apakah ada yang tidak dapat dilakukan oleh Tuhan?” Tanya seorang tamu. “Saya tidak tertawa”, bantah Sara. Namun Tuhan tidak dapat dibohongi. Ia tahu bahwa Sara tertawa tadi.
Tuhan menepati janjiNya, Sara mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki tepat pada waktu yang dikatakan oleh Tuhan. “Namanya harus Ishak”, kata Abraham. “Ya, sebab Ishak artinya tertawa, Tuhan sudah membuat saya tertawa gembira, setiap orang yang mendengar apa yang saya alami ini akan turut bergembira juga” kata Sara. Saat itu Abraham berumur 100 tahun ketika Ishak lahir.
Beberapa tahun kemudian Ishak mulai tumbuh dewasa, demikian juga Ismael. Melihat hal itu Sara menyuruh Abraham untuk mengusir Hagar dan Ismael agar mereka tidak mendapat warisan dari kekayaan Abraham saat Abraham meninggal nanti. “Semuanya harus untuk Ishak”, pikir Sara. Mendengar hal tersebut Abraham menjadi sebal, namun Tuhan kembali berbicara kepada Abraham. Tuhan mengatakan kepada Abraham untuk menuruti perkataan Sara istrinya.
Maka pergilah Hagar dan Ismael, meninggalkan kemah Abraham. Saat itu mereka tengah berjalan disuatu padang gurun. Karena cuaca yang sangat terik, mereka menjadi sangat kehausan. Hingga akhirnya mereka sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan. Hagar menangis. Ia tidak tahan melihat anaknya hampir mati.
“Mengapa kamu sedih Hagar”? tiba-tiba terdengar suara malaikat. “Jangan takut, Tuhan akan membaut dia menjadi bangsa yang besar”. Setelah itu Hagar melihat ada sebuah sumur. Cepat-cepat ia memberi anaknya minum. Tuhan memelihara Hagar dan Ismail dipadang gurun itu. Mereka akhirnya hidup dan tinggal disana.
Beberapa waktu kemudian, Tuhan kembali berbicara kepada Abraham.
Kali ini Tuhan memberikan perintah yang mengejutkan Abraham. Tuhan memberikan perintah kepada Abraham untuk mempersembahkan Ishak anak tunggalnya sebagai korban bakaran bagi Tuhan. Tiada yang mustahil bagi Tuhan.
Keesokkan harinya, Abraham segera bersiap-siap naik keatas gunung sesuai perintah Tuhan. Ia mengajak Ishak anaknya , serta membawa kayu bakar.
Bersama-sama berdua naik keatas gunung. “Bapa, katanya kita hendak mempersembahkan korban, namun mengapa kita tidak membawa domba”? Tanya Ishak. “Tuhan yang akan menyediakan dombanya anakku” jawab Abraham.
Ketika mereka tiba ditempat yang tepat, Abraham segera membuat tempat persembahan dari batu, kemudian menaruh kayu-kayu bakar diatasnya. Kemudian ia mengikat tangan dan kaki Ishak dan meletakkannya ditempat persembahan.
Sesudah itu Abraham mengambil pisau dan bersiap-siap… “Abraham, Abraham!”
tiba-tiba terdengar suara Tuhan. “Jangan kau apa-apakan anak itu, sebab Aku telah tahu bahwa Engkau taat dan setia kepadaKu”. “Karena ketaatan dan kesetiaanmu, maka aku akan memberkati engkau dan keturunanmu berlimpah- limpah”. Dan ketika Abraham menoleh, dilihatnyalah seekor domba jantan yang
tersangkut tanduknya disemak-semak. Maka diambilnya domba tersebut sebagai pengganti Ishak untuk dipersembahkan kepada Tuhan.
Setelah mempersembahkan korban, Abraham dan Ishak menuruni gunung.
Kemudian kembalilah mereka ketempat tinggal mereka. Mereka disambut dengan hangat. Kini mereka hidup bahagia didalam janji Tuhan yang melimpahkan berkat sebagai balasan terhadap ketaatan dan kesetiaan Abraham terhadap Tuhan.
F. Esau dan Yakub, Semangkuk Hak Anak Sulung 1. Dasar pemilihan judul
Judul dipilih berdasarkan dari nama tokoh utama, sehingga mudah diingat oleh anak-anak karena singkat dan jelas. Sedangkan untuk sub judul, dipilih berdasarkan bagian dari cerita yang menarik, hal ini sekaligus sebagai penarik perhatian anak.
2. Tema cerita
Jangan menganggap remeh segala sesuatu, apalagi yang telah diberikan oleh Allah.
3. Konflik
Saat Esau menukarkan haknya sebagai anak sulung dengan semangkuk sup kacang merah yang dibuat Yakub saat ia merasa lapar sehabis berburu.
4. Setting Cerita
Gambar 69. Peta perjalanan Yakub.
Sumber : Atlas of the Bible, hlm. 5; The Greatest Book Ever Written, hlm. 22.
5. Tokoh Cerita a. Tokoh Utama
Yakub : Anak kedua dari Ishak, sekaligus saudara kembar Esau, laki-laki, keahliannya adalah memasak, perawakannya memiliki kulit yang halus, senang tinggal dalam rumah, sifatnya cerdik.
Gambar 70. Gambar tokoh Yakub dari buku cerita bergambar yang ada.
Sumber: The Picture Bible, hlm. 61; Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna II, hlm. 21; My Book of Bible Stories, hlm. 33.
b. Tokoh Pendukung
1. Esau : Anak pertama Ishak, saudara kembar Yakub, hobinya adalah berburu, perawakannya tinggi bersar, badannya penuh bulu, sifatnya agak sombong, meremehkan segala sesuatu, serta emosional.
Gambar 71. Gambar tokoh Esau dari buku cerita bergambar yang ada.
Sumber: The Picture Bible, hlm. 64; Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna II, hlm. 20; My Book of Bible Stories, hlm. 32.
2. Ishak : Ayah dari Esau dan Yakub, laki-laki tua, matanya sudah tidak dapat melihat, sifatnya tegas.
Gambar 72. Gambar tokoh Ishak dari buku cerita bergambar yang ada.
Sumber: The Picture Bible, hlm. 67; Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna II, hlm. 23.
6. Adegan-adegan Penting Dalam Cerita
a. Ishak memberkati Yakub yang menyamar sebagai Esau.
Gambar 73. Gambar adegan Ishak memberkati Yakub.
Sumber: Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna II, hlm. 23; Illustrated Bible Stories, hlm. 40.
b. Adegan Yakub bermimpi melihat tangga yang dituruni oleh para Malaikat.
Gambar 74. Gambar adegan Yakub bermimpi para malaikat menuruni tangga dari Sorga..
Sumber: Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna II, hlm. 26-27; Illustrated Bible Stories, hlm. 44.
7. Storyline
Ishak telah tumbuh dewasa, ia menikah dengan seorang wanita bernama Ribka, saudara perempuan Laban. Namun setelah cukup lama menikah, mereka belum juga dikaruniai anak. Maka berdoalah Ribka kepada Tuhan untuk memberinya seorang anak. Tuhan mengabulkan doa Ribka. Tak lama kemudian Ribka mengandung. Ternyata Ribka mengandung bayi kembar. Namun bayi-bayi itu tidak akur ketika dalam kandungan, maka kembali Ribka berdoa minta petunjuk Tuhan. “Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua bangsa akan berpencar dari rahimmu. Suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari suku bangsa yang lain. Dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda”
jawab Tuhan.
Waktu yang dinanti telah tiba. Ribka melahirkan. Bayi yang pertama keluar seluruh tubuhya seperti tertutup jubah berbulu, ia dinamai Esau. Sesudah itu lahirlah bayi yang kedua, ia dinamai Yakub. Lalu bertambah besarlah kedua anak itu. Esau menjadi seorang yang pandai berburu. Ia senang tinggal di padang.
Sedangkan Yakub lebih suka tinggal di kemah dan memasak. Esau lebih disayang
oleh Ishak sebab ia suka makan daging hasil buruan Esau, tetapi Ribka lebih menyayangi Yakub.
Pada suatu kali Yakub memasak sesuatu, datanglah Esau yang sedang kelelahan sehabis berburu. “Berikanlah aku sedikit masakanmu, karena aku lapar”
kata Esau kepada Yakub. Akan tetapi jawab Yakub, “Juallah dulu hak anak sulungmu kepadaku”. Esau berpikir, “Apa gunanya hak sebagai anak sulung?
Toh, aku juga akan mati. Yang penting aku sekarang kelaparan”. Maka setujulah Esau untuk menukarkan hak kesulungannya dengan semangkuk sup kacang merah. Demikianlah Esau telah memandang ringan haknya sebagai anak sulung.
Ketika Ishak sudah tua, ia tidak dapat melihat. Maka dipanggilnya Esau, karena ia ingin memberkati anaknya itu sebelum ia mati. “Bawakanlah aku makanan kesukaanku dari hasil buruanmu, setelah itu aku akan memberkatimu.
Sebab aku tidak tahu kapan akau akan mati”.
Tetapi Ribka mendengarnya. Setelah Esau pergi, maka Ribka memanggil Yakub. Ribka ingin anak kesayangannya yang diberkati oleh Ishak, sehingga Ribka mengatur suatu rencana. “Yakub, pergilah kekandang, ambil dua anak kambing yang sehat, dan aku akan memasaknya menjadi makanan kesukaan ayahmu. Kemudian berikanlah masakan itu kepadanya, supaya engkau diberkatinya” kata Ribka. “Tapi ibu, Kakak Esau badannya berbulu, sedang kulitku licin, jika ayah merabaku ia akan tahu”. Jawab Yakub. Tetapi Ribka sudah memiliki rencana, maka disuruhnya Yakub untuk segera mengambil anak kambing itu. Setelah selesai memasak, Ribka mengambil baju Esau dan memakaikannya kepada Yakub, setelah itu ia juga melilitkan kulit kambing yang telah dimasaknya kelengan dan leher Yakub yang licin.
Sesudah itu datanglah Yakub menemui ayahnya, “Bapa” kata Yakub. Ya anakku, siapakah engkau”? Tanya Ishak. “Ini aku Esau, aku sudah memasakkan makanan kesukaanmu” jawab Yakub. “Cepat sekali kamu kembali anakku?”
tanya Ishak. “Tuhan telah membantuku Bapa” jawab Yakub. Maka Ishak bangun dan meraba Yakub untuk meyakinkan dirinya bahwa yang datang adalah benar anak sulungnya Esau. Sebab pikirnya suaranya bukan suara anak sulungnya Esau namun suara Yakub. Setelah meraba tangan Yakub yang berbulu, maka Ishak menjadi ragu sebab tangan yang dirabanya berbulu. Tangan Esau yang berbulu
bukan tangan Yakub. Kemudian Ishak makan masakan kesukaannya yang telah dibawa Yakub itu. “Mendekatlah kepadaku dan cium aku anakku” kata Ishak.
Lalu Yakub mencium ayahnya. Ketika diciumnya bau padang gurun pada baju Esau yang dikenakan Yakub maka yakinlah Ishak bahwa yang datang ini memang benar anak sulungnya Esau.
Kemudian Ishak mulai memberkati Yakub, “Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati Tuhan. Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit, tanah-tanah gemuk dibumi, dan gandum, serta anggur berlimpah-limpah. Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; Jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia”.
Setelah Ishak selesai memberkati Yakub, pulanglah Esau dengan hasil buruannya. Dan menghadap Ishak ayahnya. Namun terkejutlah Ishak dan mengatakan bahwa ia telah memberkati orang lain yang menyamar sebagai Esau.
Maka marahlah Esau setelah mengetahui Yakub adiknya itu yang menyamar sebagai dirinya dan merampas berkatnya. Ia ingin membunuh Yakub. Namun Ribka mengetahui rencana Esau, maka disuruhnyalah Yakub untuk lari kerumah saudaranya Laban.
Dalam perjalanannya, Yakub yang dilanda rasa ketakutan dan lelah menjadi tertidur. Kemudian Yakub bermimpi, ada sebuah tangga yang ujungnya mencapai langit, dan malaikat Tuhan turun naik diatas tangga tersebut. Kemudian Tuhan berdiri disampingnya dan berkata “Aku akan selalu menyertai dan melindungi engkau kemanapun engkau pergi”. Setelah itu Yakub terbangun.
Hilanglah semua rasa takutYakub, sebab Tuhan telah berjanji akan menyertai Yakub kemanapun ia pergi. Sebab itu ia juga yakin dirinya akan selamat sampai kembali lagi kerumahnya kelak.
Sesampainya dirumah Laban, saudara ibunya, Yakub bertemu dengan Laban dan mereka saling berpelukan. Kemudian Yakub tinggal disana. Disana Yakub membantu Laban mengurus ternak dan ladangnya. “Karena kamu saudaraku bukan berarti kamu berkerja secara cuma-cuma kepadaku. Katakan, berapa upah yang kamu inginkan?” Kata Laban kepada Yakub.
Laban mempunyai dua anak perempuan. Yang pertama bernama Lea dan yang kedua Rahel. Sewaktu tiba pertama kali dirumah Laban, Yakub pernah membantu Rahel untuk memberi minum domba-domba yang dibawa Rahel sewaktu Rahel mengurus domba-domba itu. Yakub telah jatuh cinta kepada Rahel anak Laban yang bungsu itu sejak pertama kali bertemu, sebab Rahel sangat cantik. Sebab itu Yakub meminta kepada Laban bahwa ia ingin menjadikan Rahel istrinya sebagai upah ia berkerja. Laban menyetujui permintaan Yakub dengan syarat Yakub bekerja selama tujuh tahun baginya. Namun bagi Yakub waktu tujuh tahun itu bagaikan satu dua hari saja sebab Yakub benar-benar mencintai Rahel.
Setelah genap waktu tujuh tahun, maka Yakub datang kepada Laban untuk meminta haknya. Akhirnya laban mempersiapkan pesta pernikahan untuk Yakub.
Keesokkan harinya Yakub kembali datang kepada Laban dan marah-marah, sebab ternyata yang diberikan oleh Laban kepada Yakub saat menikah bukanlah Rahel melainkan Lea, anak perempuan Laban yang pertama. “Di negri kami tidak baik jika seorang adik menikah terlebih dahulu dari kakaknya” bantah Laban. Maka Laban mengajukan syarat bahwa Yakub tetap dapat memperistri Rahel jika ia bekerja tujuh tahun lagi padanya. Maka Yakub menyanggupinya karena ia benar- benar mencintai Rahel. Tujuh tahun kemudian Yakub menikah dengan Rahel.
Yakub hidup bahagia beserta istri dan anak-anaknya.
Beberapa waktu kemudian, Yakub mengirimkan pesan kepada kakaknya Esau, tentang keberadaannya selama ini dirumah Laban, dengan harapan Yakub dapat berbaikan kembali dengan kakaknya. Kemudian para utusan Yakub kembali dan berkata bahwa Esau, kakak Yakub akan datang dengan membwa empat ratus anak buahnya untuk menemui Yakub. Maka Yakub menjadi takut sekali mendengar hal itu. Maka dibaginyalah orang serta ternak diperkemahannya menjadi dua kelompok, karena pikir Yakub jika Esau menyerang satu kelompok, yang lain dapat meloloskan diri. Maka berdoalah Yakub kepada Tuhan karena ia merasa takut sekali.
Keesokkan harinya datanglah rombongan Esau mendekat pada Yakub.
Yakub berjalan kedepan dan bersujud hingga tujuh kali saat mendekat kepada kakaknya Esau. Esau berlari mendekati Yakub dan memeluknya erat, keduanya menangis. Ternyata Esau telah memaafkan Yakub. Hati Yakub sudah lega kini.
Yakub memeberi Esau sekumpulan ternaknya sebagai tanda permohonan maaf dan Esau menerimanya. Kini Yakub tinggal dengan bahagia bersama istrinya dan anak-anaknya.
G. Yusuf, Si Tukang Mimpi 1. Dasar pemilihan judul
Judul dipilih berdasarkan dari nama tokoh utama, sehingga mudah diingat oleh anak-anak karena singkat dan jelas. Sedangkan untuk sub judul, dipilih berdasarkan julukan dari tokoh utama, sekaligus sebagai cuplikan dari isi cerita yang menarik yang hendak disampaikan.
2. Tema cerita
Allah menyertai dan memberkati orang yang selalu taat pada perintahNya.
3. Konflik
Saat saudara-saudara Yusuf menjual Yusuf pada pedagang-pedagang.
4. Setting Cerita
Semula Yusuf tinggal di Sikhem, Kanaan. Namun kemudian ia dijual oleh saudara-saudaranya, dan dibawa hingga ke Mesir.
Gambar 75. Peta perjalanan Yusuf.
Sumber: Atlas of the Bible, hlm. 6; Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna III, hlm. 19; The Greatest Book Ever Written, hlm. 24.
5. Tokoh Cerita a. Tokoh Utama
Yusuf : Anak dari Yakub dengan Rachel, istri yang paling dicintai Yakub, tampan, memiliki kelebihan dapat mengartikan mimpi. Sifatnya polos, patuh pada perintah Tuhan, dan bijaksana.
Gambar 76. Gambar tokoh Yusuf saat ia masih kecil.
Sumber : Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna III, hlm. 15; The Picture Bible, hlm. 83.
Gambar 77. Gambar tokoh Yusuf saat ia sudah dewasa.
Sumber : Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna IV, hlm. 16; The Picture Bible, hlm 86.
b. Tokoh Pendukung
1. Saudara-saudara Yusuf : Berjumlah 11 orang, semuanya laki-laki. Sifat mereka penuh rasa iri pada Yusuf sebab paling disayang oleh Yakub, ayah mereka.
Gambar 78. Gambar saudara-saudara Yusuf.
Sumber : My Book of Bible Stories; hlm. 64; Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna III, hlm. 16-17.
2. Istri Potifar : Istri majikan Yusuf, menyukai Yusuf, sifatnya licik.
Gambar 79. Gambar tokoh istri Potifar.
Sumber : The Picture Bible, hlm 83-84.
3. Juru Roti : Pengurus roti yang bekerja untuk Firaun (Raja di Mesir) yang diartikan mimpinya oleh Yusuf dalam penjara.
Gambar 80. Gambar tokoh juru roti.
Sumber : My Book of Boble Stories, hlm. 16; The Picture Bible, hlm 86.
4. Yakub : Ayah Yusuf
Gambar 81. Gambar tokoh Yakub.
Sumber : Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna IV, hlm. 10; The Picture Bible, hlm 101.
5. Benyamin : Adik Yusuf.
Gambar 82. Gambar tokoh Benyamin.
Sumber : Alkitab Anak-anak Dalam Tata Warna IV, hlm. 11; The Picture Bible, hlm 97.
7. Adegan-adegan penting dalam isi cerita
a. Yusuf dimasukkan kedalam sumur dan dijual oleh saudara-saudaranya.
Gambar 83. Gambar adegan Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya.
Sumber : Bible Clip Art; The Picture Bible, hlm 86.
b. Saudara-saudara Yusuf menemui Yusuf saat ia sudah menjadi wakil raja di Mesir.
Gambar 84. Gambar adegan saudara-saudara Yusuf menghadap Yusuf saat ia sudah menjadi wakil raja Mesir.
Sumber : Illustrated Bible Stories, hlm. 47; Bible Clip Art.
8. Storyline
Yakub kini menetap di tanah Kanaan, ia memiliki 12 orang anak. Salah satunya bernama Yusuf. Yusuf adalah anak yang paling dicintai oleh Yakub, sebab Yusuf lahir dimasa tuanya. Hal ini membuat saudara-saudara Yusuf membenci Yusuf, karena mereka iri terhadap Yusuf. Suatu hari Yakub menghadiahkan sebuah jubah yang sangat indah hanya kepada Yusuf. Hal ini semakin membuat saudara-saudara Yusuf menjadi iri dan semakin membenci Yusuf. Mereka tidak mau menyapa Yusuf dengan ramah.
Suatu hari Yusuf bermimpi, kemudian ia menceritakan mimpinya itu kepada saudara-saudaranya, “Suatu kali kita sedang bersama-sama mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkas gandumku dan tegak berdiri.
Kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah berkasku itu”. Mendengar cerita Yusuf, saudara-saudara Yusuf malah semakin membencinya. Pikir mereka Yusuf sombong dengan menceritakan mimpi seperti itu. Mereka pikir Yusuf ingin menjadi raja dan berkuasa atas mereka.
Namun suatu hari kembali Yusuf menceritakan mimpinya kepada saudar- saudara dan ayahnya, “Aku bermimpi melihat matahari, bulan, dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku”. Mendengar hal itu, Yakub, ayah Yusuf menegurnya, “Mimpi apa itu? Masakan aku dan ibumu, serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ketanah?” Maka semakin bertambahlah iri hati saudara-saudara Yusuf.
Pada suatu kali, saudara-saudara Yusuf sedang menggembalakan domba.
Kemudian Yakub menyuruh Yusuf untuk melihat keadaan saudara-saudaranya.
Pergilah Yusuf sesuai perintah ayahnya untuk melihat saudara-saudaranya itu.
Dari kejauhan saudara-saudara Yusuf telah melihat Yusuf datang. Karena dikuasai rasa benci, mereka sepakat untuk membunuh Yusuf. Namun Ruben, saudara Yusuf yang tertua mengusulkan agar Yusuf dimasukkan kesebuah sumur kering yang ada dipadang gurun dekat mereka. Pikir Ruben ia akan melepaskan Yusuf nantinya.
Akhirnya ketika Yusuf datang, mereka menangkap Yusuf serta menanggalkan jubah Yusuf yang indah itu, kemudian menjebloskan Yusuf
kedalam sumur kering. Kemudian mereka duduk dan makan. Beberapa saat kemudian, ada beberapa orang pedagang yang melintas lewat didepan mereka.
Kemudian salah satu saudara Yusuf, Yehuda, mengusulkan untuk menjual Yusuf kepada para pedagang tersebut, dan merekapun sepakat.
Kemudian kembalilah saudara-saudara Yusuf kerumah. Sebelumnya mereka telah mengambil jubah indah Yusuf dan mencelupkannya ke darah seekor kambing yang telah mereka sembelih. Kemudian mereka mengatakan kepada ayah mereka, bahwa Yusuf telah diterkam binatang buas. Maka berkabunglah Yakub dan tidak ada seorangpun yang dapat menghibur dia.
Adapun Yusuf dijual oleh para pedagang itu ketanah Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja. Akan tetapi Tuhan menyertai Yusuf. Sebab itu Yusuf menjadi seorang yang berhasil dalam pekerjaannya. Hingga akhirnya Yusuf menjadi pelayan kesayangan tuannya. Ia mendapat kepercayaan penuh dari tuannya.
Adapun Yusuf adalah seorang yang ramah sikapnya serta tampan. Istri Potifar yang melihat Yusuf menjadi jatuh hati kepadanya. Tetapi Yusuf tidak membalas cinta nyonyanya itu, sebab Yusuf tidak ingin mengkhianati kepercayaan tuannya dan berdosa dihadapan Allah. Hal ini membuat istri Potifar marah, sehingga ia menfitnah Yusuf, bahwa Yusuf hendak menghinanya.
Mendengar hal ini marahlah Potifar dan menjebloskan Yusuf ke dalam penjara tempat para tahanan raja di kurung.
Namun Tuhan melindungi Yusuf. Yusuf menjadi kesayangan kepala penjara. Bahkan kepala penjara itu mempercayakan seluruh tahanan pada Yusuf.
Karena Tuhan menyertai Yusuf, apa yang dikerjakan Yusuf selalu berhasil.
Suatu hari juru roti dan juru minum Firaun melakukan kesalahan yang membuat Firaun marah. Mereka dijebloskan kedalam penjara tempat Yusuf berada. Beberapa lama mereka tinggal dipenjara itu bersama-sama Yusuf. Suatu hari, Yusuf melihat mereka sedang sedih. Maka bertanyalah Yusuf apa yang menyebabkan mereka sedih seperti itu.
Kemudian juru minum berkata, “Semalam aku bermimpi, namun tidak seorangpun yang dapat mengartikan mimpiku itu”. “bukankah Tuhan yang mengartikan mimpi? Ceritakanlah kepadaku mimpimu itu”. Mulailah juru minum
menceritakan mimpinya, “Aku melihat sebuah pohon anggur yang memiliki tiga carang. Baru saja pohon itu bertunas, bunganya sudah keluar dan menjadi buah anggur yang ranum. Dan ditanganku ada piala Firaun. Buah anggur itu kemudian kuperas kedalam piala itu dan kuserahkan kepada Firaun”. “Dalam tiga hari, engkau akan dibebaskan dan kembali pada pekerjaanmu yang semula”. Kata Yusuf.
Mendengar arti mimpi juru minum yang baik, juru roti juga menceritakan mimpinya kepadaYusuf. “Aku bermimpi membawa tiga bakul berisi makanan, tetapi datanglah burung-burung dan memakan makanan dari atas bakulku itu”.
Maka Yusuf berkata, “Dalam tiga hari Firaun akan menghukum mati engkau”.
Tiga hari kemudian apa yang dikatakan Yusuf benar-benar terjadi. Juru minum dikembalikan kepada pekerjaannya semula dan juru roti dihukum mati.
Dua tahun kemudian, bermimpilah Firaun, raja Mesir. Ia bermimpi dari sungai Nil tampaklah tujuh ekor lembu yang gemuk memakan rumput ditepi sungai itu. Kemudian muncullah tujuh ekor lembu yang kurus dan memakan tujuh ekor lembu yang gemuk itu. Setelah itu Firaun bangun dari tidurnya.
Dimalam yang lain, kembali Firaun bermimpi, tampaklah tujuh bulir gandum yang subur, kemudian muncullah tujuh bulir gandum yang kurus dan layu. Kemudian tujuh bulir gandum yang layu itu menelan tujuh bulir gandum yang gemuk tadi. Kemudian Firaun bangun dari tidurnya.
Keesokkan paginya, gelisahlah hati Firaun. Ia memanggil seluruh ahli dan orang pintar di Mesir. Namun tidak satupun ada yang dapat mengartikan mimpinya. Maka ingatlah juru minum yang mendengar hal itu kepada Yusuf, kemudian ia memberitahukan tentang Yusuf itu kepada Firaun. Maka Firaun segera memanggil Yusuf untuk menghadap kepadanya.
“Aku telah bermimpi dan tidak seorangpun yang dapat mengartikannya, tetapi aku mendengar tentang dirimu yang dapat mengartikan mimpi hanya dengan mendengarnya saja”. Kata Firaun. “Bukan aku yang dapat mengartikan mimpi melainkan Tuhan” kata Yusuf”. Maka mulailah Firaun menceritakan mimpinya. Setelah mendengar mimpi Firaun, Yusuf berkata ”Kedua mimpi tuanku itu artinya sama, ketujuh ekor lembu yang gemuk serta tujuh bulir yang gemuk itu artinya akan terjadi tujuh tahun masa kelimpahan di Mesir. Kemudian
datanglah tujuh lembu yang kurus serta tujuh bulir yang layu itu artinya akan datang tujuh tahun kemudian masa kelaparan di Mesir. Masa kelaparan itu sangat dahsyat hingga tidak akan tampak lagi masa kelimpahan sebelumnya. Oleh karena itu, segeralah tuanku memerintahkan rakyat untuk mengumpulkan seperlima hasil panennya selama tujuh tahun ini untuk disimpan bagi bahan makanan tujuh tahun berikutnya”.
“Tuhan sendiri telah memberitahukan semua ini padamu. Tidak ada lagi seorang yang lebih bijaksanan dibanding engkau. Oleh karena itu kuangkat kau menjadi orang yang paling berkuasa di Mesir ini selain aku”. Maka Firaun mengenakan Yusuf kain yang halus dan menggantungkan kalung emas dilehernya, serta menaikkan Yusuf keatas kereta kemudian semua orang berseru kepad Yusuf: “Hormat!” Demikianlah Yusuf menjadi orang yang paling berkuasa di Mesir setelah Firaun.
Setelah lewat masa tujuh tahun kelimpahan, dimulailah masa tujuh tahun kelaparan seperti yang dikatakan Tuhan kepada Yusuf. Masa kelaparan itu demikian hebatnya hingga tidak hanya di Mesir saja, bahkan di seluruh bumi turut merasakan hebatnya masa kelaparan itu. Masa kelaparan itu sampai juga di Kanaan tempat ayah dan saudara-saudara Yusuf tinggal. Hingga akhirnya saudara-saudara Yusuf memutuskan untuk berangkat ke Mesir untuk membeli bahan makanan. Sesampainya di Mesir, mereka segera menghadap Yusuf sebab Yusuf lah penguasa disana. Yusuf langsung mengenali saudara-saudaranya itu, tetapi saudara-saudara Yusuf tidak mengenalinya.
Tetapi Yusuf berpura-pura tidak mengenali mereka dan bertanya, “Kalian berasal dari mana?” “Dari tanah Kanaan, kami datang untuk membeli bahan makanan disini”. Kata saudara-saudara Yusuf. Saudara-saudara Yusuf tidak mengenalinya namun Yusuf teringat akan mimpinya dahulu, kemudian ia berkata:
“Kalian pasti mata-mata dan datang untuk mengorek rahasia negri ini”. “Tidak tuan kami ini benar-benar datang hanya untuk membeli makanan”. Kami ini semua 12 bersaudara dari satu ayah, namun adik kami yang terkecil tidak ikut, dan ada seorang saudara kami yang sudah tidak ada lagi”. “Bohong! Aku tidak akan percaya pada kalian kecuali jika kalian kembali dan membawa adik kalian yang terkecil itu kemari”.
Sesudah itu Yusuf menahan salah seorang dari saudaranya, yaitu Simeon anak yang kedua untuk dijadikan jaminan, sementara yang lain harus pulang untuk kembali membawa adik mereka yang terkecil. “Memang kita ini sudah berbuat salah kepada adik kita Yusuf dahulu, inilah balasan yang kita terima, kita dulu tidak berbelas kasihan sewaktu ia minta tolong”. Mendengar pembicaraan saudara-saudaranya itu Yusuf keluar dari ruangan itu dan menangis.
Maka kembalilah saudara-saudara Yusuf dengan rasa khawatir dan ketakutan sebab mereka tidak tahu apa yang akan mereka katakana kepada ayah mereka tentang keinginan Yusuf untuk melihat adik mereka yang terkecil, Benyamin. Sebab Yakub, ayah mereka sangat mengasihi dan menjaga Benyamin, apalagi semenjak ia telah kehilangan Yusuf.
Benar saja, Yakub sangat bersikeras untuk tidak mengijinkan mereka membawa Benyamin ke Mesir. Namun semakin hari semakin hebatlah masa kelaparan di Kanaan, selain itu mereka juga mengkhawatirkan nasib saudara mereka, Simeon, yang ditahan Yusuf. Akhirnya dengan berat hati Yakub merelakan mereka untuk membawa Benyamin setelah semuanya bersikeras bahwa mereka bersedia menjamin keselamatan Benyamin.
Setibanya mereka di Mesir, Yusuf melihat mereka bersama Benyamin.
Segeralah Yusuf menyiapkan hidangan-hidangan yang lezat untuk mereka, menyuruh mereka untuk makan bersama dengannya. Yusuf menurutkan mereka sesuai dengan urutan mereka dimeja makan dar yang paling sulung, Ruben hingga yang terkecil Benyamin. Maka heranlah mereka sebab Yusuf dapat mengetahui urutan mereka itu. Sesudah makan mereka segera bersiap untuk kembali, namun Yusuf memerintahkan kepada pegawainya untuk menyelipkan piala minumnya kedalam karung Benyamin.
Ketika mereka sudah ditengan perjalanan kembali dari Mesir menuju Kanaan, Yusuf memerintahkan pengawal-pengawalnya untuk mengejar mereka dan mengatakan bahwa mereka mebalas kebaikan Yusuf dengan kejahatan dengan cara mencuri piala minum Yusuf. Setelah diperiksa, ditemukanlah piala minum Yusuf dalam karung Benyamin, maka mereka ditangkap oleh pengawal-pengawal Yusuf dan dibawa kembali kehadapan Yusuf.
Maka ketakutanlah saudara-saudara Yusuf sebab Yusuf menginginkan Benyamin menjadi hambanya sebab ia telah mencuri piala minumnya. “Tuanku, kami mohon, tuanku sudah bertanya dan menyuruh kami mebawa adik kami yang terkecil ini, dengan berat hati ayah kami mengijinkan kami membawanya sebab ayah kami sangat mencintainya karena saudara seibunya sudah tidak ada lagi”.
Kata Yehuda salah seorang saudara Yusuf. ”Nah, jika kami kembali dan ayah kami melihat adik kami ini tidak bersama kami lagi, maka ia bisa mati” Lanjut Yehuda.
Kemudian Yusuf tidak sanggup lagi mengendalikan diri, maka dia berseru kepada para pelayannya, Tinggalkan aku sendiri bersama dengan mereka! Setelah itu Yusuf menyatakan dirinya, bahwa ia adalah Yusuf, adik mereka yang mereka jual dahulu. Sesaat saudara-saudara Yusuf terkejut dan takut mendengar hal itu.
“Jangan takut, sekarang tidak usah kalian menyesal, atau menyalahkan diri kalian sebab Tuhan telah mengirim saya kemari mendahului kalian, untuk menyelamatkan kalian “. Ternyata Yusuf sudah memaafkan saudara-saudaranya.
Kemudian mereka saling berpelukan dan menangis karena terharu.
“Sekarang bergegaslah pulang dan beritahukan kepada ayah kalian, bahwa aku masih hidup. Setelah itu bawalah seluruh saudara-saudara kita untuk tinggal disini”. Kemudian Yusuf menempatkan keluarganya yang datang dari Kanaan ditanah yang paling baik di Mesir dan mereka hidup bahagia.
3.2.2. Konsep Dasar Gaya Desain
Dari literatur tentang buku anak, mengatakan apa saja yang menyebabkan anak-anak suka membaca, yaitu:
1. Sebagai hiburan.
2. Untuk melarikan diri dari kondisi sekarang.
3. Menyalurkan imajinasinya.
4. Mengerti tentang dirinya dan yang lain.8
Dengan berpegang pada tujuan pertama dan kedua anak dalam membaca buku anak, maka dapat disimpulkan dalam membuat suatu buku anak diperlukan
8 Stewig, John Warren. Children and Literature, Houghton Mifflin Company: United States American, 1980, hlm.18-20.
suatu hal-hal yang bersifat indah, dan menyenangkan. Oleh karena itu, gaya gambar yang dipilih dalam pembuatan cerita bergambar buku ini adalah gaya semi dekoratif. Gaya dekoratif sendiri adalah gaya gambar yang menarik, bermuatan indah, tujuannya menambah nilai estetis karya. Cirinya adalah bersifat ornamen, dan ukiran. Namun dalam penyampaian maknanya sering tidak jelas sebab hanya mengutamakan dari segi keindahannya saja.9 Untuk itu dalam karya ini digunakan gaya semi dekoratif, sehingga gambar yang disajikan selain memiliki nilai keindahan juga tidak merusak makna yang hendak disampaikan.
Sedangkan untuk lebih menarik minat anak, ditambahkan gaya Pop-up, yaitu gaya yang membuat suatu gambar tampak timbul ketika halaman gambar tersebut dibuka. Dengan bentuk yang timbul tersebut diharapkan dapat terjadi sebuah kejutan visual sehingga isi cerita dapat lebih diingat oleh pembaca. Selain itu mempermudah bayangan anak terhadap isi cerita sehingga lebih mudah dipahami.
9 Heller, Steven and Seymour Chwast. Graphic Style, London: Thomas and Hudson Ltd, 1988.