• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV GAMBARAN UMUM"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

GAMBARAN UMUM

4.1 Airsoft gun

Dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api Untuk Kepentingan Olahraga, dijelaskan bahwa airsoft gun adalah “benda yang bentuk, sistem kerja dan atau fungsinya menyerupai senjata api yang terbuat dari bahan plasti k dan atau campuran yang dapat melontarkan Ball Bullet (BB)”. Pernyataan tersebut telah dijelaskan dan tertulis di dalam Pasal 1 angka 25 Perkapolri 8/2012. Walaupun airsoft gun diatur dalam perundang-undangan senjata, namun sebenarnya airsoft gun bukanlah sebuah senjata namun merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk keperluan olahraga ataupun latihan tembak target sebagaimana yang telah tertulis pada Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dijelaskan pula pada pasal 5 ayat (3) Perkapolri 8/2012, airsoft gun hanya boleh digunakan di lokasi pertandingan dan latihan sehingga penggunaan diluar arena olahraga dan latihan, airsoft gun tidak boleh dipergunakan.

Airsoft gun sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yaitu jenis Spring, Automatic Electric Gun Airsoft gun (AEG), serta Gass Blow Back Airsoft gun. Salah satu pengurus Sabre Squad yang bernama Dito, menjelaskan bahwa ketiga jenis airsoft gun tersebut memiliki ciri dan kemampuan masing-masing. Dito sudah menjajaki dunia airsoft gun selama 7 tahun dan masih menggeluti bidang airsoft gun hingga sekarang. Bahkan Dito sudah menguasai reparasi dan perbaikan unit airsoft gun. Dia menjelaskan bahwa masing-masing jenis airsoft gun memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing.

Spring Airsoft gun, merupakan jenis airsoft gun yang paling dasar atau paling rendah tingkat kerumitanya. Jenis Spring memiliki pegas sebagai pelontar pelurunya, dan tenaga pegas didapatkan dari pelatuk yang ditarik secara manual oleh pengguna. Secara singkatnya, jenis Spring membutuhkan sekali tarikan pelatuk untuk mengeluarkan satu peluru. Jenis ini, biasanya digunakan pada airsoft gun dengan jarak yang jauh sebagai pemain yang menempati posisi Sniper. Namun ada juga airsoft gun jarak dekat yang menggunakan jenis Spring ini.

(2)

Automatic Electric Gun Airsoftgun (AEG) adalah jenis airsoft gun yang menggunakan pegas yang telah ditenagai secara elektrik sehingga dapat melontarkan peluru tanpa perlu untuk ditarik pelatuknya oleh sang pengguna. Jenis airsoft gun ini memiliki dua sampai tiga mode pelontaran. Mode Single, merupakan mode dimana peluru keluar dari unit secara satu persatu dan terjeda antara peluru satu dan peluru selanjutnya. Mode semi burst, yaitu mode yang bisa mengeluarkan beberapa perlu sekali tembak dengan interval waktu yang singkat, biasanya bisa mengeluarkan tiga peluru dalam sekali tembak. Yang terakhir adalah Mode Full Burst, yaitu mode yang bisa menembakan peluru terus menerus selama trigger airsoft gun ditahan terus menerus. Airsoft gun jenis ini menggunakan baterai yang perlu di charge ketika daya baterai telah habis

Gass Blow Back Airsoft gun adalah jenis airsoft gun yang menggunakan pegas dan ditenagai oleh gass. Dan semua jenis ini memiliki efek Blow Back, atau efek pegas balik dari unit sehingga memiliki ciri yang hampir menyerupai Senjata Api. Namun, tetap airsoft gun ini tidak bisa dimasukan dalam spesifikasi senjata api hanya karena memiliki efek Blow Back. Pada jenis AEG sebenarnya sebagian juga memiliki efek Blow Back, namun tidak se agresive jenis Blow Back yang ditenagai oleh gass. Untuk mode yang dimiliki airsoft gun jenis ini sama dengan jenis AEG, tetapi kebanyakan GBB hanya memiliki dua mode yaitu single dan full burst

4.2 Sejarah Sabre Squad

Sabre Squad, merupakan sebuah komunitas airsoft gun yang berada di Kota Salatiga, dan menjadi satu-satunya komunitas di Salatiga yang mewadahi para penghobi airsoft gun.

Komunitas ini didirikan pada tanggal 23 Mei 2016 dan masih bertahan hingga sekarang.

Komunitas ini terbatas oleh letak geografis, karena komunitas ini hanya ada di kota Salatiga dan tidak memiliki cabang lain selain di kota Salatiga. Di dalam internal Sabre Squad pun tidak terdapat aturan yang terencana dan terstruktur mengenai apa yang dilakukan anggota Sabre Squad. Komunitas ini merupakan kumpulan dari individu yang menjadi satu atas dasar hobi dan minat yang sama, yaitu airsoft gun. Untuk kegiatan dalam Sabre Squad juga bersifat fleksibel. Apabila anggota tidak dapat menghadiri kegiatan latian skirmish ataupun kopdar, tidak ada aturan yang mengatur mengenai konsekuensi apa yang harus dilakukan oleh anggota tersebut. Anggota dapat hadir sesuai dengan ketersediaan waktu mereka. Ruang lingkup Sabre Squad sendiri juga terbatas, yaitu hanya dalam lingkup hobi airsoft gun saja dan tidak terdapat hobi lain yang disalurkan melalui Sabre Squad ini. Kepengurusan dalam

(3)

anggota Sabre Squad pun dibentuk hanya untuk mempermudah kegiatan saja. Tidak ada keharusan bagi seorang pengurus menangani satu tugas berdasarkan jobdesk mereka, tetapi semua anggota diharuskan saling tolong menolong dan saling membantu satu sama lain.

Pengambilan keputusan pun tidak ditentukan oleh ketua dan pengurus, tapi diambil bersama sehingga tidak terdapat kekuasaan atas individu satu terhadap individu lain didalam Sabre Squad.

Sebelum kelompok Sabre Squad dibentuk, sebelumnya terdapat komunitas airsoft gun bernama Salatiga Airsoft Springer, dan sering disebut dengan nama kelompok “SAS”.

Salatiga Airsoft Springer ini merupakan komunitas airsfot gun dengan anggota nya yang bermain dengan airsoft gun jenis “Spring”. Waktu pun berlalu, dan komunitas ini dirasa oleh beberapa anggota kurang memiliki pemeliharaan komunitas yang baik dan tertata. Akhirnya SAS pun mengalami vakum dan tidak memiliki kegiatan bersama. Beberapa anggota pun memiliki inisiatif untuk membuat team baru dengan nama baru serta pemeliharaan komunitas yang lebih baik. Anggota tersebut adalah Nanda, Dito, dan Satria. Ketiga orang tersebut berdiskusi dan mulai merencanakan untuk menghidupkan kembali hobi mereka di kota Salatiga. Nama Sabre Squad disini dipilih oleh para anggota secara mufakat pada awal pembentukannya dan Sabre memiliki kepanjangan yaitu Salatiga Airsoft Brotherhood. Sabre didirikan pertama kali oleh 15 anggota pertama disebuah kedai mie di Jalan Pattimura, Salatiga. Adapun usulan nama selain Sabre adalah Predator. Namun dalam pengambilan voting Predator kalah suara.

(4)

4.3 Logo Sabre Squad

Lambang dari Sabre Squad berupa gambar target sasaran berwarna biru dengan tulisan

“SABRE SQUAD”, lalu terdapat gambar gajah berwarna merah dan tulisan “SALATIGA AIRSOFT BROTHERHOOD” berwarna putih.

Gambar 1.

Logo Sabre Squad

Sumber : Data File Sabre Squad, 2016

Arti dari logo Sabre Squad adalah sebagai berikut :

1) Gambar target (Sasaran) berarti bahwa Sabre Squad adalah kelompok yang memiliki target atau sasaran ke depan untuk memasyarakatkan olahraga airsoft gun sebagai salah satu kegiatan positif yang melatih kerjasama dan solidaritas.

2) Warna biru melambangkan kejujuran, ketenangan, serta loyalitas yang menjadi nafas bagi setiap anggota Sabre Squad.

3) Gajah merupakan simbol Kota Salatiga sebaga tempat berdiri dan bernaungnya Sabre Squad sekaligus melambangkan Ganesha sebagai Dewa ilmu pengetahuan sehingga setiap anggota diharapkan memiliki kecerdasan serta sikap yang baik, warna merah melambangkan keberanian yang dimiliki setiap anggota.

(5)

4) Tulisan Salatiga Airsoft Brotherhood berwarna putih memiliki arti bahwa Sabre Squad bersikap netral serta berperilaku baik dalam segala hal serta tidak bersikap diskriminatif

4.4 Daftar Anggota dan Pengurus

Sebagai sebuah komunitas, Sabre Squad mempunyai daftar anggota dalam group facebook. Peneliti mendapat kesempatan untuk dapat mendapatkan informasi daftar anggota namun hanya boleh untuk didokumentasikan, dan tidak dapat memberikan informasi lengkap beserta alamat demi menjaga privasi anggota nya. Berikut daftar anggota dalam group facebook beserta tahun periode anggota tersebut bergabung:

Gambar 2 dan 3.

(6)

Daftar Anggota

Sumber : Data Sabre Squad, 2016

Gambar 4 dan 5.

Daftar Anggota

Sumber : Data Sabre Squad, 2016, 2017.

(7)

Gambar 6 dan 7 Daftar Anggota

Sumber : Data Sabre Squad, 2017, 2018.

(8)

Gambar 8 dan 9.

Daftar Anggota

Sumber : Data Sabre Squad 2018.

(9)

Gambar 10 dan 11 Daftar Anggota

Sumber : Data Sabre Squad, 2019, 2020.

(10)

Selain memiliki daftar anggota, Sabre Squad mempunyai pula daftar kepengurusan mereka yang telah dibuat dan disetujui bersama, daftar tersebut sebagai berikut :

Ketua : Nendra Gerysua Sekretariat : Wahyu Widodo

Kreatif dan Perencanaan : Haryopramandito Nandastun Irawan Dokumentasi : Hastu Pinandyo

Landscape : Ignatius Agung

Gambar

Gambar 2 dan 3.
Gambar 4 dan 5.
Gambar 6 dan 7  Daftar Anggota
Gambar 8 dan 9.
+2

Referensi

Dokumen terkait

Menurut (Schwarlz & Grawboska, 2015), salah satu strategi agar UKM dapat bertahan dalam situasi pandemi covid-19 adalah melakukan perubahan model dari

Karjakokoluokkien saamia kertoimia voidaan tulkita niin, että suurimpien karjojen tiloilla kasvintuotannon tekninen tehokkuus oli keskimäärin pienempiä huomattavasti parempaa.. Kuvion

Besar harapan peneliti, agar penelitian ini dapat menjadi masukan yang baik bagi pihak terkait, yaitu SKPD Kabupaten Bandung Barat terkait dengan penerapan kewiraushaan publik

Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode deteriorasi terkontrol yang tepat menggunakan lama pengusangan yang sama untuk kedua jenis varietas kedelai, yaitu 16 jam, dengan kadar

Sedangkan bagi praktisi saran-saran yang dapat dikemukakan, perusahaan yang ingin meningkatkan likuiditas saham di Bursa Efek Indonesia, dapat melakukan alternatif berupa stock

Setelah melakukan pengujian terhadap alat pintu geser otomatis berbasis android penulis menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut : Pintu geser otomatis ini unggul dalam

Dari hasil analisis frekuensi didapatkan bahwa sikap yang ditunjukkan responden mengenai keyakinan atau kepercayaan terhadap kekerasan dalam pacaran menunjukkan