BUKTI UNGGAH DOKUMEN PENELITIAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Nomor Pengunggahan
SURAT KETERANGAN
Nomor: 194/PERPUS/UG/2021
Surat ini menerangkan bahwa:
Nama Penulis : NILA NUR ANDRIANI
Nomor Penulis : 35416427
Email Penulis : [email protected]
Alamat Penulis : JL. RAMBUTAN NO.18
dengan penulis lainnya sebagai berikut:
Penulis ke-2/Nomor/Email : INA SITI HASANAH / 950613 / [email protected]
Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut :
Nomor Induk : FTI/ID/PENELITIAN/194/2021
Judul Penelitian : DESAIN PRODUK TUDUNG SAJI DENGAN PENGHANGAT Tanggal Penyerahan : 02 / 04 / 2021
Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III.
OLEH :
Nila Nur Andriani Ina Siti Hasanah
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS GUNADARMA
2021
DESAIN PRODUK TUDUNG SAJI DENGAN PENGHANGAT
Nila Nur Andriani1), 35416427 Ina Siti Hasanah2)
[email protected], [email protected]
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma Depok Jalan Margonda Raya No. 100, Pondok Cina, Depok 16424
1)Mahasiswa Teknik Industri Universitas Gunadarma
2)Dosen Pembimbing Universtias Gunadarma
ABSTRAK
Tudung saji adalah produk yang berfungsi untuk melindungi makanan dari gangguan serangga dan menjaga makanan agar tidak terkontaminasi kotoran. Makanan yang ingin dilindungi hanya perlu ditutup dengan produk tudung saji sehingga pengguna tidak perlu repot memindahkan makanan satu per satu ke dalam lemari makan. Produk tudung saji yang sudah memberikan kemudahan kepada para penggunanya tersebut ternyata masih memiliki kekurangan, dimana fungsi dan desain dari produk tudung saji masih belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Metode Quality Function Deployment (QFD) diterapkan dalam pembuatan House of Quality, dimana hasil dari House of Quality adalah konsep rancangan produk yang akan digunakan dalam merancang desain produk tudung saji. Kebutuhan konsumen terhadap produk tudung saji yaitu produk tudung saji berguna sebagai pelindung makanan dari serangga, hewan, dan kotoran, produk tudung saji berbentuk bulat, produk tudung saji terbuat dari material atau bahan plastik, produk tudung saji terdapat fungsi tambahan berupa penghangat makanan, dan produk tudung saji berukuran sedang.
Karakteristik teknis produk tudung saji adalah dimensi diameter, dimensi tinggi, jenis material, dan inovasi penghangat. Desain produk tudung saji yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen adalah produk tudung saji yang memiliki diameter sebesar 50 cm, tinggi sebesar 16 cm, terbuat dari material atau bahan plastik berupa rotan sintetis High Density Polyethylene (HDPE), serta memiliki inovasi berupa penghangat makanan.
Kata Kunci: Perancangan Produk, Produk Tudung Saji dengan Penghangat, Quality Function Deployment.
PENDAHULUAN
Pada saat ini teknologi berkembang dengan sangat pesat. Manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak menerapkan penggunaan teknologi, salah satunya dalam melakukan perancangan produk.
Penggunaan teknologi dalam perancangan produk membuat banyak produk inovasi bermunculan. Produk inovasi tersebut tentunya akan memberikan manfaat dan kemudahan bagi manusia dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.
Produk tudung saji merupakan salah satu produk yang digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Tudung saji merupakan produk yang berfungsi untuk melindungi makanan dari gangguan serangga dan menjaga makanan agar tidak terkontaminasi kotoran. Pengguna produk
tudung saji dapat dengan mudah melindungi makanan yang berada di atas meja makan karena makanan tersebut hanya perlu ditutup dengan produk tudung saji sehingga pengguna tidak perlu repot memindahkan makanan satu per satu ke dalam lemari makan. Produk tudung saji yang sudah dapat memudahkan aktivitas manusia tersebut ternyata masih memiliki kekurangan. Fungsi dan desain dari produk tudung saji masih belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, untuk itu dilakukanlah perancangan dan pengembangan produk dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Metode Quality Function Deployment (QFD) digunakan dalam proses perancangan dan pengembangan produk untuk menetapkan
spesifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen. Metode Quality Function Deployment (QFD) diterapkan dalam pembuatan House of Quality, dimana hasil dari House of Quality adalah konsep rancangan produk. Konsep rancangan produk yang dihasilkan kemudian digunakan dalam merancang desain produk tudung saji yang dibuat dengan menggunakan software CATIA. Desain produk tersebut kemudian digunakan dalam pembuatan prototype produk.
Harapan dengan diterapkannya metode Quality Function Deployment (QFD) dalam perancangan dan pengembangan produk tudung saji adalah dapat diketahui kebutuhan konsumen dan karakteristik teknis produk tudung saji, sehingga dapat dihasilkan desain produk tudung saji yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, yaitu produk tudung saji dengan penghangat. Produk tudung saji dengan penghangat tidak hanya berfungsi untuk melindungi makanan dari debu, kotoran, dan serangga, tetapi juga dapat digunakan untuk menghangatkan makanan.
LANDASAN TEORI
Perancangan dan Pengembangan Produk
Perancangan produk merupakan sebuah proses yang berawal pada ditemukannya kebutuhan manusia akan suatu produk sampai diselesaikannya gambar dan dokumen hasil rancangan yang dipakai sebagai dasar pembuatan produk. Hasil rancangan yang dibuat menjadi produk akan menghasilkan produk yang bisa memenuhi kebutuhan manusia (Harsokoesoemo, 2000).
Pengembangan produk adalah serangkaian aktivitas yang dimulai dari analisis persepsi dan peluang pasar, kemudian diakhiri dengan tahap produksi, penjualan, dan pengiriman produk (Ulrich dan Eppinger, 2015).
Kuesioner
Menurut Sugiyono (2015) kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner dapat dibedakan menjadi kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup jika dipandang dari cara menjawab (Arikunto, 2014).
Teknik Sampling
Teknik sampling pada dasarnya dikelompokkan menjadi dua, yakni probability sampling dan nonprobability sampling. Probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.
Nonprobability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2015).
Pengambilan sampel tetap dapat dilakukan walaupun jumlah populasi tidak diketahui, yakni dengan menentukan tingkat kepercayaan dan tingkat ketelitian sebagai masukan dalam menentukan ukuran contoh untuk pendugaan p yang dihitung menggunakan rumus 1 (Walpole, 2005).
………(1)
(Sumber: Walpole, 2005)
Keterangan:
𝑛 = Ukuran sampel.
α = Taraf nyata yang digunakan.
Tingkat kepercayaan yang digunakan didapatkan dengan persamaan (1 - α)100%.
= Nilai z pada kurva normal berdasarkan taraf nyata yang digunakan.
e = Tingkat ketelitian yang digunakan.
Uji Validitas dan Reliabilitas
Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti
instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2015). Kriteria pengujian, apabila r hitung > r tabel pada taraf signifikansi 0,05 dengan uji dua sisi dan df
= n-2, maka instrumen dinyatakan valid dan sebaliknya jika r hitung < r tabel maka instrumen tersebut tidak valid (Purnomo, 2017).
Instrumen yang reliabel merupakan instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.
Instrumen dikatakan reliabel jika nilai Alpha Cronbach > 0,600. Jika nilai Alpha Cronbach < 0,600 intrumen dikatakan tidak reliabel (Sugiyono, 2015).
Quality Function Deployment
Quality Function Deployment (QFD) adalah pendekatan yang sistematik dalam menentukan apa yang diinginkan konsumen dan menerjemahkan keinginan tersebut secara akurat ke dalam desain teknis, manufacturing, dan perencanaan produksi yang tepat. Fungsi utama dari Quality Function Deployment (QFD) adalah melibatkan pelanggan pada proses pengembangan produk sedini mungkin.
Filosofi yang mendasarinya adalah bahwa pelanggan tidak akan puas dengan produk atau jasa meskipun produk atau jasa tersebut telah dihasilkan dengan sempurna jika mereka memang tidak menginginkan atau membutuhkannya (Wijaya, 2018).
House of Quality
Matriks berbentuk rumah yang disebut House of Quality (HOQ) merupakan alat yang digunakan untuk menggunakan struktur QFD. Komponen detail dari House of Quality adalah sebagai berikut (Wijaya, 2018):
1. What
What merupakan keinginan atau kebutuhan konsumen.
2. Hows (Technical Descriptions)
Hows (technical descriptions) merupakan kebutuhan akan desain atau
“bahasa teknis” produk atau jasa.
Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa matriks Hows merupakan jawaban yang diberikan perusahaan atau permintaan dalam matriks What.
3. Correlation Matrix
Correlation matrix menjelaskan hubungan antara What dan Hows.
Korelasi ini dapat digambarkan dengan simbol kuat, cukup, dan lemah.
4. Correlation Roof Matrix
Correlation roof matrix menggambarkan hubungan antar Hows. Korelasi ini dapat dibedakan menjadi korelasi positif dan negatif.
5. Competitive Assessment
Competitive assessment adalah penilaian produk atau jasa perusahaan tertentu dengan milik pesaing. Pada tahap ini juga dilakukan penelitian mengenai kondisi kemampuan technical descriptor yang telah ditetapkan.
6. Customer Requirement Priorities Customer requirement priorities adalah prioritas yang diberikan konsumen terhadap kebutuhannya.
Computer Aided Three-dimensional Interactive Application (CATIA)
Computer Aided Three-dimensional Interactive Application (CATIA) merupakan peranti lunak untuk membantu proses desain, rekayasa, dan manufaktur.
Pada CATIA, proses-proses pemodelan seluruhnya dilakukan secara digital sehingga tidak diperlukan lagi gambar manual (Pinem, 2009).
Prototipe
Purwarupa produk atau prototipe produk adalah penaksiran produk melalui satu atau lebih dimensi perhatian. Prototipe produk bisa diartikan sebagai bentuk fisik pertama dari satu objek yang direncanakan dibuat dalam satu proses produksi, mewakili bentuk dan dimensi dari objek yang diwakilinya dan digunakan untuk objek penelitian dan pengembangan lebih lanjut, sehingga menghasilkan produk
nyata yang bisa digunakan dan dijual di pasaran (Irawan, 2017).
High Density Polyethylene (HDPE) HDPE (High Density Polyethylene) mempunyai sifat bahan yang lebih kuat, keras, dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. HDPE (High Density Polyethylene) dapat bertahan pada temperatur tinggi (120oC). Keunggulan HDPE sangat tahan terhadap bahan kimia membuat HDPE memiliki aplikasi yang luas, diantaranya yaitu kemasan deterjen, ember plastik, kemasan susu, meja lipat, kursi lipat, kantong plastik, wadah pengangkut beberapa jenis bahan kimia, sistem perpipaan transfer panas bumi, sistem perpipaan gas alam, pipa air, pembungkus kabel, dan papan luncur salju.
Karakteristik HDPE (High Density Polyethylene) diantaranya adalah sebagai berikut (Vlack, 1991).
a. Berat jenis (g/cm3) : 0.96 b. Kristalinitas (v/o) : 50 c. Muai panas (oC-1) : 120x10-6 d. Daya hantar panas
(watt/m2) (oC/M) : 0,52 e. Kekuatan tarik (Mpa) : 20-40 f. Modulus Young (Mpa) : 400-1200 g. Ketahanan panas
terhadap pemakaian
terus-menerus (oC) : 80-120 h. Daya hantar 10 menit (oC) : 120-125
Arduino Uno
Arduino Uno berukuran kecil sebesar kartu kredit, tetapi papan tersebut mengandung mikrokontroler dan sejumlah input/output (I/O) yang memudahkan pemakai untuk menciptakan berbagai proyek elektronika yang dikhususkan untuk menangani tujuan tertentu. Beberapa bagian pada Arduino Uno yaitu port USB, colokan catu daya eksternal, pin digital, pin analog, mikrokontroler, serta ada dua pin yang bisa digunakan untuk memasok catu daya ke komponen elektronis yang digunakan dalam menangani proyek, seperti sensor gas, sensor jarak, dan relay.
Tegangan yang tersedia adalah 3,3V dan 5V. Komponen-komponen elektronis yang diberi tegangan oleh Arduino Uno adalah yang memerlukan arus kecil (Kadir, 2018).
METODOLOGI PENELITIAN
Diagram alir penelitian menjelaskan mengenai langkah-langkah penelitian secara sistematis yang dilakukan oleh peneliti. Berikut merupakan Gambar 1 Diagram Alir Penelitian.
Pengumpulan Data:
Data Produk Referensi
Kuesioner Terbuka dan Tertutup
Kuesioner Benchmarking
Valid dan Reliabel? Tidak
Ya
Analisis
Perancangan Desain dan Prototype Produk Tudung Saji Objek dan Lokasi Penelitian:
Objek Penelitian: Produk Tudung Saji dengan Penghangat
Lokasi Penelitian: UD Barokah Jaya
Kesimpulan dan Saran Mulai
Selesai Pengujian Data:
Uji Validitas, r > 0,1966
Uji Reliabilitas, cronbach’s alpha > 0,600
Pengolahan Data:
Mengidentifikasi Kebutuhan Konsumen
Mengidentifikasi Tingkat Kepentingan Kebutuhan Konsumen
Mengidentifikasi Karakteristik Teknis
Mengidentifikasi Hubungan Kebutuhan Konsumen dengan Karakteristik Teknis
Arah Perbaikan Produk
Benchmarking
Tingkat Kesulitan
House of Quality
Alat dalam Penelitian:
Kuesioner
Software SPSS 16.0
Software QFD Designer 5
Software CATIA P3 V5R14
Software Arduino IDE 1.8.13
Gambar 1 Diagram Alir Penelitian
Tahap pertama yang dilakukan oleh peneliti adalah menentukan objek dan lokasi penelitian. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah produk tudung saji dengan penghangat. Penelitian dilakukan di UD Barokah Jaya yang berlokasi di Jl.
Mashudi, Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, 41374.
Tahap berikutnya yaitu menentukan alat yang digunakan dalam melakukan penelitian. Alat yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya adalah kuesioner, software SPSS 16.0 yang digunakan untuk pengujian data yaitu uji validitas dan uji reliabilitas, software QFD Designer 5 yang digunakan untuk membuat matriks House of Quality dalam menentukan prioritas perbaikan produk yang diinginkan oleh konsumen, software CATIA P3 V5R14 yang digunakan untuk memvisualisasikan produk tudung saji dengan penghangat dalam bentuk gambar 3D dan 2D atau drafting, dan software Arduino IDE 1.8.13 yang digunakan untuk membuat program yang dapat menjalankan sistem penghangat dari produk tudung saji.
Selanjutnya adalah tahap pengumpulan data. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer yang meliputi data produk referensi, kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup, serta kuesioner benchmarking.
Data produk referensi diperoleh dari hasil wawancara dengan Bapak Bayu Nugraha, selaku pegawai di UD Barokah Jaya.
Kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup disebarkan kepada 100 responden secara online dengan menggunakan google form.
Google form dapat diatur untuk menyeleksi responden agar responden yang sama tidak mengisi kuesioner secara berulang, karena satu email hanya dapat digunakan oleh satu responden. Responden kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup pada penelitian ini yaitu pengguna produk tudung saji. Hasil kuesioner terbuka yang berupa pernyataan pelanggan akan diterjemahkan menjadi pernyataan kebutuhan. Hasil kuesioner terbuka digunakan sebagai acuan dalam membuat kuesioner tertutup. Kuesioner tertutup digunakan untuk menspesifikasikan pernyataan kebutuhan yang benar-benar diinginkan oleh konsumen. Kuesioner tertutup yang telah diisi oleh 100 responden yang merupakan pengguna produk tudung saji selanjutnya disimpulkan. Kesimpulan hasil kuesioner
tertutup tersebut kemudian akan diuji dengan uji validitas dan uji reliabilitas.
Kuesioner benchmarking dibuat untuk mengetahui perbandingan antara produk inovasi yang akan dirancang dengan produk pesaing. Pada penelitian ini kuesioner benchmarking hanya disebarkan kepada 3 responden yang merupakan ahli dalam pembuatan produk tudung saji. Para ahli yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah Bapak Raihan Anas, Ibu Nova Juwita Hersanti, dan Bapak Herman. Ketiga ahli tersebut bekerja sebagai pengrajin produk tudung saji.
Kemudian yaitu tahap pengujian data.
Pengujian data yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas dan uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan software SPSS 16.0. Uji validitias dilakukan terhadap hasil kuesioner tertutup untuk mengetahui apakah data yang diperoleh valid atau tidak. Kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji reliabilitas juga dilakukan terhadap hasil kuesioner tertutup untuk memastikan apakah data yang didapat reliable atau tidak. Hasil kuesioner yang lulus uji validitas dan uji reliabilitas akan digunakan untuk tahapan selanjutnya yaitu pengolahan data, tetapi jika hasil kuesioner tidak lulus uji validitas dan uji reliabilitas maka penyebaran kuesioner harus dilakukan kembali. Pada penelitian ini, hasil kuesioner dikatakan valid jika nilai r
> 0,1966 dan dikatakan reliabel jika nilai cronbach’s alpha > 0,600.
Data yang telah lulus uji validitas dan uji reliabilitas selanjutnya diolah.
Pengolahan data pada penelitian ini terdiri dari beberapa langkah, yaitu mengidentifikasi kebutuhan konsumen, mengidentifikasi tingkat kepentingan kebutuhan konsumen, mengidentifikasi karakteristik teknis, mengidentifikasi hubungan kebutuhan konsumen dengan karakteristik teknis, menentukan arah perbaikan produk, melakukan
benchmarking untuk mengetahui perbandingan antara produk yang akan dirancang dengan produk pesaing, menentukan tingkat kesulitan dalam mewujudkan target perbaikan produk dimana langkah-langkah tersebut dilakukan guna mengungkapkan detail- detail yang akan digunakan untuk perancangan produk, lalu langkah yang terakhir adalah menyusun House of Quality dengan menggunakan metode Quality Function Deployment. House of Quality dibuat dengan menggunakan software QFD Designer 5. House of Quality digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan konsumen, hasil riset pasar dan benchmarking data menjadi sejumlah target teknis prioritas. Hasil dari House of Quality adalah konsep rancangan produk.
Konsep produk merupakan gambaran atau perkiraan mengenai teknologi, prinsip kerja, dan bentuk dari produk yang akan dirancang.
Tahap berikutnya yaitu tahap perancangan desain dan prototype produk tudung saji. Konsep rancangan produk yang dihasilkan dari House of Quality selanjutnya digunakan dalam perancangan desain produk tudung saji. Desain dari produk tudung saji dibuat dengan menggunakan software CATIA P3 V5R14.
Desain produk tudung saji yang telah selesai dibuat dengan software CATIA P3 V5R14 selanjutnya digunakan dalam pembuatan prototype produk tudung saji.
Prototype produk tudung saji membutuhkan software Arduino IDE 1.8.13 dalam pembuatannya untuk memprogram Arduino UNO sehingga sistem penghangat dari produk tudung saji dapat berjalan.
Selanjutnya adalah menganalisis hasil penelitian yang telah dilakukan. Analisis pada penelitian ini meliputi analisis pengumpulan data, analisis pengujian data, analisis pengolahan data, dan analisis perancangan desain dan prototype produk tudung saji.
Tahapan terakhir adalah membuat kesimpulan dan saran. Kesimpulan
merupakan jawaban dari tujuan dalam penelitian ini. Saran yang terdapat pada penelitian ini ditujukan pada pihak-pihak terkait sehubungan dengan hasil penelitian.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan wawancara, sehingga sumber data berasal dari responden.
Kuesioner yang digunakan yaitu kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup, serta kuesioner benchmarking. Kuesioner terbuka merupakan kuesioner yang memberikan kebebasan kepada para responden untuk menjawab pertanyaan sesuai dengan pendapatnya masing- masing, karena pada kuesioner terbuka tidak terdapat pilihan jawaban. Kuesioner tertutup adalah kuesioner yang sudah menyediakan pilihan jawaban sehingga responden tinggal memilih dari jawaban yang telah disediakan. Kuesioner benchmarking merupakan kuesioner yang disebarkan kepada para ahli dan dibuat untuk mengetahui perbandingan antara produk yang akan dirancang dengan produk pesaing. Wawancara merupakan sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara guna mendapatkan informasi dari terwawancara.
Penentuan Jumlah Sampel
Pada penelitian ini, penentuan jumlah sampel menggunakan tingkat kepercayaan 95%, tingkat ketelitian 10%, dan taraf nyata sebesar 5% atau 0,05, kemudian diketahuilah nilai dari tabel normal sebesar 1,96. Berikut merupakan perhitungan jumlah sampel.
Jumlah Sampel (n)
= 96,04 ≈ 100 Responden Berdasarkan hasil perhitungan jumlah sampel di atas, dapat diketahui bahwa
jumlah sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden. Pengumpulan data disebarkan kepada 100 responden dengan kriteria yang telah ditentukan yaitu pengguna produk tudung saji.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dan pembahasan berisi uraian mengenai pengumpulan data, pengujian data, pengolahan data, serta perancangan desain dan prototype produk yang telah dilakukan dalam perancangan produk tudung saji dengan penghangat menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD).
1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan kegiatan mencari data yang dibutuhkan dalam penelitian untuk diolah dan dianalisis. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer merupakan data yang berasal dari pihak yang bersangkutan atau langsung diperoleh dari responden. Data primer yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data produk referensi, kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup, serta kuesioner benchmarking.
1.1 Deskripsi Produk Referensi
Produk yang dijadikan sebagai referensi adalah produk tudung saji yang dihasilkan oleh UD Barokah Jaya. Tudung saji merupakan produk yang berfungsi untuk melindungi makanan dari gangguan serangga dan menjaga makanan agar tidak terkontaminasi kotoran. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu pegawai UD Barokah Jaya yaitu Bapak Bayu Nugraha, diperoleh sejumlah informasi mengenai produk tudung saji yang dijadikan sebagai referensi dalam penelitian ini. Material yang digunakan untuk membuat produk tudung saji ini adalah rotan sintetis yang terbuat dari High Density Polyethylene (HDPE). Produk tudung saji ini memiliki diameter sebesar 47 cm dan tinggi sebesar
16 cm. Terdapat kekurangan dan kelebihan pada produk tudung saji ini. Kelebihan dari produk tudung saji ini adalah anti rayap, lebih ringan, dan mudah untuk dibersihkan. Kekurangan dari produk tudung saji ini yaitu bagian pegangan sulit untuk digenggam karena berbentuk bulat dan berukuran kecil, hal tersebut menyebabkan pengguna sulit untuk memindahkan produk tudung saji dari satu tempat ke tempat lainnya, selain itu produk tudung saji ini tidak memiliki fitur tambahan, sehingga hanya dapat berfungsi sebagai pelindung makanan saja. Berikut merupakan Gambar 2 Produk Referensi.
Gambar 2 Produk Referensi
1.2 Kuesioner Terbuka dan Kuesioner Tertutup
Kuesioner terbuka dalam penelitian ini terdiri dari lima pertanyaan mengenai produk tudung saji. Berdasarkan kuesioner terbuka perancangan produk tudung saji yang telah disebarkan kepada para responden secara online, didapatkanlah jawaban yang bervariasi dari 100 responden pengguna produk tudung saji.
Jawaban responden bervariasi karena dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, status, dan pekerjaan dari responden.
Jawaban dari para responden tersebut kemudian disimpulkan dan didapatkanlah jawaban responden yang memiliki jumlah suara terbanyak. Berikut adalah Tabel 1
Hasil Kuesioner Terbuka.
Tabel 1 Hasil Kuesioner Terbuka
No Jawaban Responden Jumlah Responden
1
Kegunaan produk tudung saji sebagai pelindung makanan dari serangga, hewan, dan kotoran membuat tertarik untuk menggunakan produk tudung saji.
76
2 Bentuk produk tudung saji
bulat. 37
3
Material atau bahan untuk membuat produk tudung saji adalah plastik.
42
4
Terdapat fungsi tambahan berupa penghangat makanan pada produk tudung saji.
49
5 Produk tudung saji
berukuran sedang. 56
(Sumber: Olah Data, 2021)
Kuesioner tertutup perancangan produk tudung saji dibuat berdasarkan kesimpulan hasil kuesioner terbuka perancangan produk tudung saji. Skala yang digunakan dalam kuesioner tertutup perancangan produk tudung saji adalah skala likert. Skala likert terdiri dari 5 pilihan jawaban, yaitu 1 berarti sangat tidak setuju, 2 berarti tidak setuju, 3 berarti netral, 4 berarti setuju, dan 5 berarti sangat setuju.
Berdasarkan kuesioner tertutup perancangan produk tudung saji yang telah disebarkan kepada para responden secara online, didapatkanlah data karakteristik responden berupa nama, usia, jenis kelamin, status, dan pekerjaan. Berikut merupakan Gambar 3 Diagram Persentase Usia Responden.
Gambar 3 Diagram Persentase Usia Responden (Sumber: Olah Data, 2021)
Berdasarkan Gambar 3 Diagram Persentase Usia Responden dapat dilihat bahwa pengguna produk tudung saji paling banyak berada pada rentang usia 17 sampai 28 tahun yaitu sebanyak 51%,
kemudian rentang usia 29 sampai 40 tahun sebanyak 34% dan yang terakhir usia 40 tahun ke atas sebanyak 15%. Data karakteristik responden selanjutnya adalah jenis kelamin. Berikut merupakan Gambar 4 Diagram Persentase Jenis Kelamin Responden.
Gambar 4 Diagram Persentase Jenis Kelamin Responden
(Sumber: Olah Data, 2021)
Berdasarkan Gambar 4 Diagram Persentase Jenis Kelamin Responden dapat dilihat bahwa sebanyak 50% responden merupakan responden dengan jenis kelamin laki-laki dan 50% lainnya merupakan responden dengan jenis kelamin perempuan. Data karakteristik responden selanjutnya adalah status.
Berikut merupakan Gambar 5 Diagram Persentase Status Responden.
Gambar 5 Diagram Persentase Status Responden
(Sumber: Olah Data, 2021)
Berdasarkan Gambar 5 Diagram Persentase Status Responden dapat dilihat bahwa status responden terbagi menjadi dua, yaitu belum kawin dan kawin.
Responden yang berstatus belum kawin adalah sebanyak 51%, sedangkan responden yang berstatus kawin adalah sebanyak 49%. Data karakteristik responden selanjutnya adalah pekerjaan.
Pekerjaan responden bervariasi, terdapat responden yang bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 22 orang,
mahasiswa sebanyak 33 orang, karyawan swasta sebanyak 18 orang, karyawan BUMN sebanyak 3 orang, pekerja harian lepas sebanyak 2 orang, wiraswasta sebanyak 4 orang, staf perbankan sebanyak 1 orang, pegawai bank sebanyak 2 orang, pegawai counter sebanyak 1 orang, fresh graduate sebanyak 1 orang, honorer PEMDA sebanyak 1 orang, pensiunan PNS sebanyak 1 orang, administrasi sebanyak 1 orang, pebisnis sebanyak 1 orang, PNS sebanyak 2 orang, make up artist sebanyak 1 orang, koki sebanyak 1 orang, wirausaha sebanyak 2 orang, guru sebanyak 1 orang, fotografer sebanyak 1 orang, dan musisi sebanyak 1 orang.
Kuesioner tertutup perancangan produk tudung saji yang telah disebarkan kepada 100 responden pengguna produk tudung saji memperoleh jawaban yang bervariasi. Jawaban dari responden tersebut dapat dilihat pada Gambar 6 Jawaban Kuesioner Tertutup.
Gambar 6 Jawaban Kuesioner Tertutup (Sumber: Olah Data, 2021)
Berdasarkan Gambar 6 Jawaban Kuesioner Tertutup dapat diketahui bahwa sumbu x merupakan pernyataan pada kuesioner tertutup yang dijawab oleh para responden. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuesioner tertutup tersebut adalah sebanyak lima pernyataan.
Pernyataan “Kegunaan produk tudung saji sebagai pelindung makanan dari serangga, hewan, dan kotoran membuat tertarik untuk menggunakan produk tudung saji.”
diwakili oleh P1, pernyataan “Bentuk produk tudung saji bulat.” diwakili oleh P2, pernyataan “Material atau bahan untuk membuat produk tudung saji adalah plastik.” diwakili oleh P3, pernyataan
“Terdapat fungsi tambahan berupa penghangat makanan pada produk tudung saji.” diwakili oleh P4, dan yang terakhir pernyataan “Produk tudung saji berukuran sedang.” diwakili oleh P5. Sumbu y merupakan jumlah dari responden. Selain sumbu x dan sumbu y, terdapat skala likert yang terdiri dari 5 pilihan jawaban, yaitu bobot 1 yang diwakili oleh warna orange yang berarti sangat tidak setuju, bobot 2 yang diwakili oleh warna ungu yang berarti tidak setuju, bobot 3 yang diwakili oleh warna kuning yang berarti netral, bobot 4 yang diwakili oleh warna hijau tua yang berarti setuju, dan bobot 5 yang diwakili oleh warna biru tua yang berarti sangat setuju.
1.3 Kuesioner Benchmarking
Kuesioner benchmarking dibutuhkan dalam pengolahan data benchmarking untuk memperoleh informasi mengenai perbandingan antara produk yang akan dirancang dengan produk pesaing.
Responden kuesioner benchmarking pada penelitian ini adalah para ahli dalam pembuatan produk tudung saji, yaitu Bapak Raihan Anas yang sudah bekerja sebagai pengrajin produk tudung saji selama 7 tahun, Ibu Nova Juwita Hersanti yang sudah bekerja sebagai pengrajin produk tudung saji selama 6 tahun 8 bulan, dan Bapak Herman yang sudah bekerja sebagai pengrajin produk tudung saji selama 10 tahun.
2. Pengujian Data
Pengujian data dalam penelitian ini terdiri dari uji validitas dan uji reliabilitas.
Uji validitas dan uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui apakah kuesioner yang telah disebarkan valid dan dapat diandalkan atau tidak. Pada penelitian ini, kuesioner dinyatakan valid apabila korelasi yang didapatkan > 0,1966. Pengujian data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software SPSS 16.0. Berikut merupakan Gambar 7 Hasil Uji Validitas.
Gambar 7 Hasil Uji Validitas (Sumber: Olah Data, 2021)
Berdasarkan Gambar 7 Hasil Uji Validitas dapat diketahui bahwa pengujian validitas dengan metode Pearson Product Moment dilihat dari korelasi antar pernyataan serta skor total. Kriteria pengujiannya yaitu jika r > r tabel (0,1966) maka valid dan jika r < r tabel (0,1966) maka tidak valid. Skor total pernyataan pertama sebesar 0,278, skor pernyataan kedua sebesar 0,649, skor total pernyataan ketiga sebesar 0,752, skor total pernyataan keempat sebesar 0,671, dan skor total pernyataan kelima sebesar 0,681 dinyatakan valid karena sudah melebihi batas valid yaitu sebesar 0,1966. 0,1966 didapatkan dari r tabel dengan data sebanyak 100. Bintang satu (*) pada bagian Pearson Correlation berarti data signifikan atau dikatakan benar pada signifikan 0,05. Bintang dua (**) pada bagian Pearson Correlation berarti data signifikan atau dikatakan benar pada signifikan 0,01. Signifikan merupakan seberapa besar tingkat kesalahan hipotesisnya. N menunjukkan banyaknya data yang diolah yaitu 100 data.
Uji reliabilitas bertujuan untuk menguji sejauh mana pengukuran dari suatu alat ukur tetap konsisten setelah dilakukan berulang-ulang terhadap subjek dan dalam kondisi yang sama. Penelitian dianggap dapat diandalkan apabila memberikan hasil yang konsisten untuk pengukuran yang sama dengan nilai
cronbach’s alpha > 0,600. Berikut adalah Gambar 8 Hasil Uji Reliabilitas.
Gambar 8 Hasil Uji Reliabilitas (Sumber: Olah Data, 2021)
Berdasarkan Gambar 8 Hasil Uji Reliabilitas dapat dilihat bahwa nilai cronbach’s alpha adalah sebesar 0,608 yang artinya data tersebut dapat diandalkan karena melebihi 0,600. N of items merupakan jumlah total pernyataan yang ada pada kuesioner tertutup yaitu sebanyak 5 pernyataan.
3. Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan setelah seluruh data yang dibutuhkan dalam penelitian terkumpul serta lulus uji validitas dan uji reliabilitas. Pengolahan data dalam penelitian ini terdiri dari mengidentifikasi kebutuhan konsumen, mengidentifikasi tingkat kepentingan kebutuhan konsumen, mengidentifikasi karakteristik teknis, mengidentifikasi hubungan kebutuhan konsumen dengan karakteristik teknis, menentukan arah perbaikan produk, melakukan benchmarking, menentukan tingkat kesulitan dalam mewujudkan target perbaikan produk, dan menyusun HOQ.
3.1 Mengidentifikasi Kebutuhan Konsumen
Berdasarkan kuesioner perancangan produk tudung saji yang telah disebarkan kepada para responden secara online, didapatkanlah data kebutuhan konsumen atau customer needs yang menjelaskan mengenai daftar keinginan dan kebutuhan konsumen. Berikut merupakan Tabel 2 Data Kebutuhan Konsumen.
Tabel 2 Data Kebutuhan Konsumen Primer Sekunder Tersier
Tudung Saji dengan Penghangat
Performance
Produk tudung saji berguna sebagai pelindung
makanan dari serangga, hewan, dan kotoran.
Aesthetic Produk tudung saji berbentuk bulat.
Durability
Produk tudung saji terbuat dari material atau bahan plastik.
Feature
Produk tudung saji terdapat fungsi tambahan berupa penghangat makanan.
Conformance Produk tudung saji berukuran sedang.
(Sumber: Olah Data, 2021)
Berdasarkan data kebutuhan konsumen pada Tabel 2 Data Kebutuhan Konsumen, didapatkanlah hubungan antar kebutuhan konsumen. Berikut merupakan Tabel 3 Hubungan Antar Kebutuhan Konsumen.
Tabel 3 Hubungan Antar Kebutuhan Konsumen Hubungan Antar Kebutuhan
Konsumen Simbol
Produk tudung saji berguna sebagai pelindung makanan dari serangga, hewan, dan kotoran - Produk tudung saji terdapat fungsi tambahan berupa penghangat makanan
Produk tudung saji berbentuk bulat - Produk tudung saji berukuran sedang
(Sumber: Olah Data, 2021)
Hubungan antar kebutuhan konsumen dapat disebut sebagai roof samping dalam HOQ. Pengisian roof samping dapat menggunakan empat simbol, yaitu simbol yang berarti pengaruh positif sangat kuat dengan bobot sebesar 9, simbol
yang berarti pengaruh positif cukup kuat dengan bobot sebesar 3, simbol X yang berarti pengaruh negatif cukup kuat dengan bobot sebesar -1, dan yang terakhir simbol # yang berarti pengaruh negatif sangat kuat dengan bobot sebesar -3.
3.2 Mengidentifikasi Tingkat Kepentingan Kebutuhan Konsumen Berdasarkan data kebutuhan konsumen yang telah didapatkan, ditentukanlah tingkat kepentingan untuk masing-masing kebutuhan konsumen berdasarkan hasil kuesioner tertutup yang telah dijawab oleh 100 responden. Berikut adalah Tabel 4 Tingkat Kepentingan Kebutuhan Konsumen.
Tabel 4 Tingkat Kepentingan Kebutuhan Konsumen
N o
Kebutuhan Konsumen
Jumlah Pemilih
Skala Kepentingan Tingkat Kepentingan 1 2 3 4 5
1
Produk tudung saji berguna sebagai pelindung makanan dari serangga, hewan, dan kotoran.
0 0 3 30 67 5
2
Produk tudung saji berbentuk bulat.
0 4 23 42 31 4
3
Produk tudung saji terbuat dari material atau bahan plastik.
2 6 21 41 30 4
4
Produk tudung saji terdapat fungsi tambahan berupa penghangat makanan.
0 4 10 26 60 5
5
Produk tudung saji berukuran sedang.
0 2 24 48 26 4
(Sumber: Olah Data, 2021)
Berdasarkan Tabel 4 Tingkat Kepentingan Kebutuhan Konsumen dapat diketahui bahwa kebutuhan konsumen pertama memiliki bobot kepentingan sebesar 5 yang berarti sangat penting, kebutuhan konsumen kedua memiliki bobot kepentingan sebesar 4 yang berarti penting, kebutuhan konsumen ketiga memiliki bobot kepentingan sebesar 4 yang berarti penting, kebutuhan konsumen keempat memiliki bobot kepentingan sebesar 5 yang berarti sangat penting, dan yang terakhir kebutuhan konsumen kelima memiliki bobot kepentingan sebesar 4 yang berarti penting.
3.3 Mengidentifikasi Karakteristik Teknis
Data karakteristik teknis diturunkan berdasarkan informasi yang didapat mengenai kebutuhan dan keinginan konsumen. Berikut merupakan Tabel 5 Identifikasi Karakteristik Teknis.
Tabel 5 Identifikasi Karakteristik Teknis Karakteristik Teknis Target
Perbaikan Primer Sekunder Tersier
Tudung Saji dengan Penghangat
Dimensi Diameter 50 cm Tinggi 16 cm Material Jenis
Material
Rotan Sintetis HDPE Inovasi Penghangat Lampu
Penghangat (Sumber: Olah Data, 2021)
Karakteristik teknis berkaitan dengan target perbaikan. Target perbaikan berisi mengenai sasaran yang ingin dicapai dari produk yang terdapat pada House of Quality. Target perbaikan akan diterapkan pada produk inovasi. Pengisian target perbaikan juga berdasarkan keinginan dan kebutuhan konsumen yang telah diterjemahkan secara teknis pada direction of improvement atau arah perbaikan produk.
Berdasarkan karakteristik teknis pada Tabel 5 Identifikasi Karakteristik Teknis, didapatkanlah hubungan antar karakteristik teknis. Hubungan antar karakteristik teknis dapat disebut sebagai roof atas dalam HOQ. Berikut merupakan Tabel 6 Hubungan Antar Karakteristik Teknis.
Tabel 6 Hubungan Antar Karakteristik Teknis Hubungan Antar Karakteristik
Teknis Simbol
Dimensi Diameter – Dimensi Tinggi Dimensi Diameter – Inovasi
Penghangat
Dimensi Tinggi – Inovasi Penghangat Jenis Material – Inovasi Penghangat
(Sumber: Olah Data, 2021)
Roof atas menjelaskan mengenai hubungan antara karakteristik teknis yang satu dengan yang lainnya. Roof atas dapat diisi dengan menggunakan empat simbol, yaitu simbol yang berarti pengaruh positif sangat kuat dengan bobot sebesar 9, simbol yang berarti pengaruh positif cukup kuat dengan bobot sebesar 3, simbol X yang berarti pengaruh negatif cukup kuat dengan bobot sebesar -1, dan simbol
# yang berarti pengaruh negatif sangat kuat dengan bobot sebesar -3.
3.4 Mengidentifikasi Hubungan Kebutuhan Konsumen dengan Karakteristik Teknis
Hubungan antara kebutuhan konsumen dengan karakteristik teknis dapat disebut sebagai correlation matrix between whats and hows. Berikut merupakan Tabel 7 Hubungan Kebutuhan Konsumen dengan Karakteristik Teknis.
Tabel 7 Hubungan Kebutuhan Konsumen dengan Karakteristik Teknis Hubungan Kebutuhan Konsumen
dengan Karakteristik Teknis Simbol Produk tudung saji berguna sebagai
pelindung makanan dari serangga, hewan, dan kotoran - Inovasi Penghangat
Produk tudung saji berbentuk bulat - Dimensi Diameter
Produk tudung saji berbentuk bulat - Dimensi Tinggi
Produk tudung saji terbuat dari material atau bahan plastik - Jenis Material
Produk tudung saji terdapat fungsi tambahan berupa penghangat makanan - Inovasi Penghangat
Produk tudung saji berukuran sedang - Dimensi Diameter
Produk tudung saji berukuran sedang - Dimensi Tinggi
(Sumber: Olah Data, 2021)
Hubungan antara kebutuhan konsumen dengan karakteristik teknis dapat diisi dengan tiga simbol, yaitu simbol yang menunjukkan hubungan antara kebutuhan konsumen dengan karakteristik teknis sangat kuat dengan nilai sebesar 9, simbol yang menunjukkan hubungan antara kebutuhan konsumen dengan karakteristik teknis sedang dengan nilai sebesar 3, dan simbol yang menunjukkan hubungan antara kebutuhan konsumen dengan karakteristik teknis lemah dengan nilai sebesar 1.
3.5 Arah Perbaikan Produk
Arah perbaikan produk dapat disebut sebagai direction of improvement. Berikut merupakan Tabel 8 Arah Perbaikan Produk.
Tabel 8 Arah Perbaikan Produk Karakteristik Teknis Arah Perbaikan Dimensi Diameter
Tinggi
Material Jenis Material Inovasi Penghangat
(Sumber: Olah Data, 2021)
Direction of improvement berisikan arah perubahan yang dilakukan terhadap respon teknis untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen. Ada tiga simbol yang dapat digunakan untuk mengisi direction of improvement, yaitu simbol yang berarti bahwa konsumen menginginkan respon teknis tetap dilakukan pada target tertentu, simbol yang berarti bahwa konsumen menginginkan respon teknis pada produk dinaikkan, dan simbol yang berarti bahwa konsumen menginginkan respon teknis pada produk diturunkan.
3.6 Benchmarking
Benchmarking dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara produk inovasi yang akan dirancang dengan produk pesaing yang sudah ada di pasaran.
Pada penelitian ini, kuesioner benchmarking disebarkan kepada tiga orang ahli yang merupakan pengrajin produk tudung saji. Kuesioner
benchmarking disebarkan kepada lebih dari satu ahli agar peneliti mendapatkan pertimbangan yang objektif dalam memilih kebutuhan pelanggan yang akan diterapkan pada produk inovasi, sehingga produk inovasi dapat lebih baik dari produk pesaing. Benchmarking dalam penelitian ini terdiri dari benchmarking kebutuhan pelanggan dan benchmarking karakteristik teknis. Skala yang digunakan dalam kuesioner benchmarking adalah skala likert yang terdiri dari 5 pilihan jawaban, yaitu 1 yang berarti sangat tidak unggul, 2 yang berarti tidak unggul, 3 yang berarti cukup unggul, 4 yang berarti unggul, dan 5 yang berarti sangat unggul.
Berdasarkan kuesioner benchmarking kebutuhan pelanggan yang telah diisi oleh tiga orang ahli, didapatkanlah rangkuman benchmarking kebutuhan pelanggan.
Berikut merupakan Tabel 9 Rangkuman Benchmarking Kebutuhan Pelanggan.
Tabel 9 Rangkuman Benchmarking Kebutuhan Pelanggan
Kebutuhan Pelanggan
Produk Pesaing
Produk Inovasi 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Produk tudung
saji berguna sebagai pelindung makanan dari serangga, hewan, dan kotoran.
Produk tudung saji berbentuk bulat.
Produk tudung saji terbuat dari material atau bahan plastik.
Produk tudung saji terdapat fungsi
tambahan berupa penghangat makanan.
Produk tudung saji berukuran sedang.
Total 19 23
(Sumber: Olah Data, 2021)
Berdasarkan Tabel 9 Rangkuman Benchmarking Kebutuhan Pelanggan dapat diketahui skor total dari produk inovasi adalah sebesar 23 dan skor total dari produk pesaing adalah sebesar 19.
Berdasarkan skor total tersebut dapat diketahui bahwa produk inovasi lebih unggul dibandingkan dengan produk pesaing.
Berdasarkan kuesioner benchmarking karakteristik teknis yang telah diisi oleh tiga orang ahli, didapatkanlah rangkuman benchmarking karakteristik teknis. Berikut merupakan Tabel 10 Rangkuman Benchmarking Karakteristik Teknis.
Tabel 10 Rangkuman Benchmarking Karakteristik Teknis Karakteristik
Teknis
Produk Pesaing
Produk Inovasi 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Dimensi Diameter
Tinggi Material Jenis
Material Inovasi Penghangat
Total 15 19
(Sumber: Olah Data, 2021)
Berdasarkan Tabel 10 Rangkuman Benchmarking Karakteristik Teknis dapat diketahui skor total dari produk inovasi adalah sebesar 19 dan skor total dari produk pesaing adalah sebesar 15.
Berdasarkan skor total tersebut dapat diketahui bahwa produk inovasi lebih unggul dibandingkan dengan produk pesaing.
3.7 Tingkat Kesulitan
Tingkat kesulitan dapat disebut sebagai organizational difficulty dalam HOQ. Organizational difficulty berisikan tingkat kesulitan dalam mewujudkan perubahan pada produk inovasi yang akan dirancang. Tingkat kesulitan atau organizational difficulty dalam penelitian ini diisi dengan menggunakan skala likert yang terdiri dari 5 pilihan jawaban, yaitu 1 yang berarti sangat mudah, 2 yang berarti mudah, 3 yang berarti cukup sulit, 4 yang berarti sulit, dan 5 yang berarti sangat sulit. Berikut merupakan Tabel 11 Tingkat Kesulitan.
Tabel 11 Tingkat Kesulitan
Karakteristik Teknis Tingkat Kesulitan
Dimensi Diameter 2
Tinggi 2
Material Jenis Material 3
Inovasi Penghangat 4
(Sumber: Olah Data, 2021)
3.8 House of Quality
House of Quality atau rumah kualitas merupakan matriks yang digunakan untuk menghubungkan kebutuhan pelanggan pada sisi kiri matriks dengan technical response terhadap kebutuhan yang dinyatakan pada bagian atas matriks. HOQ dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 9 Rumah HOQ 1.
Berdasarkan Gambar 9 Rumah HOQ 1 didapatkanlah informasi mengenai weighted importance dan relative importance. Weighted importance berisikan tingkat kepentingan dalam mewujudkan produk inovasi yang diinginkan di pasaran, dimana tingkat kepentingan tersebut ditunjukkan dalam bentuk angka. Weighted importance didapatkan dari penjumlahan hasil perkalian antara nilai correlation matrix between how and what dengan customer importance, sebagai contoh weighted importance karakteristik teknis jenis material didapatkan dari nilai correlation matrix between how and what sebesar 9 dikalikan dengan customer importance sebesar 4, sehingga didapatkanlah hasil sebesar 36.
Relative importance adalah bentuk histogram dari weighted importance.
Relative importance mempunyai kesamaan fungsi dengan weighted importance, yaitu menunjukkan tingkat kepentingan dalam mewujudkan perubahan pada produk inovasi. Berdasarkan Gambar 9 Rumah HOQ 1 dapat diketahui bahwa nilai weighted importance tertinggi terdapat pada karakteristik teknis inovasi penghangat dengan nilai sebesar 90, artinya karakteristik teknis yang menjadi prioritas utama dalam perancangan produk tudung saji adalah inovasi berupa penghangat.
Gambar 9 Rumah HOQ 1 (Sumber: Olah Data, 2021)
4. Perancangan Desain dan Prototype Produk Tudung Saji
Desain dan prototype produk tudung saji dibuat berdasarkan konsep rancangan produk yang didapat dari HOQ.
Berdasarkan Gambar 9 Rumah HOQ 1 dapat diketahui bahwa produk tudung saji dengan penghangat memiliki diameter sebesar 50 cm dan tinggi sebesar 16 cm.
Material yang digunakan untuk membuat
produk tudung saji dengan penghangat adalah plastik berupa rotan sintetis High Density Polyethylene. Produk tudung saji dengan penghangat memiliki inovasi berupa penghangat makanan. Desain dari produk tudung saji dengan penghangat dibuat dengan menggunakan software CATIA P3 V5R14. Berikut merupakan Gambar 10 Desain Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 1.
Gambar 10 Desain Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 1
(Sumber: Olah Data, 2021)
Produk tudung saji dengan penghangat memiliki kotak rangkaian sistem penghangat yang berisi Arduino UNO, project circuit board, resistor 22K Ohm, kabel jumper, baterai lithium polymer, baterai 9V, active buzzer, LCD, dan tombol. Berikut merupakan Gambar 11 Desain Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 2.
Gambar 11 Desain Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 2
(Sumber: Olah Data, 2021)
Kotak produk tudung saji dengan penghangat terbuat dari plastik berupa akrilik dan terdiri dari dua bagian, yaitu badan dan tutup. Badan kotak terdiri dari 5 komponen, yaitu papan alas dengan ukuran 19 cm x 16 cm x 0,3 cm sebanyak 1, papan depan dengan ukuran 19 cm x 5 cm x 0,3 cm sebanyak 1, papan samping kanan dengan ukuran 15,4 cm x 5 cm x 0,3 cm sebanyak 1, papan belakang dengan ukuran 19 cm x 5 cm x 0,3 cm sebanyak 1, dan papan samping kiri dengan ukuran 15,4 cm x 5 cm x 0,3 cm sebanyak 1.
Tutup kotak terdiri dari 2 komponen, yaitu papan atas dengan ukuran 21 cm x 16 cm x 0,3 cm sebanyak 1 dan papan bawah dengan ukuran 18,4 cm x 15,4 cm x 0,3 cm sebanyak 1. Ukuran kotak produk tudung saji dengan penghangat pada saat tertutup adalah sebesar 21 cm x 16 cm x 5,6 cm. Berikut merupakan Gambar 12 Desain Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 3.
Gambar 12 Desain Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 3
(Sumber: Olah Data, 2021)
Bagian dalam produk tudung saji dengan penghangat terdapat aluminium foil, lampu penghangat, fitting lampu, dan sensor LM35DZ. Berikut merupakan Gambar 13 Desain Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 4.
Gambar 13 Desain Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 4
(Sumber: Olah Data, 2021)
Desain dari produk tudung saji dengan penghangat juga dibuat dalam bentuk gambar 2D atau drafting. Berikut merupakan Gambar 14 Drafting Produk Tudung Saji dengan Penghangat.
Gambar 14 Drafting Produk Tudung Saji dengan Penghangat (Sumber: Olah Data, 2021)
Desain yang telah dibuat selanjutnya digunakan dalam pembuatan prototype produk tudung saji dengan penghangat yang dalam pembuatannya menggunakan software Arduino IDE 1.8.13 untuk memprogram Arduino UNO sehingga sistem penghangat dari produk tudung saji dapat berjalan. Berikut adalah Gambar 15 Prototype Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 1, Gambar 16 Prototype Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 2, Gambar 17 Prototype Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 3, Gambar 18 Prototype Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 4, Gambar 19 Prototype Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 5, Gambar 20 Prototype Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 6.
Gambar 15 Prototype Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 1
(Sumber: Olah Data, 2021)
Gambar 16 Prototype Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 2
(Sumber: Olah Data, 2021)
Gambar 17 Prototype Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 3
(Sumber: Olah Data, 2021)
Gambar 18 Prototype Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 4
(Sumber: Olah Data, 2021)
Gambar 19 Prototype Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 5
(Sumber: Olah Data, 2021)
Gambar 20 Prototype Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 6
(Sumber: Olah Data, 2021)
Langkah pertama yang dilakukan untuk menggunakan produk tudung saji dengan penghangat adalah tekan tombol berwarna hijau pada bagian kiri kotak, lalu sistem penghangat akan menyala dan muncul tulisan “Tudung Saji Penghangat”
pada tampilan LCD seperti yang dapat dilihat pada Gambar 18 Prototype Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 4.
Setelah muncul tulisan “Tudung Saji Penghangat” pada tampilan LCD, beberapa detik kemudian akan muncul suhu dan batas suhu pada tampilan LCD seperti yang dapat dilihat pada Gambar 19 Prototype Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 5. Suhu merupakan temperatur pada kondisi saat ini. Batas suhu merupakan suhu yang diinginkan untuk menghangatkan makanan, mulai dari 35oC sampai dengan batas maksimal 50oC.
Langkah selanjutnya setelah muncul suhu dan batas suhu pada tampilan LCD adalah tekan tombol biru untuk menaikkan batas suhu hingga mencapai temperatur yang
diinginkan. Setiap kali tombol biru ditekan, batas suhu akan naik sebesar 1oC.
Sebagai contoh, jika pengguna produk tudung saji ingin menghangatkan makanan dengan suhu 40oC, maka pengguna produk tudung saji perlu menekan tombol biru sebanyak 5 kali, agar batas suhu dapat naik dari 35oC menjadi 40oC.
Tombol kuning pada kotak berfungsi untuk menyetel ulang batas suhu yang diinginkan, dimana jika tombol kuning ditekan maka batas suhu akan kembali menjadi 35oC. Langkah berikutnya setelah selesai mengatur suhu yang diinginkan adalah tekan tombol hitam untuk mulai menghangatkan makanan. Mulainya proses menghangatkan makanan ditandai dengan menyalanya lampu penghangat seperti yang dapat dilihat pada Gambar 20 Prototype Produk Tudung Saji dengan Penghangat Tampak 6. Jika makanan sudah mencapai batas suhu yang diinginkan, active buzzer akan berbunyi untuk memberi tahu pengguna bahwa makanan sudah selesai dihangatkan sesuai suhu yang diinginkan. Langkah yang terakhir adalah tekan tombol hitam untuk mematikan lampu penghangat, kemudian tekan tombol hijau untuk mematikan sistem.
KESIMPULAN
Kesimpulan merupakan jawaban dari tujuan penelitian yang terdapat pada tugas akhir. Berikut merupakan kesimpulan dari perancangan produk tudung saji dengan penghangat menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD).
1. Proses identifikasi kebutuhan konsumen dan karakteristik teknis pada produk tudung saji berdasarkan House of Quality menghasilkan output berupa lima kebutuhan konsumen dan empat karakteristik teknis. Kebutuhan konsumen terhadap produk tudung saji adalah produk tudung saji berguna sebagai pelindung makanan dari serangga, hewan, dan kotoran, produk tudung saji berbentuk bulat, produk tudung saji terbuat dari
material atau bahan plastik, produk tudung saji terdapat fungsi tambahan berupa penghangat makanan, dan produk tudung saji berukuran sedang.
Karakteristik teknis produk tudung saji adalah dimensi diameter, dimensi tinggi, jenis material, dan inovasi penghangat.
2. Desain produk tudung saji yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen dibuat dalam bentuk gambar 3D dan 2D atau drafting, kemudian desain tersebut digunakan dalam pembuatan prototype produk tudung saji. Berdasarkan desain dan prototype yang telah dibuat, dapat diketahui bahwa produk tudung saji yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen adalah produk tudung saji yang memiliki diameter sebesar 50 cm, tinggi sebesar 16 cm, terbuat dari material atau bahan plastik berupa rotan sintetis High Density Polyethylene (HDPE), serta memiliki inovasi berupa penghangat makanan.
SARAN
Saran merupakan pendapat atau usulan yang menjadi bahan pertimbangan untuk perbaikan bagi objek penelitian di masa depan. Berikut merupakan saran yang diberikan oleh peneliti untuk pengembangan produk tudung saji pada penelitian selanjutnya.
1. Mengembangkan desain produk tudung saji dengan penghangat agar lebih efisien, terutama pada rangkaian sistem penghangat.
2. Melakukan pengujian dan perbaikan terhadap prototype produk tudung saji dengan penghangat agar dapat mengetahui kinerja dan keandalan produk dengan lebih baik.
3. Mengembangkan inovasi fungsi penghangat dari produk tudung saji agar dapat digunakan untuk mengawetkan makanan.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Fredereca, Bunga Geofanny dan Chairy.
2010. Pengaruh Psikologi Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Kembali Smartphone Blackberry.
Jurnal Manajemen Teori dan Terapan. Universitas Tarumanagara.
Jakarta.
Ginting, Rosnani dan Meutia Fadilla.
2017. Perancangan Desain Produk Table Vase dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment. Jurnal Seminar Nasional Teknik Industri (SNTI2017). Teknik Industri.
Universitas Sumatera Utara. Medan.
Ginting, Rosnani dan Siti Soraya Faiza Nasution. 2017. Perancangan Lampu Tidur Sensor Gerak Hemat Energi dengan Pendekatan House of Quality. Jurnal Prosiding SNTI dan SATELIT 2017. Teknik Industri.
Universitas Sumatera Utara. Medan.
Ginting, Rosnani, Theresia Yosephin Batubara, dan Widodo. 2017. Desain Ulang Produk Tempat Tissue Multifungsi dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment. Jurnal Sistem Teknik Industri Volume 19 Nomor 2.
Teknik Industri. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Harsanto, Budi. 2013. Dasar Ilmu Manajemen Operasi. Bandung:
UNPAD PRESS.
Harsokoesoemo, H.
Dharmawan. 2000. Pengantar
Perancangan Teknik (Perancangan Produk). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Hasan, M. Iqbal. 2013. Pokok-Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif). Jakarta: PT Bumi Aksara.
Irawan, Agustinus Purna. 2017.
Perancangan dan Pengembangan Produk Manufaktur. Yogyakarta:
ANDI.
Kadir, Abdul. 2018. From Zero To A Pro:
Arduino (Edisi Revisi). Yogyakarta:
ANDI.
Laksana, Fajar. 2008. Manajemen Pemasaran: Pendekatan Praktis.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Pinem, Mhd. Daud. 2009. Catia Si Jago Desain Tiga Dimensi Versi 5R-16.
Surabaya: Lingua Kata.
Purnomo, Rochmat Aldy. 2017. Analisis Statistik Ekonomi dan Bisnis Dengan SPSS. Ponorogo: WADE Group.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung:
Alfabeta.
Ulrich, Karl T. dan Steven D. Eppinger.
2015. Perancangan dan Pengembangan Produk. Jakarta:
Salemba Teknika.
Vlack, Lawrence H. Van, Sriati Djaprie.
1991. Ilmu dan Teknologi Bahan (Ilmu Logam dan Bukan Logam).
Jakarta: Erlangga.
Walpole, Ronald E. 2005. Pengantar Statistika. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Wijaya, Tony. 2018. Manajemen Kualitas Jasa: Desain Servqual, QFD, dan Kano. Jakarta: PT INDEKS.