CV. BUMI PUTERA ANWAR MANDIRI
TANAH KAVELING & PROPERTY
Jl. Raya Peterongan - Sumobito, No. 105, Ds. Plosokerep (Utara) Kec. Sumobito Jombang - Jawa Timur
Telp. 081230997870 / 085730094799
PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI -TANAH KAVELING
“INTAN PERMATA”
DESA MAYANGAN, KECAMATAN JOGOROTO, KABUPATEN JOMBANG
MENERANGKAN :
Pada hari ini Senin Tanggal 30 Bulan Maret Tahun 2020 di Jombang telah disepakati PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH KAVELING “INTAN PERMATA” yang berada di Desa Mayangan, Kec. Jogoroto, Kab. Jombang oleh dan antara lain :
I. Nama : CHOIRUL RIF’AN
NIK : 6112011609700004
Alamat : Jl Sumobito Plosokerep RT. 001 / RW .003, Sumobito, Jombang Jabatan : Direktur
No. HP : 081 256 751 970
Sebagai Pemilik lahan kaveling “INTAN PERMATA” yang berada di Desa Mayangan, Kec.
Jogoroto, Kabupaten Jombang. Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA
II. Nama : USROTUN MAKFIYAH
Alamat : Komplek D’Mapple Residence Blok F-8 Jl. Ray, RT/RW: 001/012, Desa Ratu Jaya, Cipayung, Depok
Pekerjaan : Guru
No. KTP : 3517085805870004 No. HP : 0813 2802 2780 Untuk Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA
Para pihak menerangkan terlebih dahulu:
PIHAK PERTAMA adalah penjual TANAH KAVELING.
PIHAK KEDUA adalah pembeli TANAH KAVELING sebagai mana tersebut dalam pasal perjanjian.
Maka berdasarkan hal-hal tersebut, dengan ini para pihak telah sepakat untuk mengadakan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) dengan syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
PASAL 1
OBJEK PERJANJIAN
PIHAK PERTAMA dengan ini berjanji mengikatkan diri sekarang dan untuk kemudian pada waktunya menjual dan penyerahkan kepada PIHAK KEDUA. Sebagaimana PIHAK KEDUA dengan ini berjanji dan mengikatkan diri sekarang dan kemudian pada waktunya membeli dan menerima penyerahan dari PIHAK PERTAMA atas TANAH KAVELING yang disebutkan.
PASAL 2
CARA PEMBAYARAN
1. PIHAK KEDUA menyetujui serta mengikatkan diri untuk membayar jumlah harga tanah sesuai dengan pasal 2 perjanjian ini.
2. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat satu sama lain bahwa untuk sahnya pembayaran jumlah harga TANAH KAVELING yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA harus mengikuti tata cara:
I. Pembayaran dengan tunai harus dilakukan pada pegawai dan berdasarkan pembayaran tersebut, PIHAK KEDUA akan menerima kwitansi yang dikeluarkan oleh pegawai PIHAK PERTAMA yang berwenang untuk itu ditanda tangani oleh CHOIRUL RIF’AN sebagai penjual kaveling.
II. Untuk pembayaran cicilan diharuskan dikantor/transfer, dan apabila PIHAK KEDUA menginginkan diambil.
III. Nomer Rekening Perusahaan : BANK BCA 1136333331 a.n CV. BUMI PUTERA ANWAR MANDIRI
IV. PIHAK PERTAMA telah menjual tanah kaveling kepada PIHAK KEDUA dengan kesepakatan sebagai berikut:
a. Harga : Rp. 130.000.000,- b. No Kaveling/Ukuran : Blok B-2 (± 5x20m) c. Uang Muka : Rp 130.000.000,- d. Cara Bayar : Cash
e. Batas Akhir : Maret 2020 f. Batas Kepemilikan Tanah :
a. Batas Kiri : Tanah Milik Choirul Rif’an (B-1) b. Batas Kanan : Persawahan
c. Batas Belakang : Tanah Milik Choirul Rif’an (B-3) d. Batas Depan : Sungai Irigasi
PASAL 3
SERAH TERIMA TANAH KAVELING
1. Serah terima TANAH KAVELING akan dilakukan dengan berita acara serah terima yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak.
2. Untuk pembelian secara tunai penandatanganan PPJB dilakukan setelah dilakukan pembayaran baik tunai/transfer (dengan bukti setor yang dilegalisasi pihak bank) dan mendapatkan kwitansi bukti pembayaran.
3. Untuk pembelian secara kredit, dilakukan penandatanganan PPJB dan diberikan buku angsuran kaveling untuk dipakai sebagai bukti pembayaran angsuran sampai dengan lunas oleh PIHAK KEDUA.
4. Serah terima akan diberikan pada waktu pelunasan untuk pembayaran secara kredit.
5. Penyerahan pemilikan hak atas TANAH KAVELING dilakukan di hadapan notaris dengan menyerahkan yang waktu penandatanganannya akan ditentukan kemudian waktunya oleh PIHAK PERTAMA.
6. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat bahwa dengan telah dilakukannya serah terima TANAH KAVELING sesuai ketentuan diatas, maka segala tanggungjawab untuk memelihara dan menjaga TANAGA KAVELING menjadi tugas dan tanggungjawab PIHAK KEDUA.
PASAL 4
PENGALIHAN PENGOPERAN HAK
1. Selama belum dilaksanakannya jual beli dihadapan pejabat desa. Tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA tidak dibenarkan untuk pengalihan hak atas TANAH KAVELING yang menjadi objek perjanjian ini kepada pihak ketiga.
2. Dalam hal PIHAK KEDUA mengalihkan hak atas TANAH KAVELING tanpa mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PIHAK PERTAMA atau apabila telah mendapatkan persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA, namun PIHAK KEDUA tidak membayar administrasi, maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat satu sama lain bahwa:
a. Perjanjian pengalihan hak atas TANAH KAVELING tersebut menjadi batal dan tidak mengikat terhadap PIHAK PERTAMA.
b. Sebagai akibat dari ketentuan butir “a” ayat ini,maka PIHAK PERTAMA dibebaskan dari kewajiban untuk menyerahkan surat tanah kepada PIHAK KEDUA atau pihak ketiga yang mendapatkan hak daripadanya.
c. Ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam perjanjian ini maupun peraturan Tata Tertib serta segala perubahan peraturan/adendum yang ditetapkan PIHAK PERTAMA tetap mengikat PIHAK KEDUA ataupun pihak yang menerima hak dari PIHAK KEDUA walaupun hak atas TANAH KAVELING tersebut telah dialihkan PIHAK KEDUA telah menandatangani Akta Jual Beli.
d. Apabila PIHAK KEDUA meninggal dunia sebelum kewajiban yang timbul dari perjanjian ini dipenuhi, maka 3 (tiga) bulan sejak meninggalnya PIHAK KEDUA, para ahli warisnya dan atau kuasanya yang sah dengan menunjukan bukti-bukti yang disetujui PIHAK PERTAMA, wajib menggantikan kedudukan dan meneruskan kewajiban PIHAK KEDUA yang tercantum dalam perjanjian ini. Apabila setelah lewatnya 3 (tiga) bulan ternyata tidak ada ahli waris PIHAK KEDUA berdasarkan perjanjian ini, maka PIHAK PERTAMA dapat langsung membatalkan secara sepihak perjanjian ini.
e. Dalam hal terjadi pengalihan hak atas TANAH KAVELING dari PIHAK KEDUA kepada pihak lain,maka pihak lain wajib mematuhi dan memenuhi seluruh kewajiban terhadap PIHAK PERTAMA.
PASAL 5
JAMINAN PIHAK PERTAMA
1. PIHAK PERTAMA menjamin kepentingan PIHAK KEDUA bahwa TANAH KAVELING telah menjadi obyek perjanjian ini adalah hak PIHAK KEDUA sepenuhnya, tidak berada dalam keadaan sengketa.
2. Sehubungan dengan menjamin pada pasal 6 ayat 1, maka apabila terjadi permasalahan antar PIHAK PERTAMA dengan riwayat tanah, maka PIHAK KEDUA tidak termasuk didalam permasalahan tersebut.
PASAL 6
JAMINAN PIHAK KEDUA
1. Selama PIHAK KEDUA belum menyelesaikan kewajiban berdasarkan perjanjian ini, PIHAK KEDUA tidak berhak dan berjanji tidak akan:
a. Mengalihkan atau menandatangankan haknya atas TANAH KAVELING kepada pihak lain kecuali dengan persetujuan PIHAK PERTAMA.
b. Menjaminkan/mempertanggungkan TANAH KAVELING dengan bentuk dan dengan cara apapun kepada pihak lain.
PASAL 7 AKTA JUAL BELI
1. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat satu sama lain bahwa kedua belahpihak akan melangsungkan dan menandatangani Akta Jual Beli mengenai TANAH KAVELING, dihadapan notaris, dalam telah dipenuhi aspek-aspek sebagai berikut:
a. PIHAK KEDUA telah membayar lunas jumlah harga TANAH KAVELING serta hal yang terkait sesuai kesepakatan.
b. Akad Jual Beli telah diperoleh dan tercatat atas nama PIHAK KEDUA.
2. AKTA JUAL BELI tidak dapat dipindah tangankan sebelum kewajiban dan hak dalam perjanjian notaris selesai.
3. Pada saat melangsungkan jual beli TANAH KAVELING dihadapan notaris, PIHAK KEDUA wajib membawa dan memperlihatkan asli perjanjian ini di kwitansi-kwitansi atas setiap pembayaran dalam perjanjian ini.
PASAL 8
PEMBATALAN PERJANJIAN
1. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat satu sama lain bahwa perjanjian ini menjadi batal apabila terjadi hal-hal sebagai berikut:
a. Dalam hal PIHAK KEDUA tidak memenuhi kewajiban untuk membayar jumlah harga TANAH KAVELING, maka dengan lewatnya waktu saja telah membuktikan kelalaian PIHAK KEDUA.
b. Dalam hal PIHAK KEDUA melampaui jangka waktu 3 (tiga) bulan berturut-turut tidak melaksanakan pembayaran angsuran yang telah jatuh tempo.
c. Dalam hak PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran terhadap satu atau seluruh ketentuan pasal- pasal perjanjian ini.
d. Dalam hal PIHAK KEDUA atas kehendaknya mengundurkan diri atau membatalkan perjanjian ini karena sebab atau alasan apapun juga.
e. PIHAK KEDUA meninggal dunia dan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak saat meninggalnya PIHAK KEDUA, para ahli warisnya tidak mematuhi kewajiban sebagaimana ditentukan dalam pasal 7 perjanjian ini dimana dengan lewatnya waktu 3 (tiga) bulan saja sudah merupakan bukti yang cukup akan ketidaksanggupan para ahli waris PIHAK KEDUA.
2. PIHAK PERTAMA berhak dan diberi kuasa oleh PIHAK KEDUA untuk memutuskan perjanjian ini karena hal-hal yang disebutkan diatas dana dalam rangka melaksanakan haknya untuk memutuskan perjanjian ini, cukup dengan mengirimkan pemberitahuan secara tertulis oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ini secara tegas mengesampingkan ketentuan-ketentuan yang diatur oleh Undang-Undang.
3. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat satu sama lain bahwa dalam hal perjanjian menjadi batal, maka akan berlaku ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
a. TANAH KAVELING tetap merupakan hak milik PIHAK PERTAMA sepenuhnya, maka PIHAK KEDUA berkewajiban untuk menyerahkannya dalam keadaan kosong dan terpelihara baik kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya dalam waktu 14 hari, terhitung sejak hari dan tanggal perjanjian ini menjadi batal.
b. Dalam hal PIHAK KEDUA telah melakukan pembayaran uang boking, uang muka dan atau cicilan pembayaran dari jumlah harga TANAH KAVELING, maka PIHAK PERTAMA berhak menghanguskan uang boking dan uang muka sedangkan uang cicilan yang sudah masuk akan dikembalikan 60% cicilan.
PASAL 9
KETENTUAN TAMBAHAN
1. Apabila terjadi perselisihan, perbedaan pendapat maupun sengketa yang timbul sehubungan dengan atau sebagai akibat dari perjanjian ini, maka para kedua belah pihak akan menyelesaikan secara musyawarah.
2. PIHAK PERTAMA berhak mengalihkan segala hak yang diperolehnya berdasarkan perjanjian ini kepada pihak lain, termasuk kepada Bank yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA.
3. Dalam hal perubahan , pengurangan dan penambahan atas isi perjanjian ini, maka para kedua belah pihak akan merundingkan secara musyawarah dan mufakat serta hasilnya akan dituangkan kedalam suatu perjanjian tambahan yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjanjian ini.
4. Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani tanpa ada unsur paksaan atau tekanan dari pihak manapun juga dan karenanya perjanjian ini mengikat kedua belah pihak.
Jombang, 30 Maret 2020
PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA
USROTUN MAKFIYAH CHOIRUL RIF’AN