• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) DENGAN PEMBELAJARAN BIASA DI KELAS VIII SMP TRI JAYA MEDAN T.P. 2014/2015.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) DENGAN PEMBELAJARAN BIASA DI KELAS VIII SMP TRI JAYA MEDAN T.P. 2014/2015."

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK

(PMR) DENGAN PEMBELAJARAN BIASA DI KELAS VIII SMP TRI JAYA MEDAN T.P. 2014/2015

Oleh:

Zita Srikandi Sinaga NIM 4103111087

Program Studi Pendidikan Matematika

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

iv

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkat dan kasihNya yang memberikan kesehatan dan hikmat kepada penulis sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang direncanakan. Skripsi berjudul “Perbedaan Hasil Belajar Siswa yang Menggunakan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) dengan Pembelajaran Biasa di Kelas VIII SMP Tri Jaya Medan T.P. 2014/2015”, disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNIMED.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Katrina Samosir, M.Pd sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan, arahan dan saran-saran kepada penulis sejak awal rencana penelitian sampai dengan selesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Bapak Drs. Yasifati Hia, M.Si, Bapak Drs.W. L. Sihombing, M.Pd dan Bapak Prof. Dr. Mukhtar, M.Pd, selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan dan saran dalam penyusunan skripsi ini. Terima kasih juga kepada Bapak Drs. Zul Amry, M.Si selaku dosen Pembimbing Akademik yang telah memberikan bimbingan dan saran–saran dalam perkuliahan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si selaku Rektor UNIMED, Bapak Prof. Drs. Motlan, M.Sc., Ph.D selaku Dekan FMIPA, Bapak Drs. Syafari, M.Pd selaku Ketua Jurusan Matematika, Bapak Drs. Yasifati Hia, M.Si. selaku Sekretaris Jurusan Matematika, Bapak Drs. Zul Amry, M.Si selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, dan seluruh Bapak, Ibu Dosen beserta Staf Pegawai Jurusan Matematika FMIPA UNIMED yang sudah membantu penulis dan memberikan kelancaran selama penyusunan skripsi ini.

(4)

v

melaksanakan penelitian, dan seluruh Bapak/ Ibu guru beserta Staf Pegawai SMP Tri Jaya Medan.

Teristimewa penulis ucapkan terima kasih kepada Ayahanda tersayang P.M. Sinaga dan Ibunda tercinta M. Simbolon, yang selalu memberikan limpahan kasih sayang, doa, dorongan, semangat, dan pengorbanan yang tak ternilai harganya demi keberhasilan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Serta Abang Nico dan Adik tersayang Ayu yang begitu banyak memberikan doa dan motivasi, semangat, bantuan serta dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan studi di UNIMED serta seluruh keluarga yang tak hentinya memberikan doa, dukungan, semangat dan kasih sayangnya kepada penulis dalam menyelesaikan studi.

Terima kasih juga buat sahabat penulis yaitu Tung’s Family (Nanda, Priska, Puji, Santika, Renata, Ria, Rista, Siska, Tri Dwi, Vera) yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini serta memberikan semangat dan dukungan dan teman-teman sekelas Matematika Reguler Dik C’10 yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang senantiasa memberi dukungan berupa doa dan semangat serta menemani penulis dalam suka maupun duka, dalam tangis maupun tawa.

Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan dan kekurangan baik dari segi isi maupun tata bahasa. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Penulis berharap isi skripsi ini dapat bermanfaat dalam memperkaya ilmu pendidikan.

Medan, Agustus 2014 Penulis

(5)

vi

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Kata Pengantar iv

Daftar Isi vi

Daftar Tabel ix

Daftar Gambar x

Daftar Lampiran xi

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah 1

1.2. Identifikasi Masalah 7

1.3. Batasan Masalah 7

1.4. Rumusan Masalah 7

1.5. Tujuan Penelitian 8

1.6. Manfaat Penelitian 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1. Hasil Belajar 9

2.2. Pembelajaran 12

2.3. Pembelajaran Matematika 13

2.4. Pendekatan Pembelajaran 14

2.5. Pendekatan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik 15 2.5.1. Prinsip-Prinsip Pendekatan Pendekatan Pembelajaran 17

Matematika Realistik

2.5.2. Karakteristik Pendekatan Pendekatan Pembelajaran Matematika 19 Realistik

(6)

vii

Matematika Realistik

2.5.4. Konsep Pembelajaran dalam Pendekatan Pembelajaran 24 Matematika Realistik

2.5.5. Teori yang Melandasi Pendekatan Pembelajaran Matematika 25 Realistik

2.5.6. Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Pembelajaran 27 Matematika Realistik

2.6. Pembelajaran Biasa 30

2.7. Materi Pelajaran 32

2.7.1. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel 32 2.7.2. Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel 35 2.7.3. Aplikasi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel 40

2.8. Penelitian Relevan 41

2.9. Kerangka Konseptual 42

2.10. Hipotesis 43

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian 44

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian 44

3.3. Populasi dan Sampel 44

3.3.1. Populasi 44

3.3.2. Sampel 44

3.4. Prosedur dan Rancangan Penelitian 45

3.4.1 Prosedur Penelitian 45

3.4.2 Rancangan Penelitian 46

3.5 Variabel Penelitian 47

3.5.1. Variabel Bebas 47

3.5.2. Variabel Terikat 47

3.5.3. Variabel Kontrol 47

3.5.4. Variabel Tidak Terkontrol 47

(7)

viii

3.7. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data 49

3.7.1. Instrumen 49

3.7.2. Teknik Pengumpulan Data 50

3.8. Teknik Analisis Data 53

3.8.1. Uji Normalitas 53

3.8.2. Uji Homogenitas 54

3.8.3. Uji Hipotesis 54

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Data Hasil Penelitian 56

4.1.1 Nilai Posttes Kelas Eksperimen 1 dan Kelas Eksperimen 2 56

4.2 Analisis Data Hasil Penelitian 58

4.2.1 Uji Normalitas Data 58

4.2.2 Uji Homogenitas Data 58

4.2.3 Pengujian Hipotesis 59

4.3 Pembahasan Hasil Penelitian 59

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan 63

5.2 Saran 63

(8)

ix

[image:8.595.78.522.140.639.2]

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Langkah-langkah Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik 21 Tabel 2.2 Sintaks Pembelajaran Biasa 32

Tabel 3.1 Desain Penelitian 47

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Soal Posttes 49

(9)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen 1 67 Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen 2 99

Lampiran 3 Lembar Kerja Siswa I 123

Lampiran 4 Lembar Kerja Siswa II 131

Lampiran 5 Kisi-kisi Posttes 137

Lampiran 6 Soal Tes Akhir (Posttes) 138 Lampiran 7 Kunci Jawaban Soal Tes Akhir (Posttes) 141 Lampiran 8 Perhitungan Validitas Tes 142 Lampiran 9 Data Validitas Soal Posttes 144 Lmapiran 10 Perhitungan Reliabilitas Tes 146 Lampiran 11 Data Validitas Soal Posttes 147 Lampiran 12 Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal 149 Lampiran 13 Perhitungan Daya Beda Soal 150 Lampiran 14 Data Nilai Posttes Siswa 152 Lampiran 15 Perhitungan Rata-Rata, Varians, dan Simpangan Baku 153 Lampiran 16 Perhitungan Uji Normalitas 155 Lampiran 17 Perhitungan Uji Homogenitas 158 Lampiran 18 Perhitungan Uji Hipotesis 159

Lampiran 19 Daftar Nama Siswa 161

(10)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan suatu bangsa dan negara. Dengan adanya pendidikan maka akan tercipta suatu masyarakat yang pintar, intelek, dan memiliki kemampuan berpikir tinggi. Di samping itu dengan adanya pendidikan akan tercipta pula suatu sumber daya manusia yang berkualitas sehingga mampu berkompetensi dalam era globalisasi saat ini. Dalam rangka membentuk sumber daya manusia yang berkualitas baik dalam hal pengetahuan dan sikap maka perlu diciptakan pendidikan yang unggul yaitu pendidikan yang dapat mengembangkan potensi dan kapasitas intelektual siswa secara optimal.

Sumber daya manusia yang berkualitas sangat diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Matematika merupakan ilmu yang secara langsung maupun tidak langsung mempunyai pengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Soedjadi (2000:107) juga menyatakan bahwa :

Matematika sebagai salah satu ilmu dasar, baik secara aspek terapan maupun aspek penalarannya menpunyai peranan penting dalam upaya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini berarti bahwa sampai batas tertentu matematika perlu dikuasai oleh segenap warga bangsa Indonesia, baik penerapannya maupun pola pikirnya.”

(11)

2

menjadi syarat mutlak yang harus dikuasai untuk dapat melatih siswa berpikir dengan jelas, logis, sistematis, dan kreatif, serta memiliki kepribadian dan keterampilan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Sejalan dengan pernyataan di atas, Cornelius (dalam Abdurrahman, 2009:25) juga mengatakan bahwa :

Alasan perlunya belajar matematika yaitu karena : (1) sarana berpikir yang jelas dan konkrit, (2) sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, (3) sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk mengembangkan kreatifitas, (5) sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap budaya.

Dari penjelasan di atas jelas bahwa matematika memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan. Melihat pentingnya peran matematika tersebut seharusnya matematika menjadi mata pelajaran yang menyenangkan dan menarik karena aplikasinya langsung berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Namun kenyataan yang terjadi saat ini menunjukkan masih banyak siswa mengalami kesulitan dalam belajar matematika. Banyak kendala yang dihadapi seperti dalam hal ketelitian, kecepatan dan ketepatan dalam menghitung serta pemahaman konsep. Selain itu, matematika juga mempunyai sifat yang abstrak. Hambatan-hambatan ini menciptakan sugesti buruk terhadap matematika sebagai pelajaran yang sulit dipahami dan juga menimbulkan rasa malas untuk mempelajarinya.

Hal senada juga diungkapkan Bambang (2008:6) :

Salah satu faktor yang menyebabkan matematika dianggap pelajaran yang sulit adalah karakteristik matematika yang bersifat abstrak, logis, sistematis, dan penuh dengan lambang-lambang dan rumus yang membingungkan. Selain itu, beberapa pelajar tidak menyukai matematika karena matematika penuh dengan hitungan.

Reaksi berantai ini terus berlanjut dan semakin memperkuat anggapan bahwa

„Matematika adalah pelajaran yang sulit‟. Hal tersebut menyebabkan siswa kurang

(12)

3

Negara Indonesia saat ini masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Menurut Kompas (2013), data yang diperoleh dari UNESCO pada tahun 2013 bahwa Indonesia berada di peringkat ke-64 dari 120 berdasarkan penilaian EDI (Education Development Index) atau Indeks Pembangunan Pendidikan. Selain itu, Utari (2013) juga mengungkapkan :

Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Program for International Student Assessment (PISA) pada awal pekan Desember 2013, dari 65 negara yang terdaftar, Indonesia menduduki peringkat ke-64. Penilaian yang dilakukan setiap tiga tahun sekali ini ditinjau berdasarkan kemampuan matematika, sains, dan membaca.

Rendahnya hasil belajar matematika siswa tersebut menunjukkan ketuntasan belajar matematika siswa belum mencapai target. Keadaan ini seharusnya menjadi keprihatinan bersama dan menjadi pendorong bagi berbagai pihak agar secara aktif ikut berpartisipasi dalam pembangunan pendidikan nasional. Untuk mengatasi rendahnya nilai matematika tersebut, para pendidik juga harus berusaha mengadakan perbaikan dan peningkatan di segala segi yang menyangkut pendidikan matematika.

Abdurrahman (2009 : 252) menyatakan bahwa :

Rendahnya hasil pembelajaran matematika disebabkan karena kebanyakan siswa menganggap matematika itu sulit. Kesulitan tersebut terjadi karena mereka tidak mengerti tentang materi tersebut, pondasi dasar mereka tentang materi tersebut tidak terlalu kuat.

(13)

4

“Setiap model pembelajaran mengarahkan kita ke dalam mendesain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai.”

Merujuk pada hal ini perkembangan model pembelajaran terus mengalami perubahan dari model tradisional menuju model yang lebih modern. Model pembelajaran berfungsi untuk memberikan situasi pembelajaran yang tersusun rapi untuk memberikan suatu aktivitas kepada siswa guna mencapai tujuan pembelajaran. Tidak ada satu model pembelajaran yang paling baik di antara yang lainnya, karena masing-masing model pembelajaran dapat dirasakan baik, apabila telah diujicobakan untuk mengajarkan materi pelajaran tertentu. Oleh sebab itu, beberapa model pembelajaran yang ada perlu kiranya diseleksi agar diperoleh model pembelajaran yang mana yang paling baik untuk mengajarkan suatu materi tertentu sehingga tujuan pembelajaran matematika dapat dicapai.

Menurut Hudojo (1988 : 203), tujuan pembelajaran matematika yang harus dicapai pada pendidikan formal, antara lain :

1. Melatih cara berpikir dalam bernalar atau menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsistens, dan inkonsistens. 2. Mengembangkan aktivitas yang menyebabkan imajinasi, intuisi, dan

penemuan, mengembangkan pemikiran divergen orisinal, rasa ingin tahu, membuat prediksi, dan dugaan sementara serta mencoba-coba. 3. Mengembangkan kemampuan pemecahan masalah.

4. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, catatan, grafik, peta, diagram dalam menjelaskan.

(14)

5

dan menguasai berbagai model atau metode pembelajaran agar sesuai dengan materi yang diajarkan. Masalah klasik yang sering muncul dalam pembelajaran matematika di Indonesia adalah masih banyak guru yang melakukan proses pembelajaran matematika di sekolah dengan pembelajaran biasa atau sering disebut pendekatan konvensional, yakni guru secara aktif mengajarkan materi matematika, kemudian memberi contoh dan latihan. Di sisi lain, siswa mendengarkan, mencatat dan mengerjakan latihan yang diberikan guru. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilaksanakan peneliti di SMP Tri Jaya Medan juga diperoleh informasi bahwa cara mengajar guru masih cenderung didominasi penggunaan metode ceramah, latihan, dan tanya jawab.

Di dalam penerapannya, seringkali konsep matematika yang diajarkan kepada siswa dilakukan dengan pemberitahuan, bukan dengan cara eksplorasi melalui pengetahuan siswa. Belajar matematika akan lebih bermakna jika siswa mengalami apa yang dipelajarinya, bukan sekedar mengetahui atau menghafalnya. Menurut Sagala (2012:1) bahwa “Belajar matematika dengan mengandalkan kekuatan mengingat rumus dan menghafal konsep-konsep tanpa pemahaman adalah tidak bermakna dan menyebabkan siswa cepat melupakan konsep yang telah dipelajari.” Selain itu, guru dalam pembelajarannya di kelas jarang mengaitkan konsep matematika dengan pengalaman siswa secara nyata. Akibatnya siswa kurang mampu memahami materi matematika yang bersifat abstrak.

(15)

6

diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh siswa. Salah satu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang mudah dipahami dan dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk menemukan kembali ide dan konsep matematika melalui eksplorasi masalah-masalah nyata adalah pendekatan pembelajaran matematika realistik. Pendekatan pembelajaran matematika realistik merupakan salah satu pendekatan yang berorientasi pada aktivitas siswa dan dikembangkan untuk mendekatkan matematika kepada siswa melalui pengalaman sehari-hari. Hadi mengungkapkan bahwa :

Dalam PMR, matematika dianggap sebagai aktivitas manusia dan harus dikaitkan dengan realitas. Siswa harus diberikan kesempatan untuk menemukan kembali (to reinvent) konsep matematika di bawah bimbingan orang dewasa (guided reinventation) dan penemuan kembali ide dan konsep matematika tersebut harus dimulai dari penjelajahan berbagai persoalan dan situasi dunia riil. Sehingga matematika sebaiknya tidak diberikan kepada siswa sebagai suatu produk jadi, melainkan sebagai bentuk kegiatan dalam mengkonstruksi konsep matematika.

(16)

7

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti ingin mengetahui perbedaan hasil belajar dengan menggunakan pendekatan pembelajaran matematika realistik dan pembelajaran biasa sehingga peneliti mengambil judul penelitian tentang “Perbedaan Hasil Belajar Siswa yang Menggunakan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) dengan Pembelajaran Biasa di Kelas VIII SMP Tri Jaya Medan T.P. 2014/2015”

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka dapat diidentifikasikan beberapa masalah, sebagai berikut :

1. Matematika merupakan pelajaran yang sulit dipahami siswa 2. Rendahnya hasil belajar matematika siswa

3. Dalam proses pembelajaran, guru masih menggunakan model pembelajaran yang kurang tepat

4. Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik belum pernah diterapkan di SMP Tri Jaya Medan

1.3 Batasan Masalah

Sesuai dengan latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang dikemukakan, maka batasan masalah pada penelitian ini adalah :

1. Rendahnya hasil belajar matematika siswa

2. Guru masih menggunakan model pembelajaran yang kurang tepat 3. Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik belum pernah

diterapkan di SMP Tri Jaya Medan

1.4 Rumusan Masalah

(17)

8

1.5 Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) lebih tinggi daripada hasil belajar siswa dengan pembelajaran biasa di kelas VIII SMP Tri Jaya Medan T.P. 2014/2015.

1.6 Manfaat Penelitian

Adapun yang menjadi manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Bagi guru

Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk membandingkan model pembelajaran yang lebih baik dalam pembelajaran matematika.

2. Bagi siswa

Membuka pikiran siswa bahwa matematika itu tidak sesulit yang siswa bayangkan dan membantu siswa dalam memahami konsep matematika. 3. Bagi peneliti

Menambah wawasan pengetahuan bagi diri sendiri tentang Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) sehingga dapat diterapkan pada proses pembelajaran sesungguhnya.

4. Bagi peneliti lain

(18)

63 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari analisis data diperoleh kesimpulan, yaitu:

Hasil belajar siswa yang menggunakan pendekatan pembelajaran matematika realistik (PMR) lebih tinggi daripada hasil belajar siswa dengan pembelajaran biasa di kelas VIII SMP Tri Jaya Medan T.P. 2014/2015. Hal tersebut diperlihatkan secara statistik bahwa thitung > ttabel (2,128 > 1,672).

5.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini maka saran yang dapat peneliti berikan adalah:

1. Kepada guru dan calon guru matematika dapat menjadikan pendekatan pembelajaran matematika realistik (PMR) sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa dan dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu materi pelajaran selanjutnya supaya hasil belajar siswa menjadi lebih baik. 2. Kepada siswa disarankan untuk melakukan persiapan dalam belajar,

berperan aktif dan saling bekerjasama dalam diskusi kelompok sehingga memperoleh hasil yang lebih baik terhadap materi yang sedang dipelajari. 3. Kepada pengelola pendidikan disarankan untuk memberikan kesempatan

kepada para guru untuk melakukan perubahan dalam usaha meningkatkan hasil belajar matematika.

4. Kepada calon peneliti berikutnya agar mengadakan penelitian yang sama dengan materi ataupun tingkatan kelas yang berbeda sehingga hasil penelitian dapat berguna bagi kemajuan pendidikan khususnya pendidikan matematika.

(19)

64

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono, (2009), Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Rineka Cipta, Jakarta.

Ahref, (2013), http://7topranking.blogspot.com/2013/02/7-definisi-pendidikan-menurut-para-ahli.html (diakses pada tanggal 10/2/2014 20.17) Arikunto, Suharsimi, (2006), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,

Rineka Cipta, Jakarta.

Asmin dan Abil, (2012), Pengukuran Dan Penilaian Hasil Belajar Dengan Analisis Klasik Dan Modern, Larispa, Medan.

Bambang, R., (2008), http://rbaryans.wordpress.com/2008/10/28/membangun-keterampilan-komunikasi-matematika.html (diakses pada tanggal 12/2/2014 21.00)

Dimyati dan Mudjiono, (2009), Belajar dan Pembelajaran, Rineka Cipta, Jakarta Erman, Suherman, (1999), Strategi Belajar Mengajar Matematika, Universitas

Terbuka, Jakarta.

Hasratuddin, (2010), Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP Melalui Pendekatan Matematika Realistik : http://eprints.unsri.ac.id/841/1/3_Hasratudin_19-33.pdf (diakses pada tanggal 18/3/2014 15.23)

Hadi, Sutarto, (2005), Pendidikan Matematika Realistik dan Implementasinya, Tulip, Banjarmasin.

Hamid, Abdul, (2009), Teori Belajar dan Pembelajaran, Unimed Press, Medan. Hudojo, H, (1988), Mengajar Belajar Matematika. Depdikbud Direktorat Jenderal

Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan LPTK, Jakarta.

Husna, (2012), Studi Komparatif Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kreativitas Matematika Siswa dengan Menggunakan Pendekatan Matematika Realistik dan Pendekatan Konvensional. Medan : FMIPA UNIMED (Tidak Dipublikasikan)

(20)

65

Kompas, (2013), http://edukasi.kompasiana.com/2013/05/03/kualitas-pendidikan-indonesia-refleksi-2-mei-552591.html (diakses pada tanggal 21/3/2014 21.08)

Mushliha, (2012), Peningkatan Hasil Belajar Matematika Dan Kecerdasan Emosional Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Matematika Di Madrasah Tsana Wiyah Negeri 3 Medan Tahun Ajaran 2011/2012. Medan : FMIPA UNIMED (Tidak Dipublikasikan)

Nurhidayah, Eka, (2010), Penerapan Pembelajaran Realistik Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Pada Pokok Bahasan Aritmetika Sosial Kelas VII Smp Negeri 1 Arse Tahun Ajaran 2009/2010. Medan : FMIPA UNIMED (Tidak Dipublikasikan)

Panjaitan, Binsar, (2009), Evaluasi Program Pendidikan, Poda, Medan.

Purwanto, M. Ngalim, (2000), Prinsip-Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran, Remaja Rosdakarya, Bandung.

Rusdi, (2010), http://anrusmath.wordpress.com/2009/05/13/pengembangan-2/ (diakses pada tanggal 2/3/2014 19.15)

Sagala, Syaiful, (2012), Konsep dan Makna Pembelajaran, Alfabeta, Bandung. Sitanggang, Ahmadin, (2012), Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah

dan Komunikasi Matematik Melalui Pendekatan Matematika Realistik pada Siswa SMP Kelas VII Langsa. Medan : FMIPA UNIMED (Tidak Dipublikasikan)

Slameto, (2010), Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Rineka Cipta, Jakarta.

Soedjadi, R, (2000), Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Jakarta.

Sudjana, (2005), Metode Statistika, Tarsito, Bandung.

Sukino, (2004), Matematika untuk SMP Kelas VIII, Erlangga, Jakarta.

Sunarto, (2009), http://sunartombs. Wordpress.com/2009/03/02/model-model-pembelajaran.html (diakses pada tanggal 3/9/2014 20.00)

Suwarsono, (2011), http://dasar-teori.blogspot.com/2011/10/keunggulan-dan-kelemahan-pembelajaran.html (diakses pada tanggal 2/12/2014 12.29)

(21)

66

Trianto, (2009), Mendesain Model Pembelajaran Inovatif – Progresif, Kencana, Jakarta.

Uno, Hamzah. B, (2011), Belajar dengan Pendekatan PAIKEM, Bumi Aksara, Jakarta.

Utari. (2014), http://acdpindonesia.wordpress.com/2013/12/09/pisa-2012-pembelajaran-untuk-indonesia/ (diakses pada tanggal 5/3/2014 15.30)

Wau, Yasaratodo, (2013), Profesi Pendidikan, Unimed Press, Medan.

(22)

ii

RIWAYAT HIDUP

(23)

x

[image:23.595.80.522.110.634.2]

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Tabel 2.1  Langkah-langkah Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik 21
Gambar 2.1 Grafik Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

Referensi

Dokumen terkait

Bagi memperkasakan pendidikan dalam menghadapi ekonomi global, penulis telah menyarankan empat strategi yang perlu dilakukan iaitu pertama, negara

38 Al-Mizan adalah kata yang dipakai sebagai judul dari tafsir ini.Dipergunakannya term ini karena dalam tafsir ini banyak memuat pendapat para ulama

Penelitian yang dilakukan dengan mengolah limbah cair industri tahu menggunakan reaktor anaerob dengan penambahan kitosan didapatkan hasil seperti yang dapat dilihat pada Gambar

Maka dari itu seperti secara tidak langsung dalam prisip demokrasi ekonomi ini, negara disudutkan dan diletakkan pada posisi yang sulit dan seolah – olah negara

Sebagai penanggung jawab terhadap Implementasi manajemen pendidikan karakter peserta didik di madrasah, kepala madrasah juga harus memiliki kemampuan manajerial yang

Almilia & Briliantien (2007) meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi pada bank umum pemerintah di wilayah Surabaya dan

Pengorganisasian puskesmas membutuhkan penataan tenaga yang tepat dan apabila di puskesmas anda memiliki seorang dokter, 6 orang perawat, 8 orang bidan, 3

Untuk membatasi permasalahan yang dibahas dalam tugas akhir ini, maka penulis hanya membatasi permasalahan pada proses transaksi penjualan mulai dari pemesanan,