PENGARUH ETOS KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI
SMK PGRI 2 CIMAHI
SKRIPSI
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) pada Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran, Fakultas Pendidikan
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Indonesia.
Oleh:
Zulvy Suhardani 1100595
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MANAJEMEN PERKANTORAN
FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
PENGARUH ETOS KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI
SMK PGRI 2 CIMAHI
Oleh:
Zulvy Suhardani
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar
Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
© Zulvy Suhardani
Universitas Pendidikan Indonesia
Oktober 2015
Saya yang bertandatangan di bawahinimenyatakanskripsi yang
berjudul“Pengaruh Etos Kerja terhadap Kinerja Guru di SMK PGRI 2 Cimahi”, sepenuhnyamerupakankaryasayasendiri, tidakadabagian di dalamnya
yang merupakanplagiatdarikarya orang lain.
Sayatidakmelakukanpenjiplakanataupengopiandengancara-cara yang
tidaksesuaidenganetika yang berlakudalammasyarakatdanbidangkeilmuan.
Ataspernyataanini, sayasiapmenanggungresikoataupunsanksi yang
dijatuhkankepadasayaapabilakemudianhariditemukanadanyapelanggaranterhadape
tikakeilmuandalamkaryasayaini.
Bandung, Oktober 2015
Penulis,
ZulvySuhardani
BERITA ACARA
Skripsi ini diajukan pada :
Hari/Tanggal : Rabu, 28 Oktober 2015
Waktu : 08.00 – selesai
Tempat : Gedung Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Program Studi
Pendidikan Manajemen Perkantoran
Panitia Ujian Sidang
Ketua : Prof. Dr. H. Disman, M.Si
NIP. 195902091984121001
Sekretaris : Dr. Budi Santoso, M.Si
NIP. 19600826187031001
Penguji : 1. Dr. Janah Sojanah, M.Si
NIP. 195712191984032002
2. Drs. Hendri Winata, M.Si
NIP. 196206171988031003
3. Dr. Rasto, M.Pd
ABSTRAK
PENGARUH ETOS KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI
SMK PGRI 2 CIMAHI
oleh:
Zulvy Suhardani 1100595
Skripsi ini dibimbing oleh:
Adman S.Pd, M.Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat etos kerja guru, dan tingkat kinerja guru, serta mengetahui seberapa besar pengaruh dari etos kerja terhadap kinerja guru di SMK PGRI 2 Cimahi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah rendahnya tingkat kinerja guru di SMK PGRI 2 Cimahi. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu etos kerja guru (X) yang merupakan erat kaitanya dengan kerpibadian, perilaku dan karakternya yang menetapkan respon atau reaksi terhadap tuntutan eksternal dunia kerja. Serta variabel kinerja guru (Y) yang merupakan gambaran hasil kerja yang dilakukan pendidik terkait dengan tugas serta tanggung jawab yang dimilikinya.
Metode penelitian menggunakan metode explanatory survey, dengan teknik pengumpulan data dengan cara penyebaran angket menggunakan skala pengukuran rating scale, dengan ukuran populasi 42 orang guru di SMK PGRI 2 Cimahi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier sederhana.
Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa etos kerja guru berada pada kategori tinggi dan indikator terendah adalah produktif, sedangkan kinerja guru berada pada kategori tinggi dan indikator terendah adalah kecepatan/ketepatan kerja. Hasil penelitian adalah sebagai berikut; (1)bahwa etos kerja guru berpengaruh positif terhadap kinerja guru di SMK PGRI 2 Cimahi, (2)Kinerja guru SMK PGRI 2 Cimahi tidak banyak dipengaruhi oleh etos kerja guru, dikarenakan adanya faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kinerja guru yang tidak dikaji dalam penelitian ini.
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF WORK ETHICS TO TEACHERS
PERFORMANCE AT SMK PGRI 2 CIMAHI
By:
Zulvy Suhardani 1100595
This Script is guided by:
Adman S.Pd, M.Pd.
The study aims to identify the figure of the work ethics level of teachers, teachers’ performance level, and to identify how much the influence comes from teacher work ethics level to teachers’ performance level. The problem studied in this research is the lower degree of work ethics of teacher in SMK PGRI 2 Cimahi. The study consists of two variables: work ethics (X) which is closely related to the personality, behavior, and character that establish the response or reaction towards the external demand of working environment. Also, variable of teachers’ performance which draws the result of working that is done by related educators with the owned task and responsibility.
The study used explanatory survey method and the collecting data technique is using questionnaire by using measurement of rating scale, with the 42 teachers in SMK PGRI 2 Cimahi as the population. The analysis data technique used in the study is the simple linear regression.
The result of the study is gained that teachers’ work ethics is in the upper category and lowest indicator is productive, whereas teachers’ performance is in the upper category and the lowest indicator is the working speed/ accuracy. The result of the study as follows; (1) that teachers work ethics positively influenced the teachers’ performance in SMK PGRI 2 Cimahi, (2) teachers’ performance in SMK PGRI 2 Cimahi is not much influenced by teachers’ work ethics, it is caused by other factors which influences the teachers’ performance that is not studied in this research.
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... Error! Bookmark not defined.
ABSTRACT ... Error! Bookmark not defined.
KATA PENGANTAR ... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI ... 1
DAFTAR GAMBAR ... 3
DAFTAR TABEL ... 4
BAB I PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined.
1.1 Latar Belakang Masalah ... Error! Bookmark not defined.
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah ... Error! Bookmark not defined.
1.3 Tujuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
1.4 Kegunaan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS ... Error! Bookmark not defined.
2.1. Landasan Teori ... Error! Bookmark not defined.
2.1.1. Konsep Etos Kerja ... Error! Bookmark not defined.
2.1.2. Kinerja Guru ... Error! Bookmark not defined.
2.2. Penelitian Terdahulu ... Error! Bookmark not defined.
2.3. Kerangka Berfikir ... Error! Bookmark not defined.
2.4. Hipotesis Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
BAB III METODE DAN DESAIN PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined.
3.1. Objek Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
3.2. Metode Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
3.3. Desain Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
3.3.1. Operasionalisasi Variabel Penelitian .. Error! Bookmark not defined.
3.3.2. Populasi Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
3.3.5. Persyaratan AnalisisData ... Error! Bookmark not defined.
3.3.6. Teknik analisis data ... Error! Bookmark not defined.
3.3.7. Pengujian Hipotesis ... Error! Bookmark not defined.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... Error! Bookmark not defined.
4.1. Hasil Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
4.1.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
4.1.2. Karakteristik Responden ... Error! Bookmark not defined.
4.1.3. Deskripsi Variabel-Variabel Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
4.1.4. Pengujian Persyaratan Analisis Data .. Error! Bookmark not defined.
4.1.5. Pengujian Hipotesis Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
4.2. Pembahasan ... Error! Bookmark not defined.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN... Error! Bookmark not defined.
5.1. Kesimpulan ... Error! Bookmark not defined.
5.2. Saran ... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Struktur Etos Kerja ... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2.2 Kerangka Konseptual Proses PersepsiError! Bookmark not defined.
Gambar 2.3 Bagan Kerangka Pemikiran ... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Data Jumlah Guru SMK PGRI 2 Cimahi ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 1.2 Diagram Rekapitulasi Kehadiran Guru SMK PGRI 2 Cimahi Tahun
Pelajaran 2010/2011 – 2014/2015 ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 1.3 Kriteria Penilaian Kinerja Guru ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 1.4 Rekapitulasi Kinerja Guru dalam Perencanaan Pembelajaran,
Pelaksanaan Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 3.1 Operasional Variabel Etos Kerja Guru .. Error! Bookmark not defined.
Tabel 3.2 Operasional Variabel Kinerja Guru ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 3.3 Skala Penafsiran Skor Rata-rata ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 3.4 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r .. Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.1 Karakteristik Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenjang Pendidikan ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.4 Skala Penafsiran Skor Rata-rata ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.5 Kecenderungan Jawaban Responden terhadap Variabel Penelitian Etos
Kerja ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.6 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Kesadaran ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.7 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Semangat Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.8 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Kemauan Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.10 Tanggapan Responden Terhadp Indikator Inisiatif ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.11 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Produktif ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.12 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Peningkatan ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.13 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Wawasan ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.14 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Variabel Penelitian
Kinerja Guru ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.15 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Kualitas Kerja ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.16 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Kecepatan/Ketepatan Kerja
... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.17 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Inisiatif Dalam Kerja
... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.18 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Kemampuan Kerja .. Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.19 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Komunikasi ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.20 Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas Data ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.21 Hasil Rekapitulasi Uji Homogenitas Variabel X dan Y ... Error! Bookmark not defined.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang MasalahPerkembangan jaman menuntut adanya perubahan dan pembaharuan dari
segala bidang termasuk bidang pendidikan. Guru sebagai ujung tombak dituntut
peran aktifnya dalam perubahan dan pembaharuan pendidikan. Berkaitan dengan
tugas guru dalam proses pembelajaran, guru berperan sebagai fasilitator,
motivator dan stimulator proses pembelajaran yang mengharuskan guru
menguasai kemampuan dasar dalam mengajar. Sebagai tenaga profesional, guru
memegang peranan dan tanggung jawab yang penting dalam pelaksanaan program
pengajaran di sekolah. Guru bertanggung jawab penuh atas ketercapaian tujuan
pengajaran di sekolah. Guru merupakan pembimbing dan contoh bagi siswa
dalam pembentukan kepribadian siswa dan karena itu guru perlu mempunyai
kinerja yang baik.
Kinerja guru dirasakan masih kurang optimal karena masih belum sesuai
harapan dan hal tersebut juga terlihat dari beberapa fenomena berikut: (1) guru
melaksanakan kegiatan belajar mengajar tidak sesuai dengan alokasi waktu yang
telah ditetapkan, (2) masih adanya sebagian guru yang menjadikan mengajar
hanya sebagai kewajiban saja tanpa memikirkan kepentingan siswa dan
kepentingan sekolah, (3) Kurang adanya inisiatif guru berupa kreaktifitas dalam
kegiatan pembelajaran, (4) sebagian guru yang mementingkan kepentingan
pribadi di atas kepentingan sekolah.
Fenomena yang dijelaskan di atas bisa saja dipengaruhi oleh kinerja guru
yang tentunya berimbas terhadap kualitas guru, dimana guru merupakan salah
satu peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hamzah B. Uno dan
Nina Lamatenggo (2012:70) mengemukakan “Kinerja adalah gambaran tentang
hasil kerja seseorang berkaitan dengan tugas yang diembannya, dan didasarkan
2
Tugas yang dijalankan oleh seorang guru harus didasari dengan rasa
tanggung jawab profesional. Masih banyak sekolah di Indonesia yang tingkat
kinerja gurunya dirasakan masih kurang optimal dari yang diharapkan, salah
satunya SMK PGRI 2 Cimahi. Selama penulis melaksanakan tugas Program
Pengalaman Lapangan (PPL) di SMK PGRI 2 Cimahi, penulis memperhatikan
kinerja guru yang masih kurang optimal dilihat dari kepribadian, perilaku,
karakter serta cara melaksanakan tugasnya. Kurang keseriusan dalam
meningkatkan kinerja guru dalam segi kompetensi kepribadian, perilaku, dan
karakter menjadi salah satu kendala yang harus diperhatikan demi terciptanya
tujuan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Masalah yang menarik
untuk dikaji adalah mengenai kinerja guru. Oleh sebab itu, sekolah yang dituntut
agar gurunya memiliki kinerja yang tinggi adalah SMK PGRI 2 Cimahi.
SMK PGRI 2 Cimahi adalah sekolah swasta kejuruan yang dibina oleh
Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah
PGRI Provinsi Jawa Barat. SMK PGRI 2 Cimahi adalah hasil alih fungsi dari SPG
PGRI Cimahi yang dilikuidasi oleh pemerintah pada tahun 1988/1989. SMK
PGRI 2 Cimahi memiliki 4 program keahlian yaitu Program Keahlian
Administrasi Perkantoran, Program Keahlian Akuntansi, Program Keahlian
Pemasaran, dan Program Keahlian Farmasi.
SMK PGRI 2 Cimahi juga memiliki beberapa guru PNS, GTY (Guru Tetap
Yayasan) serta GTT (Guru Tidak Tetap). Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah
data guru di SMK PGRI 2 Cimahi dari tahun pelajaran 2010/2011 hingga tahun
Tabel 1.1
Data Jumlah Guru SMK PGRI 2 Cimahi Tahun Pelajaran 2009/2010-2013/2014
No Tahun Pelajaran Jumlah guru Jumlah
Keseluruhan
PNS GTY GTT
1 2009/2010 6 19 29 54
2 2010/2011 6 19 29 54
3 2011/2012 5 18 23 46
4 2012/2013 5 18 23 46
5 2013/2014 6 19 30 55
Sumber: Arsip Tata Usaha SMK PGRI 2 Cimahi
Tabel di atas menunjukan bahwa jumlah GTT Tetap lebih mendominasi
dibandingkan dengan PNS dan GTY. Tabel diatas menunjukan bahwa guru di
SMK PGRI 2 Cimahi masih memiliki guru yang kurang kompeten. Selain karena
jumlah GTT yang mendominasi, sebagian karyawan tata uasaha pun merangkap
sebagai guru dan mengajar di kelas. Penulis menyadari bahwa masih kurangnya
tanggung jawab yang dimiliki guru di SMK PGRI 2 Cimahi terlihat ketika
seringkali guru meninggalkan kelas dengan alasan ada rapat dan hal lain, sehingga
siswa hanya diberi tugas atau mengerjakan soal. Terkadang guru tidak datang ke
sekolah dikarenakan tidak ada jadwal mengajar atau ada sesuatu hal yang tidak
dapat ditinggalkan.
Indikasi yang muncul dilihat dari data di atas, bahwa kinerja guru masih
kurang optimal. Guru yang memiliki kinerja tinggi akan memiliki jumlah absensi
yang baik pula. Namun dengan memiliki jumlah absensi yang baik, belum tentu
memiliki kinerja yang baik. Kurangnya tingkat kinerja guru SMK PGRI 2 Cimahi
4
Tabel 1.2
Diagram Rekapitulasi Kehadiran Guru SMK PGRI 2 Cimahi Tahun Pelajaran 2010/2011 – 2014/2015
Tahun Kehadiran (%) Penurunan/
Kenaikan (%)
2009/2010 92
2010/2011 89 - 3
2011/2012 91 + 2
2012/2013 85 - 6
2013/2014 90 + 5
Sumber: Arsip Tata Usaha SMK PGRI 2 Cimahi (Data sudah diolah)
Data rekapitulasi kehadiran guru di atas menggambarkan tingkat kehadiran
guru mengalami kenaikan dan penurunan. Data rekapitulasi diatas dapat
menggambarkan masih kurangnya keseriusan serta komitmen guru terhadap
tanggung jawabnya. Tingkat kehadiran guru pada tahun 2009/2010 sampai tahun
2010/2011 mengalami penurunan sebesar 3% dari 92% menjadi 89%. Kemudian
dari tahun 2010/2011 sampai tahun 2011/2012 mengalami kenaikan sebesar 2%
dari 89% menjadi 91%. Pada tahun 2011/2012 sampai 2012/2013 mengalami
penurunan sebesar 6% dari 91% menjadi 85%. Kemudian mengalami kenaikan
pada tahun 2013/2014 sebesar 5% menjadi 90% dari tahun 2012/2013 dengan
tingkat kehadiran sebesar 85%. Kehadiran guru dari tahun 2010/2011 sebesar
92% yang merupakan angka tertinggi kehadiran guru pada data rekapitulasi
kehadiran guru di atas. Kehadiran guru terendah selama 5 tahun terkhir ada pada
tahun 2013/2014 sebesar 85%.
Data rekapitulasi kehadiran guru di atas, bisa diindikasikan di SMK PGRI 2
Cimahi memiliki permasalahan kinerja guru dikarenakan ketidakhadiran guru
cukup tinggi. Faktor ketidakhadiran guru merupakan satu faktor yang menunjukan
bahwa guru tersebut tidak bertanggung jawab atas pekerjaan yang telah diemban
kepadanya, karena kehadiran guru merupakan salah satu faktor yang
Penilaian kinerja terhadap guru memungkinkan guru untuk mengetahui
sampai mana kinerja yang dimiliki guru di SMK PGRI 2 Cimahi. Dalam penilaian
kinerja guru, terdapat kriteria dalam penilaian kinerja guru yang dapat dilihat
seperti berikut:
Tabel 1.3
Kriteria Penilaian Kinerja Guru
KOMPONEN KRITERIA PENILAIAN RENTANG SKOR
Perencanaan
Pembelajaran
Baik 68 -100
Cukup 34-67
Kurang 0-33
Pelaksanaan
Pembelajaran
Baik 64-95
Cukup 32-63
Kurang 0-31
Evaluasi
Pembelajaran
Baik 36-52
Cukup 18-35
Kurang 0-17
Sumber:Arsip Tata Usaha SMK PGRI 2 Cimahi
Dengan rentang skor pada kriteria penilaian kinerja guru yang relatif
berbeda, berikut merupakan aspek-aspek yang dinilai dalam perencanaan
6
Tabel 1.4
Aspek Penilaian Kinerja Guru dalam Perencanaan Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran
KOMPONEN ASPEK YANG DINILAI
Perencanaan
Pembelajaran
1. Merumuskan silabus dan RPP dengan indicator 2. Memperbaiki silabus dan RPP
3. Merumuskan indikator pembelajaran
4. Merumuskan materi
5. Merumuskan metode
6. Menentukan peraga
7. Menentukan sumber belajar 8. Merumuskan evaluasi 9. Kesesuaian dengan KTSP 10. Relevan dengan kehidupan
Pelaksanaan
Pembelajaran
1. Kehadiran melaksanakan tugas
2. Menggunakan RPP
3. Menggunakan sumber belajar yang variatif 4. Melakukan kegiatan pendahuluan
5. Penyampaian konsep materi sesuai RPP
6. Menggunakan konsep dengan bahasa yang jelas 7. Menggunakan alat peraga
8. Mendayagunakan teknologi informasi
9. Menggunakan bahasa asing dalam pembelajaran 10. Membangun pengalaman peserta didik
11. Peserta didik aktif 12. Peserta didik interaktif 13. Melakukan penilaian proses
14. Membangun suasana kelas yang menyenangkan 15. Melaksanakan tes akhir kegiatan pembelajaran 16. Memenuhi target ketuntasan
17. Mendesain remidial dan pengayaan
18. Memiliki data penilaian hasil belajar peserta didik 19. Memiliki catatan kehadiran peserta didik
Evaluasi
Pembelajaran
1. Panitia UN
2. Panitia Ulangan Umum
3. Panitia PSB 4. Menganalisis soal
5. Menyusun laporan kinerja belajar peserta didik
Sumber: Arsip Tata Usaha SMK PGRI 2 Cimahi
Hasil penilaian kinerja guru diperoleh berdasarkan aspek-aspek penilaian
kinerja guru seperti rencana pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan
evaluasi pembelajaran dapat kita lihat pada tabel data rekapitulasi kinerja guru
seperti berikut:
Tabel 1.5
Rekapitulasi Kinerja Guru dalam Perencanaan Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran
Komponen Kriteria
Tahun Rata-rata (%) 2010 (%) 2011 (%) 2012 (%) 2013 (%) 2014 (%) Perencanaan Pembelajaran
Baik 77 78 77 77 77 77 Cukup 22 22 23 22 22 22
Kurang 1 0 0 1 1 1
Pelaksanaan Pembelajaran
Baik 83 84 84 83 83 83 Cukup 17 16 16 17 16 17
Kurang 0 0 0 0 1 0
Evaluasi Pembelajaran
Baik 27 29 28 29 27 28 Cukup 62 68 68 67 69 67
Kurang 11 3 4 4 4 5
Sumber: Arsip Tata Usaha SMK PGRI 2 Cimahi (Data sudah diolah)
Tabel di atas menunjukan bahwa hasil kinerja guru pada komponen
perencanaan pembelajaran dengan kriteria “Baik” pada tahun 2010 sebesar 77%,
8
Pada tahun 2012 mengalami penurunan sebesar 1% menjadi 77% dan tak
mengalami perubahan sampai tahun 2014. Jadi pada kriteria “Baik” persentase
tertinggi ada pada tahun 2011. Pada komponen perencanan pembelajaran dengan
kriteria “Cukup” pada tahun 2010 dan 2011 sebesar 22%, lalu mengalami
kenaikan sebesar 1% pada tahun 2012 menjadi 23%. Pada tahun 2013 mengalami
penurunan sebesar 1% menjadi 22% dan tak mengalami perubahan sampai tahun
2014. Pada komponen perencanaan pembelajaran dengan kriteria “Kurang” pada
tahun 2010 sebesar 1%, lalu mengalami penurunan menjadi 0% pada tahun 2011
dan tidak ada perubahan sampai tahun 2012. Pada tahun 2013 mengalami
kenaikan menjadi 1% dan tidak mengalami perubahan sampai tahun 2014.
Komponen pelaksanaan pembelajaran dengan kriteria “Baik” pada tahun
2010 sebesar 83%, lalu mengalami kenaikan sebesar 1% pada tahun 2011 menjadi
84% dan tak berubah sampai tahun 2012. Pada tahun 2013 mengalami penurunan
sebesar 1% menjadi 83% dan tidak mengalami perubahan sampai tahun 2014.
Pada komponen pelaksanaan pelajaran pembelajaran dengan kriteria “Cukup”
pada tahun 2010 sebesar 17%, lalu mengalami penurunan sebesar 1% pada tahun
2011 menjadi 16% dan tidak mengalami perubahan sampai tahun 2012. Pada
tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 1% menjadi 17% dan kembali
mengalami penurunan pada tahun 2014 menjadi 16%. Pada komponen
pelaksanaan pelajaran pembelajaran dengan kriteria “Kurang” pada tahun 2010
sampai 2013 sebesar 0%, lalu mengalami kenaikan menjadi 1% pada tahun 2014.
Komponen evaluasi pembelajaran dengan kriteria “Baik” pada tahun 2010 sebesar 27%, lalu mengalami kenaikan sebesar 2% pada tahun 2011 menjadi 29%.
Pada tahun 2012 mengalami penurunan sebesar 1% menjadi 28%, lalu mengalami
kenaikan lagi sebesar 1% pada tahun 2013 menjadi 29% dan pada tahun 2014
mengalami penurunan sebesar 2% menjadi 27%. Pada komponen evaluasi
pembelajaran dengan kriteria “Cukup” pada tahun 2010 sebesar 62%, lalu
mengalami kenaikan sebesar 6% pada tahun 2011 menjadi 68% dan tidak
mengalami perubahan sampai tahun 2012. Pada tahun 2013 mengalami penurunan
pada tahun 2010 sebesar 11%, lalu mengalami penurunan sebesar 8% pada tahun
2011 menjadi 3%. Pada tahun 2012 mengalami kenaikan 1% mejadi 4% dan tidak
mengalami perubahan sampai tahun 2014.
Kriteria baik pada tabel di atas memiliki rata-rata terbesar pada pelaksanaan
pembelajaran sebesar 83%, lalu di ikuti oleh perencanaan pembelajaran sebesar
77% dan pada evaluasi pembelajaran memiliki persentasi terkecil sebesar 28%.
Kesimpulan dari data di atas bahwa kinerja guru belum optimal. Terlihat jelas
bahwa kinerja guru masih kurang pada rekapitulasi absen dimana jumlah guru
yang tidak hadir bisa mencapai 15%. Salah satu hal yang dapat meningkatkan
kinerja guru di sekolah yaitu dengan memperbaiki karakter, kompetensi,
konfidensi, dan karisma.
Tabel penilaian kinerja guru di atas tidak terlepas dari tugas pokok dan fungsi
guru dimana pada pelaksanaan pendidikan, guru memiliki tanggung jawab untuk
membantu perkembangan peserta didik yang tidak hanya berfokus pada aspek
intelektual saja. Undang-Undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen pasal 4 menjelaskan bahwa: “Kedudukan guru sebagai tenaga profesional
sebagaimana dimakud dalam Pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan
martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk
meningkatkan mutu pendidikan nasional”. Guru yang memiliki fungsi sebagai
agen pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Upaya dalam meningkatkan kinerja guru seperti yang dijelaskan di atas,
senada dengan pernyataan menurut Janson Sinamo (2010:31) yang
mengungkapkan bahwa “Dengan membaiknya etos keguruan yang tampak melalui menguatnya keempat pondasi sukses di atas
(karakter-kompetensi-konfidensi-karisma) maka dampak utamanya adalah meningkatkan kinerja
keguruan”.
Sturktur masalah yang dapat dikaitkan adalah bagaimana etos kerja dapat
mempengaruhi kinerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan PGRI 2 Cimahi. Oleh
karena itulah penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul
10
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah
Kajian dalam penelitian ini adalah masalah kinerja guru di SMK PGRI 2
Cimahi dalam ada tidaknya pengaruh etos kerja. Aspek tersebut diduga memiliki
banyak faktor, salah satunya etos kerja yang perlu diupayakan dalam
meningkatkan kinerja gurunya. Berdasarkan hasil kajian secar empirik terhadap
faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kinerja guru di SMK PGRI 2
Cimahi, diduga faktor yang sangat berpengaruh terhadap kinerja guru adalah
masalah etos kerja guru.
Pernyataan masalah yang dijelaskan di atas menyimpulkan bahwa masalah
dalam penelitian ini secara spesifik dirumuskan dalam pertaanyaan penelitian
(research question) sebagai berikut:
1) Bagaimana gambaran tingkat etos kerja guru di SMK PGRI 2 Cimahi?
2) Bagaimana gambaran tingkat kinerja guru di SMK PGRI 2 Cimahi?
3) Adakah pengaruh etos kerja guru terhadap kinerja guru di SMK PGRI 2
Cimahi?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan umum dari penelitian ini adalah memperoleh pengetahuan dan
melakukan kajian secara ilmiah tentang pengaruh etos kerja guru terhadap kinerja
guru di SMK PGRI 2 Cimahi. Analisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh etos
kerja guru terhadap kineja guru di SMK PGRI 2 Cimahi. Secara khusus tujuan
yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Mengetahui gambaran tingkat etos kerja guru di SMK PGRI 2 Cimahi.
2) Mengetahui gambaran tingkat kinerja guru di SMK PGRI 2 Cimahi.
3) Mengetahui adanya pengaruh etos kerja terhadap kinerja guru di SMK
1.4 Kegunaan Penelitian
Penelitian yang akan dicapai dan rumusan masalah terjawab dengan
memuaskan maka diharapkan penelitian ini dapat berguna baik secara teoritis
maupun secara praktis. Kegunaan dari penelitian ini adalah; (1) Kegunaan
Teoritis, Kegunaan teoritis yang diharapkan yaitu dapat dijadikan bahan kajian
untuk mengkaji beberapa teori ilmu pengetahuan di bidang manajemen dan
sumber daya manusia. Serta diharapkan dapat menjadi referensi untuk
penelitian-penelitian berikutnya yang lebih produktif. (2) Kegunaan Praktis, Kegunaan Praktis yang diharapkan yaitu dapat memberikan rekomendasi sebagai bahan
informasi dan evaluasi peningkatan kinerja guru sebagai salah satu upaya dalam
BAB III
METODE DAN DESAIN PENELITIAN
3.1. Objek PenelitianAdapun objek dan waktu penelitian pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
a) Tempat penelitian dilakukan di SMK PGRI 2 Cimahi yang berlokasi di Jl. Encep Kartawiria No.153 Cimahi Utara. Objek alam penelitian ini adalah seluruh guru di SMK PGRI 2 Cimahi.
b) Waktu pelaksanaan penelitian ini berlangsung pada bulan Agusutus 2015
3.2. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan Metode Survey Eksplanasi (Explanatory Survey
Method). Metode Explanatory Survey merupakan metode penelitian yang
dilakukan pada populasi besar maupun kecil, hanya saja data yang digunakan
adalah data yang diambil dari populasi dan kemudian diambil beberapa sampel,
sehingga ditemukan deskripsi dan hubungan-hubungan antar variabel. Metode ini
dibatasi pada pengertian survey sampel yang bertujuan menguji hipotesis yang
telah dirumuskan sebelumnya (testing research). Walaupun uraian mengandung
deskripsi, tetapi sebagai penelitian, relational fokus terletak pada penjelasan
hubungan-hubungan antar variabel. Menurut Sanapiah Faisal (2007:18)
dijelaskan:
Penelitian eksplanasi yaitu suatu penelitian yang dimaksudkan untuk menemukan dan mengembangkan teori, sehingga hasil atau produk penelitiannya dapat menjelaskan kenapa atau mengapa (variabel anteseden apa saja yang mempengaruhi) terjadinya suatu gejala atau kenyataan sosial tertentu.
Konsekuensi metode survey eksplanasi ini adalah diperlukannya
operasionalisasi variabel-variabel yang lebih mendasar kepada
Menurut Harun Al Rasyid dalam Ating Somantri dan Sambas Ali M
(2006:161) “Model ini akan mengungkapkan besarnya pengaruh variabel-variabel
penyebab terhadap variabel akibat”.
Penggunaan pada metode survey eksplanasi ini, penulis melakukan
pengamatan untuk memperoleh gambaran-gambaran antara dua variabel yakni
variabel etos kerja dan kinerja guru. Apakah terdapat pengaruh yang positif dari
etos kerja terhadap kinerja guru serta seberapa besar pengaruh etos kerja terhadap
kinerja guru di SMK PGRI 2 Cimahi.
3.3. Desain Penelitian
3.3.1. Operasionalisasi Variabel Penelitian
Penelitian ini terdiri atas variabel bebas (variabel independen) dan variabel
terikat (variabel dependen). Variabel bebas merupakan variabel yang
mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel
terikat (dependen). Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau
yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Penelitian ini mengkaji dua
variabel yaitu etos kerja(X) sebagai variabel independen atau variabel bebas, dan
prestasi kinerja guru (Y) sebagai variabel dependen atau variabel terikat.
3.3.1.1. Operasional Variabel Etos Kerja
Menurut Janson Sinamo (2010:258) mengatakan bahwa indikator etos kerja
pegawai dapat dilihat dari:
1. Kerja adalah Rahmat, 2. Kerja adalah Amanah, 3. Kerja adalah Panggilan, 4. Kerja adalah Aktualisasi, 5. Kerja adalah Ibadah, 6. Kerja adalah Seni,
7. Kerja adalah Kehormatan, 8. Kerja adalah Pelayanan.
Penulis menggambarkan secara lebih rinci variabel, indikator, ukuran dan
Tabel 3.1
Operasional Variabel Etos Kerja Guru
Variabel Indikator Ukuran Skala No
Item
Etos Kerja ( Variabel X)
“ Etos kerja saya
rumuskan sebagai semangat, pola pikir, dan mentalitas yang mewujud menjadi seperangkat perilaku kerja yang khas dan
berkualitas”.
Janson Sinamo (2010:3)
1. Kerja adalah Rahmat
a) Tingkat kesadaran mengerti pekerjaannya
b) Tingkat bekerja dengan rasa tulus penuh syukur
Ordinal
Ordinal
1
2
2. Kerja adalah Amanah
a) Tingkat kesadaran akan kedisiplinan bekerja b) Tingkat rasa tanggung
jawab terhadap pekerjaannya
c) Mengikuti aturan organisasi sekolah
d) Setia pada organisasi
Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal 3 4 5 6
3. Kerja adalah Panggilan
a) Rasa ingin tahu yang besar b) Tingkat keinginan untuk
bekerja
c) Tingkat bekerja tuntas penuh integritas Ordinal Ordinal Ordinal 7 8 9
4. Kerja adalah Aktualisasi
a) Melaksanakan tugas dengan kerja keras penuh semangat b) Melaksanakan pekerjaan
sesuai keinginan c) Mampu meningkatkan
prestasi kerja
d) Mampu meningkatkan hasil pekerjaan Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal 10 11 12 13
5. Kerja adalah Ibadah
a) Melaksanakan pekerjaan tanpa mengharapkan balas jasa
b) Melaksanakan pekerjaan atas dasar ibadah serta kecintaan pada pekerjaan
Ordinal
Ordinal
14
15
6. Kerja adalah Seni
a) Mampu menghasilkan banyak gagasan
b) Melaksanakan pekerjaan dengan cerdas penuh kreatif
Ordinal
Ordinal
16
17
7. Kerja adalah Kehormatan
a) Tingkat kesadaran akan peran guru sebagai teladan peserta didik
b) Bekerja tekun dengan penuh
Ordinal
Ordinal
18
Variabel Indikator Ukuran Skala No Item
8. Kerja adalah Pelayanan
a) Tingkat kemampuan bekerja paripurna penuh kerendahan hati
b) Melakukan banyak kegiatan untuk organisasi sekolah c) Memberi keuntungan bagi
organisasi di sekolah
Ordinal
Ordinal
Ordinal
20
21
22
Sumber : diadaptasi dari Janson Sinamo (2010:258)
3.3.1.2.Operasional Variabel Kinerja Guru
Menurut Hamzah B. Uno (2013:93) indikator dari kinerja pendidik yaitu:
1. Kualitas kerja
2. Ketepatan kerja
3. Inisiatif dalam kerja
4. Keampuan kerja
5. Komunikasi
Kinerja yang dimaksud dari penelitian ini adalah kinerja pendidikan yaitu
jumlah skor persepsi pendidik tentang kinerja mengajarnya, yang akan diukur dari
kinerja pendidik dalam hal ini menyangkut aspek-aspek kualitas kerja, ketepatan
kerja, inisiatif dalam kerja, kemampuan kerja dan komunikasi. Operasional
variabel kinerja guru (variabel Y) secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel
Tabel 3.2
Operasional Variabel Kinerja Guru
Variabel Indikator Ukuran Skala No
Item Kinerja (Variabel Y) Kinerja pendidik merupakan gambaran hasil kerja yang dilakukan pendidik terkait dengan tugas yang diembannya dan merupakan tanggung jawabnya.
Hamzah B. Uno (2013:93)
Kualitas kerja a) Melaksanakan tugas mengajarnya dengan penuh tanggung jawab. b) Melaksanakan evaluasi hasil
pembelajaran siswa. c) Melaksanakan proses
pembelajaran sesuai dengan RPP d) Merencanakan kegiatan
pembelajaran dengan tepat
Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal 1 2 3 4 Kecepatan/ Ketepatan kerja
a) Menerapkan hal-hal yang baru dalam pembelajaran.
b) Memberikan materi ajar sesuai dengan karakteristik yag dimiliki peserta didik.
c) Menyelesaikan program pengajaran sesuai jadwal.
Ordinal Ordinal Ordinal 5 6 7 Inisiatif dalam kerja
a) Menggunakan media dalam pembelajaran.
b) Menggunakan berbagai
administrasi sekolah dengan baik. c) Menciptakan hal-hal baru yang
lebih efektif dalam menata administrasi sekolah. Ordinal Ordinal Ordinal 8 9 10 Kemampuan kerja
a) Mampu dalam memimpin kelas. b) Mampu mengelola KBM. c) Mampu melakukan penilaian
hasil belajar peserta didik.
Ordinal Ordinal Ordinal 11 12,1 3 14 Komunikasi a) Melaksanakan layanan bimbingan
belajar.
b) Melakukan konsultasi kesiswaan
Ordinal Ordinal
15,16 17
Sumber : diadaptasi dari Hamzah B. Uno (2013:93)
3.3.2. Populasi Penelitian 3.3.2.1. Populasi
Kita harus menentukan populasinya terlebih dahulu untuk dapat
mengumpulka data yang akan diolah serta dianalisis. Pengertian populasi menurut
Pengertian populasi menurut Suharsimi Arikunto (2002:108) adalah
“Keseluruhan subjek penelitian, apabila seseorang ingin mengadakan penelitian di wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi”.
Penelitian yang dilakukan akan menggunakan populasi, dimana populasi di
dalam penelitian ini adalah populasi dari guru SMK PGRI 2 Cimahi yang
berjumlah 55 orang.
3.3.2.2. Sampel
Jumlah populasi yang akan diteliti biasanya sangat banyak. Dengan
mempertimbangkan efektifitas serta efisiensi dalam melakukan penelitian, maka
penelitian hanya akan dilakukan menggunakan sebagian dari populasi yakni
sampel. Menurut Sugiyono (2002:57) “Sampel adalah sebagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh atau
sampel total, yaitu cara pengambilan sampel dengan mengambil semua anggota
populasi yang digunakan sebagai sampel, dikarenakan jumlah populasi yang
hanya kurang dari 100 orang yaitu 55 orang.
3.3.3. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
Kegiatan pengumpulan data merupakan suatu cara yang digunakan oleh
peneliti untuk mendapatkan data yang diperlukan untuk penelitian yang
didampingi dengan instrumen pengumpulan data. Adapun teknik pengumpulan
data yang dilakukan oleh penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
3.3.3.1. Wawancara
Wawancara (interview) yaitu teknik pengumpulan data secara lisan dengan
mengadakan tanya jawab dengan pihak sekolah untuk memperoleh data mengenai
profil sekolah, gambaran etos kerja dan kinerja guru di SMK PGRI 2 Cimahi.
3.3.3.2. Kuesioner
Teknik dan alat pengumpulan data yang digunakan selanjutnya adalah
untuk kemudian disampaikan kepada responden, yang jawabannya diisi oleh
responden. Kusioner ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu kuesioner yang berisi
instrumen etos kerja dan mengenai kinerja guru.
Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala rating
scale. Skala pengukuran rating scale menurut sugiyono (2006:113) merupakan
“Skala pengukuran yang mengolah data mentah berupa angka, yang kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif”. Kuesioner yang akan digunakan dalam
penelitian ini harus melalui tahap pengujian instrumen penelitian, yang terdiri dari
uji validitas dan uji reliabilitas.
Langkah-langkah penyususnan kuesioner yang digunakan dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut :
1. Menyusun kisi-kisi dari angket atau kuesioner tersebut.
2. Merumuskan item-item pernyataan dan alternatif jawaban.
3. Menetapkan skala penelitian kuesioner. Skala penelitian jawaban
kuesioner yang digunakan adalah skala lima kategori likert, tiap
alternatif jawaban diberi skor dari rentang 1-5.
4. Melakukan uji instrumen.
3.3.4. Pengujian Instrumen Penelitian 3.3.4.1. Uji Validitas
Alat ukur (instrumen) yang digunakan dalam penelitian harus tepat (valid).
Pengujian validitas instrumen digunakan untuk mengetahui seberapa besar
ketepatan dan ketelitian suatu alat ukur di dalam mengukur gejalanya.
Pengujian validitas instrumen menggunakan formula koefisien korelasi
Product Moment dari Karl Pearson dalam Sambas Ali M (2010:26), yaitu :
�∑ − ∑ ∑
SelaluTidak
Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi antaravariabel X dan Y
X : Skor pertama, dalam hal ini X merupakan skor-skor pada item
ke-i yang akan diuji validitasnya.
Y : Skor kedua, dalam hal ini Y merupakan jumlah skor yang
diperoleh tiap responden.
∑X : Jumlah skor dalam distribusi X
∑Y : Jumlah skor dalam distribusi Y
∑X2
: Jumlah jumlah kuadrat dalam skor distribusi X
∑Y2
: Jumlah jumlah kuadrat dalam skor distribusi Y
N : Banyaknya responden
Langkah kerja yang dapat dilakukan dalam rangka mengukur validitas
instrumen penelitian adalah sebagai berikut:
1. Menyebarkan instrumen yang akan diuji validitasnya, kepada
responden yang bukan responden sesungguhnya.
2. Mengumpulkan data hasil uji coba instrumen.
3. Memeriksa kelengkapan data, untuk memastikan lengkap tidaknya
lembaran data yang terkumpul. Termasuk di dalamnya memeriksa
kelengkapan pengisian item angket.
4. Membuat tabel pembantu untuk menempatkan skor-skor pada item
yang diperoleh.
5. Memberikan/menempatkan skor (scoring) terhadap item-item yang
sudah diisi pada tabel pembantu.
6. Menghitung nilai koefisien korelasi product moment untuk setiap
bulir/item angket dari skor-skor yang diperoleh.
7. Menentukan nilai tabel koefisien korelasi pada derajat bebas (db) = n
– 2.
8. Membuat kesimpulan, dengan cara membandingkan nilai hitung r dan
nilai tabel r. Kriterianya jika nilai hitung r lebih besar (>) dari nilai
tabel r, maka item instrumen dinyatakan valid. Sebaliknya jika nilai
3.3.4.2. Uji Reliabilitas
Penelitian suatu alat pengukur (instrumen) harus bersifat reliabel. Suatu
instrumen pengukuran dikatakan reliabel jika pengukurannya konsisten, cermat
serta akurat. Suatu instrumen yang reliabel akan memberikan hasil yang sama
ketika dilakukan beberapa kali pengujian dengan melibatkan kelompok subjek
yang sama. Uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui
konsistensi dari instrumen sebagai alat ukur, sehingga hasil suatu pengukuran
dapat dipercaya.
Suharsimi Arikunto dalam Sambas Ali M (2010:31) formula yang
digunakan untuk menguji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini adalah
Koefisien Alfa (α) dari Cronbach (1951), yaitu :
11 =
�
� −1 1−
∑ ��2
�2
Dimana rumus varians sebagai berikut :
�2=∑
2− ∑ 2
� �
Keterangan :
11 : reliabilitas instrumen/koefisien korelasi/korelasi alpha
k : banyaknya bulir soal
∑ ��2 : jumlah varians bulir
�2 : varians total ∑X : jumlah skor N : jumlah responden
Langkah kerja yang dapat dilakukan dalam rangka mengukur reliabilitas
instrumen penelitian adalah sebagai berikut :
1. Menyebarkan instrumen yang akan diuji reliabilitasnya, kepada
responden yang bukan responden sesungguhnya.
3. Memeriksa kelengkapan data, untuk memastikan lengkap tidaknya
lembaran data yang terkumpul. Termasuk di dalamnya memeriksa
kelengkapan pengisian item angket.
4. Membuat tabel pembantu untuk menempatkan skor-skor pada item
yang diperoleh.
5. Memberikan/menempatkan skor (scoring) terhadap item-item yang
sudah diisi pada tabel pembantu.
6. Menghitung nilai varians masing-masing item dan varians total.
7. Menghitung nilai koefisien alfa.
8. Menentukan nilai tabel koefisien korelasi pada derajat bebas (db) = n
– 2.
Membuat kesimpulan, dengan cara membandingkan nilai hitung r dan nilai
tabel r. Kriterianya jika nilai hitung r lebih besar (>) dari nilai tabel r, maka
instrumen dinyatakan reliabel. Sebaliknya, jika nilai hitung r lebih kecil (<) dari
nilai tabel r, maka instrumen dinyatakan tidak reliabel.
3.3.5. Persyaratan Analisis Data
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui kenormalan data. Sedangkan uji
linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel terikat
dengan masing-masing variabel bebas bersifat linear. Dari masing-masing
pengujian akan dibahas sebagai berikut:
3.3.5.1. Uji Normalitas
Pengujian normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya suatu
distribusi data. Hal ini penting diketahui berkaitan dengan ketetapan pemilihan uji
statistik yang akan dipergunakan. Pengujian normalitas ini harus dilakukan
apabila belum ada teori yang menyatakan bahwa variabel yang diteliti adalah
normal.
Penggunaan statistik parametrik, bekerja dengan asumsi bahwa data setiap
variabel penelitian yang akan dianalisis membentuk distribusi normal, maka
dianalisis itu berdistribusi normal atau tidak. “Suatu data yang membentuk
distribusi normal bila jumlah data di atas dan di bawah rata-rata adalah sama,
demikian juga simpangan bakunya” (Sugiyono, 2004:69). Uji normalitas yang
penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode Liliefors Test, karena
kelebihan Liliefors Test adalah penggunaan/penghitungannya yang sederhana,
serta cukup kuat (powerfull) sekalipun ukuran sampel kecil (n=4), Harun Al
Rasyid dalam Ating Somantri dan Sambas Ali M (2006). Langkah kerjanya
sebagai berikut:
1. Susunlah data dari kecil ke besar. Setiap data ditulis sekali, meskipun ada beberapa data :
2. Periksa data, berapa kali munculnya bilangan-bilangan itu (frekuensi harus ditulis).
3. Dari frekuensi susun frekuensi kumulatifnya.
4. Berdasarkan frekeunsi kumulatif, hitunglah proporsi empirik (observasi), , fki = fi + fkisebelumnya.
5. Hitung nilai z untuk mengetahui theoritical proportion pada tabel z:
dimana nilai z, Formula,
S
i _
Dimana : n i
_ dan
1 ) ( 2 2 n n x i S i
6. Menghitung therotical proportion:
7. Bandingkanlah emphirical proportion dengan theoritical proportion, kemudian carilah selisih terbesar di dalam titik observasi antara kedua proporsi tadi.
8. Carilah selisih terbesar di luar titik observasi
9. Apabila Dhitung
Dtabel dengan derajat kebebasan (dk) (0,05), makadapat dinyatakan bahwa sampel penelitian mengikuti distribusi normal.
3.3.5.2. Uji Linieritas
Uji linieritas, dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel
terikat dengan masing-masing variabel bebas bersifat linier. Uji linieritas
dilakukan dengan uji kelinieran regresi. Langkah-langkah yang dapat dilakukan
dalam pengujian linieritas regresi menurut Ating Somantri dan Sambas Ali M
2. Menghitung jumlah kuadrat regresi (JK reg(a)) dengan rumus :
JK reg(a) =
(Σ )2
3. Menghitung jumlah kuadrat regresi b І a (JK reg(a)) dengan rumus :
�( / )= −
∑ .∑
4. Menghitung jumlah kuadrat residu (JKres) dengan rumus : JKres = ΣY2– JKreg (b/a) – JK reg (a)
5. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi a (RJKreg(a)) dengan rumus :
RJKreg(a)= JK reg (a)
6. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi b/a (RJKreg(a)) dengan rumus :
RJKreg(a) = JKreg (b/a)
7. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat residu (RJKres) dengan rumus : RJKres= JKres
N – 2
8. Menghitung jumlah kuadrat error (JKE) dengan rumus :
� = 2− ∑
2
�
9. Untuk menghitung JKE urutkan data x mulai dari data yang paling kecil sampai data yang paling besar berikut disertai pasangannya. 10. Menghitung jumlah kuadrat tuna cocok (JKTC) dengan rumus:
JKTC = JKres – JKE
11. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat tuna cocok (RJKTC) dengan rumus :
RJKTC = JKTC
K – 2
12. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat error (RJKE) dengan rumus : RJKE = JKE
N – k
13. Mencari nilai uji F dengan rumus : F = RJKTC
RJKE
14. Menentukan kriteria pengukuran : Jika nilai uji F < nilai tabel F, maka distribusi berpola linier.
15. Mencari nilai Ftabel pada taraf signifikan 95% atau α = 5 %
16. Membandingkan nilai uji F dengan nilai tabel F kemudian membuat kesimpulan.
3.3.5.3. Uji Homogenitas
Pengujian homogenitas mengasumsikan bahwa setiap variabel memiliki
varians yang homogen. Uji statistika yang akan dibahas dalam hal ini adalah uji
digunakan adalah apabila nilai hitung X2> nilai tabel, maka H0 menyatakan
varians skornya homogen ditolak, dalam hal lainnya diterima. Nilai hitung
diperoleh dengan rumus :
2
1 2
. 10
1n B dbLogS X
Sumber : Ating Somantri dan Sambas Ali M (2006:294)
Dimana :
S12 = varians tiap kelompok data
db1 = n – 1 = derajat kebebasan tiap kelompok
B = Nilai Barlett = ( Log S2gab) (∑db1)
S2gab = varians gabungan =
db S db
S gab i
2
2 .
Ating Somantri dan Sambas Ali M (2006:295) mengemukakan
langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pengujian homogenitas varians ini adalah
sebagai berikut :
1. Menentukan kelompok-kelompok data dan menghitung varians untuk tiap kelompok tersebut.
2. Membuat tabel pembantu untuk memudahkan proses penghitungan. 3. Menghitung varians gabungan.
4. Menghitung log dari varians gabungan. 5. Menghitung nilai barlett.
6. Menghitung nilai.
7. Menentukan nilai dan titik kritis. 8. Membuat kesimpulan.
3.3.6. Teknik analisis data 3.3.6.1. Analisis Deskriptif
Teknik analisis data deskriptif merupakan bagian dari teknik analisis data,
Teknik analisis data penelitian secara deskriptif dilakukan melalui statistika deskriptif, yaitu statistika yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat generalisasi hasil penelitian.
Analisis ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah
dirumuskan dalam rumusan masalah. Untuk menjawab rumusan masalah nomor 1
dan 2 maka teknik analisis data yang akan digunakan adalah teknik analisis
deskriptif yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat etos kerja guru dan tingkat
kinerja guru. Untuk mempermudah dalam mendeskripsikan variabel penelitian,
digunakan kriteria tertentu yang mengacu pada skor angket yang diperoleh dari
responden. Data yang diperoleh kemudian diolah, maka diperoleh rincian skor dan
kedudukan responden berdasarkan urutan angket yang masuk untuk
masing-masing variabel. Untuk itu penulis menggunakan langkah-langkah seperti yang
dikemukakan oleh Sugiyono (2002:81) yaitu :
1. Menentukan jumlah skor kriterium (SK) dengan menggunakan rumus: SK=ST x JB x JR.
2. Membandingkan jumlah skor hasil angket dengan jumlah skor item, untuk mencari jumlah skor dari hasil angket dengan rumus:
∑xi= x1 x2 x3 ...+x37.
Keterangan :
X1 = Jumlah skor hasil angket variabel x
X1-Xn = Jumlah skor angket masing masing responden
3. Membuat daerah kontinum. Langkah langkahnya sebagai berikut: a. Menentukan kontinum tertinggi dan terendah
Sangat Tinggi : K = ST x JB x JR Sangat Rendah : K = SR x JB x JR
b. Menentukan selisih skor kontinum dari setiap tingkatan dengan rumus:
R = � � ��� − � ℎ
5
c. Menentukan daerah kontinum sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah dengan cara menambahkan selisih (R) dari mulai kontinum sangat rendah ke kontinum sangat tinggi. d. Sebagaimana hasil perhitungan dari langkah-langkah di atas,
Tabel 3.3
Skala Penafsiran Skor Rata-rata
No Skor Kriterium Kategori Penafsiran
1. 1,00 – 1,79 Sangat rendah Tidak Pernah
2. 1,80 – 2,59 Rendah Pernah
3. 2,60 – 3,39 Sedang Kadang-kadang
4. 3,40 – 4,19 Tinggi Sering
5. 4,20 – 5,00 Sangat Tinggi Selalu
Sumber : Pengolahan Data Penelitian.
3.3.6.2. Analisis Inferensial
Statistik inferensial meliputi statistik parametris yang digunakan untuk data
interval dan ratio serta statistik nonparametris yang digunakan untuk data nominal
dan ordinal. Dalam penelitian ini menggunakan analisis parametris karena data
yang digunakan adalah data interval. Ciri analisis data inferensial adalah
digunakan rumus statistik tertentu (misalnya uji t, uji F, dan lain sebagainya).
Analisis data ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan nomor 3 yang telah
dirumuskan dalam rumusan masalah, maka teknik analisis data yang digunakan
adalah analisis regresi, yaitu “seberapa besar pengaruh positif dan seberapa besar
pengaruh tingkat etos kerja terhadap tingkat kinerja guru di SMK PGRI 2
Cimahi”.
Adapun langkah yang penulis gunakan dalam analisis regresi seperti yang
dikemukakan oleh Ating Somantri dan Sambas Ali M (2006:243), yaitu :
1. Mengadakan estimasi terhadap parameter berdasarkan data empiris.
2. Menguji berapa besar variasi variabel dependen dapat diterangkan oleh variabel independen.
3. Menguji apakah estimasi parameter tersebut signifikan atau tidak.
4. Melihat apakah tanda dan magnitud dari estimasi parameter cocok dengan teori.
X = variabel bebas
a = penduga bagi intersap (α)
b = penduga bagi koefisien regresi (β)
α dan β parameter yang nilainya tidak diketahui sehingga
diduga menggunakan statistika sampel.
Data yang sudah berskala interval, maka hipotesis dapat langsung diuji
dengan menggunakan uji persyaratan regresi yang meliputi uji normalitas,
linieritas dan homogenitas, setelah itu dilakukan pengujian hipotesis untuk
mengetahui signifikansinya.
Melakukan analisis data terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi
sebelum pengujian hipotesis dilakukan, terlebih dahulu harus dilakukan beberapa
pengujian yaitu Uji Normalitas, Uji Homogenitas dan Uji Linieritas.
3.3.7. Pengujian Hipotesis
Meyakinkan adanya pengaruh antara variabel bebas (X) dengan variabel
terikat (Y) perlu dilakukan uji hipotesis atau uji signifikansi. Uji hipotesis akan
membawa pada kesimpulan untuk menerima atau menolak hipotesis.
Pengujian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini mengikuti
langkah-langkah sebagai berikut:
a. Merumuskan Hipotesis Statistik
H0 : β = 0 artinya tidak terdapat pengaruh positif etos kerja terhadap
kinerja guru di SMK PGRI 2 Cimahi.
H1 : β ≠ 0 artinya terdapat pengaruh positif etos kerja terhadap kinerja
guru di SMK PGRI 2 Cimahi.
b. Membuat Persamaan Regresi
Kegunaan analisis regresi sederhana adalah untuk meramalkan
(memprediksi) variabel terikat (Y) bila variabel bebas (X) diketahui.
Regresi sederhana dapat dianalisis karena didasari oleh hubungan
fungsional atau hubungan sebab akibat (kausal) variabel bebas (X)
Persamaan regresi sederhana dirumuskan:
Ŷ = a + bX Keterangan :
Ŷ = Etos Kerja
X = Kinerja Guru
a = Nilai konstanta harga Y jika X = 0
b = Nilai arah sebagai penentu nilai prediksi yang
menunjukkan nilai peningkatan (+) atau nilai penurunan (-)
variabel Y
Dimana :
22 Xi Xi n Yi Xi XiYi n b
Sedangkan a dicari dengan menggunakan rumus :
bX Y n X b Y
a
c. Uji Signifikansi
Kriteria pengujian keberartian persamaan regresi adalah tolak H0
jika probabilitas lebih kecil daripada
= 0,05. Dapat disimpulkankoefisien regresi signifikan, atau etos kerja benar-benar berpengaruh
secara signifikan terhadap kinerja guru. Artinya H1 yang diajukan
diterima pada
= 0,05Untuk mengetahui diterima atau ditolak hipotesis yang diajukan,
dilakukan uji signifikansi. Menurut Riduwan (2008:149) uji signifikansi
dapat dilakukan dengan menggunakan uji F sebagai berikut:
Langkah 1. Mencari jumlah kuadrat regresi (JKReg[a]) dengan rumus :
YJK
2
JKReg[b│a] =
n Y X XYb. .
Langkah 3. Mencari jumlah kuadrat residu (JKRes) dengan rumus : ) ( Re ) | ( Re 2
Res
Yi
JK
gbaJK
gaJK
Langkah 4. Mencari rata-rata jumlah kuadrat regresi (RJKReg[a])
dengan rumus : RJKReg[a] = JKReg[a]
Langkah 5. Mencari rata-rata jumlah kuadrat regresi (RJKReg[b│a]) dengan rumus : RJKReg[b│a] = JKReg[b│a]
Langkah 6. Mencari rata-rata jumlah kuadrat residu (RJKRes) dengan
rumus : RJKRes = 2 Re
n JK s
Langkah 7. Menguji Signifikansi dengan rumus : Fhitung =
Res Reg(b/a)
RJK RJK
Mencari Ftabel dengan rumus :
Ftabel = F (1-α) (dk reg b│a, dk res)
= F(1-0,05)(dk reg b│a = 1,dk res 33-2)
= F(0,95)(1,31)
Cara mencari = Ftabel, dkreg b│a = 1 sebagai angka pembilangdkres=31
sebagai angka penyebut
Langkah 8. Membandingkan F hitung dengan F tabel .Kriteria yang
digunakan yaitu:
1. H0 ditolak dan H1 diterima, apabila F hitung ≥ F tabel dinyatakan
signifikan (diterima).
2. H0 dterima dan H1 ditolak, apabila F hitung ≤ F tabel dinyatakan
tidak signifikan (ditolak).
d. Menghitung Koefisien Korelasi
Untuk mengetahui hubungan variabel X dengan Y dicari dengan
menggunakan rumus Koefisien Korelasi Pearson Product Moment, yaitu
2 2 2 2 Y Y N X X N Y X XY N rxy Riduwan (2008:136)Sedangkan untuk mengetahui kadar pengaruh variabel X terhadap
[image:42.595.164.457.246.389.2]variabel Y dibuat klasifikasi sebagai berikut :
Tabel 3.4
Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Cukup Tinggi
0,60 – 0,799 Tinggi
0,80 – 1,00 Sangat Tinggi
Sumber : Riduwan (2008:136)
e. Menghitung Nilai Determinasi
Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi atau sumbangan
variabel yang diberikan variabel etos kerja terhadap variabel kinerja guru
digunakan rumus koefisien determinasi (KD) sebagai berikut :
Sumber : Ating Somantri (2006:341)
Dengan r2 dicari dengan rumus sebagai berikut :
r2 =
2 2
) ( ) )( ( Yi Yi n Yi Xi XiYi n b
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. KesimpulanHasil penelitian dan perhitungan serta analisa data yang telah dilakukan,
maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Gambaran tingkat etos kerja di SMK PGRI 2 Cimahi yang terdiri dari
delapan indikator yaitu (1) Kerja adalah Rahmat, (2) Kerja adalah
Amanah, (3) Kerja adalah Panggilan, (4) Kerja adalah Aktualisasi, (5)
Kerja adalah Ibadah, (6) Kerja adalah Seni, (7) Kerja adalah Kehormatan,
(8) Kerja adalah Pelayanan. Hal Tersebut berimplikasikan terhadap
peningkatan kinerja guru di SMK PGRI 2 Cimahi. Secara empirik
diketahui bahwa indikator kerja adalah amanah menjadi tingkat
persentase lebih tinggi. Sedangkan pada indikator kerja adalah panggilan
menjadi tingkat persentase terendah.
2. Gambaran kinerja guru dapat dilihat dari perencanaan pembelajaran,
pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran di sekolah. Dari
hasil nilai kinerja guru tersebut peneliti dapat melihat apakah suatu
kinerja dikatakan tinggi atau rendah. Gambaran tingkat kinerja guru di
SMK PGRI 2 Cimahi dapat dikatakan berada pada tingkat tinggi. Hasil
penelitian diukur melalui beberapa indikator, yaitu: (1) Kualitas, (2)
Kecepatan/Ketepatan kerja, (3) Inisiatif dalam kerja, (4) Kemampuan
kerja, (5) Komunikasi. Berdasarkan pada indikator-indikator tersebut,
maka diketahui bahwa indikator kualitas kerja memperoleh skor tertinggi
sedangkan kecepatan/ketepatan kerja dalam kerja memperoleh skor
terendah.
3. Etos kerja berpengaruh positif terhadap kinerja guru di SMK PGRI 2
Cimahi ditunjukan oleh hasil perhitungan dan analisis data yang
menunjukan bahwa terdapat pengaruh cukup kuat dari variabel etos kerja
terhadap kinerja guru. Artinya terdapat pengaruh positif etos kerja
menunjukan bahwa etos kerja menjadi prediktor yang cukup
diperhitungkan bagi kinerja guru.
5.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas dan merujuk kepada hasil dari penelitian
yang telah peneliti lakukan maka peneliti memberikan saran yang dikemukakan
sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil perhitungan dari skor jawaban responden menunjukan
bahwa indikator terendah adalah indikator produktif. Merujuk pada hasil
perhitungan tersebut, salah satu upaya agar kinerja meningkat, yaitu
dengan mengikut sertakan guru dalam kegiatan organisasi sekolah diluar
kegiatan pembelajaran guna mengembangkan organisasi sekolah melalui
peran guru sebagai pengawas organisasi sekolah, sehingga tujuan
organisasi sekolah dapat dicapai sesuai dengan yang diharapkan.
2. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja guru di SMK PGRI 2 Cimahi
berada pada kategori tinggi. Seiring dengan tingginya kategori pada
kinerja guru, masih terdapat beberapa hal yang lemah. Penulis
merekomendasikan untuk mempertahankan tingkat kinerja guru yang ada
serta meningkatkan hal-hal yang masing dianggap lemah seperti pada
indikator kecepatan/ketepatan kerja dalam bekerja. Menumbuhkan sikap
etos kerja dengan sigap serta tepat guna dalam bekerja dalam upaya
meningkatkan kecepatan/ketepatan dalam bekerja.
3. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa etos kerja mempunyai
pengaruh yang positif terhadap kinerja guru di SMK PGRI 2 Cimahi.
Mengingat bahwa etos kerja berpengaruh terhadap kinerja guru, maka
peneliti menyarankan guru untuk menumbuhkan sikap etos kerja serta
meningkatkan etos kerja di setiap kegiatan sekolah saat pembelajaran
4. Peneliti sadar masih terbatasnya lingkup penelitian yang dilakukan, maka
disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian
dengan ruang lingkup serta pemahaman yang leih luas, dan memperluas
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: Bina Aksara.
Castetter, BW. (1996). The Human Resource Function in Educational
Administration. New Jersey: Practise Hall.
Faisal, Sanafiah. (2007). Format-format Penelitian Sosial. Jakarta: Grafindo
Gibson. (1996). Organisasi. Jakarta Barat: Binarupa Aksara.
Iskandar, Zulrizka. (2012). Psikologi Lingkungan: Teori dan Konsep, Bandung:
PT Remaja Rosdakarya
Khasanah, Uswatun, (2004). Etos Kerja Sarana Menuju Puncak Prestasi.
Yogyakarta: HarapanUtama.
Mangkunegara, Anwar Prabu. (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia
Perusahaan Cetakan Pertama. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mathis, Robert L. Dan Jackson. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia.
Jakarta: Salemba Empat.
Muhaimin, Muh Yahya. (2013). Pengaruh Etos Kerja Terhadap Kinerja Guru di
Madrasah Ibtidaiyah Darul Huda Ngaglik Sleman Yogyakarta.
Yogyakarta
Muhidin, Sambas A dan Abdurahman Maman. (2007). Analisis Korelasi Regresi
dan Jalur dalam Penelitian. Bandung: CV Pustaka Setia.
Muhidin, Sambas A dan Somantri, Ating. (2006). Aplikasi Statistika dalam
Penelitian. Bandung: Pustaka Setia.
_______. (2010). Statistika 2 Pengantar untuk Penelitian. Bandung: Karya
Adhika Utama.
Mulyana, A.Z. (2010). Rahasia Menjadi Guru Hebat. Jakarta: PT Gramedia
Widiasarana Indonesia. Tersedia [Online]:
https://books.google.co.id/books
Naagarazan, R.S. (2006). A Textbook On Professional Ethics and Human Values.
New Delhi: New Age International. Tersedia: [Online]
https://books.google.co.id/books
Notoatmodjo, S. (2009). Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta : Rineka
Cipta.
Riduwan. (2008). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: Alfabeta.
Saondi, Ondi dan Suherman, Aris (2010). Etika Profesi Keguruan. Bandung. PT:
Refika Aditama.
Sinamo, Janson (2005), 8 Etos Kerja Profesional, Jakarta, Institut Darma
Mahardika.
____________. (2010). 8 Etos Keguruan. Jakarta: Institut Darma Mahardika
Siregar, S. (2000). Sumber daya manusia (Konsep Universal Etos Kerja). Jakarta:
PT. Gramedia
Soewarso, Tjoek. (1996). Persepsi Tentang Etos Kerja Kaitannya dengan Nilai
Budaya Masyarakat. Semarang: Depdikbud Dirjen Kebudayaan.
Sugiyono. (2002). Teknik Analisis Regresi dan Korelasi bagi Para Peneliti.
Bandung: Tarsito.
_______. (2004). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV Alfabeta.
_______. (2006). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D). Bandung: CV Alfabeta.
_______. (2007). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Tabrani Rusyan dkk. (2000) Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. Cianjur:
CV. Dinamika Karya Cipta
Terry, George R. dan Rue, Leslie W. (2005). Dasar – Dasar Manajemen. Jakarta:
Bumi Aksara
Tjutju Yuniarsih dan Suwatno. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia.
Alfabeta. Bandung
Ukas, Maman. (2010). Pengantar Manajemen. Bandung: Agnini
Uno, Hamzah B. dan Nina Latamenggo. (2012). Teori Kinerja dan
Pengukurannya. Jakarta: PT Bumi Aksara.
__________. (2013). Teori Kinerja dan Pengukurannya. Jakarta: PT Bumi
Aksara.
Veitzal, Rivai dan Ahmad Fawzi Moh. Basri. (2005). Performance Apprais: PT.
Raja Grafindo Persada.
Karya Ilmiah Jurnal & Skripsi :
Djasuli, Mohamad dan Harwida, Gita Arasy. (Vol.4 : 2011). Etos Kerja Spritual
sebagai Moderator Hubungan antara Motivasi Kerja dengan Kinerja
Pegawai Negeri Sipil. Proceeding PESAT.
Fajriyani, Yuyun (2013) Pengaruh Ga