• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS SIKAP SISWA TERHADAP P ELA KSANAAN PROGRAM PRAKTIK INDUSTRI DALAM PENDIDIKAN SISTEM GANDA DITINJ AU DARI PRES TASI BELAJAR DAN PEKERJAAN ORANG TUA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "ANALISIS SIKAP SISWA TERHADAP P ELA KSANAAN PROGRAM PRAKTIK INDUSTRI DALAM PENDIDIKAN SISTEM GANDA DITINJ AU DARI PRES TASI BELAJAR DAN PEKERJAAN ORANG TUA"

Copied!
139
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS SIKAP SISWA TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PRAKTIK INDUSTRI DALAM PENDIDIKAN SISTEM GANDA DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR DAN PEKERJAAN ORANG TUA

Studi Kasus pada “SMK Sanjaya Pakem”

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Akuntansi

Oleh :

FB. BYAR TRI PARYONO NIM : 001334108

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(2)

SKRIPSI

ANALISIS SIKAP SISWA TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PRAKTIK INDUSTRI DALAM PENDIDIKAN SISTEM GANDA DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR DAN PEKERJAAN ORANG TUA

Studi kasus pada “SMK Sanjaya Pakem”

Oleh :

FB. BYAR TRI PARYONO

NIM : 001334108

Telah disetujui oleh :

Pembimbing

(3)

SKRIPSI

ANALISIS SIKAP SISWA TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PRAKTIK INDUSTRI DALAM PENDIDIKAN SISTEM GANDA DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR DAN PEKERJAAN ORANG TUA

Studi kasus pada “SMK Sanjaya Pakem”

Dipersiapkan dan ditulis oleh :

FB. BYAR TRI PARYONO

NIM : 001334108

Telah dipertahankan didepan Panitia Penguji Pada tanggal 1 Mei 2007

dan dinyatakan telah memenuhi syarat

Susunan Panitia Penguji

Nama Lengkap Tanda Tangan

Ketua Drs. Sutarjo Adisusilo.,J.R. ...

Sekretaris S.Widanarto P.,S.Pd.,M.Si. ...

Anggota Drs. Fx. Muhadi, M.Pd ...

Anggota S.Widanarto P.,S.Pd.,M.Si. ...

Anggota Ig. Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. ...

Yogyakarta, 1 Mei 2007

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas sanata Dharma

Dekan,

(4)

MOTTO

Kerjakanlah segala sesuatu dengan sepenuh hati, bukan hanya karena orang lain mengatakan bahwa anda harus mengerjakannya, melainkan karena anda percaya bahwa anda harus mengerjakannya.

( J. D. Walters )

Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. ( PKH 3:11 )

Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan kamu akan menerimannya.

(5)

HALAMAN PERSEMBAHAN

Hasil karya berupa skripsi ini kupersembahkan pada :

Universitas Sanata Dharma

Papa “J” dan Bunda Maria

Bapak dan Ibu yang terkasih, “aku telah menjadi Sarjana”

Kakong dan Simbok

Mas Irwan dan Mas Gagat

(6)

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan

dalam kutipan daftar pustaka,sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 1 Mei 2007

Penulis

(7)

ABSTRAK

ANALISIS SIKAP SISWA TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PRAKTIK INDUSTRI DALAM PENDIDIKAN SISTEM GANDA

DITINJAU DARI PRESTASI DAN PEKERJAAN ORANG TUA

Studi Kasus di “SMK Sanjaya Pakem”

FB. Byar Tri Paryono Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta 2007

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) sikap siswa terhadap pelaksanaan Praktik Industri dalam Pendidikan Sistem Ganda, (2) perbedaan sikap siswa terhadap pelaksanaan Praktik Industri dalam Pendidikan Sistem Ganda ditinjau dari prestasi belajar, (3) perbedaan sikap siswa terhadap pelaksanaan Praktik Industri dalam Pendidikan Sistem Ganda ditinjau dari pekerjaan orang tua. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SMK Sanjaya Pakem, Sleman, Yogyakarta pada bulan Maret 2006 yang berjumlah 112 siswa. Penulis mengambil sampel sebanyak 80 siswa dengan teknik proportional random

sampling, sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dan

dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Multiattribute Attitute Model

(MAM) dan Chi – Square dengan taraf signifikansi 5%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) sikap siswa terhadap pelaksanaan Praktik Industri dalam Pendidikan Sistem Ganda adalah 24,9064 ini menunjukkan sikap yang sangat baik / sangat positif, (2) ada perbedaan sikap siswa terhadap pelaksanaan Praktik Industri dalam Pendidikan Sistem Ganda

ditinjau dari prestasi belajar ( 2 13,460 2 3,841

tabel

hitung

 ), (3) ada perbedaan

sikap siswa terhadap Program pelaksanaan Praktik Industri dalam Pendidikan

Sistem Ganda ditinjau dari pekerjaan orang tua ( 2 4,237 2 3,841

tabel hitung

(8)

ABSTRACT

THE ANALYSIS OF STUDENTS’ ATTITUDE TOWARD INDUSTRIAL PRACTICE PROGRAM IN DUAL EDUCATION SYSTEM BASED ON

THE STUDENTS’ ACHIEVEMENTS AND THEIR PARENTS’ VOCATION

A Case Study at “SMK Sanjaya Pakem”

FB. Byar Tri Paryono Sanata Dharma University

Yogyakarta 2007

This research was aimed to find out: (1) the students’ attitudes toward the implementation of Industrial Practice program in Dual System Education, (2) the students’ attitudes difference toward the implementation of Industrial Practice program in Dual System Education viewed from the perspective of students’ achievement, (3) the students’ attitudes difference toward the implementation of Industrial Practice program in Dual System Education viewed from the perspective of parents’ vocation.

The population included in this research was the third year students of SMK Sanjaya Pakem, Sleman, Yogyakarta from March 2006 consisted of 112 students. The writer took 80 students from the population for the research sample by Proportional Random Sampling technique, and to gather the data, questionnaire and documentation were used. The data analysis techniques used was Multiattribute Attitude Model (MAM) and Chi Square with 5% significant level.

The results of the research indicated that: (1) the students’ attitude toward the implementation of Industrial Practice in Dual System Education was 24,9064 it means highly positive, (2) from the perspective of the students’ achievement, there was a difference of the students’ attitudes towards the implementation of Industrial Practice in Dual System Education

( 2 13,460 2 3,841

table

count

 ), (3) from the perspective of parents’ vocation,

there were different attitudes towards the implementation of Industrial Practice in

Dual System Education ( 2 4,237 2 3,841

table

count

(9)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Pengasih atas

berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapatmenyelesaikan penulisan skripsi

yang berjudul “Analisis Sikap Siswa Terhadap Pelaksanaan Program Praktik

Industri dalam Pendidikan Sistem Ganda Ditinjau dari Prestasi Belajar dan

Pekerjaan Orang Tua”.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar

Sarjana Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas

Sanata Dharma.

Penulis menyadari bahwa proses penyelesaian penulisan skripsi ini tidak

lepas dari bantuan dan dukungan banyak pihak. Oleh karena itu, penulis ingin

menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada :

1. Bapak T. Sarkim., M.Ed, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

2. Bapak Drs. Sutarjo Adisusilo JR, selaku Ketua Jurusan Ilmu Pengetahuan

Sosial Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

3. Bapak S. Widanarto P. S. Pd., M. Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan

Akuntansi.

4. Bapak Drs. Fx. Muhadi, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing yang dengan

sabar telah memberikan petunjuk, pengarahan, bimbingan dalam penulisan

(10)

5. Siswa-siswi SMK Sanjaya Pakem yang telah meluangkan waktu guna mengisi

kuesioner yang diberikan kepada penulis guna menyelesaikan skripsi ini.

6. Seluruh Dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi dan Karyawan

Universitas Sanata Dharma yang telah membantu selama menuntut ilmu di

Sanata Dharma hingga selesai.

7. Bapak dan Ibu yang telah memberikan dorongan dan bantuan untuk

menyelesaikan skripsi ini.

8. Kakong dan Simbok yang selalu mendoakanku dan menemaniku selama

kuliah.

9. Mas Irwan, Mas Gagat, yang telah memberikan dorongan dan bantuan untuk

menyelesaikan skripsi ini.

10.Om Chi dan Bulik Tri, aku sudah jadi dosen beneran.

11.Dek Anty yang selalu mendampingi dan memotivasi dalam menyelesaikan

skripsi ini.

12.Rekan-rekan seperjuangan, senasib dan sepenanggungan, khususnya

mahasiswa PAK C Angkatan 2000 (Uki, Ari Franky, Sigit, Todi, Hendy,

Iswenang dan seterusnya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu) yang

telah memberikan dorongan selama menyusun skripsi dan dukungan dalam

menghadapi ujian sarjana, buat teman-teman yang masih berjuang

“Semangat”

13.Rekan-rekan PAK B Angkatan 2000 (Yulek, Setyo, Catur, Qomar, Buncis,

(11)

saya sebutkan satu persatu) yang telah memberikan dorongan selama

menyusun skripsi.

14.Ari koclok terima kasih atas pinjaman komputernya, nasehatnya dan memberikan semangat serta masukannya yang bermanfaat. Sing jelas aku wis

dadi Sarjana……..

15.Indro kita sudah jadi Sarjana

16.Tarno dan Juragan terima kasih bimbingannya dan masukannya. Kapan turu

nang omahku maneh ?

17.Buat Simik makasih Printernya dan Obrolannya selama menjadi

pengangguran.

Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari sepenuhnya bahwa

skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu dengan hati terbuka penulis

menerima segala kritik dan saran serta usulan demi perbaikan skripsi ini.

Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi

semua pihak yang membacanya.

Yogyakarta, Mei 2007

(12)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...i

HALAMAN PERSETUJUAN...ii

HALAMAN PENGESAHAN...iii

HALAMAN MOTTO...iv

HALAMAN PERSEMBAHAN...v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA...vi

ABSTRAK...vii

ABSTRACT...viii

KATA PENGANTAR...ix

DAFTAR ISI...xii

DAFTAR TABEL...xv

BAB I PENDAHULUAN ...1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Batasan Masalah... 3

C. Rumusan Masalah ... 3

D. Tujuan Penelitian... 3

E. Manfaat Penelitian... 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA... 5

A. Tinjauan Teoretik ... 5

1. Pendidikan Sistem Ganda di SMK ... 5

a. Sekolah Menengah Kejuruan ... 5

b. Pendidikan Sistem Ganda ( PSG )... 16

1) Pengertian Pendidikan Sistem Ganda ( PSG )... 16

2) Tujuan Pendidikan Sistem Ganda ( PSG ) ... 16

3) Standar Profesi Pendidikan Sistem Ganda ( PSG )... 17

4) Keuntungan Pendidikan Sistem Ganda ( PSG ) ... 18

2. Sikap Terhadap Pendidikan Sistem Ganda ... 19

(13)

b. Karakteristik Sikap ... 19

c. Struktur Sikap... 21

d. Pembentukan Sikap... 21

e. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap terhadap PSG... 23

3. Prestasi Belajar ... 26

4. Pekerjaan Orang Tua ... 31

B. Hasil Penelitian yang Relevan... 33

C. Kerangka Berpikir ... 35

D. Hipotesis Penelitian ... 36

BAB III METODE PENELITIAN... 37

A. Jenis Penelitian... 37

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 37

C. Subjek dan Objek Penelitian ... 37

D. Populasi dan Sampel... 38

E. Variabel Penelitian dan Pengukurannya ... 39

F. Data yang Dicari... 39

G. Teknik Pengumpulan Data... 40

H. Teknik Pengujian Instrumen ... 40

I. Teknik Analisis Data ... 45

BAB IV HASIL TEMUAN LAPANGAN...49

A. Data kelembagaan...49

B. Sejarah Singkat Sekolah...49

C. Personalia dan Tugasnya ...50

D. Sarana Sekolah...63

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN...65

A. Deskripsi Data ...65

B. Pengujian Hipotesis ...72

(14)

1. Sikap siswa SMK Sanjaya Pakem terhadap pelaksanaan

Praktik Industri dalam Pendidikan Sistem Ganda (PSG)... 75

2. Perbedaan sikap siswa SMK Sanjaya Pakem terhadap atribut kegiatan Praktik Industri dalam Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ditinjau dari prestasi belajar. ... 75

3. Perbedaan sikap siswa SMK Sanjaya Pakem terhadap atribut kegiatan Praktik Industri dalam Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ditinjau dari pekerjaan orang tua. ... 76

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN...78

A. Kesimpulan...78

B. Keterbatasan Penelitian...78

C. Saran ...79

(15)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Daftar nama-nama guru... 55

Tabel 4.2 Daftar nama wali kelas SMK Sanjaya... 58

Tabel 5.1 Pedoman Interpretasi Penilaian Prestasi Belajar... 66

Tabel 5.2 Deskripsi Jenis Pekerjaan Orang Tua... 66

Tabel 5.3 Hasil Penilaian Siswa ... 67

Tabel 5.4 Urutan Prioritas Kepentingan ... 68

Tabel 5.5 Bobot Kepentingan... 69

Tabel 5.6 Skor Sikap... 69

Tabel 5.7 Kotingensi Sikap Siswa Terhadap Program PI Ditinjau dari Prestasi belajar ... 73

Tabel 5.8 Kotingensi Sikap Siswa Terhadap Program PI Ditinjau dari Pekerjaan orang tua ... 74

Tabel 5.9 Perhitungan Nilai Ideal dan Nilai Belief Atribut Pelaksanaan... 96

Tabel 5.10 Perhitungan Nilai Ideal dan Nilai Belief Atribut Pelayanan... 100

Tabel 5.11 Perhitungan Nilai Ideal dan Nilai Belief Atribut Ketelitian ... 102

Tabel 5.12 Perhitungan Sikap Siswa Terhadap Atribut Pelaksanaan... 104

Tabel 5.13 Perhitungan Sikap Siswa Terhadap Atribut Pelayanan ... 106

Tabel 5.14 Perhitungan Sikap Siswa Terhadap Atribut Ketelitian... 108

(16)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan bagian utama pembangunan sumber daya

manusia, harus secara jelas membentuk peserta didik menjadi “aset bangsa”

yaitu sumber daya manusia dengan keahlian profesional yang dimiliki dapat

menjadi produktif dan berpenghasilan. Sumber daya manusia ini diharapkan

mampu menciptakan produk unggul industri yang siap menghadapi

persaingan dimasa global.

Di lembaga pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

kelompok bisnis dan manajemen yang menyajikan praktik kejuruan

meskipun ditunjang dengan peralatan lengkap dan modern, pada dasarnya

hanya mampu menyajikan dasar-dasar ketrampilan dan situasi tiruan

(simulasi), oleh karena itu sulit dihadapkan untuk membentuk keahlian

profesional pada diri siswa. Memperhatikan kondisi di atas, muncul suatu

pemikiran tentang suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan

kejuruan yang dapat memadukan secara dinamis dan serasi program

pendidikan di SMK dan program pengembangan pelatihan di lapangan

kerja. Sistem yang dimaksud menggambarkan adanya sistem ganda yang

merupakan perpaduan saling mengisi dan saling melengkapi antara program

pendidikan di lembaga pendidikan dan program pelatihan untuk

(17)

Dalam Pendidikan Sistem Ganda (PSG) proses pembelajaran siswa

terjadi di dua tempat atau lebih yaitu di SMK dan dunia kerja yang menjadi

institusi pasangannya. Pendidikan Sistem Ganda (PSG) akan lebih terarah

bila para siswa yang akan melaksanakan program tersebut dibekali pedoman

tertulis tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaannya.

Dengan mengikuti kegiatan praktik industri (PI) dalam Pendidikan Sistem

Ganda (PSG) selain pengalaman praktis yang akan diperoleh bagi siswa

yang akan melaksanakan Program Sistem Ganda (PSG) juga merupakan

suatu umpan balik dan indicator tentang perkembangan kemajuan

pendidikan di SMK.

Pelaksanaan praktik industri dalam PSG akan memberikan

pengalaman pada siswa agar dapat mengembangkan keahlian professional

yang mereka peroleh dari pendidikan di SMK. Pengalaman ini akan

membentuk sikap siswa terhadap pelaksanaan praktik industri dalam PSG

dan hubungannya dengan motivasi belajar siswa di SMK.

Sikap adalah kecenderungan untuk bertahan terhadap suatu objek

dalam waktu tertentu dan sikap ini sulit diubah. Dengan diketahuinya sikap

siswa SMK terhadap pelaksanaan Praktik Industri dalam Pendidikan SIstem

Ganda (PSG) maka hasil penelitian tersebut dapat digunakan pihak sekolah

untuk mengembangkan pendidikan dalam menghasilkan tamatan yang

memiliki keahlian profesional pada masing-masing program studi.

Dari uraian tersebut diatas penulis ingin mengetahui sikap siswa

(18)

Sistem Ganda (PSG) yang dituangkan dalam penelitian yang diberi judul

“Analisis Sikap Siswa Terhadap Pelaksanaan Program Praktik Industri Dalam Pendidikan Sistem Ganda Ditinjau Dari Prestasi Belajar Dan Pekerjaan Orang Tua”.

B. Batasan Masalah

Di dalam penelitian ini agar masalah yang diteliti tidak terlalu luas,

penulis membatasi masalah dalam hal sikap siswa terhadap pelaksanaan

Program Praktik Industri yaitu dalam Pendidikan Sistem Ganda.

C. Rumusan Masalah

Didasarkan pada uraian di atas maka penulis merumuskan masalah

sebagai berikut :

1. Bagaimana sikap siswa terhadap pelaksanaan Praktik Industri

dalam Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ?

2. Apakah ada perbedaan sikap siswa terhadap atribut kegiatan

Praktik Industri dalam Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ditinjau

dari prestasi belajar?

3. Apakah ada perbedaan sikap siswa terhadap atribut kegiatan

Praktik Industri dalam Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ditinjau

dari pekerjaan orang tua?

D. Tujuan Penelitian

Dari rumusan masalah yang dikemukakan diatas maka dapat

(19)

1. Untuk mengetahui bagaimana sikap siswa terhadap pelaksanaan

kegiatan Praktik Industri dalam Pendidikan Sistem Ganda (PSG).

2. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan sikap siswa terhadap

antribut kegiatan Praktik Industri dalam Pendidikan Sistem

Ganda (PSG) ditinjau dari prestasi belajar.

3. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan sikap siswa terhadap

antribut kegiatan Praktik Industri dalam Pendidikan Sistem

Ganda (PSG) ditinjau dari pekerjaan orang tua.

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi SMK penyelenggara Pendidikan Sistem Ganda (PSG)

Penulis berharap agar hasil penelitian ini dapat memberikan

masukan dan bahan pertimbangan dalam penyampaian

komponen materi pelajaran kepada siswa yang mengacu pada

pengembangan keahlian profesional siswa.

2. Bagi Universitas

Hasil penelitian ini dapat menambah referensi perpustakaan dan

dapat dimanfaatkan sebagai bahan informasi untuk melakukan

penelitian selanjutnya. Ataupun mungkin biasa digunakan

sebagai gambaran bagi pihak-pihak yang terkait dan bekerja

sama dengan universitas untuk mengadakan pelatihan dalam

(20)

3. Bagi Penulis

Supaya penulis dapat menerapkan teori atau ilmu yang didapat

selama kuliah dengan kondisi yang sesungguhnya terjadi di

(21)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teoretik

1. Pendidikan Sistem Ganda di SMK a. Sekolah Menengah Kejuruan

Perluasan kesempatan kerja adalah salah satu masalah

pembangunan Indonesia, saat ini maupun untuk masa yang akan

datang. Peluang kerja sudah tentu bekaitan dengan kualitas sumber

daya manusia yang menyangkut tingkat ketrampilan dan penguasaan

ilmu tertentu.

Pendidikan menengah diselenggarakan untuk melanjutkan dan

meluaskan pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi

anggota masyarakat yang memiliki kemampuan mengadakan

hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam

sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam

dunia kerja atau pendidikan tinggi.

1) Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan

Tujuan yang tercantum dalam petunjuk Pelaksanaan

Sistem Pendidikan Nasional tahun 1992/1993 bab II pasal 2 salah

satunya adalah menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja

(22)

Sedangkan dalam penjabarannya tujuan Pendidikan

Menengah Kejuruan, adalah sebagai berikut (SK Mendikbud 1992

: 3) :

a) Mempersiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta

mengembangkan sikap profesional.

b) Menyiapkan siswa agar mampu memilih karir, mampu

berkompetisi dan mampu mengembangkan diri.

c) Menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi

kebutuhan dunia usaha dan industri pada saat ini maupun masa

yang akan datang.

d) Menyiapkan tamatan agar menjadi warga negara yang

produktif, adaptif dan kreatif.

2) Jenis – jenis Pendidikan Menengah Kejuruan

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menyelenggarakan

program pendidikan yang disesuaikan dengan jenis-jenis lapangan

kerja. Sehubungan dengan hal tersebut maka program pendidikan

Sekolah Menengah Kejuruan dikelompokan menjadi 6 kelompok,

yaitu (SK Mendikbud 1993 : 5) :

a) Kelompok Pertanian dan Kehutanan

Kelompok ini terdiri atas beberapa program pendidikan yang

mempersiapkan tamatannya untuk dapat bekerja dan

mengembangkan profesinya pada berbagai jenis pekerjaan di

(23)

agronomi, peternakan, perikanan pengelolaan hasil pertanian

dan mekanisme pertanian.

b) Kelompok Teknologi dan Idustri

Kelompok ini terdiri atas beberapa program pendidikan yang

mempersiapkan tamatannya untuk dapat bekerja dan

mengembangkan profesinya pada berbagai jenis pekerjaan di

bidang teknologi dan industri, antara lain permesinan,

otomotif, kelistrikan, elektronika, konstruksi bangunan gedung

dan bangunan air, pertambangan, perkapalan, kemaritiman,

grafika, kimia, tekstil, teknik pendingin, penerbangan,

informatika dan instrumentasi industri.

c) Kelompok Bisnis dan Manajemen

Kelompok ini terdiri atas beberapa program pendidikan yang

mempersiapkan tamatannya untuk dapat bekerja dan

mengembangkan profesinya pada berbagai jenis pekerjaan di

bidang bisnis dan manajemen, antara lain administrasi

perkantoran, kesekretariatan, akuntansi, keuangan dan

perbankan, perdagangan, usaha perjalanan dan perkoperasian.

d) Kelompok Kesejahteraan Masyarakat

Kelompok ini terdiri atas beberapa program pendidikan yang

mempersiapkan tamatannya untuk dapat bekerja dan

(24)

bidang kesejahteraan masyarakat, antara lain : pelayanan

sosial, kesehatan masyarakat dan pengembangan masyarakat.

e) Kelompok Pariwisata

Kelompok ini terdiri atas beberapa program pendidikan yang

mempersiapkan tamatannya untuk dapat bekerja dan

mengembangkan profesinya pada berbagai jenis pekerjaan di

bidang pariwisata, antara lain : perhotelan, busana dan

kecantikan.

f) Kelompok Seni dan Kerajinan

Kelompok ini terdiri atas beberapa program pendidikan yang

mempersiapkan tamatannya untuk dapat bekerja dan

mengembangkan profesinya pada berbagai jenis pekerjaan di

bidang seni dan kerajinan, antara lain : seni rupa terapan,

industri dan seni pertunjukan.

Pendidikan Menengah Kejuruan sebagai salah satu sub unit sistem

pendidikan nasional punya fungsi dan peran langsung dalam

pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian integral

program pembangunan ekonomi pendidikan menengah kejuruan

yang bersifat dan berorientasi pada dunia kerja. (Depdikbud, 1997 :

24)

3) Karakteristik Pendidikan Menengah Kejuruan

Agar mampu menghasilkan tamatan yang memiliki

(25)

pelatihan kejuruan di Indonesia memiliki karakteristik sebagai

berikut :

a) Program pendidikan dan pelatihan dirancang berdasarkan

pada prinsip :

- Pembentukan dan pembekalan kemampuan serta

ketrampilan dasar yang kuat dan mendalam, untuk suatu

kelompok bidang keahlian yang lebih spesifik.

- Pendidikan yang menitikberatkan pada pengetahuan,

sikap dan ketrampilan, yang mengacu pada standar

industri berdasarkan pola penilaian kerja yang berlaku

di dunia kerja.

b) Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kejuruan

dirancang serta dilaksanakan dengan prinsip Keterkaitan dan

Kesepadanan (“Link and Match”) yang dijabarkan secara

operasional dalam Pendidikan Sistem Ganda.

Untuk SMK yang efektif dan efisien, kalau dilihat dari sisi internal

berarti efisiensi dalam penyelenggaraan dengan memanfaatkan

secara optimal sumber-sumber daya yang ada, sedangkan dari sisi

eksternal berarti memperoleh pengakuan dan penghargaan dari

dunia usaha atau industri terhadap kualitas dan relevansi tamatan.

Untuk itu perlu disusun formulasi dan langkah-langkah strategis,

(26)

a) Penelitian dan analisis sebagai dasar rumusan kebijaksanaan,

serta rumusan model-model peyelenggaraan pendidikan dan

latihan yang selalu terkait dan sepadan dengan perkembangan

IPTEK dan pasar kerja.

b) Peningkatan kapasitas potensi institusi-institusi yang terlihat

dalam sistem pendidikan menengah kejuruan dalam bentuk

program .

- Konsolidasi organisasi dan manajemen seluruh jajaran

pendidikan menengah kejuruan baik pembina di tingkat

pusat maupun daerah.

- Pemberdayaan organisasi sekolah menjadi organisasi

yang mandiri dan lebih proaktif dalam menggali

hubungan kerja sama dengan dunia kerja.

c) Pengembangan prosedur dan mekanisme hubungan kerja antar

pihak terkait baik internal maupun eksternal untuk

meningkatkan pengaturan sistem pendidikan dan pelatihan

kejuruan sebagai subsistem yang mendukung pertumbuhan

industri, dengan membentuk Majelis Pendidikan Kejuruan di

tingkat pusat, propinsi dan tingkat sekolah, sebagai wadah

resmi keikutsertaan dunia kerja dalam menentukan arah

kebijakan pengembangan pendidikan kejuruan maupun

(27)

d) Pengembangan ketenagaan untuk meningkatkan kualitas

personil-personil pengelola pendidikan, serta meningkatkan

kepekaan terhadap nuansa perkembangan yang terjadi dalam

masyarakat, dunia usaha atau dunia industri.

e) Pengembangan informasi secara bertahap dan sistematis untuk

meyakinkan masyarakat sehingga dapat membentuk pola pikir

masyarakat terhadap manfaat pendidikan dan pelatihan

kejuruan, yang akan membekali peserta didik dengan

kemampuan profesional dan akhirnya akan meningkatkan

produktivitas bangsa Indonesia.

f) Di tingkat sekolah secara spesifik diwujudkan dalam 7

komponen Pengembangan Sekolah Seutuhnya (PSS), yaitu

upaya menggerakkan semua sumber daya pendidikan dan

mengintegrasikan semua kegiatan yang bermuara pada satu

tujuan : “Peningkatan Mutu Sekolah”. Komponen-komponen

PSS dalam meningkatkan mutu sekolah adalah:

- Konsilidasi manajemen.

- Pengembangan staf.

- Pengembangan fasilitas.

- Peningkatan mutu proses belajar mengajar.

- Pengembangan kerjasama industri dan PSS.

- Pengembangan unit produksi.

(28)

g) Pendidikan berdasarkan kompetensi

Pelatihan di SMK dikembangkan dengan menitikberatkan pada

penguasaan suatu pengetahuan dan ketrampilan khusus, serta

penerapannya di lapangan kerja. Pengetahuan dan ketrampilan

ini harus mengacu pada standar industri berdasarkan pola

perilaku belajar istilah pengujiannya adalah “criterion

reference” bukan “norm reference”.

h) Hubungan dengan industri

Guna menggalang hubungan yang lebih akrab antara SMK dan

industri atau dunia kerja, keenam PPPG (Pusat Pengembangan

dan Penataran Guru) di lingkup kejuruan diandalkan untuk

memadukan pengembangan “kerjasama industri” tersebut.

Lomba ketrampilan siswa merupakan salah satu kegiatan yang

dapat dilaksanakan secara terprogram.

i) Pendidikan Sistem Ganda

Keterbatasan peralatan dan bahan untuk kegiatan praktek di

SMK akan menyebabkan kualitas ketrampilan yang rendah.

Namun di pihak lain, selengkap apapun peralatan yang

dimiliki, kegiatan di sekolah akan bersifat tiruan atau simulasi.

Kegiatan yang bersifat simulasi tidak akan mampu

menghasilkan keahlian yang berkualitas profesional. Karena

(29)

langsung, melakukan pekerjaan sesungguhnya sesuai dengan

bidang profesinya.

Banyak perbedaan sistem nilai antara sekolah dan industri.

Perilaku belajar mengajar yang relatif santai dan toleransi di

sekolah berbeda dengan perilaku kerja keras di industri.

Pendidikan Sistem Ganda diandalkan untuk memperbaiki

sistem pendidikan dan latihan di Sekolah Menengah Kejuruan.

Dalam upaya mendekati penawaran dan permintaan antara

pendidikan menengah kejuruan dan membangun sumber daya

manusia, PSG merupakan pilihan implementasi yang strategis

untuk diterapkan.

j) Unit Produksi

Pendidikan kejuruan adalah jenis pendidikan yang relatif

mahal, dilihat dari investasi maupun biaya operasionalnya.

Menghadapi kenyataan ini, potensi SMK dikembangkan untuk

melaksanakan kegiatan unit produksi. Pada saat itu,

pengembangan unit produksi akan membuat SMK mampu

mengurangi ketergantungan sepenuhnya pada dana pemerintah.

Kecuali itu, unit produksi yang profesional akan manuntun

sekolah berwawasan bisnis dan perilaku industri.

4) Pengembangan Pendidikan Menengah Kejuruan

Pendidikan kejuruan dalam sistem persekolahan

(30)

Menengah Kejuruan, salah satu Direktorat Jenderal Pendidikan

Dasar dan Menengah.

Pengembangan Pendidikan Menengah Kejuruan melalui

aspek-aspek :

a) Pengembangan standar kompetensi.

b) Pengembangan perangkat kurikulum dan bahan ajar.

c) Pengembangan sistem penilaian dan sertifikat.

d) Pengembangan kualitas dan jenjang ketenagaan.

e) Pengembangan fasilitas pendidikan.

f) Pengembangan organisasi dan manajemen.

Tugas-tugas pengembangan ini didukung oleh Badan

Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan

(Balirbangdikbud) dan 6 pusat Pengambangan dan Penataran Guru

(PPPG) di lingkup Kejuruan.

Saat ini jumlah pelatihan yang dapat dilaksanakan di

industri masih terbatas pada industri yang punya kapasitas

pelatihan. Untuk masa yang akan datang pola pelatihannya akan

menurun pada pelatihan dasar saja sementara pelatihan di industri

akan meningkat. Maka saat ini peran sekolah akan ditingkatkan

(31)

5) Keahlian Profesional

Keahlian profesional menurut masing-masing program studi

(Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional, 1994 : 17-18) adalah

sebagai berikut :

a) Program Studi Bisnis dan Manajemen

- Melakukan penjualan/pemasaran barang dagangan

- Melakukan pembelian barang dagangan

- Pengelolaan perdagangan kecil dan menengah dan

memanfaatkan sumber daya untuk mencapai target

penjualan

- Melakukan penyajian penjualan barang dagangan

- Mengelola pembukuan administrasi untuk pencapaian

target penjualan

- Mengelola administrasi jasa ansuransi, surat berharga,

jasa angkutan, pariwisata dan telekomunik

b) Program Studi Akuntansi

- Mencatat transaksi keuangan sesuai dengan siklus

akuntansi

- Mengerjakan akuntansi keuangan untuk : pos-pos neraca,

berbagai bentuk bahan usaha dan masalah-masalah

tertentu

- Mencatat transaksi dan menyusun laporan harga pokok

(32)

c) Program Studi Sekretaris

- Mampu menyelesaikan pekerjaan pengetikan dengan

cepat dan tepat

- Menghasilkan surat niaga dan dinas dalam bahasa

Indonesia dan bahasa Inggris yang benar

- Menerapkan prinsip-prinsip dan teknik pengelolaan

warkat/arsip

b. Pendidikan Sistem Ganda

1) Pengertian Pendidikan Sistem Ganda

Pendidikan Sistem Ganda (PSG) adalah suatu bentuk

penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang memadukan

secara sistematis dan sinkron program pendidikan di sekolah dan

program penguasaan keahlian kejuruan yang diperoleh melalui

bekerja secara langsung di dunia kerja terarah untuk mencapai

tingkatan keahlian tertentu.

2) Tujuan Pendidikan Sistem Ganda

Pendidikan Sistem Ganda (PSG) memiliki beberapa tujuan

sebagai berikut (Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional, 1994 : 8) :

a) Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional

yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan,

ketrampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan

(33)

b) Meningkatkan dan memperkokoh keterkaitan dan kesepadanan

antara lembaga pendidikan kejuruan dan dunia kerja.

c) Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga

kerja berkualitas.

d) Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman

kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.

3) Standar Profesi Pendidikan Sistem Ganda

Siswa peserta Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang

melaksanakan Praktek Industri (PI) di institusi pasangan telah

dianggap seperti karyawan di institusi tersebut. Maka siswa

dituntut menjadi seseorang yang profesional yang telah ditandai

dengan kinerja sebagai berikut (Majelis Pendidikan Kejuruan

Nasional, 1994 : 13) :

a) Disiplin

Yaitu kesanggupan untuk mentaati, mengamalkan dan

melaksanakan sesuatu yang ditaati dengan penuh kesadaran

dan tanggung jawab. Kesanggupan tersebut harus dibuktikan

dari sikap dan tingkah laku dalam melaksanakan tugas.

b) Kerjasama

Yaitu kesanggupan untuk bekerja sama dengan orang lain

(34)

c) Inisiatif

Yaitu kesanggupan untuk mengambil keputusan, langkah dan

melaksanakan suatu tindakan yang diperlihatkan dalam

malaksanakan tugas pokok tanpa menunggu perintah dari

pembimbing.

d) Kerajinan

Kesanggupan untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran secara

ikhlas dengan mengutamakan kepentingan umum.

e) Tanggung jawab

Kesanggupan untuk menyelesaikan tugas yang diserahkan

dengan sebaik-baiknya.

f) Sikap

Ketulusan hati dalam melaksanakan tugas dan kemampuan

untuk tidak menyalahgunakan wewenang.

4) Keuntungan Pendidikan Sistem Ganda

a) Bagi Instansi Pasangan

- Dapat mengenal dan mengamati keahlian siswa Pendidikan

Sistem Ganda (PSG) di tempat tersebut.

- Dapat merekrut siswa yang dibutuhkan menjadi karyawan.

- Peserta didik dapat dibentuk sesuai dengan ciri khas

tertentu perusahaan.

b) Bagi Siswa

(35)

- Siswa tidak perlu terlalu lama untuk mencari tingkat

keahlian siap kerja karena siswa siap memasuki dunia

kerja.

- Menambah kemampuan dan ketrampilan praktis.

- Memupuk rasa tanggung jawab.

- Meningkatkan rasa percaya diri.

2. Sikap Terhadap Pendidikan Sistem Ganda a. Pengertian Sikap

Sikap dibentuk berdasarkan kepercayaan dan pengetahuan

terhadap suatu objek. Sikap menempatkan seseorang dalam kerangka

berpikir untuk menyukai atau tidak menyukai sesuatu. Dengan kata

lain sikap biasanya memberikan penilaian menerima atau menolak

terhadap suatu objek yang dihadapi.

Pengertian sikap menurut Philip Kotler adalah sebuah sikap

menggambarkan penilaian kognitif yang baik maupun tidak baik,

perasaan-perasaan emosional dan kecenderungan berbuat yang

bertahan selama waktu tertentu terhadap objek atau gagasan (Kotler,

1989 : 203).

b. Karakteristik Sikap

Sesungguhnya sikap dapat dipahami lebih dari sekedar seberapa

positif atau seberapa negatifnya suatu sikap dapat diungkap dan

dipahami dari dimensi yang lain. Dalam bukunya “Principles Of

(36)

telah diterjemahkan oleh Azwar, menunjukan beberapa karakteristik

sikap yaitu (Azwar, 1995 : 88-89) :

1) Sikap memiliki arah

Artinya sikap terpilah pada dua arah kesetujuan yaitu apakah setuju

atau tidak setuju, apakah mendukung atau tidak mendukung,

apakah memihak atau tidak memihak terhadap sesuatu atau

seseorang sebagai objek.

2) Sikap memiliki intensitas

Artinya kedalaman atau kekuatan terhadap sesuatu belum tentu

sama walaupun arahnya mungkin tidak berbeda.

3) Sikap memiliki keleluasaan

Maksudnya kesetujuan atau tidak kesetujuan terhadap suatu objek

spesifik tapi dapat pula mencakup banyak sekali aspek yang ada

pada objek sikap.

4) Sikap memiliki konsistensi

Maksudnya adalah kesesuaian antara pernyataan sikap yang

dikemukakan dengan responnya terhadap suatu objek.

5) Spontanitas

Yaitu menyangkut sejauh mana kesiapan individu untuk

menyatakan sikapnya secara spontan, sikap dikatakan memiliki

spontanitas tinggi apabila dapat dinyatakan secara terbuka tanpa

harus melakukan pengungkapan atau desakan lebih dahulu agar

(37)

c. Struktur Sikap

Struktur sikap terdiri atas tiga komponen yang saling menunjang

yaitu (Azwar, 1995 : 18-21) :

1) Komponen kognitif

Komponen kognitif ini berisi kepercayaan seseorang

mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi objek sikap,

kepercayaan tersebut datang dari apa yang telah dilihat atau

diketahui.

2) Komponen afektif

Menunjukan perasaan yang dimiliki seseorang terhadap

suatu reaksi emosional yang merupakan komponen afektif ini

banyak dipengaruhi oleh kepercayaan.

3) Komponen perilaku

Menunjuk bagaimana perilaku atau kecenderungan

berperilaku yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan objek

sikap yang dihadapi.

d. Pembentukan Sikap

Pada umumnya individu bereaksi membentuk pola sikap tertentu

terhadap berbagai objek psikologis yang dihadapinya. Beberapa faktor

yang mempengaruhi pembentukan sikap yaitu (Azwar, 1995 : 18-20) :

1) Pengalaman pribadi

Suatu dasar untuk membentuk sikap yaitu pengalaman pribadi,

(38)

kesan yang kuat pada diri seseorang. Sikap akan lebih mudah

terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut terjadi dalam situasi

yang melibatkan faktor emosional, sehingga penghayatan akan

pengalaman menjadi lebih mendalam dan lebih lama berbekas.

2) Pengaruh orang lain yang dianggap penting

Orang lain di sekitar kita merupakan salah satu diantara komponen

sosial yang ikut mempengaruhi sikap kita. Seseorang yang

dianggap penting bagi kita akan banyak mempengaruhi

pembentukan sikap kita terhadap sesuatu.

3) Pengaruh kebudayaan

Kebudayaan dalam suatu masyarakat di mana kita tinggal juga

akan memberikan pengaruh besar terhadap pembentukan sikap

kita. Kebudayaan telah menanamkan garis pengaruh sikap kita

terhadap berbagai pengalaman.

4) Media massa

Media massa juga mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan

sikap seseorang, yaitu berperan sebagai pembentuk opini dan

kepercayaan yang berisi sugesti yang dapat mengarah opini

seseorang. Dalam penyampaian informasi, media massa membawa

suatu pesan-pesan. Apabila pesan-pesan telah disampaikan tersebut

cukup kuat, maka akan memberikan dasar sugesti dalam menilai

(39)

5) Lembaga pendidikan dan lembaga agama

Lembaga pendidikan serta lembaga agama sebagai suatu sistem

mempunyai pengaruh dalam pembentukan sikap karena keduanya

meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu.

Maka ajaran moral yang diperoleh dari lembaga pendidikan dan

lembaga agama sering kali menjadi dasar dalam pembentukan

sikap.

6) Pengaruh waktu emosional

Suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari oleh

emosi yang berfungsi sebagai penyaluran frustasi atau pengalihan

bentuk mekanisme pertahanan ego. Sikap demikian dapat

merupakan sikap yang sementara dan segera berlalu begitu frustasi

telah hilang, akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang bertahan

lama.

e. Faktor – faktor yang mempengaruhi sikap terhadap Pendidikan Sistem Ganda

Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap konsumen ada beberapa

faktor, diantaranya sebagai berikut :

1) Tingkat Pendidikan

Pada hakekatnya pendidikan itu merupakan suatu uasaha yang

dilakukan secara sadar guna mengembangkan suatu pengetahuan

(40)

pula nilai-nilai moral, pandangan hidup dan lain sebagainya yang

nantinya akan membentuk kepribadian dan karakter seseorang.

Pengertian pendidikan menurut Siagian (1987:175) adalah

keseluruhan proses, teknik, metode belajar mengajar dalam rangka

mengalihkan suatu pengetahuan dari seseorang kepada orang lain

sesuai standar yang telah ditentukan. Unsur-unsur penting dalam

pendidikan adalah proses pengembangan kemampuan,

pengetahuan, sikap, tingkah laku, kompetensi sosial serta pribadi

yang optimal.

Klasifikasi pendidikan menurut Siagian (1987:177) adalah

sebagai berikut :

a) Pendidikan formal

Pendidikan formal adalah pendidikan sekolah yang merupakan

sistem pendidikan yang mengkhususkan diri pada

penyelenggaraan pendidikan generasi muda secara sistematis,

berencana, berurutan dengan tujuan pendidikan yang jelas

untuk setiap tingkatan dan dilaksanakan dalam situasi belajar

antara pendidik dan anak didik serta dengan sarana dan fasilitas

yang diadakan secara khusus.

b) Penididikan informal

Pendidikan informal adalah pendidikan yang diperoleh dari

pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, sejak

(41)

c) Pendidikan non formal

Pendidikan non formal adalah pendidikan teratur dengan sadar

dilakukan tetapi tidak selalu mengikuti peraturan-peraturan

yang ketat dan tetap.

Tingkat pendidikan yang digunakan dalam menentukan sikap

konsumen pada penelitian ini adalah ijasah akhir yang dimiliki

oleh konsumen, yaitu dari lulusan SD, SMP, SMU/K, Diploma/

Sarjana. Pendidikan mempengaruhi cara berpikir, bereaksi dan

bersikap terhadap suatu obyek dan pencapaian tujuan yang

tentunya terdapat perbedaan sesuai dengan jenjang pendidikan

seseorang.

2) Usia

Menurut Langevel (1971:27) usia dibagi menjadi tiga kelompok,

yaitu usia anak, dewasa, tua. Setiap orang mengalami

perkembangan hingga mencapai kematangan pribadi. Pada

kelompok usia anak, mempunyai karakteristik dan kepribadian

yang dimiliki adalah statis, monolistis, cenderung dogmatis.

Sedangkan pada kelompok usia dewasa, seseorang mempunyai

karakteristik atau sifat yang punya inisiatif, kritis, tidak fanatik dan

condong bersifat demokratis. Usia dewasa ini dimulai pada usia 17

tahun. Pada usia ini seseorang sudah mampu untuk memberikan

penilaian maupun sikap terhadap suatu obyek yang kita lihat,

(42)

3) Jenis Kelamin

Jenis kelamin yang dimaksud adalah pembeda jender konsumen.

Jenis kelamin dibedakan menjadi pria dan wanita. Pada dasarnya

pria lebih memakai rasio dalam cara berpikir, bertindak dan

bersikap terhadap suatu obyek, sedangkan wanita cenderung lebih

sensitif dan peka terhadap suatu obyek.

3. Prestasi Belajar

a. Pengertian Prestasi

Menurut Arifin (1990:3-4) belajar mempunyai arti penting dalam

pendidikan, urgensi prestasi belajar siswa dalam pendidikan sekolah

sebagai berikut :

1) Prestasi belajar sebagai indikator kualitas dan kuantitas yang telah

dikuasai oleh siswa.

2) Prestasi belajar sebagai lambang hasrat ingin tahu. Hal ini

berdasarkan asumsi bahwa para ahli psikologi biasanya menyebut

hal ini sebagai tendensi keingintahuan dan merupakan kebutuhan

manusia, termasuk kebutuhan siswa dalam program pendidikan.

3) Prestasi belajar sebagai inovasi dalam pendidikan. Asumsi adalah

prestasi belajar dapat dijadikan pendorong siswa dalam

meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan berperan

sebagai umpan balik dalam peningkatan mutu pendidikan.

(43)

masalah yang utama dan pertama karena siswa yang diharapkan

dapat menyerap seluruh materi pelajaran yang telah diprogramkan

dalam kurikulum.

Fungsi penilaian dalam pendidikan menurut Mahmud (1989 :

256) adalah sebagai berikut :

1) Sebagai insentif untuk meningkatkan belajar.

2) Penilaian sebagai umpan balik bagi siswa.

3) Penilaian sebagai umpan balik guru.

4) Penilaian sebagai umpan balik bagi orang tua.

5) Penilaian sebagai informasi untuk keperluan seleksi.

Untuk lebih jelasnya fungsi penilaian dalam pendidikan menurut

Mahmud akan diuraikan sebagai berikut :

1) Sebagai insentif untuk meningkatkan belajar

Salah satu kegunaan penilaian adalah untuk mendorong siswa

belajar lebih giat. Untuk hasil belajar yang bagus diberi nilai tinggi

dan kalau mungkin hadiah. Sehubungan dengan hal tersebut ada

enam kriteria agar penilaian dapat meningkatkan belajar sisiwa.

a) Penilaian itu penting bagi siswa

b) Penilaian sehat dan obyektif

c) Penilaian bersifat konsisten

d) Penilaian itu dapat dipercaya dan reliabel

e) Penilaian itu bersifat diadakan semakin sering penilaian itu

(44)

f) Penilaian itu bersifat menantang keberhasilan dalam penilaian

harus merupakan tantangan bagi siswa.

2) Penilaian sebagai umpan balik bagi siswa.

Siswa perlu mengetahui hasil jerih payahnya, hal ini dapat

diperoleh melalui hasil penilaian. Dengan kata lain penilaian itu

dapat memberikan umpan balik pada siswa, sehingga siswa

mengetahui kekuatan dan kelemahannya.

3) Penilaian sebagai umpan balik guru.

Salah satu fungsi penilaian yang paling penting adalah

memberikan umpan balik kepada guru mengenai keefektifan

mengajarnya. Guru tidak dapat berharap mengajarnya sangat

efektif kalau dia tidak mengetahui apakah siswa-siswanya telah

menangkap dan mengerti dari bahan pelajarannya yang disajikan.

4) Penilaian sebagai umpan balik bagi orang tua.

Suatu raport disebut demikian karena “melaporkan”

informasi tentang kemajuan siswa kepada orang tuanya. Fungsi

melaporkan ini penting karena ada dua alasan yaitu:

a) Orang tua dapat mengetahui kemajuan belajar putra-putrinya di

sekolah.

b) Nilai dan penilaian yang dapat membantu orang tua untuk

memberikan umpan balik secara informal, hal ini ternyata ikut

(45)

5) Penilaian sebagai informasi untuk keperluan seleksi.

Sementara sosiolog melihat bahwa maksud dan tujuan

pokok sekolah ialah memilih siswa-siswinya untuk memangku

peranan-peranan yang ada di masyarakat, melakukan pekerjaan

tertentu setelah tamat sekolah. Penilaian ini berlangsung secara

bertahap malalui pengurusan bermacam-macam.

Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa prestasi belajar

mempunyai fungsi dan kegunaan yang sangat berarti bagi siswa,

orang tua, guru, sekolah maupun pendidikan.

Sedangkan menurut Dakir (1978 : 120) prestasi merupakan

perubahan yang manuju kearah yang lebih maju dan

perubahan-perubahan itu dapat terjadi karena ada latihan-latihan yang

disengaja, sebab belajar bukannya diketemukan secara kebetulan

saja.

Berdasarkan pengertian tersebut di atas dapat diambil

kesimpulan bahwa : prestasi adalah hasil suatu penilaian setelah

individu melakukan suatu kegiatan belajar dan dari penilaian itu

diwujudkan dengan angka atau simbol yang sifatnya sementara.

b. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Prestasi

Prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain

(46)

1) Faktor intern (faktor yang berasal dari dalam individu). Faktor ini

erat hubungannya dengan kesehatan dan cacat tubuh. Faktor intern

meliputi :

2) Faktor psikiologis, yaitu faktor-faktor yang berhubungan dengan

kejiwaan, misalnya : intelegensi, perhatian, minat, bakat, emosi

dan kesiapan maupun kelelahan.

3) Faktor psikis, yaitu hal-hal atau hambatan-hambatan yang secara

langsung berhubungan dengan siswa yang meliputi : kesehatan dan

cacat tubuh.

4) Faktor psikis dan phisik ini, keadaannya ada yang ditentukan oleh

keturunan, ada juga oleh faktor lingkungan dan ada pula yang

ditentukan oleh faktor keturunan dan lingkungan.

5) Faktor ekstern (faktor yang berasal dari luar individu). Faktor

ekstern ini dikelompokan menjadi : faktor lingkungan alam, faktor

sosial ekonomi, metode mengajar, kurikulum, materi pelajaran,

sarana dan prasarana.

Lingkungan alam yang panas, gersang atau lembab berbau

menyebabkan orang enggan belajar, tetapi alam yang sejuk membantu

orang lebih giat belajar. Mengenai faktor sosial, lingkungan yang hiruk

pikuk atau justru sunyi senyap, mengganggu kosentrasi belajar. Peran

penguasaan bahan atau materi pelajaran yang dikuasai oleh guru dapat

mempererat hubungan yang hangat dengan anak didiknya, dan harus

(47)

dengan perkembangan dan kemampuan anak didik, hal ini sangat

mempengaruhi prestasi dan hasil belajar anak didik.

Semua faktor tersebut sangat berpengaruh dalam membantu

meningkatkan prestasi belajar siswa, maka diupayakan faktor-faktor

tersebut dapat memenuhi syarat menurut pertimbangan dikdatis dan

pendagogis. Namun demikian seorang siswa dalam studinya dapat

mencapai belajar yang baik apabila didukung oleh adanya

usaha-usaha, yaitu :

1) Mempunyai tujuan yang jelas

2) Mempunyai motivasi instrinsik

3) Mempunyai minat belajar

4) Mempunyai kecakapan dalam penguasaan bahan

5) Mempunyai kecakapan dalam mengikuti pelajaran

(Masrum dan Sri Mulyani Martinah, 1976 : 21)

Untuk mencapai suatu prestasi, aspirasipun memegang peranan

seperti pendapat Dakir (1978 : 1) bahwa pentingnya aspirasi

pendidikan karena padanyalah peristiwa keberhasilan dan kegagalan

murid.

4. Pekerjaan Orang Tua

a. Pengertian Jenis Pekerjaan

Definisi jenis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah

yang mempunyai ciri (sifat, keturunan, dan sebagainya) yang khusus,

(48)

(diperbuat, dikerjakan, dan sebagainya); tugas kewajiban; hasil

bekerja; perbuatan (Depdikbud, 1995 : 410, 488). Jadi yang dimaksud

dengan jenis pekerjaan adalah suatu bentuk atau macam kegiatan yang

dilakukan seseorang untuk memperoleh penghasilan. Jenis pekerjaan

orang tua siswa yang satu sudah tentu berbeda dengan jenis pekerjaan

orang tua siswa yang lain. Pekerjaan dibedakan menjadi dua jenis,

yaitu :

1) Pekerjaan Pokok

Pekerjaan pokok adalah jenis pekerjaan yang dimiliki oleh

seseorang sebagai sumber utama dari penghasilan, yang digunakan

untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sifat pekerjaan ini

adalah tetap. Apabila penghasilan dari pekerjaan pokok ini tidak

atau belum mencukupi untuk keperluan hidupnya, maka perlu

diusahakan adanya pekerjaan sampingan.

2) Pekerjaan Sampingan

Pekerjaan sampingan adalah pekerjaan yang dimiliki atau

dilakukan oleh seseorang sebagai pekerjaan tambahan untuk

memperoleh penghasilan tambahan guna memenuhi kebutuhan

hidup. Sifat pekerjaan sampingan ini adalah melengkapi pekerjaan

pokok. Pekerjaan ini sama seperti halnya pekerjaan pokok yaitu

tidaklah sama untuk masing-masing orang.

Dalam penelitian ini penulis membedakan jenis pekerjaan

(49)

a) Wiraswasta/pedagang

b) Bukan Wiraswasta

Dalam hal ini penulis akan melihat sikap siswa terhadap

pelaksanaan program Praktik Industri ditinjau dari jenis pekerjaan

orang tua yang berwiraswasta dan bukan wiraswasta.

b. Pengertian Orang Tua

Definisi orang tua menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

(Dekdibud, 1995 : 706) adalah ayah ibu kandung; orang yang dianggap

tua (cerdik pandai, ahli dan sebagainya); orang-orang yang dihormati

(disegani) di kampung; tetua. Jadi orang tua adalah setiap orang yang

bertanggung jawab dalam penghidupan sehari-hari, lazim disebut

dengan ayah dan ibu. Mereka inilah yang terutama dan utama

memegang peranan dalam kelangsungan hidup suatu rumah tangga

atau keluarga. Sedangkan semua anak-anaknya yang berada dibawah

penguasaan maupun asuhan dan bimbingannya disebut sebagai

anggota keluarga.

Oleh sebab itu orang tua mempunyai peranan yang penting dan

memiliki tanggung jawab yang besar terhadap semua anggota keluarga

yang berada di bawah tanggung jawabnya.

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Penelitian ini akan meneliti mengenai perbedaan sikap siswa terhadap

(50)

perbedaan sikap siswa terhadap antribut kegiatan PI dalam PSG ditinjau dari

prestasi belajar dan perbedaan sikap siswa terhadap antribut kegiatan PI dalam

PSG ditinjau dari pekerjaan orang tua. Berikut ini adalah hasil penelitian dari

peneliti-peneliti sebelumya yang secara tidak langsung menjawab masalah –

masalah tersebut di atas.

Lusiana Peni Yulianti (2000) dalam penelitian yang berjudul sikap siswa

SMK terhadap pelaksanaan praktik industri dalam PSG dan hubungannya

dengan motivasi belajar menyimpulkan berdasarkan hasil penelitian dan

analisis data, maka didapatkan bahwa : sikap siswa SMK terhadap

pelaksanaan PI dalam PSG berdasarkan program studi adalah sangat baik atau

positif.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sicilia Ratih Dewi (2002)

mengenai pengaruh prestasi belajar siswa dalam komponen pendidikan dasar

penunjang dalam komponen teori kejuruan terhadap motivasi kerja siswa

diinstitusi pasangan dapat dilihat bahwa prestasi berpengaruh secara positif

terhadap motivasi kerja siswa di institusi pasangan.

Penelitian Valentina Oe (2001) menemukan bahwa motif berprestasi

siswa yang ayahnya wiraswastawan lebih tinggi dari pada motif berprestasi

siswa yang ayahnya non wiraswastawan.

Dari penelitian yang sebelumnya dapat diambil kesimpulan bahwa ada

perbedaan sikap siswa di Institusi pasangan ditinjau dari prestasi belajar dan

(51)

C. Kerangka Berpikir

Dalam pelaksanaan PI dalam PSG ada perbedaan sikap siswa, siswa

yang memiliki keseriusan dalam melaksanakan tugas yang diberikan

pembimbing berbeda dengan siswa yang melaksanakan tugas tanpa

mendapatkan penjelasan dari pembimbing. Maka siswa yang tidak

mendapatkan penjelasan tersebut akan melaksanakan tugas tidak sesuai

dengan apa yang diharapkan Institusi Pasangan.

Prestasi siswa sangat mempengaruhi sikap terhadap pelaksanaan

kegiatan PI dalam PSG karena siswa yang mempunyai prestasi tinggi akan

cepat dalam melaksanakan atau mengerjakan tugas yang diberikan Institusi

Pasangan, sedangkan siswa yang berprestasi rendah akan sedikit kesulitan

dalam melaksanakan tugas dari Institusi Pasangan, karena siswa yang

berprestasi tinggi memiliki daya tangkap yang baik terhadap tugas dari PI dan

berusaha untuk mendapatkan pengakuan dari luar bahwa dirinya tersebut

mampu menerapkan teori-teori yang sudah didapatnya di sekolah.

Pekerjaan orang tua sangat mempengaruhi sikap siswa terhadap

pelaksanaan kegiatan PI dalam PSG karena siswa yang mempunyai orang tua

sebagai wiraswasta akan mengikuti jejak yang dilakukan orang tua, karena

siswa tersebut sebelumnya sudah mendapatkan penjelasan dari orang tua

tentang dunia usaha atau kegiatan dalam dunia usaha, sedangkan siswa yang

mempunyai orang tua non wiraswasta akan berusaha untuk mengerti

(52)

D. Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah suatu proporsi, kondisi atau prinsip yang sementara

waktu dianggap benar dan barang kali berupa keyakinan, supaya dapat ditarik

suatu konsekwensi logis, dengan cara ini kemudian diadakan pengujian

terhadap kebenarannya dengan menggunakan data empiris hasil penelitian

(Sranto, 1981 : 21)

Ada perbedaan sikap siswa terhadap antribut pelaksanaan PI dalam PSG

(53)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yaitu penelitian sikap siswa

pada SMK Sanjaya Pakem. Dengan demikian kesimpulan yang dapat diambil

dari penelitian tersebut hanya berlaku untuk SMK Sanjaya Pakem sebagai

tempat dilaksanakan penelitian.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Lokasi di SMK Sanjaya Pakem

2. Waktu pada bulan Maret tahun 2006

C. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah orang-orang yang terlibat dalam penelitian.

Dalam hal ini adalah siswa kelas III SMK Sanjaya Pakem yang telah

melaksanakan Praktik Industri (PI) dalam Pendidikan Sistem Ganda

(PSG) tahun 2006.

2. Objek Penelitian

Objek Penelitian adalah sesuatu yang menjadi pokok pembicaraan dalam

penelitian. Dalam hal ini adalah sikap siswa SMK terhadap pelaksanaan

PI dalam Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Prestasi belajar diukur dengan

(54)

D. Populasi dan Sampel

1. Populasi Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III yang telah

melakukan Praktik Industri, di SMK Sanjaya Pakem yang berjumlah 112

siswa, pada tahun ajaran 2005 / 2006.

2. Sampel Penelitian

Sampel secara sederhana diartikan sebagai bagian dari populasi yang

menjadi sumber data sebenarnya dalam suatu penelitian. Artinya sampel

adalah bagian dari populasi (Nawawi, 1983 : 54). Sampel dimaksudkan

sebagai contoh yang mewakili populasi bukanlah merupakan cuplikan

yang dicomot, melainkan hanya sebagai cerminan yang bisa dipandang

menggambarkan secara maksimal (Hadi, 1983 :222). Besarnya sampel

yang harus diambil agar memperoleh data yang representatif adalah jika

populasi lebih dari 100 sampel dapat diambil antara 10% - 15%, atau 25%

atau lebih (Arikunto, 1986 : 74). Jumlah sampel pada penelitian ini adalah

80.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah

Proposional Random Sampling. Proposional Random Sampling adalah

pengambilan dengan persentase yang sama untuk setiap kelas khusus kelas

(55)

E. Variabel Penelitian dan Pengukurannya

1. Variabel Penelitian

a. Variabel Terikat adalah sikap siswa terhadap program praktek industri

dalam PSG.

b. Variabel Bebas adalah prestasi belajar siswa setelah pelaksanaan PI

dalam PSG dan pekerjaan orang tua.

2. Pengukuran

Untuk mengukur variabel bebas yaitu prestasi belajar siswa dengan nilai

rapot semester I dan untuk mengukur pekerjaan orang tua digolongkan

menjadi dua jenis pekerjaan yaitu:

a. Wiraswasta diberi skor : 1

b. Non wiraswasta diberi skor : 2

F. Data yang Dicari

Data-data yang akan dipergunakan didalam penelitian ini adalah :

1. Gambaran umum SMK Sanjaya Pakem

2. Pelaksanaan di dalam PSG di SMK Sanjaya Pakem

3. Data tentang sikap siswa terhadap kegiatan Praktik Industri dalam PSG

4. Prestasi Belajar

(56)

G. Teknik Pengumpulan Data

1. Kuesioner

Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner

adalah metode pengumpulan data dengan cara membagikan daftar

pertanyaan kepada siswa. Kuesioner ini adalah alat untuk mencari data

tentang sikap siswa SMK Sanjaya Pakem. Kuesioner berisi

pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan tanggapan responden terhadap atribut

kegiatan PI dalam PSG dan pekerjaan orang tua.

2. Dokumentasi

Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data tentang gambaran

umum SMK Sanjaya Pakem, dan data tentang pelaksanaan PI dalam

Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMK Sanjaya Pakem.

H. Teknik Pengujian Instrumen

1. Pengujian Validitas

Suatu instrumen dikatakan valid jika dapat mengungkapkan varibel yang

diteliti secara tepat (Arikunto, 1986 : 56). Untuk menguji validitas

kusioner dalam penelitian ini digunakan teknik korelasi product moment

dengan rumus sebagai berikut :

2 2

2

 

2

 

 

 

Y Y

n X X

n

Y X XY

n rxy

Keterangan :

(57)

n = jumlah subjek

X = skor item

Y = skor total

Untuk mengetahui sahih tidaknya dapat diketahui dari besarnya r

tabel dari r hitung. Apabila r hitung dari suatu butir kuesioner sama atau

lebih besar dari r tabel, maka butir tersebut dikatakan valid atau sahih. Dan

sebaliknya, apabila r hitung lebih kecil dari r tabel maka butir tersebut

dinyatakan tidak valid. Untuk korelasi yang diperoleh dari hasil

perhitungan menunjukkan tinggi rendahnya tingkat validitas instrumen

yang diukur. Selanjutnya harga koefisien korelasi ini dibandingkan dengan

harga r korelasi Product Moment pada tabel. Jika harga r hitung lebih

besar dari pada r tabel maka, butir soal tersebut dapat dikatakan valid.

Sebaliknya apabila perhitungan lebih kecil dari pada tabel, berarti tidak

valid. Pelaksanaan perhitungan validitas butir pada penelitian ini

menggunakan bantuan SPSS. Hasil perhitungan sebagai berikut:

Uji Validitas Kuesioner tentang Kegiatan PI berdasarkan Kenyataan

Atribut No. Butir r. hitung r. tabel Status

Pelaksanaan 1

(58)

Pelayanan Ketelitian 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 0,5192 0,5192 0,4537 0,5262 0,5963 0,4209 0,5149 0,3609 0,3705 0,5593 0,5694 0,5898 0,5310 0,4329 0,4682 0,7646 0,5719 0,6238 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Uji Validitas Kuesioner tentang Kegiatan PI berdasarkan Harapan

Atribut No. Butir r. hitung r. tabel Status

Pelaksanaan 1

(59)

Pelayanan Ketelitian 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 0,6902 0,4433 0,4773 0,5960 0,5845 0,4247 0,4375 0,5987 0,5516 0,7214 0,5990 0,4664 0,4537 0,6496 0,6779 0,5479 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa semua butir pertanyaan dinyatakan

valid. Pengambilan kesimpulan ini dilakukan dengan membandingkan

nilai r hitung dengan nilai r tabel. Dengan menggunakan taraf signifikansi

5% dengan df = n-2 atau 30-2 = 28 diperoleh nilai r tabel sebesar 0,239.

Sedang dari hasil perhitungan diperoleh nilai r hitung (kolom corrected

item-total correlation) yang semuanya menunjukkan bahwa r hitung lebih

besar dari nilai r tabel (0,239). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa

(60)

2. Pengujian Reliabilitas

Reliabilitas menunjukan suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk

digunakan sebagai alat pengumpul data. Reliabilitas dalam penelitian ini

merupakan reliabilitas internal dengan menggunakan rumus Alpha :

 =

  

  

Y

X M

M 1

1 

Keterangan :

M = jumlah item

X = jumlah variasi butir X

Y = jumlah variasi butir total

Untuk proses perhitungan reliabilitas, penulis menggunakan bantuan

komputer program SPSS. Hasil dari perhitungan tersebut adalah sebagai

berikut:

a. Hasil Uji Reliabilitas Kenyataan (lihat hal 89 – 90)

Dengan menggunakan taraf signifikansi sebesar 5% dengan df = n-2

atau 30-2 = 28 diperoleh r tabel sebesar 0.239 sedangkan nilai r hitung

0,9106. Dengan demikian dapat diketahui bahwa r hitung lebih besar

dari nilai r tabel, maka alat ukur ini dikatakan reliabel.

b. Hasil Uji Reliabilitas Harapan (lihat hal 89 – 90)

Dengan menggunakan taraf signifikansi sebesar 5% dengan df = n-2

atau 30-2 = 28 diperoleh r tabel sebesar 0.239 sedangkan nilai r hitung

0,9143. Dengan demikian dapat diketahui bahwa r hitung lebih besar

(61)

I. Teknik Analisis Data

Untuk menganalisis data yang diperoleh maka akan digunakan alat

analisis sebagai berikut :

1. Analisis Multiattribut Attitude Model (MAM)

Merupakan metode pengukuran sikap terhadap objek yang memiliki

beberapa atribut. Dalam hal ini digunakan rumus MAM untuk

menganalisis sikap responden terhadap atribut yang terdapat dalam

pelaksanaan PI dalam Pendidikan Sistem Ganda (PSG).

a. Rumus Multiattribute Attitude Model (MAM)

b. Menentukan n dengan cara memilih atribut yang akan diteliti.

c. Untuk mengetahui nilai yang akan diteliti maka dibuat skala sikap

yang paling positif hingga sikap yang paling negatif, dan diubah dalam

bentuk skor dari angka 5 sampai 1.

SKALA SIKAP SIKAP

Sangat setuju 5

Setuju 4

Ragu-ragu 3

Tidak setuju 2

(62)

d. Pemberian bobot rata-rata (Wi) untuk masing-masing atribut dilakukan

berdasarkan urutan tingkat kepentingan seperti dibawah ini :

1) Menentukan n dengan cara memilih atribut-atribut yang paling

dominan selanjutnya diberi nilai dari 1 sampai ke-n di mana urutan

pertama diberi lebih tinggi dari urutan berikutnya sebanyak n,

begitu seterusnya.

2) Menentukan wi dengan rumus :

100 X atribut

Nilai

atribut Masing

-Masing Nilai

Wi 

3) Menghitung nilai rata-rata belief dan ideal siswa.

Ideal =

Gambar

tabel dari r hitung. Apabila r hitung dari suatu butir kuesioner sama atau
tabel pada taraf signifikansi 5%.
Tabel  4.1 Daftar nama- nama guru
Tabel 4.2 Daftar nama wali kelas SMK Sanjaya
+7

Referensi

Dokumen terkait

(2005) menunjukkan bahwa dalam penghargaan dan insentif-Nontunai mulai dari catatan kepada karyawan yang mengatakan, “ Good job “ untuk sertifikat hadiah untuk makan malam yang

Apabila penyedia jasa yang merasa keberatan atas Penetapan dan Pengumuman Pemenang ini, maka diberikan kesempatan untuk menyampaikan sanggahan kepada ULP Kabupaten Ogan Ilir

[r]

[r]

[r]

Institusional Terhadap Nilai Pasar Perusahaan pada Perusahaan yang Terdaftar dalam Corporate Governance Perception Index pada tahun 2006-2009”... 1.1.1

Gambar 5.6 antarmuka user untuk menampilkan data menu katering 162 Gambar 5.7 antarmuka user untuk menampilkan data paket foto video

 Selain beberapa operasi direktori yang kita bahas di beberapa slide sebelumnya, masih ada banyak lagi command-command dalam PHP yang digunakan untuk memanipulasi direktori.