• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah

Sistem pendidikan dewasa ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Berbagai cara telah dikenalkan serta digunakan dalam proses belajar mengajar (PBM), dengan harapan pengajaran akan lebih berkesan dan pembelajaran bagi peserta didik akan lebih bermakna. Sejak beberapa tahun belakang-an ini teknologi informasi dbelakang-an komunikasi telah banyak digunakan dalam proses belajar mengajar, dengan satu tujuan mutu pendidikan akan selangkah lebih maju seiring dengan kemajuan teknologi (Trianto, 2007: 15).

Perkembangan teknologi multimedia telah men-janjikan potensi besar dalam mengubah cara peserta didik untuk belajar, memperoleh informasi, serta menyesuaikan informasi. Multimedia juga menyedia-kan peluang bagi pendidik untuk mengembangmenyedia-kan teknik pembelajaran sehingga memperoleh hasil yang maksimal. Demikian juga bagi siswa, dengan multi-media diharapkan akan lebih mudah untuk menentu-kan dengan apa dan bagaimana siswa untuk dapat menyerap informasi secara cepat dan efisien. Sumber informasi tidak lagi terfokus pada teks dari buku

(2)

logi multimedia yang telah terhubung internet akan semakin menambah kemudahan dalam mendapatkan informasi yang diharapkan (Mulyasa, 2005: 55).

Proses Belajar Mengajar (PBM) Ilmu Pengetahu-an Sosial (IPS) seringkali dihadapkPengetahu-an pada materi yPengetahu-ang abstrak dan di luar pengalaman siswa sehari-hari, sehingga materi ini menjadi sulit diajarkan guru dan sulit dipahami siswa. Visualisasi adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengkonkritkan sesuatu yang abstrak. Gambar dua dimensi atau model tiga dimensi adalah visualisasi yang sering dila-kukan dalam PBM. Pada era informatika visualisasi berkembang dalam bentuk gambar bergerak (animasi) yang dapat ditambahkan suara (audio) (Suprijono, 2009: 45).

Sekolah Dasar sebagai salah satu sub sistem jenjang pendidikan dasar yang mempersiapkan peserta didik untuk sebisa mungkin memahami materi pem-belajaran IPS secara konkrit sehingga mampu mene-rima materi pembelajaran secara riil. Untuk mencapai tujuan di atas, peran pendidik sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan proses belajar meng-ajar peserta didik, sebab pendidiklah yang langsung membina peserta didik di kelas.

Salah satu upaya meningkatkan kualitas pendi-dikan adalah dengan meningkatkan kualitas pembela-jaran melalui penerapan multimedia. Kemampuan memilih dan menggunakan multimedia pembelajaran,

(3)

merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik (guru). Penggunaan multimedia pem-belajaran dapat memperlancar proses belajar karena akan lebih menarik perhatian peserta didik, yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajar-an pada saat itu. Selain membpelajar-angkitkpelajar-an motivasi dpelajar-an minat siswa, media pembelajaran juga dapat mem-bantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi (Arsyad, 2011: 15-16).

Salah satu bentuk perkembangan teknologi yang menonjol adalah bidang komputer, khususnya bidang multimedia yang sangat berperan dalam penyampaian berita atau informasi. Komputer multimedia dapat di-pakai dalam berbagai bentuk kehidupan di antaranya untuk membuat iklan televisi, untuk keperluan presentasi atau seminar yang berbentuk interaktif. Format penyajian pesan dan informasi dalam Computer Assisted Instruction (CAI) terdiri atas tutorial terprogram, tutorial intelijen, drill and practice dan simulasi (Arsyad, 2011: 96).

Lebih lanjut Mayer (2003) mengemukakan bahwa:

(4)

multimedia messages consisting of words and pictures than from more traditional modes of communication involving words alone..

Pembelajaran multimedia menjanjikan bahwa siswa dapat belajar lebih baik dari pembelajaran yang dirancang dengan baik yang berupa kata-kata dan gambar dibandingkan dengan model tradisional yang hanya menggunakan kata-kata saja.

Multimedia juga menyediakan peluang bagi pendidik untuk mengembangkan teknik pembelajaran sehingga memperoleh hasil yang maksimal. Demikian juga bagi peserta didik, dengan multimedia diharap-kan mereka adiharap-kan lebih mudah untuk dapat menyerap informasi secara cepat dan efisien. Sumber informasi tidak lagi terfokus pada teks dari buku semata-mata tetapi lebih luas dari itu. Informasi yang disajikan melalui multimedia ini berbentuk dokumen yang hidup, dapat dilihat di layar monitor atau ketika dipro-yeksikan ke layar lebar melalui overhead projector, dan dapat didengar suaranya, dilihat gerakannya (video atau animasi). Pembelajaran dengan multimedia ini bertujuan untuk menyajikan informasi dalam bentuk yang menyenangkan, menarik, mudah dimengerti dan jelas (Arsyad, 2011: 172).

Seiring dengan perkembangan teknologi, seba-gaimana hasil observasi peneliti, bahwa pihak SD Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak merupakan sekolah dasar yang menjadi sasaran masyarakat sekitar, men-jadi SD inti, SD dengan fasilitas lengkap, memiliki

(5)

berbagai prestasi baik akademik maupun non akade-mik, namun dalam kondisi tertentu proses pembela-jaran masih cenderung konvensional sehingga menjadi salah satu hambatan perkembangan pembelajaran. Hal ini menuntut agar pihak sekolah mengubah para-digma pembelajaran dari sistem tradisional menjadi modern dimana guru menggunakan multimedia pem-belajaran. Cara untuk menyukseskan program terse-but diperlukan aplikasi multimedia sebagai sarana interaksi antara pengajar dan peserta didik.

Dalam upaya meningkatkan efektivitas pem-belajaran SD Negeri Batursari 6 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak juga telah mulai mengembangkan sistem pembelajaran dengan memanfaatkan kompu-terisasi untuk semua mata pelajaran yang relevan, salah satunya adalah mata pelajaran IPS. Selain seperangkat komputer, fasilitas yang tersedia guna peningkatan pembelajaran IPS dengan multimedia berupa alat peraga seperti peta, atlas, globe dan gambar-gambar yang mendukung dan relevan dengan materi pembelajaran IPS.

Dengan penggunaan multimedia dalam pembela-jaran IPS di SD Negeri Batursari 6 Kecamatan Mranggen ini menjadikan sekolah tersebut sebagai salah satu SD yang memiliki predikat baik. Hal ini dibuktikan dengan prestasi belajar siswa khususnya mata pelajaran IPS cukup baik (yang bersifat akade-mik maupun non akadeakade-mik). Selain SD Negeri

(6)

satu SD favorit di Kecamatan Mranggen, SD Negeri Batursari 6 juga mampu meraih juara I lomba mapel tingkat kabupaten (2011) dan juara II olimpiade Saint (2013).

Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Pengelolaan Pembelajaran IPS Berbasis Multimedia di SD Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak”.

1.2

Perumusan Masalah

Yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana perencanaan pembelajaran IPS berbasis multimedia di SD Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak?

2. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran IPS berbasis multimedia di SD Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak?

3. Bagaimana evaluasi pembelajaran IPS berbasis multimedia di SD Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak?

1.3

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat mendeskripsikan tentang:

(7)

1 Perencanaan Pembelajaran IPS Berbasis Multimedia di SD Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak;

2 Pelaksanaan Pembelajaran IPS Berbasis Multimedia di SD Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak;

3 Evaluasi Pembelajaran IPS Berbasis Multimedia di SD Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.

1.4

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bisa memberikan man-faat baik secara teoritis maupun praktis bagi para pemerhati pendidikan:

1. Manfaat Teoritis

Dapat menjadi khasanah keilmuan dalam peningkatan kualitas pembelajaran IPS, sehingga pembelajaran IPS menjadi lebih mudah dan menarik bagi peserta didik.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi guru: (1) Dapat mengembangkan potensi guru sebagai pengembang kurikulum (curriculum development), perencana, pelaksana dan motivator, serta sebagai bahan masukan dalam meningkatkan efektivitas pengembangan kemampuan profesional

(8)

pembelajaran multimedia di Sekolah Dasar; (2) Sebagai bahan pertimbangan tentang

implemen-tasi pembelajaran multimedia dalam meningkatkan prestasi belajar IPS siswa di SD Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak; (3) Sebagai bahan infomasi bagi guru tentang pentingnya motivasi belajar peserta didik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

b. Bagi Kepala Sekolah: Sebagai acuan pertimbangan kepala sekolah dalam melengkapi fasilitas pem-belajaran di sekolah.

1.5

Sistematika Penulisan

Dalam penelitian ini peneliti menyusun kerang-ka penelitian secara runtut agar pelaksanaan peneli-tian berjalan secara sistematis. Adpun sistematika penulisan tesis ini meliputi:

Bab 1 terdiri dari latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat peneliti-an, sistematika penulisan;

Bab II terdiri dari kajian teori, kerangka pikir dan penelitian relevan;

Bab III terdiri dari jenis penelitian, responden, teknik pengumpulan data, teknik analisis data;

Bab IV terdiri dari deskripsi lokasi penelitian, deskripsi hasil penelitian dan pembahasan;

Referensi

Dokumen terkait

berkaitan dengan masalah perkawinan wanita hamil di desa Kangkung. Kecamatan Mranggen

Kesulitan siswa dalam memahami soal cerita matematika berdasarkan hasil observasi di kelas V SD Negeri 1 Sedayu Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo disebabkan

Selain itu pemilihan Model Pembelajaran Group Investigation untuk meningkatkan hasil belajar Matematika kelas VI semester I SD Negeri Kuripan 02 Kecamatan

Keterampilan pelaksanaan pembelajaran tematik guru SD Negeri Serangan 1 UPTD Dikpora Kecamatan Bonang Kabupaten Demak masih rendah, hal ini dapat.. memperoleh data

Bagaimanakah peningkatan aktivitas siswa kelas IV SD 4 Kalirejo Undaan Kudus setelah menerapkan model Think Pair Share pada mata pelajaran IPS.. Bagaimanakah peningkatan

2. Untuk mengetahui score prestasi belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam yang menggunakan model pembelajaran daring di kelas IV SD Negeri Sampora

Apakah kecepatan dan power tungkai memiliki hubungan yang berarti terhadap hasil lompat jauh pada siswa kelasV SD Negeri Palasari dan SD Negeri Pasarean..

Selain itu, alasan penelitian ini dilakukan pada manajemen kesiswaan SD Negeri Salamsari kecamatan Kedu dikarenakan peneliti melihat pengelolaan manajemen dalam