• Tidak ada hasil yang ditemukan

CENDEKIA Jurnal Ilmu Administrasi Negara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "CENDEKIA Jurnal Ilmu Administrasi Negara"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PELAKSANAAN KEPEMIMPINAN OLEH LURAH

DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KERJA

PEGAWAI PADA KANTOR KELURAHAN TONJONG KECAMATAN

MAJALENGKA

Firman Yudhanegara1, Dadang Suhendar2

1,2Prostudi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, Universitas Majalengka

Email: [email protected]

ABSTRACT

This study was conducted to determine the extent of the relationship between the leadership of the Lurah and the effectiveness of the work of employees at the Tonjong Village Office, Majalengka District, which is one indicator that can be used as a benchmark for the success of implementing the tasks and functions of the Village Head. Based on the author's observations during the study at the Tonjong Kelurahan Office in Majalengka District, several problem indicators were still found which showed that the effectiveness of the work of employees at the Tonjong Kelurahan office in Majalengka District was still not optimal. After processing the respondent's answer data it turns out that: (1) The implementation of the leadership of the Village Head of Tonjong, especially in the application of leadership techniques has only reached 57.38% and the effectiveness of the work of employees at the Office of the Village Head of Tonjong has only reached 56%. (2) There is a relationship between the application of leadership techniques and employee work effectiveness. The application of leadership that has not been optimal also affects the work effectiveness of employees who are also not optimal. (3) In applying leadership techniques by the Village Chief, Tonjong there are obstacles and there are also efforts made by the Village Head in overcoming these obstacles. So that the author's hypothesis "If the Implementation of Village Head Based on Leadership Techniques, then the effectiveness of the work of employees at the Tonjong Village Office, Majalengka District will Increase", the truth has been tested.

Keywords: Leadership, Work Effectiveness

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hubungan kepemimpinan Lurah dengan efektivitas kerja pegawai pada Kantor Kelurahan Tonjong Kecamatan Majalengka yang merupakan salah satu indikator yang dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan dari pelaksanaan tugas dan fungsi Lurah. Berdasarkan pengamatan penulis selama penelitian pada Kantor Kelurahan Tonjong Kecamatan Majalengka ternyata masih ditemui beberapa indikator masalah yang menunjukkan bahwa efektivitas kerja pegawai pada kantor Kelurahan Tonjong Kecamatan Majalengka masih belum optimal. Setelah mengolah data jawaban responden ternyata : (1) Pelaksanaan kepemimpinan Lurah Tonjong, khususnya dalam

(2)

penerapan teknik-teknik kepemimpinan baru mencapai 57,38% dan efektivitas kerja pegawai pada kantor Lurah Tonjong baru mencapai 56 %. (2) Terdapat hubungan antara penerapan teknik-teknik kepemimpinan dengan efektivitas kerja pegawai. Penerapan kepemimpinan yang belum optimal berpengaruh pula terhadap efektivitas kerja pegawai yang juga belum optimal. (3) Dalam penerapan teknik-teknik kepemimpinan oleh Lurah Tonjong terdapat hambatan dan terdapat pula upaya yang dilakukan oleh Lurah dalam mengatasi hambatan tersebut. Sehingga hipotesis penulis “Jika Pelaksanaan Kepemimpinan Lurah Berdasarkan Teknik-Teknik Kepemimpinan, maka Efektivitas kerja pegawai Pada Kantor Kelurahan Tonjong Kecamatan Majalengka akan Meningkat”, telah teruji kebenarannya.

Kata Kunci: Kepemimpinan, Efektivitas Kerja

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang sedang giat giatnya melaksanakan pembangunan di segala bidang kehidupan yang diwujudkan dalam Program Pembangunan Nasional, meliputi

semua aspek kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pemerintah memiliki peran penting dalam pembangunan tersebut

sebagai pengarah,

pembimbing,dinamisator dan fasilitator dalam upaya menyukseskan pembangunan nasional yang dilaksanakan bersama seluruh lapisan masyarakat.

Pembangunan di era otonomi berdasarkan Undang-Undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, menuntut Pemerintahan Daerah berperan lebih besar dalam memberdayakan sumber daya manusia, baik sumber daya manusia aparatur Pemerintah maupun sumber daya

manusia masyarakat itu sendiri.

Pemerintah telah menetapkan berbagai kebijakan dalam rangka penyelenggaraan Pemerintah dan pelaksanaan pembangunan, salah satunya di Kabupaten Majalengka dibentuk berbagai organisasi Perangkat Daerah sebagaimana diatur dan ditetapkan dalam Perda Nomor 10 tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

Perwujudan kepemerintahan yang baik (good governance)

merupakan hal yang sangat essensial dalam upaya bangsa menggulirkan proses demokrasi di Indonesia. Dalam situasi yang sangat cepat berubah, maka hal yang harus tetap diperhatikan dan dikembangkan oleh Pemerintah adalah menjaga agar kepercayaan masyarakat dalam unjuk kerjanya sebagaimana telah dituntut oleh seluruh masyarakat. Hal yang sangat diharapkan adalah keterbukaan (transparansi) dan pertanggung

(3)

jawaban (akuntabilitas) dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelaksanaan Pembangunan oleh seluruh jajaran birokrasinya.

Fenomena yang berkembang dewasa ini adalah masyarakat menuntut adanya program kerja yang konkret dan realistik serta pragmatis. Tanpa adanya keterbukaan dan pertanggung jawaban instansi pemerintah tidak dapat diukur dan dibuktikan dengan konkret mengenai tingkat pencapaian kinerjanya. Apabila aparatur pemerintah memiliki kinerja yang baik, dalam memberikan layanan hak hak sipil dan ekonomi kepada setiap warga Negara akan optimal. Untuk itu diperlukan kebijakan pemerintah yang tepat dan terarah sehingga dapat memberikan output yang positif bagi efektivitas kerja pegawai, baik secara fungsional maupun secara profesional para aparatur pemerintah akan tercapai. Mengacu pada ketentuan tersebut di atas, maka untuk melaksanakannya diperlukan kepemimpinan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang tegas tetapi bijak dalam bertindak serta dapat memenuhi tugas pokok dan fungsinya dengan baik dan bertanggung jawab mengingat tugas-tugas penyelenggaraan

pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan semakin komplek. Salah satu usaha untuk mencapai efektivitas kerja pegawai di lingkungan Kelurahan Tonjong Kecamatan Majalengka diperlukan kepemimpinan yang tepat dan visioner serta bijak, agar pegawai sebagai aparatur Pemerintah dapat melakukan peran penting dan strategis dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan mengingat yang memiliki kepentingan terhadap hasil-hasil pembangunan itu adalah masyarakat.

Sebagai permasalahan yang sedang penulis teliti kaitannya dengan upaya meningkatkan efektivitas kerja pegawai di Kantor Kelurahan Tonjong Kecamatan Majalengka sangat ditentukan oleh pelaksanaan kepemimpinan Kepala Kelurahan Tonjong terhadap kinerja para pegawainya.

Namun berdasarkan pengamatan penulis saat penjajagan dan penelitian pendahuluan, ternyata upaya untuk meningkatkan efektivitas kerja pegawai di Kelurahan Tonjong belum optimal. Hal itu dapat dilihat dari indikator-indikator sebagai berikut :

(4)

1. Masih ada pegawai yang kurang memahami bidang tugasnya, sehingga pekerjaan tidak berjalan dengan baik.

2. Masih ada pegawai yang menjalankan tugas pokok dan fungsinya tidak bertindak cepat, tepat, dan akurat sehingga pekerjaannya terbengkalai.

3. Masih ada faktor Ilmu Teknologi ( IPTEK ) yang belum menunjang.

Peneliti menduga, masalah tersebut disebabkan Lurah dalam melaksanakan Kepemimpinan belum optimal berdasarkan teknik-teknik Kepemimpinan, antara lain :

1. Kurang memberikan pengarahan dan bimbingan tentang pentingnya pemahaman dan penguasaan tugas pokok dan fungsi masing-masing. 2. Kurang memperhatikan kelengkapan sarana pendukung pelaksanaaan tugas

3. Kurang memberikan penghargaan terhadap pegawai yang berprestasi.

Berdasarkan permasalahan di atas, maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pelaksanaan Kepemimpinan yang berhubungan dengan upaya meningkatkan efektivitas kerja pegawai pada Kantor

Kelurahan Tonjong Kecamatan Majalengka yang penulisannya dituangkan dalam karya ilmiah berbentuk penelitian dengan judul :

“ PELAKSANAAN

KEPEMIMPINAN OLEH LURAH

DALAM UPAYA

MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR

KELURAHAN TONJONG

KECAMATAN MAJALENGKA“. B. Metode Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriftif analisis, yaitu metode penelitian yang menggambarkan suatu keadaan atau fenomena secara faktual atau berdasarkan fakta-fakta atau kenyataan-kenyataan yang ada pada saat penelitian / pengamatan berlangsung. Dimana hasilnya dikumpulkan dan dipilih sesuai dengan kebutuhan penelitian, selanjutnya data hasil penelitian ini dianalisa lebih lanjut sebagai bahan untuk menarik kesimpulan.

Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Studi Kepustakaan, yaitu mengumpulkan dan mempelajari teori teori ilmiah dari buku buku, peraturan peraturan pemerintah,

(5)

undang-undang dan lain lain yang ada kaitannya dengan masalah yang sedang diteliti.

2. Studi Lapangan, meliputi:

a) Observasi, dalam penelitian ini observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung aktivitas informan.

b) Wawancara, yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung dengan key informan.

c) Angket, yaitu teknik pengumpulan data dengan cara menyebarkan sejumlah daftar pertanyaan tertulis yang disertai alternatif jawabannya untuk dipilih oleh responden. Dalam teknik analisa data yang dilakukan penulis yaitu sebagai berikut : Untuk teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik modus, yaitu suatu cara analisis dengan mengambil jawaban yang paling banyak, dalam arti untuk menganalisa data baik variabel bebas maupun variabel terikat, penulis hanya memfokuskan pada pilihan dari alternatif jawaban yang dipilih oleh responden, dimana yang paling banyak merupakan acuan untuk menganalisa data tersebut, yang

hasilnya berbentuk prosentase.

Adapun teknik deskriptif kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pendapat dari Suharsini Arikunto, dalam bukunya “Produk Penelitian Suatu Pendekatan Praktik” dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Keterangan :

P = Presentase jumlah responden yang memberikan jawaban

f = Frekuensi responden yang memberikan jawaban

N = Jumlah yang dijadikan responden (2005,224)

Sedangkan kriteria pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagaimana tertuang pada tabel berikut ini:

Tabel 1.2 Kriteria pengukuran

No Persentase Tanggapan Responden Predikat 1. 76-100% Baik 2. 56-75 % Cukup 3. 40-55 % Kurang baik 4. 0-39% Tidak baik Arikunto. (2005 : 224)

(6)

1. Pelaksanaan Kepemimpinan

Oleh Lurah Dalam Upaya

Meningkatkan Efektivitas kerja pegawai Kerja Pegawai Pada

Kantor Kelurahan Tonjong

Kelurahan Majalengka

1.1 Tanggapan Responden

Terhadap Upaya Lurah Dalam

Menerapkan Teknik

Pematangan Dan Penyiapan Pengikut ( N=16 )

Untuk mengetahui tentang upaya Lurah dalam penerapan teknik pematangan dan penyiapan pengikut, maka dapat dilihat dari tanggapan responden terhadap sub variabel dari teknik kepemimpinan, bisa dilihat sebagai berikut:

a) Pengarahan dan bimbingan

Sebanyak 10 responden ( 63% ) menyatakan bahwa dalam kepemimpinannya, Lurah selalu berusaha memberikan pengarahan dan bimbingan, sedangkan 5 responden ( 31% ) menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha memberikan pengarahan dan bimbingan dan sisanya sebanyak 1 responden ( 6% ) menyatakan bahwa Lurah tidak berusaha memberikan pengarahan dan bimbingan.

b) Kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan latihan

Sebanyak 8 responden (50%) menyatakan bahwa dalam kepemimpinannya Lurah selalu

berusaha memberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan latihan, sedangkan 4 responden (25%) menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha memberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan latihan dan sisanya sebanyak 4 responden (25%) menyatakan bahwa Lurah tidak berusaha memberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan latihan. c) Partisipasi pegawai Kelurahan

dalam proses pengambilan keputusan

Sebanyak 9 responden (56%) menyatakan bahwa dalam kepemimpinannya, Lurah selalu berusaha menumbuhkan partisipasi pegawai Kelurahan , sedangkan 4 responden (25%) menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha menumbuhkan partisipasi pegawai Kelurahan dan sisanya sebanyak 3 responden (19%) menyatakan bahwa Lurah tidak berusaha menumbuhkan partisipasi pegawai Kelurahan.

1.2 Tanggapan Responden

Terhadap Upaya Lurah Dalam Menerapkan Teknik Human Relations ( N=16 )

Untuk mengetahui tentang upaya Lurah dalam penerapan teknik pematangan dan penyiapan pengikut,

(7)

maka dapat dilihat dari tanggapan responden terhadap sub variabel dari teknik human relation, bisa dilihat sebagai berikut:

a) Kebutuhan akan kelayakan

Sebanyak 11 Responden (69%) menyatakan bahwa dalam kepemimpinannya, Lurah selalu berusaha memperhatikan kebutuhan akan kelayakan, sedangkan 4 responden (25%) responden menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha memperhatikan kebutuhan akan kelayakan dan sisanya sebanyak 1 responden ( 6 % ) menyatakan bahwa Lurah tidak berusaha memperhatikan kebutuhan akan kelayakan.

b) Kebutuhan akan penghargaan

Sebanyak 12 responden ( 75%) menyatakan bahwa dalam kepemimpinannya Lurah selalu berusaha untuk memberikan penghargaan bagi pegawai Kelurahan yang berprestasi, sedangkan 3 responden ( 19% ) menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha untuk memberikan penghargaan bagi pegawai Kelurahan yang berprestasi dan sisanya sebanyak 1 responden ( 6 % ) menyatakan bahwa Lurah tidak berusaha untuk memberikan

penghargaan bagi pegawai Kelurahan yang berprestasi.

c) Kebutuhan keamanan dan ketentraman

Sebanyak 9 responden (56%) menyatakan bahwa dalam kepemimpinannya, Lurah selalu berusaha untuk memperhatikan kebutuhan keamanan dan ketentraman pegawai Kelurahan, sedangkan 5 responden ( 31% ) menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha untuk memperhatikan kebutuhan keamanan dan ketentraman pegawai Kelurahan dan sisanya sebanyak 2 responden ( 13% ) menyatakan bahwa Lurah tidak berusaha untuk memperhatikan kebutuhan keamanan dan ketentraman pegawai Kelurahan.

1.3 Tanggapan Responden

Terhadap Upaya Lurah Dalam Menerapkan Teknik Menjadi Teladan ( N=16 )

Untuk mengetahui tentang upaya Lurah dalam penerapan teknik pematangan dan penyiapan pengikut, maka dapat dilihat dari tanggapan responden terhadap sub variabel dari teknik menjadi teladan, bisa dilihat sebagai berikut:

(8)

a) Kedisiplinan

Sebanyak 10 responden ( 63% ) menyatakan bahwa dalam kepemimpinannya, Lurah selalu berusaha untuk memberikan keteladanan dalam hal kedisiplinan, sedangkan 5 responden ( 31% ) menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha untuk memberikan keteladanan dalam hal kedisiplinan dan sisanya sebanyak 1 responden ( 6% ) menyatakan bahwa Lurah tidak berusaha untuk memberikan keteladanan dalam hal kedisiplinan.

b) Pemberian contoh Sebanyak 7 responden( 44% ) menyatakan bahwa dalam kepemimpinannya, Lurah selalu berusaha untuk memberikan contoh tentang pelaksanaan pekerjaan, sedangkan 5 responden ( 31% ) menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha untuk memberikan contoh tentang pelaksanaan pekerjaan dan sisanya sebanyak 4 responden ( 25%) menyatakan bahwa Lurah tidak berusaha untuk memberikan contoh tentang pelaksanaan pekerjaan.

c) Pelaksanaan kebijaksanaan Sebanyak 9 responden (56 % ) menyatakan bahwa dalam

kepemimpinannya Lurah selalu berusaha untuk melaksanakan kebijaksanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sedangkan 6 responden ( 38% ) menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha untuk melaksanakan kebijaksanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sisanya sebanyak 1 responden ( 6% ) menyatakan bahwa Lurah tidak berusaha untuk melaksanakan kebijaksanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

1.4 Tanggapan Responden

Terhadap Upaya Lurah Dalam Menerapkan Teknik Persuasi dan Pemberian Perintah ( N=16 )

Untuk mengetahui tentang upaya Lurah dalam penerapan teknik pematangan dan penyiapan pengikut, maka dapat dilihat dari tanggapan responden terhadap sub variabel dari teknik teknik persuasi dan pemberian perintah, bisa dilihat sebagai berikut:

a. Kejelasan

Sebanyak 8 responden (50%) menyatakan bahwa dalam pelaksanaan kepemimpinannya, Lurah selalu berusaha untuk memberikan perintah secara jelas, sedangkan 7 responden ( 44% ) menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha untuk memberikan memberikan perintah secara jelas dan sisanya sebanyak 1 responden (6%)

(9)

menyatakan bahwa Lurah tidak berusaha untuk memberikan perintah secara jelas.

b. Ketepatan dalam pemberian perintah Sebanyak 11 responden ( 69% ) menyatakan bahwa dalam kepemimpinannya, Lurah selalu berusaha untuk memberikan perintah kepada pegawai Kelurahan yang tepat, sedangkan 4 responden ( 25% ) menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha untuk memberikan perintah kepada pegawai Kelurahan yang tepat dan sisanya sebanyak 1 responden ( 6% ) menyatakan bahwa Lurah tidak berusaha untuk memberikan perintah kepada pegawai Kelurahan yang tepat.

c. Motivasi dalam pemberian perintah Sebanyak 6 responden ( 38% ) menyatakan bahwa dalam kepemimpinannya Lurah selalu berusaha untuk memberikan perintah disertai dengan pemberian motivasi, sedangkan 5 responden ( 31% ) menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha untuk memberikan perintah disertai dengan pemberian motivasi, dan sisanya sebanyak 5 responden ( 31% ) menyatakan bahwa Lurah tidak berusaha untuk memberikan perintah disertai dengan pemberian motivasi.

1.5 Tanggapan Responden

Terhadap Upaya Lurah Dalam

Menerapkan Teknik

Penggunaan Sistem Komunikasi yang cocok ( N=16 )

Untuk mengetahui tentang upaya Lurah dalam penerapan teknik pematangan dan penyiapan pengikut, maka dapat dilihat dari tanggapan responden terhadap sub variabel dari teknik penggunaan sistem komunikasi, bisa dilihat sebagai berikut:

a. Komunikasi dua arah

Sebanyak 10 responden ( 63% ) menyatakan bahwa dalam kepemimpinannya, Lurah selalu berusaha untuk bersifat terbuka terhadap saran dan kritik dari pegawai Kelurahan , sedangkan 5 responden ( 31% ) menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha untuk bersifat terbuka terhadap saran dan kritik dari pegawai Kelurahan dan sisanya sebanyak 1 responden ( 6% ) menyatakan bahwa Lurah tidak bersifat terbuka terhadap saran dan kritik dari pegawai Kelurahan.

b. Komunikasi instruksional

Sebanyak 9 responden ( 56% ) menyatakan bahwa dalam

(10)

1 0

Pusat Studi Sosial dan Kebijakan (PUSAKA)

kepemimpinannya, Lurah selalu berusaha untuk memberikan penjelasan terhadap kebijaksanaan dari instansi yang lebih tinggi, sedangkan 4 responden ( 25% ) menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha untuk memberikan penjelasan terhadap kebijaksanaan dari instansi yang lebih tinggi dan sisanya sebanyak 3 responden ( 19% ) menyatakan bahwa Lurah tidak berusaha untuk memberikan penjelasan terhadap kebijaksanaan dari instansi yang lebih tinggi.

1.6 Tanggapan Responden

Terhadap Upaya Lurah Dalam

Menerapkan Teknik

Penyediaan Fasilitas Kerja ( N=16 )

Untuk mengetahui tentang upaya Lurah dalam penerapan teknik pematangan dan penyiapan pengikut, maka dapat dilihat dari tanggapan responden terhadap sub variabel dari teknik penyediaan fasilitas kerja, bisa dilihat sebagai berikut:

a. Kelengkapan fasilitas kerja

Sebanyak 11 responden (69%) menyatakan bahwa dalam kepemimpinannya, Lurah selalu berusaha untuk memperhatikan kelengkapan fasilitas kerja, sedangkan

4 responden ( 25% ) menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha untuk memperhatikan kelengkapan fasilitas kerja dan sisanya sebanyak 1 responden ( 6% ) menyatakan bahwa Lurah tidak berusaha untuk memperhatikan kelengkapan fasilitas kerja.

b. Ketepatan penyimpanan fasilitas kerja

Sebanyak 8 responden ( 50% ) menyatakan bahwa dalam kepemimpinannya, Lurah selalu berusaha untuk menempatkan fasilitas kerja secara tepat, sedangkan 5 responden ( 31% ) menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha untuk menempatkan fasilitas kerja secara tepat dan sisanya sebanyak 3 responden ( 19% ) menyatakan bahwa Lurah tidak berusaha untuk menempatkan fasilitas kerja secara tepat.

c. Pemeliharaan fasilitas kerja

Sebanyak 9 responden ( 56% ) menyatakan bahwa dalam kepemimpinannya Lurah selalu berusaha memperhatikan pemeliharaan fasilitas kerja, sedangkan 4 responden ( 25% ) menyatakan bahwa Lurah kurang berusaha memperhatikan pemeliharaan fasilitas kerja, dan

(11)

sisanya sebanyak 3 responden ( 19% ) menyatakan bahwa Lurah tidak berusaha memperhatikan pemeliharaan fasilitas kerja.

1.7 Tanggapan Responden

Mengenai Efektivitas Kerja

Pegawai Pada Kantor

Kelurahan Tonjong Kecamatan Majalengka ( N=16 )

Untuk mengetahui sampai sejauh mana peningkatan efektivitas kerja pegawai pada Kantor Kelurahan Tonjong Kecamatan Majalengka melalui hasil pelaksanaan yang diukur oleh lima indikator efektivitas kerja sebagai berikut:

1. Produksi

Dari tabel tersebut di atas ternyata sebanyak 63% menyatakan bahwa para pegawai selalu melaksanakan kegiatan produksi pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan target yang ditetapkan, kemudian 31% menyatakan kurang melaksanakan kegiatan produksi pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan target yang ditetapkan, kemudian 6% menyatakan tidak pernah melaksanakan kegiatan produksi pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan target yang di tetapkan.

2. Efisiensi

Dari tabel di atas ternyata sebanyak 56% menyatakan bahwa para pegawai

telah melaksanakan pekerjaan yang diberikan selalu diselesaikan tepat waktu dan tidak menghabiskan banyak tenaga, kemudian 25% menyatakan kurang melaksanakan pekerjaan yang diberikan selalu diselesaikan tepat waktu dan tidak menghabiskan banyak tenaga, kemudian 19% menyatakan tidak pernah melaksanakan pekerjaan yang diberikan selalu diselesaikan tepat waktu dan tidak menghabiskan banyak tenaga.

3. Kepuasan

Dari tabel tersebut di atas ternyata sebanyak 50% menyatakan bahwa para pegawai selalu puas mendapatkan imbalan yang sesuai dengan apa yang telah dikerjakan, kemudian 38% menyatakan kurang puas mendapatkan imbalan yang sesuai dengan apa yang telah dikerjakan, kemudian 13% menyatakan tidak pernah puas mendapatkan imbalan yang sesuai dengan apa yang telah dikerjakan. 4. Keadaptasian

Dari table di atas ternyata sebanyak 44% menyatakan bahwa para pegawai selalu melaksanakan kegiatan keadaptasian pekerjaan terhadap tuntutan perubahan, kemudian 31% menyatakan kurang melaksanakan kegiatan keadaptasian pekerjaan terhadap tuntutan perubahan,

(12)

1 0

Pusat Studi Sosial dan Kebijakan (PUSAKA)

kemudian 25% menyatakan tidak pernah melaksanakan kegiatan keadaptasian pekerjaan terhadap tuntutan perubahan.

5. Perkembangan

Dari table di atas ternyata sebanyak 56% menyatakan bahwa para pegawai selalu melaksanakan kegiatan perkembangan pekerjaan terhadap tanggung jawab organisasi, kemudian 31% menyatakan kurang melaksanakn kegiatan perkembangan pekerjaan terhadap tanggung jawab organisasi, kemudian 13% menyatakan tidak pernah melaksanakan kegiatan perkembangan pekerjaan terhadap tanggung jawab organisasi.

D. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang penulis lakukan tentang pelaksanaan kepemimpinan Lurah dalam upaya meningkatkan efektivitas kerja pegawai pada Kantor Kelurahan Tonjong Kecamatan Majalengka penulis menyimpulkan sebagai berikut :

Lurah belum dapat melaksanakan kepemimpinannya secara optimal. Hal tersebut dapat terlihat dari penerapan teknik-teknik kepemimpinan oleh Lurah dengan perolehan rata-rata standar prosentase

baru mendapat predikat “Cukup Baik”. Jadi berdasarkan hal tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata Lurah dalam pelaksanaan kepemimpinannya masih perlu berusaha lagi dalam menerapkan teknik-teknik kepemimpinan.

Pencapaian predikat “Cukup Baik” dalam penerapan teknik-teknik kepemimpinan akan berpengaruh terhadap proses pelaksanaan pekerjaan dari para pegawai dalam arti hasil kerjanya belum optimal.

E. Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi, 2010. Prosedur

Suatu Penelitian Pendekatan Praktik. Jakarta :Ghalia Indonesia.

Gibson.L.James

1987.Organisasi.Jakarta :Erlangga

Handayaningrat, Soewarno, 1990,

Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Management.

Jakarta :GunungAgung

Karyadi, M. 1984. Kepemimpinan

(Leadership). Bandung :Karya

Nusantara

Manullang, M. 1977. Dasar-Dasar

Management.Jakarta :Ghalia Indonesia

(13)

Administrasi, Management dan Kepemimpinan. Bandung : Alumni Pamudji,S. 1982, kepemimpinan pemerintahan di Indonesia. Bumi aksara Pasolong,Harbani. 2010. Kepemimpinan Birokrasi.Bandung :Alfabeta

Siagian.Sondang P. 1995. Peranan staf

dan mangement. Jakarta : Gunung Agung 2011.Filsafat Administrasi. Jakarta :GunungAgung 2010.Teori dan Praktek Kepemimpinan.Jakarta : PT Rineka Cipta

Sugiyono, 2009.Metode Penelitian Administrasi. Bandung :Alfabeta

Gambar

Tabel 1.2  Kriteria pengukuran  No  Persentase  Tanggapan  Responden  Predikat  1.  76-100%  Baik  2

Referensi

Dokumen terkait

Begitu pun pada kegiatan selanjutnya pada kegiatan B dan D yang kegiatan pendahulunya adalah kegiatan A maka, nilai ES dari kedua kegiatan tersebut adalah 3,

Lampiran Surat Keputusan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Nomor: 022/SK/SM-FKUAJ/V/2017 tertanggal 11 Mei 2017.

Program doktor (S3) Prodi Pendidikan Geografi PPs UM bertujuan: (1) menghasilkan ilmuwan profesional dalam bidang pendidikan geografi yang mampu menjadi peneliti dan pengembang

Model pengembangan manajemen pembia- yaan dan penghitungan biaya operasional satuan pendidikan yang dihasilkan dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan kerangka acuan

Untuk dapat memiliki sikap hidup yang demikian, diperlukan pendidikan multikultural sebab pendidikan multikultural diharapkan mampu menjadi solusi terbaik dalam

Aktivitas pembelajaran yang beda dari pelajaran yang lain tersebut mampu membuat siswa berkebutuhan khusus dalam hal ini siswa tunagrahita tertarik dan memiliki minat yang

Dalam rangka pelaksanaan seleksi Instruktur Nasional (IN), Fasilitator Nasional (Fasprov), Fasilitator Daerah (Fasda) program Pengembangan Keprofesian Berkelenjutan (PKB) Guru

15.1 Perunding wajib mengemukakan Borang B – Surat Akuan Perunding bersama-sama dengan Dokumen Tender di mana perunding berwaad untuk tidak menawarkan atau