GEOLOGY PROCESS
(
Proses Geologi
)
(
Proses Geologi
)
Dr. Runi Asmaranto, ST., MT
BACKGROUND: Indonesia adalah negara yang
terletak pada jalur
Gunungapi Lingkar Pacific
dan
Lintas Asia
serta
Lempeng Tektonik Asia Selatan
(Circum Pacific and Trans Asiatic Volcanic Belt dan
South Asia Tectonic Plate). Itulah sebabnya Indonesia
South Asia Tectonic Plate). Itulah sebabnya Indonesia
mempunyai banyak gunungapi aktif dan seringkali
mengalami bencana akibat gunung api maupun
gempa tektonik.
Sehingga, Wilayah Indonesia merupakan
daerah
rawan
bencana.
Sementara
itu
penduduk
lebih
senang
memilih
tetap
tinggal di daerah gunungapi daripada harus
pindah ke daerah lain, meskipun menyadari
bahwa tinggal di daerah gunungapi tersebut
bahwa tinggal di daerah gunungapi tersebut
jiwanya terancam bahaya akibat letusan
gunungapi.
Ini
terjadi
karena
mereka
percaya bahwa letusan gunungapi tidak
hanya menimbulkan bencana, tetapi juga
dapat menyuburkan tanah.
Weathering Transport + Erosion Sea Air Lithification EARTH Movements LAND GEOLOGICAL PROCESSES Sedimentary Rock Igneous Rock metamorphism Magma Metamorphic R ock melting
Geology Process
(weathering, erosion and sedimentation)
Pelapukan Batuan (weathering of rock)
Definisi
: pelapukan adalah proses terurainya
batuan menjadi partikel-partikel yang lebih
kecil akibat proses mekanis dan kimia (DAS,
kecil akibat proses mekanis dan kimia (DAS,
BM, 1985)
Menurut Pitts, John.1984, pelapukan adalah
proses perubahan batuan yang terjadi di
bawah pengaruh langsug hydrosphere dan
atmosphere.
A. Pelapukan Mekanis
• Pelapukan mekanis terjadi apabila batuan berubah menjadi fragmen yang lebih kecil,tanpa terjadi perubahan kimiawi. Faktoryang mempengaruhi adalah :
1. Iklim : perubahan temperatur (panas/dingin) secara terus menerus atau dalam waktu yang lama akan menyebabkan “Rock fatigue”
“Rock fatigue”
2. Eksfoliasi : adalah terkupasnya bagian luar batuan yang tersingkap. Hal ini bisa diakibatkan perbedaan tegangan pada mineral batuan. Penyebab lain adalah
a. daya angkat regional
b. erosi akibat limpasan permukaan sehingga mengurangi tegangan akibat beban diatasnya
Lanjutan pelapukan mekanis
3. Erosi (oleh angin/air) : proses ini juga sangat dipegaruhi oleh kondisi topografi, landai, curam, dsb.
4. Abrasi : adalah keausan yang disebabkan oleh 2 (dua) bahan yang keras yang mengalami gerakan relatif ketika sedang bersentuhan.
5. Kegiatan Organik
Gaya pemecah yang digunakan akar tanaman dalam rongga batuan dapat membuat fragmen-fragmen batuan terpisah
B. Pelapukan Kimiawi
Pelapukan kimiawi terjadi apabila mineral batuan di ubah menjadi mineral-mineral baru melalui reaksi kimia.
Proses penyebabnya : 1. Oksidasi
Proses ini terlihat jelas bila batuan terkena air hujan. Oksidasi tampak pada noda berwarna coklat sampai merah khususnya pada batuan yang mengandung besi
Reaksi kimia dapat menghasilkan Hidrat oksida, besi, karbonat dan sulfat. Apabila reaksi ini menghsilkan pertambahan volume maka akan terjadi pemisahan batuan.
2. Larutan (solution)
Contoh yang jelas adalah batu gamping, dalam periode waktu yang relatif singkat (5 -10 tahun) batu gamping mengalami pelapukan akibat terkena air hujan yang mengandung
karbondioksida (CO2) yang cukup banyak sehingga dapat menghancurkan batuan.
3. Hidrolisis (pembentukan ion-ion H+)
Bahan pelapuk kimiawi dapat bekerja secara
bersamaan.Sebagai contoh, pembentukan lempung dari bersamaan.Sebagai contoh, pembentukan lempung dari
pelapukan suatu feldspar ortoklas (biasanya berwarna merah jambu) dimana terdapat air biasa dan asam karbonat yang terbentuk oleh air yang bercampur dengan karbondioksida.
Rekasi kimia :
a. H2O+CO2 H2CO3 H+ + (HCO 3)
-(asam karbonat)
b. 2(K)AlSi3O8 + H2CO3 + H2O Al2Si2O5(OH)4 + K2CO3 + 4 SiO2
(orthoclase) (kaolinite) potasium kuarsa (silika)
mineral lempung karbonat
atau
2(K)AlSi3O8 + 2H+ + H2O 2K++ 4SiO2 + Al2Si2O5(OH)4
(orthoclase) (kuarsa) (Kaolinite)
(orthoclase) (kuarsa) (Kaolinite)
Contoh; proses oksidasi Pyrite
FeS2 + n2 O2 + m H2O Fe2 SO4 Fe2 (SO4)3 Fe2O3nH2O
(Pyrite) (Oxygen) (water) Ferrous Ferric Solphate Limonite sulphate
Contoh Proses Hidrasi :
a. Ca SO
4+ 2 H
2O = Ca SO
4. 2H
2O
Anhydrite Gypsum
b. Fe
2O
3+ n H
2O
Fe
2O
3nH
2O
b. Fe
2O
3+ n H
2O
Fe
2O
3nH
2O
hematite (water) LimonitePELAPUKAN MEKANIS PELAPUKAN KIMIAWI
1. Pada proses ini tidak terjadi perubahan komposisi kimia dari mineral batuan induknya
2. Disebabkan oleh perubahan temperatur (panas dan dingin) secara terus menerus
1. Mineral batuan induk diubah menjadi mineral-mineral baru melalui reaksi kimia.
2. Akibat reaksi air dan
karbondioksida (dari udara) membentuk asam-asam karbon Resume
secara terus menerus
3. Bisa juga disebabkan oleh air yang meresap kedalam pori batuan dan diantara rengatan batuan
4. Penyebab lain erosi (oleh air dan angin), abrasi (gelombang laut, dsb) abrasi oleh es gletser
membentuk asam-asam karbon
3. Asam karbonat bereaksi dengan mineral batuan membentuk
mineral baru ditambah garam terlarut.
4. Garam-garam terlarut tersebut juga menjadi penyebab
Oleh agen-agen pembawa (transporting agent) tanah di endapkan di tempat yang berlainan
Berdasarkan letak endapan terhadap asalnya, dikenal 2 macam tanah :
1. Residual Soils :
EROSI DAN SEDIMENTASI PRODUK PELAPUKAN
1. Residual Soils :
Ialah tanah terbentuk di sekitar “asalnya”. Misal batuan induk yang melapuk dan pecah menjadi tanah tetapi tetap berada disekitar batuan induk (tidak/belum terbawa oleh angin/air/es ke tempat lain). Contoh lain hutan/semak belukar – mati— menjadi tanah organik (humus)
2. Transported Soils (sedimented soils)
Ialah tanah yang terbentuk jauh dari asal-usulnya misalnya tanah yang terbentuk pada suatu delta sungai
Yang termasuk Transporting Agents : Yang termasuk Transporting Agents :
1. Air : aliran sungai, gelombang di danau, laut, air tanah
2. Angin 3. Es
Berdasarkan Ukuran butirannya tanah terdiri
dari :
1. Kerikil (gravel) : 2.0 – 60 mm
2. Pasir (sand) : 0.06 – 2.0 mm
3. Lanau (silt) : 0.002 – 0.06 mm
4. Lempung (clay) :
≤
0.002 mm (2
µ
m)
4. Lempung (clay) :
≤
0.002 mm (2
µ
m)
Bila ukurannya sudah > 60 mm maka sudah
disebut batu dan tidak digolongkan tanah lagi
(dalam istilah mekanika tanah)
• Ilmu yang mempelajari tentang tanah dibagi menjadi 2 pokok cabang yang paling utama :
1. Soil Science ( ilmu tanah): mempelajari tanah
untuk mengetahui sifat-sifat tanah dalam
hubungannya dengan tanaman (dipelajari di bidang Pertanian)
2. Soil Mechanics (Mekanika Tanah) : mempelajari
tanah untuk mengetahui sifat-sifat tanah dalam
2. Soil Mechanics (Mekanika Tanah) : mempelajari
tanah untuk mengetahui sifat-sifat tanah dalam hubungannya dengan bangunan (pondasi, jalan, bendungan, terowongan, dll) Ilmu ini dipelajari di bidang teknik sipil.
• Kedua ilmu tersebut sangat berlainan disiplin dan anggapannya meskipun yang dipelajari sama,
contoh :
Dari segi soil science Dari segi soil mechanic
Tanah pasir Tanah jelek, tidak Tanah baik,baik untuk
Tanah pasir Tanah jelek, tidak
begitu baik untuk tanaman
Tanah baik,baik untuk pondasi bangunan dan
bahan bangunan
Tanah lempung Tanah baik,
menyuburkan tanaman
Tanah jelek, sukar mendirikan pondasi di
tanah lempung, jalan raya rusak.
Dari Kondisi tempat sedimentasinya, tanah sedimen dibagi menjadi :
A. Di benua/daratan (di atas garis pasang air laut)
1. Aluvial Sediment : terjadi sebagai akibat
sedimentasi oleh air sungai.
2. Glacial Sediment : terjadi akibat sedimentasi oleh
es
3. Aeolian Sediment : akibat sedimentasi oleh angin
3. Aeolian Sediment : akibat sedimentasi oleh angin
4. Paludal Sediment : Sedimentasi langsung di rawa
(bahan organik).
B. Di daerah campuran daratan – lautan
1.Littoral sediment ( di daerah antara pasang dan surut).
2.Delta (juga termasuk aluvial sediment).
3. Estuarine sediment (juga aluvial sediment) C. Di daerah lautan (Marine sediment)
C. Di daerah lautan (Marine sediment)
1. Continental shelf (dangkalan benua) / kedalaman rata-rata 130 m dibawah msl 2. Continental slope (lereng benua)/
kedalaman rata-rata 1500-3000 m dibawah msl
3. Deep ocean (dasar laut dalam) / rata2 4000 m di bawah msl
Parameter Geoteknik yang penting untuk
analisa Transportasi sedimen di Sungai adalah
Klasifikasi Tanah :
Macam-macam Klasifikasi Tanah :
1. USDA (United state of departemen
agricultural)
agricultural)
2. USCS (unified soil clasification system)
3. AASHTO (American association of State
*) catatan :
UCS = unconfined (or uniaxial) compressive strength
*) catatan :
UCS = unconfined (or uniaxial) compressive strength