Ide Kegiatan Indoor
finding what really works!
Dear ayah bunda,
Pada saat Anda memikirkan tentang homeschooling atau akan memutuskan menerapkan homeschooling sebagai jalan pendidikan anak-anak, mungkin beberapa pertanyaan yang melintas adalah "Bagaimana kesehariannya kalau tidak sekolah?", "Mampukah saya mendidiknya?", "Efektifkah waktu-waktunya di rumah?"
Sumber Ide Kegiatan
Banyak sumber-sumber untuk mendapatkan ide kegiatan buat anak-anak.
Mencari lewat Internet
Bagi Anda yang akrab dengan internet, saat Anda memiliki pertanyaan pertanyaan mengenai kegiatan anak, biasanya Anda lalu mulai membuka mesin pencari dan mengetikkan "Ide kegiatan pra sekolah", "preschool activities ideas" atau kata kunci sejenis.
Dari proses pencarian dengan kata kunci tersebut, akan muncul puluhan, ratusan bahkan mungkin ribuan ide kegiatan untuk anak-anak yang menarik, kreatif, keren, dan lain sebagainya.
Lalu bagaimana selanjutnya?
Teorinya sangat sederhana. Setelah Anda memasukkan kata kunci ke mesin pencari dan mendapatkan hasil pencarian, selanjutnya Anda harus
memilah mana yang cocok dan kemudian mengaplikasikannya ke anak-anak Anda.
Wah ternyata sesederhana itu ya mencari kegiatan homeschooling?
Teorinya memang begitu. Tapi yang sering terjadi terkadang kita (termasuk saya) sering berputar-putar dalam proses mencari - membuka - membaca - membuka - membaca - membuka - membaca... terus seperti itu sampai akhirnya overwhelmed, kepenuhan ide dan bingung mau memulai dari mana. Ujung dari semua itu yang terjadi malah justru stuck, tak melakukan apapun.
Belum lagi jika kemudian yang muncul adalah perasaan terintimidasi saat melihat posting keluarga homeschooling yang lain. Mengapa anak itu bisa begitu? Mengapa saya tidak bisa sekreatif itu? Atau terkadang muncul ketakutan bahwa jika kita tidak melakukan hal-hal "keren" yang ada di web itu, maka anak kita akan menjadi kurang kreatif atau kurang cerdas.
Jika ada teman-teman yang pernah merasa mengalami hal ini jangan khawatir karena hal seperti ini sangat sering dialami keluarga lain, terutama oleh orangtua keluarga yang baru memulai proses homeschooling.
Problem ini dialami karena kita baru mengalami peralihan dari ketiadaan resource dan informasi (di dunia fisik) menjadi kebanjiran resource dan informasi (di Internet).
Dalam era internet ketika aneka informasi bertebaran, keterampilan yang dibutuhkan bukan hanya keterampilan mencari informasi. Keterampilan penting yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk memilah dan memilih informasi dan materi yang paling cocok untuk memenuhi kebutuhan keluarga kita.
Bagaimana cara melatih keterampilan ini?
Berikut ini beberapa tips untuk melatih keterampilan memilih dan memilah informasi yang sesuai dengan kebutuhan keluarga kita.
• Sesuaikan dengan kebutuhan
Anda butuh apa? Jika Anda butuh mencari ide kegiatan untuk anak usia dini, maka fokuskan kata kunci pencarian dengan "Ide kegiatan anak pra sekolah", "Ide kegiatan anak usia 3 tahun", "activities ides for 3 years old". Semakin lengkap (baca: spesifik) kata kunci yang Anda masukkan dalam mesin pencari, semakin fokus materi yang tersajikan di hadapan Anda dan semakin memperkecil kemungkinan untuk tergoda melihat materi lainnya.
• Tutup Tab yang tidak sesuai dengan kebutuhan Anda SAAT INI.
Hindari godaan untuk membuka informasi yang tidak Anda butuhkan saat ini. Kuncinya adalah “SAAT INI”. Usahakan untuk tetap fokus ketika mencari ide kegiatan di internet. Jika yang sedang
Anda cari adalah kegiatan anak pra sekolah, lalu muncul ide kegiatan menarik yang BUKAN untuk anak pra sekolah, maka tutup saja tab itu atau simpan linknya (bookmark) untuk dibuka kapan-kapan. Pokoknya jangan sekarang.
• Gunakan Timer
Berikan jatah waktu ketika mencari materi di internet. Misalnya 20-30 menit. Gunakan timer di handphone, online timer seperti Online Stopwatch, aplikasi di komputer yang berbunyi nyaring atau otomatis mengeluarkan jendela pengingat jika waktu yang sudah Anda tentukan sudah habis.
Mengapa harus diberi batasan waktu? Ini penting untuk mencegah Anda tenggelam di lautan informasi. karena informasi di Internet seperti lautan tak berdasar. Sejauh apapun Anda menyelam, Anda tak akan menemukan dasarnya.
Selama apapun Anda berusaha menyedot air di lautan, tak akan sanggup Anda menghabiskan air yang ada di dalamnya. Yang bisa Anda lakukan adalah mencari sebanyak-banyaknya manfaatnya dalam rentang waktu yang Anda tentukan sendiri. Batasan waktu ini selain akan membuat Anda lebih fokus, juga akan menghindarkan Anda dari keasyikan browsing, tapi malah lupa praktek.
• Gunakan Bookmark
Satu hal yang sulit dihindari dari mencari data di internet adalah banyaknya informasi yang menarik yang seolah-olah semuanya penting untuk dilahap saat itu juga. Padahal sesungguhnya tidak demikian.
Jika Anda menunda untuk mengakses informasi itu, kemungkinan suatu hari informasi itu masih tetap ada di situ. Kemampuan yang perlu Anda miliki adalah kemampuan mengorganisasikan
tempat menyimpan informasi (organizing bookmark), supaya tidak bingung ketika ingin mencari materi tersebut.
Sebaiknya gunakan bookmark online seperti
Pinterest atau SpringPad. Tools online ini sangat bermanfaat untuk menghindari kemungkinan kehilangan data jika komputer yang kita pakai bermasalah. Penyimpanan online juga mempermudah akses karena bisa diakses dari beragam piranti atau tempat yang berbeda.
• Aplikasikan ke Anak
Ini penting banget, karena yang paling penting dari semuanya adalah bagaimana aplikasinya kepada anak.
Untuk mempermudah proses ini kita bisa mencari ide berdasarkan:
• Materi yang ada di Rumah
Cari ide kegiatan yang memiliki materi yang paling ada di rumah. Misalkan, di rumah kita memiliki banyak piring kertas, maka kita bisa mencari ide kegiatan di Internet dengan lebih spesifik misalnya: "paper plate activities for toddlers".
Setelah itu pilih menu "Gambar", maka akan muncul aneka foto sehingga kita bisa melihat hasil akhirnya. Proses ini akan menghemat waktu kita dari membuka satu persatu tab mesin pencari.
• Materi yang disukai Anak
Misal anak Anda sedang suka kereta api, maka carilah kegiatan yang ada hubungannya dengan kereta api. Masukkan kata kunci "train activities for toddlers". Jangan lupa untuk memilih menu GAMBAR untuk memudahkan pencarian, supaya kita bisa langsung pilih berdasarkan gambaran visualnya. Contoh:
Terkadang kereta api saja masih bisa dikerucutkan lagi, misal anak suka Kereta Api Thomas, maka kata kuncinya bisa "Thomas the tank engine activities for toddler".
Ingat, ketika Anda memilih salah satu gambar, maka Anda akan mendapatkan beragam pilihan sejenis (related search). Maka kemungkinan Anda untuk mendapatkan materi terkait yang beragam pun semakin tinggi. Contohnya:
• Cari Dari Jenis Pelajaran
Jika Anda mencari kegiatan yang berhubungan dengan matematika tapi masih dalam tema Thomas the Tank Engine, maka bisa mencari dengan kata kunci: "thomas the tank engine math for preschool" dan lain sebagainya:
Intinya jangan terlalu lama mencari. Begitu mendapatkan materi yang Anda butuhkan, segera bookmark, print lalu berikan pada anak. Jangan menunggu terlalu banyak baru mencetaknya.
Mencari lewat Buku/Majalah Parenting
Cara berikutnya yang bisa kita lakukan adalah dengan mencari ide kegiatan lewat buku atau majalah parenting.
Keuntungan dari buku-buku parenting adalah kita tidak perlu menggunakan internet. Kekurangannya dia membutuhkan tempat penyimpanan fisik dan kadang sering terselip atau hilang.
Tips untuk bisa memanfaatkan buku/majalah parenting dengan maksimal adalah dengan membuat sendiri catatan tentang apa-apa yang kita anggap menarik.
Misalnya Anda menemukan kumpulan resep yang mudah untuk dimasak bersama anak-anak, maka buatlah sendiri notes dalam buku/komputer sehingga bisa lebih
mudah Anda atur (easy organized) dan bisa Anda cari dengan mudah kapan pun Anda butuhkan.
Jika Anda menemukan tips parenting yang bagus dari sebuah buku, maka biasakan untuk membuat personal notes (sesederhana apapun), tentang apa yang Anda dapatkan dari tulisan itu.
Misalnya, Anda sedang membaca teknik meredakan amarah. Maka buatlah catatan sederhana, misal: menurut Katharine C. Kersey, pengarang buku "The 101s: A Guide to Positive Discipline" ketika emosi meningkat, hitunglah hinggal 10, ambil nafas dalam atau menjaga jarak sebentar sampai bisa mengumpulkan diri sendiri. Simpan ringkasan itu di komputer Anda.
Untuk apa membuat catatan? Karena menulis adalah cara yang efektif untuk mengikat makna atau pemahaman pribadi kita. Pemahaman itu ditulis di komputer untuk mempermudah pencarian jika suatu saat Anda teringat dan membutuhkannya.
Mencari lewat Orang Terdekat atau
Lingkungan di Sekitar
Anda bisa mendapatkan ide kegiatan melalui interaksi Anda dengan orang-orang yang ada di lingkungan Anda, baik lingkungan rumah maupun lingkungan pergaulan Anda.
Melalui percakapan atau pengamatan terhadap kegiatan yang dilakukan anak-anak lain, Anda bisa mencari ide kegiatan untuk keluarga Anda.
Menggunakan Materi Keseharian
Selain menggunakan ide-ide dari Internet, buku, majalah, dan teman, salah satu sumber ide kegiatan untuk anak-anak adalah keseharian.
Banyak kegiatan keseharian yang bermakna dan bisa digunakan menjadi alat pembelajaran yang efektif.
Contoh:
• Bercakap-cakap
Ngobrol santai adalah alat paling murah meriah yang efeknya luar biasa. dari ngobrol ini kita bisa mengeksplorasi minat anak, menambah kedekatan, menambah kosa kata (untuk anak usia dini) . Biasakan untuk menggunakan teknik bertanya yang mengundangh cerita anak. Misal: ‣ Tadi adik main apa?
‣ Bagaimana ceritanya?
• Di Dapur
Dapur adalah salah satu tempat belajar luar biasa untuk anak. Contoh kegiatan anak usia dini di dapur:
‣ Mengenal rasa: asin (garam) - manis (gula) - pedas (bubuk cabe) - pahit (kopi)
‣ Mengenal jenis cairan: susu - teh - air putih - kopi
‣ Mengenal warna ‣ Mengenal jenis sayur ‣ Mengenal jenis buah ‣ Mengenal bumbu dapur
‣ Mengenal panas - dingin - hangat
‣ Mengenal dimensi: tinggi - rendah, panjang - pendek, atas - bawah
‣ Mengenal bentuk: cari benda di dapur yang berbentuk lingkaran/segitiga dll.
‣ Tuang-tuang: Memindahkan biji2an/beras dari satu mangkuk ke mangkuk lainnya. Dll
• Di ruang Keluarga
‣ Menghitung pintu/jendela
‣ Mencari bentuk (misal: pintu = segi empat, jam = lingkaran)
‣ Mencari warna
‣ Menempel nama benda (menaruh tulisan kursi di kursi/meja/mainan).
Kreatiflah
Kadang hal yang menghalangi kita untuk mengaplikasikan sebuah hal karena keterbatasan fasilitas. Biasakan untuk mencari alternatif pengganti jika suatu bahan tidak tersedia di rumah. Misalnya, kita ingin membuat mau bikin clay tapi tidak punya clay. Maka coba buatlah sendiri clay di rumah. Banyak resep cara membuat clay dengan materi sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah.
Atau misalnya sebuah prakarya membutuhkan bagian dalam gulungan tisu roll, sebuah hal yang sangat umum dimiliki setiap keluarga di Amerika tapi tidak umum di Indonesia yang sebagian besar kamar mandinya menggunakan air bukan tisu. Untuk hal ini Anda bisa mengakalinya dengan membuat gulungan sendiri dari karton tebal.
Jadi, kreativitas sangat penting dalam penyelenggaraan kegiatan yang sesuai untuk anak-anak.
Sebagai alat bantu kreativitas, Anda dapat menyiapkan satu box berisi materi dasar kreativitas. Tidak ada cara terbaik untuk membuat box kreativitas ini, karena semua dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.
Anda bisa memulainya dari dengan membuat 2 box sederhana. Box pertama berisi materi dasar yang bisa dipakai kapan saja oleh anak-anak. Box kedua berisi materi dasar yang pemakaiannya membutuhkan bantuan kita sebagai orang tua.
Berikut daftar benda-benda yang bisa dimasukkan dalam box 1 & box 2.
Box 1: materi dasar kegiatan anak
Berikut adalah materi dasar pertama yang sebaiknya dimiliki di rumah untuk menciptakan aneka permainan (di box anak-anak): kertas pensil penghapus pensil warna krayon spidol lem cat kuas gunting
kertas lipat aneka warna karton aneka warna kardus bekas tali/pita selotip
iiiiiiiiiii
iiiiiiiiiii
iiiiiiiii
Box 2: Materi Kegiatan Bersama Orangtua
Materi-materi berikut bisa menjadi tambahan untuk menambah kreativitas (di box orang tua)
kertas krep botol bekas pompom aneka kancing water bead piring kertas pembolong kertas stapler penjepit kertas cutter soda kue cuka lem tembak cat poster
Sebenarnya, membuat box kreativitas prosesnya kurang lebih serupa dengan proses Anda mengatur bumbu masak di dapur.
Sebagaimana Anda membeli bumbu yang paling sering Anda pakai untuk masak, Anda juga harus memilih materi kegiatan yang paling sering Anda gunakan untuk disimpan di box kreativitas Anda.
Dengan menyediakan beragam pernak-pernik materi kegiatan yang paling sering dipakai, kapan pun anak atau Anda membutuhkannya untuk berkegiatan, Anda dapat langsung menggunakannya.
Kumpulan tautan Ide Kegiatan
iiiiiiii
iiiiiii
iiiiiiii
iiiiiii
iiiiiiii
iiiiiii
iiiiiiii
iiiiiii
iiiiiiii
iiiiiii
iiiiiiii
iiiiiii
iiiiiiii
iiiiiii
iiiiiiii
iiiiiii
iiiiiiii
iiiiiii
Penulis
Mira Julia, biasa dipanggil Lala, adalah seorang Ibu dari 3
(tiga) anak, yaitu Yudhistira (2001), Tata (2004), dan Duta (2008). Bersama suaminya, Sumardiono (Aar), mereka memilih homeschooling untuk pendidikan anak-anaknya. Lala dan Aar menjalani homeschooling sejak anak-anak mereka lahir hingga saat ini.
Lala memiliki latar belakang pendidikan di Arsitektur. Lala kuliah di Universitas Indonesia, tetapi tak menyelesaikan pendidikannya hingga akhir.
Saat ini Lala menjadi Ibu rumah tangga yang berkarya dari rumah. Selain mendidik anak-anaknya sendiri, Lala melakukan aneka pekerjaan, baik pengembangan diri, bisnis, dan pekerjaan sosial dengan memanfaatkan Internet.
Berbagai penghargaan telah diterima Lala, diantaranya adalah Wanita Inspiratif NOVA 2013 di bidang teknologi.
Blog: www.RumahInspirasi.com
Facebook: https://www.facebook.com/mira.julia
Twitter: @LalaMiraJulia