• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN MATRIKS AB DAN BA PADA STRUKTUR JORDAN NILPOTEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "HUBUNGAN MATRIKS AB DAN BA PADA STRUKTUR JORDAN NILPOTEN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Sondang Purnamasari Pakpahan ([email protected]) UPBJJ-UT Medan

Elvina Herawaty

FMIPA Matematika Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

In this paper, we give another proof about the relationship between AB and BA with eigenvalue zero that reduced by structure Jordan for nilpoten matrix

Keywords : eigenvalue, nilpotent matrix, structure Jordan

Perkalian dua matriks kuadrat AB dan BA tidak selalu komutatif, tetapi bukan berarti AB dan BA tidak mempunyai hubungan satu dengan yang lainnya. Salah satu hubungan yang diperoleh melalui

trace (AB) = trace(BA)

Hubungan matriks AB dan BA yang lain diperlihatkan oleh Flander (1951), melalui struktur Jordan AB dan BA sebagai berikut:

1. Untuk nilai eigen tak nol, struktur Jordan AB sama dengan struktur Jordan BA

2. Untuk nilai eigen nol jika m1m2 ...mq 1 dan m1m2 ...mqm ukuran-ukuran blok Jordan AB dan n1n2 ...np 1 dengan n1n2 ...npn ukuran-ukuran blok Jordan BA, maka nimi 1; yaitu struktur Jordan keduanya akan naik sebesar

satu atau relatif sama.

Hubungan matrik AB dan BA juga diperlihatkan Flander (1951) dengan menggunakan konsep pembagi nol atas lapangan secara umum, yang relatif abstrak. Thomson (1968)

membuktikan pernyataan Flander dengan menggunakan konsep rank dan Parker dan Mitchell (1952) membuktikannya dengan menggunakan konsep variansi, tetapi keduanya tidak memberikan bukti yang transparan.

Dalam teori matriks, struktur Jordan dari suatu matriks nilpoten mempunyai bentuk yang khas, yaitu blok-blok Jordannya berbentuk matriks nilpoten dengan entri satu pada superdiagonal dan entri nol pada posisi lainnya, dan matriks nilpoten mempunyai nilai eigen nol (Horn & Johnson, 1985).

(2)

Tulisan ini membahas cara pembuktian yang berbeda tentang hubungan struktur Jordan antara perkalian matriks AB dan BA hanya pada matriks nilpoten.

KONSEP DASAR

Struktur Jordan untuk matriks nilpoten diberikan oleh Horn dan Johnson (1985) sebagai berikut :

Setiap matriks nilpoten Ln x n berindeks k similar ke bentuk matriks dengan blok- blok diagonal N = diag

Jn1,Jn2,...,Jnp

, yaitu ada matriks invertible P sehingga berlaku

                 p n n n J J J N P A P 0 0 0 0 0 0 0 2 1

1 dengan setiap blok

                 0 0 ... 0 0 1 0 ... 0 0 : : : 0 ... 1 0 0 0 ... 0 1 0 i n J dan n1 n2 ...np 1 dengann1n2 ...npn. Dalam hal ini berlaku :

1. Jumlah blok di N sebanyak np = dim N(L)

2. Ukuran blok Jordan terbesar di N adalah k x k

3. Jumlah blok yang berukuran i x i di ditentukan oleh ri-1 – 2ri + ri+1 dengan ri = rank ( Li )

Contoh : Diberikan matriks L sebagai berikut

                                    1 0 1 1 2 3 1 1 1 1 3 5 0 1 0 0 1 2 0 1 0 0 1 2 3 1 1 5 1 3 1 1 1 2 1 1

L maka L adalah matriks nilpoten berindeks 3.

Banyaknya blok N adalah dim N (L) = 6 – rank ( L) = 3.

Dengan r1 = rank ( L) = 3 r2 = rank ( L2 ) = 1 dan r3 = rank ( L3 ) = 0.

Banyak blok berukuran 3 x 3 = r2 – 2r3 + r4 = 1, blok berukuran 2 x 2 = r1 – 2r2 + r3 = 1, banyak blok

(3)

Oleh karena itu blok Jordan dari L adalah N =                   0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0

Dari matriks nilpoten Ln x n berindeks k similar ke bentuk matriks dengan blok- blok diagonal N = diag (

Jn1,Jn2,...,Jnp

untuk n1 n2 ...np 1 ,n1n2 ...npn diperoleh matriks

invertible P. Kemudian dibuat matrik P1mxm untuk m = n + k sebagai berikut

         kxk kxn nxk nxn I P I P P 0 0 1

Dalam hal ini matriks 1

P

juga invertible dengan (

P

1) – 1 =

kxk kxn nxk nxn

I

P

0

0

)

(

1 . Jika diberikan       kxk kxn mxk nxn X L D 0 0 , maka                                     0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ) ' ( 1 1 1 1 1 1 X P J J X P P A P I P X L I P P D P p n n k k (*) Karena D berupa matriks nilpoten berarti similar kebentuk matriks blok Jordan, yaitu ada matriks

invertible Q sehingga Q-1 D Q =

mq m

J

J

0

1 (**) Dengan m1 m2 ...mp 1 ,m1m2 ...mqm

Agar (*) dan (**) mempunyai bentuk yang sama diperlukan pengertian berikut 1) Jika bentuk D sebagai berikut

             0 0 0 0 0 1 X J J D p n n

dan dipilih keberadaan P =





k p n n

I

W

W

J

J

p

0

0

0

0

1 1 dengan i T n i

J

X

W

i

. Dalam hal ini jelas P invertibel dan berlaku





0

0

0

1 1 1 p n n

Y

Y

J

J

DP

P

p

(4)

Karena i ini1 0

T n

nJ I

J maka setiap blok ni dari matriks P-1DP mempunyai (ni – 1) baris

pertama bernilai nol dan pada baris ke-n i entrinya sama seperti xi .

2) Pada langkah ini setiap blok ni ambil entri pada baris ke- i, kemudian bentuk matriks R , yang

berarti berukuran p x k. Matriks





pk p p k k

x

x

x

x

x

x

x

x

x

R

...

:

:

:

...

...

2 1 2 22 21 1 12 11

Pada matriks R ini dilakukan reduksi baris tanpa melakukan pertukaran baris dan kemudian reduksi kolom, sehingga diperoleh matriks R ‘ yang berbentuk 0-1 dengan 1 muncul paling banyak satu pada setiap baris dan kolom.

Buat matriks M sebagai berikut

                           q p m m m pq p q q n n n J J J X X X X X X J J J M        2 1 2 1 0 1 2 21 1 11

3) Pada matriks M dilakukan

a) menghapus blok baris ke-i dari sebelah atas dan blok kolom ke-i dari sebelah kiri b) menghapus blok baris ke-j dari sebelah bawah dan blok kolom ke-j dari sebelah kanan. Maka dari blok entri yang dihapus diperoleh matriks





j ii m j i n

J

X

J

0

dan M i merupakan submatriks

dari M setelah proses pengeliminasian.

Jika Xij = [ 0, 0, ... , 1 ] t dan JmjJ1 maka i

i j ii n n m j i n

J

J

J

J

X

J

1 1 1

0

1

0









Jika Xij = [ 0, 0, ... , 0 ] t maka 1 1

0

J

J

J

X

J

i j ii n j i n





. Artinya jika                 1 1 0 0 0 0 M J X J M J X J j i j ii m j i n m j i n

(5)

          1 0 0 0 M J X J j i m j i n

Dari 3 langkah observasi dapat dibuat lemma berikut

Lemma :

Jika A matriks nilopoten n x n dengan blok Jordan n1n2 ...np 1 untuk n n n n12 ... p  dan matriks D =  0 0 X L

nilpoten berukuran m x m dengan blok-blok Jordan m1m2 ...mq 1 untuk m1m2 ...mqm maka q  p dan 1) Blok mi = 1 untuk p1iq 2)

0

m

i

n

i

1

untuk i = 1, 2, … , p

Untuk memperlihatkan hubungan struktur Jordan matriks AB yang berukuran m x m dengan struktur Jordan BA yang berukuran n x n cukup diasumsikan

     0 0 0 I A dan      22 21 12 11 B B B B

B yang dibawa kebentuk blok matriks yang bersesuaian.

diperoleh   0 0 0 21 11 12 11 B B BA dan O B B AB . Untuk O B B AB 0 12

11 dengan det (AB -

I) = 0 memberikan nilai eigen

0

0 

atau .

Untuk

0 maka cukup diasumsikan B11 berbentuk matriks nilpoten. Jika diaplikasikan lemma di

atas , berarti struktur Jordan AB sama dengan BA atau naik sebesar satu .

PENUTUP

Hubungan struktur Jordan antara perkalian matriks AB dan BA untuk nilai eigen 0 relatif sama atau berbeda sebesar satu ukuran, dapat diperlihatkan tanpa menggunakan konsep abstrak hanya pada matriks nilpoten. Untuk matriks secara umum bukti di atas tidak berlaku.

REFERENSI

Flandes, H. (1951). Elementary divisors of AB and BA. Proc. Amer. Math. Soc, 2, 871-874 Horn, R.A. & Johnson, C.R. (1985). Matrix analysis. New York: Cambridge Univesity Press. Thompson, R.C. (1968). On the Matrices AB and BA. Linear Algebra Apl, 1, 43-58

Referensi

Dokumen terkait

Siswa mampu mengamati segala bentuk sumber energi dan energi alternatif terhadap penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari dengan cermat.. Siswa mampu mengelompokkan energi dan

Paper ini menyajikan pengerjaan hukum kekekalan energi pada pemodelan hidrodinamika gelombang pendek. Pengerjaan hukum kekekalan energi dilakukan dengan mensuperposisikan

Penelitian tentang perubahan jumlah sel Purkinje cerebellum dan gangguan koordinasi motorik pada tikus Wistar (Rattus norvegicus) jantan dewasa yang diinduksi

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji mengenai pengaruh indikator ekonomi makro, tingkat inflasi, nilai tukar rupiah, tingkat suku bunga terhadap harga saham

Sebelum persalinan mulai, saat mendekati akhir kehamilanklien mungkin lihat perubahan tertentu atau ada tanda-tanda bahwa persalinan terjadi tidak lama lagi sekitar 2-4 minggu

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi relokasi terhadap kondisi sosial ekonomi, aspek fisik, aspek lingkungan, maupun aspek teknologi pada masyarakat

kesehatan dan seringkali diidentikkan dengan kegagalan upaya penyembuhan yang dilakukan dokter dan tenaga medis lain, sehingga profesi tenaga medis sangat rentan

merupakan katalisator yang dapat mempercepat usaha untuk kembali. Oleh karena itu, taubat sama dengan bertindak sesuai dengan kata hati nurani. Dalam bimbingan