Oleh: Oleh:
H. M. WASIKIN MARZUKI H. M. WASIKIN MARZUKI Koordiv Penc
Koordiv Pencegahan dan Hubunganegahan dan Hubungan Antar LembagAntar Lembagaa Bawaslu Provinsi Jawa Barat
Bawaslu Provinsi Jawa Barat
Pembekalan Panwas Kabupaten/Kota Se- Provinsi Jawa Barat, Hotel El Royale, Bandung Pembekalan Panwas Kabupaten/Kota Se- Provinsi Jawa Barat, Hotel El Royale, Bandung
28 Agustus 2017 28 Agustus 2017
PERAN PEN
PERAN PENTING PENGAWTING PENGAWASAN PEASAN PENYELENGGARAANNYELENGGARAAN
PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI SERTA WALIKOTA DAN PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI SERTA WALIKOTA DAN
WAKIL WALIKOTA SERENTAK TAHUN 2018 DAN PEMILU WAKIL WALIKOTA SERENTAK TAHUN 2018 DAN PEMILU ANGGOT
ANGGOTA DPR, DPD, A DPR, DPD, DAN DAN DPRD SEDPRD SERTRTA PEMILU PREA PEMILU PRESIDENSIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2019
dasar
dasar HUKUM
HUKUM Pilkada
Pilkada 2018, &
2018, & Pileg
Pileg
serta
serta Pilpres
Pilpres 2019
2019
Pasal 18 ayat (4) UUD Negara RI Tahun 1945;Pasal 18 ayat (4) UUD Negara RI Tahun 1945;
Pasal 22 ayat (1) UUD Negara RI Tahun 1945;Pasal 22 ayat (1) UUD Negara RI Tahun 1945;
UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang PemerintahanUU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
Daerah
UUUU NomorNomor 1010 tahuntahun 20162016 tentangtentang PerubahanPerubahan kedua
kedua UUUU nomornomor 11 tahuntahun 20152015 tentangtentang penetapan
penetapan PERPERPPPU NOMOR 1 TAHUNPU NOMOR 1 TAHUN 20142014
UUUU NomorNomor 77 TahunTahun 20172017 tentangtentang PemilihanPemilihan UmumUmum
dasar
dasar HUKUM
HUKUM Pilkada
Pilkada 2018, &
2018, & Pileg
Pileg
serta
serta Pilpres
Pilpres 2019
2019
Pasal 18 ayat (4) UUD Negara RI Tahun 1945;Pasal 18 ayat (4) UUD Negara RI Tahun 1945;
Pasal 22 ayat (1) UUD Negara RI Tahun 1945;Pasal 22 ayat (1) UUD Negara RI Tahun 1945;
UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang PemerintahanUU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
Daerah
UUUU NomorNomor 1010 tahuntahun 20162016 tentangtentang PerubahanPerubahan kedua
kedua UUUU nomornomor 11 tahuntahun 20152015 tentangtentang penetapan
penetapan PERPERPPPU NOMOR 1 TAHUNPU NOMOR 1 TAHUN 20142014
UUUU NomorNomor 77 TahunTahun 20172017 tentangtentang PemilihanPemilihan UmumUmum
PENGANTAR
PENGANTAR
WUJUDKAN PEMILIHAN
WUJUDKAN PEMILIHAN
SERE
SERENTNTAK AK TTAHUAHUN N 20172017
Y
YANGANG BBEERRKKUUAALLIITTAASS &&
BERMARTABAT
PEMILIHAN
BERKUALITAS & BERMARTABAT
• Pemilihan yg Memiliki
Legitimasi baik Proses maupun Hasil
BERKUALITAS:
• Memenuhi Asas Luber-Jurdil
• Tidak Menimbulkan Konflik & Menghasilkan Pemimpin Berkualitas
BERMARTABAT: Pemilihan yang
• Proses Penyelenggaraan
Harus Memenuhi Derajat yg Berkualitas.
• Setiap Tahapan dan
Sub Tahapan Harus
Dipastikan Secara Jujur dan Adil.
3 KATA KUNCI PROSES (Tahapan
& Sub Tahapan Pemilihan) 1. AKSES (Pemberian Akses yg sama) 2. TRANSPARANSI (Keterbukaan Proses) 3. AKUNTABILITAS (Terpenuhi Akses dan Transparansi)
SIAPA YANG HARUS
MENGAWASI PEMILIHAN
Lembaga Pengawas Pemilu/Pemilihan
• Bawaslu
• Bawaslu Provinsi • Panwas Kab./Kota • Panwas Kecamatan
• Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL) • Pengawas TPS
Masyarakat
, karena:• Sebagai Pelaku Utama Pemilihan • Pemilik Kedaulatan Tertinggi
Pengawasan Partisipatif
PENGAWASAN
PENYELENGGARAAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH, PILEG & PILPRES
• Tanggung jawab bersama Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Bawaslu
Kabupaten/Kota, Panwascam, PPL dan Pengawas TPS. (Ayat 1 Pasal 22B UU 8/2015)
• Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dilaksanakan oleh Bawaslu
Provinsi. (Ayat 2 Pasal 22A UU 8/2015)
• Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, serta pemilihan Walikota dan
Wakil Walikota dilaksanakan oleh Panwas Kabupaten/Kota. (Ayat 3 Pasal 22A UU 8/2015)
• Bawaslu memegang tanggung jawab akhir atas pengawasan
penyelenggaraan Pemilihan oleh Bawaslu Provinsi, Panwas Kabupaten/Kota, Panwas Kecamatan, PPL, dan Pengawas TPS. (Pasal 22D UU 8/2015)
• Tugas dan wewenang Panwaslu Kab/Kota Pengawasan Pemilihan
Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Serta Walikota dan Wakil Walikota. (Pasal 30 UU 10/2016)
• Tanggung jawab bersama Bawaslu, Bawaslu Provinsi,
Bawaslu Kabupaten/Kota, Panwascam, Panwaslu Kelurahan/Desa dan Pengawas TPS. (Ayat 1 s.d 5 Pasal 89 UU 7/2017)
• Kedudukan, Susunan, dan Keanggotaan Bawaslu dan
Jajarannya. (Pasal 91 dan pasal 92 UU 7 / 2017)
• Tugas, wewenang, dan Kewajiban Bawaslu
Kabupaten/Kota (pasal 101 sd pasal 104 UU 7 / 2017)
• Tugas, wewenang, dan Kewajiban Panwascam (pasal
105 sd pasal 107 UU 7 / 2017)
PENGAWASAN
PENYELENGGARAAN PILEG & PILPRES
DEFINISI
PENGAWASAN
PEMILIHAN
Kegiatan MENGAMATI (melihat, mencatat
hasil amatan), MENGKAJI (melakukan
sistematisasi hasil amatan kedalam format 5 W + 1 H), MEMERIKSA (kesesuaian aturan),
dan MENILAI (benar atau salah serta
konsekuensi) proses penyelenggaraan Pemilihan.
TUJUAN UMUM PENGAWASAN
(1) Menegakkan integritas, kredibilitas
penyelenggara, transparansi penyelenggaraan & akuntabilitas hasil Pemilu;
(2) Mewujudkan Pemilu yang demokratis;
(3) Memastikan terselenggaranya Pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, dan berkualitas, serta dilaksanakannya peraturan perundang-undangan mengenai Pemilu secara menyeluruh.
Pelaksana Pengawasan
Bawaslu melakukan pengawasan penyelenggaraan pemilu untuk seluruh wilayah negara kesatuan republik indonesia.
Bawaslu provinsi melakukan pengawasan penyelenggaraan pemilu di wilayah provinsi.
Panwaslu kabupaten/kota melakukan pengawasan penyelenggaraan pemilu di wilayah kabupaten/kota.
Panwaslu kecamatan melakukan pengawasan penyelenggaraan pemilu di wilayah kecamatan atau nama lain.
Pengawas pemilu lapangan melakukan pengawasan penyelenggaraan pemilu di wilayah desa atau nama lain/kelurahan.
Pengawas TPS melakukan pengawasan penyelenggaran pemilu di tingkat TPS.
Pengawas pemilu luar negeri mengawasi penyelenggaraan pemilu di luar negeri.
STRATEGI PENGAWASAN
Pencegahan Pelanggaran
;
Difokuskan pada penyelenggara, Peserta & tim
kampanye, pemerintah, masyarakat, pemilih
dan semua pihak terhadap ketentuan peraturan
perundang-undangan mengenai Pemilihan
Penindakan
MEKANISME PENCEGAHAN
Identifikasi & Pemetaan Potensi Rawan Pelanggaran
• Setiap tahapan
• Aspek penting lainnya/Non Tahapan
Menentukan Fokus Pengawasan Melakukan Tindakan Pencegahan
• Penguatan koordinasi antar lembaga • Peningkatan kerjasama antar lembaga
• Peningkatan transparansi & akuntabilitas pelaksanaan Pemilihan • Pelaksanaan sosialisasi ketentuan dan/atau potensi kerawanan
terjadinya pelanggaran
Potensi Kerawanan
dan Fokus Pengawasan Tahapan DPT
1. Pemilih ganda.
2. Data pemilih invalid . 3. Pemilih tidak
dikenal/fiktif.
4. Data pemilih tidak
lengkap.
5. Akurasi data pemilih. 6. Derajat Kemutakhiran
Data Pemilih.
1. Mengawasi PPDP.
2. Mengawasi Data Pemilih 3. Mengawasi Metode dan
Prosedur Pendataan
4. Mengawasi
Pengumuman DPS hingga DPT
Potensi Kerawanan dan Fokus Pengawasan Tahapan Pencalonan dalam Pilkada
POTENSI MASALAH 1. Dokumen palsu. 2. Kepengurusan ganda. 3. Dukungan ganda. 4. Manipulasi dukungan. 5. Rendahnya akses pengawas pada proses verifikasi berkas paslon dan
syarat dukungan. FOKUS PENGAWASAN 1. Verifikasi Syarat Dukungan Paslon Perseorangan 2. Metode dan Prosedur
Potensi Kerawanan dan Fokus
Pengawasan Tahapan Kampanye dan Dana Kampanye
Money Politics.
Penggunaan Fasilitas Negara
dan Dana Bansos.
Mobilisasi PNS dan perangkat
desa.
Pemasangan APK tidak sesuai
dengan aturan dan Perusakkan APK.
Black Campaign.
Kampanye di luar jadwal. Penggunaan tempat ibadah,
lembaga pendidikan dan kantor pemerintah untuk kampanye FOKUS PENGAWASAN 1. ASN 2. TNI/Polri 3. Keterlibatan Anak 4. Politik Uang
5. Waktu, tempat, dan
bentuk kampanye.
6. Pola pemasangan dan
penertiban APK dan bahan kampanye
7. Penggunaan kendaraan
dan fasilitas pemerintah
8. Sumber dan besaran
sumbangan dana kampanye
Potensi Kerawanan dan Fokus Pengawasan Tahapan Pencalonan dalam Pileg & Pilpres
POTENSI MASALAH
1. Status Badan Hukum
Tidak Sesuai UU.
2. Kepengurusan Fiktif. 3. Ketidakjelasan Status Anggota Kepengurusan Parpol 4. Ketidakjelasan Alamat Kantor Kepengurusan di tingkat Kab/Kota hingga Kelurahan/Desa. FOKUS PENGAWASAN 1. Kejelasan Dokumen 2. Verifikasi 3. Metode dan Prosedur
POTENSI KERAWANAN DAN FOKUS PENGAWASAN PADA TAHAPAN LOGISTIK
POTENSI
KERAWANAN
Jumlah tidak sesuai
dengan DPT
Kualitas warna dan
gambar surat suara tidak sesuai ketentuan Kualitas tinta Waktu distribusi di setiap tingkatan Jenis alat kelengkapan putung
FOKUS
PENGAWASAN
1. Penyortiran, Pengepakkan danPelipatan Surat Suara
2. Distribusi logistik ke
tingkat kecamatan, desa, dan TPS (Form C6-KWK dibagikan H-3)
3. Pengamanan proses
POTENSI KERAWANAN DAN FOKUS PENGAWASAN PADA TAHApan PUNGUT HITUNG
POTENSI
KERAWANAN
1. Money politics, intimidasi, black
campaign, merusak surat suara.
2. Pemilih terdaftar dalam DPT
namun tidak memiliki C6 tidak bisa memilih.
3. APK dan Atribut masih
ditemukan pada hari putung.
4. Lokasi, waktu, Prosedur, saksi,
KPPS dan Keamanan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
5. Diberikan kesempatan memilih
lebih dari satu kali.
6. Tidak sesuai surat suara terpakai
dengan jumlah daftar hadir.
FOKUS PENGAWASAN
1. Pada kesalahan dan
kekeliruan prosesdur pada Putung
2. Pemilih, Saksi, Petugas
KPPS dan Tim Pemenangan.
3. Kesesuaian C1-KWK
dengan C1 Plano
4. Distribusi logistik hasil
di TPS ke tingkat Kecamatan/PPS
Contoh Potensi pelanggaran dan Kecurangan Masalah DPT Syarat Pencalonan TMS & Dualisme Kepengurusan Parpol Kampanye Logistik Surat Suara Netralitas Birokrasi Black Campaign Netralitas Penyelenggara Pengumuman resmi calon terpilih
oleh KPU
Sengketa Pemilu
Politik
Pemilu Tanpa Pengawasan HILANGNYA HAK PILIH POLITIK UANG PEMILU TIDAK SESUAI ATURANDAN TIMBUL GUGATAN HASIL BIAYA POLITIK MAHAL PEMUNGUTAN SUARA ULANG KONFLIK ANTAR PENDUKUN G CALON TERJADI MANIPULASI SUARA
TANTANGAN DAN KENDALA PENGAWASAN PEMILU
Kendala Regulasi Kendala Struktural Kendala Kultural
Perlu Keterlibatan Masyarakat dalam Pengawasan Pemilu Keterbatasan kewenangan pengawas Keterbatasan daya dukung institusional Akses informasi/data
Lemahnya budaya hukum di lingkungan penyelenggara
pemilu Keterbatasan
struktur dan jumlah pengawas
Lemahnya budaya hukum di lingkungan
peserta pemilu
Kurang jelas & tegasnya pengaturan
Lemahnya budaya hukum di lingkungan masyarakat &
PENGAWASAN PARTISIPATIF
MASYARAKAT DALAM
Kenapa Partisipasi Publik ???
• Rakyat Pemilik Kedaulatan
• Rakyat berhak menentukan para
•
Pemilihan
•
Pengawasan
• Partisipasi masyarakat sebagaimana dilakukan
dalam bentuk pengawasan pada setiap tahapan Pemilihan, sosialisasi Pemilihan, pendidikan politik bagi Pemilih, survei atau jajak pendapat tentang Pemilihan, dan penghitungan cepat hasil
Pemilihan. (ayat 2, Pasal 131, UU no.8 tahun 2015)
PENGAWASAN PARTISIPATIF
MASYARAKAT DALAM
Lanjutan…
• Tidak melakukan keberpihakan yang menguntungkan
atau merugikan salah satu pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur, pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, serta pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota;
• Tidak mengganggu proses penyelenggaraan tahapan
Pemilihan;
• Bertujuan meningkatkan partisipasi politik masyarakat
secara luas; dan
• Mendorong terwujudnya suasana yang kondusif bagi
penyelenggaraan Pemilihan yang aman, damai, tertib, dan lancar.
TUJUAN PENGAWASAN PARTISIPATIF
• Sinergisitas Antara Pengawas Pemilu Dengan Masyarakat;
• Untuk Meningkatkan Efektifitas Upaya Pencegahan
Pelanggaran;
• Sebagai Bentuk Optimalisasi Pengawasan Pemilu;
• Memperkuat Fungsi Kapasitas Pengawasan Pemilu;
PERAN PENGAWASAN PARTISIPATIF BERBASIS
MASYARAKAT DALAM MENUNJANG PELAKSANAAN PEMILU YANG LUBER, JURDIL DAN DEMOKRATIS
• Pertama, ikut memantau pelaksanaan Pemilu untuk
memastikan Pemilu berlangsung sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
• Kedua, melakukan kajian terhadap persoalan-persoalan
kepemiluan;
• Ketiga, ikut mencegah terjadinya pelanggaran Pemilu sesuai
dengan peran sosialnya masing-masing;
LANJUTAN
…
• Kelima, menyampaikan informasi dugaan pelanggaran
pemilu;
• Keenam, mendukung terciptanya ketaatan peserta Pemilu
maupun penyelenggara Pemilu terhadap ketentuan