• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSETUJUAN ADMINISTRASI AKADEMIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERSETUJUAN ADMINISTRASI AKADEMIK"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS SISTEM PENCATATAN DAN METODE PENILAIAN PERSEDIAAN BENIH PADA PT SANG HYANG SERI (PERSERO)

PROGRAM STUDI D

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

ANALISIS SISTEM PENCATATAN DAN METODE PENILAIAN PERSEDIAAN BENIH PADA PT SANG HYANG SERI (PERSERO)

SUMATERA UTARA

Oleh :

PENANSIUS SITEPU 142102090

PROGRAM STUDI D-III AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2017

ANALISIS SISTEM PENCATATAN DAN METODE PENILAIAN PERSEDIAAN BENIH PADA PT SANG HYANG SERI (PERSERO)

(2)

NAMA : PENANSIUS SITEPU

NIM : 142102090

PROGRAM STUDI : DIPLOMA III AKUNTANSI

JUDUL : ANALISIS SISTEM PENCATATAN DAN

METODE PENILAIAN PERSEDIAAN BENIH PADA PT SANG HYANG SERI (PERSERO) SUMATERA UTARA

Tanggal ... Dosen Pembimbing Tugas Akhir

(Dra. Hj. Nurzaimah, MM. Ak) NIP. 19581114 198703 2 001 Tanggal ... Ketua Prodi Diploma III Akuntansi

(Mutia Ismail, SE, MM, Ak) NIP. 19680501 199502 2 001

Tanggal ... Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU

(Prof. Dr. Ramli, S.E, M.S) NIP. 19580602 198803 1 001 3

(3)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS MEDAN

PENANGGUNG JAWAB TUGAS AKHIR

NAMA : PENANSIUS SITEPU

NIM : 142102090

PROGRAM STUDI : DIPLOMA III AKUNTANSI

JUDUL : ANALISIS SISTEM PENCATATAN DAN

METODE PENILAIAN PERSEDIAAN BENIH PADA PT SANG HYANG SERI (PERSERO) SUMATERA UTARA

Medan, 2017

(PENANSIUS SITEPU) NIM : 142102090

(4)

telah memberikan berkat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan Judul “Analisis Sistem Pencatatan dan Metode Penilaian Persediaan Benih pada PT. Sang Hyang Seri (Persero) Sumatera Utara” yang mana merupakan suatu syarat untu menyelesaikan Program Diploma pada jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis tidak mungkin menyelesaikannya tanpa bantuan dari berbagai pihak, baik dukungan moril maupun materil. Untuk itu dari lubuk hati yang paling dalam penulis menghaturkan rasa hormat dan ucapan terimakasih atas bantuan dan bimbingan yang tiada terkira nilainya kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan tugas akhir ini :

1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara atas dedikasinya demi kemajuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

2. Ibu Dr Prihatin Lumbanraja , M.Si selaku Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Mutia Ismail, SE., MM., Ak. selaku Ketua Program Studi DIII Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

4. Bapak Abdillah Arief Nasution, SE, MSi selaku Sekretaris Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

5. Ibu Dra. Nuzaimah, MM, Ak selaku dosen pembimbing yang banyak memberikan bimbingan dan masukan yang sangat berarti bagi penulis.

6. Bapak/Ibu Dosen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan ilmunya selama di bangku perkuliahan sehingga penulis dapat menyelesaikan studi.

7. Bapak/Ibu Staff dan Pegawai pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

8. Bapak Beldinar Panjaitan dan Bapak Marsidi yang telah memberikan izin serta data-data yang diperlukan penulis selama riset di PT. Sang Hyang Seri (Persero) Sumatera Utara

9. Teristimewa untuk yang sangat penulis banggakan dan penulis cintai kedua orang tua penulis, Bapak Benhur Sitepu dan Ibu Sulastri Br ginting yang Telah membesarkan, mendidik dan selalu penuh kesabaran membimbing, memberi dorongan, semangat dan motivasi serta materil sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan di Program Diploma III Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

10. Kepada Abang Boni Sitepu, Kakak Wulan Sijabat, Kakak Efriani br Sitepu.

Septa, Alvonso, Sendilona, Raicha dan Fellycia terimakasih untuk segala doa dan motivasi kepada penulis selama menjalani kuliah hingga penyusunan Tugas Akhir ini.

(5)

saling memberi semangat tetaplah menjadi sahabat terbaik dan sukses untuk kita berlima.

12. Untuk kekasih hati penulis Elisabeth Chrissanti Hutabarat yang selalu memberi semangat, doa, dan masukan kepada penulis.

13. Kepada teman-teman seperjuangan DIII Akuntansi grup C 2014.

Terimakasih selama 3 tahun saling bekerja sama sukses untuk kita semua.

Penulis menyadari Tugas Akhir ini jauh dari sempurna, utnuk itu penulis sangat mengahrapkan kritik dan saran untuk penyempurnaan Tugas Akhir di masa mendatang, semoga Tugas Akhir ini bermanfaat bagi pembaca sehingga membantu penulisan Tugas Akhir selanjutnya.

Medan, 2017

Penansius Sitepu NIM 142102090

(6)

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL... iv

DAFTAR GAMBAR ... v

DAFTAR LAMPIRAN ... vi

BAB I : PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 4

D. Manfaat Penelitian ... 4

E. Rencana Penulisan ... 5

1. Jadwal Survei ... 5

2. Rencana Isi ... 6

BAB II PT SANG HYANG SERI (PERSERO) SUMATERA UTARA 8

A. Sejarah Singkat ... 8

B. Struktur Organisasi ... . 12

C. Job Description ... 15

D. Jaringan Usaha ... 45

E. Kinerja Usaha Terkini ... 46

F. Rencana Usaaha ... 47 `

BAB III ANALISIS SISTEM PENCATATAN DAN METODE PENILAIAN PERSEDIAAN BENIH PADA PT SANG HYANG SERI (PERSERO) SUMATERA UTARA ... 48

A. Pengertian Persediaan ... 48

B. Jenis-jenis Persediaan ... 50

C. Sistem Pencatatan Persediaan ... 52

D. Metode Penilaian Persediaan ... 54

E. Jenis Persediaan pada PT. Sang Hyang Seri (Persero) .... 57

F. Sistem Pencatatan Persediaan PT. Sang Hyang Seri ... 60

G. Metode Penilaian Persediaan PT Sang Hyang Seri ... 63

H. Penyajian Persediaan dalam Laporan Keuangan ... 65

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 66

A. Kesimpulan ... 67

B. Saran ... 68

DAFTAR PUSTAKA ... 69

LAMPIRAN ... 70

(7)

No. Tabel Judul Tabel Halaman Tabel 1.1 Jadwal Survey/Observasi dan Penyusunan Tugas Akhir ... 5 Tabel 3.1 Pencatatan Transaksi ke dalam Jurnal Umum ... 61

(8)

Gambar 2.1 Logo PT. Sang Hyang Seri (Persero ... 10 Gambar 2.2 Struktur Organisasi Kantor Regional-IV... 14

(9)

No Judul Halaman Lampiran 1 Struktur Organisasi PT. Sang Hyang Seri KR IV ... . 70

Lampiran 2 Surat izin Research/Survey ... . 71 Lampiran 3 Laporan Persediaan PT. Sang Hyang Seri (Regional IV) 72

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu sumber daya di dalam perusahaan adalah persediaan. Persediaan biasanya merupakan jumlah yang relatif besar dari aktiva lancar atau bahkan dari seluruh aktiva perusahaan. Persediaan barang baik dalam usaha dagang maupun dalam perusahaan manufaktur merupakan jumlah yang akan mempengaruhi neraca maupun laporan laba rugi, oleh karena itu persediaan barang yang dimiliki selama satu periode harus dapat dipisahkan mana yang sudah dapat dibebankan sebagai biaya (HPP) yang akan dilaporkan dalam laba rugi dan mana yang masih belum terjual yang akan menjadi persediaan dalam neraca.

Kieso, Weygandt, Warfield (2002 : 443) menyatakan bahwa : “Persediaan adalah pos-pos aktiva yang dimiliki untuk dijual dalam operasi bisnis normal atau barang yang akan digunakan/komsumsi dalam memproduksi barang yang akan dijual”.

Dengan sistem akuntansi yang baik, penilaian terhadap persediaan akan menjadi suatu sarana untuk memberikan informasi yang dapat digunakan dalam evaluasi perusahaan serta sebagai alat untuk pengendalian intern yang baik.

Perusahaan dengan baik agar dapat memberikan informasi yang akurat guna kelancaran aktifitas perusahan.

(11)

Terwujudnya akuntansi persediaan yang baik, terlihat dari bagaimana suatu persediaan dilaporkan secara benar dan akurat dalam neraca perusahaan. Agar hal tersebut dapat tercapai, dibutuhkan kembali ketelitian dan ketepatan dalam hal pencatatan, penilaian dan penetapan harga pokok. Hal ini selain sangat berpengaruh dalam laporan keuangan persediaan perusahaan yang secara tidak langsung juga berkaitan dengan pengawasan terhadap karyawan perusahaan itu sendiri.

Dalam pelaksanaan kegiatan operasi perusahaan, sering terjadi perbedaan jumlah fisik persediaan barang dagang yang terdapat digudang dengan jumlah yang tercatat dalam buku besar persediaan barang dagang perusahaan ini disebabkan kurangnya koordinasi dan pengawasan dalam pencacatan persediaan oleh karyawan gudang dengan karyawan lain yang berhungan dengan persediaan.

Sebagai sebuah perusahaan yang memilik berbagai jenis persediaan PT Sang Hyang Seri juga menghadapi masalah-masalah yang berkaitan dengan persediaan barang dagang perusahaan. Dalam pelaksanaan kegiatan operasi perusahaan sering terjadi perbedaan jumlah fisik persediaan barang dagang yang terdapat di gudang dengan jumlah yang tercatat dalam buku besar persediaan barang dagang perusahaan.

Ini disebabkan kurangnya koordinasi dan pengawasan dalam pencatatan persediaan barang dagang antara karyawan gudang dengan karyawan toko.

Masalah lain yang sering dihadapi perusahaan adalah masalah yang berkaitan dalam hal penyediaan barang dagang yang diinginkan konsumen. Perusahaan tidak

(12)

dapat langsung memenuhi permintaan barang yang diinginkan konsumen sehingga mereka harus menunggu perusahaan memesan barang tersebut dari pihak distributor.

Atas dasar penjelasan diatas sehingga penulis tertarik untuk melakukan analisa terhadap sistem pencatatan persediaan pada PT Sang Hyang Seri yang merupakan sebuah perusahaan yang ada di kota Medan. Penulis juga tertarik untuk melakukan analisis pada metode penilaian persediaan pada perusahaan tersebut. Untuk dapat menentukan seberapa baik perusahaan tersebut dalam melakukan penerapan sistem akuntansi persediaan untuk meminimalkan kesalahan pencatatan dengan jumlah fisik persediaan, itulah alasan penulis mengambil judul Tugas akhir “Analisis Sistem Pencatatan dan Metode Penilaian Persediaan Benih pada PT. SANG HYANG SERI (PERSERO) SUMATERA UTARA”.

B. Rumusan Masalah

Dalam kesempatan ini penulis akan membahas tentang sistem pencatatan dan metode penilaian persediaan benih pada PT. Sang Hyang Seri. Maka yang menjadi rumusan masalah dalam penyusunan tugas akhir ini adalah “Bagaimanakah Sistem Pencatatan dan Metode Penilaian Persediaan yang diterapkan pada PT. Sang Hyang Seri ?”.

(13)

C. Tujuan Penelitian

a. Untuk memenuhi salah satu persyaratan akademis dalam menyelesaikan pendidikan pada Program Diploma III Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

b. Untuk mengetahui gambaran yang jelas mengenai Sistem Akuntansi Persediaan yang diterapkan oleh PT. Sang Hyang Seri Sumatera Utara c. Untuk membandingkan teori yang telah dipelajari semasa kuliah dengan

praktek yang ada di perusahaan.

D. Manfaat penelitian a. Untuk Penulis

Menambah wawasan dan pengetahuan penulis tentang penerapan Akuntansi dalam suatu instansi atau perusahaan, khusunya penerapan Akuntansi terhadap Persediaan dalam perusahaan manufaktur.

b. Untuk Instansi/Perusahaan

Memberikan sumbangan pemikiran bagi perusahaan dalam membuat perencanaan dan kebijaksanaan yang tepat dalam mengelola persediaan.

c. Untuk Peneliti selanjutnya

Sebagai bahan perbandingan bagi penulis-penulis lain dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan sistem Akuntansi Persediaan ditempat lain.

(14)

E. Rencana Penulisan

Penulisan Tugas Akhir ini dibagi menjadi dua bagian yakni jadwal penelitian (Research) dan rencana isi :

1. Jadwal Survei

Penelitian ini dilakukan di PT. Sang Hyang Seri (PERSERO) Sumatera Utara di Jl. Raya Medan – Lubuk Pakam Km.21, Tanjung Morawa B, Tj. Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Untuk lebih jelasnya, jadwal kegiatan ini dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1.1

Jadwal Survey/Observasi dan Penyusunan Tugas Akhir

No Kegiatan Maret April Mei Juni

III IV I II III IV I II

1. Pengajuan Judul

2. Pengajuan Dosen Pembimbing 3. Penunjukan Dosen

Pebimbing 4. Penyusunan Tugas

Akhir

5. Bimbingan Tugas Akhir

6. Penyelesaian Tugas Akhir

(15)

2. Rencana Isi

Rencana isi dari tugas akhir ini terdiri dari empat (4) bab, dimana setiap bab saling berkaitan. Hal ini sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan pembuatan tugas akhir harus praktis dan sistematis. Oleh karena itu, laporan penelitian tugas akhir ini disusun sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini penulis menguraikan tentang latar belakang pemilihan judul, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, dan rencana penulisan Tugas Akhir dan rencana isi Tugas Akhir.

BAB II PT SANG HYANG SERI (PERSERO) SUMATERA UTARA

Pada bab ini penulis akan mengemukakan sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi perusahaan, Job Description, jenis-jenis persediaan, sistem pencatatan dan metode penilaian persediaan.

BAB III ANALISIS SISTEM PENCATATAN DAN METODE PENILAIAN PERSEDIAAN BENIH PADA PT SANG HYANG SERI (PERSERO) SUMATERA UTARA

(16)

Pada bab ini, penulis akan menjelaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan judul tugas akhir, pembahasan tentang persediaan, sistem pencatatan persediaan dan metode penilaian persediaan pada PT Sang Hyang Seri (Persero) Sumatera Utara. Penulis juga akan membandingkan antara teori dengan praktek mengenai sistem akuntansi persediaan serta menganalisa sistem akuntansi persediaan yang siterapkan perusahaan tersebut.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini, penulis akan menyampaikan kesimpulan yang diperoleh dari pembahasan bab-bab sebelumnya yang disertai dengan saran-saran yang dapat menunjang kemajuan instansipada masa yang akan datang.

(17)

BAB II

PT. SANG HYANG SERI (PERSERO)

A. Sejarah Singkat

Dalam rangka pelaksanaan industri perbenihan di Indonesia telah dibentuk organisasi dalam bidang perbenihan yaitu : Dengan Keputusan Presiden RI No.27 tahun 1971 tanggan 5 mei 1971, dibentuk organisasi Badan Benih Nasional yang berfungsi untuk membantu Menteri Pertanian dalam merencanakan dan merumuskan kebijakan dalam bidang perbenihan. Setelah dikeluarkannya keputusan tersebut dibentuklah Lembaga Pusat Penelitian Pertanian cabang Sukamandi (LP-3) atau Balai Penelitian Pangan (BPTP) Sukamandi, dibentuk berdasarkan SK. Menteri Pertanian Nomor 183/ kpts / org / 5 / 1971 yang kemudian dalam perkembangannya disepurnakan dengan SK. Menteri Pertanian No. 796/ kpts/05.210/12/94 dikembangkan kebalai-balai diantaranya untuk perkembangan padi di Sukamandi, Jagung di Baros, kacang-kacangan dan umbi- umbian di Malang. Sebelum menjadi sebuah BUMN awalnya PT. Sang Hyang Seri awalnya bernama BPTP Sukamandi.

Pada tahun 1940 PT. Sang Hyang Seri (Persero) adalah perkebunan besar milik swasta asing (Inggris) dengan nama “Pamanukan dan Tjiasem Lands” yang dengan adanya nasionaalisasi pada tahun 1957 dikelola oleh yayasan Pembangunan Daerah Jawa Barat (YPDB). Pada tahun 1966 YPDB menjadi

“Proyek Produksi Pangan Sukamandi jaya” bersamaan dengan dibentuknya

(18)

“Proyek Penelitian dan mekanisasi” serta “Proyek Perhewani”. Ketiga proyek ini dilebur pada tahun 1968 menjadi “Lembaga Sang Hyang Seri”.

Kemudian melalui Peraturan Pemerintah (PP) No.22 tahun 1971 Lembaga Sang Hyang Seri menjadi Perusahaan Umum (PERUM). Sang Hyang Seri sebagai salah satu sub sistem perbenihan nasional yang dengan bantuan pinjaman dana dari Bank Duniaa merupakan perusahaan perbenihan unggul dan bersertifikat yang modern dan terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Perum Sang Hyang Seri mengembangkan wilayah pelayanannya dengan mendirikan:

1. Tahun 1973 Distrik Benih di Klaten Jawa Tengah.

2. Tahun 1977 Distrik Benih di Malang Jawa Timur dengan & unit produksi benih.

3. Tahun 1982 mendirikan cabang di luar Jawa, yaitu di Lampung, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat.

Pada Tahun 1995 status PERUM berubah menjadi PERSERO dengan memperluas core business menjadi benih pertanian dan usaha lain yang langsung menunjang usaha perenihan yang dapat meningkatkan pendapatan dan kinerja perusahaan. Pada tahun 1997 PT. Sang Hyang Seri (Persero) memasuki bisnis benih hortikultura dan pada taun 2001 mulai mengembangkan bisnis agroinput yang berupa sarana produksi dan agroinput yang berupa hasil pertanianPembinaan perusahaan dilaksanakan oleh kementrian BUMN sesuai dengan PP 64/2001 tanggal 13 September 2001.

(19)

1. Visi dan Misi PT. Sang Hyang Seri (Persero)

PT. Sang Hyang Seri berkomitmen untuk memenuhi keinginan dan memenuhi persyaratan pelanggan dan steakholder serta melakukan peningkatan mutu produk Agroindustri yang berkelanjutan terhadap keefektifan sistem manajemen mutu.

Visi :

Menjadi Perusahaan Agroindustri Benih Nasional Kelas Dunia.

Misi :

Menghasilakan produk agroindustri bermutu melalui pemanfaatan sumber daya perusahaan secara efisien dan efektif untuk memberikan manfaat optimal bagi steakholder.

Motto :

Mutu dan Pelayanan Terjamin.

Strategi Utama :

Tetap mempertahankan pertumbuhan perusahaa secara konsentrik yang didasarkan atas keunggulan teknologi.

2. Makna Logo PT. Sang Hyang Seri (PERSERO)

Gambar 2.1. Logo PT Sang Hyang Seri (PERSERO)

Sumber : PT. Sang Hyang Seri (PERSERO)

(20)

PT. Sang Hyang Seri (PERSERO) mempunyai logo sebagai identitas. Yang terdiri dari :

a. Elemen dasar dan representasi logo

Logogram (Logo berupa ikon/gambar) merupakan bentuk pengembangan dari logo yang lama, sebuah lingkaran abstrak bejumlah 5 kelopak, melambangkan keterbukaan Sang Hyang Seri untuk memberikan Mutu Dan Pelayanan Terjamin, dengan jumalah 5 tersebut juga melambangkan kekuatan ideologi Pancasila, terkait PT. SHS merupakan salah satu BUMN yang memebrikan kontribusi terbaik untuk bangsa dan Negara Indonesia.

Selain itu, logogram merupakan bentuk penyederhanaan dari ikon tangan melingkar, simbol kerja sama jajaran direksi, yaitu :

1. Direktur Utama 2. Direktur Produksi 3. Direktur Keuangan 4. Direktur Pemasaran 5. Direktur SDM dan Umum

Yang kuat dan profesional dalam melambangkan PT. Sang Hyang Seri (PERSERO)

b. Logotype (Logo berupa huruf)

Merupakan integrasi waktu berdirinya PT. Sang Hyang Seri.Logotype secara sepintas dibaca SHS, namun bila dilihat detail, Perbedaan Warna Biru dangan Hijau seolah-olah memisahkan pengartian menjadilebih luas.Warna biru SS, secara imajiner membentuk dua angka 5 yang berarti Tanggal dan Bulan

(21)

berdirinya PT. Sang Hyang Seri. Warna Hijau, secara imajiner juga membentuk angka 71 yang berarti tahun berdirinya PT. Sang Hyang Seri.

c. Warna

Warna secara pokok terdiri dari Hijau dan Biru, ditambah sedikit warna penyeimbang (abu-abu) pada Tulisan PT. Sang Hyang Seri (PERSERO).Warna Biru berhungan dengan integritas sebuah Profesionalitas, Sumber Daya Manusia, dan Ilmu Pengetahuan (Penelitian).Warna Hijau Berhubungan dangan Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pertumbuhan. Dengan Kombinasi Kedua warna tersebut memberikan sebuah integritas yang Kuat diberbagai Bidang Usaha (Perbenihan, Sarana Produksi Pertanian, Hasil Pertanian, Penelitian dan Pengembangan) yang ditawarkan PT. Sang Hyang Seri jumlah warna pada logo SHS (3 Hijau dan 2 Biru) merupakan representasi dari jumlah Bidang Kerja SHS yang sesuai dengan hubungan warna. Logo tersebut menandakan bahwa perusahaan ini bergerak dalam bidang penjualan dan penyediaan benih, holtikultura serta pelayanan konsumen

B. Struktur Organisasi

Setiap perusahaan pasti memiliki struktur organisasi, struktur organisasi sangat penting didalam perusahaan karena berfungsi sebagai landasan bagi seluruh fungsi yang ada dalam organisasi untuk melaksanakan tugas, wewenang dang tanggung jawab dari setiap fungsi, selain itu struktur organisasi tersebut juga sangat bermanfaat dalam hal agar tercapainya tujuan organisasi karena setiap elemen dalam perusahaan terarah untuk melaksanakan tugasnya dan memiliki tujuannya masing-masing.

(22)

PT. Sang Hyang Seri (PERSERO) Kantor Regional IV Sumatera Utara, Medan menganut struktur orgnisasi garis lurus staf (line staff organization) yang sesuai dengan kondisi perusahaan tersebut karena :

1. Pembagian tugas secara jelas dapat dibedakan

2. General Manajer langsung memerintah dan memberikan petunjuk- petunjuk kepada kepala bagian untuk diteruskan kepada bawahannya yang sudah ditentukan berdasarkan spesialisasi tugas.

Wewenang dari puncak pimpinan dilimpahkan sepenuhnya kepada bawahannya dalam bidang pekerjaan sepanjang yang menyangkut bidang kerjanya. PT. Sang Hyang Seri (PERSERO) Kantor Regional IV Sumatera Utara, Medan dipimpin oleh seorang General Manajer yang membawahi Senior manajer, manajer bagian yang terdiri dari :

1. Senior Manajer . a. Pemasaran b. Produksi 2. Manajer

a. SDM & Umum

b. Keuangan & Akuntansi

(23)

STRUKTUR ORGANISASI PT. SANG HYANG SERI (PERSERO) KANTOR REGIONAL IV SUMATERA UTARA

GENERAL MANAJER KANTOR REGIONAL IV

DIREKTUR UTAMA

SEKRETARIS REGIONAL

SENIOR MANAJER PEMASARAN

MANAJER KEUANGAN

& AKUNTANSI MANAJER SDM & UMUM

SENIOR MANAJER PRODUKSI

AUDITOR

KESEKRETARIATAN

KEHUMASAN

TeknologiInformasi

KepatuhanHukum

PASAR RITEL

PASAR KORPORAT

LOGISTIK PASAR

KCP (A) DELI SERDANG KCP (A) ASAHAN KCP (A) LUBUK LALUNG

KCP (A) SOLOK KCP (B) ACEH

KCP (B) RIAU KCP (B) TAPSEL

BENIH PANGAN

HORTIKULTURA

PENGENDALIAN MUTU

MANAJEMEN INTENSIFIKASI

KUP (A) DELI SERDANG KUP (A) HortiDELI SERDANG

KUP (A) ASAHAN KUP (A) LUBUK LALUNG

KUP (A) SOLOK KUP (B) TAPSEL

ASMAN SDM

ASMAN UMUM &

PENGELOLAAN ASET

ASMAN PENGADAAAN BARANG & JASA

ASMAN KEUANGAN

ASMAN AKUNTANSI -Adm&Informasi

- Kepegawaian - Remunerasi

-Transportasi Pengelolaan&pemelih

araanAset -Keamanan

-

PengadaanBarang&Ja sa

-Kasir -Anggaran -Keuangan

-AkuntansiKeuangan -AkuntansiManajemen

(24)

C. Job Description

Adapun uraian tugas dari PT. SANG HYANG SERI (Persero) Kantor Regional IV Deli Serdang, Medan adalah :

1. General Manager A. Kedudukan Jabatan

Atasan Langsung : Direktur Utama

Bawahan Langsung : 1. Senior Manajer Pemasaran 2. Senior Manajer Produksi 3. Manajer SDM

4. Manajer Keuangan & Akuntansi B. Tugas Pokok

Melaksanakan koordinasi perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan : pemasaran, produksi, dan kegiatan pendukungnya untuk memastikan terselenggaranya kegiatan dan tercapainya kinerja sesuai dengan kebijakan, prosedur, rencana dan anggran yang telah ditetapkan Kantor Pusat secara efisien, efektif dan optimal.

C. Fungsi

Adapun fungsi dari General Manajer adalah sebagai berikut :

1. Koordinasi penyusunan rencana dan anggaran Kantor Regional.

2. Koordinasi, evaluasi, dan pengendalian kegiatan Kantor Regional dan unit-unit organisasi di wilayah kerjanya.

(25)

3. Pendayagunaan sumber daya manusia, kekayaan intelektual, dan asset perusahaan lainnya secara efisien, efektif, dan optimal.

4. Pemantauan resiko dan pelaksanaan mitigasi pengendalian resiko yang diperlukan, serta pengendalian mutu dalam rangka penerapan standar ISO.

5. Pengembangan usaha dan organisasi Kantor Cabang Pemasaran dan Kantor Unit Produksi di wilayah kerjanya.

6. Pengelolaan administrasi kegiatan, pelaporan pencapaian kinerja operasional dan keuangan Kantor Regional, Kantor Cabang Pemasaran, Kantor Unit Produksi di wilayah kerjanya.

7. Komunikasi dan pengembangan kerja sama yang baik dengan pihak-pihak terkait internal dan eksternal perusahaan.

D. Wewenang

1. Mengusulkan dan meneapkan strategi regional ssesuai dengan karakteristik wilayah operasinya.

2. Meriview dan mengusulkan rencana dan anggaran unit-unit yang dipimpin.

3. Menetapkan kebijakan-kebijakan regioanal yang tidak bertentangan dengan kebijkan Kantor Pusat dan atas persetujuan Kantor Pusat.

4. Memutuskan dan melaksanakan tindakan yang dianggap perlu untuk menyelesaikan permasalahan dan merespon risiko-risiko Kantor Regional dan unit-unit yang dipimpin.

(26)

5. Melaksanakan penilaian kinerja bawahan langsung dan meriview penilaian kinerja para atasan langsung pada unit-unit organisasi di bawah kepemimpinannya.

6. Mengusulkan pengangaktan, penggantian dan pemberian sanksi terhadap SDM unit yang berada di bawah kepemimpinannya.

E. Uraian Tugas

Dalam menjalankan tugasnya General Manajer Kantor Regional (GM KR) melaksanakan dan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan berikut :

1. Mengembangkan dan mengkomunikasikan kebijakan dan strategi dalam Kantor Regional, Kantor Cabang Pemasaran, dan Kantor Unit Produksi diwilayahnya.

2. Koordinasi penyusunan dan mengusulkan Rencana Kegiatan dan Anggaran Kantor Regional dan unit-unit yang dipimpin.

3. Mengarahkan, melaksankan koordinasi dan mengendalikan kegaitan unit-unit yang dipimpin :

Pemasaran

a) Penetapan rencana dan pencapaian target penjualan

b) Pengembangan dan pembinaan jaringan pemasaran : SHS Shop dan penyalur.

c) Turn-over produk.

d) Pengembangan dan pemeliharaan citra produk dan pencitraan perusahaan.

(27)

e) Penagihan dan pengendalian saldo piutang dan umur piutang.

f) Pengembangan dan pembinaan organisasi Kantor Cabang Pemasaran.

g) Pengembangan usaha dan organisasi Kantor Cabang Pemasaran.

h) Pemantauan dan analisa pasar : produk, harga, pangsa pasar, loyalitas konsumen.

i) Pendayagunaan SDM, asset dan effisiensi anggaran biaya pemasaran.

Produksi

a) Penjabaran rencana produksi menjadi rencana kegiatan operasional (RKO) produksi yang mencakup rencana kegiatan kebun, kegiatan pengolahan, kebutuhan persediaan bahan baku dan bahan penolong, kebutuhan SDM pelaksana produksi.

b) Pengelolaan Kebun Swakelola : plotting area, penyiapan lahan, tebar-tanam, pemupukan, rouguing, pemberantasan hampen, lulus lapangan, panen.

c) Kerja-sama penangkaran : kerja sama petani penangkar, pemanatauan lulus lapangan, penen-perhitungan hasil dan produktivitas.

(28)

d) Pengolahan dan pengendalian mutu dalam rangka ISO : pemantauan BB, sertifikat BL, Labeling BK, penyimpanan dan pengemasan.

e) Pelaksanaan pengolahan produk dan pengendalian mutu dalam rangka ISO.

f) Pengelolaan kegiatan penunjang produksi : a. Penyediaan saprotan, irigasi, dan alsintan b. Penyediaan kantong dan pendukungannya c. Pengelolaan gudang produksi

d. Penentuan mitra produksi

e. Pemanatauan dan pembinaan mitra produksi.

g) Pengendalian Biaya Produksi

a. Perhitungan Rencana Harga Pokok Produksi (HPP) per komoditas per wilayah

b. Penetapan dan pemantauan Harga Pokok Produksi dan Biaya Produksi GKP, BKP, TKP, BL, BB, dan BK.

c. Monitoring realisasi biaya produksi per komoditas per varietas.

d. Menentukan kewajaran biaya produksi.

e. Memperhitungkan biaya produksi jangka tertentu.

Bidang Keuangan

Meriview memantau, menetapkan dan mengedalikan kegiatan pengelolaan keuangan mencakup :

(29)

a) Merencanakan dan menetapkan anggaran keuangan KR, KUKP, KUP, KCP.

b) Mengarahkan, melaksanakan koordinasi dan mengendalikan kegiatan keuangan dan akuntansi.

c) Mengarahkan, melaksanakan koordinasi dan mengendalikan kegiatan keuangan pada unit-unit yang dipimpin : pengelolaan kas, pengendalian hutang-piutang.

d) Penyelanggraan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.

e) Melaksanakan administrasi aktiva tetap.

f) Mengarahkan, meriview, mengevaluasi dan menerbitkan laporan kegiatan keuangan dan akuntansi dan informasi terkait lainnya.

g) Mengarahkan, meriview mengevaluasi dan menerbitkan laporang keuangan bulanan, dan laporan akuntansi manajemen.

Bidang SDM dan Umum

Uraian tugas bidang Sumber Daya Manusia dan Umum adalah seperti dijelaskan sebagai berikut:

a) Perencanaan kegiatan dan anggaran bidang SDM.

b) Pengelolaan SDM : Pembinaan, Pengembangan, remunerasi, penilaian kinerja, dan administrasi kepegawaian.

(30)

c) Melaksankan pengelolaan dan pengendalian aset serta barang umum meliputi :

1) Pemeliharaan dan perbaikan.

2) Pengelolaan keamanan, kebersihan, dan transportasi.

3) Pengelolaan rumah-tangga kantor.

4) Pengelolaan dan pengendalian persediaan barang umum.

5) Pelaksanaan pengadaan barang umum.

2. Senior Manajer Pemasaran A. Kedudukan Jabatan :

Atasan Langsung : General Manajer KR-IV Bawahan Langsung :

1. Manajer Pemasaran Cabang Deli Serdang 2. Manajer Pemasaran Cabang (A) Asahan.

3. Manajer Pemasaran Cabang (A) Lubuk Alung.

4. Manajer pemasaran Cabang (A) Solok.

5. Manajer Pemasaran Cabang (B) Tapsel.

6. Manajer Pemasaran Cabang (B) Aceh.

7. Manajer Pemasaran Cabang (B) Riau.

Bawahan Fungsional : 1. Pasar Ritel

2. Pasar Korporat 3. Logisitik Pasar.

(31)

B. Tugas Pokok

1. Mengelola kegiatan pemasaran di wilayah operasinya untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.

2. Melaksanakan koordinasi pemasaran, pemantauan dan pengelolaan risiko strategi pemasaran untuk memastikan :

• Tercapainya tujuan, target/KPI pemasaran.

• Optimalisasi kinerja pemasaran.

• Peningkatan potensi kinerja jangka panjang pemasaran.

• Terkelolanya risiko pemasaran dan risiko yang dipengaruhi.

C. Fungsi

1. Mengusulkan strategi pemasaran dan asumsi perencanaan berbasis pasar pada wilayah operasinya.

2. Mengusulkan rencana dan anggaran unit yang dipimpin.

3. Melaksankan pemantauan persaingan dan pengelolaan risiko pemasaran.

4. Melaksanakan koordinasi dang pengendalian kegiatan pemasaran.

5. Melaksankan koordinasi dengan bidang lainnya.

6. Mengembangkan hubungan baik dengan pihak-pihak terkait.

7. Melaksanakan pengadaan barang komoditas.

D. Wewenang

1. Mengusulkan rencana strategik dan rencana operasional pemasaran.

(32)

2. Melaksanakan kebijakan untuk bidang yang dipimpin untuk menjamin keselarasan pelaksanaan strategi pemasaran dan melindungi kepentingan perusahaan.

3. Mengusulkan biaya dan program promosi yang dianggap perlu.

4. Memperoleh informasi dari unit lain yang berkaitan dengan pemasaran.

5. Menetapkan kebijakan pengelolaan risiko pemasaran.

6. Melaksankan koordinasi fungsional. g.

7. Menilai dan mengusulkan sanksi bawahan langsung maupun bawahan fungsional.

8. Mengusulkan pengangkatan, pemberhentian dan penggantian SDM yang dipimpin dan bawahan fungsional.

E. Uraian Tugas

Dalam melaksanakan tugasnya, Senior Manajer Pemasaran Kantor Regional melaksanakan dan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan berikut :

1. Melaksanakan kebijakan, prosedur dan pedoman pemasaran yang berkaitan dengan :

a. Penjabaran kebijakan dan strategi pemasaran.

b. Perencanaan pemasaran.

c. Pengendalian persediaan, distribusi, dan pengadaan.

d. Pengelolaan SHS shop.

e. Pengelolaan pasar ritel.

(33)

f. Pengelolaan pasar korporat.

g. Pengelolaan pasar pemerintah.

h. Pengelolaan risiko pemasaran

i. Pemantauan dan pemeliharaan pelanggan.

j. Pelaksanaan promosi.

k. Mekanisme pemantauan dan penilaian kinerja.

l. Sistem penghargaan dan pengenaan sanksi (reward and punishment)

m. Sistem informasi pemasaran, terutama sistem pencatatan dan pelaporan.

2. Perencanaan Pemasaran dan target penjualan :

a. Pelaksanaan riset pemasaran dan sesmen risiko stratejik pemasaran.

b. Pengembangan strategi pemasaran perusahaan.

c. Pengerahan, kordinasi, review dan konsolidasi penyusunan rencana dan anggaran pemasaran.

d. Penyusunan dan Penetapan Asumsi Perencanaan/target Penjualan Berbasis Pasar – yang antara lain memuat proyeksi produk-produk yang dapat dipasarkan oleh perusahaan – sebagai kebijakan dalam proses perencanaan perusahaan.

3. Promosi :

a. Pemantauan popularitas dan citra produk yang dipasarkan dan citra pelayanan perusahaan.

(34)

b. Pelaksanaan program promosi.

c. Pemanfaatan acara penting (events).

d. Kordinasi promosi baik dangan Manajer SDM dan Umum maupun pihak lainnya.

4. Pelaksanaa Pemasaran, yang antara lain mencakup :

a. Pemantauan persaingan dan respon unit/SDM pemasaran.

b. Pemantauan citra mitra pemasaran terhadap perusahaan.

c. Pelaksanaa Penetrasi pasar.

d. Pelaksanaan penjualan.

e. Pelaksanaan pelayanan paska penjualan.

f. Pelaksanaan pembinaan pelangan (mitra pemasaran dan konsumen).

g. Pengelolaan dan pengendalian SHS Shop 5. Pengelolaan risiko pemasaran :

a. Asesmen risiko pemasaran.

b. Pengelolaan pangkalan data (database) risiko pemasaran.

c. Pemantauan pelaksanaan abate/mitigasi risiko pemasaran.

d. Penetapan indikator perubahan risiko pemasaran.

e. Penyusunan dan analisis profil risiko pemasaran.

f. Komunikasi dan pemanfataan informasi risiko pemasaran.

6. Pemantauan dan Pengendalian Operasi Pemasaran : a. Review kinerja bidang pemasaran.

b. Review kinerja SDM pemasaran.

(35)

c. Review laporan-laporan pemasaran dan informasi lain yang terkait.

d. Pemantauan usaha dan organisasi Kantor Cabang Pemasaran.

7. Pemeliharaan pelanggan :

a. Pemantauan kegiatan interaksi dengan pelanggan/konsumen.

b. Analisis pertumbuhan konsumen.

c. Analisis pengaruh pembinaan pelanggan.

d. Analisis tingkat loyalitas pelanggan/konsumen.

8. Trading (Pengadaan barang dan konsumsi) :

a. Pemantauan dan pengendalian persediaan terkait.

b. Verifikasi permintaan pengadaan.

c. Asesmen risiko pengadaan.

d. Penilaian penawaran atau pengambilan keputusan pengadaan.

e. Pelaksanaan negosiasi atau tawar-menawar.

f. Penempatan pesanan atau pembuatan perjanjin.

g. Seleksi dan pengeloalaan rekanan.

h. Pemantauan kinerja rekanan dan pemeringkatannya.

9. Pengembangan hubungan baik dengan pihek-pihak terrkait : a. Identifikasi kebutuhan dukungan pihak terkait.

b. Identifikasi pihak terkait.

c. Pelaksanaan komunikasi dengan pihak terkait.

d. Evaluasi tingkat dukungan pihak terkait.

e. Evaluasi citra perusahaan bagi pihak terkait.

(36)

10. Pengelolaan administrasi pemesaran : a. Identifikasi kebutuhan informasi.

b. Identifikasi sumber data dan informasi.

c. Identifikasi hak akses data informasi.

d. Pengembangan sistem informasi pemasaran (termasuk pelaporan).

e. Pengumpulan data dan informasi, termasuk pencatatan kegiatan pemasaran.

f. Pemrosesan data dan informasi.

g. Analisis data dan informasi.

h. Pengendalian distribusi, kecukupan akurasi dan ketetapan waktu penerbitan laporan pemasaran.

i. Pemanfaatan laporan dan informasi pemasaran lainnya.

3. Senior Manajer Produksi A. Kedudukan Jabatan :

Atasan Langsung : General Manajer KR-IV Bawahan Langsung :

1. Manajer Pemasaran Deli Serdang

2. Manajer Pemasaran Cabang (A) Asahan.

3. Manajer Pemasaran Cabang (A) Lubuk Alung.

4. Manajer pemasaran Cabang (A) Solok.

5. Manajer Pemasaran Cabang (B) Tapsel.

(37)

Bawahan fungsional :

1. Benih Pangan.

2. Hortikultura dan Aneka Usaha.

3. Pengendali Mutu.

B. Tugas Pokok

1. Membantu General Manajer Kantor Regional dalam mengelola kegiatan produksi di wilayah opersainya untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.

2. Optimalisasi produkstivitas dan efesiensi produksi sesuai dengan potensi pasar yang dapat dicapai perusahaan.

C. Fungsi

1. Pengembangan kebijakan dan prosedur produksi.

2. Perencanaan produksi.

3. Pelaksanaan proses produksi.

4. Pengelolaan kegiatan dan kinerja produksi pangan.

5. Pemantauan kegiatan dan kinerja produksi pangan.

6. Kordinasi fungsional.

7. Pengembangan hubungan baik dengan pihak terkait.

8. Administrasi dan pelaporan produksi.

9. Pengendalian kualitas dan kuantitas produksi.

10. Melakukan control terhadap pihak terkait.

(38)

D. Wewenang

1. Menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan produksi dan kegiatan penunjang produksi.

2. Mengusulkan atau menetapkan rencana anggaran produksi.

3. Melaksanakan kordinasi fungsional.

4. Menilai dan mengusulkan sanksi bawahan langsung maupun bawahan fungsional.

5. Mengusulkan pengangkatan, pemberhentian dan penggantian SDM yang dipimpin dan bawahan fungsional.

E. Uraian Tugas

Dalam menjalankan tugasnya Senior Manajer Produksi Kantor Regional melaksanakan dan bertanggung jawab atas kegiatankegiatan berikut :

1. Pengembangan kebijakan dan prosedur produksi:

a. Pelaksanaan asesmen risiko produksi untuk tujuan pengembangan kebijakan dan mekasnisme produksi.

b. Pelaksanaan komunikasi kebijakan dan mekanisme produksi.

2. Perencanaa Produksi :

a. Penetapan produk, volume produksi dan penjadwalan produksi berdasarkan informasi atau rekomendasi dari Bidang Pemasaran.

b. Penyusunan dan kompilasi recana anggaran prodiksi.

c. Penjabaran rencana produk.

d. Penentuan jumlah produksi berdasarkan permintaan pasar.

(39)

3. Pelaksanaan Proses produksi :

a. Penjabaran rencana produksi menjadi rencna operasional produksi yang mencakup rencana kegiatan kebun, kegiatan pengolahan, kebutuhan persediaan bahan baku dan bahan penolong, kebutuhan SDM pelaksana produksi.

b. Pelaksanaan produksi / pengelolaan kebun.

c. Pelaksanaan pengolahan produk.

4. Pengelolaan kegiatan penunjang produksi : a. Pengelolaan gudang produksi.

b. Pengendalian mutu.

c. Pengendalian hama penyakit.

d. Penetuan mitra produksi.

e. Pemantauan dan pembinaan mitra produksi.

5. Pemantauan kegiatan dan kinerja produksi pangan : a. Pencatatan /administrasi pokok.

b. Pelaporan produksi.

c. Review dan evaluasi kinerja produksi.

6. Kordinasi fungsional :

a. Pelaksanaan kordinasi fungsional produksi.

b. Pemantauan kegiatan bawahan fungsional.

c. Penilaian kinerja bawahan fungsional.

d. Penerapan sanksi dan penghargaan pada bawahan fungsional.

7. Pengembangan hubungan baik dengan pihak terkait :

(40)

a. Identifikasi pihak terkait.

b. Perencnaan pengembangan hubungan dengan pihak terkait.

c. Pelaksanaan pengembangan hubungan dengan pihak terkait.

d. Evaluasi hubungan dengan pihak terkait.

8. Administrasi dan pelaporan produksi : a. Pencatatan kegiatan produksi.

b. Pencatatan hasil produksi dan mutasi persediaan barang dalam proses.

c. Pelaporan dan kompilasi hasi produksi.

d. Evaluasi dan analisis hasil produksi.

4. Manajer SDM dan Umum A. Kedudukan Jabatan

Atasan Langsung : General Manajer KR-IV Bawahan Langsung :

1. Asisten Manajer SDM.

2. Asisten Manajer Umum dan Pengelolaan Aset.

3. Asisten Manajer Pengadaan Barang dan Jasa.

B. Tugas Pokok

Membantu General Manajer Kantor Regional dalam mengelola kegiatan SDM & Umum di wilayah operasinya.

C. Fungsi

1. Menyediakan Sumber Daya Manusia yang dibutuhkan dalam operasi.

(41)

2. Melaksanakan administrasi kepegawaian.

3. Melaksanakan kegiatan penggajian.

4. Melaksanakan pembinaan SDM sesuai dengan wewenangnya.

5. Merencanakan kegiatan dan anggaran pengadaan barang/jasa umum.

6. Pemantauan, perencanaan pemeliharaan sarana & fasilitas kantor D. Wewenang

1. Mengajukan rencana kebutuhan SDM Kantor Regional.

2. Melaksankan rekrutmen SDM sesuai dengan kewenangannya.

3. Melaksanakan pemantauan dan pembinaan SDM sesuai dengan kewenangannya.

4. Melaksanakan kompilasi.

5. Menyelenggarakan pencatatan kepegawaian dan mengelola dokumen kepegawaian.

6. Menyusun laporan posisi dan mutasi. 7. Melaksanakan pengadaan barang dan jasa umum.

E. Uraian Tugas

Dalam menjalankan tugasnya Manajer SDM dan Umum melaksanakan dan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan berikut :

1. Melaksanakan perencanaan, pengelolaan, pemantauan dan pengembangan SDM yaitu : perencanaan kegiatan dan anggaran bidang SDM.

(42)

2. Pengelolaan SDM : Pembinaan, Pengembangan, remunerasi, penilaian kinerja, dan administrasi kepegawaian.

3. Melaksanakan pengelolaan dan pengendalian aset serta barang umum meliputi :

a. Pemeliharaan dan perbaikan.

b. Pengelolaan keamanan, kebersihan, dan transportasi.

c. Pengelolaan rumah-tangga kantor.

d. Pengelolaan dan pengendalian persediaan barang umum.

e. Pelaksanaan pengadaan barang umum Bidang SDM

1. Perencanaan SDM :

1) Melaksanakan identifikasi kebutuhan SDM, baik jumlah maupun kompetensi.

2) Melaksanakan analisis kesenjangan jumlah dan kompetensi SDM.

3) Mengidentifikasi dan menganalisis sumber SDM.

4) Menentukan prioritas pemenuhan SDM.

5) Menyusun program dan kegiatan pengelolaan dan pemantauan SDM.

6) Menyusun anggaran pengelolaan dan pemantauan SDM.

7) Melaksanakan kompilasi usulan rencana dan anggaran pengelolaan SDM.

2. Pengelolaan dan Pengembangan SDM :

(43)

1) Melaksanakan seleksi, promosi, penggantian dan pemberhentian SDM.

2) Melaksanakan pendidikan dan Pelatihan.

3) Melaksanakan pembinaan lansung (councelling).

4) Menyelesaikan permasalhan SDM.

3. Pemantauan dan Evaluasi Kinerja SDM :

1) Melaksnakan pemantauan dan analisis posisi dan mutasi SDM.

2) Melaksanakan pencatatan dan dokumentasi hasil pemantauan dan analisis posisi dan mutasi SDM.

3) Melaksakan pencatatan dan dokumentasi hasil penilaian kinerja SDM.

4) Melaksanakan analisis dan menerbitkan laporan perkembangan SDM.

4. Pengelolaan administrasi kepegawaian :

1) Mengusulkan pengembangan sistem informasi SDM.

2) Melaksanakan pencatatan dan kompilasi hasil penilaian kinerja SDM.

3) Mengelola dokumen SDM.

4) Mengusulkan promosi, pengankatan, penggantian, dan pemberhentian SDM.

(44)

5) Menyusun dan menerbitkan laporan-laporan pengelolaan SDM sesuai kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan, maupun atas permintaan manjemen.

5. Pelaksanaan Remunerasi :

1) Melaksanakan review dan verifikasi atas usulan perubahan remunerasi.

2) Melaksanakan review dan verifikasi atas permintaan pembayaran remunerasi.

3) Melaksanakan perhitungan gaji, tunjangan dan bentuk lain pendapatan SDM.

4) Memproses pembayaran gaji, tunjangan dan bentuk laim pendapatan SDM sesuai prosedur yang berlaku.

5) Menyusun dan menerbitkan laporan pelaksanaan remunerasi dan laporan-laporan lain sesuai dengan kebijakanan prosedur yang berlaku.

Bidang Umum

1. Pengelolaan aset (fasilitas, sarana dan prasarana perusahaan) a. Perencanaan :

1) Melaksanakan asesmen risiko pengelolaan aset.

2) Melaksankan evaluasi kebijakan dan mekanisme pengelolaan aset.

3) Menusulkan rencnana dan anggaran pengelolaan aset.

b. Pelaksanaan pengolahan :

(45)

1) Memantau posisi, kondisi dan penanggung jawab/pengunan setiap aset.

2) Melaksankan pemeriksaan fisik secara berkali.

3) Mengajukan permintaan pemeliharaan dan perbaikan.

4) Memantau dan mengendalikan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan aset.

5) Melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan rutin atau swakelola.

c. Pencatatan dan pelaporan perbaikan dan pemeliharaan : 1) Mecatat kegiatan dan transaksi perbaikan dan

pemeliharaan.

2) Menerbitkan laporan perbaikan dan pemeliharaan aset.

2. Fasilitas kegiatan kantor :

a. Menyusun rencana dan anggaran pemeliharaan fasilitas kantor.

b. Melasanakan pengelolaan keamanan, transportasi, pemeliharaan fasilitas kanor dan pemeliharaan lingkungan.

c. Melaksanakan dan mengkoordinir pengelolaan fasilitas kantor, kemanan, transportasi, pemeliharaan fasilitas kantor dan pemeliharaan lingkungan.

Pengelolaan dan pengendalian persediaan barang umum.

1. Perencanaan persediaan barang umum : a. Memperkirakan kebutuhan barang umum.

(46)

b. Melaksanakan kompliasi proyeksi kebutuhan barang umum.

c. Melaksanakan asesmen risiko persediaan barang umum.

d. Menerbitkan rencana dan anggaran kebutuhan barang umum.

2. Pengelolaan dan pemantauan persediaan barang umum :

a. Melaksanakan pencatatan dan pemantauan posisi dan mutasi barang umum.

b. Melaksankan penerimaan barang umum sesuai kebijakan dan prosedur yang berlaku.

c. Menyelenggarakan penyimpanan barang umum sesuai kebijakan dan prosedur yang berlaku.

d. Memeriksa barang umum yang diterima.

e. Melaksanakan pemeliharaan barang umum.

f. Melaksanakan pengeluaran barang umum sesuai kebijakan dan prosedur yang berlaku.

g. Mengajukan permintaan pengadaan barang umum.

3. Administrasi dan pelaporan persediaan barang umum :

a. Menerima dan melaksankan verifikasi laporan-laporan yang berkaitan dengan pengelolaan barang umum.

b. Mencatat dan mengkompliasi laporan-laporan yang berkaitan dengan pengelolaan barang umum.

c. Menerbitkan laporan pisisi dan mutasi barang umum.

Pelaksanaan pengadan barang dan jasa :

(47)

1. Perencanaan pengadaan barang dan jasa : a. Memeperkirakan kebutuhan brang dan jasa

b. Melaksanakan kompilasi proyeksi kebutuhan barang dan jasa

c. Melaksanakan asesmen risiko persediaan barang dan jasa.

d. Menerbitkan rencna dan anggaran kebutuhan brang dan jasa.

2. Pelaksanaan pengadaan barang umum :

a. Menerima dan memverifikasi permintaan pengadaan brang dan jasa.

b. Mempersiapkan pengadaan barang dan jasa.

c. Mengajukan dan menerima disposisi usulan pengadaan barang dan jasa.

d. Melaksankan pengadaan brang dan jasa.

3. Administrasi dan pelaporan pengadaan barang dan jasa :

a. Menerima dan melaksankaan verifikasi laporan-laporan yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa.

b. Mencatat dan mengkompiplasi laporan-laporan yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa.

c. Menerbitkan laporan pengadaan barng dan jasa.

5. Manajer Keuangan dan Akuntansi A. Kedudukan Jabatan :

Atasan Langsung : General Manajer KR-IV

(48)

Bawahan Langsung : 1. Asisten Manajer Keuangan 2. Asisten Manajer Akuntansi B. Tugas Pokok

Membantu General Manajer Kantor Regional dalam mengelola bidang keuangan dan akuntansi; terdiri dari sumber dayan penggunaan dana dan serta pencatatan akuntansi untuk menerbitkan laporan keuangan Kantor Regional.

C. Fungsi

1. Merencanakan, mengusulkan rencan anggaran operasional kantor regional terkait.

2. Melaksankan pengelolaan aliran kas secara efektif dan efisien termasuk investasi dana lancar

3. Memantau posisi hutang – piutang unit-unit terkait yang berada dibawah kantor regional.

4. Melaksankan penegendalian penyelenggaraan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen kantor regional.

5. Melaksanakan adminitrasi aktiva tetap 6. Merrencanankan, mementau, mengendalikan dan melaksankan administrasi perpajakan kantor regional.

D. Wewenang

1. Penyusunan perencnaan, pemantauan dan pengendalian aliran kas dan anggaran Kantor Regional.

(49)

2. Penerbian laporan keuangan kantor regional secara berkala.

3. Mengendalikan posisi hutang – piutang kantor regional.

4. Melakukan pencatatan, inventarisir, dan pengendalian aktiva tetap kantor regional.

5. Melaksanakan verivikasi dokumen keuangn terkait seluruh transaksi kantor regional.

6. Mengajukan usulan perbaikan, penambahan dan penghapusan aktiva tetap.

E. Uraian Tugas

Dalam menjalankan tugasnya Manajer Keuangan dan Akuntansi melaksanakan dan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan berikut :

Bidang Keuangan :

1. Perencanaan dan Pengendalian anggaran :

a. Melaksanakan kompilasi dan review rencana dan anggaran Kantor Regional.

b. Megusulkan rencana dan anggaran Kantor Regional.

c. Melaksanakan pemanatauan anggaran dan memeberikan catatan posisi anggaran atas setiap pencairan anggaran.

d. Memantau harga-harga dan jasa yang dibutuhkan e.

Melaksanakan analisis permintaan pengadaan.

2. Pengelolaan dana / kas :

a. Menyusun rencana / proyeksi kas.

b. Melaksankan penerimaan kas dan pencatatannya.

(50)

c. Melaksanakan verifikasi dokumen permintaan pembayaran (pengeluaran kas).

d. Mengelola dan mengendalikan pembayaran (pengeluaran kas) dan pencatatannya.

e. Memantau dan mengendalikan penyimpanan kas dan surat berharga lainnya.

f. Melaporkan posisi dan mutasi kas.

3. Pengelolaan Investasi :

a. Menyusun rencana/proyeksi investasi.

b. Megusulkan investasi.

c. Melaksankan pencatatan investasi . d. Menerbitkan laporan investasi.

4. Pengendalian Hutang – Piutang :

a. Memantau dan mengendalikan pencatatan utang – piutang.

b. Memantau posisi dan kelancaran hutang – piutang.

c. Menyusun rencana/proyeksi penerimaan tagihan dan pembayaran hutang.

d. Mengelola penagihan.

e. Mengajukan permintaan pembayaran hutang.

5. Administrasi Keuangan :

a. Mencatat seluruh transaksi keuangan dan memantau dokumen pendukung transaksi untuk keperluan akuntansi.

b. Melaksankan kompilasi realisasi anggaran.

(51)

c. Melaksanakan analisis rencana dan realisasi anggaran.

d. Menerbitkan laporan realisasi angaran.

6. Perpajakan :

a. Menghitung dan melaporkan pajak-pajak yang terkait dengan perusahaan.

b. Mengajukan permintaan pembayaran pajak.

Bidang Akuntansi

1. Akuntansi Keuangan :

a. Mencatat seluruh tarnsaksi keuangn perusahaan dan menyediakan dokumen transaksi untuk keperluan akuntansi.

b. Melaksanakan konsolidasi laporan keungan Kantor Regional, Kantor Cabang Pemaasaran dan Kantor Unit Produksi.

c. Menerbitkan keuangan bulanan, triwulan, semester, dan tahunan

2. Akuntansi Manajemen (termasuk manajemen biaya) : a. Menyusun laporan akuntansi manajemen.

b. Melakukan analsis akuntansi manajemen.

c. Menyusun pelaporan akuntansi baiya.

d. Mengelola kompilasi harga dan analisa laporan perhitungan baiya – harga pokok.

e. Menerbitkan laporan biayan secra berkala.

f. Melaksnakan analisis deviasi biaya.

g. Melaksankan analisis deviasi anggaran.

(52)

h. Melaksanakan penelolaan dokumen-dokumen transaksi.

i. Mandampingi auditor yang melaksankan audit keuangan.

3. Akuntansi Hutang Piutang :

a. Melaksankan pencatatan dan pemantauan posisi hutang – piutang Kantor Regional.

b. Melaksanakan rekonsiliasi hutang – piutang Kantor Regional.

c. Melaksanakan kordinasi dengan staff pengendalian hutang – pitang untuk mrelakukan aktivitas penagihan terhadap piutang belum terbayar.

d. Mengusulkan pencadangan atas piutang tak tertagih.

e. Menerbitkan laporan posisi hutang – piutang secara berkala.

6. Sekretaris Regional A. Kedudukan Jabatan

Atasan Langsung : General Manajer KR- IV

Bawahan Langgsung : Pejabat Fungsional Sekretaris Regional.

B. Tugas Pokok

Membantu General Manajer Kantor Regional dalam pengelolaan dan pengendalian kegiatan kesekretariatan, humas dan hukum, pengelolaan teknologi informasi, dokumentasi dan pelaporan.

C. Fungsi

1. Pengelolaan kegiatan General Manajer KR.

2. Pengumpulan, pemrosesan dan pendistribusian informasi Kantor Regional dan unit-unit terkait kantor regional.

(53)

3. Penyelenggaraan komunikasi dengan pihak internal dan ekternal.

4. Penyelenggaraan kegiatan aspek legal dan penyelesaian hukum.

5. Dokumentasi kegiatan KR 6. Pengelolaan teknologi informasi KR.

D. Wewenang

1. Meriview dan mengusulkan rencana dan anggaran unit yang dipimpin.

2. Memutuskan dan melaksanakan tindakan yang dianggap perlu untuk menyelesaikan permasalahan dan merespon risiko-risiko kegiatan kesekretaruatan kantor regional.

3. Menilai kinerja SDM pada unit yang dipimpin.

4. Mengusulkan pengangkatan, penggantian dan penerapan sanksi pada SDM yang dipimpin.

E. Uraian Tugas

1. Mengelola seluruh kegiatan bidang Sekretariat Regional, yang meliputi kegiatan kesekretariatan dan humas, teknologi informasi, kepatuhan hukun, dokumentasi dan pelaporan.

2. Melaksanakan pengelolaan kegiatan Kesekretariatan dan Humas, meliputi :

1) Menyusun dan mengusulkan rencana dan anggaran Kesekretariatan, termasuk unit-unit yang dipimpin.

2) Mengumpulkan, memproses dan mendistribusikan informasi yang diperlukan dalam melaksanakan kegiatan manajemen.

3) Menyelenggarakan rapat dan agenda rapat KR.

(54)

3. Melaksanakan pengelolaan aspek legal :

1) Mengkomunikasikan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

2) Mengusulkan prosedur penggunaan dokumen legal.

3) Melaksanakan review dokumen legal yang dianggap perlu.

4. Melaksankan koedinasi dan pengendalian pengelolaan IT, meliputi :

1) Pengaturan akses terhadap perangkat keras dan perangkat lunak.

2) Pelaksanaan DRP (dissaster recovery plan).

3) Pemantauan ketaatan terhadap prosedur penggunaan teknologi informasi.

5. Melaksanakan pengelolaan dan pengendalian pelaporan, meliputi : 1) Mengumpulkan seluruh data dan informasi lainnya menyangkut

seluruh kegiatan di kantor regional.

2) Mencatat dan mengolah seluruh data administrasi menyangkut seluruh kegiatan di kantor regional.

3) Membuat pelaporan seluruh data administrasi dan kegiatan di kantor regional.

6. Mendokumentasikan seluruh data administrasi dan kegiatan kantor regional.

D. Jaringan Usaha

Jaringan usaha PT. Sang Hyang Seri (Persero) adalah untuk memasok semua hasil produksi yang awalnya dilakukan penelitian mandiri, kemitraan

(55)

dengan Badan Litbang PT. Swasta dalam Negeri & Luar Negeri. Kemudian dilakukanlah pengembangan produk, sama halnya dengan perusahaan lain PT.

Sang Hyang Seri (persero) sebagai Perusahaan Pembimbing mempunyai cukup banyak jaringan pemasok yaitu 51.230 orang petani penangkar, 783 kel. Tani tersebar disentra produksi di 79 kabupaten. Yang mana produk tersebut akan dikekola pada pabrik pengolahan PT. Sang Hyang Seri (Persero), yang memiliki 20 di Cabang 10 di Provinsi dan 17 Satgas di 18 provinsi. Setelah dilakukan pengolahan di pabrik jaringan selanjutnya yaitu Distribusi.Jaringan inilah yang kemudian medekati petani/konsumen yang tersebar di seluruh pelosok desa yang mana ada 322 penyalur dan 3.655 Kios. Diantaranya Konsumen Benih Padi 7,6 juta petani (57,83% total penyediaan benih padi nasional), Konsumen Benih Kedele 500 ribu petani (80% total penyediaan benih kedele nasional) Konsumen Benih Jagung 240 ribu petani (15% total penyediaan benih jagung nasional), Konsumen Benih Holtikultura 100 ribu petani (25% total penyediaan benih holtikultura).

E. Kinerja Usaha Terkini

Kinerja perusahaan bisa dikatakan Baik apabila, sudah terlaksananya pengolahan produk serta biaya produksi pasar dan penjualan kepada konsumen/petani mampu mencapai target bahkan melebihi target yang telah ditentukan pada Rencana Kerja Anggran Perusahaan (RKAP). PT. Sang Hyang Seri (Persero) setiap tahunnya meningkatkan produksi untuk meningkatkan kinerja dan mencapai target yang sudah di tentukan pada Rencana Kerja Anggaran

(56)

Perusahaan (RKAP). Mengembangkan dan memproduksi benih Padi Hibrida dan Non Hibrida.Dengan demikian, konsumen khususnya petani padi semakin meningkatkan permintaan benih padi hibrida.Seiring dengan perkembangan zaman, adanya perubahan alat produksi yang sebelumnya di kerjakan secara manual sudah tergantikan dengan adanya teknologi yang sangat membantu untuk memperoleh benih padi yang bermutu tinggi. PT. Sang Hyang Seri (Persero) juga mengembangkan produk pendukungnya yaitu benih palawija (jagung, kacang- kacangan, holtikultura) dan pakan ternak (ikan). Menjaga hubungan baik dan menjaga kepercayaan antara produsen dan konsumen juga merupakan hal yang sangat penting. Tidak hanya hubungan antara produsen dan konsumen, hubungan internal antar bidang juga harus dijaga saling mendukung dan bekerja sama antara satu bidang dengan bidang lainnya di PT. Sang Hyang Seri (Persero) merupakan ujung tombak dari kinerja perusahaan. Dan dengan demikian kinerja perusahaan tercapai sesuai dengan motto PT. Sang Hyang Seri (Persero) yaitu Mutu dan Pelayanan Terjamin.

F. Rencana Usaha

Rencana Usaha PT. Sang Hyang Seri (Persero) berdasarkan pada musim tanam di daerah masing-masing. Produk yang akan diproduksi dan di pasarkan ke petani tetap bergantung pada Rencana Kinerja Anggaran Perusahaan (RKAP).

Rencana usaha harian juga harus sesuai dengan operasional yang berlaku.Maka tidak jarang perusahaan harus melakukan 3 kali penggantian rencana usaha sesuai dengan musim tanam.

(57)

BAB III

ANALISIS SISTEM PENCATATAN DAN METODE PENILAIAN PERSEDIAAN BENIH PADA PT. SANG HYANG SERI (PERSERO)

SUMATERA UTARA

A. Pengertian Persediaan

Persediaan merupakan aset perusahaan yang mempunyai pengaruh yang sangat sensitif perkembangan finansial perusahaan.Dalam akuntansi, persediaan adalah harta lancar yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang digunakanuntuk kegiatan bisnis untuk dijual tanpa perubahan bentuk atau untuk diproses lebih lanjut dalam perusahaan manufaktur sehingga mempunyai nilai dan bentuk baru kemudian dipasarkan.

Persediaan merupakan faktor yang sangat penting dalam sebuah perusahaan untuk menjalankan aktivitasnya.Perusahaan membutuhkan berbagai jenis persediaan tanpa adanya persediaan perusahaan tidak mungkin menjalankan kegiatan operasinya.Oleh karena itu perusahaan harus memiliki jumlah persediaan yang cukup.

Perusahaan dagang yang aktifitasnya adalah membeli dan menjualnya kembali, maka persediannya terdiri dari barang-barang dagangan yang mau dijual.

Tapi bagi perusahaan industri manufaktur persediannya meliputi persedian bahan mentah langsung (direct material), persedian barang dalam proses (working in process), dan persediaan barang jadi (finished goods). Informasi persediaan yang disajikan suatu badan usaha dalam laporan keuangan merupakan hasil akhir yang diperoleh melalui tahapan-tahapan sejak transaksi terjadi sampai dengan

(58)

penyusunan laporan keuangan . Agar pelaksanaan akuntansi benar-benar dapat dicapai tujuannya diperlukan suatu ketetapan sebagai pedoman dalam pelaksanaannya.Di Indonesia pedoman tersebut adalah Standar Akuntansi Keuangan (SAK).

Persedian pada perusahaan manufaktur melalui beberapa fase proses produksi secara terus-menerus melalui beberapa departemen sampai produk tersebut berada pada kondisi barang jadi yang siap dipasarkan (goods in present location and condition). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (2007 : 14.1) menjelaskan bahwa pengertian persedian yaitu :

a) Tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal b) Dalam proses produksi dan atau dalam pengadaan

c) Dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalamproses produksi atau pemberian jasa.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (2007 : 14.2) lebih ditegaskan lagi apa saja yang dapat dikategorikan sebagai persedian yaitu : Persediaan meliputi barang yang dibeli dan disimpan untuk dijual kembali misalnya barang dagang dibeli oleh pengecer untuk dijual kembali, atau pengadaan tanah dan properti lainnya untuk dijual kembali. Persedian juga mencakupi barang jadi yang telah diproduksi, atau barang dalam penyelesaian yang sedang diproduksi perusahaan, dan termasuk bahan serta perlengkapan yang akan digunakan dalam proses produksi.

Definisi di atas menjelaskan bahwa persediaan merupakan suatu aktiva milik perusahaan yang tujuannya untuk dijual tanpa mengadakan perubahan yang

(59)

mendasar terhadap barang tersebut, baik berupa bentuk maupun manfaat dari barang tersebut. Definisi tersebut juga menyatakan bahwa persediaan diperoleh melalui proses produksi sampai menjadi barang yang siap untuk dijual ke pasar dengan kata lain barang yang dibeli diubah bentuknya terlebih dahulu.

Skousen, Albrecht, Stice (2004 : 653) mendefinisikan persediaan yaitu:

“Persediaan ditunjukan untuk barang-barang yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan bisnis normal, dan dalam kasus perusahaan manufaktur,maka kata ini ditujukan untuk barang dalam proses produksi atau yang ditempatkan dalam kegiatan produksi”.

Kieso, Weygandt, Warfield (2002 : 443) menyatakan bahwa : “Persediaan adalah pos-pos aktiva yang dimiliki untuk dijual dalam operasi bisnis normal atau barang yang akan digunakan/komsumsi dalam memproduksi barang yang akan dijual”.

B. Jenis-Jenis Persediaan

Persediaan pada setiap perusahaan berbeda dengan perusahaan lain tergantung pada bidang kegiatan bisnisnya. Menurut Dykman (1999:377) Persediaan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Persediaan barang dagangan (merchandise inventory)

Barang yang ada digudang (goods on hand) dibeli oleh pengecer atau perusahaan perdagangan seperti importir atau eksportir untuk dijual kembali.Biasanya barang yang diperoleh untuk dijual kembali secara fisik tidak diubah oleh perusahaan pembeli, barang-barang tersebut tetap

(60)

dalam bentuk yang telah jadi ketika meninggalkan pabrik pembuatnya.Dalam beberapa hal dapat terjadi beberapa komponen dibeli untuk kemudian dirakit menjadi barang jadi.Misalnya, sepeda yang dirakit dari kerangka, roda, gir, dan sebagainya serta dijual oleh pengecer sepeda adalah salah satu contoh.

2. Persediaan manufaktur (manufacturing inventory)

a. Persediaan gabungan dari entitas manufaktur, yang terdiri dari : Persediaan bahan baku. Barang berwujud yang dibeli atau diperoleh dengan cara lain (misalnya, dengan menambang) dan disimpan untuk penggunaan langsung dalam membuat barang untuk dijual kembali.

Bagian atau suku cadang yang diproduksi sebelum digunakan kadang-kadang diklasifikasikan sebagai persediaan komponen suku cadang.

b. Persediaan barang dalam proses. Barang-barang yang membutuhkan pemrosesan lebih lanjut sebelum penyelesaian dan penjualan. Barang dalam proses, juga disebut persediaan barang dalam proses, meliputi biaya bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan alokasi biaya overhead pabrik yang terjadi sampai tanggal tersebut.

c. Biaya persediaan barang jadi meliputi biaya bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan alokasi biaya overhead pabrik yang berkaitan dengan manfaktur.

(61)

d. Persediaan perlengkapan manufaktur. Barang-barang seperti minyak pelumas untuk mesin-mesin, bahan pembersih, dan barang lainnya yang merupakan bagian yang kurang penting dari produk jadi.

3. Persediaan rupa-rupa.

Barang-barang seperti perlengkapan kantor, kebersihan, dan pengiriman.

Persediaan jenis ini biasanya digunakan segera dan biasanya dicatat sebagai beban penjualan umum (selling or general expenses) ketika dibeli.

C. Sistem Pencatatan Persediaan

Sistem pencatatan persediaan merupakan pengelolaan persediaan melalui proses pencatatan sehingga data tentang persediaan dapat tersedia dengan benar.

Adapun sistem pencatatan persediaan dapat digolongkan dengan dua cara, yaitu :

1. Sistem periodik

Sistem periodik adalah suatu sistem akuntansi untuk persediaan yang harga pokok penjualannya ditentukan pada akhir periode akuntansi dengan melakukan koreksi atas catatan persediaan akhir, setelah dilakukan penghitungan fisik persediaan akhir. Mengenai sistem periodik ini Weygandt, Kieso, Kimmel (2007 :262) mengemukakan sebagai berikut : “Dalam sistem persediaan periodik (Periodic Inventory System), rincian catatan persediaan barang yang dimiliki tidak sesuai secara terus- menerus dalam satu periode”.

Referensi

Dokumen terkait

evaluasi Pejabat Pengadaan Barang / Jas Dana P.APBD Kabupaten Asahan T.A 20 bagaimana tersebut dalam Berita Acara N , Pejabat Pengadaan Barang / Jasa Progra PBD Kabupaten

Syukur Alhamdulillah atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi den gan judul

Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes (lisan) dan angket. Analisis data menggunakan rumus rata-rata untuk mencari peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an sebelum

Buellin mukaan ympäristötekstin etiikassa tulisi näkyä juuri edellä esitetyn kaltainen pohdinta ihmisen eduista muuhun luontoon nähden (Buell 1995, 7). Runoon

[r]

Hasil dari kegiatan pengabdian di tahun pertama pada kelompok peternak lebah Minteng Sanda adalah Kelompok ini, sudah dapat membudidayakan lebah tigona dengan

Untuk menyelesaikan permasalahan ini akan di desain kemasan yang lebih tepat dengan menggunakan bahan yang lebih baik agar kue tersebut tidak mudah hancur dan layu, memiliki

Hasil pengujian model secara statistik yang telah dilakukan memberikan bukti- bukti yang cukup untuk menerima Model Kedua, sehingga hipotesis kedua yaitu tingkat