1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penelitian
Indonesia berada dalam wilayah rangkaian gunungapi mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, sampai Sulawesi. Beragam jenis batuan gunungapi yang dihasilkan berupa batuan piroklastik tuf berbutir halus yang bersifat asam dan bersusunan dasit-riolit atau bermassa gelas gunungapi. Tuf halus ini tersebar luas mengikuti jalur gunungapi tersebut yang sebagian atau seluruhnya telah mengalami proses ubahan atau diagenesis menjadi zeolit. Karenanya, secara geologi Indonesia berpotensi besar menghasilkan zeolit seperti yang terdapat di Sumatera (Lampung, Sumatera Utara), Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur), Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi (Kusdarto, 2008).
Secara geologi, zeolit terbentuk dari batuan tuf hasil sedimentasi, debu vulkanik yang telah mengalami proses alterasi. Proses-proses pembentukan zeolit terdiri dari beberapa proses antara lain, sedimentasi debu vulkanik pada lingkungan danau yang bersifat alkali, proses alterasi, proses diagenesis dan proses hidrotermal.
Pemanfaatan zeolit untuk digunakan dalam berbagai industri dan pertanian akhir-akhir ini berkembang cukup pesat. Memperhatikan pentingnya pemanfaatan zeolit dalam berbagai industri dan pertanian serta upaya mengangkat perekonomian pada masyarakat yang tinggal pada daerah yang memiliki potensi zeolit, diperlukan adanya dorongan agar potensi zeolit yang ada dapat dikembangkan secara lebih optimal.
Daerah baratlaut Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi pertambangan zeolit yang besar oleh karena itu pemahaman kondisi geologi yang memungkinkan endapan zeolit untuk terbentuk harus dipahami dengan baik. Oleh karena itu studi pemetaan geologi secara detail pada Desa Hargomulyo dan Sekitarnya, Kecamatan
2 Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul dilakukan untuk mengetahui genesis dan persebarannya.
Zeolit dalam penggunaannya dibagi berdasarkan karakteristik serta komposisi kimia yang dikandungnya, sehingga pada sampel pemetaan geologi dilakukan analisis geokimia X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorencsense (XRF) guna mengetahui karakteristik sehingga pemanfaatannya dapat optimal dan sesuai.
1.2. Maksud Penelitian
Maksud dari penelitian ini antara lain:
a. Melakukan pemetaan geologi untuk mengetahui variasi litologi dan persebaran endapan zeolit pada Desa Hargomulyo dan Sekitarnya.
b. Melakukan analisis petrografi dan analisis XRD (X-Ray Diffraction) dan XRF (X-Ray Fluorescence) pada sampel zeolit di Desa Hargomulyo dan Sekitarnya, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
c. Melakukan perbandingan antara spesifikasi kimia zeolit yang dibutuhkan pada berbagai bidang dengan spesifikasi kimia pada sampel zeolit daerah penelitian untuk merekomendasikan arahan pemanfaatan zeolit pada daerah penelitian yang sesuai dengan karakteristiknya.
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini antara lain:
a. Mengetahui karakteristik dari endapan zeolit di Desa Hargomulyo dan Sekitarnya, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
b. Mengetahui petrogenesis endapan zeolit di Desa Hargomulyo dan Sekitarnya, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
3 c. Mengetahui arahan pemanfaatan zeolit di Desa Hargomulyo dan Sekitarnya, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
1.4. Waktu dan Lokasi Objek Penelitian
Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan terhitung tanggal 1 September 2016 hingga 5 Oktober 2016 di Desa Hargomulyo dan Sekitarnya, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi penelitian dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua selama kurang lebih 1 jam dari Ibukota Kabupaten Gunungkidul yaitu Kota Wonosari kearah barat-barat laut, jika dari Kecamatan Semin dapat ditempuh sekitar 30-45 menit kearah barat menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua, akan tetapi pada beberapa singkapan hanya dapat dijangkau kendaraan roda dua dikarenakan kondisinya yang tidak memungkinkan utntuk kendaraan besar untuk masuk. Pemetaan geologi dilakukan selama 10 hari, setelah itu dilakukan tahap analisis dan interpretasi data. Objek penelitian difokuskan pada endapan zeolit yang berada pada daerah penelitian. Gambar 1.1 memperlihatkan lokasi penelitian.
Gambar 1.1 Lokasi Penelitian Pada Daerah Hargomulyo dan Sekitarnya (Peta RBI Wonosari 1408-313)
4 1.5. Batasan Masalah
Pembatasan masalah dilakukan untuk menghasilkan pembahasan yang terfokus pada masalah yang akan diteliti, sehingga akan didapatkan hasil yang tepat dan akurat. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini, antara lain:
a. Penelitian dilakukan di daerah Hargomulyo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada koordinat 454000 mE sampai 456400 mE dan 9132300 mN sampai 9134500 mN.
b. Data penelitian didapatkan dari pemetaan geologi, dengan hasil berupa peta geologi, peta geomorfologi, dan peta tataguna lahan yang digabungkan dengan data sebaran tambang zeolit.
c. Analisis yang dilakukan meliputi analisis petrografi, X-Ray Diffraction (XRD) dan analisis X-Ray Fluoresence (XRF). Analisis
petrografi dilakukan pada 10 sampel batuan, analisis XRD dilakukan pada 3 sampel batuan, dan analisis (XRF) dilakukan pada 3 sampel batuan.
1.6. Penelitian Terdahulu
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui genesis dan karakteristik dari endapan zeolit pada daerah penelitian yaitu pada daerah Hargomulyo Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan referensi penelitian yang telah dilakukan pada daerah yang sama atau yang memiliki topik bahasan yang sama guna mempermudah proses analisis dan membuktikan teori yang telah diteliti sebelumnya. Referensi penelitian yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 1.1.
5 Tabel 1.1 Daftar penelitian terdahulu
No. Peneliti Jurnal Tahun Hasil Penelitian
1 Titisari, A.D., Widiasmoro
Characteristics, Measured Resources and Quality of Bantengwereng Zeolitic Tuff at Gedangsari Area of Gunungkidul Regency as agriculture products absorbent and Fertilizer
2004 Penelitian tentang endapan zeolit di daerah Bantengwereng, Gedangsari serta membahas mengenai zeolit sebagai produk agrikultural absorben dan pupuk
2 Yuminti, S.,
Widiasmoro and Titisari, A.D
The Characteristic and Genesis of Zeolitic Tuff in Bantengwereng Area, Gunungkidul Regency
2005 Penelitian tentang endapan zeolit di daerah Bantengwereng, serta membahas mengenai karakteristik dan genesisnya.
3 Titisari, A.D., Idrus A., and Widiasmoro
Mineralogical Characteristics of The Sampang Zeolitic Tuff, Gunungkidul – Indonesia and Its Utilization as Fertilizer
2006 Penelitian tentang endapan zeolit di daerah Sampang, Kabupaten Gunungkidul serta membahas mengenai karakteristik dari aspek mineraloginya.
4 Idrus, A., Titisari, A.D., Sudiyo, R., Soekrisno, R.
Geology, Characterization, Quality improvement and Recommended Utilization of Natural Zeolite (Zeolitic Tuff) Deposits from Gunungkidul
2008 Penelitian tentang endapan zeolit di daerah Serut, Sidomulyo dan Jatirejo, serta membahas mengenai rekomendasi
penggunanannya dan peningkatan kualitasnya
1.7. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam penelitian ini, antara lain:
a) BAB I PENDAHULUAN
Berisi latar belakang penelitian, maksud dan tujuan penelitian, batasan masalah dalam penelitian, waktu yang dibutuhkan dalam melakukan penelitian, lokasi objek penelitian, penelitian yang telah dilakukan terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini, kerangka pikir serta sistematika penulisan penelitian.
6 b) BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Berisi pustaka yang berhubungan dengan tema penelitian, kondisi geologi regional daerah penelitian, konsep dasar zeolit, sifat fisik zeolit, mineralogi dan komposisi kimia zeolit, pengertian X-Ray Diffraction dan X-Ray Fluoresence.
c) BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Berisi urutan tahapan dalam proses penelitian, yaitu studi awal penelitian hingga tahap pembuatan laporan hasil penelitian. Pada bab ini dimuat data-data yang digunakan dalam penelitian serta kegunaannya.
d) BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Berisi hasil penelitian yang telah dilakukan, keterkaitan antar data, dan analisis data. Hasil pada karya tulis ini meliputi hasil pemetaan geologi meliputi geomorfologi, tataguna lahan, potensi tambang zeolit dan variasi litologi daerah penelitian. Selain itu, pada bab ini juga membahas tentang analisis geokimia yang dilakukan pada sampel zeolit pada daerah penelitian.
e) BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Berisi kesimpulan dari hasil dan pembahasan yang menjawab maksud dan tujuan dari penelitian, serta saran yang dapat diambil dari penelitian ini untuk penelitian selanjutnya.
1.8. Kerangka Pikir
Kerangka pikir merupakan suatu diagram yang memuat alur karya ilmiah atau penelitian. Kerangka pikir memuat segala sesuatu yang berkaitan dengan alasan dilakukannya penelitian, latar belakang penelitian, kesulitan dalam penelitian, dan sebagai panduan untuk mengerjakan suatu penelitian sesuai dengan tema dan bahasan serta tidak keluar dari masalah yang telah dibatasi sebelumnya. Kerangka pikir penelitian ini tergambar pada Gambar 1.2.
7
Gambar 1.2 Diagram Kerangka Pikir Penelitian