LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNGGULAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Teks penuh

(1)

LAPORAN

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNGGULAN UNIVERSITAS LAMPUNG

PEMANFAATAN PRODUK ASAL TERNAK SEBAGAI PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI MASYARAKAT DI KELURAHAN GANJAR AGUNG

KECAMATAN METRO BARAT PADA MASA PANDEMIC COVID 19

PROGRAM STUDI NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN TERNAK JURUSAN PETERNAKAN

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG

2021

(2)

ii HALAMAN PENGESAHAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

UNGGULAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

Judul : Pemanfaatan Produk Asal Ternak sebagai Pemenuhan Kebutuhan Gizi Masyarakat di Kelurahan Ganjar Agung Kecamatan Metro Barat pada Masa Pandemic Covid 19 Manfaat sosial ekonomi :

Ketua Pengusul a. Nama lengkap b. Jabatan Fungsional c. Program Studi d. SINTA ID e. Nomor Hp

f. Alamat Surel (e-mail)

: : : : :

Agung Kusuma Wijaya, S.Pt., M.P.

Asisten Ahli

Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak 40497

08125240633

agung.kusumawijaya@fp.unila.ac.id Anggota Pengusul (1)

a. Nama Lengkap b. Program Studi c. SINTA ID

: : :

Liman, S.Pt., M.Si

Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak 6153245

Anggota Pengusul (2) a. Nama Lengkap b. Program Studi c. SINTA ID

: : :

Sofyan Musyabiq Wijaya, S.Gz, M.Gizi.

Pendidikan Dokter 6666684

Jumlah mahasiswa yang terlibat : 3 mahasiswa (Adinda Widi, Titik Nur Fadilah dan Sapturi)

Jumlah alumni yang terlibat : - Jumlah staf yang terlibat : 1 orang

Lokasi kegiatan : Kelurahan Ganjar Agung, Metro Barat, Kota Metro

Lama kegiatan : 6 bulan

Biaya Penelitian : Rp 20.000.000,00

Sumber dana : BLU Universitas Lampung

Bandar Lampung, 21 September 2021 Mengetahui,

An. Dekan Fakultas Pertanian Unila Wakil Dekan Akademik dan Kerjasama

Prof. Dr. Ir. Purnomo, M.S.

NIP. 196406131987031002

Ketua PKMU,

Agung Kusuma Wijaya, S.Pt., M.P.

NIP. 198403052014041001 Menyetujui,

Sekertaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung

Rudy, S.H., LL.M, LL.D.

NIP. 198101042003121001

(3)

iii DAFTAR PUSTAKA

HALAMAN PENGESAHAN ………. ii

DAFTAR ISI ……… iii

DAFTAR TABEL ……… v

DAFTAR GAMBAR ……….. vi

RINGKASAN………...………... vii

BAB I PENDAHULUAN …..………...………... 1

1.1 Analisis Situasi ………. 1

1.2 Permasalahan mitra…....…..………... 2

1.3 Tujuan kegiatan... 2

1.4 Manfaat kegiatan ……….. 2

BAB II SOLUSI DAN TARGET LUARAN………... 3

2.1 Solusi ……… 3

2.2 Target Luaran ………... 3

2.3 Tinjauan Pustaka ……….. 4

BAB III METODE PELAKSANAAN………...………... 12

3.1 Metode dan Tahapan Kegiatan ……… 12

3.2 Deskripsi Kegiatan ……….. 12

3.3 Prosedur Kerja ………. 12

3.4 Pihak yang Terlibat ………. 13

3.5 Keterlibatan Mitra ……… 13

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ………..……… 14

4.1 Koordinasi Kegiatan dengan Posyandu Melati II ……… 15

4.2 Koordinasi Kegiatan dengan Puskesmas Ganjar Agung ……… 16

4.3 Penyuluhan Kader Posyandu ………. 17

4.4 Support Asupan Gizi kepada Tenaga Kesehatan ……… 20

4.5 Kampanye Gizi, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Konsultasi Kesehatan pada Ibu serta Balita ……… 21

4.6 Evaluasi Kegiatan ……… 22

(4)

iv

BAB V SIMPULAN DAN HASIL………. 25

5.1 Simpulan ……….……….……… 25

5.2 Saran ………. 25

DAFTAR PUSTAKA ………... 26

LAMPIRAN ………. 27

(5)

v DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1 Kerangka Pemecahan Masalah ………. 3

2 Target dan Jenis Luaran ……… 3

3 Capaian Kegiatan Pengabdian ……….. 24

(6)

vi DAFTAR GMBAR

Gambar Halaman

1 Struktur Asam Amino ………..………. 5

2 Beberapa Struktur Karbohidrat ….……… 6

3 Struktur Lemak ……….……… 7

4 Penggunaan AKG untuk Penilaian Asupan Gizi dan Perencanaan ……….. 8

5 Bagan Penyebab Kurang Gizi ………... 9

6 Peta Jalan Kegiatan Pengabdian ……… 11

7 Kondisi Pandemic Covid 19 pada bulan Juli dan Agustus 2021 ………….. 14

8 Kegiatan Rutin Pemeriksaan Kesehatan dan Imunisasi oleh Dr. Dewi …… 16

9 Penyuluhan Kader Posyandu ……… 17

10 Agung Kusuma Wijaya, S.Pt, M.P. menyampaikan Materi ………. 19

11 Telur direbus selama 10 menit dan 15 menit ……… 20

12 Kampanye Gizi ………. 21

13 Grafik Nilai Pre-test dan Post-test ……… 23

(7)

vii PEMANFAATAN PRODUK ASAL TERNAK SEBAGAI PEMENUHAN

KEBUTUHAN GIZI MASYARAKAT DI KELURAHAN GANJAR AGUNG KECAMATAN METRO BARAT PADA MASA PANDEMIC COVID 19

RINGKASAN

Sektor peternakan diharapkan dapat mengisi pembangunan dengan memenuhi kebutuhan akan protein hewani masyrakat dengan tujuan meningkatkan Kesehatan serta kecerdasan masyrakatnya. Kegiatan ini dilaksanakan mulai bulan Juni hingga September 2021 bertempat di Posyandu Melati II dan Puskesmas Kelurahan Ganjar Agung. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatnya kemampuan masyarakat memilih produk asal ternak yang masuk dalam kriteria ASUH, membentuk dan memperkuat jaringan antara penghasil teknologi dan pengguna IPTEK. Manfaat dari kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatkan Kesehatan masyarakat dan meningkatkan daya serap produk ternak oleh masyarakat.

Kecukupan gizi masyarakat dalam menanggulangi kebutuhan gizi pada masa pandemic covid 19. Metode kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi, pelatihan, kampanye gizi, pengolahan produk peternakan dan evaluasi pelaksanaan. Materi ceramah terdiri dari materi pengenalan produk ternak ASUH, pengenalan kandungan gizi pada makanan sumber produk ternak, dan pengukuran kebutuhan gizi masyarakat. Pelatihan terdiri dari pengolahan produk ternak secara sederhana dan penyusunan diet seimbang. Kampaney gizi dengan memberikan produk ternak seperti telur dan susu di kelompok masyarakat yang ada di Kelurahan Ganjar Agung.

Pengabdian ini menghasilkan peningkatan kemampuan dan pemahaman masyarakat sebesar 19% tenang pengolahan dan penyimpanan produk asal hewan ternak. Diharapkan mampu menurunkan kejadian gizi buruk di wilayah Kelurahan Ganjar Agung

Kata kunci: Asuh, covid 19, Ganjar Agung, gizi

(8)

1 BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Analisis Situasi

Kelurahan Ganjar Agung merupakan salah satu kelurahan yang sedang berkembang dalam pembangunan manusia maupun wilayahnya. Sektor peternakan diharapkan dapat mengisi pembangunan dengan memenuhi kebutuhan akan protein hewani masyrakat dengan tujuan meningkatkan Kesehatan serta kecerdasan masyrakatnya. Diketahui saat ini sedang terjadi pandemi virus covid 19, sehingga pemenuhan kebutuhan sangat diperlukan sekali bagi masyarakat khususnya di Kelurahan Ganjar Agung.

Keadaan Geografis

Kecamatan Metro Barat memiliki 4 Kelurahan yaitu Ganjar Agung, Ganjra Asri, Mulyojati dan Mulyosari. Luas wilayah Kelurahan Ganjar Agung yaitu 2,88 km

2

/sq.m. merupakan daerah dataran rendah dimana didominasi oleh lahan persawahan. Secara administrative letak Kelurahan Ganjar Agung berbatasan dengan:

Sebelah Utara : Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah

Sebelah Selatan : Kelurahan Margorejo, Kecamatan Metro Selatan Sebelah Timur : Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat

Sebelah Barat : Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah

Keadaan Iklim

Iklim di Kelurahan Ganjar Agung Kecamatan Metro Barat termasuk

kedalam tipe iklim sedang dengan rata-rata curan hujan 414 mm per

tahun.Keadaan suhu yang terjadi berkisar antara 230C sampai 290C. Curah hujan

berkisar 2500–3000mm dan jumlah hari hujan antara 99–121 hari per tahun.

(9)

2 1.2 Permasalahan Mitra

Berdasarkan analisis situasi dan pembahasan mengenai konsep dan permasalahan yang ada di Kelurahan Ganjar Agung Kecamatan Metro Barat, Tim Pengabdian Universitas Lampung dapat merumuskan persoalan prioritas pada Program Pengabdian kepada Masyarakat:

1. Masyarakat belum mampu mendapatkan produk ternak ASUH

2. Belum mampunya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi pada masa pandemi Covid 19

3. Masyarakat kurang mengetahui sumber gizi asal ternak sesuai kebutuhan masa tumbuh

1.3 Tujuan

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu:

1. meningkatnya kemampuan masyarakat memilih produk asal ternak yang masuk dalam kriteria ASUH

2. membentuk dan memperkuat jaringan antara penghasil teknologi dan pengguna IPTEK

1.4 Manfaat

Manfaat dari kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatkan Kesehatan masyarakat dan meningkatkan daya serap produk ternak oleh masyarakat.

Kecukupan gizi masyarakat dalam menanggulangi kebutuhan gizi pada masa

pandemic covid 19.

(10)

3 BAB II. SOLUSI DAN TARGET LUARAN

2.1 Solusi

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh Tim Dosen Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian dan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung yang berjumlah 3 (tiga) orang. Guna memberikan pengetahuan dan pemecahan masalah yang ada saat ini, kerangka pemecahan masalah dapat dirumsukan seperti pada Tabel 1.

Tabel 1. Kerangka pemecahan masalah

Permasalahan Solusi Capaian

1. Masyarakat belum mampu mendapatkan produk ternak ASUH

1. Memberikan

penyuluhan mengenai produk hasil ternak ASUH

1. Masyarakat mampu mengetahui

pemilihan produk ternak yang ASUH 2. Kemampuan

masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi pada masa pandemic

2. Kampanye gizi mengenai pemenuhan kebutuhan gizi

masyarakat

3. Masyarakat terpenuhi kebutuhan gizinya

3. Masyarakat kurang mengetahui sumber gizi asal ternak sesuai kebutuhan masa tumbuh

3. Memberikan penyuluhan tentang sumber gizi asal ternak

3. Masyarakat

mengetahui sumber gizi asal ternak yang dibutuhkan

2.2 Target Luaran

Tabel 2. Target dan jenis luaran

No. Jenis Luaran Capaian 1. Publikasi pada jurnal ber ISSN Submitted 2. Publikasi pada media cetak/on

line/repository

LPPM Universitas Lampung Bersama Posyandu Melati II Ganjar Agung, Gelar Penyuluhan Asupan Nutrisi Hewani (lampung7.com)

3. Peningkatan daya

saing(peningkatan kualitas, kuantitas, diversifikasi produk)

Peningkatan kesehatan masyarakat dan produktifitas

4. Peningkatan penerapan iptek di masyarakat

Adanya penigkatan penerpan iptek dan Kesehatan masyarakat

5. Video Pelaksanaan Kegiatan Pemanfaatan Produk Asal Ternak untuk

Memenuhi Kebutuhan Gizi - YouTube

(11)

4 2.3 Tinjauan Pustaka

1. Produk Asal Ternak yang ASUH

Bahan pangan yang berkualitas baik haruslah aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) yang berarti bahan tersebut harus bebas dari kontaminasi bahan berbahaya dan mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi, serta memberikan keamanan bagi konsumen. Kebijakan pemerintah dalam penyediaan pangan asal hewan di Indonesia didasarkan atas pangan yang aman, sehat, utuh dan halal atau dikenal dengan ASUH. Hal tersebut sejalan dengan keamanan (safety) dan kelayakan (suitability) pangan untuk dikonsumsi manusia yang ditetapkan oleh Codex Alimentarius. Aman berarti tidak mengandung penyakit dan residu, serta unsur lain yang dapat menyebabkan penyakit dan mengganggu kesehatan manusia. Sehat berarti mengandung zat-zat yang berguna dan seimbang bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh. Tujuannya adalah melindungi manusia dari resiko yang ditimbulkan dari bahan tambahan (additives) dalam pangan, cemaran (contaminans), racun (toxins) atau organisme penyebab penyakit dalam makanan atau penyakit zoonosis (Bahri, 1997).

Daging

Daging merupakan salah satu komoditi peternakan yang menjadi andalan

sumber protein hewani dan sangat menunjang untuk memenuhi kebutuhan dasar

bahan pangan di Indonesia. Daging terbagi ke dalam dua jenis, yaitu daging

ternak besar seperti sapi dan kerbau, maupun daging ternak kecil seperti domba,

kambing, dan babi. Meski dengan adanya berbagai ragam jenis daging, produk

utama penjualan komoditi peternakan adalah daging sapi potong (Astawan, 2004)

Daging sapi didefinisikan sebagai semua jaringan hewan dan semua produk hasil

pengolahan jaringan-jaringan tersebut yang sesuai untuk dimakan serta tidak

menimbulkan gangguan kesehatan bagi yang memakannya. Daging sapi

merupakan salah satu bahan pangan asal ternak yang mengandung nutrisi berupa

air, protein, Komposisi daging sapi terdiri atas 19% protein, 5% lemak, 70% air,

3,5% zat - zat non protein, dan 2,5% mineral (Forrest et al.,1992). Sumber lain

menyatakan bahwa daging sapi terdiri atas 75% air, 19% protein, 3,5% substansi

non protein yang larut, dan 2,5% lemak

(12)

5 2. Kandungan Gizi

Protein

Manfaat protein bagi tubuh berhubungan dengan hampir segala aktivitas yang dilakukan seseorang setiap harinya. Apalagi protein merupakan salah satu zat yang paling melimpat di setiap sel dalam tubuh manusia.

Molekul protein sendiri terbuat dari rantai asam amino. Proses pembuatannya dimulai dari tubuh mencerna protein yang didapat dari makanan, mengubahnya menjadi asam amino yang kemudian diserap ke dalam aliran darah. Sel kemudian menggunakan asam amino ini untuk menghasilkan protein spesifik yang dibutuhkan sesuai fungsinya masing-masing. Manfaat protein bagi tubuh bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan. Sumber protein yang terdapat dalam makanan meliputi daging, termasuk daging unggas, ikan, produk susu, telur, kacang polong atau kacang lentil. Sebagian besar ahli gizi menganjurkan makan daging tanpa lemak dan susu rendah lemak.

Albumin pada protein untuk menjaga tekanan osmosis, protombin dan fibrinogen untuk proses pembekuan darah serta gamma-globulin sebagai kekebalan.

Gambar 1. Struktur asam amino

Karbohidrat

Karbohidrat juga merupakan zat gizi utama yang terdapat dalam sajian

makanan sehari-hari dan dibutuhkan oleh tubuh. Oleh sebab itu, fungsi

karbohidrat cukup penting bagi tubuh manusia. Sebaiknya 45-65 persen kalori

yang dikonsumsi setiap hari berasal dari karbohidrat. Bahkan, karbohidrat dapat

memberikan energi dan membantu mengendalikan berat badan. Selain itu, fungsi

karbohidrat lainnya adalah bermanfaat bagi hati dan mempromosikan sistem

pencernaan yang sehat. Bahkan, ada karbohidrat yang dapat mengendalikan kadar

kolesterol dalam tubuh.

(13)

6 Karbohidrat terbagi menjadi dua macam, yaitu karbohidrat kompleks dan sederhana. Sesuai namanya, karbohidrat kompleks mengandung banyak molekul gula dan kaya akan serat, sehingga memerlukan proses yang lebih lama untuk dicerna dalam tubuh. Kelebihannya, karbohidrat kompleks akan memberikan energi secara konsisten, tanpa membuat tubuh mendapat asupan kalori berlebihan secara tiba-tiba.

Gambar 2. Beberapa struktur Karbohidrat

Selain itu karbohidrat kompleks memiliki risiko lebih kecil untuk menumpuk lemak di dalam tubuh. Sedangkan karbohidrat sederhana memiliki kandungan molekul gula yang lebih sedikit, sehingga proses pencernaannya pun menjadi lebih cepat. Gula merupakan bentuk yang paling sederhana dari karbohidrat, sementara tepung dan serat merupakan karbohidrat kompleks. Gula sederhana termasuk fruktosa, serta sukrosa dan laktosa dalam buah, sayur, susu, dan produk olahan susu.

Lemak

Lemak adalah nutrisi penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Lemak

memiliki beberapa jenis, mulai dari lemak yang baik bagi tubuh hingga lemak

jahat yang tidak baik bagi kesehatan tubuh. lemak sangat penting karena

memainkan beberapa fungsi pada tubuh. Fungsi lemak yang paling utama antara

lain sebagai sumber energi dan pelindung bagi kerangka dan saraf. Lemak juga

merupakan komponen yang dibutuhkan tubuh karena membantu nutrisi lain dalam

melakukan fungsinya.

(14)

7 Gambar 3. Strutur Lemak

Lemak adalah sumber energi yang sangat efektif bagi tubuh karena menyediakan dua kali lipat produksi energi karbohidrat. Namun, tubuh Anda tidak akan menggunakan lemak sebagai sumber energi utama jika masih memiliki kadar karbohidrat yang cukup. Jika pasokan karbohidrat tubuh Anda telah berkurang, lemak akan memecah cadangan lemak dan mengubah lemak menjadi energi yang memperkuat aktivitas metabolisme.

3. Kebutuhan Gizi Masyarakat

Masyarakat pada umumnya mengenal kebutuhan gizinya dilihat dari nilai

asupan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Kecukupan gizi

pada masyarakat dibedakan menurut kelompok umur, jenis kelamin, berat badan

dan tinggi badannya. Kebutuhan gizi masayarakat dapat dilihat dari Angka

Kecukupan Gizi (AKG). Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk

Masyarakat Indonesia yang selanjutnya disingkat AKG adalah suatu nilai yang

menunjukkan kebutuhan rata-rata zat gizi tertentu yang harus dipenuhi setiap hari

bagi hampir semua orang dengan karakteristik tertentu yang meliputi umur, jenis

kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi fisiologis, untuk hidup sehat. AKG

digunakan pada tingkat konsumsi yang meliputi kecukupan energi, protein, lemak,

karbohidrat, serat, air, vitamin, dan mineral. (Menteri Kesehatan, 2019)

(15)

8 Pada dasarnya penggunaan AKG dapat dibagi menjadi dua kategori besar yaitu untuk penilaian asupan zat gizi dari konsumsi pangan dan untuk perencanaan konsumsi pangan.

Gambar 4. Penggunaan Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk penilaian asupan gizi dan perencanaan konsumi pangan (Institute of Medicine, 2005)

Sejak ditetapkannya AKG dan pembaharuannya secara berkala hingga kini, berbagai kebijakan dan program telah menggunakan AKG, antara lain perencanaan penyediaan pangan, penggunaan AKG untuk penetapan garis kemiskinan, penggunaan AKG untuk penetapan upah minimum, penggunaan AKG untuk penetapan skor Pola Pangan Harapan (PPH), penggunaan AKG untuk penetapan panduan gizi seimbang, dan penggunaan AKG untuk Penetapan Acuan Label Gizi (ALG). (Menteri Kesehatan, 2019)

Untuk melakukan evaluasi, perencanaan konsumsi dan ketersediaan pangan

dalam rangka pemenuhan kebutuhan penduduk rata-rata secara makro nasional

dan berbagai kebutuhan lainnya, dalam AKG ditetapkan estimasi rata-rata angka

kecukupan energi dan rata-rata angka kecukupan protein bagi masyarakat

Indonesia. Rata-rata angka kecukupan protein bagi masyarakat Indonesia

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebesar 57 (lima puluh tujuh) gram per

orang per hari pada tingkat konsumsi. (Menteri Kesehatan, 2019)

(16)

9 Gambar 5. Bagan Penyebab Kurang Gizi Menurut UNICEF 1998

Menurut bagan di atas dapat diketahui bahwa yang menentukan status gizi di Masyarakat adalah asupan makan yang tidak seimbang dan status penyakit infeksi. Asupan makan merupakan fator non klinis yang dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain adalah kurangnya persediaan pangan serta pola asuh anak yang tidak memadai. Sehingga dengan adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti peternak dapat meningkatkan dalam peran memenuhi ketahanan pangan sehingga dapat diperoleh kecukupan gizi yang adekuat.

Tingkat pendidikan formal merupakan faktor yang ikut menentukan mudah

tidaknya seseorang menyerap dan menekuni pengetahuan yang

diperoleh.Masukan gizi anak sangat tergantung pada sumber-sumber yang ada di

lingkungan sosialnya, salah satu yang menentukan adalah ibu. Peranan orang tua,

khususnya ibu, dalam menyediakan dan menyajikan makanan bergizi bagi

keluarga, khususnya anak menjadi penting. Kualitas pelayanan ibu dalam keluarga

ditentukan oleh penguasaan informasi dan faktor ketersediaan waktu yang

memadai. Kedua faktor tersebut merupakan faktor determinan yang dapat

ditentukan dengan tingkat pendidikan, interaksi sosial dan pekerjaan. (Arlius et al.,

2017) Protein hewani dibutuhkan untuk pertumbuhan anak-anak, pemenuhan

protein hewani dapat dipenuhi dari produk-produk peternakan diantaranya susu,

telur, daging, sapi, daging domba, dan daging ayam. Anakanak biasanya sulit

(17)

10 untuk mengkonsumsi daging secara utuh, sehingga diperlukan proses pengolahan daging menjadi produk olahan seperti sosis, burger, baso dan nugget. (Hidayati et al., 2019)

Asupan protein hewani dalam pola konsumsi makan perseorangan sangat menentukan untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurangnya asupan protein dapat berpengaruh terhadap terjadinya masalah gizi. Protein hewani memiliki fungsi yang sangat menentukan dalam mencerdaskan manusia karena asam aminonya tidak dapat tergantikan (irreversible) oleh bahan makanan lainnya. Sehingga kebutuhan protein adalah kebutuhan yang mutlak. Menurut Suryana menjelaskan dalam penelitiannya bahwa di daerah produsen sapi sekalipun, sumber protein hewani asal ternak yang banyak dikonsumsi masyarakat (angka partisipasi konsumsi dan konsumsi per kapita terbesar) adalah daging ayam dan telur ayam.(Suryana et al., 2019) Karena itu upaya peningkatan produksi dan ketersediaan produk unggas ini perlu terus dilakukan secara berkelanjutan agar ketersediannya cukup dan harganya terjangkau secara baik. Pemeliharaan hewan ternak untuk dikonsumsi seperti ayam, itik atau kambing juga mempermudah keluarga dalam memperoleh makanan sumber protein. (Natalia, 2013)

Kemudahan keluarga dalam memperoleh sumber pangan ini akan mempengaruhi tingkat kecukupan gizi keluarga. Bila pola makan keluarga baik artinya tidak ada pengurangan frekuensi dan ukuran makan, variasi makanan juga beragam dan tidak menderita penyakit atau infeksi maka dapat dipastikan tingkat kecukupan gizi keluarga juga baik. keluarga yang sehat atau tidak menderita penyakit atau infeksi dengan tingkat kecukupan gizi yang baik akan dapat memperbaiki atau meningkatkan dan mempertahankan status gizi yang baik.

(Lucia, 2012)

(18)

11 Road Map Pengabdian Kepada Masyarakat

Gambar 6. Peta jalan kegiatan pengabdian Riset

Pemanfaatan limbah agroindustry sebagai pakan ternak untuk meningkatkan produksi susu kambing

Riset

Pemanfaatan tanaman herbal sebagai pakan ayam petelur untuk

menghasilkan telur herbal

Pengembangan produk peternakan sebagai sumber

gizi masyarakat

Penerapan teknologi dalam pengolahan produk asal ternak

Penyusunan menu makanan seimbang bagi masyarakat berbasis produk peternakan Telah dilaksanakan

Diseminasi produk hasil ternak kepada wilayah sekitar dalam pemenuhan gizi di masa pandemi Tahun I

Pengolahan pangan dengan teknologi dengan aman

Mambuat produk olahan asal ternak secara komersil dan meningkatkan pendapatan

masyarakat

(19)

12 BAB III. METODE PELAKSANAAN

a. Metode dan Tahapan Kegiatan

Metode kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi, pelatihan, kampanye gizi, pengolahan produk peternakan dan evaluasi pelaksanaan. Materi ceramah terdiri dari materi pengenalan produk ternak ASUH, pengenalan kandungan gizi pada makanan sumber produk ternak, dan pengukuran kebutuhan gizi masyarakat.

Pelatihan terdiri dari pengolahan produk ternak secara sederhana dan penyusunan diet seimbang. Kampaney gizi dengan memberikan produk ternak seperti telur dan susu di kelompok masyarakat yang ada di Kelurahan Ganjar Agung. Evaluasi pelaksanaan terdiri dari evaluasi awal, proses dan evaluasi akhir.

b. Deskripsi Kegiatan

Deskripsi kegiatan secara rinci metode yang digunakan dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Menjelaskan kepada peserta pelatihan mengenai produk ternak ASUH, mulai dari bagaimana tentang pemeliharaannya, proses menghasilkan produksinya dan pengolahan.

2. Menjelaskan kepada peserta pelatihan mengenai menentukan produk ternak yang berkualitas dengan uji organoleptic dan juga kualitas

3. Penyusunan menu makanan yang sesuai dengan komposisinya dan kebutuhannya.

4. Hasil uji coba selanjutnya dipresentasikan untuk bahan diskusi dan selanjutnya siap didiseminasikan masyarakat lainnya.

c. Prosedur Kerja

Prosedur kerja dilaksanakan dengan melaksanakan kegiatan evaluasi.

Evaluasi yang akan dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses, dan evaluasi akhir. Kegiatan dapat dirinci sebagai berikut:

1. Pengurusan administrasi dan koordinasi dengan pengurus kelompok

masyarakat, melaksanakan proses perizinan dengan dengan kepala

aparatur kelurahan.

(20)

13 2. Pada tahap awal dilakukan penyuluhan produk asal ternak yang ASUH, Pada tahapan ini dilaksanakan evaluasi awal dimana dilakukan dengan metode pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat.

3. Penyuluhan mengenai kandungan gizi pada panga nasal ternak, kegiatan ini dilaksanakan di puskesmas atau posyandu yang ada di Kelurahan Ganjar Agung.

4. Demonstrasi dan kampanye gizi penyusunan diet yang seimbang. Kegiatan ini dilakukan dengan cara demostrasi di kelompok masyarakat.

5. Melaksanakan evaluasi akhir dilaksanakan dengan metode post-test dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan masyarakat tentang materi kegiatan setelah dilakukan ceramah, diskusi, dan demonstrasi.

6. Penyusunan Laporan

d. Pihak yang Terlibat

Kegiatan pembinaan ini dilaksanakan oleh Tim Dosen Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian berjumlah 2 (dua) orang yang berlatar belakang nutrisi dan makanan pakan ternak serta Dosen Faklutas Kedokteran berjumlah 1 (satu) orang dalam bidang gizi masyarakat. Selain itu dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) sehingga dapat menyampaikan IPTEKS kepada masyarakat.

e. Keterlibatan Mitra

Kegiatan pembinaan mempunyai keterkaitan yang erat dengan Kelompok

Posyandu Melati II Kelurahan Ganjar Agung. Dengan adanya pembinaan ini

diharapkan kelompok masyarakat dapat lebih berkembang dalam menjalankan

kegiatan kesahatan masyarakat. Keterkaitan lainnya yaitu dengan aparat

pemerintahan desa setempat. Kontribusinya adalah dengan memberikan masukan

mengenai potensi kader posyandu setempat, dan juga penyediaan tempat

penyuluhan .

(21)

14 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui 5 tahapan proses pelaksanaan, pada tahap pertama mengenai koordinasi kegiatan dengan kader Posyandu Melati II, tahapan kedua berkoordinasi dengan Puskesmas Ganjar Agung, tahapan ketiga penyuluhan kader posyandu Kelurahan Ganjar Agung dan Ganjar Asri, tahapan keempat yaitu penyerahan support gizi berupa produk asal ternak dan juga pada tahap pelaksananaan terakhir yaitu kampanye gizi dan pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu anak yang hadir pada kegiatan posyandu. Kegiatan ini seyogyanya dilaksanakan mulai bulan Juni 2021, dikarenakan kondisi pandemic covid 19 dan ada edaran pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk semua wilayah Provinsi Lampung menyebabkan terjadinya penundaan kegiatan secara langsung.

Gambar 7. Kondisi pandemic covid 19 pada bulan Juli dan Agustus 2021

Melihat perkembangan Gambar 7 di atas maka kegiatan yang dilaksanakan

dijadwal ulang pada akhir Agutus. Pada bulan Juli Kota Metro berada di Zona

Orange dan pada Bulan Agustus meningkat menjadi Zona Merah. Oleh karena itu

untuk meningkatkan imunitas masyarakat yang terdampak pandemic covid 19

perlu pemberian asupan makanan tambahan terutama yang bersumber dari hewan

ternak dapat berupa daging, telur maupun susu. Kondisi perekonomian

masyarakat yang menurun akibat dampak pandemic ini menyebabkan sebagian

besar masyarakat tidak mampu mencukupi kebutuhan gizi keluarga. Sehingga

(22)

15 kegiatan ini dirasa perlu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terutama yang memiliki balita untuk mengedepankan kecukapan gizinya. Sasaran vaksin masih sebatas dewasa dan lansia, sehingga untuk meningkatkan imunitas dan kebutuhan gizi anak-anak cukup dengan pemberian makanan dengan gizi yang seimbang.

4.1 Koordinasi Kegiatan dengan Posyandu Melati II

Koordinasi kegiatan ini dilaksnakan pada bulan Agutus 2021 menentukan lokasi kegiatan dan peserta. Koordinasi dilaksanakan di kediaman Ketua Kader Posyandu Melati II yaitu Ibu Nur Seleksi Handayani yang dihadiri oleh Tim Pengabdian dan kader posyandu Yuyun Apriliyani yang merupakan kader gizi Posyandu Melati II. Melalui data awal diketahui bahwa kegiatan posyandu di masa pandemic ditiadakan, namun pelayanan konsultasi kesehatan dan gizi tetap dilaksanakan dengan mendatangi rumah atau kediaman setiap peserta posyandu.

Dalam kegiatan posyandu rutin, kader posyandu melaksanakan penimbangan badan, pemberian makanan tambahan dan jika ada balita yang waktunya vaksin akan diberikan vaksin oleh dokter dari Puskesmas Ganjar Agung.

Dari koordinasi awal juga ini didapatkan informasi bahwa kegiatan

posyandu Melati II dilaksanakan tanggal 20 pada setiap bulannya. Jumlah

partisipan pada posyandu Melati II ini sekitar 150 peserta. Pada kondisi normal

kegiatan posyandu meliputi penimbangan balita, pengukuran tinggi badan,

pemberian vitamin dan obat cacing serta program makanan tambahan. Pada

program pemberian makanan tambahan pada umumnya dengan memberikan

bubur kacang hijau dan juga sari kedelai, sehingga dirasa perlu diberikan alternatif

pemberian lain yaitu dengan memberikan produk-produk asal hewan ternak

berupa telur, daging maupun susu. Dalam kondisi pandemic kegiatan dibatasi

dengan yang hanya mendapatkan imunisasi yang hadir, sedangkan yang lain

dilakukan home visit. Pada kegiatan ini juga diputuskan untuk berkoordinasi

dengan Puskesmas Ganjar Agung untuk pelaksanaan kegiatannya.

(23)

16 4.2 Koordinasi Kegiatan dengan Puskesmas Ganjar Agung

Koordinasi dengan pihak puskesmas dilaksanakan pada tanggal 10 September 2021 dikarenakan selama bulan Agustus diberlakukan PPKM untuk kota Metro dan Bandar Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Ganjar Agung dengan dihadiri oleh Tim Pengabdian, kader Posyandu Melati Yuyun Apriliyani dan dari pihak Puskesmas diwakili oleh dr Dewi. Dalam kesempatan kali ini pihak Puskesmas Ganjar Agung masih terfokus pada penanganan Kesehatan masyarakat, dikarenakan meningkatnya kasus positif pada wilayah Kelurahan Ganjar Agung.

Gambar 8. Kegiatan rutin pemeriksaan kesehatan dan imunisasi oleh dr. Dewi

Keadaan pandemic ini membuat tenaga kesehatan yang berada di kelurahan focus pada penanganan masyarakat yang terserang. Sehingga pada kegiatan posyandu hanya terfokus dilaksanakan oleh kader saja. Masih lebih lanjut dr.

Dewi menjelaskan kondisi stunting di Wilayah Kelurahan Ganjar Agung masih ada, kondisi ini terjadi dikarenakan tingkat pemahamana atas kebutuhan gizi keluarga rendah. Selain rendahnya pengetahuan, kondisi perekonomian membuat susahnya untun mendapatkan asupan gizi yang seimbang.

Dari koordinasi ini berkaitan dengan perizinan pelaksanaan kegiatan pada

masa pandemic ditentukan bahwa akan dilaksanakan kegiatan penyuluhan dan

kampanye gizi dengan protocol kesehatan dengan menghadirkan perwakilan dari

kader posyandu dan juga peserta posyandu.

(24)

17 4.3 Penyuluhan Kader Posyandu

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 15 September 2021 dengan peserta sebanyak 15 orang. Perwakilan kader posyandu diwakili oleh kader gizi masing-masing posyandu. Perwakilan ini terdiri dari posyandu yang berada di Kelurahan Ganjar Agung dan Ganjar Asri yaitu 7 posyandu Ganjar Agung dan 6 posyandu Ganjar Asri. Pada penyuluhan kali ini tim pengabdian kepada masyarak Unila memberikan materi yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Dalam kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari Puskesmas Ganjar Agung. Materi yang pertama disampaikan oleh Liman, S.Pt, M.Si dengan tema Zat-zat Gizi berkaitan Fungsi, Sumber dan Defisiensi (materi terlampir).

Dalam pemaparannya bahwa masyarakat perlu Menyusun menu yang seimbang, dimana menu seimbang yaitu adanya sumber energi, sumber protein, sumber vitamin, sumber mineral dan air. Gizi Seimbang adalah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang sehari-hari yang beraneka ragam dan memenuhi 5 kelompok zat gizi dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan tidak kekurangan (Akbar &

Aidha, 2020).

Gambar 9. Penyuluhan kader posyandu

Sumber Protein Protein dapat diperoleh baik dari sumber hewani maupun

nabati. pada umumnya, makanan asal hewani mengandung lebih banyak protein

dibandingkan dengan makanan asal nabati, walaupun beberapa sayuran seperti

kedelai mempunyai kandungan protein yang tinggi. Susu dan telur termasuk pada

(25)

18 sumber protein hewani berkualitas tinggi. ikan, kerang-kerangan dan jenis udang merupakan kelompok sumber protein yang baik, karena mengandung sedikit lemak. sumber protein nabati termasuk sereal (gandum, gandum hitam, beras, jagung, jelai), kacangkacangan (kacang tanah, biji kering, kacang polong kering, kacang kedelai) dan biji-bijian

Materi kedua disampaikan oleh Sofyan Musyabiq Wijaya, S.Gz, M.Gz dengan tema Gizi Seimbang pada Balita Umur Dibawah Dua Tahun. Angka kecukupan gizi balita dirasa sangat penting sekali menunjang pertumbuhan pada saat dewasa nanti. Dengan gizi seimbang ini diharapakan anak-anak yang sedang mendapatkan asupan ASI eksklusif juga perlu adanya Makanan Pendamping ASI (MPASI). prevalensi gizi kurang secara nasional bersifat fluktuatif karena pada tahun 2007 prevalensi gizi kurang 18,4% dan mengalami penurunan pada tahun 2010 yaitu 17,9%, tetapi pada tahun 2013 prevalensi gizi kurang mengalami peningkatan kembali 19,6% yang terdiri dari 13,9% gizi kurang dan 5,7% gizi buruk (Akbar & Aidha, 2020). Kurangnya pemahaman orang tua terhadap MPASI ini dirasa juga menjadi faktor pendorong banyaknya anak-anak memiliki kondisi kekurangan gizi.

Agar bayi dan anak bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal, orang tua

harus memperhatikan ASI dan makanan yang dikonsumsinya. ASI merupakan

satu-satunya makanan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan untuk

pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan. Namun dengan bertambahnya usia bayi dan

tumbuh kembang, bayi memerlukan energi dan zat-zat gizi yang melebihi jumlah

ASI. Bayi harus mendapat makanan tambahan/ pendamping ASI atau yang biasa

disebut dengan MPASI. Jika penggunakan MPASI tidak tepat makan akan

menimbulkan gangguan pencernaan seperti diare, sulit BAB (Buang Air Besar),

dan muntah. Gangguan menyusui seperti mengurangi keinginan bayi untuk

menyusu sehingga frekuensi dan kekuatan bayi menyusu berkurang yang

berakibat produksi ASI juga berkurang. Yang paling sering yaitu meningkatkan

resiko terkena infeksi (penyakit menular)

(26)

19 Gambar 10. Agung Kusuma Wijaya, S.Pt, M.P. menyampaikan materi mengenai

sumber gizi asal hewan ternak

Materi terakhir disampaikan oleh Agung Kusuma Wijaya, S.Pt, M.P.

mengenai Produk Asal Ternak sebagai Pemenuhan Kebutuhan Gizi pada Masa Pandemic Covid 19. Dijelaskan di atas bahwa panga nasal hewan merupakan salah satu sumber pangan yang memiliki gizi tinggi. Rata-rata tingkat konsumsi daging di Indonesia juga masih jauh di bawah rata-rata tingkat konsumsi dunia yang mencapai 6,4 kg daging sapi, 14 kg daging ayam, 12,2 daging babi, dan 1,7 kg daging kambing. Food and Agriculture Organization (FAO) menyebutkan bahwa tingkat konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia pada 2017 masih tertinggal dari negara-negara maju bahkan dengan beberapa negara ASEAN. Dari total konsumsi protein, konsumsi protein hewani Indonesia baru mencapai 8 persen, sementara Malaysia mencapai 30 persen, Thailand 24 persen, dan Filipina mencapai 21 persen. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang dirilis pada 2018, konsumsi daging pada masyarakat Indonesia pada 2017 baru mencapai rata-rata 1,8 kg untuk daging sapi, 7 kg daging ayam, 2,3 kg daging babi, dan 0,4 kg daging kambing.

Untuk meningkatkan kebermanfaatan produk asala hewan juga perlu

diperhatikan bagaimana menyimpan dan mengolahnya. Kandungan gizi makanan

bisa hilang atau rusak dikarenakan adanya kesalahan proses seperti pemasakan,

penjemuran, pencucian dan lain sebagainya. Contoh pada kegiatan penyuluhan ini

(27)

20 yaitu, para peserta ditunjukkan bagaimana cara merebus telur yang baik, sehingga tidak rusak kandungan gizinya. Telur sebaiknya dimasak selama 10 menit setelah air mendidih. Hal ini dilakukan karena pada telur yang mengandung protein tinggi akan terdenaturasi jika terkena panas dalam waktu yang lama dan dengan suhu yang tinggi. Pemasakan yang terlalu lama juga akan merubah tekstur dari telur tersebut. Telur merupakan sumber protein yang termurah dibanding sumber protein lain.

Gambar 11. Telur direbus selama 10 menit dan 15 menit

4.4 Support Asupan Gizi kepada Tenaga Kesehatan

Sebagai wujud kepedulian kepada tenaga Kesehatan, kegiatan pengabdian ini juga memberikan supporting asupan gizi berupa telur yang berasal dari peternak yang ada di Kota Metro yang tergabung pada Pinsar Petelur Nasional (PPN) serta anggota Ikatan Insinyur dan Sarjana Peternakan (ISPI) Metro.

Kegiatan ini juga wujud implementasi kegiatan Kerjasama antara Fakultas Pertanian dengan dengan PPN dan ISPI. Kondisi pandemic ini memberikan dampak yang sangat besar dari semua sektor salah satunya sektor peternakan.

Harga pakan ternak yang tinggi menyebabkan harga telur juga tinggi. Namun

dalam kondisi saat ini harga telur sangat rendah sekali, yang seharusnya mampu

dijangkau oleh masyarakat, namun kenyataannya tidak demikian.

(28)

21 Gambar 12. Perwakilan Tim PKM Unila, Kader Posyandu, PPN dan ISPI

memberikan support kepada tenaga Kesehatan Puskesmas Ganjar Agung

Tenaga Kesehatan termasuk garda terdepan dalam penanganan pandemic covid 19. Dalam kegiatan pengabdian ini tim Kesehatan dari Puskesmas Ganjar Agung juga memberikan pesan kepada peserta penyuluhan dan juga tim PKM Unila untuk tetap mengedepankan protocol Kesehatan seperti penggunaan masker, hand sanitizer, cuci tangan menggunakan sabun dan juga mengatur jarak pada saat ada pertemuan. Pada bulan Juli dan Agustus, staff tenaga Kesehatan Puskesmas Ganjar Agung ini juga beberapa terpapar virus covid 19, namun pada saat kegiatan sudah pulih dan Kembali berakifitas normal.

4.5 Kampanye gizi, pemberian makanan tambahan (PMT) dan Konsultasi Kesahatan pada ibu serta balita

Kampanye gizi ini merupakan upaya dari mengenalkan masyarakat sumber-

sumber makanan bergizi yang berasal dari hewan ternak. Produk ternak yang

diberikan pada kampanye gizi kali ini yaitu berupa telur, susu UHT dan susu

kambing. Dalam kesempatan kampanye gizi ini dihadiri oleh seluru kader

Posyandu dan juga penggiat Sekolah Ramah Anak (SRA) Kota Metro. Target

kegiatan kampanye ini yaitu para masyarakat yang melaksanakan posyandu untuk

(29)

22 anaknya. Kegiatan posyandu ini dilaksanakan pada tanggal 20 September 2021 bertempat di Gedung Posyandu Melati II Ganjar Agung.

Kegiatan diawali dengan diskusi ringan mengenai kebutuhan gizi oleh Tim PKM Unila dilanjutkan dengan pendataan yang dilaksanakan oleh Kader Posyandu Melati II. Rangkaian kegiatan dari kampanye ini juga dilakukan penimbangan rutin anak-anak, pemberian vitamin dan obat cacing. Untuk bayi usia dibawah dua tahun tidak diperkenankan mengkonsumsi susu UHT maupun susu kambing, hal ini merupakan wujud dari dukungan pada peraturan pemerintah bahwa anak-anak dibawah usia dua tahun harus diberikan ASI eksklusif.

4.6 Evaluasi Kegiatan

Tingkat keberhasilan pengabdian kepada masyarakat ini perlu evaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan. Evaluasi dilaksanakan di awal melalui pre-test, kemudian evaluasi proses dengan melakukan tanya jawab langsung dan evaluasi akhir yaitu dengan memberikan post-test. Post-test dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader posyandu di awal sebelum pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat.

Pada kegiatan pengabdian ini evaluasi awal dilakukan dengan memberikan pre-test kepada peserta. Kuisioner yang digunakan sebanyak 10 pertanyaan yang berkaitan dengan gizi, kebutuhannya dan cara mendapatkannya. Dari kuisioner yang ada menunjukkan bahwa pada pengabdian ini sebanyak 15 kader posyandu memiliki nilai rata-rata sebesar 70,73. Skor peserta dilihat dari daftar kriteria rendah bila skor 0,00 – 40,00, sedang bila skor >40,00 – 70,00, tinggi bila skor >

70,00 – 100,00. Dalam kegiatan ini skor sudah dalam skor sedang dimana lebih

dari masih diangka 70. Dari semua pertanyaan yang ada di kuisioner

menunjukkan bahwa pertanyaan no 4 tentang fungis zat makan, no 5 tentang

sumber asam lemak esensial omega-3 dan no 10 tentang cara penyimpanan susu

memiliki nilai yang rendah. Data rata-rata nilai per pertanyaan tersaji pada

Gambar 13 di bawah.

(30)

23 Gambar 13. Grafik nilai pre-test dan post-test

Grafik di atas menunjukkan bahwa para peserta masih menganggap bahwa zat gizi yang terkandung dalam bahan makanan yaitu sebatas karbohidrat, protein dan vitamin dengan nilai yang didapat sebesar 6,47. Karena jumlah yang dibutuhkan sangat sedikit sehingga dianggap tidak ada pada bahan makanan, perlu adanya penambahan. Sedangkan nilai rendah berikutnya yaitu tentang fungsi protein, dimana masyarakat masih menganggap protein digunakan sebatas untuk pertumbuhan dengan nilai sebesar 6,53. Menurut angka kecukupan konsumsi zat- zat gizi (AKKZG), seseorang membutuhkan 1 g protein per kg berat badan, tetapi ada atlet yang membutuhkan lebih banyak, misalnya seorang pelari yang sedang berlatih intensif, atau seseorang yang sedang berdiet yang mengkonsumsi rendah kalori, atau seorang pemula yang bam mulai berlatih. Di bawah ini diilustrasikan anjuran konsumsi protein (Rismayanthi, 2015).

Nilai rendah yang lain yaitu pada pemahaman masyarakat pada proses penyimpanan susu. Masyarakat beranggapan bahwa untuk menyimpan susu cukup dikemas dalam botol transparan dan tempat teduh yaitu dengan rata-rata nilai 6,67.

Setelah dilaksanakannya penyampaian materi terjadi peningkatan disetiap pemahaman masyarakat. Hal ini terlihat pada setiap pertanyaan mengalami

7,47 6,47 7,33

6,53 6,93 7,47 7,60 7,20 7,07 6,67 8,53 8,53 9,20 9,07 8,80 8,93 8,53 8,80 8,67 8,67

Chart Title

Pre-test Post-test

(31)

24 penigkatan nilai. Masyarakat talah memahami bahwa zat gizi yang didapatkan dari makanan harus memenuhi karbohidrat,protein, lemak, vitamin dan mineral.

Demikian pulan tentang cara penyimpanan susu para peserta telah mampu memahami cara bagaimana menyimpan susu ditempat kering, dingin dan jauh dari jangkauan matahari.

Fungsi protein dirasa sangat penting bagi masyarakat dan anak-anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan. Fungsi protein sebagai pengganti sel-sel yang rusak pada tubuh manusia pada saat pemulihan/penyembuhan dari sakit.

Kemudian fungsi lain yaitu untuk produksi, seperti yang disampaikan oleh Liman, S.Pt, M.Si saat pemaparan materi, jangan sampai energi itu diambil dari bahan sumber protein karena akan terjadi ketidakseimbangan metabolism dalam tubuh.

protein mengatur proses-proses metabolisma dalam bentuk enzim dan hormon dan sebagai mekanisme pertahanan tubuh melawan berbagai mikroba dan zat toksik lainyang datang dari tuar, serta memeiiharasel danjaringan tubuh (Diana, 2009)

Tabel 3. Capaian kegiatan pengabdian

No Nama Pre-test Post-test Capaian

1 Erni Sumanti 68 88 23%

2 Nur Seleksi 60 92 35%

3 Rusmini 72 88 18%

4 Siti Handaroh 66 86 23%

5 Hesti Rusnawati 74 86 14%

6 Yuyun Apriliani 68 88 23%

7 Puji Lestari 68 70 3%

8 Eni P 74 92 20%

9 Saptaruuna 66 88 25%

10 Sri Subekti 66 86 23%

11 Ati Suharwati 64 84 24%

12 Kusiyati 68 84 19%

13 Tri 70 84 17%

14 Fitraluki H 88 100 12%

15 Dewi 88 100 12%

Rata-rata 70,67 87,73 19%

(32)

25 BAB V. SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menarik simpulan yaitu bahwa:

1. Kegiatan dilaksanakan selama 6 bulan dengan menjalankan protocol Kesehatan penanganan covid 19;

2. Pengabdian ini diikuti oleh 15 kader posyandu dan 27 ibu dan anak anggota posyandu Melati II;

3. Terjadinya peningkatan pemahaman sebesar 19% masyarakat mengenai pangan asal hewan ternak baik cara mendapatkan, mengolah dan menyimpan;

4. Kebutuhan pangan asal hewan ternak sangat diperlukan dalam kondisi pandemic, baik sebagai pemenuhan kebutuhan, peningkatan imunitas tubuh maupun sebagai sarana asupan pada masa pemulihan.

5.2 Saran

Masyarakat perlu diajarkan mengenai difersivikasi produk makanan baik nabati maupun hewani, agar tercapai menu makanan yang seimbang. Kebutuhan gizi masyarakat dirasa sangat penting untuk menciptakan keluarga yang sehat dan Tangguh, sehingga tidak ada lagi kasus stunting.

UCAPAN TERIMAKASIH

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unggulan berterimakasih kepada

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unila atas pendanaan

melalui dana BLU tahun 2021 dan perijinan yang diberikan sehingga

terlaksananya kegiatan ini.

(33)

26 DAFATR PUSTAKA

Akbar, D. M., & Aidha, Z. (2020). Perilaku Penerapan Gizi Seimbang Masyarakat Kota Binjai pada Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020. Jurnal Menara

Medika, 3(1), 66–73.

https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://jurnal.um sb.ac.id/index.php/menaramedika/article/view/2199&ved=2ahUKEwja66i_p aDtAhU263MBHdUiAsUQFjAAegQIAxAB&usg=AOvVaw0bUdEhasRIBe 0InxidlHJo

Arlius, A., Sudargo, T., & Subejo, S. (2017). Hubungan Ketahanan Pangan Keluarga Dengan Status Gizi Balita (Studi Di Desa Palasari Dan Puskesmas Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang). Jurnal Ketahanan Nasional, 23(3), 359. https://doi.org/10.22146/jkn.25500

Diana, F. M. (2009). Fungsi dan Metabolisme Protein dalam Tubuh Manusia.

Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(1), 49.

HIDAYATI, Y. A., Herlia, E., Marlina, E. T., Juanda, W., & Badruzaman, D. Z.

(2019). Pengolahan Hasil Ternak Untuk Memenuhi Kebutuhan Protein Hewani Di Kelompok PKK Kelurahan Padasuka Cimahi. Media Kontak Tani Ternak, 1(2), 7. https://doi.org/10.24198/mktt.v1i2.23662

Natalia, L. (2013). HUBUNGAN KETAHANAN PANGAN TINGKAT KELUARGA DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI BATITA DI DESA GONDANGWINANGUN TAHUN 2012. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.

Rismayanthi, C. (2015). Konsumsi Protein Untukpeningkatan Prestasi. Medikora, 11(2), 135–145. https://doi.org/10.21831/medikora.v11i2.4763

Suryana, E. A., Martianto, D., & Baliwati, Y. F. (2019). Consumption Patterns

and Food Demand for Animal Protein Sources in West Nusa Tenggara and

East NusaTenggara Provinces. Analisis Kebijakan Pertanian, 17(1), 1–12.

(34)

27

LAMPIRAN

(35)

28 KUISIONER

TINGKAT PENGETAHUAN KADER POSYANDU TENTANG ASUPAN GIZI ASAL PRODUK HEWANI DI KELURAHAN GANJAR AGUNG,

KECAMATAN METRO BARAT, KOTA METRO

1. Nama : _ 2. Umur : _ 3. Jabatan : _ 4. Asal : _ 5. Pekerjaan : _ 6. Alamat : _

1. Pemberian makanan pada anak sebaiknya disesuaikan dengan a. Kesenangan ibu

b. Kesenangan anak c. Usia anak

d. Kebutuhan anak

e. Usia dan kebutuhan anak

2. Zat-zat gizi yang terdapat dalam makanan terdiri atas a. Karbohidrat dan protein

b. karbohidrat, protein dan lemak

c. karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin

d. karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral e. karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air

3. Bahan makanan berikut yang tidak banyak mengandung karbohidrat adalah

a. Telur dan daging b. Buah-buahan c. Sayur Mayur

d. Sayur mayur dan umbi-umbian e. umbi-umbian, kentang dan nasi

4. Berikut ini yang merupakan fungsi dari zat protein adalah a. Membantu dalam pembekuan darah

b. Memberi daya tahan tubuh terhadap penyakit c. Sebagai asupan untuk pertumbuhan

d. Membantu pertumbuhan dan pengganti sel rusak

e. Membantu pertumbuhan, pengganti sel rusak dan produksi

(36)

29 5. Asam lemak esensial omega-3 yang baik untuk perkembangan otak anak-

anak banyak terdapat pada

a. minyak kelapa, buah-buahan dan vitamin C b. Minyak kelapa sawit

c. Sayur-sayuran dan buah-buahan

d. ikan, sayuran berwarna kuning dan merah

e. minyak ikan, kacang-kacangan dan vitamin B kompleks

6. Berapa banyak susu sebaiknya diberikan kepada anak balita dalam sehari a. 6 gelas sehari

b. 5 gelas sehari c. 4 gelas sehari d. 3 gelas sehari e. 2 gelas sehari

7. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi hilangnya vitamin larut dalam air saat proses pengolahan adalah

a. mencuci bahan makanan setelah dipotong

b. memasak bahan dalam keadaan utuh lalu dipotong sesaat sebelum disajikan

c. merebus bahan makanan dalam kondisi mendidih d. merendam dengan air hangat

e. memasukkan bahan yang akan dimasak sebelum cairan mendidih 8. Berapa lama telur direbus agar tidak mengurangi nilai gizinya

a. 4 menit b. 6 menit c. 10 menit d. 15 menit e. 20 menit

9. Jenis mineral yang sangat berperan dalam pertumbuhan tulang dan gigi adalah

a. Molibdenum b. Zink

c. Zat Besi d. Fosfor e. Kalsium

10. Bagaimana cara penyimpanan susu a. Dikemasan plastic

b. Dikemesan botol transparan

c. Dikemasan botol transparan dan tempat teduh

d. Dikemasan botol transparan, tempat teduh dan jauh dari sinar matahari

e. Dikemasan botol transaparan suhu rendah dan tidak terkena sinar

matahari langsung

(37)

30 Tabulasi hasil Pre-test

No Nama Jabatan Umur Posyandu Pertanyaan

Nilai

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Erni Sumanti Kader Gizi 56 Melati 1 8 6 8 4 8 8 6 6 6 8 68

2 Nur Seleksi Ketua Kader 48 Melati 2 6 6 4 6 6 6 8 8 6 4 60

3 Rusmini Kader Gizi 56 Mawar 2 8 6 8 8 4 8 8 8 6 8 72

4 Siti Handaroh Kader Gizi 58 Kenanga 3 6 6 8 8 8 6 6 6 6 6 66

5 Hesti Rusnawati Kader Gizi 52 Matahari 1 8 6 8 8 6 8 8 8 8 6 74

6 Yuyun Apriliani Kader Gizi 45 Melati 2 8 4 6 6 8 6 8 8 6 8 68

7 Puji Lestari Kader Gizi 46 Kenanga 2 6 8 8 8 6 8 6 6 6 6 68

8 Eni P Kader Gizi 48 Kenanga 4 6 8 8 8 8 8 8 6 6 8 74

9 Saptaruuna Kader Gizi 44 Matahari 3 8 6 6 6 6 6 8 8 8 4 66

10 Sri Subekti Kader Gizi 56 Mawar 1 8 4 6 4 8 6 8 8 6 8 66

11 Ati Suharwati Kader Gizi 55 Matahari 2 6 6 8 6 6 8 6 6 8 4 64

12 Kusiyati Kader Gizi 47 kenanga 1 8 6 6 4 6 10 8 8 6 6 68

13 Tri Kader Gizi 55 Melati 3 6 8 6 6 8 8 6 6 8 8 70

14 Fitraluki H Poskeskel 34

Puskesmas Ganjar

Agung 10 8 10 8 8 8 10 8 10 8 88

15 Dewi Poskeskel 43

Puskesmas Ganjar

Agung 10 8 10 8 8 8 10 8 10 8 88

Rata-rata 7,47 6,40 7,33 6,53 6,93 7,47 7,60 7,20 7,07 6,67 70,67

(38)

31 Tabulasi Hasil Post-test

No Nama Jabatan Umur Posyandu Pertanyaan

Nilai

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Erni Sumanti Kader Gizi 56 Melati 1 10 8 10 10 8 8 10 8 8 8 88

2 Nur Seleksi Ketua Kader 48 Melati 2 10 10 8 10 10 10 8 10 8 8 92

3 Rusmini Kader Gizi 56 Mawar 2 10 8 10 10 8 8 8 10 8 8 88

4 Siti Handaroh Kader Gizi 58 Kenanga 3 8 8 10 10 8 8 8 10 8 8 86

5 Hesti Rusnawati Kader Gizi 52 Matahari 1 8 8 10 8 8 10 10 8 8 8 86

6 Yuyun Apriliani Kader Gizi 45 Melati 2 8 8 10 8 10 8 8 8 10 10 88

7 Puji Lestari Kader Gizi 46 Kenanga 2 6 8 8 8 6 8 6 6 6 8 70

8 Eni P Kader Gizi 48 Kenanga 4 8 10 10 10 10 10 8 8 8 10 92

9 Saptaruuna Kader Gizi 44 Matahari 3 8 8 8 10 8 10 8 10 10 8 88

10 Sri Subekti Kader Gizi 56 Mawar 1 8 8 10 8 10 8 8 8 8 10 86

11 Ati Suharwati Kader Gizi 55 Matahari 2 8 8 8 8 10 8 8 8 10 8 84

12 Kusiyati Kader Gizi 47 kenanga 1 8 8 8 8 8 10 8 10 8 8 84

13 Tri Kader Gizi 55 Melati 3 8 8 8 8 8 8 10 8 10 8 84

14 Fitraluki H Poskeskel 34

Puskesmas

Ganjar Agung 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100

15 Dewi Poskeskel 43

Puskesmas

Ganjar Agung 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100

Rata-rata 8,53 8,53 9,20 9,07 8,80 8,93 8,53 8,80 8,67 8,67 87,73

(39)

32

Peta Lokasi Pengabdian

Figur

Memperbarui...

Related subjects :