• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PERENCANAAN KINERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II PERENCANAAN KINERJA"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2014 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

2.1. Indikator Kinerja Utama

Salah satu upaya untuk memperkuat akuntabilitas dalam penerapan tata pemerintahan yang baik di Indonesia diterbitkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor: PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, Indikator Kinerja Utama merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Mengacu pada Keputusan Walikota Bandung tentang Indikator Kinerja Utama Kota Bandung Tahun 2013-2018, setelah melakukan reviu atas Rencana Strategis Tahun 2013-2018 diterbitkan Keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Nomor 800/2147-DISNAKER tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perubahan Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014. Reviu memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu-isu strategis yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi. Adapun penetapan target Indikator Kinerja Utama Urusan Ketenagakerjaan Kota Bandung Tahun 2014 yang ditetapkan dengan Keputusan Walikota adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1

Target Indikator Kinerja Utama Kota Bandung Urusan Ketenagakerjaan

No. Indikator Kinerja Utama Satuan Target

1. Tingkat Pengangguran Terbuka Persen 10,78%

2. Penciptaan Lapangan Pekerjaan Baru Loker 3.000

3. Penciptaan Wirausaha Baru WUB 1.120

Sumber Data : RPJMD Kota Bandung Tahun 2013-2018

(2)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

2.1.1. Indikator Kinerja Utama RENSTRA Tahun 2013-2014 Sebelum Reviu

Indikator Kinerja Utama urusan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian Sebelum Reviu mengacu pada IKU Kota Bandung Tahun 2013-2018 ditetapkan sebagai berikut :

Tabel 2.2

Indikator Kinerja Utama RENSTRA Tahun 2013-2014 Sebelum Reviu

INDIKATOR KINERJA SATUAN KONDISI AWAL RENSTRA

(2013)

TARGET KINERJA PADA

TAHUN 2014

(1) (2) (3) (4)

1. Rasio Tenaga Kerja Yang Mendapatkan Pelatihan

Kerja % 43,00 50,00

2. Tingkat Pengangguran Terbuka % 8,95 10,78

3. Menciptakan lapangan pekerjaan baru Loker 2.452 3.000

4. Jumlah penempatan tenaga kerja % 14,05 14,22

5. Penciptaan Wirausaha Baru Orang 780 1.120

6. Rasio penyelesaian kasus perselisihan hubungan industrial, selesai melalui Perjanjian Bersama (PB)

% 61,32 55,00

7. Jumlah calon Transmigran KK 3 KK 8 KK

8. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Hasil kajian

IKM Baik Baik

9. Nilai Evaluasi AKIP Penilaian

AKIP Inspektorat/

Menpan

65

(Baik) 65

(Baik) 10. Prosentase Temuan Pengelolaan Anggaran

BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti % 100 100

11. Prosentase Tertib Administrasi barang/asset

daerah ditindaklanjuti % 100 100

2.1.2. Reviu Indikator Kinerja Utama Setelah Reviu

Pada tanggal 20 Pebruari sampai dengan 19 Maret Bagian ORPAD&RB (Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Daerah dan Reformasi Birokrasi) Sekretariat Kota Bandung melaksanakan Reviu IKU RENSTRA SKPD, asistensi dilakukan Tim Reviu Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Hasilnya atau rekomendasi Tim Menpan sebagai berikut :

(3)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

Tabel 2.3

Rincian Target Indikator Kinerja Utama Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Hasil Reviu Tahun 2014

INDIKATOR KINERJA SATUAN KONDISI AWAL RENSTRA

TARGET KINERJA PADA TAHUN

HASIL REVIU TAHUN 2015 KONDISI AKHIR RENSTRA 2014 2015 2016 2017 2018

(4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)

1. Tingkat Pengangguran

Terbuka % 10,98 10,78 10,55 10,36 10,17 10,00 10,00

2. Prosentase Tenaga

Kerja Yang Kompeten % -- 81,23 68,02 68,06 68,08 68,10 68,10 3. Jumlah Calon

Wirausaha Baru 0rang 780 1.120 1.340 1.520 1.680 1.840 7.500 4. Jumlah Lowongan

Pekerjaan Baru Loker 2.452 3.000 10.000 11.000 12.000 14.000 50.000 5. Prosentase Pencari

Kerja terdaftar yang

ditempatkan % 14,05 14,22 42,44 43,16 44,43 44,88 44,88

6. Prosentase Perusahaan yang berkasus tentang ketenagakerjaan

% -- 5,51 4,76 4,53 4,31 4,09 4,09

7. Prosentase Kasus yangdiselesaikan melalui Perjanjian Bersama (PB)

% 61,32 55,00 56,00 57,00 58,00 58,00 58,00

8. Prosentase

pekerja/buruh yang menjadi peserta

program Jamsostek % 27,67 72,33 73,70 76,90 79,19 82,97 82,97 9. Jumlah Perusahaan

Yang Melaksanakan Wajib Lapor Ketenagakerjaan

Perusah

aan -- 1.977 2.101 2.164 2.229 2.300 2.300

10. Jumlah Calon Transmigran

Terseleksi Jiwa -- 60 88 130 140 150 568

Sumber Data : Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

Indikator kinerja hasil REVIU tersebut di atas tetap konsisten mengacu dan masih selaras dengan Target RPJMD Kota Bandung 2013-2018.

2.2. Rencana Strategis

Rencana Strategis Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung dari tahun 20013 – 2018 ditetapkan dengan Surat Keputusan Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Nomor 800/482/SK/DISNAKER/2014 tentang Rencana Strategis Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2013 - 2018.

Renstra Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung ditujukan untuk mewujudkan visi dan misi daerah sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2013-2018. Rencana Strategis

(4)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung disusun selaras dengan Renstra Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat sebagai suatu sistem perencanaan pembangunan nasional, secara simultan sesuai proses tahapan penyusunan RPJMD Kota Bandung Tahun 2013-2018 yang diawali pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD, dan Forum SKPD. Renstra Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung merupakan hasil kesepakatan bersama antara Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung dan stakeholder yang berkaitan dengan urusan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Berikut Renstra Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Sebelum dan Setelah dilakukan Reviu :

2.2.1. Visi

Visi adalah gambaran kondisi ideal yang diinginkan pada masa mendatang oleh pimpinan dan seluruh staf Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung. Visi tersebut mengandung makna bahwa Kota Bandung dengan potensi, keragaman dan kompleksitas masalah yang tinggi, harus mampu dibangun menuju Bandung sebagai Kota Jasa yang Bermartabat. Visi Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2013-2018 adalah:

2.2.2. Misi

Dalam upaya mewujudkan Visi Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2013-2018 tersebut diatas dilaksanakan Misi sebagai berikut :

“Terwujudnya Penyelenggara Ketenagakerjaan terbaik “

Sebelum Reviu :

1. Meningkatkan kompetensi dan produktifitas tenaga kerja;

2. Meningkatkan kesempatan kerja;

3. Meningkatkan perlindungan dan pengembangan lembaga

ketenagakerjaan;

4. Meningkatkan penempatan transmigrasi;

5. Meningkatkan kualitas kinerja dengan prinsip tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance).

Setelah Reviu :

1. Meningkatkan kompetensi dan produktifitas tenaga kerja dalam upaya peningkatan kesempatan kerja;

2. Meningkatkan Perlindungan Ketenagakerjaan;

3. Meningkatkan minat bertransmigrasi;

4. Meningkatkan Kualitas Kinerja dengan Prinsip Tata Kelola Kepemerintahan yang Baik (good governance).

(5)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

2.3. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2013-2018 Sebelum dan Setelah REVIU Tahun 2015

Tujuan ditetapkan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada analisa isu-isu strategis. Tujuan Strategis sebelumnya tidak mempunyai indicator kinerja, namun setelah dilakukan Pra Evaluasi Tim Kemmenpan Tujuan Strategis diharuskan mempunyai indikator sebagaimana tertuang pada halaman berikut.

Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh Instansi Pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu / tahunan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang telah ditetapkan.

berikut di bawah ini tujuan, sasaran, indikator kinerja, dan target lima tahunan sebelum dan setelah REVIU:

(6)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

Tabel 2.4.

Tujuan, Indikator Tujuan, Sasaran, dan Indikator Sasaran Jangka Menengah Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2013-2018

(SEBELUM DAN SETELAH REVIU TAHUN 2015)

NO TUJUAN INDIKATOR

TUJUAN

SASARAN

SEBELUM REVIU SETELAH REVIU

SEBELUM REVIU SETELAH REVIU SASARAN INDIKATOR KINERJA SASARAN INDIKATOR KINERJA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif sesuai dengan

perkembangan pasar kerja;

1. Menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif sesuai dengan perkembangan pasar kerja dalam Upaya Peningkatan penempatan tenaga kerja, dan perluasan kesempatan kerja

1. Tingkat Pengangguran

Terbuka -- --

1. Menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka

1. Tingkat Pengangguran Terbuka

1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Tenaga Kerja

1. Rasio Tenaga Kerja

Terampil dan Produktif 2. Meningkatnya

Kompetensi Tenaga Kerja 2. Prosentase Tenaga Kerja Yang Kompeten

Menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif sesuai dengan

perkembangan pasar kerja;

3. Jumlah Calon Wirausaha Baru 2. Peningkatan

Penempatan Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja

2. Tingkat Pengangguran

Terbuka 3. Meningkatnya

Penempatan Tenaga Kerja 4. Jumlah Lowongan Pekerjaan Baru

3. Rasio Jumlah Penempatan Tenaga Kerja Terdaftar

5. Prosentase Pencari Kerja terdaftar yang ditempatkan

4. Lapangan Pekerjaan Baru

5. Wira Usaha Baru 2. Meningkatkan

kesejahteraan tenaga kerja dan pelayanan penyelesaian kasus PHI/PHK dalam upaya melaksanakan perlindungan tenaga kerja;

2. Meningkatkan Perlindungan Ketenagakerjaan

2. Perusahaan Zero Acident (Nol Kecelakaan Kerja)

3. Peningkatan Pembinaan Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja, Keselamatan dan Kesehatan Kerja

6. Rasio Penyelesaian Kasus Perselisihan Hubungan Industrial, selesai Perjanjian Bersama (PB)

4. Meningkatnya Perlindungan Ketenagakerjaan

6. Prosentasi Perusahaan Yang Berkasus tentang Ketenagakerjaan 7. Prosentase Kasus yang diselesaikan melalui Perjanjian Bersama (PB)

8. Prosentase pekerja/buruh yang menjadi peserta program Jamsostek

9. Jumlah Perusahaan yang melaksanakan Peraturan Ketenagakerjaan

10. Jumlah Perusahaan Yang Melaksanakan Wajib Lapor Ketenagakerjaan

(7)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

3. Meningkatkan penempatan transmigrasi;

3. Meningkatkan Minat Masyarakat Untuk

Bertransmigrasi;

3. Jumlah Calon Transmigran Siap diberangkatkan

4. Peningkatan Lokasi dan Penempatan Transmigrasi

7. Jumlah calon transmigran yang siap diberangkatkan

5. Meningkatnya Minat

Bertransmigrasi 11. Jumlah Calon Transmigran Terseleksi

4. Meningkatkan Kualitas Kinerja dengan prinsip good governance di lingkungan Dinas Tenaga Kerja.

4. Meningkatkan Kualitas Kinerja dengan Prinsip Good Governance di Lingkungan Dinas Tenaga Kerja.

4. Nilai Evaluasi AKIP

5. Meningkatnya Kapasitas Akuntabilitas Kinerja Birokrasi.

8. Nilai Evaluasi AKIP 6. Meningkatnya Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi

12. Nilai Evaluasi AKIP 9. Prosentase Temuan

Pengelolaan Anggaran BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti

13. Prosentase Temuan BPK /Inspektorat yang ditindaklanjuti 10. Prosentase Tertib

Administrasi barang/asset daerah ditindaklanjuti

6. Terwujudnya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik;

11. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

7. Terwujudnya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

14. IKM

(8)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

Tabel 2.5

Tujuan, Indikator Tujuan Jangka Menengah Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2013-2018 (SEBELUM DAN SETELAH REVIU TAHUN 2015)

NO. TUJUAN

INDIKATOR

TUJUAN SATUAN

KONDISI AWAL RENSTRA

TARGET KINERJA PADA TAHUN KONDISI AKHIR RENSTRA

SEBELUM REVIU SETELAH REVIU 2014 2015 2016 2017 2018

(1) (2) (3) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13)

1. Menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif sesuai dengan perkembangan pasar kerja;

Menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif sesuai dengan

perkembangan pasar kerja dalam Upaya Peningkatan penempatan tenaga kerja, dan perluasan kesempatan kerja;

Tingkat Pengangguran Terbuka

% 10,98 10,78 10,55 10,36 10,17 10,00 10,00

2. Meningkatkan penempatan tenaga kerja, dan perluasan kesempatan kerja;

3. Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan pelayanan penyelesaian kasus PHI/PHK dalam upaya melaksanakan

perlindungan tenaga kerja;

Meningkatkan Perlindungan Ketenagakerjaan;

Perusahaan Zero Acident (Nol Kecelakaan Kerja)

Perusaha

an 13 15 16 17 18 19 20

4. Meningkatkan penempatan transmigrasi;

Meningkatkan Minat Masyarakat Untuk Bertransmigrasi;

Jumlah Calon Transmigran Siap

Diberangkatkan KK 3 KK 8 KK 10 KK 10 KK 11 KK 12 KK 51 KK

Meningkatkan kualitas kinerja dengan prinsip good governance di lingkungan Dinas Tenaga Kerja.

Meningkatkan Kualitas Kinerja dengan Prinsip Good Governance di Lingkungan Dinas Tenaga Kerja.

Nilai Evaluasi AKIP

Nilai 64,16 64,29 65,00 67,00 68,00 69,00 69,00

(9)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

Tabel 2.6

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2013-2018 (SEBELUM REVIU)

NO TUJUAN SASARAN INDIKATOR KINERJA SATUAN KONDISI

AWAL RENSTRA

TARGET KINERJA PADA TAHUN KONDISI AKHIR RENSTRA 2014 2015 2016 2017 2018

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)

1. Menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif sesuai perkembangan pasar kerja;

Peningkatan Kualitas

SDM Tenaga Kerja Rasio Tenaga Kerja terampil dan

produktif % 39,00% 50,00% 50,99% 52,00% 53,00% 54,01% 39,00%

2. Meningkatkan penempatan tenaga kerja, dan perluasan kesempatan kerja;

Peningkatan

Penempatan Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja

Tingkat Pengangguran Terbuka 8,95% 10,78% 10,55% 10,36% 10,17% 10,00% 10,00% 8,95%

Rasio Jumlah Penempatan Tenaga

Kerja Terdaftar % 14,05 14,22 42,44 43,16 44,43 44,88 44,88

Wira Usaha Baru 0rang 780 1.120 1.340 1.520 1.680 1.840 7.500

Lapangan Pekerjaan Baru Loker 2.452 3.000 10.000 11.000 12.000 14.000 50.000 3. Meningkatkan kesejahteraan

tenaga kerja dan pelayanan penyelesaian kasus PHI/PHK dalamupaya melaksanakan perlindungan tenaga kerja;

Peningkatan

pembinaan hubungan industrial dan perlindungan tenaga kerja, keselamatan dan kesehatan kerja

Prosentase Kasus yangdiselesaikan

melalui Perjanjian Bersama (PB) % 61,32 55,00 56,00 57,00 58,00 58,00 58,00

4. Meningkatkan penempatan

transmigrasi; Peningkatan lokasi dan penempatan

transmigrasi

Jumlah Pemberangkatan Transmigran Jiwa 3 KK 8 KK 10 KK 10 KK 11 KK 12 KK 51 KK

5. Meningkatkan kualitas kinerja dengan prinsip good

governance di lingkungan Disnaker

Meningktanya

kapasitas akuntabilitas kinerja birokrasi

Penilaian AKIP Menpan/Inspektorat Nilai Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Prosentase Temuan Pengelolaan Anggaran

BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti % 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

Prosentasi Tertib Administrasi barang/aset

daerah ditindaklanjuti % 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik

Hasil Survey IndeksMasyarakat (IKM) Nilai Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik

(10)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

Tabel 2.7.

Tujuan, Sasaran, dan Indikator Sasaran Jangka Menengah Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2013-2018 (SETELAH REVIU TAHUN 2015)

NO TUJUAN SASARAN INDIKATOR KINERJA SATUA

N

KONDISI AWAL RENSTRA

TARGET KINERJA PADA TAHUN KONDISI AKHIR RENSTRA 2014 2015 2016 2017 2018

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)

1. Menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif sesuai dengan perkembangan pasar kerja dalam Upaya Peningkatan penempatan tenaga kerja, dan perluasan kesempatan kerja;

1. Menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka

1. Tingkat Pengangguran Terbuka

% 10,98 10,78 10,55 10,36 10,17 10,00 10,00 2. Meningkatnya

Kompetensi Tenaga Kerja

2. Prosentase Tenaga Kerja Yang Kompeten % -- 81,23 68,02 68,06 68,08 68,10 68,10 3. Jumlah Calon Wirausaha Baru 0rang 780 1.120 1.340 1.520 1.680 1.840 7.500 3. Meningkatnya

Penempatan Tenaga Kerja

4. Jumlah Lowongan Pekerjaan Baru Loker 2.452 3.000 10.000 11.000 12.000 14.000 50.000 5. Prosentase Pencari Kerja terdaftar yang

ditempatkan

% 14,05 14,22 42,44 43,16 44,43 44,88 44,88 2. Meningkatkan

Perlindungan Ketenagakerjaan;

4. Meningkatnya Perlindungan Ketenagakerjaan

6. Prosentasi Perusahaan Yang Berkasus tentang Ketenagakerjaan

% -- 5,51 4,76 4,53 4,31 4,09 4,09

7. Prosentase Kasus yang diselesaikan melalui Perjanjian Bersama (PB)

% 61,32 55,00 56,00 57,00 58,00 58,00 58,00 8. Prosentase pekerja/buruh yang menjadi

peserta program Jamsostek

% 27,67 72,33 73,70 76,90 79,19 82,97 82,97 9. Jumlah Perusahaan yang melaksanakan

Peraturan Ketenagakerjaan

Perusa

haan -- -- 28 42 70 84 224

10. Jumlah Perusahaan Yang Melaksanakan

Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusa

haan -- 1.977 2.101 2.164 2.229 2.300 2.300 3. Meningkatkan Minat

Masyarakat Untuk Bertransmigrasi;

5. Meningkatnya Minat Bertransmigrasi

11. Jumlah Calon Transmigran Terseleksi

Jiwa -- 60 88 130 140 150 568

4. Meningkatkan Kualitas Kinerja dengan Prinsip Good Governance di Lingkungan Dinas Tenaga Kerja.

6. Meningkatnya Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi

12. Nilai Evaluasi AKIP Nilai 64,16 64,29 65,00 67,00 68,00 69,00 69,00 13. Prosentase Temuan BPK /Inspektorat

yang ditindaklanjuti

% 100 100 100 100 100 100 100

7. Terwujudan

Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

14. IKM Nilai -- 62,00 62,51 65,00 67,50 70,00 70,00

(11)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

2.3.1. Hasil REVIU IKU-RENSTRA

Tujuan, Sasaran, Indikator, dan Target Kinerja RENSTRA :

1. Penggabungan tujuan 1 (satu) “menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif sesuai perkembangan pasar kerja” dengan tujuan 2 (dua)

“meningkatkan penempatan tenaga kerja, dan perluasan kesempatan kerja”

menjadi 1 (satu) tujuan, yaitu “Menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif sesuai dengan perkembangan pasar kerja dalam upaya peningkatan penempatan tenaga kerja, dan perluasan kesempatan kerja” setelah dikaji lebih mendalam merupakan satu kesatuan arah, maksudnya adalah ketika meningkat kompetensi tenaga kerja, penempatan atau peluang kerja pun akan meningkat;

Tujuan di atas, semula masing-masing hanya 1 (satu) sasaran, yaitu untuk nomor 1 : “Peningkatan Kualitas SDM Tenaga Kerja” dan nomor 2:

“Peningkatan Penempatan Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja”, setelah REVIU menjadi 3 (tiga), yaitu: 1. Menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka;

2. Meningkatnya Kompetensi Tenaga Kerja; 3. Meningkatnya Penempatan Tenaga Kerja.

Menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka, semula hanya indikator dari Tujuan 2, setelah dilakukan REVIU indikator tersebut harus naik menjadi sasaran karena merupakan target RPJMD 2013-2018 yang pencapaiannya melibatkan SKPD terkait yang membidangi investasi, ekonomi, dan sumber daya manusia. Sasaran “Meningkatnya Kompetensi Tenaga Kerja” lebih tepat digunakan, untuk mengukur berapa rasio tenaga kerja yang kompeten terdaftar, ditambah dengan pengujian sertifikasi peserta latihan yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja, karena sasaran awal “Peningkatan Kualitas SDM Tenaga Kerja” hanya mengukur rasio pelatihan dibanding dengan peserta latihan.

selanjutnya sasaran ketiga tetap sama dengan IKU RENSTRA sebelum REVIU, dianggap sangat tepat untuk mengukur Tujuan nomor 1.

Selanjutnya masing-masing sasaran di atas diukur dengan indikator : “Tingkat Pengangguran Terbuka” untuk sasaran 1; “Prosentase Tenaga Kerja Yang Kompeten” dan “Jumlah Calon Wirausaha Baru” indikator sasaran 2; “Jumlah Lowongan Pekerjaan Baru” dan “Prosentase Pencari Kerja terdaftar yang ditempatkan” merupakan indikator sasaran 3.

Tingkat pengangguran terbuka otomatis menurun sebagai jika tersedia lowongan pekerjaan baru, dan tentunya harus terjadi penempatan tenaga kerja;

(12)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

penempatan tenaga kerja akan terjadi jika tenaga kerja mempunyai kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja, kemudian apabila tidak mendapatkan pekerjaan secara formal, pencari kerja didorong agar menjadi wira usaha baru, dengan diikutsertakan dalam pelatihan calon wira usaha baru.

2. Tujuan sebelum REVIU “Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan pelayanan penyelesaian kasus PHI/PHK dalam upaya melaksanakan perlindungan tenaga kerja” kalimatnya disederhanakan cukup mencantumkan:

“Meningkatkan Perlindungan Ketenagakerjaan”.

Sasaran setelah REVIU menjadi 4 (empat) adalah : Prosentase Perusahaan yang berkasus tentang ketenagakerjaan; Prosentase pekerja/buruh yang menjadi peserta program Jamsostek; dan Jumlah Perusahaan Yang Melaksanakan Wajib Lapor Ketenagakerjaan; menambah sasaran baru, dimana sebelum REVIU hanya : Prosentase Kasus yang diselesaikan melalui Perjanjian Bersama (PB).

“Prosentase Perusahaan yang berkasus tentang ketenagakerjaan” tujuannya untuk mengukur kemampuan kinerja Disnaker melalui penurunan rasio kasus yang masuk dari tahun ke tahun, dari sasaran tersebut ditindaklanjuti dengan penyelesaian kasus yang masuk melalui Perjanjian Bersama, indikator ini sangat sulit dicapai karena memerlukan waktu dan kemampuan maksimal para pejabat mediator.

Sasaran “Prosentase pekerja/buruh yang menjadi peserta program Jamsostek”

untuk mengukur tingkat kesejahteraan pekerja melalui kepesertaan program jamsostek, yaitu penjaminan kecelakaan kerja, penjaminan hari tua, dan penjaminan pensiun. Sasaran Jumlah Perusahaan Yang Melaksanakan Wajib Lapor Ketenagakerjaan, adalah tahapan awal untuk mengukur kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan, khusus kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan, yang didalamnya mewajibkan perusahaan melaporkan atas ketaatannya terhadap 33 (tigapuluh tiga) norma ketenagakerjaan.

3. “Meningkatkan penempatan transmigrasi” adalah tujuan sebelum REVIU.

Penempatan Transmigrasi merupakan kewenangan pemerintah pusat, tidak dapat dijadikan sasaran pemerintah daerah, tercapai tidaknya sasaran tersebut tergantung pada kebijakan pusat, maka tujuan yang tepat setelah REVIU

(13)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

menjadi : “Meningkatkan Minat Masyarakat Untuk Bertransmigrasi”; dan Sasaran “meningkatnya minat bertransmigrasi” indikatornya “jumlah calon transmigran terseleksi”

4. Tujuan Meningkatkan kualitas kinerja dengan prinsip good governance di lingkungan Disnaker dengan sasaran : Meningkatnya Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi; dan Terwujudnya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Setelah di Reviu masih tetap, hanya indikatornya dari 4 (empat) menjadi 3 (tiga) yaitu Nilai Evaluasi AKIP, Prosentase Temuan BPK/Inspektorat Yang Ditindaklanjuti, dan Nilai IKM.

5. Kemudian pada tanggal 24 Juni 2015 dilakukan Pra Evaluasi SAKIP dimana dari pihak Tim Evaluator Kemmenpan menyarankan adanya Indikator Tujuan sebagaimana dan sudah tercantum dalam tabel di atas.

2.4. Strategi dan Arah Kebijakan

Mewujudkan sasaran yang hendak dicapai harus dipilih strategi yang tepat agar sasaran dapat tercapai.Strategi Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung mencakup penentuan kebijakan, program dan kegiatan. Kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati pihak-pihak terkait yang ditetapkan untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk pelaksanaan program dan kegiatan demi tercapai kelancaran dan keterpaduan sebagai upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Program adalah kumpulan kegiatan-kegiatan nyata, sistematis dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran. Kegiatan merupakan penjabaran lebih lanjut dari suatu program sebagai arah dari pencapaian sasaran kinerja yang memberikan kontribusi bagi pencapaian tugas pokok dan fungsi. Kegiatan berdimensi waktu tidak lebih dari satu tahun. Kegiatan merupakan aspek operasional/kegiatan nyata dari suatu rencana kinerja yang berturut-turut diarahkan untuk mencapai sasaran.

Dalam rangka efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas penyelenggaraan tugas pokok urusan pemerintahan daerah bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung mempedomani dokumen perencanaan :

1. RPJMD Kota Bandung Tahun 2013-2018;

2. Rencana Strategis Reviu Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2013-2018;

3. Perjanjan Kinerja Reviu Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014.

(14)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

Strategi dan Arah Kebijakan Tahun 2013-2018 urusan Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian sebelum dan setelah di-REVIU adalah :

Tabel. 2.8.

Strategis dan Arah Kebijakan Sebelum dan Setelah REVIU

Strategi Arah Kebijakan

Sebelum Reviu Setelah Reviu Sebelum Reviu Setelah Reviu 1. Pelatihan calon wira

usaha baru dan uji kompetensi tenaga kerja, dan penyiapan lowongan pekerjaan baru, serta

perlindungan ketenagakerjaan

Pemberian kesempatan memperoleh pelatihan, peningkatan

kompetensi kerja dan produktivitas tenaga kerja dalam upaya perluasan kesempatan memperoleh pekerjaan, dan perlindungan ketenagakerjaan

Meningkatkan kompetensi tenaga kerja, penempatan dan perluasan kesempatan kerja, serta perlindungan tenaga kerja dalam upaya menurunkan tingkat pengangguran terbuka

Meningkatkan kualitas, kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, profesionalisme kepelatihan, Peningkatan Penempatan dan perluasan Kerja, serta perlindungan

ketenagakerjaan 2. Pemberian kesempatan

memperoleh pelatihan, peningkatan

kompetensi kerja dan produktivitas tenaga kerja;

Pemberian kesempatan memperoleh pelatihan, peningkatan

kompetensi kerja dan produktivitas tenaga kerja;

Meningkatkan kualitas, kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, serta profesionalisme kepelatihan;

Meningkatkan kompetensi tenaga kerja, dan

profesionalisme kepelatihan;

3. Mengupayakan perluasan kesempatan memperoleh pekerjaan, dan fasilitasi

terciptanya perluasan kerja;

Mengupayakan perluasan kesempatan memperoleh pekerjaan, dan fasilitasi

terciptanya perluasan kerja;

Meningkatkan penempatan tenaga kerja, dan perluasan kesempatan kerja;

Meningkatkan penempatan tenaga kerja, dan perluasan kesempatan kerja;

4. Mengupayakan hubungan industrial harmonis, dinamis, berkeadilan, dan meningkatnya kesejahteraan pekerja;

dan mewujudkan kesdaran dan

kepatuhan pengusaha danpekerja

dalammelaksanakan peraturan perundang- undangan

ketenagakerjaan

Mengupayakan hubungan industrial harmonis, dinamis dan berkeadilan,

kelangsungan usaha serta peningkatan kesejahteraan pekerjadalam

mewujudkan kesadaran dan kepatuhan

pengusaha danpekerja dalam melaksanakan peraturan perundang- undangan

ketenagakerjaan

Meningkatkan pembinaan, pengembangan lembaga

ketenagakerjaan, dan penyelesaian

perselisihan

hubungan industrial, serta perlindungan tenaga kerja;

Meningkatkan pembinaan, dan penyelesaian perselisihan

hubungan industrial, serta pengawasan ketenagakerjaan;

5. Peningkatan jumlah lokasi penempatan transmigrasi, dan jumlah

pemberangkatan transmigran.

Peningkatan minat masyarakat untuk bertransmigrasi

Meningkatkan kerjasama antar daerah/penempatan transmigrasi, dan penyuluhan

transmigrasi;

Meningkatkan kerjasama antar daerah penempatan transmigrasi, dan penyuluhan

transmigrasi 6. Meningkatkan

efektifitas dan kualitas kinerja SKPD.

Meningkatkan efektifitas dan kualitas kinerja SKPD.

Meningkatkan akuntabilitas kinerja SKPD

Meningkatkan akuntabilitas kinerja SKPD.

7. Meningkatkan

efektifitas dn kualitas pelayanan publik

Meningkatkan kualitas

pelayanan publik Meningkatkan kualitas pelayanan publik

(15)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

Strategi dan Arah Kebijakan Kesatu didukung oleh semua program dan kegiatan Urusan Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian; Kedua dan ketiga dilaksanakan melalui program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja dan program Peningkatan Kesempatan Kerja yang merupakan tugas pokok dan fungsi Bidang Pelatihan dan Produktivitas Kerja dan UPT Balai Latihan Kerja, dan Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi; selanjutnya Strategi dan Arah Kebijakan Keempat dilaksanakan melalui program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan, tugas pokok dan fungsi Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsostek,dan Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, serta UPT Hiperkes; Strategi dan Arah Kebijakan Kelima dilaksanakan melalui program Pengembangan Wilayah Transmigrasi; dan Program Transmigrasi Regional, pelaksananya adalah Seksi Transmigrasi di Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi; Strategi dan Arah Kebijakan Keenam dan Ketujuh leadernya adalah 5 Program Non Urusan yang merupakan tugas pokok dan fungsi Sekretariat.

2.5. Perjanjian Kinerja 2014

Penetapan Kinerja yang dituangkan dan ditandtangani dalam Perjanjian Kinerja antara Kepala SKPD dengan Walikota Bandung merupakan wahana proses yang akan memberikan perspektif mengenai apa yang ingin dihasilkan. Perencanaan kinerja yang dilakukan berguna untuk menyusun prioritas kegiatan yang dibiayai dari sumber dana terbatas. Fokus perencanaan kinerja diharapkan mengarah pada pengelolaan program kegiatan lebih baik, dan terarah. Penyusunan Perjanjian Kinerja Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014 mengacu pada dokumen Renstra Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2013-2018, dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2014 dokumen Rencana Kerja (Renja) Tahun 2014, dan dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2014. Perjanjian Kinerja sebelum dan setelah REVIU sebagai berikut :

Tabel 2.9.

Perjanjian Kinerja Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014 (Sebelum Reviu)

NO SASARAN INDIKATOR SASARAN SATUAN TARGET

1. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia tenaga kerja;

1 Rasio Tenaga Kerja terampil dan produktif

Persen 50,00%

2. Peningkatan penempatan kerja dan perluasan

2 Tingkat Pengangguran Terbuka Persen 10,78%

3 Lapangan PekerjaanBaru Loker 3000

(16)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

kesempatan kerja 4 Wira Usaha Baru Orang 1.120

5 Tingkat penempatan pencari kerja

Persen 14,22%

3. Peningkatan pembinaan hubungan industrial dan perlindungan tenaga kerja, keselamatan dan kesehatan kerja

6 Rasio Penyelesaian kasus Perselsishan Hubungan Industrial, selesai melalui Perjanjian Bersama (PB)

Persen 55,00%

4. Peningkatan lokasi dan penempatan transmigrasi

7 Jumlah pemberangkatan Transmigran

8 KK 50,00%

5. Meningkatnya kapasitas akuntabilitas kinerja birokrasi

8 Nilai Evaluasi AKIP Kategori Baik

6. Meningkatnya kapasitas akuntabilitas kinerja birokrasi

9 Prosentase Temuan Pengelolaan Anggaran BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti

Persen 100%

10 Prosentase Tertib Administrasi Barang/Aset Daerah

Persen 100%

7. Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik

11 Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

Kategori Baik

Setelah di REVIU dari jumlah enam sasaran (sasaran satu dan sasaran dua digabung) menjadi lima sasaran, dan dari sebelas indikator jumlahnya menjadi sepuluh indikator, sebagaimana di bawah ini :

Tabel 2.10.

Perjanjian Kinerja Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014 (Setelah Reviu Tahun 2015)

NO. SASARAN INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Menurunnya Tingkat

Pengangguran Terbuka 1. Tingkat Pengangguran Terbuka % 10,78 2. Meningkatnya

Kompetensi Tenaga Kerja

2. Prosentase Tenaga Kerja Yang

Kompeten % 81,23

3. Jumlah Calon Wirausaha Baru 0rang 1.120 3. Meningkatnya

Penempatan Tenaga Kerja

4. Jumlah Lowongan Pekerjaan Baru Loker 3.000 5. Prosentase Pencari Kerja terdaftar

yang ditempatkan % 14,22

4. Meningkatnya Perlindungan Ketenagakerjaan

6. Prosentase Perusahaan yang berkasus

tentang ketenagakerjaan % 5,51

7. Prosentase Kasus yang diselesaikan

melalui Perjanjian Bersama (PB) % 55,00 8. Prosentase pekerja/buruh yang

menjadi peserta program Jamsostek % 72,33 9. Jumlah Perusahaan Yang

Melaksanakan Wajib Lapor Ketenagakerjaan

Perusahaan 1.977

(17)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tahun 2014

5. Meningkatnya Minat

Bertransmigrasi 10. Jumlah Calon Transmigran Terseleksi Jiwa 60 6. Meningkatnya

Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi

11. Nilai Evaluasi AKIP Nilai 64,29

12. Prosentase Temuan BPK /Inspektorat

yang ditindaklanjuti % 100

7. Terwujudan

Peningkatan Kualitas

Pelayanan Publik 13. IKM Nilai 62,00

Referensi

Dokumen terkait

pelaksanaan penetapan perencanaan teknis operasional program kegiatan pengembangan bursa Kerja dan peningkatan kesempatan kerja, serta penempatan tenaga kerja sesuai

Dampak globalisasi yang mendorong pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan dengan upaya mekanisme tenaga kerja menjadi bursa pasar tenaga kerja mewajibkan atas

Kritik atas Teori Keadilan Rawls and Niebuhr Tantangan bagi teori Rawls tentang keadilan sebagai fairness adalah mengenai konsep epistemologisnya tentang ‗selubung

Kekonsistenan pendugaan turunan pertama dan turunan kedua dengan menggunakan fungsi kernel seragam dari fungsi intensitas suatu proses Poisson periodik telah dikaji

Kesimpulan dari dokumenter potret “Kisah Tani Disabilitas” ini dimana visualisasi menjadi bagian sangat penting pada karya ini karena menampilkan inti dari cerita yang

 Pemimpin harus menyesuaikan gaya kepemimpinannya sebagai respons pada keinginan untuk berhasil dalam pekerjaan, pengalaman,kemampuan dan kemauan dari bawahan yang terus berubah.

Sasaran strategis perspektif Pemangku Kepentingan Meningkatnya Tenaga Kerja Industri yang kompeten mempunyai indikator kinerja yaitu: (1) Jumlah calon tenaga kerja terampil

Penempatan TKI Dari Jawa Tengah Per Kab./Kota Tahun 2015.. INFORMAL FORMAL INFORMAL FORMAL INFORMAL