Model Pembelajaran IPA Kurikulum 2013 Format Power Point

42 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

KURIKULUM

KURIKULUM

TINGKAT

TINGKAT

SATUAN

SATUAN

PENDIDIKAN

PENDIDIKAN

(KTSP)

(KTSP)

PANDUAN KTSP

PANDUAN RPP

PERBANDINGAN MAPEL

(2)

LANDASAN

LANDASAN

 Undang-Undang Republik Indonesia Undang-Undang Republik Indonesia

Nomor 20 Tahun 2003 tentang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Sistem Pendidikan Nasional

 Peraturan Pemerintah Republik Peraturan Pemerintah Republik

Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional

tentang Standar Nasional Pendidikan

Pendidikan

 Standar Isi( Permen 22/2006)Standar Isi( Permen 22/2006)  Standar Kompetensi Standar Kompetensi

(3)

Kurikulum

tingkat

satuan

Kurikulum

tingkat

satuan

pendidikan (KTSP) adalah

pendidikan (KTSP) adalah

kurikulum

operasional

yang

kurikulum

operasional

yang

disusun dan dilaksanakan oleh

disusun dan dilaksanakan oleh

masing-masing

satuan

masing-masing

satuan

pendidikan.

pendidikan.

(4)

 Setiap Kelompok / Satuan Pendidikan danSetiap Kelompok / Satuan Pendidikan dan

• Komite Sekolah / MadrasahKomite Sekolah / Madrasah KTSP dikembangkan oleh :

(5)

Di bawah Koordinasi dan

Di bawah Koordinasi dan

Supervisi

Supervisi

• Dinas Pendidikan/Kantor Depag Dinas Pendidikan/Kantor Depag Kab/Kota untuk Pendidikan Dasar

Kab/Kota untuk Pendidikan Dasar

• Dinas Pendidikan/Kantor Depag Dinas Pendidikan/Kantor Depag Provinsi untuk Pendidikan

Provinsi untuk Pendidikan

Menengah dan Pendidikan Khusus

(6)

Pedoman Pengembangan

Pedoman Pengembangan

KTSP

KTSP

 Standar IsiStandar Isi

 Standar Kompetensi Standar Kompetensi

Lulusan Lulusan

(7)

Prinsip Pengembangan KTSP

Prinsip Pengembangan KTSP

 Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

 Beragam dan terpaduBeragam dan terpadu

 Tanggap Tanggap terhadap terhadap perkembangan perkembangan ilmu ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

pengetahuan, teknologi dan seni

 Relevan dengan kebutuhan kehidupanRelevan dengan kebutuhan kehidupan  Menyeluruh dan berkesinambunganMenyeluruh dan berkesinambungan  Belajar sepanjang hayatBelajar sepanjang hayat

 Seimbang antara kepentingan nasional dan Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

(8)

Acuan Operasional Penyusunan

Acuan Operasional Penyusunan

KTSP

KTSP

 PeningkatanPeningkatan imaniman dandan takwatakwa sertaserta akhlakakhlak muliamulia  PeningkatanPeningkatan potensipotensi, , kecerdasankecerdasan, , dandan minatminat

sesuai

sesuai dengandengan tingkattingkat perkembanganperkembangan dandan kemampuan

kemampuan pesertapeserta didikdidik

 KeragamanKeragaman potensipotensi dandan karakteristikkarakteristik daerah daerah dandan lingkungan

lingkungan

 TuntutanTuntutan pembangunan daerah pembangunan daerah dandan nasional nasional  TuntutanTuntutan dunia dunia kerjakerja

 PerkembanganPerkembangan ilmu ilmu pengetahuanpengetahuan, teknologi, teknologi, , dandan seni

(9)

 AgamaAgama

 DinamikaDinamika perkembanganperkembangan global global

 PersatuanPersatuan nasional nasional dandan nilai-nilainilai-nilai kebangsaankebangsaan

 KondisiKondisi sosialsosial budayabudaya masyarakatmasyarakat setempatsetempat

 KesetaraanKesetaraan JenderJender

(10)

Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.

takwa serta akhlak mulia.

Peningkatan iman dan takwa serta

Peningkatan iman dan takwa serta

akhlak mulia

(11)

Kurikulum disusun agar memungkinkan

Kurikulum disusun agar memungkinkan

pengembangan keragaman potensi, minat,

pengembangan keragaman potensi, minat,

kecerdasan intelektual, emosional, spritual, dan

kecerdasan intelektual, emosional, spritual, dan

kinestetik peserta didik secara optimal sesuai

kinestetik peserta didik secara optimal sesuai

dengan tingkat perkembangannya.

dengan tingkat perkembangannya.

ACUAN OPERASIONAL KTSP

ACUAN OPERASIONAL KTSP

Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat

Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat

sesuai dengan tingkat perkembangan dan

sesuai dengan tingkat perkembangan dan

kemampuan peserta didik

(12)

Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan, oleh karena itu kurikulum harus lingkungan, oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah.

kontribusi bagi pengembangan daerah.

Keragaman potensi dan

Keragaman potensi dan

karakteristik daerah dan lingkungan

(13)

Pengembangan kurikulum harus Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional.

pembangunan daerah dan nasional.

ACUAN OPERASIONAL KTSP

ACUAN OPERASIONAL KTSP

Tuntutan pembangunan daerah

Tuntutan pembangunan daerah

dan nasional

(14)

Kurikulum harus memuat kecakapan hidup

Kurikulum harus memuat kecakapan hidup

untuk membekali peserta didik memasuki

untuk membekali peserta didik memasuki

dunia kerja sesuai dengan tingkat

dunia kerja sesuai dengan tingkat

perkembangan peserta didik dan kebutuhan

perkembangan peserta didik dan kebutuhan

dunia kerja, khususnya bagi mereka yang

dunia kerja, khususnya bagi mereka yang

tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih

tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih

tinggi.

tinggi.

T

(15)

Kurikulum harus dikembangkan secara berkala

Kurikulum harus dikembangkan secara berkala

dan berkesinambungan sejalan dengan

dan berkesinambungan sejalan dengan

perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi,

perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi,

dan seni.

dan seni.

ACUAN OPERASIONAL KTSP

ACUAN OPERASIONAL KTSP

Perkembangan ilmu pengetahuan,

Perkembangan ilmu pengetahuan,

teknologi, dan seni

(16)

Kurikulum harus dikembangkan untuk Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama, dan memperhatikan norma agama beragama, dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah

yang berlaku di lingkungan sekolah

(17)

Kurikulum harus dikembangkan agar peserta Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain.

hidup berdampingan dengan bangsa lain.

ACUAN OPERASIONAL KTSP

(18)

Kurikulum harus mendorong wawasan dan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik dalam Negara Kesatuan Republik

Indonesia. Indonesia.

ACUAN OPERASIONAL KTSP

(19)

Kurikulum harus dikembangkan dengan

Kurikulum harus dikembangkan dengan

memperhatikan karakteristik sosial budaya

memperhatikan karakteristik sosial budaya

masyarakat setempat dan menunjang

masyarakat setempat dan menunjang

kelestarian keragaman budaya.

kelestarian keragaman budaya.

ACUAN OPERASIONAL KTSP

(20)

Kurikulum harus diarahkan kepada Kurikulum harus diarahkan kepada

pendidikan yang berkeadilan dan pendidikan yang berkeadilan dan

mendorong tumbuh kembangnya mendorong tumbuh kembangnya

kesetaraan jender. kesetaraan jender.

ACUAN OPERASIONAL KTSP

(21)

Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan.

pendidikan.

ACUAN OPERASIONAL KTSP

(22)

KOMPONEN KTSP

KOMPONEN KTSP

A. Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan A. Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan

Pendidikan Pendidikan

B. Struktur dan Muatan KTSP B. Struktur dan Muatan KTSP C. Kalender Pendidikan

C. Kalender Pendidikan D. Silabus

D. Silabus E. RPP

(23)

KOMPONEN KTSP

KOMPONEN KTSP

Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan

Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan

Pendidikan

Pendidikan

 Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar

kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan

(24)

KOMPONEN KTSP

KOMPONEN KTSP

Kalender Pendidikan

Kalender Pendidikan

 Satuan Satuan pendidikan pendidikan dapat dapat menyusun menyusun kalender pendidikan sesuai dengan

kalender pendidikan sesuai dengan

kebutuhan daerah, karakteristik sekolah,

kebutuhan daerah, karakteristik sekolah,

kebutuhan peserta didik dan masyarakat,

kebutuhan peserta didik dan masyarakat,

dengan memperhatikan kalender pendidikan

dengan memperhatikan kalender pendidikan

sebagaimana tercantum dalam Standar Isi.

(25)

KOMPONEN KTSP

KOMPONEN KTSP

Struktur dan Muatan KTSP

Struktur dan Muatan KTSP

Mata pelajaranMata pelajaranMuatan lokalMuatan lokal

Kegiatan Pengembangan DiriKegiatan Pengembangan DiriPengaturan Beban BelajarPengaturan Beban Belajar

Kenaikan Kelas, Penjurusan, dan KelulusaKenaikan Kelas, Penjurusan, dan Kelulusa

n

n

Pendidikan Kecakapan HidupPendidikan Kecakapan Hidup

(26)

Mata pelajaran beserta alokasi waktu

Mata pelajaran beserta alokasi waktu

untuk ma

untuk masing-masing tingkat satuan sing-masing tingkat satuan pendidikan tertera pada struktur

pendidikan tertera pada struktur

kurikulum yang terca

kurikulum yang tercantum ntum dalam dalam Standar Isi.

Standar Isi.

(27)

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.

pendidikan.

Struktur dan Muatan KTSP

(28)

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang

harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan

harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan

memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk

memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk

mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan

mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan

kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan

kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan

kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi

kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi

dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga

dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga

kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan

kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan

ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan

ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan

melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan

melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan

(29)

Khusus

Khusus

untuk

untuk

sekolah

sekolah

menengah

menengah

kejuruan pengembangan diri terutama

kejuruan pengembangan diri terutama

ditujukan

untuk

pengembangan

ditujukan

untuk

pengembangan

kreativitas dan bimbingan karier.

kreativitas dan bimbingan karier.

Pengembangan

Pengembangan

diri

diri

untuk

untuk

satuan

satuan

pendidikan khusus menekankan pada

pendidikan khusus menekankan pada

peningkatan kecakapan hidup da

(30)

 Beban belajar dalam sistem paket digunakan oleh tingkat Beban belajar dalam sistem paket digunakan oleh tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB baik

satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB baik

kategori standar maupun mandiri, SMA/MA/SMALB

kategori standar maupun mandiri, SMA/MA/SMALB

/SMK/MAK kategori standar.

/SMK/MAK kategori standar.

 Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) dapat Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) dapat digunakan oleh SMP/MTs/SMPLB kategori mandiri, dan

digunakan oleh SMP/MTs/SMPLB kategori mandiri, dan

oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori standar.

oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori standar.

 Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) digunakan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori

digunakan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori

mandiri.

(31)

 Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran

pada sistem paket dialokasikan sebagaimana pada sistem paket dialokasikan sebagaimana

tertera dalam struktur kurikulum.

tertera dalam struktur kurikulum. Satuan Satuan pendidikan dimungkinkan menambah pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kebutuhan peserta didik dalam mencapai

(32)

 Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan

kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SD/MI/SDLB 0% - 40%, paket untuk SD/MI/SDLB 0% - 40%, SMP/MTs/SMPLB 0% - 50% dan SMP/MTs/SMPLB 0% - 50% dan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK 0% - 60% dari waktu SMA/MA/SMALB/SMK/MAK 0% - 60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan kebutuhan peserta tersebut mempertimbangkan kebutuhan peserta

(33)

 Alokasi waktu untuk praktik, dua jam Alokasi waktu untuk praktik, dua jam

kegiatan praktik di sekolah setara dengan kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka.

(34)

terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK yang untuk SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK yang menggunakan sistem SKS mengikuti aturan sebagai menggunakan sistem SKS mengikuti aturan sebagai

berikut. berikut.

 Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas: 40 menit tatap Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas: 40 menit tatap

muka, 20 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan muka, 20 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan

mandiri tidak terstruktur. mandiri tidak terstruktur.

 Satu SKS pada SMA/MA/SMK/MAK terdiri atas: 45 menit Satu SKS pada SMA/MA/SMK/MAK terdiri atas: 45 menit

tatap muka, 25 menit kegiatan terstruktur dan tatap muka, 25 menit kegiatan terstruktur dan

(35)

Kenaikan kelas, penjurusan, dan kelulusan Kenaikan kelas, penjurusan, dan kelulusan mengacu kepada standar penilaian yang mengacu kepada standar penilaian yang dikembangkan oleh BSNP.

dikembangkan oleh BSNP.

Struktur dan Muatan KTSP

(36)

 Kurikulum untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/ Kurikulum untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/ SMALB, SMK/SMAK dapat memasukkan pendidikan

SMALB, SMK/SMAK dapat memasukkan pendidikan

kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi,

kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi,

kecakapan sosial, kecakapan akademik dan/atau

kecakapan sosial, kecakapan akademik dan/atau

kecakapan vokasional.

kecakapan vokasional.

 Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan semua mata pelajaran.

dari pendidikan semua mata pelajaran.

 Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan dan

didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan dan

atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau

atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau

(37)

 Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan

dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan

lokal dan global.

lokal dan global.

 Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran.

dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran.

 Pendidikan Pendidikan berbasis berbasis keunggulan keunggulan lokal lokal dapat dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal

diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal

lain dan/atau nonformal yang sudah memperoleh

lain dan/atau nonformal yang sudah memperoleh

akreditasi.

akreditasi.

Struktur dan Muatan KTSP

(38)

PENYUSUNAN KTSP

PENYUSUNAN KTSP

Analisis KonteksAnalisis Konteks

• Analisis potensi dan kekuatan/kelemahan yang ada di Analisis potensi dan kekuatan/kelemahan yang ada di

sekolah: peserta didik, pendidik dan tenaga

sekolah: peserta didik, pendidik dan tenaga

kependidikan, sarana prasarana, biaya, dan

kependidikan, sarana prasarana, biaya, dan

program-program yang ada di sekolah

program yang ada di sekolah

• Analisis peluang dan tantangan yang ada di Analisis peluang dan tantangan yang ada di

masyarakat dan lingkungan sekitar: komite sekolah,

masyarakat dan lingkungan sekitar: komite sekolah,

dewan pendidikan, dinas pendidikan, asosiasi profesi,

dewan pendidikan, dinas pendidikan, asosiasi profesi,

dunia industri dan dunia kerja, sumber daya alam dan

dunia industri dan dunia kerja, sumber daya alam dan

sosial budaya.

sosial budaya.

• Mengidentifikasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Mengidentifikasi Standar Isi dan Standar Kompetensi

Lulusan sebagai acuan dalam penyusunan kurikulum

(39)

Tim Penyusun

Tim Penyusun

Tim penyusun kurikulum tingkat satuan

Tim penyusun kurikulum tingkat satuan

pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK terdiri

pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK terdiri

atas guru, konselor, kepala sekolah, komite

atas guru, konselor, kepala sekolah, komite

sekolah, dan nara sumber, dengan kepala

sekolah, dan nara sumber, dengan kepala

sekolah

sebagai

ketua

merangkap

sekolah

sebagai

ketua

merangkap

anggota, dan disupervisi oleh dinas

anggota, dan disupervisi oleh dinas

kabupaten/kota

dan

provinsi

yang

kabupaten/kota

dan

provinsi

yang

bertanggung jawab di bidang pendidikan.

(40)

Kegiatan Penyusunan

Kegiatan Penyusunan

 Penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan Penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan bagian dari kegiatan perencanaan

merupakan bagian dari kegiatan perencanaan

sekolah/madrasah. Kegiatan ini dapat berbentuk

sekolah/madrasah. Kegiatan ini dapat berbentuk

rapat kerja dan/atau lokakarya sekolah/madrasah

rapat kerja dan/atau lokakarya sekolah/madrasah

dan/atau kelompok sekolah/madrasah yang

dan/atau kelompok sekolah/madrasah yang

diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum

diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum

tahun pelajaran baru.

tahun pelajaran baru.

 Tahap kegiatan penyusunan kurikulum tingkat Tahap kegiatan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan secara garis besar meliputi:

satuan pendidikan secara garis besar meliputi:

penyiapan dan penyusunan draf, reviu dan revisi,

penyiapan dan penyusunan draf, reviu dan revisi,

serta finalisasi. Langkah yang lebih rinci dari

serta finalisasi. Langkah yang lebih rinci dari

masing-masing kegiatan diatur dan

(41)

Pemberlakuan

Pemberlakuan

 Dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan SD, SMP, Dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan SD, SMP,

SMA, dan SMK dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah serta

SMA, dan SMK dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah serta

diketahui oleh komite sekolah dan dinas kabupaten/kota

diketahui oleh komite sekolah dan dinas kabupaten/kota

yang bertanggung jawab di bidang pendidikan.

yang bertanggung jawab di bidang pendidikan.

 Dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan MI, MTs, MA, Dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan MI, MTs, MA,

dan MAK dinyatakan berlaku oleh kepala madrasah serta

dan MAK dinyatakan berlaku oleh kepala madrasah serta

diketahui oleh komite madrasah dan oleh departemen yang

diketahui oleh komite madrasah dan oleh departemen yang

menangani urusan pemerintahan di bidang agama.

menangani urusan pemerintahan di bidang agama.

 Dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan SDLB, Dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan SDLB,

SMPLB, dan SMALB dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah

SMPLB, dan SMALB dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah

serta diketahui oleh komite sekolah dan dinas provinsi yang

serta diketahui oleh komite sekolah dan dinas provinsi yang

bertanggung jawab di bidang pendidikan.

(42)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...