LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM PRAKARYA KIMIA
“Pembuatan Garam Meja”
Disusun oleh :
1. Alfiana Lutfianingsih (K3317006) 2. Arika Anisa Solihah (K3317012) 3. Pingki Wahyu Septianing (K3317056) 4. Sofia Oka Rodiana (K3317066)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2020
2
DAFTAR ISI
Cover 1
Daftar Isi 2
BAB I PENDAHULUAN
A. Garam 3
B. Karakteristik Bahan dan Produk 4 BAB II BAHAN DAN PERALATAN
A. Alat 5
B. Bahan 7
BAB III CARA MEMBUAT GARAM MEJA
A. Bagan Kerja 8
B. Langkah-Langkah 8
BAB IV ANALISIS USAHA GARAM MEJA
A. Pemasukan 11
B. Pembelian Peralatan 11
C. Pengeluaran 11
D. Keuntungan 12
E. Foto Label dan Produk 12
Daftar Pustaka 13
Lampiran ………..14
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Garam
Garam adalah mineral yang terdiri dari natrium klorida. Hal ini penting bagi kehidupan hewan dalam jumlah kecil, tetapi berbahaya bagi hewan dan tanaman dalam skala yang berlebihan. Rasa Garam adalah salah satu bumbu makanan yang paling tertua di mana-mana. Penggaraman merupakan metode penting dalam pengawetan makanan.
Garam juga merupakan satu komposisi kimia yang berupaya untuk dijadikan sebagai bahan dagangan. ini adalah karena garam pada masa kini merupakan satu bahan yang amat diperlukan sama ada digunakan dalam bidang perobatan, pertanian maupun dalam bidang pembuatan makanan.
Secara fisik, garam adalah benda padatan berwarna putih berbentuk kristal yang merupakan kumpulan senyawa dengan bagian terbesar Natrium Chlorida (>80%) serta senyawa lainnya seperti Magnesium Chlorida, Magnesium Sulfat, Calsium Chlorida, dan lain-lain. Garam mempunyai sifat/karakteristik higroskopis yang berarti mudah menyerap air, bulk density (tingkat kepadatan) sebesar 0,8 - 0,9 dan titik lebur pada tingkat suhu 801oC
garam meja merupakan hasil tambang dari dalam tanah, dan diproses secara lebih rumit untuk menghilangkan mineral lain yang ikut dalam proses penambangan tersebut.
Teksturnya lebih halus sehingga lebih mudah larut dalam air, biasanya diberi tambahan zat adiktif untuk mencegah penggumpalan dan tambahan zat gizi lain agar komposisinya menyerupai garam air laut.Efek samping dari garam meja akan timbul jika asupan sodium (Na) yang terkandung pada keduanya melebihi dari yang dianjurkan, yakni lebih besar dari 2300 mg/hari (atau lebih besar dari 5 gr garam dapur).
Seringkali kelebihan asupan berasal dari bahan makanan yang diawetkan, makanan yang diproses, makanan cepat saji, bumbu penyedap, dan lain sebagainya. Efek samping yang paling sering timbul berupa hipertensi atau darah tinggi dengan segala akibatnya.Sedangkan komponen klorida (Cl) kadang-kadang menyebabkan muntah, namun secara umum tidak memberikan efek samping yang berarti. Walaupun gas klorin bersifat toksik, namun akan menguap dengan sendirinya dari dalam air.
4
Berbeda dengan garam laut, garam meja ditambang dari cadangan garam di bawah tanah. Proses pembuatan garam meja lebih berat untuk menghilangkan mineral dan biasanya mengandung aditif untuk mencegah penggumpalan. Kebanyakan dari garam meja di pasaran telah ditambahkan yodium, nutrisi penting yang terjadi secara alami dalam jumlah kecil dalam garam laut. Garam ini bebas yodium, Mg, Ca dan K2.
Ciri-ciri:
Garam meja merupakan hasil tambang dari dalam tanah, dan diproses secara lebih rumit untuk menghilangkan mineral lain yang ikut dalam proses penambangan tersebut.
Teksturnya lebih halus sehingga lebih mudah larut dalam air, biasanya diberi tambahan zat adiktif untuk mencegah penggumpalan dan tambahan zat gizi lain agar komposisinya menyerupai garam air laut.
B. Karakteristik Bahan dan Produk
Adapun karakteristik dari NaCl adalah
• Berat molekul : 58.45
• Specivic gravity : 2.165
• Titik leleh : 800oC
• Titik didih : 1113 oC
• Kelarutan : 35.7 gr/199 gr (0oC) 39.8 gr/100 gr (100oC)
• Garam dapur : mengandung 0.0016 % yodium
• Garam meja : bebas yodium, Mg, Ca
5
BAB II
BAHAN DAN PERALATAN
A. Alat
Alat Gambar Jumlah
Panci 1 buah
Gelas Beker 1 buah
Batang Pengaduk 1 buah
6 Saringan Kain yang
Bersih
1 buah
Kompor 1 buah
Botol kemasan 1 buah
7 B. Bahan
Bahan Gambar Jumlah
Garam Dapur 100 gram
Air 300 mL
Natrium Fosfat 2 gram
8
BAB III
CARA MEMBUAT GARAM MEJA
A. Bagan Kerja
B. Langkah-Langkah
No Cara Kerja Foto Hasil Pengamatan
1. Garam dapur dilarutkan dalam air sambil diaduk sampai semuanya larut (kalau perlu dibantu dengan pemanasan).
Garam larut dalam air dan nampak kotorannya
9 2. Setelah larut semua
lalu disaring,
tapisannya ditambah natrium
phospat/natrium karbonat yang dilarutkan dalam sedikit air, sambil diaduk
Larutan berwarna putih keruh
3. Endapan yang terjadi disaring
Endapan putih dan basah
Larutannya bening
4. Tapisan terakhir ini diuapkan dalam panci email sampai airnya habis menguap, sehingga tinggal kristal-kristal garam.
Larutan bening setelah dipanaskan menghasilkan kristal garam berwarna putih bersih.
10 (selama proses
penguapan
diusahakan agar api tidak terlalu besar dan sambil sering diaduk- aduk).
5. Kristal-kristal garam setelah kering benar lalu ditumbuk halus, kemudian disimpan dalam stoples atau kantung-kantung plastik
Kristal garam lebih lembut, halus, bersih, dan putih.
6. Memberi label pada produk
Produk yang sudah dikemas dan diberi label siap dipakai dan siap
dipasarkan.
11 BAB IV
ANALISIS USAHA SIRUP SINTESIS
Setiap usaha memerlukan persiapan dan perencanaan kegiatan yang matang, terutama segi pemasarannya. Rencana usaha pembuatan Refined Salt dapat kita ambil contoh sebagai berikut.
1. Nama produk: URI Refined Salt
2. Jumlah produksi 50 botol @ botol 150 gram URI Refined Salt
3. Harga URI Refined Salt Rp15.000,00 per 150 ( 1 botol kaca berisi 250 ml) 4. Kebutuhan bahan baku garam dapur
5. Periode produksi 1 bulan = 25 hari kerja
Dengan demikian, biaya produksi dan keuntungan dalam satu bulan dapat dihitung sebagai berikut.
A. PEMASUKAN
Hasil penjualan Refined Salt per bulan:
25 x 50 botol kaca x Rp20.000,00 =Rp25.000.000,00
B. PEMBELIAN PERALATAN
1. Panci berlapis enamel Rp 55.000,00 2. Batang pengaduk(gelas) Rp 5.000,00 3. Gelas Beker 500 ml Rp 65.000,00 4. Kain penyaring Rp 10.000,00 5. Kompor Rp 135.000,00
Rp 270.000,00 Catatan:
Diperkirakan umur teknis peralatan satu tahun, sehingga nilai penyusutan tiap bulan adalah Rp270.000,00 : 12 = Rp22.500,00
C. PENGELUARAN
1. Penyusutan alat Rp 22.500,00
2. Air bersih:
25 x 3 liter x Rp1.500,00 Rp 1.875.000,00
12 3. Garam dapur
25 x 1 kg x Rp20.000,00 Rp 500.000,00 4. Natrium phospat
25 x 20 gram xRp4.500,00 Rp2.250.000,00 5. Gas elpiji
12 kg + isi Rp 450.000,00
6. Botol kaca
25 x 50 botol x Rp8.000,00 Rp 10.000.000,00 7. Label kemasan
25 x 100 xRp250,00 Rp 625.000,00
8. Tenaga kerja Rp 4.000.000,00
Rp20.348.000,00
D. KEUNTUNGAN
1. Pemasukan Rp25.000.000,00
2. Pengeluaran Rp20.348.000,00
3. Keuntungan tiap bulan Rp4.652.000,00
E. FOTO LABEL DAN PRODUK
13
DAFTAR PUSTAKA Ismail Basari. 1982. Kimia Organik. Bandung : Armico
Kus Sri Martini dan Sri Retno Dwi Ariani. 2011. Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari.
Surakarta: Uns Press
Purbani Dini. Proses Pembentukan Kristalisasi Garam. Pusat Riset Wilayah Laut Dan Sumber Daya Non Hayati. Badan Riset Kelautan Dan Perikanan : Departemen Kelautan Dan Perikanan
14
LAMPIRAN Pertanyaan
1. Apakah penyebab garam dapur mudah basah dan rasanya sedikit pahit?
2. Apakah fungsi dari natrium phospat/natrium karbonat?
3. Sebutkan keuntungan pembuatan garam meja!
4. Hitunglah analisis kelayakan usaha dari usaha pembuatan garam meja ! Jawaban:
1. Garam dapur mudah basah dan rasanya sedikit pahit karena garam mudah menyerap air dari lingkungan dan rasa pahit akibat adanya pengotor.
2. Fungsi natrium karbonat adalah untuk mengikat kotoran sehingga dapat memutihkan kristal garam (sebagai pemutih).
3. Keuntungan pembuatan garam meja:
− Garam lebih putih, bersih, dan halus.
− Tahan lama.
− Tidak terasa pahit.
− Tidak mudah basah.
4. Analisis usaha pembuatan garam:
Setiap usaha memerlukan persiapan dan perencanaan kegiatan yang matang, terutama segi pemasarannya. Rencana usaha pembuatan Refined Salt dapat kita ambil contoh sebagai berikut.
Nama produk: URI Refined Salt
Jumlah produksi 50 botol @ botol 150 gram URI Refined Salt
Harga URI Refined Salt Rp15.000,00 per 150 ( 1 botol kaca berisi 250 ml) Kebutuhan bahan baku garam dapur
Periode produksi 1 bulan = 25 hari kerja
Dengan demikian, biaya produksi dan keuntungan dalam satu bulan dapat dihitung sebagai berikut.
A. PEMASUKAN
Hasil penjualan Refined Salt per bulan:
25 50 botol kaca x Rp20.000,00 =Rp25.000.000,00
B. PEMBELIAN PERALATAN
Panci berlapis enamel Rp 55.000,00
15
Batang pengaduk(gelas) Rp 5.000,00 Gelas Beker 500 ml Rp 65.000,00 Kain penyaring Rp 10.000,00
Kompor Rp 135.000,00
Rp 270.000,00 Catatan:
Diperkirakan umur teknis peralatan satu tahun, sehingga nilai penyusutan tiap bulan adalah Rp270.000,00 : 12 = Rp22.500,00
C. PENGELUARAN
Penyusutan alat Rp 22.500,00
Air bersih:
25 x 3 liter x Rp1.500,00 Rp 1.875.000,00 Garam dapur
25 x 1 kg x Rp20.000,00 Rp 500.000,00 Natrium phospat
25 x 20 gram xRp4.500,00 Rp2.250.000,00 Gas elpiji
12 kg + isi Rp 450.000,00
Botol kaca
25 x 50 botol x Rp8.000,00 Rp 10.000.000,00 Label kemasan
25 x 100 xRp250,00 Rp 625.000,00
Tenaga kerja Rp 4.000.000,00
Rp20.348.000,00
D. KEUNTUNGAN
Pemasukan Rp25.000.000,00
Pengeluaran Rp20.348.000,00
Keuntungan tiap bulan Rp4.652.000,00
16