Pengaruh Mengunyah Permen Karet Terhadap Waktu Reaksi.

19 

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Maranatha iv

ABSTRAK

PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET TERHADAP WAKTU REAKSI SEDERHANA

Arie, 2007.

Pembimbing : Pinandojo Djojosoewarno, dr., drs., AIF.

Latar Belakang : Manusia senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Terdapat bermacam-macam faktor yang mempengaruhi waktu reaksi antara lain jenis rangsang dan intensitas rangsang, jenis kelamin, lingkungan, obat-obatan, usia, kesegaran jasmani, konsentrasi, latihan, dan status mental. Proses mengunyah menghasilkan kontraksi ritmik pada otot-otot pengunyah yang dapat menjadi pompa dalam meningkatkan aliran darah di otak. Peningkatan aliran darah otak dapat meningkatkan konsentrasi.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mengunyah permen karet terhadap waktu reaksi sederhana (WRS).

Metode : Penelitian dilakukan pada 10 orang mahasiswa FK-UKM dengan usia berkisar antara 19 – 21 tahun. Perhitungan waktu reaksi dilakukan dengan menggunakan kronoskop terhadap cahaya berwarna merah, kuning, hijau dan jingga masing-masing 10 kali. Pengukuran WRS dilakukan dengan mengunyah permen karet dan tidak mengunyah permen karet.

Analisis Data : Memakai uji “t” tes berpasangan dengan α=0,05

Hasil : WRS saat mengunyah permen karet untuk cahaya merah sebesar 356 mdetik, kuning 354 mdetik, hijau 373 mdetik, dan jingga 335 mdetik lebih singkat daripada WRS saat tidak mengunyah permen karet untuk cahaya merah sebesar 486 mdetik, kuning 436 mdetik, hijau 470 mdetik, dan jingga 421 mdetik (p<0.05).

Kesimpulan : Mengunyah permen karet memperpendek WRS pada 10 orang mahasiswa FK- UKM

(2)

Universitas Kristen Maranatha v

ABSTRACT

THE EFFECT OF GUM CHEWING ON SIMPLE REACTION TIME Arie, 2007.

Tutor : Pinandojo Djojosoewarno, dr., drs., AIF.

Background : Man always interacts with their environments. There are many factors that affect reaction time such as stimulus type and stimulus strength, sex, environment, drugs, age, health, concentration, exercise and mental. Chewing process makes rhythmic contraction of masticatory muscles that work as a pump to increase cerebral blood flow. The increase of cerebral blood flow can improve concentration.

Objectives : This study was to know the effect of gum chewing on the simple reaction time.

Methods : This research involved 10 male medical students of Maranatha Christian University, age between 19 – 21 years old. Measurements of the simple reaction time was done using chronoscope towards red lights, yellow lights, green lights, and orange lights ten times each. The measurement of the simple reaction time was done with and without gum chewing.

Statistical Analysis : used paired student “t” test.

Results : The simple reaction time when chewing gum for the red light was 356 msecond, the yellow 354 msecond, the green 373 msecond, and the orange 335 msecond shorter than the simple reaction time without chewing gum for the red light was 486 msecond, the yellow 436 msecond, the green 470 msecond, and the orange 421 msecond (p<0.05).

Conclusion : Chewing gum shorten the simple reaction time on 10 male medical students of Maranatha Christian University

(3)

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 1

1.3 Maksud dan Tujuan ... 2

1.4 Kegunaan Penelitian ... 2

1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Penelitian ... 2

1.6 Metodologi Penelitian ... 3

1.7 Lokasi dan Waktu ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Reaksi ... 4

2.1.1 Pengertian Waktu Reaksi ... 4

2.1.2 Perkembangan Percobaan Waktu Reaksi ... 5

2.1.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Waktu Reaksi ... 7

2.1.4 bentuk-Bentuk Waktu Reaksi ... 12

2.1.5 Proses Pengolahan Stimulus Menjadi Respons Dalam Susunan Saraf Manusia ... 13

2.1.6 Sinaps Susunan Saraf Pusat ... 17

2.2 Mengunyah ... 20

2.2.1 Otot- Otot Pengunyah ... 21

2.2.2 Sendi Temporomandibular ... 23

2.3 Permen Karet ... 24

2.4 Manfaat Mengunyah Ritmis ... 24

2.5 Peningkatan Aliran Darah Ke Otak Selama Mengunyah ... 25

2.6 Peningkatan Denyut Jantung Oleh Karena Kerja Otot ... 26

2.7 Dampak Dari Peningkatan Aliran Darah Otak Terhadap Waktu Reaksi ... 28

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1 Subjek Penelitian ... 30

(4)

Universitas Kristen Maranatha vii

3.3 Definisi Operasional ... 30

3.4 Metode Penelitian 3.4.1 variabel Penelitian ... 30

3.4.2. Prosedur Penelitian ... 31

BAB IV HASIL, PEMBAHASAN DAN PENGUJIAN HIPOTESIS PENELITIAN 4.1 Hasil dan Pembahasan ... 33

4.2 Pengujian Hipotesis Penelitian ... 37

4.3 Pembahasan ... 37

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 38

5.2 Saran ... 38

DAFTAR PUSTAKA ... 39

LAMPIRAN ... 42

(5)

Universitas Kristen Maranatha viii

DAFTAR TABEL

(6)

Universitas Kristen Maranatha xiii

DAFTAR GAMBAR

(7)

Universitas Kristen Maranatha xiii

DAFTAR SKEMA

(8)

Universitas Kristen Maranatha xiii

DAFTAR LAMPIRAN

(9)

Universitas Kristen Maranatha

SURAT PERSETUJUAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama Lengkap

:

Tanggal Lahir

:

NRP

:

Alamat

:

Menyatakan bersedia dan tidak keberatan menjadi naracoba dalam penelitian yang

dilakukan oleh Arie, 0410051 yang bertempat di Universitas Kristen Maranatha.

Surat persetujuan ini saya buat sendiri dalam keadaan sadar dan tanpa tekanan atau

paksaan dari pihak manapun.

Bandung, Mei 2007

( )

SURAT PERSETUJUAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama Lengkap

:

Tanggal Lahir

:

NRP

:

Alamat

:

Menyatakan bersedia dan tidak keberatan menjadi naracoba dalam penelitian yang

dilakukan oleh Arie, 0410051 yang bertempat di Universitas Kristen Maranatha.

Surat persetujuan ini saya buat sendiri dalam keadaan sadar dan tanpa tekanan atau

paksaan dari pihak manapun.

Bandung, Mei 2007

(10)

Universitas Kristen Maranatha

LEMBAR PERHITUNGAN STATISTIK

WRS Cahaya Merah Sebelum Dan Setelah Mengunyah Permen Karet

(11)

Universitas Kristen Maranatha WRS Cahaya Kuning Sebelum Dan Setelah Mengunyah Permen Karet

(12)

Universitas Kristen Maranatha WRS Cahaya Hijau Sebelum Dan Setelah Mengunyah Permen Karet

(13)

Universitas Kristen Maranatha WRS Cahaya Jingga Sebelum Dan Setelah Mengunyah Permen Karet

(14)

Universitas Kristen Maranatha 1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Manusia senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Interaksi ini dapat berupa aksi dan reaksi. Aksi adalah suatu keadaan di mana seseorang memulai suatu interaksi, sedangkan reaksi adalah suatu keadaan di mana seseorang menjawab suatu rangsang yang bersifat disadari dan terkendali. Reaksi ini menjadi penting apabila kita dihadapkan dengan berbagai keadaan yang

memerlukan tindakan yang tepat dan cepat. Waktu reaksi adalah waktu yang diperlukan seseorang untuk menjawab suatu rangsangan secara sadar dan terkendali dihitung mulai saat rangsang diberikan (Houssay, 1955). Terdapat bermacam-macam faktor yang mempengaruhi waktu reaksi, antara lain jenis rangsang dan intensitas rangsang, jenis kelamin, lingkungan, obat-obatan, usia,

kesegaran jasmani konsentrasi, latihan, dan status mental (Woodworth R.S, 1961).

Proses mengunyah menghasilkan kontraksi ritmik pada otot-otot pengunyah yang dapat menjadi pompa dalam meningkatkan aliran darah di otak

(Guyton and Hall, 1997; www.simplyteeth.com, 2002). Sayangnya, dalam jaman yang serba modern ini manusia dituntut menggunakan waktunya seefisien mungkin, sehingga seringkali mengabaikan pentingnya proses mengunyah. Karena itu, penelitian ini ingin menerangkan hubungan antara proses mengunyah dengan waktu reaksi.

1.2. Identifikasi Masalah

(15)

2

Universitas Kristen Maranatha 1.3. Maksud Dan Tujuan

Mengetahui apakah dengan mengunyah permen karet mempercepat waktu reaksi.

1.4. Kegunaan Penelitian

Memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pengaruh mengunyah permen karet terhadap waktu reaksi.

1.5. Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Penelitian

Mengunyah permen karet dapat menginduksi perubahan sementara aliran

darah dalam otak. Berdasarkan penelitian, terdapat peningkatan kecepatan aliran darah otak terutama arteri cerebri medialis. (Hasegawa Y; Ono T; Hori K; Nokubi T, 2007). Waktu reaksi dapat melibatkan beberapa jaras tergantung jenis impuls yang digunakan. Pengukuran waktu reaksi yang umum digunakan melibatkan

rangsang cahaya, dan jawaban motoriknya berupa penekanan tombol untuk menghentikan rangsang dan mencatat waktu. Pusat motorik terdapat pada korteks serebri lobus frontalis. Dengan bertambahnya asupan darah pada otak, akan semakin meningkatkan kecepatan kerja otak. Selain itu, proses mengunyah akan merangsang kerja otak dan mengakselerasi metabolisme untuk menghasilkan

energi. (Sesay M; Tanaka A; Ueno Y; Lecaroz P; De Beaufort DG , 2000). Tanaka melakukan penelitian untuk mengetahui efek mengunyah pada aliran darah otak regional menggunakan xenon-enhanced computed tomography (Xe-CT). Dari hasil penelitiannya, Tanaka mendapatkan bahwa terdapat peningkatan aliran darah yang signifikan pada korteks frontotemporalis, nukleus kaudatus,

(16)

3

Universitas Kristen Maranatha aliran darah otak, terjadi peningkatan konsentrasi atau kewaspadaan yang akan mempengaruhi waktu reaksi.

Hipotesis Penelitian

Mengunyah permen karet memperpendek waktu reaksi

1.6. Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode prospektif eksperimental sungguhan,

bersifat komparatif dengan menggunakan Rancangan Percobaan Acak Lengkap (RAL) dengan rancangan pre-test dan post-test.

Penelitian ini menggunakan Kronoskop.

Analisis statistic menggunakan uji “t” berpasangan dengan =0.05.

1.7. Lokasi dan Waktu

Lokasi Penelitian : Laboratorium Faal Fakultas Kedokteran

(17)

Universitas Kristen Maranatha 39

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007. www.dentalgentlecare.com/trident_research.htm, 5 April 2007

______. 2007. www.jada.ada.org. 5 April 2007

______. 2007. www.mw1.merriam-webster.com/dictionary/mastication, 5 April 2007

______. 2007. www.simplyteeth.com, 5 April 2007

______. 2007. www.en.wikipedia.org , 4 Mei 2007

Bowen, R. 2002. Prehension, Mastication, Swallowing.

http://arbl.cvmbs.colostate.edu/hbooks/pathphys/digestion/pregastric/masti cation.html., 31 Maret 2007

Drake R.L., Vogl W., Mitchell A.W.M. 2005. Gray’s Anatomy For Students. International Ed. Spain: Elsevier. Hal 872-885.

Duus, P. 1996. Diagnosis Topik Neurologi, Anatomi, Fisiologi, Tanda, Gejala. Terjemahan Devi H. Ronardy. Jakarta: EGC. Hal 1

Farella M., Bakke M., Michelotti A., Marotta G., Martina R. 1999.

Cardiovascular responses in humans to experimental chewing of gums of different consistencies.

www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?db=pubmed&cmd=Retrieve&do pt=AbstractPlus&list_uids=10530916&query_hl=1&itool=pubmed_docsu m, 4 April 2007

Ganong W. F. 2003. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 20. Jakarta: EGC. Hal 99-100, 115, 154-158

Guyton A.C., Hall J.E. 1997.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta: EGC. Hal. 28, 207, 317-320, 705, 708, 713-714, 727, 813, 946-947, 975, 999- 1000

Hasegawa Y; Ono T; Hori K; Nokubi T. 2007. Influence of human jaw movement on cerebral blood flow.

http://www.medscape.com/medline/abstract/17189465, 28 April 2007

Houssay. 1955. Human Physiology. Mc Graw Hill Company.Inc. 2nd Ed. Hal 873

(18)

Universitas Kristen Maranatha

Kosinski, Robert J. 2005. A Literature Review of Reaction Time.

http://biae.clemson.edu/bpc/bp/Lab/110/Reaction.htm#Arousal, 21 April 2007

Kubota K., Nagae K., Shinabai S., Hosaka K., Iseki H., Odagiri N., et al. 1988. Degenerative Changes Of Primary Neurons Following Tooth Exctraction. Anat Anz 166:133-139

Nakamura Y, Katakura N.1995. Generation Of Masticatory Rhytm in The Brainstem. Neurosci Res 23:1-19

Nakata M. 1998. Masticatory Function and its Effects on General Health. http://www.fdiworldental.org/assets/pdf/commission/95_1.pdf, 21 April 2007

Onozuka M; Fujita M; Watanabe K; Hirano Y; Niwa M; Nishiyama K; Saito S. 2002. Mapping Brain Region Activity during Chewing: A Functional Magnetic Resonance Imaging Study. http//jdr.iadrjournals.org.htm, 13 April 2007

Sasaki A. 2001. Influence of mastication on the amount of hemoglobin in human brain tissue.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?db=pubmed&cmd=Retriev e&dopt=AbstractPlus&list_uids=11321808&itool=iconabstr&query_hl=8 &itool=pubmed_docsum, 13 April 2007

Sesay M., Tanaka A., Ueno Y., Lecaroz P., De Beaufort D.G. 2000. Assessment of regional cerebral blood flow by xenon- enhanced computed tomography during mastication in humans.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?db=pubmed&cmd=Retriev e&dopt=AbstractPlus&list_uids=10750361&query_hl=3&itool=pubmed_ docsum, 2 April 2007.

Snell, Richard S. 1997. Anatomi Klinik Untuk Mahasiswa Kedokteran. Edisi 3. Jakarta: EGC, hal 62 -65

(19)

Universitas Kristen Maranatha 41

Young, Emma. 2002. Chewing gum improves memory.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...