• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 52 TAHUN 2020

TENTANG

BATAS DAERAH KOTA PONTIANAK

DENGAN KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Kubu Raya di Provinsi Kalimantan Barat, serta Pasal 401 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Batas Daerah Kota Pontianak dengan Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat;

Mengingat : 1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah dan Perubahan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1957 Nomor 53) sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor

(2)

62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1622);

3. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Perpanjangan Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1953 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 352) sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1820);

4. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Kubu Raya di Provinsi Kalimantan Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4751);

5. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916);

6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

7. Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2015 tentang Kementerian Dalam Negeri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 12);

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 141 Tahun 2017 tentang Penegasan Batas Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 79);

(3)

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG BATAS DAERAH KOTA PONTIANAK DENGAN KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT.

Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

1. Provinsi Kalimantan Barat adalah daerah otonom sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah dan Perubahan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

2. Kota Pontianak adalah daerah otonom sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Perpanjangan Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan.

3. Kabupaten Kubu Raya adalah daerah otonom sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Kubu Raya di Provinsi Kalimantan Barat.

4. Titik Kartometrik yang selanjutnya disingkat TK adalah titik koordinat batas yang ditentukan berdasarkan pengukuran atau penghitungan posisi titik dengan menggunakan peta dasar dan peta lain sebagai pelengkap.

5. Lintang Utara yang selanjutnya disingkat LU adalah garis khayal yang membagi bumi di bagian utara.

6. Lintang Selatan yang selanjutnya disingkat LS adalah garis khayal yang membagi bumi di bagian selatan.

7. Bujur Timur yang selanjutnya disingkat BT adalah garis khayal menghubungkan titik kutub utara dan kutub selatan bumi yang menyatakan besarnya sudut antara

(4)

posisi bujur dengan garis Meridian yang berada di sebelah timur.

Pasal 2

Batas daerah Kota Pontianak dengan Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat dimulai dari:

a. Pertigaan batas Kota Pontianak dengan Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah yang ditandai oleh TK.01 dengan koordinat 0° 0' 21.256" LU dan 109° 17' 14.054" BT, TK.01 selanjutnya ke arah selatan sampai pada TK.02 dengan koordinat 0° 0' 19.641" LS dan 109°

17' 12.926" BT;

b. TK.02 selanjutnya ke arah selatan menyusuri As (Median Line) Sungai Nipah Kuning sampai pada TK.03 dengan koordinat 0° 1' 06.156" LS dan 109° 17' 08.609" BT;

c. TK.03 selanjutnya ke arah barat daya menyusuri As (Median Line) Parit Nipah Kuning Dalam sampai pada TK.04 dengan koordinat 0° 1' 47.535" LS dan 109° 16' 27.004" BT;

d. TK.04 selanjutnya ke arah tenggara sampai pada TK.05 dengan koordinat 0° 2' 35.688" LS dan 109° 16' 56.598"

BT;

e. TK.05 selanjutnya ke arah timur laut menyusuri As (Median Line) Sungai Jawi sampai pada TK.06 dengan koordinat 0° 2' 27.850" LS dan 109° 17' 05.151" BT;

f. TK.06 selanjutnya ke arah tenggara sampai pada TK.07 dengan koordinat 0° 3' 13.056" LS dan 109° 17' 49.042"

BT;

g. TK.07 selanjutnya ke arah tenggara sampai pada TK.08 dengan koordinat 0° 3' 41.353" LS dan 109° 18' 11.377"

BT;

h. TK.08 selanjutnya ke arah barat daya sampai pada TK.09 dengan koordinat 0° 3' 47.916" LS dan 109° 18' 13.729"

BT;

i. TK.09 selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK.10 dengan koordinat 0° 3' 55.523" LS dan 109° 18' 22.242"

BT;

(5)

j. TK.10 selanjutnya ke arah barat daya sampai pada TK.11 dengan koordinat 0° 4' 07.343" LS dan 109° 18' 20.136"

BT;

k. TK.11 selanjutnya ke arah barat daya sampai pada TK.12 dengan koordinat 0° 4' 19.823" LS dan 109° 18' 28.347"

BT;

l. TK.12 selanjutnya ke arah barat daya sampai pada TK.13 dengan koordinat 0° 4' 37.955" LS dan 109° 18' 23.805"

BT;

m. TK.13 selanjutnya ke arah tenggara sampai pada TK.14 dengan koordinat 0° 4' 46.876" LS dan 109° 18' 38.792"

BT;

n. TK.14 selanjutnya ke arah tenggara sampai pada TK.15 dengan koordinat 0° 5' 07.000" LS dan 109° 19' 13.000"

BT;

o. TK.15 selanjutnya ke arah tenggara sampai pada TK.16 dengan koordinat 0° 5' 17.000" LS dan 109° 19' 21.000"

BT;

p. TK.16 selanjutnya ke arah selatan sampai pada TK.17 dengan koordinat 0° 5' 39.000" LS dan 109° 19' 19.000"

BT;

q. TK.17 selanjutnya ke arah timur sampai pada TK.18 dengan koordinat 0° 5' 42.278" LS dan 109° 20' 10.983"

BT;

r. TK.18 selanjutnya ke arah timur sampai pada TK.19 dengan koordinat 0° 5' 42.022" LS dan 109° 20' 16.805"

BT;

s. TK.19 selanjutnya ke arah tenggara sampai pada TK.20 dengan koordinat 0° 5' 53.388" LS dan 109° 20' 34.410"

BT;

t. TK.20 selanjutnya ke arah timur laut menyusuri As (Median Line) Parit Sungai Raya sampai pada TK.21 dengan koordinat 0° 4' 59.241" LS dan 109° 21' 10.346"

BT;

u. TK.21 selanjutnya ke arah timur laut menyusuri As (Median Line) Parit Sungai Raya sampai pada TK.22 dengan koordinat 0° 4' 10.155" LS dan 109° 21' 41.467"

(6)

BT;

v. TK.22 selanjutnya ke arah timur laut menyusuri As (Median Line) Parit Sungai Raya sampai pada TK.23 dengan koordinat 0° 3' 36.670" LS dan 109° 21' 57.720"

BT;

w. TK.23 selanjutnya ke arah timur laut menyusuri As (Median Line) Parit Sungai Raya sampai pada TK.24 dengan koordinat 0° 3' 27.557" LS dan 109° 22' 08.475"

BT;

x. TK.24 selanjutnya ke arah tenggara menyusuri As (Median Line) Sungai Kapuas sampai pada TK.25 dengan koordinat 0° 3' 46.022" LS dan 109° 22' 22.414" BT;

y. TK.25 selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK.26 dengan koordinat 0° 3' 33.552" LS dan 109° 22' 37.921"

BT;

z. TK.26 selanjutnya ke arah timur laut menyusuri As (Median Line) Parit Mayor sampai pada TK.27 dengan koordinat 0° 3' 12.000" LS dan 109° 23' 06.000" BT;

aa. TK.27 selanjutnya ke arah barat laut sampai pada TK.28 dengan koordinat 0° 3' 01.053" LS dan 109° 22' 58.058"

BT;

ab. TK.28 selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK.29 dengan koordinat 0° 2' 54.020" LS dan 109° 23' 07.251"

BT;

ac. TK.29 selanjutnya ke arah barat laut sampai pada TK.30 dengan koordinat 0° 2' 23.464" LS dan 109° 22' 46.565"

BT;

ad. TK.30 selanjutnya ke arah barat laut sampai pada TK.31 dengan koordinat 0° 2' 20.255" LS dan 109° 22' 42.728"

BT;

ae. TK.31 selanjutnya ke arah utara sampai pada TK.32 dengan koordinat 0° 2' 06.075" LS dan 109° 22' 29.255"

BT;

af. TK.32 selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK.33 dengan koordinat 0° 2' 04.104" LS dan 109° 22' 31.405"

BT;

(7)

ag. TK.33 selanjutnya ke arah barat laut sampai pada TK.34 dengan koordinat 0° 1' 59.762" LS dan 109° 22' 26.792"

BT;

ah. TK.34 selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK.35 dengan koordinat 0° 1' 55.984" LS dan 109° 22' 30.557"

BT;

ai. TK.35 selanjutnya ke arah tenggara sampai pada TK.36 dengan koordinat 0° 1' 59.019" LS dan 109° 22' 37.002"

BT;

aj. TK.36 selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK.37 dengan koordinat 0° 1' 57.091" LS dan 109° 22' 39.283"

BT;

ak. TK.37 selanjutnya ke arah tenggara sampai pada TK.38 dengan koordinat 0° 1' 59.574" LS dan 109° 22' 41.808"

BT;

al. TK.38 selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK.39 dengan koordinat 0° 1' 56.608" LS dan 109° 22' 46.995"

BT;

am. TK.39 selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK.40 dengan koordinat 0° 1' 30.371" LS dan 109° 22' 59.347"

BT;

an. TK.40 selanjutnya ke arah barat menyusuri As (Median Line) Sungai Landak sampai pada TK.41 dengan koordinat 0° 1' 23.149" LS dan 109° 22' 33.849" BT;

ao. TK.41 selanjutnya ke arah utara sampai pada TK.42 dengan koordinat 0° 1' 19.056" LS dan 109° 22' 36.415"

BT;

ap. TK.42 selanjutnya ke arah utara menyusuri As (Median Line) Sungai Malaya sampai pada TK.43 dengan koordinat 0° 0' 39.797" LS dan 109° 22' 40.768" BT;

aq. TK.43 selanjutnya ke arah barat laut menyusuri As (Median Line) Sungai Malaya sampai pada TK.44 dengan koordinat 0° 0' 08.447" LS dan 109° 22' 32.956" BT;

ar. TK.44 selanjutnya ke arah barat laut menyusuri As (Median Line) Sungai Malaya sampai pada TK.45 dengan koordinat 0° 0' 14.333" LU dan 109° 22' 18.478" BT;

(8)

as. TK.45 selanjutnya ke arah barat laut menyusuri As (Median Line) Sungai Malaya sampai pada TK.46 dengan koordinat 0° 0' 34.912" LU dan 109° 22' 09.709" BT;

at. TK.46 selanjutnya ke arah utara menyusuri As (Median Line) Sungai Malaya sampai pada TK.47 dengan koordinat 0° 0' 55.720" LU dan 109° 22' 13.306" BT; dan au. TK.47 selanjutnya ke arah utara menyusuri As (Median

Line) Sungai Malaya sampai pada pertigaan batas Kota Pontianak dengan Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah yang ditandai oleh TK.48 dengan koordinat 0°

1' 18.513" LU dan 109° 22' 13.289" BT.

Pasal 3

Posisi TK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 bersifat tetap dan tidak berubah akibat perubahan nama desa, nama kelurahan, dan/atau nama kecamatan.

Pasal 4

Batas daerah dan koordinat batas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 tercantum pada Peta Batas Daerah Kota Pontianak dengan Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 5

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

(9)

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 Juli 2020

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA,

ttd

MUHAMMAD TITO KARNAVIAN

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 13 Juli 2020

DIREKTUR JENDERAL

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

ttd

WIDODO EKATJAHJANA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2020 NOMOR 763 Salinan sesuai dengan aslinya

Kepala Biro Hukum,

R. Gani Muhamad, SH, MAP Pembina Utama Muda (IV/c) NIP. 19690818 199603 1001

(10)

!

!

!

!

!

!

!

!

!

!

!

!

!

!

!

! ! !

!

!

!

!

!

!

!

!

!

!

!

!!

!

!

!

!

!!

!!

!!!

!

!

!

!

!

! TK.47

TK.46

TK.45

TK.44

TK.43

TK.41

TK.38 TK.37

TK.36 TK.35

TK.34

TK.33 TK.32

TK.21 TK.13

TK.40

TK.39

TK.31 TK.30

TK.29 TK.28

TK.42 TK.48

TK.27

TK.26

TK.25 TK.24 TK.23

TK.22

TK.20 TK.19

TK.18 TK.17

TK.16 TK.15 TK.14

TK.12 TK.11

TK.10 TK.09

TK.08 TK.07

TK.06

TK.05 TK.04

TK.03

TK.02 TK.01

K A B U P A T E N K U B U R A Y A K O T A P O N T I A N A K

K A B U P A T E N M E M P A W A H

Kecamatan Siantan

Kecamatan Sungai Kakap

Kecamatan Pontianak Utara

Kecamatan Pontianak Selatan Kecamatan Pontianak Barat

Kecamatan Sungai Ambawang

Kecamatan Pontianak Timur

Wajo Hilir

Wajo Hulu

Siantan Hulu

Bangka Belitung Pal Lima

Siantan Tengah

Pal. IX

Mega Timur

Saigon Parit Tokaya

Siantan Hilir Batu Layang

Sungai Bangkong

Tanjng Hulu Sungai Jawi Luar

Benua Melayu Darat

Tanjung Hilir Dalam Bugis

Sei Ambawang Kuala

Banjar Serasan Sungai Jawi Dalam

Tangah

Parit Mayor Tambelan Sampit

Mariana

Punggur Kecil

Darat Sekip

Benua Melayu Barat

3'0"N0'0"3'0"S6'0"S9'0"S

310000 315000 320000 325000

9983000998600099890009992000999500099980001000100010004000

PETA BATAS DAERAH ANTARA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

KOTA PONTIANAK DENGAN KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

U

KETERANGAN RIWAYAT PROYEKSI

Sistem Grid Datum Horizontal Zona

: Grid Geografis dan Grid Universal Transverse Mercator : Datum - WGS - 84

: 49 N

LEGENDA

1. Peta Rupabumi Indonesia (RBI) Seamless Keluaran Tahun 2017

112°0'0"E 112°0'0"E

111°0'0"E 111°0'0"E

110°0'0"E 110°0'0"E

109°0'0"E 109°0'0"E

108°0'0"E 108°0'0"E

107°0'0"E 107°0'0"E

0'0"N 0'0"N

0'0" 0'0"

0'0"S 0'0"S

DIAGRAM LOKASI

S E L A T K

A R I M

A T A

PROV. KALIMANTAN BARAT KOTA PONTIANAK

KUBU RAYA

PROV.

KALIMANTAN TENGAH

DAFTAR KOORDINAT TITIK KARTOMETRIK KOTA PONTIANAK DENGAN KABUPATEN KUBU RAYA

PROVINSI KALIMANTAN BARAT

M A L A Y S I A

SKALA 1:30.000

0 0,5 1 2 3Km

! ! ! ! ! ! ! ! Batas Kabupaten/Kota Jalan

Sungai Garis Kontur

! Titik Kartometrik

Selang Kontur : 12,5 meter

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA,

ttd

MUHAMMAD TITO KARNAVIAN

!

!

!

!

!

!

!

!

TK.38 TK.37

TK.36 TK.35

TK.34

TK.33 TK.32

TK.39

109°22'45"E 109°22'45"E

109°22'40"E 109°22'40"E

109°22'35"E 109°22'35"E

109°22'30"E 109°22'30"E

109°22'25"E 109°22'25"E

1'55"S 1'55"S

2'0"S 2'0"S

2'5"S 2'5"S

LINT ANG BUJUR X Y

1 T K.01 0ᵒ 0'21.256" LU 109ᵒ 17'14.054" BT 309383,799 10000652,927 2 T K.02 0ᵒ 0'19.641" LS 109ᵒ 17'12.926" BT 309348,931 9999396,709 3 T K.03 0ᵒ 1'06.156" LS 109ᵒ 17'08.609" BT 309215,424 9997967,904 4 T K.04 0ᵒ 1'47.535" LS 109ᵒ 16'27.004" BT 307928,852 9996696,873 5 T K.05 0ᵒ 2'35.688" LS 109ᵒ 16'56.598" BT 308844,045 9995217,787 6 T K.06 0ᵒ 2'27.850" LS 109ᵒ 17'05.151" BT 309108,545 9995458,556 7 T K.07 0ᵒ 3'13.056" LS 109ᵒ 17'49.042" BT 310465,848 9994070,019 8 T K.08 0ᵒ 3'41.353" LS 109ᵒ 18'11.377" BT 311156,537 9993200,829 9 T K.09 0ᵒ 3'47.916" LS 109ᵒ 18'13.729" BT 311229,276 9992999,267 10 T K.10 0ᵒ 3'55.523" LS 109ᵒ 18'22.242" BT 311492,530 9992765,592 11 T K.11 0ᵒ 4'07.343" LS 109ᵒ 18'20.136" BT 311427,432 9992402,546 12 T K.12 0ᵒ 4'19.823" LS 109ᵒ 18'28.347" BT 311681,358 9992019,202 13 T K.13 0ᵒ 4'37.955" LS 109ᵒ 18'23.805" BT 311540,902 9991462,257 14 T K.14 0ᵒ 4'46.876" LS 109ᵒ 18'38.792" BT 312004,380 9991188,263 15 T K.15 0ᵒ 5'07.000" LS 109ᵒ 19'13.000" BT 313062,217 9990570,164 16 T K.16 0ᵒ 5'17.000" LS 109ᵒ 19'21.000" BT 313309,615 9990263,014 17 T K.17 0ᵒ 5'39.000" LS 109ᵒ 19'19.000" BT 313247,801 9989587,258 18 T K.18 0ᵒ 5'42.278" LS 109ᵒ 20'10.983" BT 314855,259 9989486,658 19 T K.19 0ᵒ 5'42.022" LS 109ᵒ 20'16.805" BT 315035,297 9989494,530 20 T K.20 0ᵒ 5'53.388" LS 109ᵒ 20'34.410" BT 315579,702 9989145,436 21 T K.21 0ᵒ 4'59.241" LS 109ᵒ 21'10.346" BT 316690,869 9990808,639 22 T K.22 0ᵒ 4'10.155" LS 109ᵒ 21'41.467" BT 317653,159 9992316,386 23 T K.23 0ᵒ 3'36.670" LS 109ᵒ 21'57.720" BT 318155,700 9993344,913 24 T K.24 0ᵒ 3'27.557" LS 109ᵒ 22'08.475" BT 318488,276 9993624,821 25 T K.25 0ᵒ 3'46.022" LS 109ᵒ 22'22.414" BT 318919,303 9993057,680 26 T K.26 0ᵒ 3'33.552" LS 109ᵒ 22'37.921" BT 319398,800 9993440,710 27 T K.27 0ᵒ 3'12.000" LS 109ᵒ 23'06.000" BT 320267,050 9994102,706 28 T K.28 0ᵒ 3'01.053" LS 109ᵒ 22'58.058" BT 320021,464 9994438,929 29 T K.29 0ᵒ 2'54.020" LS 109ᵒ 23'07.251" BT 320305,719 9994654,969 30 T K.30 0ᵒ 2'23.464" LS 109ᵒ 22'46.565" BT 319666,058 9995593,486 31 T K.31 0ᵒ 2'20.255" LS 109ᵒ 22'42.728" BT 319547,390 9995692,038 32 T K.32 0ᵒ 2'06.075" LS 109ᵒ 22'29.255" BT 319130,762 9996127,563 33 T K.33 0ᵒ 2'04.104" LS 109ᵒ 22'31.405" BT 319197,244 9996188,125 34 T K.34 0ᵒ 1'59.762" LS 109ᵒ 22'26.792" BT 319054,605 9996321,473 35 T K.35 0ᵒ 1'55.984" LS 109ᵒ 22'30.557" BT 319171,035 9996437,522 36 T K.36 0ᵒ 1'59.019" LS 109ᵒ 22'37.002" BT 319370,325 9996344,313 37 T K.37 0ᵒ 1'57.091" LS 109ᵒ 22'39.283" BT 319440,865 9996403,516 38 T K.38 0ᵒ 1'59.574" LS 109ᵒ 22'41.808" BT 319518,944 9996327,274 39 T K.39 0ᵒ 1'56.608" LS 109ᵒ 22'46.995" BT 319679,340 9996418,356 40 T K.40 0ᵒ 1'30.371" LS 109ᵒ 22'59.347" BT 320061,278 9997224,256 41 T K.41 0ᵒ 1'23.149" LS 109ᵒ 22'33.849" BT 319272,814 9997446,061 42 T K.42 0ᵒ 1'19.056" LS 109ᵒ 22'36.415" BT 319352,167 9997571,767 43 T K.43 0ᵒ 0'39.797" LS 109ᵒ 22'40.768" BT 319486,763 9998777,624 44 T K.44 0ᵒ 0'08.447" LS 109ᵒ 22'32.956" BT 319245,174 9999740,557 45 T K.45 0ᵒ 0'14.333" LU 109ᵒ 22'18.478" BT 318797,475 10000440,237 46 T K.46 0ᵒ 0'34.912" LU 109ᵒ 22'09.709" BT 318526,324 10001072,344 47 T K.47 0ᵒ 0'55.720" LU 109ᵒ 22'13.306" BT 318637,565 10001711,454 48 T K.48 0ᵒ 1'18.513" LU 109ᵒ 22'13.289" BT 318637,057 10002411,564 NO NAMA PILAR KOORDINAT GEOGRAFI KOORDINAT UT M

Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Hukum,

R. Gani Muhamad, SH, MAP

Pembina Utama Muda (IV/c)

NIP. 19690818 199603 1 001

Referensi

Dokumen terkait

Karena secara keseluruhan kreativitas fisika kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol maka dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran langsung berbantuan

Berdasarkan penjelasan beberapa tokoh adat di atas tersebut dapat dipahami bahwa dasar penetapan hukum adat terhadap perbuatan sumang kenunulen yang diterapkan di kecamatan

Sanksi pidana zina yang dirumuskan di da- lam Pasal 284 KUHP itu relatif sangat ringan hanya diancam 9 (sembilan) bulan penjara, akibatnya tujuan pemidanaan tidak tercapai,

Penelitian yang dilakukan M.Haryuning putri dan EndaQJ 7UL :LG\DUWL \DQJ EHUMXGXO ³3HQJDUXK Rasio Profitabilitas Dan Eva Terhadap Harga Saham Pada Sektor Industri Manufaktur Di

Maka dapat dikatakan bahwa saat ini pendidikan Islam di Indonesia memberikan dampak yang cukup signifikan dalam hal gejolak pembaharuan serta perubahan arah

Berkaitan dengan upaya peningkatan kinerja organisasi pendidikan terutama organisasi sekolah, seorang pemimpin yang dalam hal ini adalah kepala sekolah perlu menerapkan

Pengaruh Pemberian Bahan Organik Limbah Cair Kelapa Sawit Terhadap Beberapa Sifat Tanah Oxisol Dan Pertumbuhan Tanaman Kedelai Glycine max (L) Merril).. Fakultas

Standar prosedur operasional P4GN dan psikotropika di sektor transportasi meliputi segala bentuk kegiatan dan/atau perbuatan yang dimulai dari tahap perencanaan,