1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Masjid menjadi tempat ibadah orang muslim, berarti masjid juga adalah salah satu sarana pendidikan, pembinaan serta pengembangan bagi warga yang mempunyai peran penting dalam proses perubahan warga dan sosial, terutama dalam menumbuhkan sikap keberagamaan, yang lebih dikenal dengan pendidikan nonformal. Misal pengajian, musyawarah, kegiatan dan aktivitas positif, pembelajaran bahasa Arab, diskusi, serta banyak lagi.1
Kaum muda memerlukan tempat, lokasi serta kepedulian yang lebih besar dan serius dari lingkungannya pada setiap daerah untuk menerima pengajaran perihal pendidikan Islam dan sosial yang meliputi banyak hal. Pendidikan islam yang diajarkan tersebut diperoleh dari pengurus masjid. Masjid memegang peranan penting untuk menciptakan remaja sebagai pemimpin atau khalifah yang berakhlak mulia, memiliki sikap keberagamaan yang bagus, mandiri serta berkarakter.2
Remaja memiliki emosi, energi, dan semangat yang luar biasa dan berapi- api. Sehingga energi dan semangat mereka dapat digunakan untuk kegiatan- kegiatan positif, tidak menimbulkan perbuatan yang melanggar nilai moral atau kenakalan remaja, serta memanfaatkan waktu luang dengan sebaik-baiknya, serta meminimalkan penggunaan gadget secara berlebihan, diharapkan dapat pengurus masjid lakukan. Adapun contoh kenakalan remaja diantaranya, memakai obat-obatan terlarang, alkohol, pesta pora, kekerasan fisik dan pergaulan bebas yang merugikan lingkungan.
Psikologis remaja yang patut diperhatikan juga ialah peningkatan dampak positif serta negatif dari kelompok atau teman yang berkaitan dengan sikap sosial. Dewasa ini, dampak pergaulan dengan teman sangat besar terhadap
1 Nila Rosana. (2020). Peran Takmir Masjid Dalam Meningkatkan Fungsi Masjid Sebagai Lembaga Pendidikan Islam Di Masjid Al-Hidayatullah Desa Taman Sari Hajimena Lampung Selatan. Skripsi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negri Raden Intan Lampung. Hal 13.
2 Wakhidatul Khasanah, dkk. (2019). Skripsi. Peranan Remaja Masjid Ar-Rahman Dalam Pembentukan Karakter Remaja Yang Religius di Desa Waekasar Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru. IAIN Ambon. Kuttab, Vol.1, No.1. Hal 58.
2
remaja, jika pergaulannya baik, maka baik pula remaja tersebut begitupun sebaliknya, akibatnya terhadap remaja adalah memiliki kepercayaan yang tinggi kepada lingkungan mereka daripada kepercayaan kepada keluarganya sendiri. Dari hal itu, keberadaan organisasi remaja masjid sangat diperlukan agar efek yang muncul ialah efek yang baik pada kehidupan remaja dalam kesehariannya contohnya ialah berbagai pengalaman yang dirasakan oleh remaja ketika bergabung dengan organisasi, akan mengembangkan kepribadian yang baik, sikap bertanggung jawab, inovatif dan menghasilkan sesuatu yang positif bagi dirinya sendiri, kemudian dengan mendekatkan dirinya terhadap agama akan melindungi remaja dari pergaulan dan lingkungan yang negatif atau kurang baik.3
Harapan masyarakat kepada remaja masjid sebagai sarana dan tempat lahirnya pemuda Islami sudah seharusnya bisa dilakukan oleh mereka, karena pada setiap kegiatan agama dan sosial sudah dikemas dengan baik, sehingga para remaja umum memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap nilai-nilai Islami dan sosial yang terkandung dalam setiap kegiatan yang diadakan.
Mempersiapkan masjid untuk sentra pendidikan dan pusat kegiatan para remaja adalah cara dan upaya yang bagus dalam mengajak dan memberi tahu para remaja di sekitar bahwa masjid adalah tempat berkumpul dan interaksi bersama teman yang Islami.
Pengurus masjid ialah salah satu organisasi dalam masjid yang bisa menentukan keberadaan dakwah di masyarakat, khususnya kalangan remaja sekitar. Kiprah peran penting dari pengurus masjid bagi remaja diantaranya ialah mengajarkan, membina, mengembangkan sikap dan menumbuhkan nilai serta perilaku Islami remaja sehingga dapat diwujudkan dalam kehidupan konkret di masyarakat dalam sehari-hari.
Kegiatan positif yang dirancang pengurus masjid sudah sepatutnya harus dijalankan oleh remaja masjid supaya sikap remaja dapat berkembang, pada dasarnya kegiatan positif tersebut banyak digemari dan diminati oleh para remaja karena metode dan pembawaannya pengurus masjid sangat seru dan
3 Zakiah Darajat. Pendidikan Agama dan Pembinaan Mental, Bandung: Bulan Bintang, 1973.
3
kreatif sehingga motivasi dan minat remaja sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Usia remaja memasuki fase dimana mereka mengeluarkan potensi terbaik mereka dalam pengetahuan, fisik yang kuat dan rasa ingin tahu yang meningkat, maka dengan menjalani berbagai kegiatan positif yang dirancang oleh pengurus masjid, diharapkan menjadi sarana untuk mengembangkan dan memaksimalkan kemampuan serta potensi yang ada di dalam diri mereka.
Adapun aktivitas yang dilaksanakan remaja masjid dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang megandalkan fisik serta pengetahuan, contohnya misal kegiatan menggambar, melukis, fotografi, olahraga, kerja bakti dan lain-lain.4
Fenomena yang ada di desa Kedawung kulon, terdapat masjid yang bernama Masjid Al-Ikhlas. Terletak di Jalan Kedawung kulon gang 16 dan dikelilingi oleh banyak rumah warga. Masjid ini memiliki kepengurusan yang diketuai oleh H. Sukarlan serta struktur yang telah dibentuk, Pengurus masjid ini adalah yang bertugas untuk meningkatkan peran dan fungsi masjid sebagai tempat ibadah, salah satu sarana pendidikan serta pembinaan umat dan masyarakat Islam dengan berbagai aktivitas dan kegiatan positif keagamaan serta sosial yang telah dilaksanakan secara rutin, kegiatan positif ini difokuskan kepada kalangan remaja dan dewasa awal.
Akan tetapi, dari observasi pendahuluan peneliti terhadap keadaan nyata dari para remaja di desa Kedawung Kulon memiliki akhlak yang kurang baik (Mazmumah), misalnya tidak menghormati dan menyayangi orang tua, sering berkata kasar dan bohong, bahkan ada yang memakai narkoba dan minum- minuman keras di kalangan remaja, terdapat banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, seperti penggunaan teknologi dan komunikasi (gadget) secara terus-menerus membuat para remaja kecanduan media sosial. Kedua, sebagian remaja merasa bosan dan kurang tertarik untuk mengikuti pembelajaran pendidikan Islam yang dilakukan di masjid seperti, kegiatan kajian rutin, mengaji, baca tulis Qur’an, serta kegiatan keagamaan dan sosial yang lain.
4 Nabed Nuwairah. (2015). Peran Keluarga dan Organisasi Remaja Masjid dalam Dakwah Terhadap Remaja. Al-Hiwar: Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah, vol 3 no 6. Hal 9
4
Ketiga, para orang tua kurang mendorong dan cenderung kurang memperdulikan anak mereka untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang di adakan di masjid, para orang tua kurang menyadari pentingnya pendidikan akhlak pada anak mereka terlebih lagi memasuki usia remaja. Keempat, program dan kegiatan yang diadakan pengurus masjid kurang bervariasi.
Dengan melihat fenomena di lapangan tentang akhlak tercela (Mazmumah) dari para remaja khususnya remaja di sekitar masjid Al-Ikhlas Grati, Pasuruan, merupakan permasalahan yang harus ditangani dengan serius, gambaran berbagai persoalan yang terjadi pada remaja yaitu menyangkut peyimpangan akhlak, kurangnya nilai-nilai pendidikan islam, minim rasa hormat dan sopan akibat pengaruh media massa dan media sosial yang sedang berkembang pesat pada saat ini seperti acara-acara televisi yang kurang mendidik, media sosial berkonten negatif, kekerasan, menghina, berkata kasar dan jorok, dan lain sebagainya.
Dari permasalahan tersebut, penulis ingin meneliti dan mengangkat judul skripsi tentang “Peran Pengurus Masjid Dalam Mengembangkan Akhlak Remaja di Masjid Al-Ikhlas, Desa Kedawung Kulon, Pasuruan.”
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana peran pengurus Masjid dalam mengembangkan akhlak remaja di Masjid Al-Ikhlas, desa Kedawung Kulon, Pasuruan?
2. Apakah langkah-langkah yang dilakukan pengurus Masjid dalam mengembangkan akhlak remaja di Masjid Al-Ikhlas, desa Kedawung Kulon, Pasuruan?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mendeskripsikan peran pengurus Masjid dalam mengembangkan akhlak remaja di Masjid Al-Ikhlas, desa Kedawung Kulon, Pasuruan.
2. Untuk mendeskripsikan langkah-langkah yang dilakukan pengurus Masjid dalam mengembangkan akhlak remaja di Masjid Al-Ikhlas, desa Kedawung Kulon, Pasuruan.
5 D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis, yaitu untuk dijadikan rujukan dalam mengembangkan akhlak remaja, serta sebagai bukti peran penting pengurus Masjid dalam menumbuhkan akhlak terpuji remaja.
2. Manfaat praktis, yaitu untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan akhlak remaja masjid.
E. Batasan Istilah
Untuk menghindari kesalahpahaman dalam pemberian pengertian, pembahasan sesuai dengan yang peneliti kehendaki. Beberapa istilah tersebut adalah sebagai berikut:
a. Remaja ialah perpindahan usia dari anak ke tahap selanjutnya yang secara psikologis bisa ditandai dengan adanya beberapa perubahan yang cepat pada pengetahuan, perasaan, fisik dan tingkah laku yang menjadi penyebab permasalahan atau kenakalan di satu sisi dan perkembangan kepribadian yang positif, baik, mulia di sisi satunya.5 Dapat kita simpulkan bahwa remaja bisa saja menimbulkan suatu permasalahan diantara remaja lainnya dan remaja juga bisa berkembang menjadi pribadi yang positif yang dapat mempengaruhi hal-hal positif ke remaja lainnya.
b. Remaja Masjid bisa diartikan sekumpulan remaja yang dibentuk oleh pengurus masjid untuk meramaikan atau berkumpul di masjid dengan cara mengisi waktu mereka dengan berbagai kegiatan keagamaan, diantaranya adalah pengajian rutin, seminar, mengaji dan berbagai kegiatan positif lainnya yang dilakukan di masjid dengan adanya bimbingan dari seseorang atau pengurus masjid. Adapun tujuan lainnya remaja masjid ialah mengajak remaja lain untuk mengikutinya ke dalam kegiatan-kegiatan yang positif.6 c. Akhlak merupakan perilaku yang tampak (terlihat) dengan jelas, baik dalam
kata-kata maupun perbuatan yang memotivasi oleh dorongan karena Allah.
5 Rini Rahman, Dinovia Fannil KherYati Aisya Rani. Pendidikan Islam Bagi Remaja (Upaya Penguatan Karakter Dengan Pendekatan Agama) Vol. 01, No. 02. (Padang: Islam Transformatif:
Journal of Islamic Studies, 2017), hal 95.
6 Wakhidatul Khasanah dkk. Peranan Remaja Masjid Ar-Rahman Dalam Pembentukan Karakter Remaja Yang Religius Di Desa Waekasar Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru. Kuttab, Vol.1, No.1, Januari 2019. hal 58-60
6
Namun demikian, banyak pula aspek yang berkaitan dengan sikap batin ataupun pikiran, seperti akhlak diniyah yang berkaitan dengan berbagai aspek, yaitu pola perilaku kepada Allah, sesama manusia, dan pola perilaku kepada alam.
d. Akhlak islam dapat dikatakan sebagai aklak yang islami adalah akhlak yang bersumber pada ajaran Allah dan Rasulullah. Akhlak islami ini merupakan amal perbuatan yang sifatnya terbuka sehingga dapat menjadi indikator seseorang apakah seorang muslim yang baik atau buruk. Akhlak ini merupakan buah dari akidah dan syariah yang benar. Secara mendasar, akhlak ini erat kaitannya dengan kejadian manusia yaitu khaliq (pencipta) dan makhluq (yang diciptakan). Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia yaitu untuk memperbaiki hubungan makhluq (manusia) dengan khaliq (Allah Ta’ala) dan hubungan baik antara makhluq dengan makhluq.