• Tidak ada hasil yang ditemukan

c-{- P- ffip-f.:ft ti i ffi&y,e, i. '.i r ., : l'' - ' ri$*,-.,_-.: :- _.-...:.::...ix:"-'**:"t:;'-:.:*w8qii{4- .-//' : -.., r.. ".: f-di;*i ;t.!

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "c-{- P- ffip-f.:ft ti i ffi&y,e, i. '.i r ., : l'' - ' ri$*,-.,_-.: :- _.-...:.::...ix:"-'**:"t:;'-:.:*w8qii{4- .-//' : -.., r.. ".: f-di;*i ;t.!"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KCINJ$qllR uK$u UAII,]AN RAYA

SUKI

PHffiENfrEF$ffi&ru

FeH,/-}tr

c-{-

P- ffiP-F.:Ft ti

1[

i

ffi&Y,e,

. '.i i..:;r

., : l'' -

' ri$* r- ,- -., .s : *..,_-.:

' :-

_.-....:.::...ix:"-'**:"t:;'-:.:*W8qii{4- *iroi

.-//' :

-. .,

r..

".:

,/,

L,l,

,' #f, f-di;*I ;t.! , , . i

^ffitd;S,:- u;.-ffi,

p$fimlBfistrfl fr{}ryix ffi&,t{*}ulf{{d

(2)

ECTI{$

2

PERfi NCf, l{Gf, N PERKERf,Sf, il ,61fiil Rf,Yf,

IR. |{A&\IRFIAN SAODANG

MSCTT

PENDRBII NOVA

Kotak Poc l4rBA BANDIING

(3)

Saodang, Hamirhan

tr(onstruksi Jalan

Cetakon l.

---

3

iil.

16

x

23

cm.

Eaya / oleh Hcmirhan Soodong Bcndung

:

Nova, 2oo5.

Buku:

1.

GE0METRTKJATAN.

2.

PERANCANGAN PERKERASAN

JAilIN MYA.

3.

STRUKTUR & KoNSTRUKSI JAIIIN RAYA.

Bibliografi zhlm.24t

ISBN ISBN ISBN ISBN

979

-

95847

-2-8

979-95847-3-6

979

-

95847

- 4-

4

979-95847

-5-2 1.

Jalan

Raya l.

no.iil. lengkcrp)

KONSTRUKSI JAI-AN RAYA

625.7

iil.

r

i11.2

iil.3

Hak

cipta dilindungi

Undang

-

undang.

Dilarang

memperbanyak karya

tulis ini

sebagian dalam bentuk dan dengan car^

^p^pun, termasuk tanpa

ijin

tertulis dari penerbit.

atau

seluruhnya, stensil, fotokopi,

(rt(gt<rt<a(8(4tcqt@t<*r$@t(6<rt(8<gt<qt<$(rt(rt(6<a(fi<4t<8<qt(8<8<qt@tca<8cs(8(8

dideniftaaifran untuft

keduo o,r0r4g

tuo ,

don

beLuatgabu ,

r,itodL,l;l*, aW,l,;-

<qtgt(gtcqtgtcgt<a(qt@tc$<rt(g(g<rt<B(8<8<8(8<A<4t(8<rt<8(fi

(4)

KATA PtrDSGAB$TAR

Posisi Perkerasan Jalan didalam Konstruksi Jalan Raya sangat sentral mengingat perkerasan adalah esensi didalam

struktur

jalan- Jalan

Raya selalu menuntut keberadaan perkerasan yang

kuat,tahan lama,nyaman,murah tepat sasaran dan banyak hal lagi.

Ini

semua merupakan

indikator dari

keingin^n

^gar

jalan

raya berfungsi sebagaiman,

-..tirryr.

Untuk

mendapatkan fungsi yang baik tentunya memedukan dua hal yaitu pef.anc

ngan yang

sempufna

dan

keberhasilan pelaksanaan

agar

sesuai dengan

r^nc

flgan.

Buku 2 :

Perancangan Perkerasan Jalan Raya

ini

membahas perancangan perkerasan

jalan raya baik

perkerasan

lentur

maupun perkerasan

kaku. Dengan

mengedepankan

prinsip-prinsip dari

kedua perkerasan,konsep dasar

dan metodologi

perancangan.

Dibagian

akhir diselipkan pera,ncang

n

perkerasan

lenrur yang bersifat aplikatip

untuk mencoba menjelaskan sejauh mana perkembangan sistem perkeiasan di Indonesia.

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya pada

Buku

1: Geometrik Jalan,ttga

buku

yang pen),usun terbitkan,tidak terkait langsung saru sama lain,sehingga siapapun yanghanya berniat untuk memiliki salah satu saja

dai

ketiga buku tidak akan kehilangan konteks permasal ahan.p ada kenyataannya memang dalam kurikulum nasional Geometrik Jalan dzn perkerasan Jalan

telpisah

sendiri-sendiri,walaupun

ada

koneksitas permasalahan.Sehingga pen)^rsun mengikuti pola pemisahan tersebut,dan bahkan dilengkapi dengan renc

n Buku 3:

Struktur dan Konstruksi Jalan yang merupakan bahasan teknik-teknik pelaksanaan konstruksi jalan.

Buku 1

Geometrik Jalan diterbiikan

Juni

2004

dan Buku 2

:

Perancangan PerkerasanJalan Raya

ini

direncanakan awal tahun 2005 paling lambat kuartal peftaLm^ sudah bisa diterbitkan juga.

Sengaja

penulis mengambil kosa kata

pefancangan bukan perencanaan karena pengertian perancangan bermakna lebih luas dari pada perencanaan. Materi perkerasan

jilan

ttda.k hanya merencanakan perkerasan saja,berapa tebal perke r^san,apa j enis perkerasan,materi

al

apa pembentuk

(5)

I(aa

lPengwtar

1rc'rlicmstn dan lain-lain,tapi fuga mempunyai pengertian bagaimana dasar pemikiran konsep dalam penentuari suatu kebutuhan perkerasan. Bagaimana pula design prlcess samp4i terpilihnya suatu bentuk perkerasan. Interaksi apa dan dimana kedudukar[ perker4san jalan terhadap suatu sistem manajemen ialan datr dimana pula fosisinya dalam pengembangan sara;n dan prasarana transportasi. \X/alaupun

penulis tidak

membahas

itu

semua,tapi penulis beranggapan bahwa

istilah

perancangan

lebih tepat

digunakan didalam pengertian

dan

kedudukan perkerasan jalan yang merupakan salah satu elemen transportasi,berfungsi

untuk

mengakomodir seluruh perencanaan- perencan

an lain untuk membentuk suatu sistem

transPoftasi secara keseluruhan.

Akhirul kata penulis sangat

mengharapkan

bilamana

ada masukan-masukan

untuk

perbaikan

penfrsunan

yang

lebih

lengkap dari buku peranc

ng

rr perkerasan ialanrayairu.

Wassalam.

Bandung, akhir tahun 2004.

PENUL[S.

DAFTARl

HALAMANJUDUL

KATA PENGANTAR

1

iii

2

-)

DAF'TAR ISI

BAB

1

BAB

2

BAB

3

PENDAI{ULUAN

1.1.

Lingkup Bahasan

1.2.

Istilah dan Pengerttannya.

KRITERIA PERANCANGAN PERKERASAN JALAN

2.1.

Kriteria Dasar

Perancangan... ..

17

2.2.

Pendekatan Metoda

Perancangan...

22

2.3.

I(onsep Perancangan

PerkerasanJalan

24

2.4.

Kriteria Perancangan

PerkerasanJalan...

25

2.5.

Paramater Perancangan

PerkerasanJalan

25

ELEMEN STRUIffUR PERKERASAN JALAN

3.1. KelompokStrukturJalanLentur

Kelompok Struktur Jalan Kaku...

Elemen Struktur Perkerasan Interblock

METODA PERANCANGAN PERKERASAN JAI-AN

4.1,.

Pengertian Umum Perwufudan Perkerasan.

3.2.

J.-).

JJ 57 /-t

77 78

BAB

4

4.2.

MekanismeKerusakan

(6)

4.3.

4.4.

5.6.

5.7.

BAB

6

6.1.

6.2.

6.3.

DAFTAR PUSTAKA.

Doftar lsi

Penilaian

Penr,,uiudan

79

Metoda

Perancangan...

81

BAB 5 RANCANGAN BAHAN PERKERASAN JAI-AN

5.1.

Bahan Tanah 152

5.2. Pasir...

154

5.3.

Bahan

Agregat...

154

5.4.

Bahan

Aspal

158

5.5.

Campuran

Bitumen....

162 Pemeriksaan Bahan Perkerasan Jalan Lentur

Pemeriksaan Bahan Campuran Aspa1...

5.8.

Job

Mix

Design @esain Campuran)

5.9.

Metoda Rancangan Campuran dari Asphalt

Institute...

199

5.10.

Metoda Perancangan Campuran

Aspal...

204

SISTEM PERANCANGAN PERKERASAN JALAN

164 168 170

224 229 230

243 245 246

251.

263 Proses P erancangan...

T ahapan Pro ses P er ancangan ...

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

A

Lampiran B Lampiran C

?eno$flwuqn

6V)

erkerasan]alan adalahbagian dari jalur lalu lintas,yang bila kita

lyf

perhatikan secara strukturil pada penampang

melintingialan,

<

merupakan penampang strukrur dalam kedudukan yang paling sentral dalam suatu badan

jalan.

Lalu lintas langsung terkonsentrasi pada bagian ini,dan boleh dikatakan merupakan

urat

nadi

dari

suatu konstruksi jalan. Perkerasan jalan dalam kondisi baik maka arus lalu lintas akan berjalan dengan lancar, demikian sebaliknya kalau perkerasan ialan rusak,lalu lintas akan sangat terganggu.

Apapun jenis

perkerasan

lalu

lintas,dia

harus dapat

memfasilitasi sejumlah pergerakan

lalu

lintas,apakah berupa jasa angkutan manusia,arau jasa angkutanbanng berupa seluruh komoditas yang diiiinkan untuk berlalu lalang disitu. Dengan beragam jenis kendaraan dengan angkutan banngnya,

akan

memberikan

variasi beban

sedang

sampai

berat,jenis kendaraan penumpang akan memberikan pula sejumlah variasi beban ringan sampai sedang.

Ini harus dapat didukung oleh

perkerasan jalan.Daya dukung

perkerasan ialan ini,akan menentukan kelas jalzn yani

bersangkutan,misalnya

jalan kelas I akan

menerima

beban yang

lebih besar,dari jalan kelas Il,sehingga sudah

banngtentu

mutu bahan

p.rt.rur".,

jalan,akan disyaratkan berbeda sesuai dengan kualifi kasi pembebanannya.

)aringan

jalan

di

Indonesia,tersebar meluas keseluruh pelosok yang

dapat

dijangkau transportasi

darat.

Mengingat luasnya cakupan wiiayrh

transportasi, dan dengan belum

seimbangnya

kemampuan

sumber

dana,masih banyak daerah yaflg belum dapat dijangkau

oleh transportasi,sehingga mungkin dibanyak tempat masih belum seimbangnya pras^r^na jalan,dengan kebutuhan yang ada. Barangkah bznyak desa-desa di

(7)

2 Xon6cfiuKa) 74J,4ll B^KA 2 : PER,4No,+NqAN PERKER.4SANJAL-qN

Irrcloncsia yang masih

bertumpu

hanya pada

jalan

setapak,sebagai satu- satunya

pr^szrzn

penghubung dengan desa lainnya. Sehingga sudah barung

tcntu

perkerasan jalan-nya belum terbentuk,masih berupa ialan-jalan tanah alamiah.

Namun

demikian

dari

tinjauan

historis

ialzn,

jilan-ialan

seperti

inilah yang

akan meniadi cikal-bakal perkerasan ialan dimasa yang akan datang.

Untuk tfi)

^gar dipahami bahwa:

* )alan

harus direncanakan sehingga sesuai dengan kebutuhan lalu lintas yang akan dilayani pada ruas tersebut.

tr

Jalan

harus

direncznakan dengan standar

teknik yang

masuk akal,yang ditetapkan oleh irrstansi yang berwenang.

*

Jalan harus dibangun dalam keterikatan waktu,tenaga dar, dana yang bias an y a terbatzs.

*

Perhatian

harus diberikan pada

pengaruh

dampak

lingkungan daenh sekitarnya.

*

Jalan harus dibangun dengan tetap meniaga keseimbangan wilayah.

*

Jalan agar dibangun dengan tuiuan yang tertentu,belpotensi untuk pengembangan wtlayah,pengembang

n ekonomi

ataupun untuk tuiuan lainnya yang memang sangat diperlukan.

Dengan

maksud-maksud

diatas,mungkin saia dengan

tambahan

lain,para perencana

^t^r7 pelaksana

Lta:u

badan y^flg terkait

harus mengikutinya sebagai suatu komitmen kerja.

1.I. LINGKUP BAHASAN.

Cakupan

dari buku I(onstruksi Jalan - Buku 2

:

I)crkerasan Jalan ini,adalah :

0 Metoda

lJmum

Perancangan

0

I(riteria

Perancangan Jalan,

meliputi Konsep

f)asar [)asar Teoritis

0

h ualifikasi Perkerasan Jzlan

0

I rlt'men Struktur Perkerasan Jalan 0 l\lt'torla Rancangan Perkerasan Lentur

l i\lct,tlt

Rancangan Perketasan I(aku (i ll,rlr;rrr l)crkerasan dan Pengujiannya

I'

r,r,,I( nr I)t'rrrncangan PerkerasanJalan

l',r,l.r

l,,rlr:rs;rn

y^ng memedukan tambahan

penjelasan,biamana dl*tr41e ;, 1,, r I r r.,r l. :r r r r I i bcrikan contoh perhitungan.

Petancangan

Perancangan

Pendahuluan

7.2. ISTII.AH DAN PENGERTIANI{YA.

1.2.I. BE,BAN

LALU LINTAS.

(1). Sunai lalulintas (trafftc counting)

Untuk

mendapatkan pral<traan lalulintas yang representarif,dalam rangka menghitung ahranlaht lintas,selamaiangka desain

,.n

^n^ 5,10 atau 20 tahun yang dipedukan untuk desain struktur perkerasan,dilakukan survai lalulintas untuk menentukan :

,)

Lalulintas Harian Rata-Rata tahunan

(LHR)

pada

setiap

ruas

jalan.

ii). Identifikasi jenis dan berat

sec

t^ umum dari

setiap kategori kendaraan.

iii).

Distribusi model lalu lintas pada setiap ruas jalan.

iv).

Perkiraan kecepatan operasi normal pada setiap ruas jalan.

'Perhitungan lalu lintas dilakukan dengan cara

mencacah/menghitung kendaraan

yang lewat pada pos-pos

pencaratan

lalu lintas yang

telah ditentukan. Pencacahan/perhitungan dilakukan

pada formulir lalu

lintas diisikan sesuai dengan klassifikasi kendaraan.

\waktu

pelaksanaan survai

lalu lintas

tergantung keteritian yang diinginkan dan target peranc

ng n.

Umumnya dibagi

rn".rjrdi 3

kelompof, yaitu:

1..

Kategori A.

2.

Kategori B dan

3.

Kategori C

Survai lalu lintas kategori

A

dilakukan sebagai berikut:

selama

72

jamdengan 3x4 periode

-

periode

1:

jam

-

periode

2:

jam

- periode3:jam

-

periode

4:jam

24.00

-

06.00

06.00

-

12.00

12.00

-

18.00

18.00

-

24.00

Survai sebagai

lalu lintas kategori

B

dilakukan selama

36

iamdengan 2x3 periode berikut

-

periode 7 : jam 06.00

-

12.00

-

periode

2:

jam

12.00-

18.00

-

periode 3 : jam 18.00

-

24.00

(8)

4,1orl6c41lt<6J7,rJ,4rl

Bt Kq

2:

PER^NoANqANPER'KERASANJAI-AN

Survai lalu lintas kategori

C

dilakukan selama

24

iamdengan 2x2 periode sebagai berikut

-

periode 7 : jam 06.00

-

12.00

-

periode 2 : iam 12.00

-

18.00

CATATAN: Untuk

ialan-ialan strategis dapat saia dilaksanakan waktu pelaksanaan 7x24 iarn dengan katcgori A.

.Pencacahan

jumlah

kendaraan

untuk

setiap arah

lalu

lintas,harus dibuat terpisah,kecuali untuk lalu lintas dengan hznya satu arah. Pencacahan selalu

memasukkan han-harr padat,bahkan pada pos

persimpangan padat,dilaksanakan

pada jam-jam

sibui< pagi,siang

dan sore

bersamaan dengan pencacahan lalu lintas pada pos yang berada diruas ialan.

Jam-jam sibuk tersebut adalah :

i.

iam sibuk pagi

^ntar

fam 07.00

-

09.00.

ii.

iam sibuk siang antara iam 1'2.00

-

14.00.

iii. j^^

sibuk sore

^ntar^ iam 14.00

-

16.00.

.Kelas rertcain lalu lintas,kelas kendaraan dan tingkat pertumbuhan,maupun beban gandar merupakan pz:i: metef desain lalu lintas yang harus didapatkan atau diasumsikan berdasarkan data realistis dilapangan sesuai survai ini.

'

Lokasi Pos Lalu-lintas.

Lokasi pos-pos survai ditentukan terutama pada :

a.

Jalan-jalan masuk danialan-ialan keluar kota.

b. Titik

simpul pada jalur-ialur ialan arten dan kolektor.

c.

Tempat-tempat yang dianggap penting dalam kota'

d.

Simpang yangpadat arus lalu lintas.

.Identifikasi dan pencacahanlalu lintas dalam dua kelompok,yaitu kelompok

bukan

kendaraan

bermotor,dan kelompok

kendaraan

bermotor

yang dipecah lagi meniadi kelompok fenis kendaraan sbb.:

-

Sepeda motor,scooter dan sepeda kumbang.

-

Kendaraan bermotor rcda 3 (seperti bemo,helicak dll.)

- Mobil

penumpang (seperti sedan,station-wagon,ieeP,combi, opelet,

pickup

dan suburban).Yang termasuk kelompok

ini

adalah semua kendaraan

bermotor

roda-4

untuk

zngkutan penumpang dengan

maksimum 10 orang

termasuk pengemudi.

Pickup yang

dibuat

untuk mengangkut penumpang termasuk golongan ini iog,

(misalnya pickup opelet,colt-diesel dll.)

Pendahuluan 5

. -

Mikrobis. Yang termasuk golongan

ini

adalah semua kendaraan yang

digunakan untuk angkutan

penumpang,dengan

jumlah t.*p"i

duduk yangadauntuk 20 orungatau lebih termasuk pengemudi.

- Bis. Yang

rermasuk golongan

ini

adalah semua kendaraan yang digunakan unruk angkutan penumpang dengan jumlah 40

otangatai

lebih termasuk pengemudi.

-

Pickup dan

Mobil

Angkutan. Yang termasuk kelompok

ini

adalah

semua kendaraan

bermotor rodz-4

ftec,pali truck),yang dipakai untuk angkutan

barung. I

-

Mikrotruck. Yang termasuk

kelompok ith

adalah semua kendaraan bermotor rcda-4 ftecuali truck),yang dipakai untuk angkutan barang dengan tonase 2,5 ton,termasuk mobil tangki.

-

Truck dengan

2

as,termasuk mobil tangki.

-

Truck dengan 3 as artau lebih,termasuk mobil tangki.

-

Mobil gandengan dan semi trailer.

-

Sepeda yang ditarik manusia (termasuk becak) dan hewan.

-rKendaraan yang ditarik hewan seperti pedati,sado,delmin dll.

Sedangkan kendaraan

lain

misalnya:mesin gilas,kendaraan militer (seperti tank) tidak dihitung.

Q). Beban Sumba Standar ( Equiualent Standard Axle ).

Beban perkerasan ialan diasumsikan hanya akibat beban hidup yaitu beban lalulintas sajl-,sedangkan beban mati,relatif kecil dan diabaikan. Beban rencana lalulintas,merupakan sejumlah repetisi beban sumbu standar.

Beban sumbu standar dalam perancangan perkerasan adalah berupa beban sambuf as tungal, mda ganda seberat

l8

kips atau 18.000 lbs atau s,l d ton.

Angka Ekivalen (AE)

atau Equivalent

Axle Load (EAt )

suatu beban

sumbu standar,adalah jumlah lintasan kendaraan as tunggal sebesar 1g kips yang mempunyai derajat kerusakan

@F =

damage fzctor),yang sama bila jenis as tersebut lewat satu kali. Dapat diartikan pula bila suaru as kendaraan lewat satu kali

=

as 18 kips lewat

AE

kali.

Beban sumbu standar mempunyai

DF =

1.

Angka Ekivalen (AE)

masing-masing

golongan beban sumbu tirp

kendaraan, ditentukan dengan rumus berikut ini:

-i).

AE.u*burunssr

=

( bebansatusumbutunggaldalamkg\a

[ 8160 ]

(9)

-ii).

AE.u-burandem = o,oao (bebansatu

sumulrllnssal aahm*s)*

-iii).

AE .u-r,, r.i,r,- = 0,053 (beban

san sumlllrlltssat

datam

ks)o

Dari

rumus -diatas dapat

dilihat

bahwa pengguflaan

as

tandem atau

tridem

sangat menguntungkan karena

AE

atau

DF

masing-masing hanya 8,6oh dan 5,3o/o.

6 t1dyl664w$a7424r1 ByIK;L 2 : PERANCAN4ANPERKER^SANJALAN

Beban Gandar 18000 Lbs. = 18 KIP = 8,16 Ton

Gbr 1.1.

Beban Sumbu/Gand^t

(3). Konfgarasi Sambu dan Pembebanan.

Kendaraan sec

r^ nyata

dllapaingzn mempunyai

beban total

yang berbeda,tergantung

pada berat sendiri

kendaraan

dan muatan

y^ng diangkutnya. Beban

ini

terdistribusi

ke

perkerasan

ialan

melalui sumbu kendaraan,selaniutnya roda kenda rzan

bart

ke perkeras an ialan. Makin berat muatan akan memedukan jumlah sumbu kendaraan yang makin banyak,agar

muaran sumbu tidak melampaui muatan sumbu y^ng

disyaratkan.

Pembebanan setiap sumbu ditentukan oleh muatan dan konfigurasi sumbu kendaraan.

Ada beberapa konfigurasi sumbu kendaraan,yaitu:

-Sumbu Tunggal Roda Tunggal -Sumbu Tunggal Roda Ganda -Sumbu Tandem Roda Ganda -Sumbu Tridem Roda Ganda.

(4). Muatan Sarnba Terberat (MST ).

Masing-masing kelas jalan dtbatasi

untuk

menefima muztan sumbu rcrberar agar ialan tidak cepat rusak akibat beban berlebih.

Ada 5 (

lima ) katcgori MST, yaitu :

1. STRT 2. STRG 3. STdRG 4. STrRG

Pendahuluan 7

.MST= 10ton .MST= 8ton oMST=

5

ton danoMST= 3,5ton

dalam hal ini,

MSTr,-b**ngg"r

=

8116 ton

MST.,^b,,".a"_

= 15

ton MSTr,_t, ua

r = 20

ton

dengan konfigurasi MST,sebag aimana terlihat pada Gbr.1 .2.

7.2.2.

FjLEMEN PENAMPANG JALAN.

\

0).

Jalur l-^alu Lintas, adalah bagsan jalan yang digunakan untuk lalulintas kendaraan (carriage way,traffrc lane), secara fisik berupa perkerasan jalan.

@. r-{ur

adalah bagian

jalur lalu

lintas yang memanjang,dibatasi oleh markalajur jalan,memiliki lebar yang cukup untuk dilewati suatu kendaraan bermotor sesuai kendaraan rencana.

(3),

Babu Jalan,adalah bagian jalan yang berdampingan

ditepi ialur

lalu lintas, dan harus diperkeras,berfungsi

unruk lajur lalu

lintas darurat,ruang bebas samping dan penyangga perkerasan terhadap beban ralu rintas.

(4).

Median,adalah baglan ialan yang secara

fisik

memisahkan dua jalur

lalu

lintaq .yang bedawanan arah,grna memungkinkan kendaraan bergerak cepat

dan

aman. Fungsi median adalah:memisahkan dua aliran lalu lintas yang berlaw anzn,rv^ng lapak tunggu penyeberang j alan,penempatan fasilitas jalan,tempat pras^rana pekerjaan sementara,penghijauan, pimberhentian

darrrat,

cadangan laj.,r. dan mengurangi silau dari

lampu

kendaraan pada malam

hiri

dari anhberla'wanan.

(5)."

ltrengf

talad,adalah bagian tepi perkerasan yang

diberi kemiringan,untuk menyalurkan air ke saluran tepi. Dapat juga berarti lereng kiri-kanan jalan dari suatu perbukitan,yang

dipotong ,rrt.rt

pembentukan badan jalan.

(6)-

separator,adalah baglan ialan yang ditinggikan pada ruang pemisah jalur, biasa ditempatkan dibagian luar dibatasi oleh kerb,

untuk

mincegah kendaraan keluar dari jalur.

O Pulaa

l-,alu

Linta:(trffic

island),adalah

bagian dari

persimpangan jalan,yang ditinggikan dengan

kerb yang berfungsi untuk

mengrrahkr., lalulintas,juga sebagai fasilitas pejalan kaki pada saat menunggu kesempatan menyeberang.

(8). Kanal

Jalan(Cbannel),adalah

merupakan bagian

persimpangan sebidang, yang khusus disediakan

untuk

membeloknya kendaraan,&tandai oleh marka jalan,atan dipisahkan oleh pulau lalu lintas.

(10)

8 tlorl6aqwrl&J7'4J,Au

B^Kq

2:

PERANo^NqANPELI4ERASANJAI-AN

(9). Jalar

tambahan(auxilliary

lane),adalah merupakan lalur

yang

disediakan untuk belok kiri/kanan atau perlambatanf percePatan kendataan.

(10).

Jalur tepian (marginal strip),adalah bagian dari median atau sePafator luar,disisi bagian yang ditinggikan,yang sebidang dengan

ialur lalu

lintas, diperkeras dengan bahan yang sama dengan ialur lalu Iintas,dan disediakan untuk mengamankan ruang bebas samping dari ialur lalu lintas'

(11).

Jatar:epeda (bicycle way),adalah ialur khusus pengendara sepeda dan becak,biasa

ditangrrn

seyzjx dengan ialur lalu lintas,namun dipisahkan dari

ialur lalu

lintas

oleh struktur fisik

seperti

kerb

atau gaardrail. Fasilitas

ini

sangat iarang ditemui

di

Indonesia,paling-paling hanya berupa

jalur

lanbal yang dapat merangkap sebagai ialat frontage..

(12).

Jalur parkir\ptarking

lane/stopping

lane),adalah

ialur

khusus yang

disediakan untuk parkir atau berhenti,yang merupakan bagian dari ialur lalu lintas.

(13).

Jalur tanaman (planted strip),adalah bag1an dan ialan yang disediakan untuk penanaman pohon,yang ditempatkan menefus sepaniang

ttotox,ialan

sepeda atau bahu ialan.

(14).

Jalar

lalu

lintas lambat,tdalah

ialur

yang ditentukan khusus untuk kendaraan lambat.

(15). Jalar

putaraz(turning lane),adalah

ialur khusus

kendaraan y^flg

disediakan pada persimpangan

untuk

perlambatan,perpindahan

ialur

dan

untuk menunggu pada saat kendaraan berputar.

(16).

Jalur percrpatan/perlanbatan (acceleration/deceleration

lane)

,adalah

ialur

yang diiediakan

untuk

percepatan /perlambztan kendaraan pada saat akan masuk

fkelux

jalur lalu lintas menerus.

(17).

Penisab

luar (outer

separation),adalah ruang yang diadakan untuk memisahkan

jalur samping dari ialur lalu lintas

menerus,atau untuk memisahkan ialur lalu lintas lambat dari jalur lain.

(18).

Pengaturan jalan masuk (access control),adalah suatu kaidah mengenai

ialan

masuk,yang ditefapkan

melalui

suatu

atufan dan hak

falan masuk

umum, dari dan ke tempat-temPat yang ber'ada disepaniang ialan'

(19). Ro*g

bebas jalan (clearance

of

road),adalah ruang pengandaian yang

dibirt

pada permukaan

ialm

yang hanya disediakan

untuk

kendaraan atau pejalan

kakidimana dalam

batas

ruang

tefsebut

tidak diiiinkan

adanya

itruktor lain

seperti bangunan,fasilitas

dan utilitas

lainnya

bukan

untuk ialan,pohon

atau

benda

tidak

bergerak lainnya;selain

struktur ialan

dan utilitas falan(dimensi ruang bebas dapat dilihat pada Gbr.2.9.)

Pendahuluon g

1.2.3.

ELEMEN STRUI(TUR PERKERASAN JALAN.

Q0).

Badan Jalan,zdalahbagsanialan,yangmeliputi seluruh jalur lalu lintas,

trotoar,median dan bahu jalan,serta talud/lereng badan

jalan,yang merupakan satu kesatuan

untuk

mendukung beban

lalu

lintas yang lewat diatas permukaan jalan.

Q1).

Anbang Pengaman,laiur

terluar

Damaja

(ihat Buku 1:

Geometrik

Jilan

Raya),dimaksudkan

untuk

mengamankan

bangunan

konstruksi ialan,terhadap struktur lain untuk tidak masuk kawasan jalan.

t6T

Gbr.1.2.

Konfigurasi MST =

10 tr 8

t,5 t

dan 3,5 t.

Q2)

Perkerasan Jalan, adalah lapisan konstruksi yang dipasang langsung diatas tanah dasar badan ialan pada jalur

lalu

lintas yang bertujuan

""t"[

menerima dan menahan beban langsung dari lalu lintas.

Q3)

Perkerasan Jalan l-,entar\flexlble pavement),bilamanabahanperkerasan terdiri dari campuranf gabungan aggregat dan aspal.

*I -ii -i il

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Fairclough dan Wodak (1997), AWK melihat wacana sebagai bentuk dari praktik sosial sehingga perlu diperhatikan kriteria yang holistik dan kontekstual. Kualitas

Puji syukur penulis panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya dalam menyusun tesis ini sehingga tesis yang berjudul “Hubungan Status

Pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang yang menyatakan bahwa asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada

Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) penguasaan konsep potensial osilator harmonik sederhana bagi mahasiswa yang memperoleh pembelajaran

Namun, pada daerah frekuensi 2,5 Hz – 5 Hz, suspensi pasif dan suspensi aktif dengan fuzzy memberikan defleksi rata-rata roda kendaraan yang lebih kecil dari suspensi

Sistem penyampaian (delivery system) pembelajaran dapat dikembangkan oleh dosen berdasarkan kemampuan atau gaya belajar siswa. Bruner mengklasifikasi siswa..

Penanganan luapan lumpur yang keluar dari semburan utama dilakukan dengan menggunakan prinsip   hydrostatic counter  pressure.Prinsip ini adalah membangun tanggul cincin

Miskonsepsi yang paling banyak dialami oleh siswa dalam belajar fotosintesis, jika dilihat dari hasil analisis gambar adalah konsep tempat terjadinya fotosintesis,