• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. yang beralamat di Jl. Danau Sentani 1 E3 No 1 Sawojajar, Malang. Dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. yang beralamat di Jl. Danau Sentani 1 E3 No 1 Sawojajar, Malang. Dalam"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

21 BAB III

METODE PENELITIAN

A. LOKASI PENELITIAN

Pada penelitian ini menggunakan objek TK Aisyiyah Bustanul Athfal 26 yang beralamat di Jl. Danau Sentani 1 E3 No 1 Sawojajar, Malang. Dalam pemilihan lokasi penelitian adanya pertimbangan seperti sekolah ini merupakan salah satu organisasi sektor publik yang berorientasi pada pelayanan pendidikan masyarakat, maka diperlukan suatu pengukuran kinerja yang tepat untuk

diterapkan pada sekolah ini agar dapat menilai kinerja sekolah secara jelas dan terukur.

B. JENIS PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif kuantitatif. Dilihat dari tujuannya penelitian ini mendeskripsikan hasil kinerja yang diukur menggunakan metode Balanced Scorecard dengan mentranselerasikan data yang bersifat kualitatif menjadi data yang bersifat kuantitatif agar lebih mudah dipahami.

C. POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga pendidik dan kependidikan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 26 yang berjumlah 25 orang dan seluruh orang tua/wali murid TK Aisyiyah Bustanul Athfal yang berjumlah 246 siswa.

(2)

22 Pengambilan sampel untuk orang tua/wali murid menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Dan teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel pelanggan adalah simple random sampling yaitu teknik yang mengambil secara acak tanpa memperhatikan tingkatan yang ada dalam populasi. Dengan menggunakan rumus slovin maka diperoleh:

n =

dimana:

n = ukuran sampel N = Populasi

d2 = tingkat kesalahan/presisi 1 = Konstanta

n =

= 71,09

Jumlah sampel yang digunakan untuk perspektif pelanggan berjumlah 71 orang tua/wali murid.

D. JENIS DAN SUMBER DATA

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer dalam penelitian ini berupa data yang diperoleh langsung dari sumber dengan metode observasi langsung ke tempat penelitian. Pengumpulan dan sumber data yang dibutuhkan diperoleh dari data primer yang dijelaskan sebagai berikut :

(3)

23 Dalam penelitian ini,data primer diperoleh dengan cara sebagai berikut :

a. Observasi

Observasi merupakan metode yang dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung ke objek penelitian berkaitan dengan masalah yang bersangkutan. Obersevasi pada penelitian ini menggunakan kuisioner atau angket.

b. Data Perusahaan

Data perusahaan meliputi sejarah berdirinya perusahaan, visi misi perusahaan, data keuangan perusahaan dan informasi bisnis lainnya yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

E. TEKNIK PEROLEHAN DATA

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dan kuisioner. Menurut (Siyoto & Sodik, 2015), Metode dokumentasi yaitu metode yang mencari data berupa catatan, transkrip, buku dan sebagainya.

Metode dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data keuangan (anggaran dan realisasi anggaran), data yang mencakup perspektif pelanggan, proses bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan. Kuisioner pada penelitian ini digunakan untuk pengukuran perspektif pembelajaran &

pertumbuhan dan perspektif pelanggan. Untuk memperoleh data primer dilakukan penyebaran kuisioner yang terdiri dari beberapa pertanyaan kepada pelanggan dan tenaga pendidik & kependidikan. Kuisioner yang digunakan diadaptasi dari penelitian yang dilakukan oleh (HERLAMBANG, 2013) dan

(4)

24 (Alrasid, 2015) dan terdapat item tambahan dari kepala sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfal 26.

F. TEKNIK ANALISIS DATA

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik scoring dan kategorisasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip balanced scorecard untuk mengukur kinerja masing-masing perspektif.

1. Pengukuran Kinerja Perspektif Keuangan

Kinerja perspektif keuangan diukur dengan mengunakan metode value for money atau 3E (Suyatno, Rusdarti, & Sudana, 2017), yaitu rasio ekonomis, rasio efisiensi, dan rasio efektivitas.

a) Rasio Ekonomis diperoleh dengan membandingkan realisasi belanja operasional dengan anggaran belanja operasional dengan rumus:

b) Rasio Efektivitas diukur dengan membandingkan realisasi pendapatan sekolah dengan anggaran pendapatan sekolah yang sudah ditetapkan.

Rumus:

c) Rasio Efisiensi diukur dengan membandingkan realisasi belanja

operasional dengan realisasi pendapatan usaha sekolah. Rumus:

(5)

25

Hasil perhitungan dari perspektif keuangan kemudian dibandingkan dengan skala pengukuran kinerja keuangan pada tabel berikut ini :

Tabel 3.1 Skala Pengukuran Kinerja Keuangan

Prosentase Skala Kategori

EKONOMI

< 90% 5 Sangat Ekonomis

90% - 95% 4 Ekonomis

95%-100% 3 Cukup Ekonomis

100%-105% 2 Tidak Ekonomis

>105% 1 Sangat Tidak Ekonomis

EFEKTIF

>100% 5 Sangat Efektif

90%-100% 4 Efektif

80%-90% 3 Cukup Efektif

60%-80% 2 Tidak Efektif

<60% 1 Sangat Tidak Efektif

EFISIEN

<60% 5 Sangat Efektif

60%-79% 4 Efektif

(6)

26

80%-99% 3 Cukup Efektif

100%-120% 2 Tidak Efektif

>120% 1 Sangat Tidak Efektif

Sumber: Joko Pramono (2014)

Hasil skala kinerja keuangan kemudian dikategorikan seperti pada tabel berikut ini:

Tabel 3.2 Skala Pengukuran Kinerja Keuangan secara keseluruhan

Skor Skala Kategori

>13 5 Sangat Baik

10,5-12,9 4 Baik

8,00-10,4 3 Cukup

5,5-7,9 2 Tidak Baik

<5,4 1 Sangat Tidak Baik

Sumber: Data Diolah 2020

2. Pengukuran Kinerja Perspektif Pelanggan

Pengukuran kinerja perspektif pelanggan bertujuan untuk mengetahui apakah sekolah sudah sesuai dengan harapan pelanggan dalam menjalankan jasa pendidikan. Pengukuran kepuasan pelanggan peneliti menggunakan teori Service Quality (Pramono, 2014). Berdasarkan teori tersebut kualitas pelayanan pendidikan terdiri atas lima komponen, yaitu:

(7)

27 a. Tangibles (wujud fisik): merupakan wujud fisik dari sekolah seperti

ruang kelas, kondisi kebersihan dan sarana prasarana.

b. Reliability (keandalan): merupakan kemampuan sekolah(guru dan karyawan) dalam memberikan pelayanan yang memuaskan.

c. Responsiveness (daya tanggap): merupakan kemampuan tenaga pendidik dan kependidikan dalam membantu siswa secara cepat dan tangap.

d. Assurance (jaminan): merupakan keramahan, kesopanan dan kemampuan pengetahuan tenaga pendidik yang menimbulkan kepercayaan pelanggan.

e. Emphaty (empati): ketersediaan sekolah dalam memberikan perhatian dan kenyamanan dalam memenuhi kebutuhan siswanya.

Kinerja perspektif pelanggan diukur dengan membandingkan skor harapan dengan skor kenyataan terhadap layanan yang diterima. Pengukuran tingkat kepuasan pelanggan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner atau angket kepada 71 orang tua siswa atau wali murid. Tingkat kepuasan pelanggan diukur dengan rumus:

Hasil kuisioner di atas dikuantitatifkan dan dihitung nilai rata-rata prosentase kepuasannya, kemudian dibandingkan dengan skala likert dengan

(8)

28 menggunakan data interval 1-5 untuk menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan.

Pengukuran kinerja pada perspektif pelanggan dilihat dari dua indikator, yaitu kepuasan pelanggan dan kualitas layanan. Kemudian setiap indikator memiliki skor tertinggi dan terendah, maka skor terendah adalah 2 dan skor tertinggi adalah 10. Jika disajikan dalam prosentase nilai terendah adalah 20% dan nilai tertinggi adalah 100%. Dengan demikian kinerja berdasarkan perspektif pelanggan dapat diukur seperti pada tabel berikut ini:

Tabel 3.3 Skala Pengukuran Perspektif Pelanggan

Nilai (Prosentase) Skala Kategori

>87% 5 Sangat Puas

71%-87% 4 Puas

54%-70% 3 Cukup Puas

37%-53% 2 Tidak Puas

<36% 1 Sangat Tidak Puas

Sumber: Data Diolah 2020

3. Pengukuran Kinerja Perspektif Proses Bisnis Internal

Pengukuran kinerja perspektif bisnis internal memiliki tiga indikator, yaitu: inovasi, proses dan layanan purna jual. Inovasi terkait dengan kualitas produk yang disajikan, dalam hal ini kurikulum sekolah yang unggul yang tercermin dalam Evaluasi Diri Sekolah atas Standar Isi. Proses merupakan indikator kemampuan sekolah dalam melakukan proses belajar mengajar yang

(9)

29 berkualitas sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan pelanggan. Adapun indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja proses adalah hasil Evaluasi Diri Sekolah pada Standar Nasional Pendidikan yanng terkait proses bisnis internal sekolah, yaitu: Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, dan Standar Penilaian Pendidikan. Hasil capaian Standar Nasional Pendidikan pada TK Aisyiyah Bustanul Athfal 26 kemudian dibandingkan dengan skala pengukuran SNP pada tabel berikut :

Tabel 3.4 Skala Pengukuran Capaian EDS No Proses Capaian

EDS

Skala Kategori

1 >86% 5 Sangat

Baik

2 67% - 85% 4 Baik

3 48% - 66% 3 Cukup

4 29% - 47% 2 Kurang

5 <28% 1 Sangat

Kurang Sumber: Data Diolah 2020

Layanan purna jual merupakan kemampuan sekolah menjalin hubungan dengan pihak alumni. Indikator yang digunakan adalah website sekolah,

(10)

30 organisasi alumni, dan penelusuran alumni. Pengukuran terhadap layanan purna jual dilakukan sistem scoring berdasarkan tabel berikut ini

Tabel 3.5 Metode Scoring terhadap Layanan Purna Jual No Aspek Yang Dinilai Indikator Skor Aspek

1 Organisasi Alumni 5. Ada organisasi alumni, sangat aktif 4. Ada organisasi alumni, aktif

3. Ada organisasi alumni, cukup aktif 2. Ada organisasi alumni, tidak aktif 1. Tidak Ada organisasi alumni

2 Data penelusuran alumi 5. Ada data telusur, 75-100 persen lengkap.

4. Ada data telusur, 50-75 persen lengkap 3. Ada data telusur, 25-50 persen lengkap 2. Ada data telusur,0- 25 persen lengkap 1. Tidak Ada data telusur.

3 Website sekolah 5. Ada website, informasi sangat up to date 4. Ada website, informasi up to date 3. Ada wibsite, informasi cukup up to date 2. Ada website, informasi tidak up to date 1. Tidak memiliki website

Sumber: Joko Pramono (2014)

(11)

31 Tabel 3.6 Skala Pengukuran Perspektif Proses Bisnis Internal secara keseluruhan Aspek

Pengukuran Proses Bisnis Internal

Komponen Persentase Capaian

EDS (dalam %)

Skor Kategori

Inovasi 1. Standar ISI

Proses Internal

2. Standar Proses 3. Standar Kompetensi

Kelulusan

4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 5. Standar Sarana dan

Prasarana

6. Standar Pengelolaan 7. Standar Pembiayaan 8. Standar Penilaian

Pendidikan Layanan

Purna Jual

9. Organisasi Alumni 10. Website Sekolah 11. Data Telusur Alumni

Jumlah

>46,6 Sangat Baik 37,7-

46,5

Baik 28,8-

37,6

Cukup 19,9-

28,7

Tidak Baik

>19,88 Sangat tidak Baik Sumber: Data Diolah 2020

4. Pengukuran Kinerja Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran

Pengukuran kinerja perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dilakukan dengan mengukur tingkat kepuasan pegawai, tingkat pendapatan, tingkat motivasi kerja dan kemampuan sistem informasi. Untuk mengukur kinerja

(12)

32 pertumbuhan dan pembelajaran menggunakan kuisioner kepuasan pegawai.

Kuisioner akan dibagikan kepada seluruh guru/karyawan yang ada di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 26. Jawaban dari kuisioner tersebut dapat dilakukan pengukuran tingkat kepuasan dengan perhitungan sebagai berikut:

Hasil perhitungan kuisioner di atas dikuantitatifkan dan dihitung nilai rata-rata prosentase kepuasan-nya, kemudian dibandingkan dengan skala likert dengan menggunakan data interval 1-5 untuk menunjukkan tingkat kepuasan pegawai. Pengukuran kinerja pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dilihat dari empat indikator, yaitu kepuasan kerja, pendapatan, motivasi kerja, dan kemampuan system informasi. Kemudian setiap indikator memiliki skor tertinggi dan terendah, maka skor terendah adalah 4 dan skor tertinggi adalah 10.

Jika disajikan dalam prosentase nilai terendah adalah 40% dan nilai tertinggi adalah 100%. Dengan demikian kinerja berdasarkan perspektif pelanggan dapat diukur seperti pada tabel berikut ini:

(13)

33 Tabel 3.7 Skala Pengukuran kepuasan kinerja guru/pegawai dan tingkat

pendapatan No Prosentase Kepuasan Kinerja

Guru

Skala Kategori

1 >91% 5 Sangat puas

2 78-91% 4 Puas

3 65-78% 3 Cukup

4 52-65% 2 Tidak Puas

5 <52% 1 Sangat Tidak Puas

Sumber: Data Diolah 2020

Tabel 3.8 Skala Pengukuran motivasi kerja guru/pegawai No Prosentase Motivasi Kinerja

Guru

Skala Kategori

1 >91% 5 Sangat Tinggi

2 78-91% 4 Tinggi

3 65-78% 3 Cukup

4 52-65% 2 Rendah

5 <52% 1 Sangat Rendah

Sumber: Data Diolah 2020

(14)

34 Tabel 3.9 Skala Pengukuran kemampuan sistem informasi

No Prosentase Motivasi Kinerja Guru

Skala Kategori

1 >87% 5 Sangat Tinggi

2 71%-87% 4 Tinggi

3 54%-70% 3 Cukup

4 37%-53% 2 Rendah

5 <36% 1 Sangat Rendah

Sumber: Data Diolah 2020

(15)

35 Secara keseluruhan pengukuran kinerja pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.10 Skala pengukuran perspektif pertumbuhan dan pembelajaran

Aspek Skor

Capaian

Skor M aksimal

Persentase Skor Kinerja

Katagori Tingkat

Kepuasan Kerja

Tingkat Pendapatan Tingkat Motivasi

Kerja Kapabilitas

Sistem Informasi

Jumlah >17,1 Sangat

Baik 13,9-17,1 Baik 10,6-13,8 Cukup

7,3- 10,5

Kurang Baik

<7,2 Sangat Kurang

Baik Sumber: Data Diolah 2020

Hasil dari masing-masing perspketif kemudian digabungkan menjadi pengukuran keseluruhan Balanced Scorecard pada tabel berikut:

(16)

36 Tabel 3.11 Pengukuran kinerja Balanced Scorecard keseluruhan

Aspek yang diukur Skor Kategori

I Perspektif keuangan

1. Ekonomis

2. Efektifitas

3. Efisiensi

Skor keseluruhan perspektif keuangan II perspektif pelanggan

1. Tingkat kepuasan pelanggan

2. Tingkat kualitas layanan (harapan)

skor keseluruhan perspektif pelanggan III perspsektif bisnis internal

A. Inovasi

1. Standar Isi (Inovasi Kurikulum)

B. Proses

1. Standar Tingkat Pencapaian dan Perkembangan

Anak

2. Standar Proses

3. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

4. Standar Sarana dan Prasarana

5. Standar Pengelolaan

6. Standar Pembiayaan

7. Standar Penilaian Pendidik

C. Layanan Purna Jual

1. Organisasi Alumni

2. Web Sekolah

3. Data Telusur Alumni

Skor Keseluruhan Perspektif Bisni Internal IV Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran

1. Kepuasan kerja

2. Pendapatan

2. Motivasi Kerja

3. Sistem Informasi

Skor Keseluruhan Perspektif Pertumbuhan dan

Pembelajaran

Skor Keseluruhan Balanced Scorecard

(17)

37 Tabel 3.12

Nilai Kinerja akhir Balanced Scorecard

Nilai (skor) Skala Kategori

>87 5 Sangat baik

71-87 4 Baik

54-70 3 Cukup baik

37-53 2 Tidak baik

20-36 1 Sangat tidak baik

Sumber: Data Diolah 2020

Gambar

Tabel 3.1 Skala Pengukuran Kinerja Keuangan
Tabel 3.2 Skala Pengukuran Kinerja Keuangan secara keseluruhan
Tabel 3.3 Skala Pengukuran Perspektif Pelanggan
Tabel 3.4 Skala Pengukuran Capaian EDS  No  Proses  Capaian  EDS  Skala  Kategori  1  &gt;86%  5  Sangat  Baik  2  67% - 85%  4  Baik  3  48% - 66%  3  Cukup  4  29% - 47%  2  Kurang  5  &lt;28%  1  Sangat  Kurang  Sumber: Data Diolah 2020
+4

Referensi

Dokumen terkait

Pengertian mutu pelayanan kesehatan secara umum adalah derajat kesempurnaan  pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi dan standar pelayanan dengan

LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM-BANDA ACEH 2014/2015 Jagalah kebersihan, ketertiban, kedisiplinan dan ketelitian selama praktikum

Bagaimana hubungan indeks keanekaragaman tumbuhan dengan parameter abiotik tanah yang meliputi (Suhu tanah, pH tanah, kelembaban tanah, dan Intensitas cahaya), pada naungan Tectona

Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perbandingan bubur pepaya dan bubur terung belanda berpengaruh nyata terhadap nilai total padatan terlarut selai yang

Dalam upaya pengembangan literasi informasi terdapat beberapa potensi yang belum secara optimal dimanfaatkan, potensi tersebut antara lain potensi kewenangan,

Judul Tesis : HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI DAN INTAKE ZAT GIZI DENGAN TINGGI BADAN ANAK BARU MASUK SEKOLAH (TBABS) PADA DAERAH ENDEMIS GAKY DI KECAMATAN PARBULUAN

(Alhamdulilah baru pulang dari Malaysia saya dibutuhkan lagi di madrasah menjadi guru, selain itu waktu musim haji saya bekerja di asrama haji. Dua macam

Adapun penyisihan penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2009-2012 berada pada predikat sehat, karena lebih besar dari kriteria yang telah ditetapkan