• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Bejana Tekan - Penguatan -

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Perancangan Bejana Tekan - Penguatan -"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

Perancangan Bejana Tekan - Penguatan -

TK3106 Peralatan Proses

01

Dr. Pramujo Widiatmoko Dr. A. Zainal Abidin

Teknik Kimia – FTI ITB

(2)

Pendukung

48

(3)

Pendukung

49

Skirt Leg

Lug Ring girder

Saddle

(4)

Skirt

50

• Tegangan memanjang karena berat dan angin/gempa di bagian dasar

t

sk

= (W/D

sk

+ 4M/D

2sk

)/σ

L

• Tegangan memanjang karena berat dan angin/gempa pada sambungan skirt dan penutup bawah

t

sk

= (W/D

sk

+ 4M/D

2sk

)/(σ

L

)

• Tebal skirt umumnya tidak kurang dari tebal terkorosi bagian dasar bejana.

D

D t

sksk

t

(5)

Leg

51

• Batas penerapan

D H

L L

1

Maksimum Bejana tekan Tangki penyimpan

D (ft) 6 12

H/D 5 5

L/D 2 Sesuai kebutuhan

• Jumlah

N = 3 untuk D ≤ 42 in N = 4 untuk D > 43 in N = 6  8 jika diperlukan

(6)

Sambungan (Las)

52

(7)

Lokasi (Kategori)

53

A

(8)

Tipe

54

Tipe 1

Tipe 2 2b

2a

(9)

Tipe

55

Tipe 3 Tipe 4

Tipe 5 Tipe 6

(10)

Allowable Joint Efficiencies

56

Type Description Limitation Category Examination

F S N

(1)

Butt joints as

attained by double- welding or by other means which will obtain the same quality of deposited weld metal on the inside and outside weld surfaces to agree with the requirements of

UW-35, welds using metal backing strips which remain in

place are excluded.

None A,B,C,D 1,0 0,85 0,70

(11)

Allowable Joint Efficiencies

57

Type Description Limitation Category Examination

F S N

(2)

Single-welded butt joint with backing strip other than those included under (1).

(2a) None A,B,C,D 0,90 0,80 0,65

(2b) Circumfe- rential joint only.

A,B,C 0,90 0,80 0,65

(3) Single-welded butt joint without use of backing strip.

Circumfe- rential joint only not over 5/8 in thick &

not over 24 in OD.

A,B,C NA NA 0,60

(12)

Allowable Joint Efficiencies

58

Type Description Limitation Category Examination

F S N

(4) Double full fillet lap joint.

Longitudinal joint not over 3/8 in thick.

A NA NA 0,55

Circumferential joint not over 5/8 in thick.

B,C NA NA 0,55

(5) Single full fillet lap joint with plug weld.

Circumfe-rential joint for

attachment of head not over 24 in OD to shell not over 1/2 in thick.

B NA NA 0,50

(13)

Allowable Joint Efficiencies

59

Type Description Limitation Category Examination

F S N

(5) Single full fillet lap joint with plug weld.

Circumferential joint for the attachment to shell of jacket not over 5/8 in thick where the distance from center of the plug weld to the edge of the plate is not less than 1-1/2 times the diameter of the hole for the plug.

C NA NA 0,50

(14)

Allowable Joint Efficiencies

60

Type Description Limitation Category Examination

F S N

(6) Single full fillet lap joint without plug weld.

(a) For the attach- ment of heads convex to pressure to shell not over 5/8 in thick, with use of fillet weld on inside of shell.

(b) For the attach- ment of head having pressure from either side to shell not over 24 in ID & not over ¼ in thick with fillet weld on outside of head flange.

A, B NA NA 0,50

(15)

Contoh Soal

61

Sebuah bejana dengan diameter dalam 50 in dirancang untuk tekanan internal 100 psi. Tegangan maksimum yang dibolehkan adalah 17.500 psi.

Sambungan melingkar dan memanjang berupa

“double-welded butt joint” dan diuji melalui “spot

radiography”. Tentukan tebal silinder (tanpa

toleransi korosi) menggunakan persamaan ASME.

(16)

Jawaban

62

 = 0,85 (dari tabel) t = P R

i

/(σ  – 0,6 P)

= (100) (25) / {(17.500) (0,85) – (0,6) (100)}

= 0,17 in

(17)

Bukaan dan Nozzle

63

(18)

Konsentrasi Tegangan

64

d

tn

P t

P

Mb

(19)

Penguat

38

tn

t t

tn

• Pengganti luas permukaan yang disingkirkan

• Hindari kelebihan pelat penguat

• Tempatkan pelat penguat di sekitar bukaan

(20)

Nozzle

66

set on set in

• Kelebihan tebal (silinder/penutup)

• Kelebihan tebal (pipa nozzle)

• Proyeksi internal nozzle

• Permukaan las (internal/eksternal)

Luas penguat tersedia (tanpa pelat penguat)

(21)

Perhitungan Luas Penguat

67

d tn

t

trn tr

X

Y

Y Ar

X

d tn

trn tr

X

Y

Y Ar

X t

d = diameter bukaan, tn = tebal nyata nozzle (tanpa toleransi korosi), trn = tebal nozzle yang diperlukan, t = tebal nyata silinder/penutup (tanpa

toleransi korosi), tr = tebal silinder/penutup yang diperlukan, X = batas

penguat sejajar silinder/penutup, Y = batas penguat sejajar nozzle, Ar = luas penguat yang diperlukan.

(22)

Luas Diperlukan

68

tr = tebal silinder/penutup yang diperlukan pada kondisi tanpa sambungan ( =1) dengan catatan jika :

A r = d t r

• Nozzle bertumpu pada sambungan,  = efisiensi sambungan.

• Bejana tidak diuji secara radiografi,  = 0,85 (untuk sambungan tipe 1) dan 0,8 (untuk sambungan tipe 2).

• Nozzle dan penguat ada pada bagian bola dari penutup torisphe-rical, tr dihitung sebagai tebal penutup dengan  = 1 dan M = 1.

• Nozzle dan penguat ada pada bagian kerucut (cone), tr ditentukan sebagai tebal cone tanpa sambungan, diameter pada lokasi nozzle.

• Nozzle dan penguat ada pada penutup elips 2:1 dan dalam radius 0,8 diameter silinder, tr ditentukan sebagai tebal penutup setengah bola dengan diameter 0,9 diameter silinder.

• Bahan nozzle lebih lemah dari bahan silinder/penutup, luas ditambah sebesar :

2 t

n

t

r

(1

– σ

nozzle

sil/pen

).

(23)

Luas Tersedia

69

• Kelebihan tebal silinder

A

1

= max { (t – t

r

) d atau 2 (t – t

r

) (t

n

+ t) }

• Kelebihan tebal nozzle

A

2

= min { 5 t (t

n

– t

rn

) atau 5 t

n

(t

n

– t

rn

)

• Penetrasi internal nozzle A

3

= 2h(t

n

- t

c

),

h = min { panjang penetrasi nozzle atau Y } Y = batas penguat sejajar nozzle

t

c

= toleransi korosi

• Permukaan las dengan ukuran l

las

A

4

= (l

las

)

2

• Luas penguat tersedia (A

a

) = A

1

+ A

2

+ A

3

+ A

4

(24)

Pengurangan Luas Tersedia

(jika σmax,nozzle < σmax,silinder/penutup)

70

• Pengurangan A 1

A 1 = 2 t n t r (1 - σ nozzle /σ silinder/penutup )

• Pengurangan A 2

A 2 = A 2 σ nozzle /σ silinder/penutup

• Pengurangan A 3

A 3 = A 3 σ nozzle /σ silinder/penutup

• Pengurangan A 4

A 4 = A 4 σ nozzle /σ silinder/penutup

(25)

Batas Penguat

71

• Sejajar silinder/penutup

X = max { d atau (0,5 d + t + t

n

) }

• Sejajar nozzle

Y = 2,5 min {t atau t

n

}

(26)

Pelat Penguat

72

• Luas pelat

A

p

= A

r

– A

a

• Lebar pelat

w

p

= A

p

/t

p

t

p

= tebal pelat

• Diameter luar pelat D

p

= d

o

+ w

p

d

o

= diameter luar nozzle

(27)

Contoh Soal

73

Silinder sebuah bejana dengan diameter dalam 48 in dirancang untuk tekanan internal 250 psi dan temperatur 200 F. Silinder terbuat dari bahan SA- 285-C dengan tebal 0,625 in, tanpa toleransi korosi.

Sambungan diuji radiografi secara spot. Pada

silinder terdapat sebuah bukaan dimana nozzle

berupa pipa dari bahan SA-53-B dengan tebal 0,432

in dan diameter nominal 6 in. Nozzle menembus

silinder ke bagian dalam sejauh 1,5 in. Nozzle tidak

bertumpu pada sambungan dan sambungan

silinder-nozzle memiliki ukuran 0,375 in. Tentukan

luas penguat yang dibutuhkan.

(28)

Penyelesaian

74

Diketahui : P = 250 psi

σsil = 13.800 psi (SA-285-C) t = 0,625 in

σnoz = 15.000 psi (SA-53-B) tn = 0,432 in

do = 6,625 in (NPS 6 in, 0,432 in thick)

trs = PR/(σ  – 0,6P) = (250) (24) / {(13.800) (1) – (0,6) (250)}

= 0,440 in

trn = PR/(σ  – 0,6P) = (250) (2,88) / {(15.000) (1) – (0,6) (250)}

= 0,048 in

tr = trs = 0,440 in (nozzle pada silinder) d = do – 2tn = 6,625 – 2 (0,432) = 5,761 in

(29)

Penyelesaian

75

Ar = d tr = (5,761) (0,440) = 2,535 in2

A1 = d (t – tr) = (5,761) (0,625 – 0,440) = 1,066 in2 atau

= 2(t – tr)(t + tn) = 2(0,625 – 0,440)(0,625 + 0,432) = 0,391 in2

→ A1 = 1,066 in2

A2 = 5t(tn – trn) = 5(0,625)(0,432 – 0,048) = 1,200 in2 atau

= 5tn(tn – trn) = 5(0,432)(0,432 – 0,048) = 0,829 in2

→ A2 = 0,829 in2

A3 = 2h tn, h = 2,5 tn = (2,5) (0,432) = 1,08 in

→ A2 = 0,933 in2

A4 = luas bagian dalam + luas bagian luar = 0,3752 + 0,3752

→ A4 = 0,280 in2

Luas penguat tersedia (Aa) = 3,108 in2

Aa > Ar → tambahan penguat tidak diperlukan

(30)

Contoh Soal

76

Silinder sebuah bejana dengan diameter dalam 48 in dirancang untuk tekanan internal 300 psi dan temperatur 200 F. Silinder terbuat dari bahan SA- 516-60 dengan tebal 0,5 in, tanpa toleransi korosi.

Sambungan diuji radiografi (full). Pada silinder

terdapat sebuah bukaan dimana nozzle berupa pipa

dari bahan SA-53-B dengan tebal 0,5 in dan

diameter nominal 8 in. Nozzle menembus silinder ke

bagian dalam sejauh 0,5 in. Nozzle tidak bertumpu

pada sambungan dan sambungan silinder-nozzle

memiliki ukuran 0,375 in. Tentukan luas penguat

yang dibutuhkan.

(31)

Penyelesaian

77

Diketahui :

P = 300 psi

σ

sil

= 15.000 psi (SA-516-60) t = 0,500 in

σ

noz

= 15.000 psi (SA-53-B) t

n

= 0,500 in

d

o

= 8,625 in (NPS 8 in, 0,500 in thick)

t

rs

= PR/(σ  – 0,6P) = (300)(24) / {(15.000)(1) – (0,6)(300)}

= 0,486 in

t

rn

= PR/(σ  – 0,6P) = (300)(3,8125) / {(15.000)(1) – (0,6)(300)}

= 0,077 in

t

r

= t

rs

= 0,486 in (nozzle pada silinder)

d = d – 2t = 8,625 – 2 (0,500) = 7,625 in

(32)

Penyelesaian

78

Ar = d tr = (7,625) (0,486) = 3,706 in2

A1 = d (t – tr) = (7,625) (0,500 – 0,486) = 0,106 in2 atau

= 2(t – tr)(t + tn) = 2(0,500 – 0,486)(0,500 + 0,500) = 0,028 in2

→ A1 = 0,106 in2

A2 = 5t(tn – trn) = 5(0,500 )(0,500 – 0,077) = 1,058 in2 atau

= 5tn(tn – trn) = 5(0,500)(0,500 – 0,077) = 1,058 in2

→ A2 = 1,058 in2 A3 = 2h tn, h = 0,5 in

→ A2 = 0,5 in2

A4 = luas bagian dalam + luas bagian luar = 0,3752 + 0,3752

→ A4 = 0,280 in2

Luas penguat tersedia (Aa) = 1,944 in2

Tambahan penguat = Ar – Aa = 3,706 – 1,944 = 1,762 in2

(33)

Penyelesaian

79

• Jika digunakan SA-516-60 dengan tebal 0,375 sebagai pelat penguat, lebar penguat = 1,762 / 0,375 = 4,699 in

• Diameter luar penguat = 8,625 + 4,699 = 13,324 in

(34)

Terima Kasih

80

Referensi

Dokumen terkait

Dari penjelasan yang telah diuraikan diatas ,maka atas izin Allah subhanahu wata’ala in Syaa Allah penulis akan mengambil tugas akhir dengan judul” Perancangan Bejana Tekan Preasure