• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERIODE ESTETIS LUKISAN ABSTRAK EKSPRESI KARYA FIRMAN DJAMIL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERIODE ESTETIS LUKISAN ABSTRAK EKSPRESI KARYA FIRMAN DJAMIL"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

(1)

PERIODE ESTETIS LUKISAN ABSTRAK EKSPRESI KARYA FIRMAN DJAMIL

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan

dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar

Oleh:

IRNAWATI 105 410 0336 10

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2015

(2)

i

Nama : Irnawati

Stambuk : 105 410 0336 10

Jurusan : Seni Rupa

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Judul Skripsi : Periode Estetis Lukisan Abstrak Ekspresi Karya Firman Djamil

Setelah diperiksa/diteliti ulang, skripsi ini telah memenuhi persyaratan untuk diujikan.

Makassar, September 2015 Disetujui oleh,

Pembimbing I

Drs. H. Abdul Kahar Wahid.

NIP: 1301628755

Pembimbing II

Muh. Faisal, S.Pd., M.Pd.

NBM: 092702904

Mengetahui Dekan FKIP

Universitas Muhammadiyah Makassar

Dr. A. Sukri Syamsuri, M. Hum NBM. 858625

Ketua Jurusan Pendidikan Seni Rupa

Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn.

NBM: 431 879

(3)

ii

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Judul Skripsi : Periode Estetis Lukisan Abstrak Ekspresi Karya Firman Djamil.

Mahasiswa yang bersangkutan:

Nama : Irnawati

Stambuk : 105 410 0366 10

Jurusan : Seni Rupa

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Setelah diperiksa dan diteliti, maka skripsi ini telah memenuhi persyaratan dan layak untuk diujikan.

Makassar, September 2015 Disetujui oleh,

Pembimbing I

Drs. H. Abdul Kahar Wahid.

NIP: 1301628755

Pembimbing II

Muh. Faisal, S.Pd., M.Pd.

NBM: 092702904 Mengetahui

Dekan FKIP

Universitas Muhammadiyah Makassar

Dr. A. Sukri Syamsuri, M. Hum NBM. 858 625

Ketua Jurusan Pendidikan Seni Rupa

Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn.

NBM: 431 879

(4)

iii Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Irnawati

Stambuk : 105 410 0336 10 Jurusan : Pendidikan Seni Rupa

Judul Skripsi : Periode Estetis Lukisan Abstrak Ekspresi Karya Firman Djamil

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan didepan tim penguji adalah asli karya saya sendiri, bukan hasil ciplakan dan tidak dibuatkan oleh siapapun.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.

Makassar, September 2015 Yang Membuat Pernyataan

Irnawati Disetujui oleh,

Pembimbing I

Drs. H. Abdul Kahar Wahid.

NIP: 1301628755

Pembimbing II

Muh. Faisal, S.Pd., M.Pd.

NBM: 092702904

(5)

iv

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

SURAT PERJANJIAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Irnawati

Stambuk : 105 410 0336 10

Jurusan : Seni Rupa

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:

1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesainya skripsi ini, saya akan menyusun sendiri skripsi ini (tidak dibuatkan oleh siapapun).

2. Dalam penyusunan skripsi saya, akan selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas.

3. Saya tidak akan melakukan penjiplakan (plagiat) dalam menyusun skripsi ini.

4. Apabila saya melanggar perjanjian ini seperti pada butir 1, 2, 3, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.

Makassar, September 2015 Yang Membuat Perjanjian

Irnawati

(6)

iv

Ilmu adalah segala cahaya yang menuntun seseorang dari kebutaan sedangkan orang yang bodoh sepanjang masa berjalan dalam kegelapan.

Hasrat dan kemampuan adalah tenaga yang terbesar di dunia, ia lebih besar dan berharga daripada uang dan kekuasaan ataupun pengaruh

(William Shakespeare).

Rumput yang paling kuat adalah yang tumbuh di tanah yang keras, dan orang yang paling tegar adalah orang yang tidak kenal kata menyerah.

(7)

v ABSTRAK

IRNAWATI. 2015. “Periode Estetis Lukisan Abstrak Ekspresi Karya Firman Djamil”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing I Bapak Abdul Kahar Wahiddan pembimbing IIBapak Muh. Faisal.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan terhadap objek periode estetis lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep penciptaan karya lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil, teknik perwujudan karya lukis yang digunakan dalam berkarya seni lukis Abstrak Ekspesi dan mendeskripsikan kualitas estetis setiap karya lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep Firman Djamil dalam penciptaan sebuah karya lukis abstrak ekspresi didasari dari pengaruh lingkungan alam dan sekitarnya, dimana pengaruh ini dari berbagai aspek seperti pengaruh budaya lokal, pengaruh orang tua, dan pengaruh lingkungan masyarakat. Hasil karya yang bercorak abstrak ekspresi dalam penciptaannya yang semata – mata berdasarkan ide yang bebas dari ilusi atau bentuk – bentuk yang ada di alam. Teknik yang digunakan dalam proses penciptaan karya adalah teknik akrilik di atas kanvas. Bahan lukis cat yang berkualitas seperti cat akrilik, alat lukis kuas yang bagus adalah kuas yang keras pangkalnya dan lembut ujungnya, sangat bagus untuk mengenakan warna di atas kanvas secara natural atau real. Kuas yang kasar menghasilkan goresan yang kasar. Alat berupa kuas bermacam-macam ukurannya mulai dari selebar 3 – 4cm sampai ukuran yang sekecil-kecilnya. Juga menggunakan pisau dempul (pisau palet). Pisau palet digunakan untuk memberi kesan blok-blok dan efek-efek goresan tertentu yang tidak bisa dicapai oleh kuas misalnya garis pinggir yang lurus, Juga menggunakan kanvas yang berkualitas. Kualitas estetis lukisan abstrak ekspresi sangat jelas terlihat pada seluruh karyanya yang diteliti. Terutama kalau kita mengamati karyanya secara menyeluruh pada semua unsur yang membangun karya lukis itu, antaranya penggunaan tekstur, penyederhanaan bentuk, penggarapan objek yang ditampilkan beserta penggunaan warna ekspresif.

Key word : Periode Estetis, Lukisan Abstrak Ekspresi.

(8)

vi

Syukur Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah – Nya serta Shalawat dan Salam tercurah atas Rasulullah Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam’ sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Periode Estetis Lukisan Abstrak Ekspresi Karya Firman Djamil”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa jenjang pendidikan strata satu (S-1), pada Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Segala usaha dan upaya telah dilakukan penulis untuk menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik mungkin, namun penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini tidak luput dari berbagai kekurangan sebagai akibat keterbatasan kemampuan penulis. Olehnya itu, saran dan kritik serta koreksi dari berbagai pihak demi perbaikan dan penyempurnaan akan penulis terima dengan baik.

Keberhasilan penulisan skripsi ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar – sebesarnya, kepada:

(9)

vii

1. Dr. H. Irwan Akib, M. Pd. Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Dr. Andi Syukri Syamsuri, M. Hum. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. A. Baetal Mukaddas, S. Pd, M. Sn. Ketua Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. Muhammad Thahir, S. Pd. Sekertaris Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Muhammadiyah Makassar.

5. Drs. H. Abdul Kahar Wahid selaku pembimbing pertama yang senantiasa memberikan masukan dan arahan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

6. Muh. Faisal, S.Pd., M.Pd selaku pembimbing kedua yang senantiasa memberikan masukan dan arahan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

7. Bapak/Ibu Dosen Program Studi Seni Rupa Universitas Muhammadiyah Makassar, yang telah banyak memberikan bantuan dan masukannya, baik dalam perkuliahan maupun dalam penyelesaian skripsi ini.

8. Kedua orang tuaku tercinta Bapak (Idris.K) dan ibu (Nurjannah) yang dengan tulus dan penuh kasih sayang memanjatkan doa dan dukungan kepada penulis.

9. Saudari dan saudara - saudaraku yang tercinta, Irfauni, Muh. Irsal dan Muh.

Irham atas segala kasih sayang, bantuan baik dari segi moril maupun materi, semangat, motivasi dan doanya.

10. Teman – temanku (Riska Amalia, Siti Rahmatiah, Kurniah, Mukramina, Wahyuni uba, Wahyuni, Ramlah.S, dan Anugerah) yang selalu menemani, menghibur, dan memberikan semangat kepada penulis.

(10)

viii menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kritik dan saran untuk penyempurnaan skripsi ini senantiasa penulis harapkan. Penulis mengharapkan skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Aamiin.

Billahi Fisabilil Haq Fastabiqul Khaerat

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Makassar, September 2015

Penulis

(11)

x

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

MOTTO ... iv

ABSTRAK ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR SKEMA ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 4

D. Manfaat Penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Pustaka ... 6

1. Pengertian Seni Lukis ... 6

2. Pengertian konsep dalam Seni Lukis ... 18

3. Beberapa teknik dalam seni lukis... 19

4. Kualitas estetis sebuah karya lukis... 21

(12)

x BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian ... 26

B. Lokasi Penelitian ... 26

C. Variabel dan Desain Penelitian ... 27

1. Variabel Penelitian ... 27

2. Desain Penelitian ... 27

D. Definisi Operasional Variabel... 28

1. Ide atau Konsep ... 28

2. Teknik Perwujudan karya ... 29

3. Kualitas Estetis ... 29

E. Subjek dan Objek Penelitian ... 30

F. Instrumen Penelitian ... 30

G. Teknik Pengumpulan Data ... 31

H. Teknik Analisis Data ... 32

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 33

B. Pembahasan ... 48

1. Konsep penciptaan lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil ... 48

2. Teknik, kualitas bahan, ukuran kanvas serta proses penciptaan karya yang digunakan Firman Djamil dalam berkarya lukisan Abstrak Ekspresi ... 50

3. Kualitas estetis setiap karya lukisan Abstrak Ekspresi karya Firman Djamil ... 52

(13)

xi BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ... 57 B. Saran ... 59 DAFTAR PUSTSAKA ... 60 LAMPIRAN - LAMPIRAN

DOKUMENTASI

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

(14)

xii

1. Skema 1. Kerangka Pikir... 23 2. Skema 2. Desain Penelitian... 28

(15)

xiii

DAFTAR GAMBAR

No Uraian Hal

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Gambar. 1: Impression, Sunrice Gambar. 2: Malam Penuh Bintang Gambar. 3: Founttain

Gambar. 4: “Rape”

Gambar. 5: Raskin 20 Kg Gambar. 6: Kakak dan Adik Gambar. 7: Kapal Dilanda Badai Gambar. 8: Girl before a mirror Gambar. 9: Alchemy

Gambar 10: Composition In Blue, Yellow and Black Gambar 11: Lokasi Penelitian

Gambar 12: Kuas Lukis Gambar 13: Pisau palet Gambar 14: Cat Akrilik Gambar 15: Palet Gambar 16: Kanvas Gambar 17: Blue Point Gambar 18: Melata

Gambar 19: Raining In December Gambar 20: Bulan Merah

Gambar 21: Blue Flower Gambar 22: Blue Latter Gambar 23: The City Gambar 24: Black and Pink Gambar 25: Bayangan Merah Gambar 26: Relief Of Timbusen

8 9 10 11 12 13 14 15 17 18 26 34 35 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47

(16)

1 A. Latar Belakang

Seni sepanjang sejarah tidak lepas dari kehidupan manusia, karena seni adalah salah satu kebudayaan yang mengandung nilai indah (estetis), sedangkan manusia menyukai keindahan. Seni senantiasa mengandung ide-ide yang disampaikan melalui karya. Ide dan gagasan tersebut diperoleh berdasarkan kualitas pengalaman dan ekspresi seniman.

Kata seni dan keindahan adalah dua kata yang selalu berkaitan pengertiannya, malah beberapa batasan tentang seni selalu mengaitkan dengan keindahan. Misalnya seni adalah segala macam keindahan ciptaan manusia atau seni adalah pembuatan benda-benda yang indah. Pada dasarnya memang harus diakui bahwa seni tidak dapat dipisahkan dengan keindahan, walaupun tidak semua yang indah adalah seni. Indah itu bisa didapat setelah mengamati kejadian di alam.

Seni mempunyai keistimewaan, karena tidak dapat diukur dengan akal, karena seni adalah hasil ungkapan batin seseorang, ungkapan jiwa seseorang sehingga Seni merupakan simbol seseorang, seperti halnya pada karya seni lukis.

Karena pada dasarnya seni lukis merupakan hasil ekspresi jiwa senimannya.

Dalam menghasilkan karya seni, perupa dapat mengambil dari berbagai macam sumber penciptaan dengan menyingkapi realitas yang dihadapi, berdasar dari dukungan, daya pandang yang dianggap menarik sebagai suatu objek dalam berkarya.

(17)

2

Karya seni khususnya seni lukis lahir dari seniman yang kreatif, artinya seniman selalu berusaha meningkatkan sensibilitas dan persepsi terhadap dinamika kehidupan masyarakat. Sebaliknya masyarakat akan dapat merasakan manfaatnya. Seniman yang kreatif akan membawa masyarakat keselera estetik yang lebih dalam, bukan selera yang mengarah pada kedangkalan seni. Hal tersebut menuntut kreativitas seniman dalam proses cipta seni, secara teoritis membutuhkan pemikiran yang matang. Ada tiga komponen dalam proses pencipta seni sebagai landasan berkarya, komponen tersebut adalah tema, bentuk dan isi.

Walaupun secara teori dapat dipisahkan namun sebenarnya ketiga komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. (Dharsono, 2004:28).

Awal Seni Modern Indonesia menggambarkan suatu peralihan dari gaya seni tradisional yang telah ada sejak zaman prasejarah. Walaupun bentuk – bentuk tradisional terus digunakan hingga sekarang, ada perkembangan yang berarti sejak abad ke 19.

Firman Djamil adalah salah satu seniman Indonesia yang berasal dari Daerah Bone yang berhasil mengembangkan karyanya dari mulai berkarya sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) hingga menjadi mahasiswa di Perguruan Tinggi Universitas Negeri Makassar (UNM) dan sampai sekarang.

Firman Djamil ialah seorang seniman Akademik Sulawesi Selatan yang memiliki berbagai talenta. Ia menekuni dunia kesenian seperti halnya seni lukis dengan berbagai corak dari setiap periodenya.

(18)

Karakteristik karya lukisan Firman Djamil ini cukup memberikan nuansa tersendiri dalam mendukung eksistensi kebudayaan Sulawesi Selatan. Kesibukan akan aktivitas mengikuti setian event untuk gerakan seni lingkungan dibeberapa negara, tidaklah menjadi penghalang baginya untuk berkarya seni lukis. Berbagai corak dalam seni lukis mampu digelutinya seperti lukisan figuratif, realis, naturalisme, impresionis sampai pada lukisan abstrak. Tidak mengherankan jika karya lukisannya selama ini mampu memberikan nuansa tersendiri dalam memberikan andil sebagai pendukung budaya Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, maka penulis merasa tertarik untuk meneliti “Periode Estetis Lukisan Abstrak Ekspresi Karya Firman Djamil”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas maka penulis merumuskan masalah yang akan diteliti, sebagai berikut:

1. Bagaimana konsep penciptaan lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil?

2. Bagaimana teknik perwujudan karya lukis yang digunakan Firman Djamil dalam berkarya seni lukis Abstrak Ekspresi?

3. Bagaimana kualitas estetis setiap karya lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil?

(19)

4

C. Tujuan Penelitian

Dari rumusan masalah di atas maka penelitian ini bertujuan memperoleh data dan informasi yang aktual dan benar. Tujuan yang lain dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mendeskripsikan konsep penciptaan lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil.

2. Untuk mendeskripsikan teknik perwujudan karya lukis yang digunakan Firman Djamil dalam berkarya seni lukis Abstrak Ekspesi.

3. Untuk mendeskripsikan kualitas estetis setiap karya lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil.

D. Manfaat Penelitian

Melalui penelitian ini, diharapkan dapat menambah wawasan apresiasi kita terhadap periode estetis lukisan abstrak ekspresi. Adapun manfaat yang lain dari penelitian ini di antaranya:

1. Dapat mengetahui konsep penciptaan karya lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil.

2. Dapat mengetahui teknik perwujudan karya lukis yang digunakan Firman Djamil dalam berkarya seni lukis Abstrak Ekspesi.

3. Dapat mngetahui kualitas estetis setiap karya lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil.

(20)

4. Sebagai bahan apresiasi bagi mahasiswa, khususnya program studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Muhammadiyah Makassar tentang periode estetis lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil.

5. Sebagai referensi yang dapat menunjukkan eksistensi Firman Djamil sebagai salah seorang Senirupawan (seni lukis).

6. Dapat menambah literatur Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar.

(21)

6 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

A. Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka ini dimaksud sebagai landasan dan pedoman dalam melaksanakan penelitian. Di bawah ini dikemukakan beberapa pengertian dan teori yang berhubungan dengan Periode Estetis Lukisan Abstrak Ekspresi Karya Firman Djamil adapun yang dimaksudkan di sini yaitu:

1. Pengertian Seni Lukis

Sebelum lebih lanjut membahas tentang seni lukis terlebih dahulu kita akan membahas tentang seni.

Kata seni berasal dari bahas Melayu yakni kecil. Dalam bahasa Inggris seni atau “Art” berarti keahlian dan keterampilan manusia dalam mengekspresikan dan menciptakan hal-hal yang indah serta bernilai bagi kehidupan baik untuk diri sendiri maupun untuk masyarakat umumnya. Dalam bahasa Sangsekerta seni berasal dari kata “sani” yang berarti pemujaan, pelayanan, permintaan atau pencarian dengan hormat dan jujur. Kemudian dalam bahasa Belanda “genie”

yakni jenius. Selanjutnya dalam bahasa latin pada abad pertengahan “Ars” yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu. Adapun beberapa defenisi seni yang dikemukakan oleh para tokoh/ahli yaitu:

Seni adalah “segala yang berkaitan dengan karya cipta yang dihasilkan oleh unsur rasa” (Kamus Ilmiah Populer, 2006: 431).

Seni adalah “keajaiban transendental yang senantiasa mengungkap kualitas emosional dan pada akhirya menemukan hakikat kebenaran” (Muh. Faisal, 2011).

(22)

Seni adalah “kreativitas, ekspresi dan proses” Gothe, 1773 (dalam Benny Subiantoro, 2011:11). Soedarso SP mengatakan bahwa seni lukis adalah

“suatu pengucapan pengalaman artistik yang ditumpahkan dalam bidang dua dimensional dengan menggunakan garis dan warna”.

Dari uraian di atas, maka kita dapat memberikan asumsi bahwa seni lukis adalah hasil cipta manusia atas dasar pengalaman artistik yang dituangkan dalam bidang dua dimensional dengan penekanan garis dan warna.

Karya lukis sebagai cabang seni rupa memiliki berbagai aliran maupun corak. Paul Klee (dalam Soedarso SP, 2000: 85), mengatakan bahwa seni adalah

“interpretasi, dan seni adalah simbol, dan dari pangkal tolak tersebut lahirlah bermacam aliran baru dalam seni”.

Aliran yang dimaksud tersebut di antaranya sebagai berikut:

a. Impresionisme

Impresionisme adalah “sebuah aliran yang berusaha menampilkan kesan-kesan pencahayaan yang kuat, dengan penekanan pada tampilan warna dan bukan bentuk”. Namun kalangan Akademisi ada yang justru menampilkan kesan garis yang kuat dalam Impresionis. Aliran Impresionis muncul dari abad 19 yang dimulai dari Paris pada tahun 1860-an.

Awalnya dikutip dari lukisan Claude Monet, "Impression, Sunrise"

("Impression,soleil levant"). Kritikus Louis Leroy menggunakan kata ini sebagai sindiran dalam artikelnya di Le Charivari (Kusrianto, 2011: 119).

(23)

8

Berikut contoh lukisan Impresionisme:

Gambar .1. Sunrise, Claude Monet 1872/1873 History of Art (Kusrianto, 2011: 119)

b. Ekspresionis

“Ekspresionisme adalah suatu aliran yang berusaha melukiskan aktualitas yang sudah didistorsikan dalam bentuk dan warna untuk melahirkan emosi ataupun sensasi dari dalam” (Soedarso SP., 2000:99).

Salah satu tokoh dari aliran ini adalah Vaincent Van Gogh.

(24)

Berikut contoh lukisan Ekspresionis:

Gambar. 2. Malam Penuh Bintang, Vincent Van Gogh, 1989 (Soedarso SP. 2000: 78)

c. Dadaisme

Dadaisme merupakan produk dari perang dunia I. Wujud karyanya kelihatan acak-acakan, tidak beraturan. Sinisme dan ketiadaan ilusi adalah ciri khas dadaisme yang diekspresikan dalam bentuk main-main, mistis atau sesuatu yang menimbulkan kejutan.

(25)

10

Berikut contoh lukisan Dadaisme:

Gambar. 3. Fountain, Marcel Duchamp, 1917 (Sejarah Perkembangan Seni Rupa Modern, 2000: 128)

d. Surrealisme

Dalam kreativitas seninya, kaum Surrealis membebaskan diri dari kontrol kesadaran, menghendaki kebebasan besar sebebas orang bermimpi.

Aliran ini seakan mengungkapkan kejadian yang ada di alam mimpi.

(26)

Berikut contoh lukisan Surrealisme:

Gambar . 4. “Rape”, Rene Magritte, 1934 (Sejarah Perkembangan Seni Rupa Modern, 2000: 132)

e. Realisme

Realisme adalah suatu aliran yang ingin menangkap realitas seperti apa adanya, tanpa ilusi dan tanpa tambahan apa-apa. Yang ingin dicari senimannya adalah kewajaran. Namun dalam perkembangannya bukan lagi kewajaran, melainkan cenderung melahirkan yang jelek-jelek misalnya kemelaratan, penderitaan dan sejenisnya.

(27)

12

Berikut contoh lukisan Realisme:

Gambar .5. Raskin 20 Kg, Komunitas Pelukis Borobudur (bakulseni.com)

f. Naturalisme

Naturalisme dan realisme adalah dua aliran yang agak sukar dibedakan corak lukisannya. Dalam hasil karya lukisan kedua-duanya mengambil kepersisan bentuk dari alam, baik anatomi, proporsional, warna dan sebagainya. Namun jika dilihat dari perkembangan coraknya ternyata masih terdapat perbedaan. Kalau dalam realisme memilih objek yang jelek-jelek misalnya kemelaratan, maka dalam naturalisme memilih objek yang indah – indah. Seandainya objek lukisan kurang indah, maka ia menambah indah. Ada usaha mengidealisir keadaan alam yang sudah ada.

(28)

Berikut contoh lukisan Naturalisme:

Gambar .6. Kakak dan Adik, Basuki Abdullah, 1978 (id.wikipedia.org)

g. Romantisme

Romantisme adalah gaya atau aliran seni yang menitikberatkan pada curahan perasaan, reaksi emosional terhadap fenomena alam, dan penolakan terhadap realisme. Dalam seni lukis gerakan ini menghasilkan kebebasan baru dalam menata komposisi, melahirkan citra goresan kuas terbuka, pembaharuan dan tingkatan warna yang lembut, hampir tidak kentara. Gerakan rimantik pertama ditemukan di dalam seni sastra sekitar tahun 1780 dan terus bertahan sampai abad ke-19.

(29)

14

Berikut contoh lukisan Romantisme:

Gambar. 7. Kapal Dilanda Badai, Raden Saleh – 1837 (galeri-nasional.or.id/collection/067.kapal-dilanda-badai)

h. Abstraksionisme

Pada aliran – aliran sebelumnya, seniman masih bertolak dari kenyataan optis, maka pada aliran abstrak yang sangat banyak jenisnya, seniman berusaha menggali suatu kenyataan yang ada dalam batin para seniman. Mungkin dapat disebut dengan istilah fantasi, imajinasi kreatif, intuisi, tau istilah lainnya. Disebabkan hadir dari dunia batin, dunia dalam, maka akan muncul bentuk yang tidak ada identifikasinya dalam dunia optis yang orang lain bias mengontrolnya. Jika suatu lukisan abstrak masih menyisakan bekas – bekas dengan alam, maka disebut semi abstrak atau semi impresionis. Sedangkan abstrak murni tidak sedikitpun dapat

(30)

diidentifikasi dengan alam yang dibagi menjadi dua. Yaitu: abstrak ekspresionis dan abstrak geometris. (Nooryan Bahari, 2008: 126).

Berikut contoh lukisan Abstraksionisme:

Gambar. 8. Girl Before a Mirror, Pablo Picasso – 1932 (Files.wordpress.com)

Seni Lukis Abstrak dalam Perkembangannya Terbagi atas dua sebagai berikut:

1. Abstrak Ekspresi

Ekspresionis abstrak atau abstrak ekspresi adalah lebih menekankan pada ekspresi seniman bebas, tidak terikat ruang. Abstrak ekspresi adalah sebuah gerakan seni pasca perang dunia 2 di Amerika Serikat. Gerakan ini merupakan gerakan Amerika pertama yang memiliki

(31)

16

pengaruh keseluruh dunia dan menempatkan New York City sebagai pusat dunia seni Barat setelah sebelumnya di tempati Paris.

Meski sebutan “ekspresionisme abstrak” pertama ditetapkan pada seni Amerika tahun 1946 oleh kritikus seni Robert Coates, sebutan ini pertama di gunakan di Jerman tahun 1919 di majalah Der Strum, mengenai ekspresionisme Jerman. Di Jerman AS Albert Barr adalah orang pertama yang memakai sebutan ini pada tahun 1929 merujuk karya karya Wassily Kandinsky. Pelukis keturunan Jerman Amerika Hans Hofmann adalah salah seorang yang memiliki andil besar dalam terbentuknya aliran Abstrak Ekspresionisme. Pelukis ini menggunakan cat pigment yang kental dan seringkali melukiskan catnya pada kanvas tebal tebal dan kuat hingga menonjol membentuk permukaan yang tidak rata.

Begitu juga dengn Jackson Polloce dengan contoh lukisannya di bawah ini.(sumber:sikatxdesign.blogspot.com/2012/11/aliran-abstract-

expresionisme.html).

(32)

Berikut contoh lukisan Jackson Pollock:

Gambar 9 Alchemy

Jackson Pollock – 1947

Gambar. 9. Alchemy, Jackson Pollock – 1947 (4.bp.blogspot.com)

2. Abstrak Geometris

Abstrak Geometris adalah suatu bentuk dari seni abstrak yang menggunakan bentuk geometrik simpel yang diletakkan di tempat yang tidak ilusionis dan digabungkan dengan komposisi non-objektif. Abstrak geometris diusulkan agar berfungsi sebagai solusi untuk para pelukis modern yang menolak karya ilusionistik. salah satu seniman dari seni abstrak geometris adalah Piet Mondrian.

(33)

18

Berikut contoh lukisan Piet Mondrian:

Gambar. 10. Composition in Blue, Yellow, and Black, piet Mondrian – 1936 (id.wikipedia.org)

2.

Pengertian Konsep dalam Seni Lukis

Ide adalah inspirasi atau konsep yang dimiliki yang akan dituangkan menjadi wujud karya seni, sedangkan konsep merupakan kemampuan untuk berkreasi atau daya mencipta. konsep pencipta adalah unsur – unsur kejiwaan yang dimiliki oleh seniman, yang mendorong baginya untuk menciptakan sebuah karya sesuai yang tertuang di dalam idenya. konsep penciptaan itu bisa berkaitan dengan isi atau apa yang diungkapkan, maupun cara ungkapannya yang berkaitan dengan teknik dan bahan yang digunaka atau materi lainnya dalam lukisan.

Seorang seniman menunjukkan sikap melalui media yang tersedia, timbul ide

(34)

dengan mencetuskan kepribadian yang ditunjang dengan kreativitas untuk menciptakan suatu karya yang jelas, hidup dan berarti. Melahirkan sesuatu yang baru atau orisinil, kreativitas dapat pula dilihat sebagai proses aktualisasi diri atau adanya penemuan – penemuan baru serta kapabilitas yang ditunjukkan oleh kehadiran suatu ciptaan karya lukis. Karya seni lahir atas cetusan hasil pengekspresian diri senimannya secara utuh dan murni. Dalam hasil karya tersebut terlihat gaya dan watak secara jelas dan nyata yang dapat mewakili senimannya.

3. Beberapa Teknik dalam Melukis

Ketika seniman mempunyai gagasan, maka perlu dipikirkan bagaimana cara mewujudkan idenya tersebut, atau cara mentransformir wujud yang idiil menjadi sensuil, sehingga sebuah karya seni seni bias bernilai tinggi. Teknik untuk mewujudkan sebuah karya, antara lain dalam bentuk pengolahan bahan dengan cara – cara khusus, seperti teknik basa (menggunakan kuas), teknik kering (menggunakan pensil), teknik palet dan teknik sapuan jari. Beberapa teknik dalam melukis sebagai berikut:

a. Teknik Basa (menggunakan kuas)

Teknik basa merupakan teknik lukis dengan mengencerkan cat minya terlebih dahulu dengan menggunakan minyak cat, baru kemudian dipoleskan di atas permukaan kanvas. Dalam teknik ini menggunakan kuas yang panjang bulunya. Teknik basa ini biasanya digunakan untuk melukis secara rata (flat) atau anpa kesan volume. Kelebihan dari teknik ini adalah

(35)

20

akan cepat memblok warna, lukisan terlihat bersih dan cemerlang, hanya membutuhkan cat minyak yang relative sedikit, serta cat minyak yang menempel dipalet masih tetap bias digunakan.

b. Teknik Kering (menggunakan pensil)

Melukis dengan menggunakan teknik kering berarti melukis tanpa menggunakan minyak cat (linseed oil). Teknik ini menggunakan kuas dalam keadaan kering dan tidak berminyak. Oleh karena itu, sebaiknya menggunakan cat yang baru dikeluarkan dari tube. teknik kering ini cocok untuk melukis dengan kesan volume dan keruangan, seperti realism, naturalism dan surealisme. Adapun kelebihan dari teknik kering ini adalah mudah membentuk objek dan kesan keruangan, mudah mengontrol proses pendetailan, lebih mudah menghapus warna dengan cara menumpuk dengan warna lain. Selama melukis pendangan tidak akan terganggu dengan factor cat yang mengkilat, serta cat akan lebih cepat kering.

c. Teknik Palet

Teknik Palet merupakan teknik melukis dengan menggunakan pisau palet. dari penggunaan alat tersebut menghasilkan tekstur cat yang lebih tebal dibandingkan dengan menggunakan kuas.

(36)

d. Teknik Sapuan Jari

Teknik sapuan jari adalah teknik melukis dengan menggunakan jari – jari, apakah dengan menggunakan jari – jari tangan atau jari – jari kaki.

Dengan teknik ini seniman memiliki kebebasan berekspresi dengan menuangkan idenya di atas kanvas dan hasil karya yang dihasilkan akan menimbulkan bekas – bekas jari – jari dari siseniman.

4. Kualitas atau Nilai estetis sebuah karya lukisan

Kualitas atau nilai estetis merupakan nilai keindahan yang dapat diserap oleh segenap jiwa apresiator terhadap lukisan yang diamati baik dari segi bentuk – bentuk garis dan warna, susunan warna, proporsi komposisi maupun hubungannya dengan ide atau konsep penciptaan. “Apa yang kita nikmati dari hasil karya seni rupa tidak lain adalah perwujudan secara utuh dan total. kita tertarik atau menggetarkan perasaan kita tetapi kadang – kadang kita tidak sanggup menerangkan mengapa kita tertarik. jika kita menganalisa suatu hasil karya seni yang sedang kita nikmati maka di situ terkandung beberapa unsur antara lain:

bentuk, isi dan medium”. (A. Kahar Wahid / Pangeran Paita Yunus, 2014: 87).

5. Estetika dalam karya lukis

Estetika adalah filsafat tentang nilai keindahan, baik yang terdapat di alam maupun dalam aneka benda seni buatan manusia. Estetika muncul di lingkungan kebudayan Barat, dimulai sejak zaman Yunani Kuno, yakni sejak Plato, Aristoteles, dan Sokrates. Pada mulanya estetika ( yang istilanya baru lahir pada

(37)

22

abad ke-18 di Jerman) merupakan bagian dari pemikiran filosofis seorang filsuf.

Estetika pada pertengahan abad ke-19 mulai memasuki babak baru, yakni masuknya disiplin ilmu ke dalamnya. (Jakob Sumardjo, 2000: 33).

Memasuki abad ke-20, estetika menggunakan pula psikologi untuk menentukan hakikat seni. Dalam perkembangan abad ke-20 muncul suatu perkembangan baru dalam kajian filsafat seni, yakni munculnya teori kritik atau metakritik yang berdasarkan pemikiran filsafat. Teori sikap estetik ini memiliki tiga sasaran utama. (1) teori mengisolasi dan mendeskripsikan factor psikologis yang membentuk sikap estetik. (2) mengembangkan konsepsi objek estetik sebagai objek sikap estetik. (3) menjelaskan pengalaman estetik dengan memandangnya sebagai pengalaman yang didapat dari sebuah objek estetik.

(Jakob Sumardjo, 2000: 307).

6. Biografi Firman Djamil

FIRMAN DJAMIL, lahir di Bukaka, Bone tanggal 5, Februari, 1964. Tamat SD tahun 1974, melanjutkan sekolah menengah pertama (SMP) di SMP 2 Watampone dan selesai tahun 1980. Kemudian melanjutkan sekolah menengah atas (SMA) di SMA 1 Watampone selesai tahun 1983. Selanjutnya melanjutkan studi di IKIP Ujung Pandang yang sekarang kita kenal dengan nama Universitas Negeri Makassar (UNM) dari tahun1983 – 1988. Di daerah penghasil gerabah dan batu . Sejak masih SD Firman Djamil sudah bisa membuat gerabah. Firman Djamil adalah anak dari Muhammad

(38)

Djamil. Sejak SMP mulai terbiasa melukis dengan cat air dan menggambar dan sering mengikuti lomba menggambar dan selalu jadi juara, Setelah tamat SMA dia bercita-cita menjadi seniman, kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Makassar yang dulunya IKIP Fakultas Seni dan Bahasa Jurusan Seni Rupa. Waktu kuliah sudah mulai aktif mengikuti pameran lukis dengan seniman – seniman lain.

Setelah tamat kuliah tahun 1988, Firman Djamil aktif di Benteng Somba Opu dan mulai berkesenian secara internasional tahun 1999 sampai sekarang. Di Benteng Somba Opu terdapat galeri seni Firman Djamil yang diberi nama Galeri Seni Firman Djamil.

B. Kerangka Pikir

Dengan melihat konsep yang telah disebutkan di atas maka secara skema kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Skema 1. Kerangka pikir Karya seni lukis abstrak ekspresi

Kualitas estetis setiap karya lukisan abstrak ekspresi karya

Firman Djamil

Konsep penciptaan lukisan abstrak ekspresi karya

Firman Djamil

Hasil Penelitian Teknik perwujudan karya lukis yang

digunakan Firman Djamil dalam berkarya seni lukis abstrak ekspresi

(39)

24

Berdasarkan skema yang telah digambarkan, maka dapat diuraikan hubungan masing-masing bagian antara satu dengan yang lain. Pengembangan teori, dimaksudkan untuk mengungkapkan teori dengan masalah yang akan diteliti sehingga dapat ditelaah literatur guna mencari teori yang mendukung seni lukis abstrak. Agar konsep, teknik perwujudan karya dan kualitas estetis karya dapat dipahami lebih jelas dan mendalam. Penciptaan karya seni lukis sekiranya dapat memberi rangsangan atau daya goda secara universal tehadap penikmatnya baik bentuk maupun isi.

Konsep merupakan kemampuan untuk berkreasi atau daya mencipta.

konsep pencipta adalah unsur – unsur kejiwaan yang dimiliki oleh seniman, yang mendorong baginya untuk menciptakan sebuah karya sesuai yang tertuang di dalam idenya. konsep penciptaan itu bisa berkaitan dengan isi atau apa yang diungkapkan, maupun cara ungkapannya yang berkaitan dengan teknik dan bahan yang digunakan atau materi lainnya dalam lukisan. Konsep merupakan salah satu penentu keberhasilan dalam mewujudkan mutu maupun kualitas suatu karya sehingga menjadi mahal untuk diapresiasi para pengamat. Berangkat konsep yang dimiliki oleh seniman, sebuah karya dapat dikatakan memiliki ciri khas. Dalam hal ini seni lukis abstrak ekspresi karya Firman Djamil, mempunyai konsep yang ditimbulkan oleh teknik dan warna dengan peranannya sehingga lukisannya mampu hadir sebagai karya lukis yang sarat makna simbolis dan berkarakter.

Teknik dan kualitas bahan yang digunakan pada karya lukis abstrak ekspresi, tidak lepas dari unsur penting seperti, alat, bahan dan warna. Hal ini terkadang dianggap sebagai persoalan teknis oleh sebagian seniman, akan tetapi

(40)

hal ini juga sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas suatu karya lukis.

Besar kecilnya daya pikat sebuah lukisan juga ditentukan oleh sentuhan atau goresan, sementara alat atau bahan cukup berpengaruh dari segi penggarapan, ketahanan sampai pada kualitas karya lukisan. Melalui alat, bahan dan teknik yang digunakan dalam berkarya lukis abstrak ekspresi diharapkan tercipta sebuah karya seni lukis abstrak ekspresi yang berkarakter, serta berkualitas.

Kualitas atau nilai estetis merupakan nilai keindahan yang dapat diserap oleh segenap jiwa apresiator terhadap lukisan yang diamati baik dari segi bentuk – bentuk garis dan warna, susunan warna, proporsi komposisi maupun hubungannya dengan ide atau konsep penciptaan.

(41)

26

26 BAB III

METOE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini bersifat “deskriptif kualitatif”, yang artinya metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme yang biasanya digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti berperan sebagai instrumen kunci. (Sugiyono, 2008: 15).

Dalam arti lain deskriptif kualitatif ialah memberi gambaran secara objektif sesuatu dengan kenyataan sesungguhnya mengenai periode estetis lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil.

B. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini terletak di Galeri Seni Firman Djamil Benteng Somba Opu. Jl. Daeng Tata, Makassar Sulawesi Selatan. Hal ini dianggap relevan dengan judul dan tujuan penelitian, sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian.

Jl. Abd. Kadir Jl. Dg. Tata III

Jl. Dg. Tata Benteng Somba Opu

Sungai Jeneberang

Gambar 11. Lokasi Penelitian

(42)

C. Variabel dan Desain Penelitian 1. Variabel Penelitian

Variabel adalah segala sesuatu yang menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Melihat judul tersebut maka variabel penelitian ini adalah “Periode estetis lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil”. Adapun keadaan variabel- variabel sebagai berikut:

1. Konsep penciptaan lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil.

2. Teknik perwujudan karya lukis yang digunakan Firman Djamil dalam berkarya seni lukis abstrak ekspresi.

3. Kualitas estetis setiap karya lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil.

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data tentang Ide atau konsep seni lukis abstrak ekspresi karya Firman Djamil, Teknik perwujudan karya lukis yang digunakan Firman Djamil dalam berkarya seni lukis abstrak ekspresi, nilai atau kualitas estetis setiap karya lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil.

2. Desain Penelitian

Desain Penelitian merupakan rencana atau struktur yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapat mempreoleh jawaban atas permasalahan – permasalahan dalam penelitian.

(43)

28

Adapun desain penelitian digambarkan dalam bentuk skema sebagai berikut:

Skema 2. Desain penelitian

D. Definisi Operasional Variabel

Berdasarkan variable di atas maka perlu dilakukan pendefinisian operasional variabel guna memperjelas dan menghindari terjadinya suatu kesalahan. Adapun definisi operasional variabel penelitian adalah sebagai berikut:

1. Ide atau Konsep

Ide adalah inspirasi atau konsep yang dimiliki yang akan dituangkan menjadi wujud karya seni, sedangkan konsep merupakan kemampuan untuk berkreasi atau daya mencipta. Konsep pencipta adalah unsur – unsur kejiwaan yang dimiliki oleh seniman, yang mendorong baginya untuk menciptakan sebuah karya sesuai yang tertuang di dalam idenya. konsep penciptaan itu bisa berkaitan dengan isi atau apa yang diungkapkan, maupun cara ungkapannya yang berkaitan dengan teknik dan bahan yang digunaka atau materi lainnya dalam lukisan.

Kualitas estetis setiap karya lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil

Teknik perwujudan karya lukis yang digunakan Firman Djamil dalam berkarya

seni lukis abstrak ekspresi

Pengolahan dan analisis

data Konsep lukisan abstrak ekspresi karya

Firman Djamil

Pengumpulan data tentang

Kesimpulan

(44)

Seorang seniman menunjukkan sikap melalui media yang tersedia, timbul ide dengan mencetuskan kepribadian yang ditunjang dengan kreativitas untuk menciptakan suatu karya yang jelas, hidup dan berarti. Melahirkan sesuatu yang baru atau orisinil, kreativitas dapat pula dilihat sebagai proses aktualisasi diri atau adanya penemuan – penemuan baru serta kapabilitas yang ditunjukkan oleh kehadiran suatu ciptaan karya lukis. Karya seni lahir atas cetusan hasil pengekspresian diri senimannya secara utuh dan murni. Dalam hasil karya tersebut terlihat gaya dan watak secara jelas dan nyata yang dapat mewakili senimannya.

2. Teknik Perwujudan Karya

Teknik merupakan cara yang digunakan untuk menghasilkan karya seni sedangkan kualitas bahan adalah baik buruknya media yang digunakan dalam penciptaan karya seni. Adapun proses penciptaan karya ialah langkah – langkah yang ditempuh oleh pelukis untuk mewujudkan objek lukisannya di atas kanvas.

3. Kualitas Estetis

Kualitas atau nilai estetis merupakan nilai keindahan yang dapat diserap oleh segenap jiwa apresiator terhadap lukisan yang diamati baik dari segi bentuk – bentuk garis dan warna, susunan warna, proporsi komposisi maupun hubungannya dengan ide atau konsep penciptaan. apa yang kita nikmati dari hasil karya seni rupa tidak lain adalah perwujudan secara utuh dan total.

(45)

30

E. Subjek dan Objek Penelitian

Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, ataupun benda.

Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian. Di dalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah seniman Firman Djamil dan Abdul Kahar Wahid.

Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang, atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian. Sifat keadaan dimaksud bisa berupa sifat, kuantitas, dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra, simpati-antipati,keadaan batin, dan bisa juga berupa proses.Objek penelitian adalah sasaran atau permasalahan yang akan diteliti, adapun objek penelitian ini adalah periode estetis lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan informasi kualitatif tentang variabel yang sedang diteliti, seperti: Kamera untuk mengutip/mengambil gambar pada saat wawancara dengan informan, Handpone untuk merekam suara si informan pada saat wawancara, alat tulis menulis untuk menulis hala – hal yang perlu di tulis pada saat wawancara.

(46)

G. Teknik Pengumpulan Data

Sebelum mengolah data, ada beberapa cara yang digunakan untuk mengumpulkan data yang benar, di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Observasi

Untuk memperoleh data primer pada penelitian ini, teknik yang digunakan adalah observasi.

Untuk memperloleh data secara langsung terhadap periode estetis lukisan abstrak karya Firman Djamil, observasi dilakukan dengan mengamati unsur-unsur yang diteliti untuk kemudian dianalisis. Adapun jumlah seni lukis abstrak ekpresi karya Firman Djamil yang akan dianalisis periode estetisnya yaitu sebanyak sampel yang diteliti (10 buah lukisan).

2. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk mengumpulkan keterangan objektif melalui pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan rumusan masalah yang diajukan kepada Firman Djamil sebagai senimannya. Wawancara yang akan dilakukan dalam rangka mengumpulkan data dalam penelitian yang berjudul “Periode Estetis Lukisan Abstrak Ekspresi Karya Firman Djamil”.

3. Dokumentasi

Mengingat dokumentasi merupakan suatu yang sangat penting dalam suatu penelitian maka teknik dokumentasi yang dilakukan, menggunakan media elektronik dan alat bantu lainnya yang relevan untuk mendapat gambaran yang jelas tentang periode estetis lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil yang terpilih sebagai sampel penelitian.

(47)

32

H. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang dianggap tetap untuk jenis penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif deskriptif. Data yang telah dikumpul dan dianggap penting dan untuk disajikan dengan cara memberika uraian sesuai dengan kategori yang terdapat dalam teknik analisis data, maka penulis akan mengolah data secara terpisah sebagai berikut:

1. Program analisis ini dimulai dengan membaca, mempelajari dan menelaah seluruh data yang berkumpul dan hasil observasi dan wawancara, kemudian memeriksa kembali untuk membuktikan hasil yang jelas, lengkap dan benar.

2. Mengadakan kategorisasi data dan membuat rangkuman dari data-data yang dianggap penting mengenai periode estetis lukisan abstrak ekspesi karya Firman Djamil.

Setelah data direduksi, dilakukan penafsiran dari data yang ada dan merupakan hasil wawancara dengan responden atau dengan analisis non statistik.

(48)

33 A. Hasil Penelitian

Pada bagian ini dimaksudkan untuk menguraikan secara objektif tentang karya seni lukis Abstrak Ekspresi karya Firman Djamil atau penelitian yang diperoleh di lapangan melalui instrumen yang digunakan dalam penelitian ini.

Penelitian ini tidak menggunakan data kuantitatif melainkan menggunakan data kualitatif. Data yang telah diolah dan dianalisa disajikan dalam bentuk deskriptif, sesuai dengan indikator dalam variabel penelitian.

Mengenai bahan dan alat Firman Djamil menggunakan kuas biasa dari berbagai bentuk dan ukuran. Dimulai dari ukuran yang terkecil yaitu berukuran 1 sampa 12 dan ukuran yang besar seperti kuas untuk cat dinding. Ada juga kuas yang berukuran lebar, berbentuk pipih, dan berbentuk bundar. Selain itu dia juga mengguakan berbagai macam pisau palet berbagai bentuk dan ukuran.

Dengan menggunakan alat tersebut dia bisa mengaduk cat di atas papan palet kemudian digunakan pada lukisan sesuai yang diinginkan. Penggunaan kuas memberikan kesan sapuan yang merata, begitu juga dengan menggunakan pisau palet memberi kesan ekspresi terutama blok – blok warna yang dikenakan.

Material yang digunakan Firman Djamil adalah yang berkualitas misalnya kain kanvas. Kanvas yang digunakan biasanya gulungan kanvas yang dibeli di toko, kemudian dibentangkan di atas span ram dengan berbagai ukuran sesuai yang dia inginkan. Umumnya lukisannya memiliki ukuran sedang mulai

(49)

34

dari ukuran 30x40 cm dan ukuran yang maksimal berukuran 150x200 cm. Adapun cat yang digunakan adalah cat yang berkualitas seperti cat acrilik.

Berikut alat dan bahan berupa kuas, pisau palet, cat akrilik, palet, dan kain kanvas, yang digunakan Firman Djamil dalam berkarya yaitu sebagai berikut:

Gambar 12. Kuas Lukis

Alat yang digunakan berupa kuas dari berbagai macam ukuran. Dimulai dari ukuran yang terkecil yaitu berukuran 1 sampa 12 dan ukuran yang besar seperti kuas untuk cat dinding. Ada juga kuas yang berukuran lebar, berbentuk pipih, dan berbentuk bundar.

(50)

Gambar 13. Pisau Palet

Dalam berkarya Firman djamil juga menggunakan pisau palet untuk memberi kesan ekspresi terutama blok – blok warna yang dikenakan.

Gambar 14. Cat Akrilik

(51)

36

Untuk menghasilkan karya yang bagus dan berkualitas baik Firman Djamil menggunakan cat yang berkualitas dengan menggunakan cat akrilik. Adapun warna – warna yang digunakan adalah warna - warna yang terang dan cemerlang.

Gambar. 15. Palet

Dalam berkarya Firman Djamil menggunaka palet untuk mencampur warna – warna yang diinginkan.

(52)

Gambar 16. Kanvas

Kanvas yang digunakan biasanya gulungan kanvas yang dibeli di toko, kemudian dibentangkan di atas span ram dengan berbagai ukuran sesuai yang dia inginkan.

Firman Djamil mempunyai lukisan abstrak ekspresi yang cukup banyak mulai dari tahun 1996 – 2013. Karya – karyanya telah dipamerkan diberbagai tempat di Makassar maupun di luar negeri. Diantara sekian banyak karyanya, dipilih 10 karya yang menjadi sampel penelitian.

(53)

38

Adapun karya – karya tersebut sebagai berikut:

Gambar. 17. Blue Point, 2007 Firman Djamil

Lukisan Firman Djamil dengan judul “Blue Point” ukuran 55x75 cm yang dibuat pada tahun 2007. Teknik yang digunakan adalah akrilik di atas kanvas dengan menggunakan warna hijau HW sebagai warna latar. Terlihat juga pada lukisan ada warna yang melengkung yaitu warna coklat dan warna putih di dalam lengkungan itu ada tanda berwarna biru seperti tanda yang biasanya digunakan di rumah sakit dengan warna hijau sebagai tanda kesehatan. Terlihat juga warna coklat dipadukan dengan warna putih, biru dan pink terlihat seperti ranting kayu.

Menurut Firman Djamil lukisan ini mnceritakan tentang tanda biru yang biasanya ketika digunakan di rumah sakit itu berwarna hijau yang artinya tentang kesehatan. Tetapi tanda biru disini tidak hanya berhubungan dengan alam tetapi juga berhubungan dengan manusia.

(54)

Gambar. 18. Melata, 2007 Firman Djamil

Lukisan yang berjudul “Melata” dengan ukuran 55x75 cm teknik akrilik di atas kanvas dengan menggunakan warna yang terang seperti warna biru yang lebih dominan. Terdapat juga warna hijau yang melengkung dan terlihat juga seperti sapuan – sapuan kuas mungkin menggambarkan hewan melata seperti judul lukisan ini. Kemudian ada warna merah, kuning, orange, ungu, putih,hitam, dan merah tink yang dokombinasikan sehingga menghasilkan gabungan warna yang begitu menarik. Lukisan yang berjudul melata ini menceritakan tentang binatang ganggang yang ada di lautan.

(55)

40

Gambar. 19. Raining in December, 2007 Firman Djamil

Lukisan yang ketiga dengan judul “Raining in December” dengan ukuran kanvas 55x75 cm akriliki di atas kanvas. Pada lukisan ini terlihat sapuan warna hitam dengan menggunakan kuas besar dan pisau palet yang dikombinasikan dengan sapuan warna orange. Kemudian juga terlihat perpaduan antara warna biru terang, merah, putih, dan orange dengan latar kuning, biru gelap, dan coklat terlihat Firman Djamil membuat sebuah garis – garis vertikal. Lukisan ini menceritakan tentang bagaimana musim hujan dipesisir pantai pada bulan Desember yang dia alami.

(56)

Gambar. 20. Bulan Merah, 2008 Firman Djamil

Lukisan dengan judul “Bulan Merah” dengan ukuran 55x75 cm akrilik di atas kanvas dengan menggunakan warna putih sebagai warna dasar lukisan yang ke empat ini. Pada lukisan ini terlihat bentuk lingkaran warna abu – abu kombinasi dengan warna putih yang didalam lingkaran terdapat juga lingkaran kecil yang berwarna merah kombinasi dengan warna putih juga. Di pinggir kanan bawah lukisan ini terdapat warna merah dengan sedikit sapuan – sapuna warna putih. Terdapat juga dua garis dengan warna merah. Lukisan yang berjudul bulan merah ini Firman Djamil ingin menceritakan tentang dirinya yang ingin merefleksi misteri tentang bulan merah yang nampak pada waktu tertentu.

(57)

42

Gambar. 21. Blue Flower, 2008 Firman Djamil

Lukisan dengan judul “Blue Flower” merupakan lukisan yang menceritakan tentang misteri persembahan bunga. Teknik penciptaanya dengan menggunakan akrilik di atas kanvas dengan menggunakan warna yang terang seperti warna biru sebagai objek bunga dan dikombinasikan dengan warna putih, kuning, merah, dan juga warna gelap seperti warna hitam.

Adapun warna latarnya yaitu warna ungu dan warna putih. Ukuran kanvas yang digunakan yaitu 55x75 cm dan dibuat sendiri, proses pembuatanlukisan ini pada tahun 2008.

(58)

Gambar. 22. Blue Latter, 2008 Firman Djamil

Lukisan Firman Djamil yang berjudul “Blue Latter”, lukisan ini menceritakan tentang tangga biru bukan tanda biru. Sesuatu yang mengarah ke langit biru sekaligus laut biru. Teknik yang digunakan adalah teknik akrilik di atas kanvas dengan menggunakan warna yang terang juga. Seperti dengan kasrya sebelumnya objek dari lukisan dominan warna biru, sesusai dengan judul lukisan ini yaitu blue latter. Terlihat sapuan warna seperti menggambarkan sebuah objek air dan langit dengan latar warna abu – abu dan warna putih. Adapun ukuran knvas yang digunakan sama dengan kanvas sebelumnya yaitu 55x75 cm. Lukisan ini dibuat pada tahun 2008.

(59)

44

Gambar. 23. The City, 2010 Firman Djamil

Lukisan yang satu ini dengan judul “The City” lukisan yang menceritakan tentang kehidupan dikota – kota besar dimana orang – orang tinggal di apartement yang berkotak – kotak. Dengan teknik pembuatan akrilik di atas kanvas dengan menggunakan kombinasi warna yang bervariasi seperti warna kuning, hijau, orange, merah tint, merah dan hitam menggambarkan objek bangunan yang berkotak – kotak. Dan juga terlihat sapuan warna putih, abu – abu, dan biru yang berbentuk seperti putaran angin. Adapun ukuran kanvas yang digunakan yaitu 55x75 cm, lukisan ini dibuat pada tahun 2010.

(60)

Gambar. 24. Black and Pink, 2011 Firman Djamil

Lukisan dengan judul “Black and Pink” lukisan yang dibuat oleh Firman Djamil dengan maksud ingin mengurai perpaduan antara warna kombinasi hitam, merah dan pink. Seperti dengan lukisan lukisan yang saya uraikan di atas lukisan ini juga dibuat dengan teknik yang sama yaitu dengan menggunakan teknik akrilik di atas kanvas. Dengan menggunakan warna – warna yang terang dan cerah seperti sapuan warna merah, merah tint, hijau, kuing, orange, putih, juga terlihat warna gelap seperti warna hitam, warna abu – abu, dan warna coklat. Lukisan dengan ukuran 55x55 cm akrilik di atas kanvas dibuat pada tahun 2011.

(61)

46

Gambar. 25. Bayangan Merah, 2011 Firman Djamil

Lukisan dengan judul “Bayangan Merah” lukisan ini menceritakan tentang cahaya merah yang jatuh dipermukaan laut yang berombak. Dengan memperhatikan lukisan di atas nampak seperti bayangan merah yang jatuh pada permukaan air. Firman Djamil melukisnya dengan cat akrilik di atas kanvas dengan dengan menggunakan warna merah sebagai warna bayangan merah yang jatuh pada permukaan air laut yang berombak. Disekitar bayangan warna merah terlihat warna hitam, kuning, biru, putih, hijau, merah tint dan abu – abu. Lukisan ini berukuran 55x75 cm yang dibuat oleh Firman Djamil pada tahun 2011.

(62)

Gambar. 26. Relief of Timbusen, 2013 Firman Djamil

Lukisan Firman Djamil dengan Judul “Relief of Timbusen” yaitu lukisan yang dibuat denagn teknik akrilik di atas kanvas dengan menggunakan kanvas berbagai ukuran dan pisau palet. Karya ini merupakan merupangan perwujudan yang berawal dari kekaguman Firman Djamil terhadap sawah dan pemukiman di wilayah Timbusen Barombong. Dengan menggunakan warna – warna yang cerah menjadi dominan seperti warna biru, kuning, orange juga warna hitam, yang dikombinasikan dengan sapuan – sapuan warna – warna hijau, merah tint, merah, kuning, hitam, biru, dan ungu sebagai warna objek padi yang dilukis dengan menggunakan kuas kecil. Hal yang membuat beliau tertarik melukis sawah dan pemukiman di wilayah tersebut adalah sawah yang terhampar begitu luas dan disekitarnya terdapat pemukiman – pemukiman warga yang hidup rukun dan tentram. Lukisan ini berukuran 150x200 cm lukisan yang paling besar

(63)

48

dibandingkan dengan lukisan – lukisan sebelumnya yang saya uraikan. Lukisan ini adalah lukisan abstrak ekpresi yang dibuat pada tahun 2013.

B. Pembahasan

Dalam pembahasan ini, penulis akan menguraikan hasil kegiatan penelitian tentang periode estetis lukisan abstrak espresi karya Firman Djamil yang berdasarkan penyajian hasil analisa data yang telah dikemukakan sebelumnya. Adapun pembahasan hasil yang telah dikemukakan meliputi :

1. Konsep penciptaan lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil.

Pada pembahasan ini akan diuraikan periode estetis lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil berdasarkan penyajian hasil analisa data yang telah dikemukakan sebelumnya. Dari setiap karya yang dibuat Firman Djamil terinspirasi dari berbagai aspek lingkugan keluarga, lingkugan masyarakat, lingkungan alam, sosisal budaya dan politik.

Konsep Firman Djamil dalam penciptaan sebuah karya lukis abstrak ekspresi didasari dari pengaruh lingkungan alam dan sekitarnya, dimana pengaruh ini dari berbagai aspek seperti pengaruh budaya lokal, pengaruh orang tua, dan pengaruh lingkungan masyarakat.

Hasil karya yang bercorak abstrak ekspresi dalam penciptaannya yang semata – mata berdasarkan ide yang bebas dari ilusi atau bentuk – bentuk yang ada di alam. yang hasilnya adalah merupakan garis, bentuk, tekstur dan warna.

Seni abstrak ekspresi ini tidak lagi mengfungsikan bentuk – bentuk di alam atau dari lingkungan sekitarnya sebagai objek atau tema yang harus

(64)

dibawakan, melainkan hanya sekedar sebagai motif saja, sebagai alasan untuk membuat sesuatu.

Pada proses berkarya Firman Djamil dengan berkarya/penuangan ide Kegiatan ini dilakukan untuk mengekspresikan ide yang ada, melalui teknik spontan atau membuat sketsa di atas kanvas dengan menggunakan alat kuas dan pisau palet, warna-warna yang diinginkan dituangkan ke atas kanvas membentuk karya dua dimensi yang bertekstur kasar.

Menurut Firman Djamil rangsangan emosional dari alam dan sekitarnya dan perasaan yang enjoi, beliau dapat sepenuhnya mengekspresikan ide. Hal-hal yang dimaksud misalnya terinspirasi dari berbagai aspek lingkungan alam, sosial, budaya dan politik. Beliau juga mengutarakan bahwa apa yang telah dirasakan dalam pencapaian sebuah lukisan serasa tidak pernah selesai atau tidak pernah sempurna, dan beliau sadar bahwa kesempurnaan hanya milik Allah. Tetapi karena sesuatu yang menarik maka beliau tidak pernah berhenti untuk mengejarnya.

Berdasarkan pengamatan terhadap seni lukis dengan corak abstrak ekspresi karya Firman Djamil, ternyata pada umumnya bertemakan alam bebas dan alami. Kenyataan ini didukung oleh semua sampel yang diteliti dan pernyataan beliau dalam suatu wawancara pada hari selasa tanggal 30 Juni 2015 mengatakan bahwa, beliau sangat mencintai alam dan suka menjelajahi alam.

(65)

50

2. Teknik, kualitas bahan, ukuran kanvas serta proses penciptaan karya yang digunakan Firman Djamil dalam berkarya lukisan Abstrak Ekspresi.

Teknik yang dimaksudkan adalah berkaitan dengan tahapan dan cara mengekspresikan ide Firman Djamil di atas media lukis (kanvas) dengan menggunakan alat tertentu. Teknik yang digunakan Firman Djamil dalam proses penciptaannya adalah teknik akrilik di atas kanvas kadang-kadang juga memakai pisau palet untuk memperhalus karakter tertentu mengikuti tekstur objek atau dipakai dalam membuat garis bentuk tertentu yang sukar dicapai dengan menggunakan kuas. Teknik yang sering dilakukan umumnya cat akrilik di atas kanvas.

Untuk mengungkapkan ide Firman djamil juga menggunakan, teknik melukis dengan cara teknik sket pada kanvas dan spontanitas. Teknik sket pada kanvas maksudnya sebelum berkarya harus didahului dengan sket dengan menggunakan warna lembut sebagai dasar agar tidak meninggalkan bekas apabila ditutupi dengan warna lain. Sedangkan teknik secara spontan maksudnya langsung menggunakan warna yang diinginkan di atas kanvas tanpa didahului cat dasar.

Alat dan bahan yang digunakan sangat berpengaruh terhadap pencapaian hasil karya. Bahan lukis cat yang berkualitas seperti cat akrilik, alat lukis kuas yang bagus adalah kuas yang keras pangkalnya dan lembut ujungnya, sangat bagus untuk mengenakan warna di atas kanvas secara natural atau real. Kuas yang kasar menghasilkan goresan yang kasar. Sekarang ini semakin lengkap peralatan

(66)

lukis seperti macam-macam kanvas dan pisau dempul. Alat berupa kuas bermacam-macam ukurannya mulai dari selebar 3 – 4cm sampai ukuran yang sekecil-kecilnya. Juga menggunakan pisau dempul (pisau palet). Pisau palet digunakan untuk memberi kesan blok-blok dan efek-efek goresan tertentu yang tidak bisa dicapai oleh kuas misalnya garis pinggir yang lurus. Untuk mewujudkan irama yang lebih rumit dan bergelombang dipakai kuas kecil dan berbagai pisau palet yang kecil. Untuk kesan blok-blok yang sangat besar biasanya menggunakan kuas besar dan pisau palet besar. Alat dan bahan dibeli di toko. Mengenai pembelian alatnya ada yang beliau beli di Makassar atau di luar Makassar.

Dalam perkembangannya, ada beberapa faktor yang mendorong Bapak Firman Djamil untuk tetap berkarya seni lukis Abstrak Ekspresi antara lain: Rasa cinta terhadap seni dan inilah pilihan profesi yang tidak ditawar – tawar. Harus digeluti dan tidak bisa setengah – setengah menjalaninya, dalam berkarya juga harus enjoi.

Adapun proses penciptaan karya yaitu sebelum melukis suasan hati Firman Djamil enjoi, banyak menjelajahi daerah – daerah baik dalam negeri sendiri atau di luar negeri. Setelah beliau merasa enjoi beliau mulai berkarya dengan menggunakan kanvas serta peralatan kuas dan bahan cat. Dimulai dari warna lembut hingga warna yang terang sampai menghasilkan abstraksi tekstur, garis dan warna – warna ekspresif.

(67)

52

3. Kualitas estetis setiap karya lukisan Abstrak Ekspresi karya Firman Djamil.

Dari hasil wawancara pada tanggal 30 Juli 2015, Firman Djamil menceritakan ketertarikannya pada seni lukis Abstrak Ekspresi sejak kuliyah S1 di IKIP yang sekarang Universitas Negeri Makassar (UNM) dari tahun 1996 – 2000, dan sampai sekarang. Lahirnya karya seni lukis sangat diperlukan adanya ke dalaman, karena karya seni lukis yang tidak memiliki ke dalaman akan nampak seolah-olah tidak memiliki volume atau ruang. Seperti yang telah dibahas di atas, untuk mewujudkan hal itu alat yang dipakai bukan hanya kuas tetapi juga menggunakan pisau palet atau pisau dempul, juga menggunakan cat akrilik di atas kanvas.

Yang melatar belakangi beliau tertarik melukis abstrak ekspresi adalah beliau tertarik dan terpengaruh dari banyak karya – karya lukis abstrak dari seniman terdahulu. Tetapi tidak fokus pada satu gaya saja. (Hasil wawancara dengan Firman Djamil, Selasa, 30 Juli 2015)

Kualitas atau nilai estetis lukisan Firman Djamil yang bercorak abstrak ekspersi ini lahir dari kepekaan seseorang dalam menangkap dan menuangkan pengalaman estetis yang disaksikan dengan yang lain. Kualitas estetis lukisan abstrak ekspresi sangat jelas terlihat pada seluruh karyanya yang diteliti, terutama kalau kita mengamati karyanya secara menyeluruh pada semua unsur yang membangun karya lukis itu.

Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, dengan mengamati lukisan hasil karya Firman Djamil maka kita temukan beberapa karakteristik yang menonjol, di

(68)

antaranya penggunaan tekstur,penyederhanaan bentuk, penggarapan objek yang ditampilkan beserta penggunaan warna.

a. Tekstur

Lukisan Abstrak Ekspresi Firman Djamil pada umumnya bertekstur kasar terbentuk lewat penggunaan alat kuas dan pisau palet. Tekstur yang nampak itu dihasilkan dengan teknik gores memakai beberapa jenis alat. Tekstur yang nampak itu ditunjang lagi oleh warna yang cemerlang menyatu dengan goresan.

b. Penyederhanaan bentuk

Objek yang ditampilkan tidak digarap sedetail mungkin namun penggarapannya lebih kepada kesan objek dengan menekankan pada bentuk – bentuk ekpresi dan warna – warna ekpresif dan kekuatan – kekuatan garis dan tekstur yang ditampilkan pada lukisan.

c. Penggarapan objek yang ditampilkan

Sejalan dengan pendapat Firman Djamil yang menyatakan bahwa dengan penciptaan yang bebas dari ilusi dan bentuk – bentuk yang ada di lingkungan alam adalah merupakan sumber inspirasi lukisan yang tiada batasnya, maka tidak heran apabila kita melihat sebagian besar objek yang ditampilkan oleh Firman Djamil adalah objek yang bersumber dari alam dengan hasilnya berupa perwujudan lukisan abstrak ekspresi pada kekuatan – kekuatan garis dan tekstur . Hal yang membuat penulis menganggap bahwa lukisan Firman Djamil dengan objek alam tersebut memiliki ciri khas tertentu dan memiliki kualitas estetis yang cukup bagus. Karena Firman Djamil dalam perwujudan karya abstrak ekspresi

(69)

54

umumnya bebas dan alami sebagai pusat perwujudan estetis di atas kanvas seperti pada lukisan.

d. Warna

Warna merupakan hal yang paling pokok dalam corak Abstrak Ekspresi maka dapat dimaklumi apabila kita mengamati hasil karya para pelukis Abstrak yang menampilkan warna-warna ekspresi.

Karakter seperti ini pulalah yang akan kita temukan pada lukisan abstrak ekspresi Firman Djamil. Namun jika diamati lebih jauh karya Firman Djamil, akan didapat karakteristik yang unik dalam hal penggunaan warna yang menyajikan nuansa estetis yang berbeda dengan karya yang lain.

Firman Djamil dalam menempatan warna dilakukan dengan cara yaitu yang mendekatkan warna satu dengan warna lainnya tanpa dicampur sehingga terlihat dari jauh seperti warna yang dicampur di atas kanvas, dengan cara demikian dapat diperoleh kesan cemerlang, terang dengan warna tertentu.

Lukisan-lukisan Firman Djamil tampil dengan goresan-goresan yang bersemangat atau menggebu-gebu dan berkesan tegas, dan ada pula yang berkesan tenang tergantung keinginan dan suasana jiwa yang menggerakkannya untuk berkarya.

Hal menarik dari penggunaan warna pada hasil karya lukis abstrak ekspresi adalah ada warna tertentu yang dominan digunakan pada karyanya, seperti warna biru dan hitam yang tak pernah hilang dari lukisannya. Untuk menggambarkan suasana panas maka beliau akan menggunakan warna kuning, ungu dan merah, sedangkan untuk suasana sejuk beliau akan menggunakan

Gambar

Gambar 10: Composition In Blue, Yellow and Black Gambar 11: Lokasi Penelitian
Gambar .1. Sunrise, Claude Monet 1872/1873 History of Art (Kusrianto, 2011: 119)
Gambar . 4. “Rape”, Rene Magritte, 1934 (Sejarah Perkembangan Seni Rupa Modern, 2000: 132)
Gambar .5. Raskin 20 Kg, Komunitas Pelukis Borobudur (bakulseni.com)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dalam adat dan agama melarang pasangan suami istri bercerai karena apa yang dipersatukan Allah tidak bisa diceraikan oleh manusia kecuali maut disini adat dan

Faktor ketiga yaitu sarana dan fasilitas, dalam lalu lintas sarana dan fasilitas yang dimasud ialah jalan, marka jalan, dan rambu-rambu lalu lintas, sebagian

.13 Description of your UltraSilencer : 1 Display (see the specified versions later) 2 Exhaust filter lid 3 Exhaust filter 4 Parking slot 5 Power cord 6 Motor filter 7 Motor

UMKM merupakan bagian penting yang sangat mempengaruhi kekuataan dalam perekonomian nasional di Indonesia. Hal itu dibuktikan berdasarkan data Kementrian Koperasi

Hasil dalam penelitian ini yaitu (1) beberapa variasi permainan yang dikembangkan dapat diimplementasikan pada materi teknik dasar bolavoli di SMA Negeri 1 Panggul; (2) ada

Hasil penelitian menunjukan bahwa dinilai dari faktor pengetahuan, faktor sikap dan faktor respons, masyarakat Kelurahan Tanjung Merah siap menerima apabila wilayah mereka

Informasi menurut Jogiyanto, H.M (2001) adalah informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih

Dengan demikian hipotesis Ha diterima dan menolak Ho karena F hitung > F tabel, artinya anggaran waktu audit, kompleksitas dokumen audit dan pengalaman auditor